• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata Kuliah Jalan Raya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mata Kuliah Jalan Raya"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

(Juknis, Alokasi Waktu, Sekuen Materi, Silabus, SAP, Model Evaluasi, Materi Perkuliahan)

MATA KULIAH

JALAN RAYA I

Nomor Kode TS 224

Dosen Pengampu

Supratman Agus, Drs, MT

Istiqomah, ST, MT

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

SILABUS MATA KULIAH

1. Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Teknik Jalan Raya 1 Kode Mata Kuliah : TS 224

Semester : Ganjil Bobot SKS : 2 SKS Status Mata Kuliah : Wajib

Sifat Perkuliahaan : Teori dan Praktik

Jumlah pertemuan : 14 kali tatap muka + UTS dan UAS

2. Dosen Pengampu : Supratman Agus, Drs, MT Kode Dosen Pengampu : 0550

Tim Pengajar : Istiqomah, ST; MT

3. Mata Kuliah Prasyarat

1) Ilmu ukur tanah, survai dan Pemetaan 2) Hidrologi

3) Teknik drainase 4) Menggambar Teknik

4. Komponen Penilaian /Evaluasi

a. Kehadiran Perkuliahaan, min 75 % b. Tugas-tugas Parsial

c. Tugas Utama ( Disain) d. UTS dan. UAS

5. Kompetensi dan lingkup Perkuliahaan a. Kompetensi

Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia, maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi : - Memiliki pemahaman konsep teoritis terhadap elemen-elemen disain

Geometrik Jalan raya

- Mampu membuat rencana garis sumbu jalan /trase jalan raya berdasarkan gambar situasi topografi wilayah tertentu menurut ketentuan klasifikasi /spesifikasi jalan raya yang berlaku/ditetapkan.

- Mampu merencana/menghitung elemen-elemen tikungan/belokan jalan raya dan membuat gambar rencana alinyemen horizontal

- Mampu merencana landai jalan dan menghitung elemen-elemen lengkung vertikal jalan raya serta membuat gambar rencana alinyemen vertical

- Mampu menghitung volume galian dan timbunan tanah pada jalur/route rencana geometrik jalan raya yang direncanakan

(3)

b. Lingkup Materi Perkuliahaan

1) Tinjauan historis Jalan raya dan perkembangannya 2) Klasifikasi dan spesifikasi Jalan raya ( rural and urban) 3) Cross section/ typical melintang jalan raya

4) Parameter Perencanaan Geometrik jalan 5) Alinyeman Horizontal

6) Jarak Pandang 7) Alinyeman Vertikal

8) Galian dan timbunan Tanah

6. Deskripsi Mata Kuliah

Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konsep teoritis dan kemampuan merencanakan Geometrik Jalan raya beserta bagian-bagiannya, masing-masing disesuaikan dengan tuntutan serta sifat-sifat lalu lintas untuk memperoleh moda layanan transportasi yang memenuhi syarat aman, nyaman dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan berpedoman pada ketentuan/persyaratan disain yang berlaku. Pemahaman teoritis dan kemampuan merencana Geometrik jalan raya dalam pembelajaran tersebut meliputi :

1) Pemahaman historis pembangunan jalan raya di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga pembangunan jalan raya modern

2) Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang penetapan Klasifikasi/ spesifikasi jalan raya, serta system administrasi pengelolaan dan pelayanan moda transportasi darat di Indonesia.

3) Penampang melintang/ cross Section jalan raya beserta bagian-bagiannya, meliputi dasar perhitungan dan perencanaan Lajur lalu lintas, bahu jalan, saluran samping, talud, median, trotoar, kreb, pengaman samping dan daerah milik jalan. 4) Parameter perencanaan geometric jalan raya, yaitu faktor-faktor yang

mempengaruhi tiap elemen disain geomerik jalan

5) Dasar-dasar Perencanaan dan perhitungan elemen-elemen disain Alinyemen horizontal, jarak pandang henti maupun menyiap, serta saluran samping

6) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan elemen-elemen alinyemen vertical, meliputi perencanaan landai pendakian/penurunan, serta perhitungan grade line lengkung vertical cekung dan cembung

7) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan volume galian dan timbunan tanah

( cut and fill)

7. Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal)

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok, dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah, diskusi, presentasi kelompok dan kunjungan lapangan

8. Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan, meliputi penggunaan OHP, LCD, Flow Chart , prototype/ model

(4)

A. Tugas Parsial. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk

melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber, yaitu berupa :

1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya, baik menurut fungsi, penggolongan, jenis dan kelas jalan, serta klasifikasi topografi

2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan ( Cross Section ) , meliputi lajur lalu lintas, bahu jalan, saluran samping, talud, median, trotoar, kerb dan daerah milik jalan 3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan, meliputi

Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan.

