Halaman / Page
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN – Pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 dan 1 Januari 2016/ 31 Desember 2015 serta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 dan 2016
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – As of March 31, 2017, December 31, 2016 and January 1, 2016/December 31, 2015 and for the three months period then ended March 31, 2017 and 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 Consolidated Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
1 Januari 2016/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember 2015/ Catatan/ March 31, December 31, January 1, 2016/
Note 2017 2016 December 31, 2015 *)
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 6 Cash and cash equivalents
Pihak berelasi 638,830 483,523 326,764 Related party Pihak ketiga 342,946 332,617 305,228 Third parties
Aset keuangan lainnya - lancar 7 1,703,885 1,687,965 2,125,038 Other financial assets - current Piutang usaha - setelah dikurangi Trade accounts receivable - net of
cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses Rp 102.667 juta pada 31 Maret 2017, Rp 102,667 million at March 31, 2017, Rp 134.772 juta pada 31 Desember 2016 Rp 134,772 million at December 31, 2016 and Rp 115.233 juta pada 1 Januari 2016/ and Rp 115,233 million at January 1, 2016/
31 Desember 2015 8 December 31, 2015
Pihak berelasi 44 87,769 54,773 138,248 Related parties Pihak ketiga 3,001,976 3,059,573 3,331,000 Third parties
Piutang lain-lain kepada pihak ketiga - setelah Other accounts receivable from third parties - dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai net of allowance for impairment losses of Rp 16.822 juta pada 31 Maret 2017, Rp 16,822 million at March 31, 2017, Rp 28.034 juta pada 31 Desember 2016 Rp 28,034 million at December 31, 2015 dan Rp 30.130 juta pada 1 Januari 2016/ and Rp 30,130 million at January 1, 2016/ 31 Desember 2015 9 172,008 158,392 514,781 December 31, 2015
Persediaan 10 2,286,750 2,180,567 1,911,910 Inventories
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 11 601,990 647,032 1,128,520 Advances and prepaid expenses Pajak dibayar dimuka 12 34,008 83,426 163,368 Prepaid taxes
Jumlah Aset Lancar 8,870,162 8,687,868 9,944,857 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang lain-lain Other accounts receivable
Pihak berelasi 44 91,182 91,014 30,310 Related parties Pihak ketiga - 145 2,545 Third parties Aset pajak tangguhan - bersih 37 578,256 531,096 460,953 Deferred tax assets - net Uang muka investasi 345,621 374,319 300,278 Investment advances Investasi pada entitas asosiasi 65,840 65,889 70,809 Investments in associates Aset keuangan lainnya - tidak lancar 13 2,378,168 2,322,514 3,563,470 Other financial assets - non-current Properti investasi - setelah dikurangi Investment properties - net of
akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of
Rp 7.359 juta pada 31 Maret 2017, Rp 7,359 million at March 31, 2017, Rp 7.161 juta pada 31 Desember 2015 Rp 7,161 million at December 31, 2016 dan Rp 6.466 juta pada 1 Januari 2016/ and Rp 6,466 million at January 1, 2016/ 31 Desember 2015 15,553 15,731 10,008 December 31, 2015
Aset tetap - setelah dikurangi Property and equipment - net of
akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of
Rp 6.046.053 juta pada 31 Maret 2017, Rp 6,046,053 million at March 31, 2017, Rp 5.667.093 juta pada 31 Desember 2016 Rp 5,667,093 million at December 31, 2016 dan Rp 4.915.649 juta pada 1 Januari 2016/ and Rp 4,915,649 million at January 1, 2016/ 31 Desember 2015 14 8,392,986 8,551,320 8,119,993 December 31, 2015
Goodwill 15 2,959,978 2,962,532 2,995,191 Goodwill
Aset tidak berwujud - bersih 16 810,458 846,357 976,903 Intangible assets - net Aset lain-lain 17 191,432 175,646 138,656 Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 15,829,474 15,936,563 16,669,116 Total Non-current Assets
JUMLAH ASET 24,699,636 24,624,431 26,613,973 TOTAL ASSETS
*) Disajikan kembali (Catatan 5)
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ Catatan/ March 31, December 31, December 31,
Note 2017 2016 2015 *)
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka pendek 18 591,033 629,580 272,056 Short-term loans
Utang usaha 19 Trade accounts payable
Pihak berelasi 44 91,642 88,624 82,552 Related parties Pihak ketiga 1,184,157 1,061,684 1,526,004 Third parties
Utang lain-lain Other accounts payable
Pihak berelasi 44 37,916 42,173 6,585 Related parties Pihak ketiga 448,553 379,779 500,472 Third parties Pendapatan diterima dimuka 20 67,109 113,991 176,033 Unearned revenues Utang pajak 21 180,901 212,054 223,736 Taxes payable Biaya masih harus dibayar 22 257,206 238,626 267,137 Accrued expenses Uang muka pelanggan 25,994 25,762 23,090 Customer deposits
Liabilitas jangka panjang jatuh Current maturities of long-term
tempo dalam satu tahun liabilities
Pinjaman jangka panjang 23 3,492,270 3,507,368 3,379,121 Long-term loans Liabilitas sewa pembiayaan 49,384 39,416 20,476 Finance lease obligations Utang obligasi 24 999,902 999,577 - Bonds payable
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 7,426,067 7,338,634 6,477,262 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 37 23,093 23,123 27,158 Deferred tax liabilities - net
Utang kepada pihak berelasi 44 - - 8,715 Other accounts payable to related parties Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term liabilities - net of current
dalam satu tahun maturities
Pinjaman jangka panjang 23 2,907,477 2,946,445 3,654,073 Long-term loans Liabilitas sewa pembiayaan 132,973 117,790 68,103 Finance lease obligations Utang obligasi 24 - - 751,775 Bonds payable
Liabilitas imbalan kerja 40 296,324 284,968 230,865 Employee benefits obligation Liabilitas jangka panjang lainnya 1,370 1,487 914 Other non-current liabilities
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3,361,237 3,373,813 4,741,603 Total Non-Current Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 10,787,304 10,712,447 11,218,865 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang diatribusikan kepada Equity attributable to the owners of
pemilik entitas induk the Company
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Capital stock - Rp 100 par value per share Modal dasar - 55.750.000.000 saham Authorized - 55,750,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor - 14.198.621.422 Issued and paid-up - 14,198,621,422
saham pada 31 Maret 2017 dan shares at March 31, 2017 and
31 Desember 2016 dan 14.198.613.922 saham December 31, 2016 and 14,198,613,922 pada 1 Januari 2016/31 Desember 2015 25 1,419,862 1,419,862 1,419,861 at January 1, 2016/December 31, 2015 Tambahan modal disetor 26 1,325,523 1,325,523 1,924,884 Additional paid-up capital
Modal sumbangan 410 410 410 Donated capital
