• Tidak ada hasil yang ditemukan

| Inspektorat Jenderal 3. WAWANCARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "| Inspektorat Jenderal 3. WAWANCARA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Auditor itu cirinya adalah: orang setengah baya, agak tersisih

kulitnya berkerut-kerut, cerdas, dingin, pasif, tidak mau

membuat janji, matanya melotot, sopan, tetapi tidak tanggap,

tenang, angker, dan dingin seperti tembok kastil-kastil di Paris

Mahluk ini hatinya berisi bisa, tidak tampan, tidak punya rasa

belas kasih, juga tidak punya greget dan rasa humor.

...

(3)

POKOK BAHASAN

1. Gambaran Umum Wawancara

2. Tujuan Wawancara Dalam Audit Investigatif dan

Persiapannya

3. Pihak Yang Diwawancarai

4. Karakteristik Wawancara Yang Baik

5. Karakteristik Pewawancara Yang Baik

6. Elemen Hukum Dalam Wawancara

7. Elemen-Elemen Dalam Komunikasi

8. Hambatan dan Fasilitator Dalam Komunikasi

9. Jenis-Jenis Pertanyaan

(4)

PENGERTIAN

sesi tanya-jawab

untuk memperoleh informasi

memiliki bentuk tersendiri

terstruktur

(5)

Cukup waktu dan mendalam

Memilah informasi relevan dan tidak relevan

Sedekat mungkin dengan saat kejadian

Obyektif

(6)

PERSIAPAN

Mempelajari berkas

Menetapkan tujuan informasi yang akan digali

dalam wawancara

Mempelajari informasi apa yang dapat

diperoleh

Mempersiapkan poin-poin yang akan

ditanyakan

Tempat untuk wawancara saksi

kooperatif di kantor atau tempat

menyimpan dokumen

(7)

RUANG WAWANCARA

Pintu tertutup namun tidak terkunci,

Tidak ada halangan bagi responden

untuk meninggalkan ruang

wawancara,

(8)
(9)

Saksi Pihak Ketiga yang Netral (

Neutral

Third-Party Witness)

Saksi yang Dapat Membenarkan

(Corroborative Witness)

Pihak Yang Diduga Ikut Terlibat

(Co-Conspirators)

(10)

Check personal/company/other records

Neutral Third-Party Witness

Corroborative witness Co-conspirators

(11)

KARAKTERISTIK PEWAWANCARA YANG

BAIK

1. mudah bergaul

2. Bisa membuat orang lain

ingin berbagi informasi

3. Tidak banyak interupsi

4. Menunjukkan keseriusan

5. Tidak menyalahkan

(12)

ELEMEN HUKUM DLM WAWANCARA

Otoritas Hukum untuk Melakukan

Wawancara

Penggunaan Muslihat dalam

(13)

ELEMEN-ELEMEN DALAM

KOMUNIKASI

Ekspresi (

Expression)

Pendekatan (

Persuasion

)

Therapy

Ritual

(14)

Waktu yang tidak tepat

Ego Responden

Etika

Trauma

Lupa

Kesulitan mengurutkan

kejadian

Bingung menarik simpulan

Perilaku Tidak Sadar

(15)

1. Pewawancara mengkomunikasikan apa yang diharapkan

dari sisi responden

2. Memberikan pengakuan (Recognition) yang tulus kepada responden

3. Membuat orang lain merasa penting (altruistic appeals) 4. Menunjukkan sikap simpati pada orang lain

5. Dapat mewujudkan wawancara sebagai pengalaman baru

buat responden

6. Membicarakan sumber tekanan responden agar keluar dari suatu tekanan emosional (Catharsis)

(16)

JENIS-JENIS PERTANYAAN

1. Pertanyaan Pembuka

(Introductory

)

2. Informasional

(Informational)

3. Pengujian data/informasi

(

data/information assessment

)

(17)

KAPAN JENIS-JENIS PERTANYAAN

TERSEBUT DIGUNAKAN

Untuk saksi netral atau saksi-saksi yang

menguatkan: pembukaan, informasi dan

pendalaman

Saksi tidak jujur: Pengujian Informasi/data

(18)

Tujuan Pertanyaan-Pertanyaan Pembuka

Memperkenalkan Diri dan

Menjelaskan Maksud Wawancara

Membangun Hubungan (

Rapport

)

Membangun Suasana Wawancara

(19)

