DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 44
/PB/2006
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menimbang
bahwa sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor
08/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Pasal 32
ayat (4) sampai dengan (6) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005
tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Aparat
Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga melakukan reviu atas laporan
Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan;
bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang
Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, disebutkan bahwa
ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem akuntansi
dan pertanggungjawaban keuangan Kementerian Negara/Lembaga diatur dengan
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu
menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman
Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;
Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4286);
Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4355);
Undang-Undang No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);
6.
7.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang Sistem Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2006 tentang
Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN
NEGARA/LEMBAGA.
Pasal 1
(1)
Reviu adalah prosedur penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan,
permintaan keterangan, dan analitik yang harus menjadi dasar memadai bagi Aparat
Pengawasan Intern untuk memberi keyakinan terbatas bahwa tidak ada modifikasi
material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
(2)
Tujuan reviu adalah untuk memberikan keyakinan akurasi, keandalan, dan
keabsahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sebelum disampaikan
oleh Menteri/Pimpinan Lembaga kepada presiden melalui Menteri Keuangan.
(3)
Ruang lingkup reviu adalah sebatas penelaahan laporan keuangan dan catatan
akuntansi.
(4)
Sasaran reviu adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan entitas
pelaporan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintahan.
(5)
Reviu tidak memberikan dasar bagi Aparat Pengawasan Intern untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan seperti dalam pelaksanaan audit.
Pasal 2
(1)
Aparat Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga wajib melakukan reviu
atas laporan keuangan.
(2)
Apabila Kementerian Negara/Lembaga belum memiliki Aparat Pengawasan Intern,
Sekretaris Jenderal/pejabat yang setingkat pada Kementerian Negara/Lembaga
menunjuk beberapa orang pejabat di luar Biro/Bidang Keuangan untuk melakukan
reviu atas laporan keuangan.
Pasal 3
(1)
Pelaksanaan reviu dilakukan dengan cara sebagaimana ditetapkan dalam lampiran
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.
(2)
Hasil reviu dituangkan dalam Pernyataan Telah Direviu.
(3)
Pernyataan Telah Direviu ditandatangani oleh Aparat Pengawasan Intern
Kementerian Negara/Lembaga.
Pasal 4
(1)
Pernyataan Telah Direviu merupakan salah satu dokumen pendukung untuk
penyusunan Statement of Responsibility (Pernyataan Tanggung Jawab) oleh
Menteri/Pimpinan Lembaga.
(2)
Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang disampaikan kepada
Menteri Keuangan disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani
oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dan Pernyataan Telah direviu yang ditandatangani
oleh Aparat Pengawasan Intern Kementerian Negara/Lembaga.
Pasal 5
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku terhitung mulai tanggal 1
Januari 2006, dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam peraturan
ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur
Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik
Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada
tanggal
29 Agustus2006
LAMPI RAN
PERATURAN DI REKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER-
44/
PB/ 2006
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN REVI U LAPORAN KEUANGAN
KEMENTERI AN NEGARA/ LEMBAGA
DI REKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
A. UMUM 1
B. LANDASAN PEMIKIRAN 2
C. DEFINISI 2
BAB II PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU 5
A. PENGERTIAN REVIU 5
B. RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU 6 C. JADWAL PELAKSANAAN REVIU 6
BAB III TAHAPAN REVIU 7
A. PERSIAPAN REVIU 7
B. PELAKSANAAN REVIU 7
C. PELAPORAN 10
D. TINDAK LANJUT 11
DAFTAR PERTANYAAN REVIU 12
KERTAS KERJA REVIU 15
PERNYATAAN TELAH DIREVIU 24
PERNYATAAN TELAH DIREVIU (dengan paragraf penjelas) 25
BAB I
PENDAHULUAN
A. UMUM
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 9 menyatakan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.
Hal ini ditegaskan lagi dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 55 ayat (2), yang menyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan dilampiri laporan keuangan Badan Layanan Umum pada kementerian negara/Lembaga masing-masing.
Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan mengatur bahwa pemerintah menyusun sistem akuntansi pemerintahan yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Untuk itu, aparat pengawasan intern perlu melakukan reviu terhadap laporan keuangan kementerian negara/lembaga terkait untuk memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Kewajiban reviu juga telah dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
Dalam rangka mewujudkan pertanggungjawaban keuangan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara dan peraturan perundangan sebagaimana disebut di atas, maka perlu dibuat suatu mekanisme dan peraturan yang mengatur tentang reviu atas laporan keuangan kementerian negara/lembaga.
B. LANDASAN PEMIKIRAN
Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab secara formil dan materiil terhadap pelaksanaan APBN di kementerian/lembaga masing-masing. Mengingat luasnya rentang kendali yang berada dalam kewenangan seorang Menteri/Pimpinan Lembaga serta keterbatasan kemampuan teknis tentang laporan keuangan, maka perlu adanya reviu oleh aparat yang independen di lingkungan kementerian/lembaga yang bersangkutan. Reviu dimaksud digunakan untuk membantu Menteri/Pimpinan Lembaga meyakini bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai SAP.
C. DEFINISI
1.
2.
3.
Aparat Pengawasan Intern
Catatan atas Laporan Keuangan
Entitas Akuntansi
Unit organisasi/pejabat yang ditunjuk pada kementerian negara/lembaga yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran dan melakukan reviu atas laporan keuangan pada kementerian negara/lembaga tersebut.
Laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca dalam rangka pengungkapan yang memadai.
4.
Laporan Realisasi Anggaran
Kebijakan Akuntansi
Materialitas
Unit Pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
Bentuk pertanggungjawaban kementerian negara/lembaga atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Laporan yang menyajikan informasi anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja kementerian negara/lembaga dalam suatu periode tertentu.
Prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
9.
Pengguna anggaran
Rekonsiliasi
Satuan Kerja
Sistem Pengendalian Intern
Standar Akuntansi Pemerintahan
Reviu
Laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu aset, utang dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.
Pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah.
Proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama.
Kuasa pengguna anggaran/pengguna barang yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada kementerian negara/lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program.
Suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas, efisiensi, ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah.
Prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.
16. Tanggal Pelaporan
laporan keuangan, permintaan keterangan dan analitik yang harus menjadi dasar memadai bagi aparat pengawasan intern untuk memberi keyakinan terbatas bahwa tidak ada modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Tanggal hari terakhir dari suatu periode pelaporan
BAB II
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU
A. PENGERTIAN REVIU
mengumpulkan keterangan yang dapat menjadi bahan untuk penyusunan Statement of
Responsibility (Pernyataan Tanggung Jawab) oleh Menteri/Pimpinan Lembaga. Reviu
dapat mengarahkan perhatian aparat pengawasan intern kepada hal-hal penting yang mempengaruhi laporan keuangan, namun tidak memberikan keyakinan bahwa aparat pengawasan intern akan mengetahui semua hal penting yang akan terungkap melalui suatu audit.
Dalam melakukan reviu atas laporan keuangan, aparat pengawasan intern harus memahami secara garis besar sifat transaksi entitas, sistem dan prosedur akuntansi, bentuk catatan akuntansi dan basis akuntansi yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan.
B. RUANG LINGKUP DAN SASARAN REVIU
Ruang lingkup reviu adalah sebatas penelaahan laporan keuangan dan catatan akuntansi. Hal ini diperlukan dalam rangka menguji kesesuaian antara angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan terhadap catatan, buku, laporan yang digunakan dalam sistem akuntansi di lingkungan kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. Sasaran reviu adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan entitas pelaporan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah.
C. JADWAL PELAKSANAAN REVIU
BAB III
TAHAPAN REVIU
A. PERSIAPAN REVIU
Sebelum pelaksanaan reviu, aparat pengawasan intern perlu melakukan persiapan-persiapan agar reviu dapat dilaksanakan secara efektif dan terpadu. Adapun persiapan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan reviu adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan informasi keuangan
Aparat pengawasan intern perlu mengumpulkan informasi keuangan seperti laporan bulanan, triwulanan, semester dan tahunan serta kebijakan akuntansi dan keuangan yang telah ditetapkan. Informasi ini diperlukan untuk memperoleh informasi awal tentang laporan keuangan entitas yang bersangkutan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.