B. Tugas Utama

Tugas ini bertujuan agar mahasiswa mampu membuat perencanaan geometrik jalan raya ( menghitung dan menggambar) yang memenuhi persaratan disain yang berlaku, berdasarkan peta topografi/peta situasi yang telah ditetapkan

10. Sumber Pustaka/ Refrensi

1. American Association of state highway and transportation officials; 1987, Alih bahasa Sutanto, Ir,Msc; Highway Drainage

2. AASHTO,1990; A Policy on Goemetric Design of highway Engineering and streets

3. Clakson H. Oglesby, R. cary Hicks; 1982; Highway Engineering; Fourth Edition ; Jonh Wiley & son’s; Ins

4. Carl F. Meyer, David W. Erikson; 1984; Survey dan Perencanaan Lintas Jalur; Erlangga

5. Direktorat Jendral Bina Marga, Badan Explorasi Survay dan Perencanaan ; 1988; Standar Perencanaan Geometrik untuk jalan Perkotaan

6. Direktorat Jendral Bina Marga, Badan Explorasi Survay dan Perencanaan ; No. 13/1970; Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya

7. Direktorat Jendral Bina Marga, Badan Explorasi Survay dan Perencanaan ; 1990 ; Spesifikasi Standar Perencanaan Geometrik Jalan Raya Luar kota

8. Dewan Standarisasi Nasional; 1994; Tata cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan

9. Dirokterat Jendral Bina Marga, Badan Explorasi Survay dan Perencanaan ; Pedoman cara menghitung Tikungan Jalan Raya

10. Direktorat Jendral Bina Marga, 1990; Bahu dan Drainase Jalan

11. Edward K. Morlok; 19789; Introduction to Transportation Engineering and

Planning; Mc. Graw Hill, Inc

12. F.D Hobbs;1979; Traffic Planing and Engineering; Second Edition; Pengamon Press

13. Laurence I.Hewes; 1960; Highway Engineering ; Modern Asia Edition; John Wiley & sons; New York

(5)

15. Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr. PE; 1996; Highway

Engineering; Mc Graw Hill International Edition

16. Roeslan Diwiryo Ir; Pengantar Teknik Jalan Raya Bagian III: Direktorat Jendral Bina Marga, Badan Explorasi Survay dan Perencanaan ;

17. Russell C. Brinker Paul R Wolf; Alih Bahasa Djoko Walijatun; 1987; Dasar-dasar Pengukuran tanah(Surveying ; Erlangga)

18. Supratman Agus; Bahan Ajar Jalan Raya I, Teknik Sipil FPTK UPI, 2002

Bandung, 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab

Supratman Agus NIP : 130.780.141

(6)

RANCANGAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

(Juknis, Alokasi Waktu, Sekuen Materi, Silabus, SAP, Model Evaluasi, Materi Perkuliahan)

MATA KULIAH

JALAN RAYA II

Kode Mata Kuliah TS 327

Dosen Pengampu

Supratman Agus, Drs, MT

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(7)

SILABUS PERKULIAHAAN

Mata Kuliah : Teknik Jalan Raya II Kode Mata Kuliah : TS 327

Semester : Genap Bobot SKS : 3 SKS Status Mata Kuliah : Wajib

Sifat Perkuliahaan : Teori dan Praktik

Jumlah pertemuan : 14 kali tatap muka + UTS dan UAS

Dosen Pengampu : Supratman Agus, Drs, MT

Dosen/Asisten : Istiqomah, ST, MT

1. Kompetensi dan Lingkup materi Perkuliahaan A. Kompetensi

Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia, maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi :

1) Memiliki pemahaman konseptual tentang sistem pembebanan, karakteristis dan fungsi tiap lapis konstruksi perkerasan jalan raya

2) Memiliki pemahaman konseptual tentang jenis dan system konstruksi jalan konvensional dan Jalan raya modern ( Flexible, Rigid, Overlay)

3) Mampu memahami sifat, karakteristik dan jenis-jenis bahan konstruksi perkerasan jalan raya.