Beberapa Teknik Pertanyaan

Pembukaan

Kontak fisik

Bahasa tubuh untuk menciptakan

kepercayaan

Jangan mewancarai lebih dari satu orang

(20)

Menghindari Pertanyaan Sensitif

Hindari:

Gunakan:

Investigasi

Menanyakan

Audit

Telaah

Wawancara

Mengajukan

beberapa pertanyaan

(21)

PERTANYAAN-PERTANYAAN

INFORMASIONAL

Dimaksudkan untuk memperoleh

informasi yang faktual, ttg SPM,

dokumen, sistem operasi dll:

Pertanyaan terbuka

(22)

Pertanyaan Terbuka

Coba ceritakan tentang pekerjaan/tugas

saudara

Bagaimana pendapat saudara tentang

permasalahan ini?

Menurut saudara, bagaimana

permasalahan tersebut dapat terjadi?

(23)

Pertanyaan Tertutup

Apakah saudara bekerja disini?

Apakah saudara mengetahui hal ini?

(24)

Pertanyaan Mengarahkan

Jadi saudara menerima bagian uang itu

dari saudara A?

Saudara selama ini mendapatkan

penghasilan dari berbagai sumber, kan?

Suatu pertanyaan yang mengandung jawaban

Sebagai bagian dari pertanyaan. Biasanya

(25)

Jenis Pertanyaan Yang Harus

Dihindari

Pertanyaan negatif ganda (double

negative)

(26)

Jenis Pertanyaan Yang Harus

Dihindari

Pertanyaan

Rumit/Kompleks

Apa tugas saudara, sudah berapa lama

Saudara bekerja disini, siapa saja kawan

kerja saudara disini dan bagaimana

(27)

Teknik Mengajukan Pertanyaan Informasional

a. Mulailah pertanyaan yang tidak akan membuat

responden menjadi defensif atau menarik diri.

b. Ajukan pertanyaan dengan cara yang akan

membangun fakta berdasarkan urutan kejadiannya

atau cara yang sistematis lainnya.

c. Ajukan hanya satu pertanyaan pada suatu saat,

perjelaslah pertanyaannya sehingga hanya ada satu

jawaban yang diperoleh.

d. Bertanyalah dengan lugas dan apa adanya, hindari

pendekatan yang kasar.

(28)

Teknik Mengajukan Pertanyaan Informasional

h. Pastikan anda mengerti jawaban-jawaban yang diberikan, jika ada yang kurang jelas, minta responden untuk menjelaskannya saat itu juga, jangan ditunda.

i. Beri kesempatan responden untuk mengklarifikasi jawabannya. j. Pisahkan fakta dari opini.

k. Untuk memastikan keakuratan, minta responden untuk

membandingkan dengan cara persentase, pecahan, taksiran waktu dan jarak.

l. Peroleh semua fakta; hampir semua responden dapat memberikan informasi lebih dari sekedar informasi awal.

m. Setelah responden menjelaskan secara naratif, ajukan pertanyaan atas semua hal yang telah didiskusikan.

(29)

Mengamati Reaksi

Responden

Pewawancara harus memiliki pengetahuan

tentang tingkah laku seseorang dalam situasi

wawancara:

proxemic

, memanfaatkan jarak antar

personal untuk memperjelas maksud/ arti

Chronemics (Pacing; Silent Probe)

,

pemanfaatan waktu oleh seseorang untuk

mengerti, bersikap, dan berkeinginan.

(30)

Menyiasati Keengganan

(Resistence)

Suatu keengganan atau kemungkinan penolakan

jawaban dari reponden

(31)

Cara Mengatasi Jawaban

Resistance

Wawancara akan singkat saja

Pewawancara sudah siap di tempat

Ini adalah sesuatu yang penting

Wawancara akan gampang-gampang saja

(32)

Cara Mengatasi Jawaban

Resistance

“Baiklah, jadi apa yang menjadi tugas

saudara?” ATAU

“Baiklah. Itu memang salah satu yang ingin

saya ketahui, tetapi, saudara tahu mengenai

pengendalian intern, kan?”

“Saya tidak tahu apa-apa tentang hal ini”

(33)

Cara Mengatasi Jawaban

Resistance

Tetap menunggu responden menjawab

Mengajukan pertanyaan alternatif yang mempersempit

cakupan hal yang dipertanyakan :“Baiklah pak…, saya

mengerti anda tidak mungkin mengingat seluruh transaksi.

