• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Dirjen Perbendaharaan | KPPN TANJUNGBALAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Dirjen Perbendaharaan | KPPN TANJUNGBALAI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN

NOMOR PER- 44

/PB/2006

TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,

Menimbang

bahwa sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor

08/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Pasal 32

ayat (4) sampai dengan (6) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005

tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Aparat

Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga melakukan reviu atas laporan

Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan;

bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang

Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, disebutkan bahwa

ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem akuntansi

dan pertanggungjawaban keuangan Kementerian Negara/Lembaga diatur dengan

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu

menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman

Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;

Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4286);

Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi

Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);

(2)

6.

7.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang Sistem Akuntansi

dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2006 tentang

Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN

NEGARA/LEMBAGA.

Pasal 1

(1)

Reviu adalah prosedur penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan,

permintaan keterangan, dan analitik yang harus menjadi dasar memadai bagi Aparat

Pengawasan Intern untuk memberi keyakinan terbatas bahwa tidak ada modifikasi

material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut

sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

(2)

Tujuan reviu adalah untuk memberikan keyakinan akurasi, keandalan, dan

keabsahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sebelum disampaikan

oleh Menteri/Pimpinan Lembaga kepada presiden melalui Menteri Keuangan.

(3)

Ruang lingkup reviu adalah sebatas penelaahan laporan keuangan dan catatan

akuntansi.

(4)

Sasaran reviu adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan entitas

pelaporan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi

Pemerintahan.

(5)

Reviu tidak memberikan dasar bagi Aparat Pengawasan Intern untuk menyatakan

pendapat atas laporan keuangan seperti dalam pelaksanaan audit.

Pasal 2

(1)

Aparat Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga wajib melakukan reviu

atas laporan keuangan.

(2)

Apabila Kementerian Negara/Lembaga belum memiliki Aparat Pengawasan Intern,

Sekretaris Jenderal/pejabat yang setingkat pada Kementerian Negara/Lembaga

menunjuk beberapa orang pejabat di luar Biro/Bidang Keuangan untuk melakukan

reviu atas laporan keuangan.

(3)

Pasal 3

(1)

Pelaksanaan reviu dilakukan dengan cara sebagaimana ditetapkan dalam lampiran

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

(2)

Hasil reviu dituangkan dalam Pernyataan Telah Direviu.

(3)

Pernyataan Telah Direviu ditandatangani oleh Aparat Pengawasan Intern

Kementerian Negara/Lembaga.

Pasal 4

(1)

Pernyataan Telah Direviu merupakan salah satu dokumen pendukung untuk

penyusunan Statement of Responsibility (Pernyataan Tanggung Jawab) oleh

Menteri/Pimpinan Lembaga.

(2)

Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang disampaikan kepada

Menteri Keuangan disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani

oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dan Pernyataan Telah direviu yang ditandatangani

oleh Aparat Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga.

Pasal 5

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku terhitung mulai tanggal 1

Januari 2006, dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam peraturan

ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur

Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik

Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada

tanggal

29 Agustus

2006

(4)

LAMPI RAN

PERATURAN DI REKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN

NOMOR PER-

44

/

PB/ 2006

TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN REVI U LAPORAN KEUANGAN

KEMENTERI AN NEGARA/ LEMBAGA

DI REKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN

(5)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1

A. UMUM 1

B. LANDASAN PEMIKIRAN 2

C. DEFINISI 2

BAB II PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU 5

A. PENGERTIAN REVIU 5

B. RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU 6 C. JADWAL PELAKSANAAN REVIU 6

BAB III TAHAPAN REVIU 7

A. PERSIAPAN REVIU 7

B. PELAKSANAAN REVIU 7

C. PELAPORAN 10

D. TINDAK LANJUT 11

DAFTAR PERTANYAAN REVIU 12

KERTAS KERJA REVIU 15

PERNYATAAN TELAH DIREVIU 24

PERNYATAAN TELAH DIREVIU (dengan paragraf penjelas) 25

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. UMUM

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 9 menyatakan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.

Hal ini ditegaskan lagi dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55 ayat (2), yang menyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri laporan keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/Lembaga masing-masing.

Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan mengatur bahwa pemerintah menyusun sistem akuntansi pemerintahan yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Untuk itu, aparat pengawasan intern perlu melakukan reviu terhadap laporan keuangan kementerian negara/lembaga terkait untuk memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Kewajiban reviu juga telah dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

(7)

Dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban keuangan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara dan peraturan perundangan sebagaimana disebut di atas, maka perlu dibuat suatu mekanisme dan peraturan yang mengatur tentang reviu atas laporan keuangan kementerian negara/lembaga.

B. LANDASAN PEMIKIRAN

Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab secara formil dan materiil terhadap pelaksanaan APBN di kementerian/lembaga masing-masing. Mengingat luasnya rentang kendali yang berada dalam kewenangan seorang Menteri/Pimpinan Lembaga serta keterbatasan kemampuan teknis tentang laporan keuangan, maka perlu adanya reviu oleh aparat yang independen di lingkungan kementerian/lembaga yang bersangkutan. Reviu dimaksud digunakan untuk membantu Menteri/Pimpinan Lembaga meyakini bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai SAP.

C. DEFINISI

1.

2.

3.

Aparat Pengawasan Intern

Catatan atas Laporan Keuangan

Entitas Akuntansi

Unit organisasi/pejabat yang ditunjuk pada kementerian negara/lembaga yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran dan melakukan reviu atas laporan keuangan pada kementerian negara/lembaga tersebut.

Laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca dalam rangka pengungkapan yang memadai.

(8)

4.

Laporan Realisasi Anggaran

Kebijakan Akuntansi

Materialitas

Unit Pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

Bentuk pertanggungjawaban kementerian negara/lembaga atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Laporan yang menyajikan informasi anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja kementerian negara/lembaga dalam suatu periode tertentu.

Prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

(9)

9.

Pengguna anggaran

Rekonsiliasi

Satuan Kerja

Sistem Pengendalian Intern

Standar Akuntansi Pemerintahan

Reviu

Laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu aset, utang dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.

Pejabat pemegang kewenangan penggunaan

anggaran Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat

Daerah.

Proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama.

Kuasa pengguna anggaran/pengguna barang yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada kementerian negara/lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program.

Suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas, efisiensi, ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah.

Prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.

(10)

16. Tanggal Pelaporan

laporan keuangan, permintaan keterangan dan analitik yang harus menjadi dasar memadai bagi aparat pengawasan intern untuk memberi keyakinan terbatas bahwa tidak ada modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Tanggal hari terakhir dari suatu periode pelaporan

BAB II

PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU

A. PENGERTIAN REVIU

(11)

mengumpulkan keterangan yang dapat menjadi bahan untuk penyusunan Statement of

Responsibility (Pernyataan Tanggung Jawab) oleh Menteri/Pimpinan Lembaga. Reviu

dapat mengarahkan perhatian aparat pengawasan intern kepada hal-hal penting yang mempengaruhi laporan keuangan, namun tidak memberikan keyakinan bahwa aparat pengawasan intern akan mengetahui semua hal penting yang akan terungkap melalui suatu audit.

Dalam melakukan reviu atas laporan keuangan, aparat pengawasan intern harus memahami secara garis besar sifat transaksi entitas, sistem dan prosedur akuntansi, bentuk catatan akuntansi dan basis akuntansi yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan.

B. RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU

Ruang lingkup reviu adalah sebatas penelaahan laporan keuangan dan catatan akuntansi. Hal ini diperlukan dalam rangka menguji kesesuaian antara angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan terhadap catatan, buku, laporan yang digunakan dalam sistem akuntansi di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Sasaran reviu adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan entitas pelaporan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah.

C. JADWAL PELAKSANAAN REVIU

(12)

BAB III

TAHAPAN REVIU

A. PERSIAPAN REVIU

Sebelum pelaksanaan reviu, aparat pengawasan intern perlu melakukan persiapan-persiapan agar reviu dapat dilaksanakan secara efektif dan terpadu. Adapun persiapan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan reviu adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan informasi keuangan

Aparat pengawasan intern perlu mengumpulkan informasi keuangan seperti laporan bulanan, triwulanan, semester dan tahunan serta kebijakan akuntansi dan keuangan yang telah ditetapkan. Informasi ini diperlukan untuk memperoleh informasi awal tentang laporan keuangan entitas yang bersangkutan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.