4) Memiliki pemahaman tentang metoda dan dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi perkerasan jalan raya (.( AASHTO, NAASRA, Bina Marga, US Army, Asphal Institute, Road Note 31)

5) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan Lentur ( Flexible Pavemen) 6) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan kaku ( Rigid Pavement) 7) Mampu merencana tebal lapisan overlay jalan raya

8) Mampu mengidentifikasi program pemeliharaan/perawatan konstruksi perkerasan jalan raya

B. Lingkup materi Perkuliahan

1) Kostruksi Jalan konvensional, dan jalan sub standard

2) Sistem Pembebanan dan fungsi struktur lapisan Perkerasan Jalan raya 3) Dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi Perkerasan jalan raya

4) Jenis dan karakteristik bahan serta metoda pengujian mutu material konstruksi perkerasan jalan

5) Sistem dan Perencanaan konstruksi Perkerasan Lentur ( Flexible Pavement) 6) Sistem dan Konstruksi perkerasan Kaku ( Rigid Pavement)

7) Konstruksi perkerasan lapis ulang ( overlay) 8) Pemeliharaan dan perawatan konstruksi jalan raya

(8)

2. Mata Kuliah Prasyarat :

1. Konstruksi Jalan Raya I 2. Mekanika Tanah

3. Hidrologi

4. Praktek Mekanika Tanah 5. Teknik Drainase

3. Komponen Penilaian /Evaluasi

a. Kehadiran Perkuliahaan, min 75 % b. Tugas-tugas Parsial

c. Tugas Utama ( Disain) d. UTS dan. UAS

4. Deskripsi Mata Kuliah

Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konseptual tentang sistem Pembebanan dan fungsi struktur perkerasan Jalan raya, serta kemampuan merencana/menghitung tebal konstruksi Perkerasan jalan konvensional, jalan sub standar dan struktur konstruksi Perkerasan jalan raya system Lentur ( Flexible Pavement), system Tegar/Kaku ( Rigid Pavement) dan system Overlay, yaitu bersangkut paut dengan metoda perhitungan antara lain dari AASHTO, NAASRA, PU Bina Marga, US Army, Asphal Institute dan Road Note 31, masing-masing berdasarkan Peraturan dan ketentuan-ketentuan disain yang berlaku.

Pada konstruksi perkerasan system Lentur daya dukung sub grade adalah merupakan faktor utama dalam perhitungan ketebalan konstruksi selain parameter-parameter penting lainnya, sedangkan pada konstruksi system Rigid faktor kuat lentur tarik beton ( MR) dan modulus reaksi sub grade (k) sangat penentukan. Dan pada system overlay ketebalan lapis ulang dipengaruhi oleh nilai lendutan balik dari kondisi surface yang bersangkutan. Kreteria yang digunakan dalam perencanaan dan perhitungan tebal perkerasan jalan raya adalah, bahwa tebal lapisan konstruksi perkerasan adalah tebal lapisan konstruksi yang paling ekonomis.

5 Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal) 1) Pembelajaran teori

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok, dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah, diskusi, presentasi kelompok dan kunjungan lapangan

2) Pembelajaran Praktik

Pelaksanaan pembelajaran praktik untuk pengujian material konstruksi dilakukan di Laboratorium dengan metoda totorial menggunakan lembaran kerja ( job sheet) sebagai Pedoman kerja parktik bagi mahasiswa

6 Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan, meliputi penggunaan OHP, LCD, Flow Chart , prototype/ model

(9)

7. Asesmen/tugas Perkuliahaan

A. Tugas Parsial. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk

melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber, yaitu berupa :

1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya, baik menurut fungsi, penggolongan, jenis dan kelas jalan, serta klasifikasi topografi

2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan raya ( Cross Section ) , meliputi lajur lalu lintas, bahu jalan ( shoulders), saluran samping/darinase, talud, median, trotoar, kerb dan daerah milik jalan

3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan, meliputi Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan.

B. Tugas Utama

Tugas terstruktur ini adalah dalam bentuk “ Tugas Disain “ sebagai tugas pokok, diberikan bertujuan agar mahasiswa mampu merencana dan menghitung tebal konstruksi Perkerasan Lentur, Perkerasan Beton dan tebal lapisan Overlay jalan raya yang memenuhi ketentuan disain yang berlaku dan sesuai dengan parameter disain yang ditetapkan

8. Sumber Pustaka/ Refrensi

1. AASHTO,1985; AASHTO guide for design of Pavement Structures 2. Asphal Institute, 1883, Asphalt Technologie Construction Practice,