Modal lain-lain - opsi saham 8,389 8,389 8,389 Other capital - stock option
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 27 1,490,192 1,577,996 2,412,380 Difference due to change in equity of subsidiaries Selisih transaksi ekuitas dengan pihak Difference in value of equity transaction with
non-pengendali 28 (799,943) (788,371) (750,652) non-controlling interest Penghasilan komprehensif lain 29 2,540 1,764 (63,646) Other comprehensive income Ekuitas entitas anak yang berasal dari Equity in subsidiary resulting from
kombinasi bisnis - - 100,496 business combination
Saldo laba Retained earnings
Ditentukan penggunaannya 8,000 8,000 7,000 Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya 6,212,102 6,163,880 6,032,306 Unappropriated
Jumlah 9,667,075 9,717,453 11,091,428 Total
Dikurangi harga perolehan saham diperoleh kembali - Less cost of treasury stocks -
353.285.800 saham pada 31 Maret 2017, 353,285,800 shares at Maret 31, 2017, 350.285.800 saham pada 31 Desember 2016 350,285,800 shares at December 31, 2016 dan 184.428.100 saham pada 1 Januari 2016/ and 184,428,100 shares at January 1, 2016/ 31 Desember 2015 30 (484,749) (483,054) (339,599) December 31, 2015
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan kepada Total Equity attributable to the owners of
pemilik entitas induk 9,182,326 9,234,399 10,751,829 the Company
Kepentingan non-pengendali 31 4,730,006 4,677,585 4,643,279 Non-controlling interests
JUMLAH EKUITAS 13,912,332 13,911,984 15,395,108 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 24,699,636 24,624,431 26,613,973 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
*) Disajikan kembali (Catatan 5)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) (Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
Catatan/
2017 Note 2016
PENDAPATAN 2,407,520 32 2,490,482 REVENUES
BEBAN LANGSUNG 1,468,658 33 1,504,326 DIRECT COSTS
LABA KOTOR 938,862 986,156 GROSS PROFIT
Beban umum dan administrasi (540,690) 34 (492,887) General and administrative expenses
Keuntungan (kerugian) kurs mata
uang asing - bersih 37,305 257,263 Gain (loss) on foreign exchange - net
Beban keuangan (139,100) 35 (133,007) Finance charges
Penghasilan bunga 13,368 15,332 Interest income
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih (31,439) 36 (107,624) Other gains and losses - net
LABA SEBELUM PAJAK 278,306 525,233 PROFIT BEFORE TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (89,865) 37 (140,494) INCOME TAX EXPENSES
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 188,441 384,739 NET INCOME FOR THE PERIOD
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - OTHER COMPREHENSIVE INCOME
-SETELAH PAJAK PENGHASILAN NET OF INCOME TAX
Pos-pos yang akan direklasifikasi Items that may be reclassified subsequently
ke laba rugi: to profit or loss:
Selisih kurs karena penjabaran laporan Exchange difference on translating
keuangan dari kegiatan usaha luar negeri 776 208,599 foreign operations
Jumlah penghasilan komprehensif lain Total other comprehensive income
periode berjalan setelah pajak 776 208,599 for the current period net of tax
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
PERIODE BERJALAN 189,217 593,338 FOR THE PERIOD
LABA YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: NET INCOME ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 48,222 212,827 Owners of the parent entity
Kepentingan non-pengendali 140,219 31 171,912 Non-controlling interests
Laba bersih periode berjalan 188,441 384,739 Profit for the period
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:
Pemilik entitas induk 48,998 421,426 Owners of the parent entity
Kepentingan non-pengendali 140,219 171,912 Non-controlling interests
Jumlah laba komprehensif Total comprehensive income
periode berjalan 189,217 593,338 for the period
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(dalam Rupiah penuh) 3.5 38 15.1 (in full Rupiah amount)
pihak non- Ekuitas entitas anak diatribusikan Modal Tambahan Selisih transaksi pengendali/ yang berasal dari Modal kepada pemilik ditempatkan modal perubahan ekuitas Difference in Penghasilan kombinasi bisnis/ saham entitas induk/
dan disetor/ disetor/ Modal Modal lain-lain - entitas anak/ value of equity komprehensif Equity in subsidiary diperoleh Equity Kepentingan Jumlah
Issued and Additional sumbangan/ opsi saham/ Difference due to transaction with lain/Other resulting from Ditentukan Tidak ditentukan kembali/ attributable to non-pengendali/ ekuitas/ Catatan/ paid-up paid-up Donated Other capital - change in equity non-controlling comprehensive business penggunaannya/ penggunaannya/ Treasury the owners of Non-controlling Total
Note capital capital capital stock option of subsidiary interest income combination Appropriated Unappropriated stocks parent entity Interests equity
Saldo per 1 Januari 2015 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,412,380 (750,652) (63,646) - 7,000 6,032,306 (339,599) 10,651,333 4,643,279 15,294,612 (After restated) *) Jumlah laba komprehensif - - - - - - 208,599 - - 212,827 - 421,426 171,912 593,338 Total comprehensive income
Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of treasury stocks
diperoleh kembali oleh Perusahaan 30 - - - - - - - - - - (127,688) Ta (127,688) - (127,688) by the Company Akuisisi entitas anak 42 - - - - - - - - - - - - - - Acquisition of subsidiary Perubahan ekuitas entitas anak - - - - (305,309) - - - - - - (305,309) 27,034 (278,275) Change in equity of subsidiaries
Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of subsidiary's
entitas anak melalui pasar 23 - - - - - (148,095) - - - - - (148,095) (118,607) (266,702) shares through market Saldo per 31 Maret 2016 1,419,861 1,924,884 410 8,389 2,107,071 (898,747) 144,953 - 7,000 6,245,133 (467,287) 10,491,667 4,723,618 15,215,285 Balance at March 31, 2016
Saldo per 1 Januari 2017 1,419,862 1,325,523 410 8,389 1,577,996 (788,371) 1,764 - 8,000 6,163,880 (483,054) 9,234,399 4,677,585 13,911,984 Balance at January 1, 2017 Jumlah laba komprehensif - - - - - - 776 - 48,222 - 48,998 140,219 189,217 Total comprehensive income
Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of treasury stocks
diperoleh kembali oleh entitas anak 30 - - - - - - - - - - (1,695) (1,695) - (1,695) by the Subsidiary Perubahan ekuitas entitas anak - - - - (87,804) - - - - - - (87,804) (87,798) (175,602) Change in equity of subsidiaries
Pembelian dan penjualan saham Purchase and sale of subsidiary's
entitas anak melalui pasar 23 - - - - - (11,572) - - - - - (11,572) - (11,572) shares through market Saldo per 31 Maret 2017 1,419,862 1,325,523 410 8,389 1,490,192 (799,943) 2,540 - 8,000 6,212,102 (484,749) 9,182,326 4,730,006 13,912,332 Balance at March 31, 2017
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements.