2. Persiapan penugasan

Penugasan reviu perlu persiapan yang memadai antara lain penyusunan tim reviu. Tim reviu secara kolektif harus mempunyai kemampuan teknis yang memadai di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. Jadwal dan jangka waktu pelaksanaan reviu disesuaikan dengan kebutuhan dan batas waktu penyelesaian dan penyampaian laporan keuangan di masing-masing kementerian negara/lembaga. 3. Penyiapan program kerja reviu

Tim yang ditugasi untuk melakukan reviu perlu menyusun program kerja reviu yang berisi langkah-langkah dan teknik reviu yang akan dilakukan selama proses reviu.

B. PELAKSANAAN REVIU

Pelaksanaan reviu atas laporan keuangan dilaksanakan dengan teknik reviu sebagai berikut:

1. Penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan

Dalam melaksanakan reviu, aparat pengawasan intern perlu menelusuri angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan ke buku atau catatan-catatan yang digunakan untuk meyakini bahwa angka-angka tersebut benar. Penelusuran ini dapat dilakukan dengan:

(13)

b. Membandingkan saldo buku besar terhadap buku pembantu,

c. Membandingkan angka-angka pos laporan keuangan terhadap laporan pendukung, misalnya Aset Tetap terhadap Laporan Mutasi Aset Tetap dan Laporan Posisi Aset Tetap.

2. Permintaan keterangan

Permintaan keterangan yang dilakukan dalam reviu atas laporan keuangan tergantung pada pertimbangan aparat pengawasan intern. Dalam menentukan permintaan keterangan, aparat pengawasan intern dapat mempertimbangkan:

a. Sifat dan materialitas suatu pos

b. Kemungkinan salah saji;

c. Pengetahuan yang diperoleh selama persiapan reviu;

d. Pernyataan tentang kualifikasi para personel bagian akuntansi entitas tersebut;

e. Seberapa jauh pos tertentu dipengaruhi oleh pertimbangan manajemen;

f. Ketidakcukupan data keuangan entitas yang mendasari;

g. Ketidaklengkapan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Permintaan keterangan dapat meliputi:

a. Kesesuaian antara sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang diterapkan oleh entitas tersebut dengan peraturan yang berlaku.

b. Kebijakan dan metode akuntansi yang diterapkan oleh entitas yang bersangkutan.

c. Prosedur pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi serta penghimpunan informasi untuk diungkapkan dalam laporan keuangan

d. Keputusan yang diambil oleh pimpinan entitas pelaporan/pejabat keuangan yang mungkin dapat mempengaruhi laporan keuangan

e. Memperoleh informasi dari audit atau reviu atas laporan keuangan periode sebelumnya.

f. Personel yang bertanggung jawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan, mengenai:

(14)

- Apakah laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan

- Apakah terdapat perubahan kebijakan akuntansi pada entitas pelaporan tersebut.

- Apakah ada masalah yang timbul dalam implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan dan pelaksanaan sistem akuntansi.

- Apakah terdapat peristiwa setelah tanggal neraca yang berpengaruh secara material terhadap laporan keuangan.

Daftar pertanyaan pada lampiran 1 merupakan ilustrasi pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan dalam rangka memperoleh keterangan dari personel yang kompeten dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas. Namun demikian perlu diingat bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak harus diterapkan untuk setiap reviu dan juga tidak dimaksudkan untuk mencakup seluruh aspek yang direviu.

3. Prosedur analitik

Prosedur analitik dilakukan pada akhir reviu. Prosedur analitik dirancang untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar pos dan hal-hal yang kelihatannya tidak biasa. Prosedur analitik dapat dilakukan dengan:

a. Mempelajari laporan keuangan untuk menentukan apakah laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

b. Membandingkan laporan keuangan dalam beberapa periode yang setara. c. Membandingkan realisasi terhadap anggaran).

d. Mempelajari hubungan antara unsur-unsur dalam laporan keuangan yang diharapkan akan sesuai dengan pola yang dapat diperkirakan atas dasar pengalaman entitas tersebut.