2. Persiapan penugasan
Penugasan reviu perlu persiapan yang memadai antara lain penyusunan tim reviu. Tim reviu secara kolektif harus mempunyai kemampuan teknis yang memadai di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. Jadwal dan jangka waktu pelaksanaan reviu disesuaikan dengan kebutuhan dan batas waktu penyelesaian dan penyampaian laporan keuangan di masing-masing kementerian negara/lembaga. 3. Penyiapan program kerja reviu
Tim yang ditugasi untuk melakukan reviu perlu menyusun program kerja reviu yang berisi langkah-langkah dan teknik reviu yang akan dilakukan selama proses reviu.
B. PELAKSANAAN REVIU
Pelaksanaan reviu atas laporan keuangan dilaksanakan dengan teknik reviu sebagai berikut:
1. Penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan
Dalam melaksanakan reviu, aparat pengawasan intern perlu menelusuri angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan ke buku atau catatan-catatan yang digunakan untuk meyakini bahwa angka-angka tersebut benar. Penelusuran ini dapat dilakukan dengan:
b. Membandingkan saldo buku besar terhadap buku pembantu,
c. Membandingkan angka-angka pos laporan keuangan terhadap laporan pendukung, misalnya Aset Tetap terhadap Laporan Mutasi Aset Tetap dan Laporan Posisi Aset Tetap.
2. Permintaan keterangan
Permintaan keterangan yang dilakukan dalam reviu atas laporan keuangan tergantung pada pertimbangan aparat pengawasan intern. Dalam menentukan permintaan keterangan, aparat pengawasan intern dapat mempertimbangkan:
a. Sifat dan materialitas suatu pos
b. Kemungkinan salah saji;
c. Pengetahuan yang diperoleh selama persiapan reviu;
d. Pernyataan tentang kualifikasi para personel bagian akuntansi entitas tersebut;
e. Seberapa jauh pos tertentu dipengaruhi oleh pertimbangan manajemen;
f. Ketidakcukupan data keuangan entitas yang mendasari;
g. Ketidaklengkapan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
Permintaan keterangan dapat meliputi:
a. Kesesuaian antara sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang diterapkan oleh entitas tersebut dengan peraturan yang berlaku.
b. Kebijakan dan metode akuntansi yang diterapkan oleh entitas yang bersangkutan.
c. Prosedur pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi serta penghimpunan informasi untuk diungkapkan dalam laporan keuangan
d. Keputusan yang diambil oleh pimpinan entitas pelaporan/pejabat keuangan yang mungkin dapat mempengaruhi laporan keuangan
e. Memperoleh informasi dari audit atau reviu atas laporan keuangan periode sebelumnya.
f. Personel yang bertanggung jawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan, mengenai:
- Apakah laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
- Apakah terdapat perubahan kebijakan akuntansi pada entitas pelaporan tersebut.
- Apakah ada masalah yang timbul dalam implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan dan pelaksanaan sistem akuntansi.
- Apakah terdapat peristiwa setelah tanggal neraca yang berpengaruh secara material terhadap laporan keuangan.
Daftar pertanyaan pada lampiran 1 merupakan ilustrasi pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan dalam rangka memperoleh keterangan dari personel yang kompeten dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas. Namun demikian perlu diingat bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak harus diterapkan untuk setiap reviu dan juga tidak dimaksudkan untuk mencakup seluruh aspek yang direviu.
3. Prosedur analitik
Prosedur analitik dilakukan pada akhir reviu. Prosedur analitik dirancang untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar pos dan hal-hal yang kelihatannya tidak biasa. Prosedur analitik dapat dilakukan dengan:
a. Mempelajari laporan keuangan untuk menentukan apakah laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
b. Membandingkan laporan keuangan dalam beberapa periode yang setara. c. Membandingkan realisasi terhadap anggaran).
d. Mempelajari hubungan antara unsur-unsur dalam laporan keuangan yang diharapkan akan sesuai dengan pola yang dapat diperkirakan atas dasar pengalaman entitas tersebut.