Educational, Series No 1

3. Clakson H. Oglesby, R. cary Hicks; 1982; Highway Engineering; Fourth Edition ; Jonh Wiley & son’s; Ins

4. Djoko Untung Sudarsono; 1979; Berbagai metoda Perhitungan Tebal Lapisan Perkerasan Jalan Fleksibel

5. Djoko Untung Sudarsono, 1979; Konstruksi Jalan Raya

6. DPU Ditjen Bina Marga, 1983; Manual Pemeriksaan Jalan dengan Alat Bengkelmam Beam

7. DPU Ditjen Bina Marga, 1983; Pedoman Penentuan Tebal Perkerasan Jalan Raya Fleksibel dengan metoda Analisa Komponen

8. DPU Ditjen Bina Marga, 1983; Pedoman Perhitungan tebal Konstruksi Perkerasan Kaku.

9. DPU Ditjen Bina Marga, 1983; Petunjuk Pelaksanaan Lapen, Latasir, Buras, Lataston, Lasbutag, Latasbun, Burtu, Latasir, Burda.

10. Edward K. Morlok; 19789; Introduction to Transportation Engineering and

Planning; Mc. Graw Hill, Inc

11. F.D Hobbs;1979; Traffic Planing and Engineering; Second Edition; Pengamon Press

12. J. Rogers Martin and Hugh a Wallace; Asphal Pavement Engineering; Mc Graw Hill book Company

(10)

14. Laurence I.Hewes; 1960; Highway Engineering ; Modern Asia Edition; John Wiley & sons; New York

15. NAASRA; 1980; Intern Guide to the Geometric design of Rural Roads; Sidney 16. Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr. PE; 1996; Highway

Engineering; Mc Graw Hill International Edition;

Bandung, 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab

Supratman Agus NIP : 130.780.141

(11)

SILABUS MATA KULIAH

Mata Kuliah : Teknik Lalu Lintas Nomor Kode : SPL 546

SKS : 2 SKS Semester : 6

Dosen Penanggungjawab : Supratman Agus, Drs. MT

Kompetensi

Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia, maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi

1) Mahasiswa mampu mengidentifikasi fungsi dan karakteristik jalan perkotaan , 2) Mahasiswa mampu merencana geometric pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang

( Interchanges)

3) Mahasiswa mampu merencana simpang jalan tak bersinyal dan simpang bersinyal dengan traffic light ( lampu pengatur lalu lintas ) pada pertemuan jalan sebidang 4) Mahasiswa mampu merencana kebutuhan sarana dan fasilitas parkir ( on-off street

Parking)

5) Mahasiswa mampu mengidentifikasi funsgi/type, sarana dan fasilitas terimal angkutan jalan raya

Mata Kuliah Prasyarat

Komponen Penilaian /Evaluasi

a. Kehadiran Perkuliahaan, min 75 % b. Tugas-tugas Parsial

c. Tugas Utama ( Disain) d. UTS dan. UAS

Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan, meliputi penggunaan OHP, LCD, Flow Chart , prototype/ model

Pokok Kajian

1) Klasifikasi dan spesifikasi fungsional jaringan jalan jalan perkotaan 2) Geometrik pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang ( Interching) 3) Simpang jalan tak bersinyal ( tanpa traffic light)

4) Simpang jalan bersinyal ( dengan traffic light) 5) Pertemuan jalan tidak sebidang ( Intershanges) 6) Perencanaan Parkir ( Parking)

(12)

01 Jalan Perkotaan. (Menurut UU Nomor 26 tahun 85 )

1. Klasifikasi spesifikasi fungsional jaringan jalan 2. Klasifikasi , Spesifikasi dan karakteristuk

perencanaan jalan perkotaan 02 Goemetrik pertemuan

jalan sebidang

1. Tujuan dan parameter perencanaan

2. Macam/jenis simpang sebidang berdasarkan jumlah cabang

3. Jenis konflik dan pergerakan lalu lintas

4. Bagian dan kelengkapan Crossection geometrik jalan sebidang ( Marka, Traffic Island, Trotoar, Median dll )

03 Perencanaan Geometrik simpang sebidang tak sinyal

1. Perencanaan Alinyemen Horizontal ( Lajur lalu lintas, lajur perlambatan/percepatan, Tapers, lajur tambahan belok kiri/kanan )

2. Perencanaan jari-jari lengkung belok kiri dengan dan tanpa jalur pemisah

3. Perencanaan Bundaran dan jalinan simpang 4. Jarak pandang horizontal

04 Simpang jalan bersinyal

1. Maksud dan tujuan perencanaan, manfaat dan fungsi traffic

2. Sistem pengaturan sinyal ( Eropa, Amerka) 3. Traffic responsisive system )

4. Traffic actuated controller system ) 5. Traffic Fixed time system)

6. Macam-macam Metode Perhitungan/perencanaan 7. Perencanaan/perhitungan jalan bersinyal (

Pangaturan Fase, waktu siklus, waktu tunda/delay, diagram Fase)