2017 2016
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 2,415,197 2,705,604 Cash receipts from customers
Pembayaran kas kepada: Cash paid to:
Pemasok (1,192,717) (1,580,320) Suppliers
Direksi dan karyawan (224,989) (266,428) Directors and employees
Kas dihasilkan dari operasi 997,491 858,856 Cash generated from operations Pembayaran pajak penghasilan (168,208) (124,958) Income tax paid
Pembayaran beban bunga dan keuangan (110,914) (105,147) Interest and financial charges paid
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 718,369 628,751 Net Cash Provided by Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Penerimaan bunga 13,368 15,332 Interest received
Pembayaran (kenaikan) piutang dari pihak berelasi 2,850 (10,182) Payment (increase) of receivables from related parties Penarikan aset keuangan lancar lainnya - bersih (58,311) 109,815 Redemption of other current financial assets - net
Penambahan aset keuangan tidak Addition to other noncurrent
lancar lainnya - bersih (16,700) - financial assets - net
Perolehan aset tetap (220,698) (483,065) Acquisitions of property and equipment Hasil penjualan aset tetap 10,810 494 Proceeds from sale of property and equipment Kenaikan aset tidak berwujud (15,481) (13,602) Additions to intangible assets
Kenaikan (penurunan) aset lainnya dan uang muka (15,785) 72,892 Increase (decrease) in other assets and advances
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (299,947) (308,316) Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman jangka pendek 52,563 26,734 Proceeds from shor-term loan Pembayaran pinjaman jangka pendek (85,198) (100,858) Payment of short-term loan Penerimaan pinjaman jangka panjang 8,183 - Proceeds from long-term loans Pembayaran pinjaman jangka panjang (26,803) - Payment of long-term loans
Setoran modal non-pengendali Non-controlling paid-up
pada entitas anak - capital in subsidiary
Pembelian saham kembali oleh entitas anak (177,299) (127,687) Purchase of treasury stock by subsidiaries Penerimaan (pembayaran) utang kepada pihak berelasi - 11,581 Proceeds (payments) of payable to related parties Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan (24,232) (6,921) Payments of finance lease obligation
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (252,786) (197,151) Net Cash Used in Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS NET INCREASE (DECREASE) IN CASH
DAN SETARA KAS 165,636 123,284 AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 816,140 631,409 BEGINNING OF PERIOD
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 981,776 754,693 END OF PERIOD
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
PT. Global Mediacom Tbk (Perusahaan) didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 60 tanggal 30 Juni 1981 dan diubah dengan akta No. 81 tanggal 29 Januari 1982 keduanya dari Lukman Kirana, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/84/22 tanggal 22 Mei 1982 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54 tanggal 5 Juli 1985, Tambahan No. 912.
PT. Global Mediacom Tbk (the Company) was established in Jakarta based on deed No. 60
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 56 tanggal 23 September 2016 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan beberapa ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam
rangka penyesuaian dan pemenuhan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 32/POJK.04/2014. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0084249 tanggal 28 September 2016.
The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently by deed No. 56 dated September 23, 2016 of Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notary in Jakarta concerning the changes in some of the Company’s articles of association to adjust and comply with the Financial Service Authority Regulation No. 32/POJK.04/2014. This notarial deed had been received and recorded in the Legal Entity Administration system with Letter of Acceptance Notification of Change in Articles of Association No. AHU-AH.01.03-0084249 dated September 28, 2016.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah di bidang perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, telekomunikasi, real estate, arsitektur, pembangunan (developer), percetakan, jasa dan perdagangan, media dan investasi. Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang investasi dan merupakan induk perusahaan dari beberapa entitas anak.
In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of its activities is in the fields of industry, mining, transportation, agriculture, telecommunications, real estate, architecture, construction (developer), printing, services and trade, media and investment. Currently, the Company is engaged in investment sector and the parent company of several subsidiaries.
Perusahaan beroperasi secara komersil mulai tahun 1982. Perusahaan beralamat di MNC Tower, Lt. 27 - 29, Jl. Kebon Sirih No. 17 - 19, Jakarta Pusat.