C. PELAPORAN
Dalam pelaksanaan reviu, aparat pengawasan intern membuat kertas kerja yang seharusnya memuat hal-hal berikut ini:
1. Kertas kerja penelusuran angka-angka pos laporan keuangan 2. Daftar pertanyaan reviu dan kertas kerja permintaan keterangan. 3. Kertas kerja prosedur analitik.
4. Masalah yang tercakup dalam permintaan keterangan dan prosedur analitik.
5. Masalah yang dianggap tidak biasa oleh aparat pengawasan intern selama melaksanakan reviu, termasuk penyelesaiannya.
Kertas kerja ini menjadi dasar untuk pembuatan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu oleh aparat pengawasan intern. Laporan hasil reviu memuat masalah yang terjadi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan, rekomendasi untuk pelaksanaan koreksi, dan koreksi yang telah dilakukan oleh entitas yang direviu. Hasil pelaksanaan reviu dituangkan dalam Pernyataan Telah Direviu, yang menyatakan bahwa:
1. Reviu dilaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan terkait.
2. Semua informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen entitas pelaporan tersebut.
3. Reviu terutama mencakup penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaan keterangan kepada para pejabat/petugas yang terkait dan prosedur analitik yang diterapkan terhadap data keuangan.
4. Lingkup reviu jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang tujuannya untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Dengan demikian, reviu tidak bertujuan untuk menyatakan pendapat seperti dalam audit. 5. Aparat pengawasan intern tidak menemukan adanya suatu modifikasi material yang
harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
6. Tanggal penyelesaian permintaan keterangan dan prosedur analitik yang dilakukan oleh akuntansi harus digunakan sebagai tanggal laporannya.
aparat pengawasan intern harus disertai dengan Pernyataan Telah Direviu. Setiap halaman laporan keuangan yang telah direviu oleh aparat pengawasan intern harus memuat pengacuan berupa kalimat “Lihat Pernyataan Telah Direviu Aparat Pengawasan Intern”.
Prosedur lain yang dilaksanakan sebelum atau selama reviu tidak boleh diungkapkan dalam laporan audit. Apabila aparat pengawasan intern tidak dapat melaksanakan penelusuran angka-angka pos dalam laporan keuangan, pengajuan pertanyaan dan prosedur analitik yang dipandang perlu untuk memperoleh keyakinan terbatas yang seharusnya ada dalam suatu reviu, maka reviu dianggap tidak lengkap. Suatu reviu yang tidak lengkap bukanlah dasar yang memadai untuk menerbitkan laporan reviu dan/atau Pernyataan Telah Direviu.
D. TINDAK LANJUT
LAMPIRAN
DAFTAR PERTANYAAN REVIU
1. Umum
a. Apakah terdapat suatu sistem pengendalian intern yang memadai untuk menyusun laporan keuangan entitas?
b. Bagaimana prosedur pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi? c. Apakah akun buku besar cocok dengan buku pembantu?
d. Apakah prinsip akuntansi telah diterapkan secara konsisten?
2. Kas
a. Apakah saldo kas di bank menurut rekening koran telah direkonsiliasi dengan saldo menurut buku?
b. Apakah pos yang lama dan tidak normal terungkap dalam rekonsiliasi bank telah direviu dan bilamana perlu dibuatkan penyesuaian?
c. Apakah pisah batas yang semestinya untuk transaksi telah dilakukan? d. Apakah terdapat pembatasan tertentu terhadap saldo kas?
e. Apakah dana kas telah dihitung dan dicocokkan dengan akun kas dalam buku besar?
3. Piutang
a. Apakah piutang telah secara tepat diklasifikasikan dalam jangka pendek dan jangka panjang
b. Jika ada, apakah bunga/denda telah diungkapkan dengan semestinya?
4. Persediaan
a. Apakah persediaan telah dihitung secara fisik? Jika tidak, bagaimana kuantitas persediaan ditentukan?
b. Apakah akun persediaan dalam buku besar telah disesuaikan agar cocok dengan persediaan fisik?
d. Apa dasar yang digunakan dalam penilaian persediaan
e. Apa harga pokok persediaan meliputi unsur-unsur biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead?
