ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM MUSKULOSKELETAL
ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM MUSKULOSKELETAL
PADA LANSIA
PADA LANSIA
OSTEOARTHRITIS
OSTEOARTHRITIS
Anggota Kelompok:
Anggota Kelompok:
Absen 10
Absen 10
–
–
18
18
PRODI D III
PRODI D III KEPERAWA
KEPERAWATAN NON REGULER
TAN NON REGULER
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
2013
2013
ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM MUSKULOSKELETAL ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM MUSKULOSKELETAL
PADA LANSIA PADA LANSIA
A.
A. PengertianPengertian
1.
1. Osteoartritis atau yang disebut juga dengan penyakit sendi degenerative atau arthritisOsteoartritis atau yang disebut juga dengan penyakit sendi degenerative atau arthritis
hipertropi merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang hipertropi merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan
lambat dan berhubungan dengan usia lanjut (Mansjoer Arif, 2001).dengan usia lanjut (Mansjoer Arif, 2001).
2.
2. Osteoartritis yang dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoartrosisOsteoartritis yang dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoartrosis
(sekalipun terdapat inflamasi) merupakan kelainan sendi yang paling sering (sekalipun terdapat inflamasi) merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan (disabilitas). (Smeltzer , C ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan (disabilitas). (Smeltzer , C Suzanne, 2002 hal 1087).
Suzanne, 2002 hal 1087).
3.
3. Osteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yangOsteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yang
menduduki urutan pertama dan akan meningkat dengan meningkatnya usia, penyakit menduduki urutan pertama dan akan meningkat dengan meningkatnya usia, penyakit ini jarang ditemui pada usia di bawah 46 tahun tetapi lebih sering dijumpai pada usia ini jarang ditemui pada usia di bawah 46 tahun tetapi lebih sering dijumpai pada usia di atas 60 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan di atas 60 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan frekuensi (Long C Barbara, 1996).
frekuensi (Long C Barbara, 1996).
B.
B. JenisJenis
Ada dua macam Osteoarthritis : Ada dua macam Osteoarthritis :
1.
1. Osteoarthritis Primer Osteoarthritis Primer
Di alami setelah usia 45 tahun, sebagai akibat dari proses penuaan alami, tidak Di alami setelah usia 45 tahun, sebagai akibat dari proses penuaan alami, tidak diketahui penyebab pastinya, menyerang secara perlahan tapi progresif dan dapat diketahui penyebab pastinya, menyerang secara perlahan tapi progresif dan dapat mengenai lebih dari satu persendian. Biasanya menyerang sendi yang mengenai lebih dari satu persendian. Biasanya menyerang sendi yang
menanggung berat badan seperti lutut dan panggul, bisa juga menyerang menanggung berat badan seperti lutut dan panggul, bisa juga menyerang punggung, leher, dan jari-jari.
punggung, leher, dan jari-jari. 2.
2. Osteoarthritis Sekunder Osteoarthritis Sekunder
Di alami sebelum usia 45 tahun, biasanya disebabkan oleh trauma (instabilitas) Di alami sebelum usia 45 tahun, biasanya disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar) akibat sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi. Penyebab tidak sejajar) akibat sendi yang longgar dan pembedahan pada sendi. Penyebab lainnya adalah faktor genetik dan penyakit metabolic (alatfitness.wordpress.com, lainnya adalah faktor genetik dan penyakit metabolic (alatfitness.wordpress.com, 2010).
2010).
C.
C. EtiologiEtiologi
Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang
Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang
diketahui berhubungan dengan penyakit ini
diketahui berhubungan dengan penyakit inimenurut Mansjoer Arif, 2001menurut Mansjoer Arif, 2001 antara lain;antara lain;
1.
1. Usia lebih dari 40 tahunUsia lebih dari 40 tahun
Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah
Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah
yang terkuat. Akan tetapi perlu diingat bahwa osteoartritis bukan akibat penuaan
yang terkuat. Akan tetapi perlu diingat bahwa osteoartritis bukan akibat penuaan
saja. Perubahan tulang rawan sendi pada penuaan berbeda dengan perubahan pada
saja. Perubahan tulang rawan sendi pada penuaan berbeda dengan perubahan pada
osteoartritis.
osteoartritis.
2.
