Auditor itu cirinya adalah: orang setengah baya, agak tersisih
kulitnya berkerut-kerut, cerdas, dingin, pasif, tidak mau
membuat janji, matanya melotot, sopan, tetapi tidak tanggap,
tenang, angker, dan dingin seperti tembok kastil-kastil di Paris
Mahluk ini hatinya berisi bisa, tidak tampan, tidak punya rasa
belas kasih, juga tidak punya greget dan rasa humor.
...
POKOK BAHASAN
1. Gambaran Umum Wawancara
2. Tujuan Wawancara Dalam Audit Investigatif dan
Persiapannya
3. Pihak Yang Diwawancarai
4. Karakteristik Wawancara Yang Baik
5. Karakteristik Pewawancara Yang Baik
6. Elemen Hukum Dalam Wawancara
7. Elemen-Elemen Dalam Komunikasi
8. Hambatan dan Fasilitator Dalam Komunikasi
9. Jenis-Jenis Pertanyaan
PENGERTIAN
•
sesi tanya-jawab
•
untuk memperoleh informasi
•
memiliki bentuk tersendiri
•
terstruktur
•
Cukup waktu dan mendalam
•
Memilah informasi relevan dan tidak relevan
•
Sedekat mungkin dengan saat kejadian
•
Obyektif
PERSIAPAN
•
Mempelajari berkas
•
Menetapkan tujuan informasi yang akan digali
dalam wawancara
•
Mempelajari informasi apa yang dapat
diperoleh
•
Mempersiapkan poin-poin yang akan
ditanyakan
•
Tempat untuk wawancara saksi
kooperatif di kantor atau tempat
menyimpan dokumen
RUANG WAWANCARA
•
Pintu tertutup namun tidak terkunci,
•
Tidak ada halangan bagi responden
untuk meninggalkan ruang
wawancara,
•
Saksi Pihak Ketiga yang Netral (
Neutral
Third-Party Witness)
•
Saksi yang Dapat Membenarkan
(Corroborative Witness)
•
Pihak Yang Diduga Ikut Terlibat
(Co-Conspirators)
Check personal/company/other records
Neutral Third-Party Witness
Corroborative witness Co-conspirators
KARAKTERISTIK PEWAWANCARA YANG
BAIK
1. mudah bergaul
2. Bisa membuat orang lain
ingin berbagi informasi
3. Tidak banyak interupsi
4. Menunjukkan keseriusan
5. Tidak menyalahkan
ELEMEN HUKUM DLM WAWANCARA
•
Otoritas Hukum untuk Melakukan
Wawancara
•
Penggunaan Muslihat dalam
ELEMEN-ELEMEN DALAM
KOMUNIKASI
•
Ekspresi (
Expression)
•
Pendekatan (
Persuasion
)
•
Therapy
•
Ritual
•
Waktu yang tidak tepat
•
Ego Responden
•
Etika
•
Trauma
•
Lupa
•
Kesulitan mengurutkan
kejadian
•
Bingung menarik simpulan
•
Perilaku Tidak Sadar
1. Pewawancara mengkomunikasikan apa yang diharapkan
dari sisi responden
2. Memberikan pengakuan (Recognition) yang tulus kepada responden
3. Membuat orang lain merasa penting (altruistic appeals) 4. Menunjukkan sikap simpati pada orang lain
5. Dapat mewujudkan wawancara sebagai pengalaman baru
buat responden
6. Membicarakan sumber tekanan responden agar keluar dari suatu tekanan emosional (Catharsis)
JENIS-JENIS PERTANYAAN
1. Pertanyaan Pembuka
(Introductory
)
2. Informasional
(Informational)
3. Pengujian data/informasi
(
data/information assessment
)
KAPAN JENIS-JENIS PERTANYAAN
TERSEBUT DIGUNAKAN
•
Untuk saksi netral atau saksi-saksi yang
menguatkan: pembukaan, informasi dan