The Company started commercial operations in 1982. The Company is located at MNC Tower, 27th - 29th Floor, Jl. Kebon Sirih No. 17 - 19, Central Jakarta.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha MNC Grup. Susunan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
The Company is under MNC Group. The Company’s Commissioners, Directors, Audit Committee, Corporate Secretary and Internal Audit as of March 31, 2017 and December 31, 2016 consisted of the following:
31 Maret/ 31 Desember/
March 31, 2017 December 31, 2016
Komisaris C ommissioners
Komisaris Utama : Rosano Barack Rosano Barack : President C ommissioner Wakil Komisaris Utama : B. Rudijanto Tanoesoedibjo B. Rudijanto Tanoesoedibjo : Vice President C ommissioner Komisaris Independen : Mohamed Idwan Ganie Mohamed Idwan Ganie : Independent C ommissioners
John Aristianto Prasetio John Aristianto Prasetio Beti Puspitasari Santoso Beti Puspitasari Santoso
Direksi Directors
Direktur Utama : Hary Tanoesoedibjo Hary Tanoesoedibjo : President Director Direktur : Oerianto Guyandi Oerianto Guyandi : Directors
David Fernando Audy David Fernando Audy Syafril Nasution Syafril Nasution
C hristophorus Taufik Siswandi C hristophorus Taufik Siswandi
31 Maret/ 31 Desember/
March 31, 2016 December 31, 2016
Komite Audit Audit C ommittee
Ketua : Beti Puspitasari Santoso Beti Puspitasari Santoso : C hairman Anggota : Mohamed Idwan Ganie Mohamed Idwan Ganie : Members
Hery Kusnanto Hery Kusnanto John Aristianto Prasetio John Aristianto Prasetio
Sekretaris Perusahaan : Ajun Sri Damayanti Ajun Sri Damayanti : C orporate Secretary Audit Internal : Mahdan Ibrahim Mahdan Ibrahim : Internal Audit
Pada tanggal 31 Maret 2017 dan
31 Desember 2016, jumlah karyawan
Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) masing-masing sebanyak 12.112 dan 12.477 karyawan.
At March 31, 2017 and December 31, 2016, the Company and its subsidiaries (“Group”) had total employees of 12,112 and 12,477, respectively.
b. Perizinan b. License
Entitas anak telah memperoleh perizinan dalam bidang industri media sebagai berikut:
Subsidiaries obtained their media industry licenses as follows:
MNCSV telah memperoleh izin dari Menteri Penerangan dengan surat keputusannya No. 1848/RTF/K/XI/1993, untuk menyalurkan program televisi seperti CNN, HBO, ESPN, Discovery, TNT dan program sejenis lainnya.
Sesuai dengan surat keputusan
No. 2142/RTF/K/XII/1995 tanggal
14 Desember 1995, Menteri Penerangan memberikan izin kepada MNCSV untuk menambah program internasional baru seperti Star Plus, Prime Sports, BBC World Service, CNBC Asia News Service, Channel V dan program sejenis lainnya. Keputusan ini telah diperbaharui dengan izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No. 40/KEP/M.KOMINFO/01/2010.
MNCSV has obtained approval from the Ministry of Information in his Decision Letter No. 1848/RTF/K/XI/1993, to broadcast television programs such as CNN, HBO, ESPN, Discovery, TNT and other similar programs. Based on Decision Letter No. 2142/RTF/K/XII/1995 dated December 14, 1995, the Ministry of Information has authorized MNCSV to add to its existing programs new international programs such as Star Plus, Prime Sports, BBC World Service, CNBC Asia News Service, Channel V and other similar programs. This appraisal has been renewed with approval from the Ministry of Comunication and Information of Republic
Indonesia with Decision Letter
No. 40/KEP/M.KOMINFO/01/2010.
Pada tanggal 3 Nopember 2014, MNCSV
mengajukan permohonan rencana
penambahan program siaran dan telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika telah mencatat perubahan tersebut dalam Database Perizinan Penyiaran berdasarkan surat Menteri Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia
No. B-275/M.KOMINFO/PI.03.02/3/2015 tanggal 27 Maret 2015.
On November 3, 2014, MNCSV has applied for the additional of broadcasting programs and has been approved by the Directorate General of Post and Information. Directorate General of Post and Information had been recorded those changes in the Broadcasting License Database based on the letter from the Minister of Communications and Information of the Republic of Indonesia No. B-275/M.KOMINFO/PI.03.02/3/2015 dated March 27, 2015.
PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No. 105/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal
16 Oktober 2006 tentang izin
penyelenggaraan penyiaran lembaga
penyiaran swasta jasa penyiaran televisi. Izin tersebut telah diperpanjang dengan Surat Keputusan No. 1813 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016.
PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic
Indonesia with Decision Letter
PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No. 154/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal
16 Oktober 2006 tentang izin
penyelenggaraan penyiaran lembaga
penyiaran swasta jasa penyiaran televisi. Izin tersebut telah diperpanjang dengan Surat Keputusan No. 1814 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016.
PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 154/KEP/M.KOMINFO/10/2006 dated October 16, 2006 to engage in private television broadcast activities. This license has been renewed through Decision Letter No. 1814 Year 2016 dated October 13, 2016.
PT. Global Indonesia Bermutu (GIB) telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 106/KEP/M.KOMINFO/10/2006 tanggal 16 Oktober 2006 tentang izin
penyelenggaraan penyiaran lembaga
penyiaran swasta jasa penyiaran televisi. Izin tersebut telah diperpanjang dengan Surat Keputusan No. 1815 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016.
PT. Global Indonesia Bermutu (GIB) has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic
Indonesia with Decision Letter
No. 106/KEP/M.KOMINFO/10/2006 dated October 16, 2006 to engage in private television broadcast services activities. This license has been renewed through Decision Letter No. 1815 Year 2016 dated October 13, 2016.
PT. Deli Media Televisi (DTV) telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 707 Tahun 2013 tanggal 12 Agustus 2013 tentang izin
penyelenggaraan penyiaran lembaga
penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.
PT. Deli Media Televisi (DTV) has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia with Decision Letter No. 707 Year 2013 dated August 12, 2013 to engage in private television broadcast services activities.
PT. Global Telekomunikasi Terpadu (GTT) telah memperoleh izin dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No. 644/KEP/M.KOMINFO/12/2011 tanggal
14 Desember 2011 tentang izin
penyelenggaraan penyiaran lembaga
penyiaran swasta jasa penyiaran televisi.
PT. Global Telekomunikasi Terpadu (GTT) has obtained a license from the Ministry of Communication and Information of Republic
Indonesia with Decision Letter
No. 644/KEP/M.KOMINFO/12/2011 dated December 14, 2011 to engage in private television broadcast services activities.