5. Investasi
a. Apakah penerimaan dari penjualan investasi telah dicatat? b. Apakah investasi telah dicatat sebagai aset di neraca? c. Apakah pendapatan dari investasi telah dicatat?
d. Apakah telah dilakukan pertimbangan yang tepat untuk mengklasifikasikan investasi non permanen dan investasi permanen, dan perbedaan antara harga perolehan dan harga pasar investasi sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.?
e. Apakah ketentuan akuntansi metode kepemilikan (equity accounting) telah dipertimbangkan?
6. Aset Tetap
a. Apakah penerimaan dari penjualan Aset Tetap telah dicatat?
b. Apa kriteria kapitalisasi Aset Tetap? Apakah kriteria itu tetap diterapkan selama tahun buku berjalan?
c. Apakah akun belanja perbaikan dan pemeliharaan hanya mencakup pos yang merupakan biaya?
d. Apakah Aset Tetap dinyatakan dengan harga perolehan?
e. Metode dan tarif depresiasi apakah yang digunakan? Apakah hal tersebut tepat dan dilakukan secara konsisten?
f. Apakah ada penambahan, penghentian pemakaian, pelepasan, penjualan atau penjualan Aset Tetap?
g. Apakah entitas tersebut mempunyai perjanjian sewa guna usaha (lease)? Apakah hal tersebut telah dicatat secara tepat?
h. Apakah ada aset yang mengalami penurunan nilai (impairment)?
i. Apakah ada aset yang benar-benar sudah tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah?
7. Aset Lain-Lain
b. Apakah Aset Lain-Lain telah secara tepat diklasifikasikan?
8. Utang Jangka Pendek
a. Apakah semua utang yang nilainya material telah dicatat?
b. Apakah Utang Jangka Pendek telah diklasifikasikan secara tepat? c. Bila ada, apakah utang bunga telah dicatat?
9. Ekuitas Dana
a. Apa Ekuitas Dana telah sesuai dengan akun yang menjadi pasangannya?
10.Pendapatan dan Belanja
a. Apakah pendapatan dan belanja telah dicatat sesuai dengan prosedur atau standar yang berlaku?
b. Apakah pengembalian pendapatan dan belanja telah diklasifikasikan dengan tepat?
11.Lain-lain
a. Apakah ada peristiwa setelah akhir tahun buku yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap laporan keuangan?
b. Apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan mencerminkan kebijakan/peraturan terkait lainnya?
15
KERTAS KERJA REVIU
Petunjuk Pengisian Kertas Kerja Reviu
KOLOM PENGERTIAN LK/KL SAP DAN PERATURAN LAIN
Uraian Kolom ini diisi dengan akun laporan keuangan yang akan direviu
- -
Pengukuran Yang dimaksud dengan metode pengukuran adalah metode bagaimana nilai suatu akun diperoleh, misalnya nilai perolehan/nilai wajar untuk aset.
Kolom ini diisi dengan metode pengukuran dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.
Kolom ini diisi dengan metode pengukuran dari akun-akun laporan keuangan menurut SAP dan peraturan perundangan lain yang berlaku.
Pengklasifikasian Yang dimaksud dengan metode pengklasifikasian adalah metode bagaimana nilai suatu akun dikelompokkan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas, misalnya tanah masuk ke dalam klasifikasi aset tetap.
Kolom ini diisi dengan metode pengklasifikasian dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.
Kolom ini diisi dengan metode pengklasfikasian dari akun-akun laporan keuangan menurut SAP dan peraturan perundangan lain yang berlaku.
Pelaporan Yang dimaksud dengan metode pelaporan adalah metode bagaimana suatu akun dilaporkan, misalnya aset tetap seharusnya dilaporkan setiap triwulan dan masuk dalam Neraca.
Kolom ini diisi dengan metode pelaporan dari akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan kementerian lembaga.
16 Status Kolom ini diisi dengan status kesesuaian antara
pengukuran, pengklasifikasian dan pelaporan menurut Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku. Status kesesuaian dapat diisi dengan:
S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut
TS = Tidak sesuai
- -
Penjelasan Kolom ini diisi dengan penjelasan singkat yang diperlukan terkait dengan status kesesuaian.