8. Perhitungan derajat kejenuhan dan antrian 05 Pertemuan jalan

tidak sebidang ( Intershanges)

1. Maksud dan tujuan perencanaan

2. Jenis/model interching (Bentuk-bentuk Interching freeway, Full Directional )

3. Bagian pertemuan jalan tak sbidang ( Ramps on-off) 4. Perhitungan dan perencanaan Interchinges ( Model

freeway)

06 Parkir ( Parking) 1. Pengertian, maksud-tujuan

2. Sarana dan fasilitas parker ( on-off street Parking) 3. Survey dan Analisis kebutuhan sarana Parkir (

Persaratan dan kebutuhan ruang, jenis-jenis motede survey parkir )

4. Perhitungan Durasi, turn off dan Pencanaan lay out parking

07 Terminal angkutan jalan raya

1. Klasifikasi, fungsi dan type terminal 2. Saranan dan Fasilitas terminal

(13)

Referensi

Clarkson H. Oglesby; R. Gary Hicks. 1982. Highway Engineering. New York. Fourth Edition; John Wiley & Sons

C.Jotin Khisty, B. Kent Lall. 1998, Transportation Engineering. Second Edition. New Jersey. Prentice Hall, Englewood Cliffs

Departemen Perhubungan RI. 1993. Undang-undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan

dan Peraturan Pelaksanaannya. Jakarta: Rineka Cipta .

Directorate of Urban Road Development. 1997. Indonesia Highway Capacity Manual. Jakarta: Directorate General Bina Marga.

Direktorat Bina Marga sistem Prasarana. 1987. Pedoman Teknis Pembangunan Terminal

Angkutan Jalan raya dalam kota dan antar kota. Jakarta. Direktorat

Jenderal Perhubungan Darat.

F.D Hobbs. 1995. Perencanaan dan Teknik Lalu lintas.Yogyakarta. Gajahmada University Press

Iskandar Abubakar. 1995. Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang Tertib. Jakarta, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

James L. Pline. 1992. Traffic Engineering Handbook, Fourth Edition. New Jersey, Insitute of Transportation Engineerings

Morlok, E,K. 1985. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga

Departemen Pekerjaan Umum.. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI) . Jakarta, Direktorat Jendral Bina Marga

Departemen Perhubungan RI.. 2001. Reformasi Perhubungan Dalam Rangka

Pelaksanaan Otonomi Daerah., Jakarta

Paracostas, C,S. 1985. Fundamentals of Transportation Engineering. New Jersey: Prentice-hal, Inc.

William R.McShc. Rober P.Roess. 1990. Traffic Engineering New Jersey. Prentice Hall, Englewood Cliffs

Bandung, 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan ini mengacu pada Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota 1997, Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen dan

Data CBR, diperoleh dari Balai Kementrian Pelaksanaan Jalan raya Nasional 8 Jawa Timur, untuk menentukan tebal perkerasan pada pelebaran jalan. Data LHR,

Perencanaan perkerasan jalan desa 1 jalur 2 arah untuk umur rencana 20 tahun mengacu pada Manual Perencanaan Perkerasan Jalan Raya (No.02 / M / BM / 2013) menghasilkan

JAM SENIN RABU RABU 07.30-10.00 Perencanaan Perkerasan Jalan Transportasi Massal Studi Kelayakan dan Finansial Proyek 10.20-12.00 Struktur Jembatan Struktur Jembatan. 13.30-15.30

Hasil Pengukuran Seismik Refraksi Dari korelasi hasil pengolahan data seismik dengan lokasi 6 (enam) perkerasan jalan terlihat untuk ruas jalan raya Babat- Bojonegoro (km

Dengan mengetahui sistem pembebanan jaringan jalan dari jaringan jalan raya yang ada di Jawa Tengah dari bangkitan pergerakan produksi komoditas hasil -

perkerasan lentur dengan metode Bina Marga 2013 pada jalan raya Baluran KM 248 – 250 Kabupaten Situbondoc. Mengevaluasi geometrik jalan raya Baluran KM 248 – 250

Dokumen ini membahas tentang analisis pengaruh pembangunan jalan paralel dengan Sungai Raya di Kota Pontianak menggunakan perkerasan