Izin penyelenggaraan penyiaran lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi yang dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk entitas anak di atas berlaku selama 10 tahun sejak tanggal Surat Keputusan diterbitkan.
Permits to engage in private television broadcast activities issued by the Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia for subsidiaries have a term of 10 years since the date of Decision Letter issued.
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan c. Public Offering of the Company’s Shares
• Pada tanggal 20 Juni 1995, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-795/PM/1995 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 200 juta saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Juli 1995.
• On June 20, 1995, the Company obtained the effective notice from the Chairman of The Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (presently the Financial Services Authority) in his letter No. S-795/PM/1995 for the Initial Public Offering of 200 million shares with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 1,250 per share. These shares were listed on the
Indonesia Stock Exchange on
• Pada tanggal 8 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-1648/PM/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 308.798.987 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 2.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Juni 2004.
• On June 8, 2004, the Company obtained the effective notice from the Chairman of The Capital Market Supervisory Agency
(presently the Financial
Services Authority) in his letter No. S-1648/PM/2004 for the Limited Offering I of a maximum of 308,798,987 shares through Rights Issue with preemptive rights to the stockholders with par value of Rp 500 per share, at an offering price of Rp 2,500 per share. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on June 23, 2004.
• Pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 27 April 2007 sehingga jumlah saham Perusahaan menjadi 13.018.201.550 lembar.
• Stock split through reduction of par value per share from Rp 500 per share to Rp 100 per share were listed on the Indonesia Stock Exchange on April 27, 2007, therefore the number of shares become 13,018,201,550 shares.
• Penambahan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 685.168.503 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 22 Juni 2007.
• Addition of new shares without pre-emptive rights amounted to 685,168,503 shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange on June 22, 2007.
Pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016, saham Perusahaan masing-masing sebanyak 14.198.621.422 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
As of March 31, 2017 and December 31, 2016, the Company’s shares totalling to 14,198,621,422 shares, respectively, have been listed on the Indonesian Stock Exchange.
d. Penawaran Umum Obligasi d. Public Offering of Bonds
Pada tanggal 29 Juni 2012, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan suratnya No. S-8144/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Global Mediacom I Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 1.250.000 juta yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat (Catatan 24).
e. Entitas Anak e. Consolidated Subsidiaries
Rincian entitas anak perusahaan pada akhir periode pelaporan adalah sebagai berikut:
Details of the Company’s subsidiaries at the end of the reporting period are as follows:
Tahun o perasi
31 M aret/ 31 Desember/ Start of 31 M aret/ 31 Desember/ Do misili/ M arch 31, December 31, commercial M arch 31, December 31,
Domicile 2017 2016 operations 2017 2016
(%) (%) M e dia be rba s is k o nt e n da n ik la n/
C o ntent and advertising based media P T. M edia Nusantara Citra Tbk (M NC) dan entitas
anak/and its subsidiaries Jakarta 62.66 64.64 1997 14,685,921 14,239,867 P T. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) *) Jakarta 100.00 100.00 1989 5,062,640 4,775,837 P T. Glo bal Info rmasi B ermutu (GIB ) *) Jakarta 100.00 100.00 2002 1,769,219 1,693,250 P T. Cipta Televisi P endidikan Indonesia (CTP I) *) Jakarta 75.00 75.00 1990 2,912,037 2,792,849 P T. Sun Televisi Netwo rk (STN) dan entitas anak
and its subsidiaries *) Jakarta 100.00 100.00 2008 1,445,937 1,363,769 P T. Deli M edia Televisi (DTV) *) M edan 90.00 90.00 2008 3,070 6,173 P T. Glo bal Teleko munikasi Terpadu (GTT) *) Semarang 49.00 49.00 2008 1,064 3,053 P T. Tivi B ursa Indonesia (TB )) *) Jakarta 55.00 55.00 2015 23,189 28,510 P T. M NC Netwo rks (M NCN) dan entitas anak/
and its subsidiaries *) Jakarta 98.95 98.95 2005 115,811 118,636 P T. Radio Trijaya Shakti (RTS) dan entitas
entitas/and its subsidiaries*) Jakarta 95.00 95.00 1971 33,340 25,003 P T. Radio P rapanca B uana Suara (RP B S) *) M edan 91.60 91.60 1978 4,814 4,893 P T. Radio M ancasuara (RM ) *) B andung 100.00 100.00 1971 1,101 1,100 P T. Radio Swara Caraka Ria (RSCR) *) Semarang 100.00 100.00 1971 2,050 2,026 P T. Radio Efkindo (RE) *) Yogyakarta 70.00 70.00 1999 1,874 1,830 P T. Radio Tjakra A wigra (RCA ) *) Surabaya 100.00 100.00 1971 5,198 5,042 P T. Radio Suara M o nalisa (RSM ) *) Jakarta 80.00 80.00 1971 10,314 11,017 P T. M ediawisata Sariasih (M S) *) B andung 100.00 100.00 2007 360 405 P T. Radio A rief Rahman Hakim (RA RH) *) Jakarta 100.00 100.00 2007 11,273 9,295 P T. Radio Sabda Soso k Sohor (RSSS) *) Jakarta 100.00 100.00 1981 7,811 7,674 P T. M edia Nusantara Info rmasi (M NI) dan