- -
Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER- /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH a. Pendapatan Perpajakan b. Pendapatan Negara Bukan Pajak
B. BELANJA NEGARA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi
Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
No. URAIAN
KERTAS KERJA REVIU
LAPORAN REALISASI ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20XX
Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 7 8 9 10 11
A. ASET
A1. ASET LANCAR KAS DAN BANK
Kas di Bendahara Pengeluaran UANG MUKA DARI REKENING BUN PIUTANG
Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Bukan Pajak
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran
Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi
Piutang Lainnya
PERSEDIAAN Persediaan
A2. INVESTASI JANGKA PANJANG INVESTASI NON PERMANEN Konstruksi Dalam Pengerjaan
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
URAIAN PENGUKURAN
KERTAS KERJA REVIU
NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX
Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 7 8 9 10 11
A4. ASET LAINNYA
Tagihan Penjualan Angsuran
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi
Kemitraan Dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud
Aset Lain-lain
B. KEWAJIBAN
B1. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Uang Muka dari BUN
Uang Muka dari KPKN Pendapatan yang Ditangguhkan
C. EKUITAS DANA C1. EKUITAS DANA LANCAR
Cadangan Piutang Cadangan Persediaan
C2. EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
STATUS PENJELASAN KERTAS KERJA REVIU
NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX
Contoh: Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER- /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH
Pendapatan Perpajakan Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S Pendapatan Negara Bukan Pajak Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S
Hibah Kas diterima Kas diterima S Pendapatan Pendapatan S Bulanan Bulanan S
B. BELANJA NEGARA
Belanja Pegawai Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Belanja Barang Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Belanja Modal Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Pembayaran Bunga Utang Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Subsidi Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Hibah Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Bantuan Sosial Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Belanja Lain-lain Kas dibayar Kas dibayar S Belanja Belanja S Bulanan Bulanan S
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
KERTAS KERJA REVIU
LAPORAN REALISASI ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20XX
Contoh: Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tanggal Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 7 8 9 10 11
A. ASET
A1. ASET LANCAR
KAS DAN BANK
Kas di Bendahara Pengeluaran Nilai Nominal Nilai Nominal S Aset Lancar Aset Lancar S Bulanan Bulanan S
PIUTANG
Kas di Bendahara Penerimaan Nilai Nominal Nilai Nominal S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S
Piutang Bukan Pajak S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S
Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S
Piutang Lainnya S Aset Lancar Aset Lancar S Tahunan Tahunan S
PERSEDIAAN
Persediaan Biaya Perolehan terakhir Biaya Perolehan terakhir S Aset Lancar Aset Lancar S Semesteran Semesteran S
A2. INVESTASI JANGKA PANJANG
INVESTASI NON PERMANEN
Dana Bergulir S Investasi Investasi S Tahunan Tahunan S
Jangka Panjang Jangka Panjang
A3. ASET TETAP
Tanah Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S
Peralatan dan Mesin Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Gedung dan Bangunan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Jalan, Irigasi dan Jaringan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Aset Tetap Lainnya Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S Konstruksi Dalam Pengerjaan Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Tetap Aset Tetap S Bulanan Bulanan S
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku
S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
PENJELASAN STATUS
Nilai yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
direalisasikan
KERTAS KERJA REVIU
NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX
No. URAIAN PENGUKURAN PENGKLASIFIKASIAN STATUS PELAPORAN STATUS
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai yang dapat
direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
Lampiran Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan No. PER /PB/2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL LK/KL SAP&PL
1 2 3 4 7 8 9 10 11
A4. ASET LAINNYA
Tagihan Penjualan Angsuran S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S
Kemitraan Dengan Pihak Ketiga S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S
Aset Tak Berwujud Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S Aset Lain-lain Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Aset Lainnya Aset Lainnya S Tahunan Tahunan S
B. KEWAJIBAN
B1. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Uang Muka dari BUN Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Bulanan Bulanan S
Uang Muka dari KPKN Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Bulanan Bulanan S
Pendapatan yang Ditangguhkan Nilai Nominal Nilai Nominal S Kewajiban Kewajiban S Tahunan Tahunan S
C. EKUITAS DANA
C1. EKUITAS DANA LANCAR
Cadangan Piutang S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S
Cadangan Persediaan Biaya Perolehan terakhir Biaya Perolehan terakhir S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Semesteran Semesteran S
C2. EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Bulanan Bulanan S Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Nilai Perolehan Nilai Perolehan S Ekuitas Dana Ekuitas Dana S Tahunan Tahunan S
Keterangan: LK/KL = Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
SAP & PL = Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundangan lain yang berlaku
S = Sesuai
SP = Sesuai tetapi diperlukan penyempurnaan lebih lanjut TS = Tidak sesuai
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
PENJELASAN
STATUS STATUS STATUS
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
KERTAS KERJA REVIU
NERACA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PER 31 DESEMBER 20XX
No. URAIAN PENGUKURAN PENGKLASIFIKASIAN PELAPORAN
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan Nilai Bersih yang dapat
direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
Nilai Bersih yang dapat direalisasikan
KERTAS KERJA REVIU
Masalah yang tercakup dalam permintaan keterangan dan prosedur analitik
PERNYATAAN TELAH DIREVIU
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA ...