(15)

C. PELAPORAN

Dalam pelaksanaan reviu, aparat pengawasan intern membuat kertas kerja yang seharusnya memuat hal-hal berikut ini:

1. Kertas kerja penelusuran angka-angka pos laporan keuangan 2. Daftar pertanyaan reviu dan kertas kerja permintaan keterangan. 3. Kertas kerja prosedur analitik.

4. Masalah yang tercakup dalam permintaan keterangan dan prosedur analitik.

5. Masalah yang dianggap tidak biasa oleh aparat pengawasan intern selama melaksanakan reviu, termasuk penyelesaiannya.

Kertas kerja ini menjadi dasar untuk pembuatan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu oleh aparat pengawasan intern. Laporan hasil reviu memuat masalah yang terjadi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan, rekomendasi untuk pelaksanaan koreksi, dan koreksi yang telah dilakukan oleh entitas yang direviu. Hasil pelaksanaan reviu dituangkan dalam Pernyataan Telah Direviu, yang menyatakan bahwa:

1. Reviu dilaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan terkait.

2. Semua informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen entitas pelaporan tersebut.

3. Reviu terutama mencakup penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaan keterangan kepada para pejabat/petugas yang terkait dan prosedur analitik yang diterapkan terhadap data keuangan.

4. Lingkup reviu jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang tujuannya untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Dengan demikian, reviu tidak bertujuan untuk menyatakan pendapat seperti dalam audit. 5. Aparat pengawasan intern tidak menemukan adanya suatu modifikasi material yang

harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

6. Tanggal penyelesaian permintaan keterangan dan prosedur analitik yang dilakukan oleh akuntansi harus digunakan sebagai tanggal laporannya.

(16)

aparat pengawasan intern harus disertai dengan Pernyataan Telah Direviu. Setiap halaman laporan keuangan yang telah direviu oleh aparat pengawasan intern harus memuat pengacuan berupa kalimat “Lihat Pernyataan Telah Direviu Aparat Pengawasan Intern”.

Prosedur lain yang dilaksanakan sebelum atau selama reviu tidak boleh diungkapkan dalam laporan audit. Apabila aparat pengawasan intern tidak dapat melaksanakan penelusuran angka-angka pos dalam laporan keuangan, pengajuan pertanyaan dan prosedur analitik yang dipandang perlu untuk memperoleh keyakinan terbatas yang seharusnya ada dalam suatu reviu, maka reviu dianggap tidak lengkap. Suatu reviu yang tidak lengkap bukanlah dasar yang memadai untuk menerbitkan laporan reviu dan/atau Pernyataan Telah Direviu.

D. TINDAK LANJUT

(17)

LAMPIRAN

DAFTAR PERTANYAAN REVIU

1. Umum

a. Apakah terdapat suatu sistem pengendalian intern yang memadai untuk menyusun laporan keuangan entitas?

b. Bagaimana prosedur pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi? c. Apakah akun buku besar cocok dengan buku pembantu?

d. Apakah prinsip akuntansi telah diterapkan secara konsisten?

2. Kas

a. Apakah saldo kas di bank menurut rekening koran telah direkonsiliasi dengan saldo menurut buku?

b. Apakah pos yang lama dan tidak normal terungkap dalam rekonsiliasi bank telah direviu dan bilamana perlu dibuatkan penyesuaian?

c. Apakah pisah batas yang semestinya untuk transaksi telah dilakukan? d. Apakah terdapat pembatasan tertentu terhadap saldo kas?

e. Apakah dana kas telah dihitung dan dicocokkan dengan akun kas dalam buku besar?

3. Piutang

a. Apakah piutang telah secara tepat diklasifikasikan dalam jangka pendek dan jangka panjang

b. Jika ada, apakah bunga/denda telah diungkapkan dengan semestinya?

4. Persediaan

a. Apakah persediaan telah dihitung secara fisik? Jika tidak, bagaimana kuantitas persediaan ditentukan?

b. Apakah akun persediaan dalam buku besar telah disesuaikan agar cocok dengan persediaan fisik?

(18)

d. Apa dasar yang digunakan dalam penilaian persediaan

e. Apa harga pokok persediaan meliputi unsur-unsur biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead?