Apakah anda ingat transaksi yang bernilai diatas Rp100 juta ?

ATAU

“Saya tidak ingat”

(34)

Menghadapi orang ‘Sulit’

Kadang-kadang responden tidak bereaksi

tanpa alasan yang jelas.

Tidak bereaksi - harus sabar

Ubah taktik - solusi versi responden

(35)

Psikologi Kebohongan

(

Physiology Of Deception)

Tubuh menunjukkan stress melalui isyarat. Isyarat Verbal, al: (1/3)

Berubahnya nada bicara

Sering meminta pengulangan pertanyaan untuk mengarang jawaban

Mengomentari hal-hal yang berhub dg wawancara. Misalnya

ia komplain dengan lingkungan tempat wawancara.

Memilah-milah ingatan: Untuk pertanyaan yang tidak

signifikan, dia akan lancar menjawab, tetapi untuk pertanyaan yang siginifikan dia akan bilang “lupa”

(36)

Physiology Of

Deception

Tanda-tanda fisik orang berbohong

Isyarat Verbal, al: (2/3)

Menunjuk Kesaksian orang lain

Menjawab dengan pertanyaan

Kadar penyangkalan melemah

Gagal menyangkal

(37)

Physiology Of

Deception

Tanda-tanda fisik orang berbohong

Isyarat Verbal, al: (3/3)

Menolak menunjuk keterlibatan orang lain

(38)

Physiology Of

Deception

Tanda-tanda orang berbohong Isyarat NonVerbal, al:

Gelisah, mengubah posisi duduk

Respon/ekspresi anatomi: ekspresi yang timbul spontan.

Misalnya meningkatnya denyut jantung, menarik nafas panjang dll.

Ilustrator: gerakan tangan untuk mendemonstrasikan

sesuatu saat berbicara

Menutupi mulut dengan tangan: orang yang bersalah

menutupi mulut dengan tangan saat berbohong

(39)

Wawancara Untuk

Memperoleh

Pengakuan

Tujuan:

Untuk

membedakan

pihak

yang

bersalah dengan yang tidak.

Untuk memperoleh pengakuan secara

sukarela.

(40)

Tahapan Wawancara

Untuk

Memperoleh

Pengakuan

1.

Dakwaan/Tuduhan Langsung (Direct

Accusation)

2.

Pengamatan atas reaksi

3.

Mengulang sangkaan

4.

Menyela penyangkalan

5.

Memperlihatkan bukti fisik

6.

Memperkuat penjelasan

(41)

TEKNIK WAWANCARA

KOGNITIF (Dr. GEISELMAN)

A. FASE NARASI

(42)

FASE NARASI

1. Merekonstruksi suatu kejadian dan

hal-hal yang berhubungan dengan

kejadian tersebut

2. Menginstruksikan saksi mata untuk

melaporkan segala sesuatunya

dengan lengkap

3. Mengingat kembali kejadian dalam

bentuk yang berbeda

(43)

FASE MENGGALI INFORMASI YANG

SPESIFIK

1. Penampilan Fisik

2. Nama

3. Jumlah

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Unit pelaksana tugas logam Yogyakarta berfungsi untuk mendukung industri kecil menengah logam di kota Yogyakarta, dalam rangka mewujudkan visinya yaitu menjadikan pusat

Dengan konsep kota mandiri, kota Lippo Karawaci ingin membangun citra bahwa kota ini dapat berdiri sendiri dengan adanya fasilitas- fasilitas dari fasilitas perumahan

Setelah dilakukan klasifikasi terhadap data set sms spam menggunakan algoritma Naïve Bayes, maka didapatkan tiga hasil perbandingan untuk tingkat akurasi,

Pengaruh Temperatur Annealing Terhadap Struktur, Sifat listrik dan Sifat Optik Film Tipis Zinck Oxide Doping Alumunium (ZnO:Al) Dengan Metode DC Magneton

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pembagian dari dua jenis data integer yang disimpan kedalam variabel float tetap akan memberikan hasil integer yang dituliskan dalam bentuk

Setiap kali kita mengikuti sakramen Perjamuan Kudus, kita diingatkan bahwa Kristus pernah hadir pada waktu dulu untuk menyelamatkan manusia dengan memberikan

Oleh karena itu, asesmen alternatif dapat dijadikan alternatif penilaian bagi pengembangan peserta didik menjadi komunitas pembelajar , karena melalui asesmen ini peserta