entitas anak/and its subsidiary *) Jakarta 99.00 99.00 2005 234,925 233,573 P T. M edia Nusantara Distribusi (M ND) *) Jakarta 99.00 99.00 2011 7,070 7,046 P T. M enado Nusantara Info rmasi (M ENI)*) M anado 99.00 99.00 2014 7,664 7,940 P T. M NI Glo bal (M NIG) *) Jakarta 100.00 100.00 2005 14,811 15,636 P T. M NI P ublishing (M NIP ) dan entitas anak/
and its subsidiary *) Jakarta 75.00 75.00 2008 5,043 5,022 P T. M NI Entertainment (M NIE) *) Jakarta 95.00 95.00 2008 5,913 4,829 P T. M NC Studio Internatio nal (M SI) (dahulu/
formerly P T. Cro ss M edia Internasio nal (CM I))
dan entitas anak/and its subsidiaries Jakarta 99.99 99.99 2001 516,729 483,940 P T. M ediate Indonesia (M I) *) Jakarta 99.97 99.97 2001 208,769 204,502 P T. M ulti A dvertensi Xambani (M A X)
dan entitas anak/and its subsidiary *) Jakarta - 51.20 1996 - P T. Citra Komunikasi Gagasan Semesta (CKGS) *) Jakarta - 80.00 2004 - -P T. M NC -P ictures (M NC-P ) *) Jakarta 100.00 70.00 2009 289,097 234,402 P T. Star M edia Nusantara (SM N) *) Jakarta 100.00 70.00 2008 42,121 40,917 M NC Internatio nal M iddle East Limited (M IM EL)
dan entitas anak/and its subsidiaries *) Dubai 100.00 100.00 2007 917,561 937,880 M NC Internatio nal Limited (M IL) Cayman Islands 100.00 100.00 2007 59,152 54,173 M NC P ictures FZ LLC (M P ) *) Dubai 100.00 100.00 2007 2,294 2,294 P T Innofo rm Indonesia (M INNO) *) Jakarta 100.00 100.00 2001 7,619 6,501 P T. M NC Lisensi Internasio nal (M LI) *) Jakarta 99.99 99.99 2013 7,945 6,374 P T. M NC M edia Investasi (M M I) *) Jakarta 99.99 - 2016 16,300 16,350 P T. M NC M edia Utama (M M U) *) Jakarta 99.99 99.99 **) 15,000 15,000
M e dia be rba s is pe la ngga n/ Subscribers based media
P T. Sky Visio n Netwo rks (SVN) dan entitas anak/
and its subsidiary *) Jakarta 100.00 100.00 2007 8,525,493 8,215,012 P T. M NC Sky Visio n Tbk (M NCSV) *) Jakarta 86.35 77.30 1988 5,155,178 5,704,418 P T. M edia Citra Indostar (M CI) *) Jakarta 99.99 - 1999 256,109 255,623 P T. OTT M NC Indonesia (OTT) (dahulu/formerly
P T. Okezo ne Indonesia (Okezo ne) *) Jakarta 99.90 99.90 2011 7,399 9,950 The subsidiaries
Entitas anak/
Tahun o perasi ko mersial/
31 M aret/ 31 Desember/ co mmercial 31 M aret/ 31 Desember/ Do misili/ M arch 31, December 31, M arch 31, December 31,
Do micile 2017 2016 o peratio ns 2017 2016
(%) (%) M e dia be rba s is o nline /
O nline ba s e d m e dia
Glo bal M ediaco m Internatio nal Ltd. (GM I)
dan entitas anak/and its subsidiaries Dubai 100.00 100.00 2012 2,311,332 2,394,366 M NC M edia Investment Ltd (M M IL)
dan entitas anak/and its subsidiaries *) Cayman Islands 79.88 79.88 2002 2,361,578 2,446,095 Letang Game Ltd. (Letang) *) China 50.01 50.01 2009 221,005 221,932 P T. Linkto ne Indo nesia (Linkto ne) *) Jakarta 100.00 100.00 2009 36,273 38,729 M NC Inno fo rm P te. Ltd (Inno fo rm) Singapura/
dan entitas anak/and its subsidiary *) Singapo re 87.50 87.50 2001 134,391 126,013 M NC Inno fo rm (Singapo re) P te. Ltd (A lliance) *) Singapura/
Singapo re 100.00 100.00 1999 330 329
La in- la in/ O t he rs
P T. Info ko m Elektrindo (Info ko m)
dan entitas anak/and its subsidiaries B ekasi 99.99 99.99 1998 409,506 401,479 P T. Telesindo M edia Utama (TM U) *) Jakarta 99.99 99.99 1999 - -P T. Sena Telenusa Utama (STU)
dan entitas anak/and its subsidiaries *) Jakarta 99.99 99.99 2003 16,193 6,196 P T. Flash M o bile (FM ) *) Jakarta 84.99 84.99 2004 11,763 11,831 P T. M NC GS Ho mesho pping (M NC Sho p) Jakarta 60.00 60.00 2013 64,311 66,454 P T. Citra Kalimantan Energi (CKE) **) Jakarta 80.00 80.00 - - -Universal M edia Ho lding Co rpo ratio n (-Universal) Cayman Islands 100.00 100.00 2007 172,359 177,271 P T M NC Digital Indo nesia (M NCD) Jakarta 99.67 - 2007 1,020 1,006 M ultivalent So lutio n Limited (M SL) B ritish Virgin Island 100.00 100.00 2,014 10
-*) P emilikan tidak langsung/Indirect o wnership **) B elum bero perasi/No t yet o perating
Jumlah aset sebelum eliminasi P ersentase kepemilikan/
The subsidiaries Entitas anak/
P ercentage o f o wnership To tal assets befo re eliminatio n
RCTI, GIB dan CTPI memiliki secara langsung saham entitas anak yang didirikan dengan tujuan untuk jasa penyiaran televisi sebagai berikut:
RCTI, GIB and CTPI have direct ownership in the following subsidiaries, which are established to engage in television broadcasting service as follows:
Domisili/ Domisili/ Domisili/
Domicile Domicile Domicile
PT. RC TI Satu Bandung PT. GTV Satu Bandung PT. TPI Satu Bandung PT. RC TI Dua Semarang PT. GTV Dua Semarang PT. TPI Dua Semarang PT. RC TI Tiga Surabaya PT. GTV Tiga Surabaya PT. TPI Tiga Surabaya PT. RC TI Empat Medan PT. GTV Empat Medan PT. TPI Empat Medan PT. RC TI Lima Palembang PT. GTV Lima Palembang PT. TPI Lima Palembang PT. RC TI Enam Makassar PT. GTV Enam Makassar PT. TPI Enam Pekan Baru PT. RC TI Tujuh Denpasar, Bali PT. GTV Tujuh Banjarmasin PT. TPI Tujuh Makassar PT. RC TI Delapan Banjarmasin PT. GTV Delapan Jambi PT. TPI Delapan Palu PT. RC TI Sembilan Bandar Lampung PT. GTV Sembilan Jayapura PT. TPI Sembilan Bajarmasin PT. RC TI Sepuluh Pekan Baru PT. GTV Sepuluh Bali PT. TPI Sepuluh NAD Aceh PT. RC TI Sebelas Padang PT. GTV Madiun Madiun PT. TPI Sebelas Denpasar PT. RC TI Duabelas Pontianak PT. GTV Palu Palu PT. TPI Lintas Babel Bangka Belitung PT. RC TI Tigabelas Manado PT. GTV Batam Batam PT. TPI Lintas Ambon Ambon
PT. RC TI Empatbelas Ambon PT. GTV Kupang Kupang PT. TPI Lintas Kalteng Kalimantan Tengah PT. RC TI Limabelas Aceh Aceh Besar PT. GTV Garut Garut PT. TPI Lintas NTB Mataram PT. RC TI Enambelas Manokwari PT. GTV Sumedang Sumedang PT. TPI Lintas Bengkulu Bengkulu PT. RC TI Gorontalo Gorontalo PT. GTV Jember Jember PT. TPI Lintas Jember Jember
PT. GTV Tegal Tegal PT. GTV Purw okerto Purw okerto PT. GTV Bengkulu Bengkulu PT. GTV Mataram Mataram PT. GTV Palangkaraya Palangkaraya PT. GTV Sukabumi Sukabumi PT. GTV C irebon C irebon PT. GTV Ambon Ambon PT. GTV Babel Babel PT. GTV Kendari Kendari PT. GTV Balikpapan Balikpapan PT. GTV Aceh Aceh Entitas Anak/
Subsidiaries
Entitas Anak/
Subsidiaries
Entitas Anak/
Subsidiaries
Sampai dengan tanggal 31 Maret 2017, seluruh entitas anak RCTI, GIB dan CTPI di atas belum melakukan aktivitas.
Pengembangan Usaha Development of Business
Pada bulan Agustus 2016, MNC menjual 99,90% atau sebanyak 999.000 lembar saham PT. OTT MNC Indonesia (OTT) (d/h PT. Okezone Indonesia) kepada PT. Sky Vision Network (SVN), pihak berelasi.
In August 2016, MNC sold 99.90% equity ownership or 999,000 shares of PT. OTT MNC Indonesia (OTT) (formerly PT. Okezone Indonesia) to PT. Sky Vision Network (SVN), related party.
Dampak atas transaksi ini tidak material sehingga Perusahaan tidak melakukan penyajian kembali atas laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.
The impact of these transactions are not material therefore the Company did not restate prior years financial statements.
Pada tanggal 15 Agustus 2016, MNC bersama MSI, entitas anak, mendirikan MMI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa periklanan media, konsultasi manajemen
bisnis dan perdagangan peralatan
sinematografi.
In August 15, 2016, MNC together with MSI, a subsidiary, established MMI, a company which is engaged in media advertising, management business consultation and wholesales of cinematography equipment.
Pada tanggal 27 Desember 2016, MSI, entitas anak, menjual 51,20% atau sebanyak 61 lembar saham PT. Multi Advertensi Xambani (MAX) kepada PT. Nugraha Panca Buana, pihak ketiga.
In December 27, 2016, MSI, a subsidiary, sold 51.20% or 61 shares of PT. Multi Advertensi Xambani (MAX) to PT. Nugraha Panca Buana, a third party.
Pada tahun 2016, MNC membeli tambahan 30% atau sebanyak 50.700 lembar saham MNCP dari PT. HT Investama, pihak berelasi.
In 2016, MNC acquired 30% equity ownership
or 50,700 shares of MNCP from
PT. HT Investama, a related party.
Pada tahun 2016, MNC membeli tambahan 30% atau sebanyak 9.000 lembar saham SMN dari PT. HT Investama, pihak berelasi.
In 2016, MNC acquired additional 30% equity ownership or 9,000 shares of SMN from PT. HT Investama, a related party.
Pada tanggal 23 Desember 2016, MNCSV menukarkan seluruh MEB yang dimiliki
dengan 133.333 lembar saham MCI.
Penukaran ini menyebabkan MNCSV memiliki dan mengendalikan MCI dan merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali yang dicatat menggunakan metode penyatuan kepemilikan (Catatan 5).
On December 23, 2016, MNCSV has exchanged all MEB into 133,333 shares of MCI. This exchange led MNCSV to own controlling share in MCI and is a business
combination under common control
transaction accounted for using the pooling of interest method (Note 5).
Pada tanggal 29 September 2016,
Perusahaan membeli 99,67% saham MNC Digital dengan biaya perolehan Rp 299 juta yang memberikan pengendalian perusahaan atas kebijakan keuangan dan operasi Digital.
On September 29, 2016, the Company acquired 99.67% equity ownership of MNC Digital at acquisition cost of Rp 299 million which provide the Company control over MNC Digital.
Pada tahun 2016, Perusahaan baik langsung maupun tidak langsung melakukan tambahan pembelian dan penjualan kepemilikan sahamnya di MNC dan MNCSV, entitas anak, melalui pasar. Pada tanggal 31 Desember 2016, kepemilikan saham Perusahaan di MNC sebesar 62,66% dan di MNCSV sebesar 86,35%.
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK)
2. ADOPTION OF NEW AND REVISED
STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING
STANDARDS (“PSAK”) AND
INTERPRETATION OF PSAK (“ISAK”)
a. Standar yang berlaku efektif pada tahun
berjalan
a. Standards effective in the current year
Dalam tahun berjalan, Grup telah
menerapkan standar baru, sejumlah
amandemen PSAK yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode
akuntansi yang dimulai pada
1 Januari 2016.
In the current year, the Group has applied a new standard and a number of amendments to PSAK issued by the Financial Accounting Standard Board of the Indonesian Institute of Accountants that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on January 1, 2016.
Penerapan standard dan amandemen berikut tidak memiliki pengaruh signifikan atas pengungkapan atau jumlah yang dicatat di dalam laporan keuangan konsolidasian pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya:
The application of the following standard and amendments to standards have not resulted to material impact to disclosures or on the
Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama •
Amendments to PSAK 15: Investment in Associates and Joint Venture
• Amandemen PSAK 16: Aset Tetap • Amendments to PSAK 16: Property, Plant
and Equipment
• Amandemen PSAK 19: Aset Takberwujud • Amendments to PSAK 19: Intangible
Assets
• Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis • Amendments to PSAK 22: Business
Combination
• Amandemen PSAK 24: Imbalan Kerja • Amendments to PSAK 24: Employee
Benefits • Amandemen PSAK 65: Laporan Keuangan
Konsolidasian •
Amendments to PSAK 65: Consolidated Financial Statements
• Amandemen PSAK 66: Pengaturan
Bersama •
Amendments to PSAK 66: Joint
Arrangements
• Amandemen PSAK 67: Pengungkapan
Kepentingan dalam Entitas •
b. Standar dan interpretasi telah
diterbitkan tapi belum diterapkan
b. Standards and interpretations issued not
yet adopted
Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
Amendments to standard and interpretation effective for periods beginning on or after
Standar dan amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
Standard and amendment to standard effective for periods beginning on or after January 1, 2018, with early application permitted are:
• PSAK 69: Agrikultur
• Amandemen PSAK 16: Aset Tetap
• PSAK 69: Agriculture
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, manajemen sedang
mengevaluasi dampak dari standar,
amandemen, dan interpretasi ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
As of the issuance date of the consolidated financial statements, management is still evaluating the effect of this standard, amendments, and interpretations on the consolidated financial statements.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
The consolidated financial statements of the Group has been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation
Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah biaya historis , kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.
The consolidated financial statements have been prepared on the historical cost basis except for certain properties and financial instruments that are measured at revalued amounts or fair values at the end of each reporting period, as explained in the accounting policies below.
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa.
Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for goods and services.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.
c. Dasar Konsolidasian c. Basis of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasian
menggabungkan laporan keuangan
Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur). Pengendalian tercapai jika Perusahaan memiliki kekuasaan atas
investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities (including structured entities) controlled by the Company and its subsidiaries. Control is achieved where the Company has the power over the investee; is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee; and has the ability to use its power to affect its returns.
Perusahaan menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas investee ketika hak suara
investor cukup untuk memberinya
kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
hak suara Perusahaan cukup untuk
memberikan Perusahaan kekuasaan,
termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak
memiliki, kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya. investee unilaterally. The Company considers all relevant facts and circumstances in assessing whether or not the Company’s voting rights in an investee are sufficient to give it power, including (i) the size of the Company’s holding of voting rights relative to the size and dispersion of holding of the other vote holders; (ii) potential voting rights held by the Company, other vote holders or other parties; (iii) rights arising from other contractual arrangements; and (iv) any additional facts and circumstances that indicate that the Company has, or does not have, the current ability to direct the relevant activities at the time that decisions need to be made, including voting patterns at previous shareholders’ meetings.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan entitas anak.
Consolidation of a subsidiary begins when the Company obtains control over the subsidiary and ceases when the Company loses control of the subsidiary. Specifically, income and expense of a subsidiary acquired or disposed
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan untuk kepentingan
non-pengendali. Perusahaan juga
mengatribusikan total laba komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the owners of the Company and to the non-controlling interest. Total comprehensive income of subsidiaries is attributed to the owners of the Company and the non-controlling interest even if this results in the non-controlling interest having a deficit balance.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
When necessary, adjustment are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies in line with the Group’s accounting policies.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
All intragroup assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.
Perubahan kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian Grup atas entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan dengan pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan / diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak
terdahulu pada tanggal hilangnya
pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam PSAK 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi. the fair value of any retained interest and (ii) the previous carrying amount of the assets (including goodwill), and liabilities of the subsidiary and any non-controlling interest. All amounts previously recognized in other comprehensive income in relation to that subsidiary are accounted for as if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities of the subsidiary (i.e. reclassified to profit or loss or transferred to another category of equity as specified/permitted by applicable accounting standards). The fair value of any investment retained in the former subsidiary at the date when control is lost is regarded as the fair value on initial recognition for subsequent accounting under PSAK 55, Financial Instruments: Recognition and Measurement or, when applicable, the cost on initial recognition of an investment in an associate.
d. Kombinasi Bisnis d. Business Combinations
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Acquisitions of businesses are accounted for using the acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is calculated as the sum of the acquisition-date fair values of the assets transferred by the Group, liabilities incurred by the Group to the former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the Group in exchange for control of the acquiree. Acquisition-related costs are recognized in profit or loss as incurred.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognized at their fair value except for certain assets and liabilities that are measured in accordance with the relevant standards.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak atas bagian proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar transaksi. Kepentingan non-pengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Non-controlling interests that are present ownership interests and entitles their holders to a proportionate share of the entity’s net assets in the event of liquidation may be initially measured either at fair value or at the non-controlling interests’ proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. The choice of measurement basis is made on a transaction-by-transaction basis. Other types of non-controlling interests are measured at fair value or, when applicable, on the basis specified in another accounting standard.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
When the consideration transferred by the Group in a business combination includes assets or liabilities resulting from a contingent consideration arrangement, the contingent consideration is measured at its acquisition-date fair value and included as part of the consideration transferred in a business combination.
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Changes in the fair value of the contingent consideration that qualify as measurement
period adjustments are adjusted
retrospectively, with corresponding adjustments against goodwill. Measurement period adjustments are adjustments that arise from additional information obtained during the measurement period (which cannot exceed one year from the acquisition date) about facts and circumstances that existed at the acquisition date.
Akuntansi berikutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada
bagaimana imbalan kontinjensi
diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur kembali pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan, dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi
The subsequent accounting for changes in the fair value of the contingent consideration that do not qualify as measurement period adjustments depends on how the contingent consideration is classified. Contingent consideration that is classified as equity is not remeasured at subsequent reporting dates and its subsequent settlement is accounted for within equity. Contingent consideration that is classified as an asset or liability is remeasured subsequent to reporting dates at fair value, with changes in fair value recognised in profit or loss.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut dilepas/dijual.