TAHUN ANGGARAN ...
Kami telah me-reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga … berupa Neraca untuk tanggal 31 Desember 20X1, Laporan Realisasi Anggaran dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan lain terkait. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen Kementerian Negara/Lembaga …..
Reviu terutama terdiri dari permintaan keterangan kepada pejabat entitas pelaporan dan prosedur analitik yang diterapkan atas data keuangan. Reviu mempunyai lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai dengan peraturan terkait dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam itu.
Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.
Jakarta, 20X2
Jabatan penandatangan pernyataan reviu
PERNYATAAN TELAH DIREVIU (dengan paragraf penjelas)
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA ...
TAHUN ANGGARAN ...
Kami telah mereviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga …
berupa Neraca untuk tanggal 31 Desember 20X1, Laporan Realisasi Anggaran dan
Catatan atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan lain terkait. Semua informasi
yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen Kementerian
Negara/Lembaga …..
Reviu terutama terdiri dari permintaan keterangan kepada pejabat entitas
pelaporan dan prosedur analitik yang diterapkan atas data keuangan. Reviu mempunyai
lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai
dengan peraturan terkait dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam
itu.
Berdasarkan reviu kami, pengecualian pada masalah yang kami jelaskan
dalam paragraf berikut, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa
laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan
Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah nomor 24
tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan perundang-undangan
lain yang berlaku.
Seperti yang diungkapkan dalam catatan X dalam laporan keuangan, entitas
pelaporan menerapkan (jelaskan metode baru yang diterapkan) sedangkan sebelumnya
diterapkan (jelaskan metode sebelumnya). Meskipun (jelaskan metode baru yang
diterapkan) sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, namun entitas pelaporan
tidak dapat memberikan dasar pertimbangan yang memadai bagi perubahan tersebut.
Jakarta, 20X2
Ketua Tim Reviu
NIP
FLOWCHART PELAKSANAAN REVIU
Keterangan :
FLOWCHART PELAKSANAAN REVIU
NO. URAIAN
UAKPA/UAPPA-W/UAPPA-E1/UAPA APARAT
PENGAWASAN INTERN
1. Pelaksanaan reviu dilakukan selama
pelaksaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan. UAKPA/UAPPA-W/UAPPA-E1/UAPA menyerahkan data laporan keuangan (yang berasal dari data setelah rekonsiliasi) ke aparat pengawasan intern untuk direviu.
2. Aparat pengawasan melakukan reviu terhadap data laporan keuangan melalui penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaan keterangan dan prosedur analitik.
3. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan telah disiapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka aparat pengawasan intern membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu. Aparat pengawasan intern mengirimkan Pernyataan Telah direviu dilampiri dengan laporan hasil reviu ke menteri/pimpinan lembaga terkait.
4. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan belum disiapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka aparat pengawasan intern membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu (dengan paragraf penjelas). Aparat pengawasan intern mengirimkan Pernyataan Telah direviu (dengan paragraf penjelas) dilampiri dengan laporan hasil reviu ke menteri/pimpinan lembaga terkait. dalam laporan keuangan, permintaan keterangan dan
prosedur analitik
KK Reviu Menyusun kertas kerja reviu, laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu