• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN BERSAMA

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 423/MPP/Kep/7/2004

NOMOR --- 327/KMK.06/2004

TENTANG

PELIMPAHAN TUGAS DAN WEWENANG MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN MENGENAI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN USAHA JASA PENILAI

KEPADA MENTERI KEUANGAN

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAN

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa usaha jasa penilai mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi perekonomian nasional dan perlindungan kepentingan umum;

b. bahwa selama ini perizinan dan pembinaan profesi penilai dilakukan oleh Menteri Keuangan, sedang perizinan dan pembinaan usaha jasa penilai dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan;

c. bahwa dalam rangka menciptakan pembinaan dan pengawasan usaha jasa penilai yang efektif dan berkesinambungan, perlu untuk menata kembali perizinan dan pembinaan kegiatan usaha jasa penilai dalam satu kewenangan instansi;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b dan c, perlu menetapkan Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Keuangan tentang Pelimpahan Tugas dan Wewenang Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mengenai Pembinaan dan Pengawasan Usaha Jasa Penilai kepada Menteri Keuangan.

Mengingat :

1. Bedrijsreglementerings Ordonnantie Tahun 1934 (Staatsblad Tahun 1938 No. 86) sebagaimana telah diubah dan ditambah;

2. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3214);

3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3564);

4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3587);

5. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);

6. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279);

7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;

(2)

9. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;

Memperhatikan :

Surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 560/MPP/IX/2003 tanggal 23 September 2003 tentang Pelimpahan Wewenang Pembinaan Usaha Jasa Penilaian.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PELIMPAHAN TUGAS DAN WEWENANG MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN MENGENAI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN USAHA JASA PENILAI KEPADA MENTERI KEUANGAN.

Pasal 1

(1) Menteri Perindustrian dan Perdagangan melimpahkan tugas dan wewenang mengenai pengaturan, pembinaan dan pengawasan usaha jasa penilaian kepada Menteri Keuangan.

(2) Dengan pelimpahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tugas dan wewenang mengenai pengaturan, pembinaan dan pengawasan terhadap usaha jasa penilaian dilakukan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2

Usaha jasa penilaian yang telah memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian da Perdagangan masih berlaku sampai dengan masa berakhirnya Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) yang bersangkutan.

Pasal 3

SIUPP yang masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib didaftarkan kembali pada Departemen Keuangan c.q Direktorat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan dengan menyampaikan SIUPP yang masih berlaku selambat-lambatnya 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal Keputusan ini.

Pasal 4

Usaha jasa penilaian yang bermaksud memperoleh atau memperpanjang SIUPP-nya, wajib menyesuaikan dengan ketentuan mengenai perizinan usaha jasa penilaian yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan.

Pasal 5

Dengan berlakunya Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Keuangan ini, Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 594/MPP/Kep/VIII/2002 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 6

(3)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 1 Juli 2004

MENTERI KEUANGAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA, DAN PERDAGANGAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd ttd

BOEDIONO RINI M SUMARNO SOEWANDI

Salinan sesuai dengan aslinya Sekretariat Jenderal,

Dep. Perindustrian dan Perdagangan Kepala Biro Hukum dan Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa dalam rangka pemantauan / monitoring pelaksanaan pengadaan pupuk sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor :

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri

(1) Dengan pencabutan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, impor besi atau baja canai lantaian dan produk baja dilaksanakan

(3) KSO sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dilakukan tanpa mengubah penanggungjawab wilayah sebagaimana ditetapkan pada Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian

KEDUA : Kepala Bidang sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA, wajib melaksanakan tugasnya sesuai tugas yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan

bahwa dalam rangka pelaksanaan pengawasan mutu produk Lampu Swa Ballast sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (6) huruf b Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan tentang organisasi dan tata kerja