5. Investasi

a. Apakah penerimaan dari penjualan investasi telah dicatat? b. Apakah investasi telah dicatat sebagai aset di neraca? c. Apakah pendapatan dari investasi telah dicatat?

d. Apakah telah dilakukan pertimbangan yang tepat untuk mengklasifikasikan investasi non permanen dan investasi permanen, dan perbedaan antara harga perolehan dan harga pasar investasi sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.?

e. Apakah ketentuan akuntansi metode kepemilikan (equity accounting) telah dipertimbangkan?

6. Aset Tetap

a. Apakah penerimaan dari penjualan Aset Tetap telah dicatat?

b. Apa kriteria kapitalisasi Aset Tetap? Apakah kriteria itu tetap diterapkan selama tahun buku berjalan?

c. Apakah akun belanja perbaikan dan pemeliharaan hanya mencakup pos yang merupakan biaya?

d. Apakah Aset Tetap dinyatakan dengan harga perolehan?

e. Metode dan tarif depresiasi apakah yang digunakan? Apakah hal tersebut tepat dan dilakukan secara konsisten?

f. Apakah ada penambahan, penghentian pemakaian, pelepasan, penjualan atau penjualan Aset Tetap?

g. Apakah entitas tersebut mempunyai perjanjian sewa guna usaha (lease)? Apakah hal tersebut telah dicatat secara tepat?

h. Apakah ada aset yang mengalami penurunan nilai (impairment)?

i. Apakah ada aset yang benar-benar sudah tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah?

7. Aset Lain-Lain

(19)

b. Apakah Aset Lain-Lain telah secara tepat diklasifikasikan?

8. Utang Jangka Pendek

a. Apakah semua utang yang nilainya material telah dicatat?

b. Apakah Utang Jangka Pendek telah diklasifikasikan secara tepat? c. Bila ada, apakah utang bunga telah dicatat?

9. Ekuitas Dana

a. Apa Ekuitas Dana telah sesuai dengan akun yang menjadi pasangannya?

10.Pendapatan dan Belanja

a. Apakah pendapatan dan belanja telah dicatat sesuai dengan prosedur atau standar yang berlaku?

b. Apakah pengembalian pendapatan dan belanja telah diklasifikasikan dengan tepat?

11.Lain-lain

a. Apakah ada peristiwa setelah akhir tahun buku yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap laporan keuangan?

b. Apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan mencerminkan kebijakan/peraturan terkait lainnya?

(20)

15

KERTAS KERJA REVIU

Petunjuk Pengisian Kertas Kerja Reviu

KOLOM PENGERTIAN LK/KL SAP DAN PERATURAN LAIN

Uraian Kolom ini diisi dengan akun laporan keuangan yang akan direviu

- -

Pengukuran Yang dimaksud dengan metode pengukuran adalah metode bagaimana nilai suatu akun diperoleh, misalnya nilai perolehan/nilai wajar untuk aset.

Kolom ini diisi dengan metode pengukuran dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.

Kolom ini diisi dengan metode pengukuran dari akun-akun laporan keuangan menurut SAP dan peraturan perundangan lain yang berlaku.

Pengklasifikasian Yang dimaksud dengan metode pengklasifikasian adalah metode bagaimana nilai suatu akun dikelompokkan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas, misalnya tanah masuk ke dalam klasifikasi aset tetap.

Kolom ini diisi dengan metode pengklasifikasian dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.

Kolom ini diisi dengan metode pengklasfikasian dari akun-akun laporan keuangan menurut SAP dan peraturan perundangan lain yang berlaku.

Pelaporan Yang dimaksud dengan metode pelaporan adalah metode bagaimana suatu akun dilaporkan, misalnya aset tetap seharusnya dilaporkan setiap triwulan dan masuk dalam Neraca.

Kolom ini diisi dengan metode pelaporan dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.

(21)

16 Status Kolom ini diisi dengan status kesesuaian antara

pengukuran, pengklasifikasian dan pelaporan menurut Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku. Status kesesuaian dapat diisi dengan:

S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut

TS = Tidak sesuai

- -

Penjelasan Kolom ini diisi dengan penjelasan singkat yang diperlukan terkait dengan status kesesuaian.

- -

(22)

Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER- /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH a. Pendapatan Perpajakan b. Pendapatan Negara Bukan Pajak

B. BELANJA NEGARA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi

Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

No. URAIAN

KERTAS KERJA REVIU

LAPORAN REALISASI ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20XX

(23)

Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 7 8 9 10 11

A. ASET

A1. ASET LANCAR KAS DAN BANK

Kas di Bendahara Pengeluaran UANG MUKA DARI REKENING BUN PIUTANG

Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Bukan Pajak

Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi

Piutang Lainnya

PERSEDIAAN Persediaan

A2. INVESTASI JANGKA PANJANG INVESTASI NON PERMANEN Konstruksi Dalam Pengerjaan

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

URAIAN PENGUKURAN

KERTAS KERJA REVIU

NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX

(24)

Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 7 8 9 10 11

A4. ASET LAINNYA

Tagihan Penjualan Angsuran

Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi

Kemitraan Dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud

Aset Lain-lain

B. KEWAJIBAN

B1. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Uang Muka dari BUN

Uang Muka dari KPKN Pendapatan yang Ditangguhkan

C. EKUITAS DANA C1. EKUITAS DANA LANCAR

Cadangan Piutang Cadangan Persediaan

C2. EKUITAS DANA INVESTASI

Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan Dalam Aset Tetap

Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

STATUS PENJELASAN KERTAS KERJA REVIU

NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX

(25)

Contoh: Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER- /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH

Pendapatan Perpajakan Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S Pendapatan Negara Bukan Pajak Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S

Hibah Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S

B. BELANJA NEGARA

Belanja Pegawai Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Belanja Barang Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Belanja Modal Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Pembayaran Bunga Utang Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Subsidi Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Hibah Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Bantuan Sosial Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Belanja Lain-lain Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

KERTAS KERJA REVIU

LAPORAN REALISASI ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20XX

(26)

Contoh: Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 7 8 9 10 11

A. ASET

A1. ASET LANCAR

KAS DAN BANK

Kas di Bendahara Pengeluaran Nilai Nominal Nilai Nominal S Aset Lancar Aset Lancar S Bulanan Bulanan S

PIUTANG

Kas di Bendahara Penerimaan Nilai Nominal Nilai Nominal S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S

Piutang Bukan Pajak S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S

Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S

Piutang Lainnya S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S

PERSEDIAAN

Persediaan Biaya Perolehan terakhir Biaya Perolehan terakhir S Aset Lancar Aset Lancar S Semesteran Semesteran S

A2. INVESTASI JANGKA PANJANG

INVESTASI NON PERMANEN

Dana Bergulir S Investasi Investasi S Tahunan Tahunan S

Jangka Panjang Jangka Panjang

A3. ASET TETAP

Tanah Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S

Peralatan dan Mesin Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Gedung dan Bangunan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Jalan, Irigasi dan Jaringan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Aset Tetap Lainnya Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Konstruksi Dalam Pengerjaan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku

S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

PENJELASAN STATUS

Nilai yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

direalisasikan

KERTAS KERJA REVIU

NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX

No. URAIAN PENGUKURAN PENGKLASIFIKASIAN STATUS PELAPORAN STATUS

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai yang dapat

direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

(27)

Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL

1 2 3 4 7 8 9 10 11

A4. ASET LAINNYA

Tagihan Penjualan Angsuran S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S

Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S

Kemitraan Dengan Pihak Ketiga S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S

Aset Tak Berwujud Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S Aset Lain-lain Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S

B. KEWAJIBAN

B1. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

Uang Muka dari BUN Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Bulanan Bulanan S

Uang Muka dari KPKN Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Bulanan Bulanan S

Pendapatan yang Ditangguhkan Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Tahunan Tahunan S

C. EKUITAS DANA

C1. EKUITAS DANA LANCAR

Cadangan Piutang S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S

Cadangan Persediaan Biaya Perolehan terakhir Biaya Perolehan terakhir S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Semesteran Semesteran S

C2. EKUITAS DANA INVESTASI

Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S

Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Bulanan Bulanan S Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S

Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku

S = Sesuai

SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

PENJELASAN

STATUS STATUS STATUS

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

KERTAS KERJA REVIU

NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX

No. URAIAN PENGUKURAN PENGKLASIFIKASIAN PELAPORAN

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat

direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

Nilai Bersih yang dapat direalisasikan

(28)

KERTAS KERJA REVIU

Masalah yang tercakup dalam permintaan keterangan dan prosedur analitik

(29)

PERNYATAAN TELAH DIREVIU

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA ...

TAHUN ANGGARAN ...

Kami telah me-reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga … berupa Neraca untuk tanggal 31 Desember 20X1, Laporan Realisasi Anggaran dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan lain terkait. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen Kementerian Negara/Lembaga …..

Reviu terutama terdiri dari permintaan keterangan kepada pejabat entitas pelaporan dan prosedur analitik yang diterapkan atas data keuangan. Reviu mempunyai lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai dengan peraturan terkait dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam itu.

Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Jakarta, 20X2

Jabatan penandatangan pernyataan reviu

(30)

PERNYATAAN TELAH DIREVIU (dengan paragraf penjelas)

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA ...

TAHUN ANGGARAN ...

Kami telah mereviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga …

berupa Neraca untuk tanggal 31 Desember 20X1, Laporan Realisasi Anggaran dan

Catatan atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai

dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan lain terkait. Semua informasi

yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen Kementerian

Negara/Lembaga …..

Reviu terutama terdiri dari permintaan keterangan kepada pejabat entitas

pelaporan dan prosedur analitik yang diterapkan atas data keuangan. Reviu mempunyai

lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai

dengan peraturan terkait dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan

keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam

itu.

Berdasarkan reviu kami, pengecualian pada masalah yang kami jelaskan

dalam paragraf berikut, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa

laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan

Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah nomor 24

tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundang-undangan

lain yang berlaku.

Seperti yang diungkapkan dalam catatan X dalam laporan keuangan, entitas

pelaporan menerapkan (jelaskan metode baru yang diterapkan) sedangkan sebelumnya

diterapkan (jelaskan metode sebelumnya). Meskipun (jelaskan metode baru yang

diterapkan) sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, namun entitas pelaporan

tidak dapat memberikan dasar pertimbangan yang memadai bagi perubahan tersebut.

Jakarta, 20X2

(31)

Ketua Tim Reviu

NIP

FLOWCHART PELAKSANAAN REVIU

Keterangan :

(32)

FLOWCHART PELAKSANAAN REVIU

NO. URAIAN

UAKPA/UAPPA-W/UAPPA-E1/UAPA APARAT

PENGAWASAN INTERN

1. Pelaksanaan reviu dilakukan selama

pelaksaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan. UAKPA/UAPPA-W/UAPPA-E1/UAPA menyerahkan data laporan keuangan (yang berasal dari data setelah rekonsiliasi) ke aparat pengawasan intern untuk direviu.

2. Aparat pengawasan melakukan reviu terhadap data laporan keuangan melalui penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaan keterangan dan prosedur analitik.

3. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan telah disiapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka aparat pengawasan intern membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu. Aparat pengawasan intern mengirimkan Pernyataan Telah direviu dilampiri dengan laporan hasil reviu ke menteri/pimpinan lembaga terkait.

4. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan belum disiapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka aparat pengawasan intern membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu (dengan paragraf penjelas). Aparat pengawasan intern mengirimkan Pernyataan Telah direviu (dengan paragraf penjelas) dilampiri dengan laporan hasil reviu ke menteri/pimpinan lembaga terkait. dalam laporan keuangan, permintaan keterangan dan

prosedur analitik

KK Reviu Menyusun kertas kerja reviu, laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu

Referensi

Dokumen terkait

Sebaliknya, apabila kualitas piutang meningkat misalnya akibat restrukturisasi, maka dilakukan pengurangan terhadap nilai penyisihan piutang tidak tertagih sebesar selisih antara

Laporan Realisasi Pembayaran Pensiun (LRPP) Eks PNS Departemen Perhubungan pad a PT Kereta Api (Persero) sesuai format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran X yang

(4) Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyampaikan konsep WA replenishmentlreplemsment secara berkala, dan mengakibatkan saldo dana yang

Kepala KPPN pada hari kerja berikutnya setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud pada huruf b, mengajukan klaim pencairan jaminan bank untuk untung Kas Negara sebesar

Tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Analisa & Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Kuasa BUN KPPN dan Kanwil DJPBN.

Berdasarkan Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa

Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan NOMOR: PER- /PB/2006 Tanggal 2006 Tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Analisa & Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat

LAPORAN PENGGUNAAN DANA PENYESUAIAN ADHOC TAHUN ANGGARAN 2006.