pendalaman
•
Saksi tidak jujur: Pengujian Informasi/data
Tujuan Pertanyaan-Pertanyaan Pembuka
•
Memperkenalkan Diri dan
Menjelaskan Maksud Wawancara
•
Membangun Hubungan (
Rapport
)
•
Membangun Suasana Wawancara
Beberapa Teknik Pertanyaan
Pembukaan
•
Kontak fisik
•
Bahasa tubuh untuk menciptakan
kepercayaan
•
Jangan mewancarai lebih dari satu orang
Menghindari Pertanyaan Sensitif
•
Hindari:
Gunakan:
•
Investigasi
Menanyakan
•
Audit
Telaah
•
Wawancara
Mengajukan
beberapa pertanyaan
PERTANYAAN-PERTANYAAN
INFORMASIONAL
Dimaksudkan untuk memperoleh
informasi yang faktual, ttg SPM,
dokumen, sistem operasi dll:
–
Pertanyaan terbuka
Pertanyaan Terbuka
•
Coba ceritakan tentang pekerjaan/tugas
saudara
•
Bagaimana pendapat saudara tentang
permasalahan ini?
•
Menurut saudara, bagaimana
permasalahan tersebut dapat terjadi?
Pertanyaan Tertutup
•
Apakah saudara bekerja disini?
•
Apakah saudara mengetahui hal ini?
Pertanyaan Mengarahkan
•
Jadi saudara menerima bagian uang itu
dari saudara A?
•
Saudara selama ini mendapatkan
penghasilan dari berbagai sumber, kan?
Suatu pertanyaan yang mengandung jawaban
Sebagai bagian dari pertanyaan. Biasanya
Jenis Pertanyaan Yang Harus
Dihindari
•
Pertanyaan negatif ganda (double
negative)
Jenis Pertanyaan Yang Harus
Dihindari
•
Pertanyaan
Rumit/Kompleks
Apa tugas saudara, sudah berapa lama
Saudara bekerja disini, siapa saja kawan
kerja saudara disini dan bagaimana
Teknik Mengajukan Pertanyaan Informasional
a. Mulailah pertanyaan yang tidak akan membuat
responden menjadi defensif atau menarik diri.
b. Ajukan pertanyaan dengan cara yang akan
membangun fakta berdasarkan urutan kejadiannya
atau cara yang sistematis lainnya.
c. Ajukan hanya satu pertanyaan pada suatu saat,
perjelaslah pertanyaannya sehingga hanya ada satu
jawaban yang diperoleh.
d. Bertanyalah dengan lugas dan apa adanya, hindari
pendekatan yang kasar.
Teknik Mengajukan Pertanyaan Informasional
h. Pastikan anda mengerti jawaban-jawaban yang diberikan, jika ada yang kurang jelas, minta responden untuk menjelaskannya saat itu juga, jangan ditunda.
i. Beri kesempatan responden untuk mengklarifikasi jawabannya. j. Pisahkan fakta dari opini.
k. Untuk memastikan keakuratan, minta responden untuk
membandingkan dengan cara persentase, pecahan, taksiran waktu dan jarak.
l. Peroleh semua fakta; hampir semua responden dapat memberikan informasi lebih dari sekedar informasi awal.
m. Setelah responden menjelaskan secara naratif, ajukan pertanyaan atas semua hal yang telah didiskusikan.
Mengamati Reaksi
Responden
Pewawancara harus memiliki pengetahuan
tentang tingkah laku seseorang dalam situasi
wawancara:
•
proxemic
, memanfaatkan jarak antar
personal untuk memperjelas maksud/ arti
•
Chronemics (Pacing; Silent Probe)
,
pemanfaatan waktu oleh seseorang untuk
mengerti, bersikap, dan berkeinginan.
Menyiasati Keengganan
(Resistence)
Suatu keengganan atau kemungkinan penolakan
jawaban dari reponden
Cara Mengatasi Jawaban
Resistance
Wawancara akan singkat saja
Pewawancara sudah siap di tempat
Ini adalah sesuatu yang penting
Wawancara akan gampang-gampang saja
Cara Mengatasi Jawaban
Resistance
“Baiklah, jadi apa yang menjadi tugas
saudara?” ATAU
“Baiklah. Itu memang salah satu yang ingin
saya ketahui, tetapi, saudara tahu mengenai
pengendalian intern, kan?”
“Saya tidak tahu apa-apa tentang hal ini”
Cara Mengatasi Jawaban
Resistance
Tetap menunggu responden menjawab
Mengajukan pertanyaan alternatif yang mempersempit
cakupan hal yang dipertanyakan :“Baiklah pak…, saya
mengerti anda tidak mungkin mengingat seluruh transaksi.
Apakah anda ingat transaksi yang bernilai diatas Rp100 juta ?
ATAU
“Saya tidak ingat”
Menghadapi orang ‘Sulit’
Kadang-kadang responden tidak bereaksi
tanpa alasan yang jelas.
–
Tidak bereaksi - harus sabar
–
Ubah taktik - solusi versi responden
Psikologi Kebohongan
(
Physiology Of Deception)
Tubuh menunjukkan stress melalui isyarat. Isyarat Verbal, al: (1/3)
• Berubahnya nada bicara
• Sering meminta pengulangan pertanyaan untuk mengarang jawaban
• Mengomentari hal-hal yang berhub dg wawancara. Misalnya
ia komplain dengan lingkungan tempat wawancara.
• Memilah-milah ingatan: Untuk pertanyaan yang tidak
signifikan, dia akan lancar menjawab, tetapi untuk pertanyaan yang siginifikan dia akan bilang “lupa”
Physiology Of
Deception
Tanda-tanda fisik orang berbohong
Isyarat Verbal, al: (2/3)
•
Menunjuk Kesaksian orang lain
•
Menjawab dengan pertanyaan
•
Kadar penyangkalan melemah
•
Gagal menyangkal
Physiology Of
Deception
Tanda-tanda fisik orang berbohong
Isyarat Verbal, al: (3/3)
•
Menolak menunjuk keterlibatan orang lain
Physiology Of
Deception
Tanda-tanda orang berbohong Isyarat NonVerbal, al:
• Gelisah, mengubah posisi duduk
• Respon/ekspresi anatomi: ekspresi yang timbul spontan.
Misalnya meningkatnya denyut jantung, menarik nafas panjang dll.
• Ilustrator: gerakan tangan untuk mendemonstrasikan
sesuatu saat berbicara
• Menutupi mulut dengan tangan: orang yang bersalah
menutupi mulut dengan tangan saat berbohong
Wawancara Untuk
Memperoleh
Pengakuan
Tujuan:
Untuk
membedakan
pihak
yang
bersalah dengan yang tidak.
Untuk memperoleh pengakuan secara
sukarela.
Tahapan Wawancara
Untuk
Memperoleh
Pengakuan
1.
Dakwaan/Tuduhan Langsung (Direct
Accusation)
2.
Pengamatan atas reaksi
3.
Mengulang sangkaan
4.
Menyela penyangkalan
5.
Memperlihatkan bukti fisik
6.
Memperkuat penjelasan
TEKNIK WAWANCARA
KOGNITIF (Dr. GEISELMAN)
A. FASE NARASI
FASE NARASI
1. Merekonstruksi suatu kejadian dan
hal-hal yang berhubungan dengan
kejadian tersebut
2. Menginstruksikan saksi mata untuk
melaporkan segala sesuatunya
dengan lengkap
3. Mengingat kembali kejadian dalam
bentuk yang berbeda
FASE MENGGALI INFORMASI YANG
SPESIFIK
1. Penampilan Fisik
2. Nama
3. Jumlah