2. Jenis kelamin wanita lebih seringJenis kelamin wanita lebih sering
Wanita lebih sering terkena osteosrtritis lutut dan sendi. Sedangkan laki-laki lebih
Wanita lebih sering terkena osteosrtritis lutut dan sendi. Sedangkan laki-laki lebih
sering terkena osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara
sering terkena osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara
keseluruhan, dibawah 45 tahun, frekuensi osteoartritis kurang lebih sama antara
keseluruhan, dibawah 45 tahun, frekuensi osteoartritis kurang lebih sama antara
pada
frekuensi osteoartritis lebih banyak pada wanita daripada pria. Hal ini
frekuensi osteoartritis lebih banyak pada wanita daripada pria. Hal ini
menunjukkan adanya peran
menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.hormonal pada patogenesis osteoartritis.
3.
3. Suku bangsaSuku bangsa
Nampak perbedaan
Nampak perbedaan prevalensi osteoartritis pada prevalensi osteoartritis pada masing-masing suku bmasing-masing suku bangsa. Halangsa. Hal
ini mungkin berkaitan dengan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada
ini mungkin berkaitan dengan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada
frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan tulang.
frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan tulang.
4. Genetik
4. Genetik
5.
5. Kegemukan Kegemukan dan dan penyakit penyakit metabolik metabolik
Berat badan yang berlebih, nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk
Berat badan yang berlebih, nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk
timbulnya osteoartritis, baik pada wanita maupun pria. Kegemukan ternyata tidak
timbulnya osteoartritis, baik pada wanita maupun pria. Kegemukan ternyata tidak
hanya berkaitan dengan oateoartritis pada sendi yang menanggung beban
hanya berkaitan dengan oateoartritis pada sendi yang menanggung beban
berlebihan,
berlebihan, tapi tapi juga juga dengan dengan osteoartritis osteoartritis sendi sendi lain lain (tangan (tangan atau atau sternoklavikula).sternoklavikula).
Olehkarena itu disamping faktor mekanis yang berperan (karena meningkatnya
Olehkarena itu disamping faktor mekanis yang berperan (karena meningkatnya
beban
beban mekanis), mekanis), diduga diduga terdapat terdapat faktor faktor lain lain (metabolit) (metabolit) yang yang berpperan berpperan padapada
timbulnya kaitan tersebut.
timbulnya kaitan tersebut.
6.
6. Cedera Cedera sendi, sendi, pekerjaan pekerjaan dan dan olahragaolahraga
Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus berkaitan
Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus berkaitan
dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Olahraga yang sering
dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Olahraga yang sering
menimbulkan cedera sendi yang berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih
menimbulkan cedera sendi yang berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih
tinggi.
tinggi.
7.
7. Kelainan Kelainan pertumbuhanpertumbuhan
Kelainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya
Kelainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya
oateoartritis paha pada usia muda.
8.
8. Kepadatan Kepadatan tulangtulang
Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya
Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya
osteoartritis. Hal ini mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras) tidak
osteoartritis. Hal ini mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras) tidak
membantu mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang rawan sendi.
membantu mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang rawan sendi.
Akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah robek.
Akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah robek.
D.
D. Manifestasi Klinik Manifestasi Klinik
Menurut Mansjoer Arif, 2001 g
Menurut Mansjoer Arif, 2001 gejala utama dari osteoartritis adalah adanya nyeri padaejala utama dari osteoartritis adalah adanya nyeri pada
sendi yang terkena, terutama waktu bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan.
sendi yang terkena, terutama waktu bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan.
Mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat.
Mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat.
Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi dan
Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi dan
perubahan gaya jalan. Lebih lanjut lagi terdapat pembesaran sendi dan krepitasi.
perubahan gaya jalan. Lebih lanjut lagi terdapat pembesaran sendi dan krepitasi.
Tanda-tanda peradangan pada sendi tidak menonjol dan timbul belakangan, mungkin
Tanda-tanda peradangan pada sendi tidak menonjol dan timbul belakangan, mungkin
dijumpai karena adanya sinovitis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat
dijumpai karena adanya sinovitis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat
yang merata dan warna kemerahan, antara lain;
yang merata dan warna kemerahan, antara lain;
1.
1. Nyeri sendi Nyeri sendi
Keluhan ini merupakan keluhan utama. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan
Keluhan ini merupakan keluhan utama. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan
dan sedikit berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu kadang-kadang
dan sedikit berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu kadang-kadang
menimbulkan rasa nyeri yang lebih dibandingkan gerakan yang lain.
menimbulkan rasa nyeri yang lebih dibandingkan gerakan yang lain.
2.
2. Hambatan gerakan sendiHambatan gerakan sendi
Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan dengan
Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan dengan
bertambahnya rasa nyeri.
bertambahnya rasa nyeri.
3.
Pada beberapa pasien, nyeri sendi yang timbul setelah immobilisasi, seperti duduk
Pada beberapa pasien, nyeri sendi yang timbul setelah immobilisasi, seperti duduk
dari kursi atau setelah bangun dari tidur.
dari kursi atau setelah bangun dari tidur.
4.
4. KrepitasiKrepitasi
Rasa gemeretak (kadang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.
Rasa gemeretak (kadang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.
5.
5. Pembesaran sendi (deformitas)Pembesaran sendi (deformitas)
Pasien mungkin menunjukkan bahwa salah satu sendinya (lutut atau tangan yang
Pasien mungkin menunjukkan bahwa salah satu sendinya (lutut atau tangan yang
paling sering) secara perlahan-lahan membesar.
paling sering) secara perlahan-lahan membesar.
6.
6. Perubahan gaya berjalanPerubahan gaya berjalan
Hampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul
Hampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul
berkembang
berkembang menjadi menjadi pincang. pincang. Gangguan Gangguan berjalan berjalan dan dan gangguan gangguan fungsi fungsi sendi sendi yangyang
lain merupakan ancaman yang besar untuk kemandirian pasien yang umumnya tua
lain merupakan ancaman yang besar untuk kemandirian pasien yang umumnya tua
(lansia).
(lansia).
E.
E. PatofisiologiPatofisiologi
Akibat peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang Akibat peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi (proteoglikan dan kolagen) terjadi kerusakan fokal tulang rawan sendi secara rawan sendi (proteoglikan dan kolagen) terjadi kerusakan fokal tulang rawan sendi secara progresif dan pembentukan tulang baru pada dasar lesi tulang rawan sendi
progresif dan pembentukan tulang baru pada dasar lesi tulang rawan sendi serta tepi sendiserta tepi sendi (osteofit). Osteofit terbentuk sebagai suatu proses kebaikan untuk membentuk kembali (osteofit). Osteofit terbentuk sebagai suatu proses kebaikan untuk membentuk kembali persendian,
persendian, sehingga sehingga dipandang dipandang sebagai sebagai kegagalan kegagalan sendi sendi yang yang progresif progresif (Mansjoer (Mansjoer Arif,Arif, 2001).
F.
F. PathwayPathway
Etiologi Etiologi
Kerusakan fokal tulang rawan Kerusakan fokal tulang rawan
pembentukan tulang baru pada sendi yang progresif pembentukan tulang baru pada sendi yang progresif
tulang rawan, sendi dan tepi sendi tulang rawan, sendi dan tepi sendi
Perubahan metabolisme tulang Perubahan metabolisme tulang
Peningkatan aktivitas enzim yang merusak Peningkatan aktivitas enzim yang merusak makro molekul matriks tulang rawan sendi makro molekul matriks tulang rawan sendi
Penurunan kadar proteoglikan Penurunan kadar proteoglikan
Berkurangnya kadar proteoglikan Berkurangnya kadar proteoglikan
Perubahan sifat sifat kolagen Perubahan sifat sifat kolagen
Berkurangnya kadar air tulang rawan sendi Berkurangnya kadar air tulang rawan sendi
Permukaan tulang rawan sendi terbelah pecah dengan robekan Permukaan tulang rawan sendi terbelah pecah dengan robekan
Timbul laserasi Timbul laserasi
OSTEOARTRITIS OSTEOARTRITIS
G.
G. PenatalaksanaanPenatalaksanaan 1.
1. MedikamentosaMedikamentosa
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik. Obat
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik. Obat
antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi
antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi
peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis.
peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis.
a.
a. Analgesic yang dapat dipakai adalah asetaminofen dosis 2,6-4 gr/hari atauAnalgesic yang dapat dipakai adalah asetaminofen dosis 2,6-4 gr/hari atau
propoksifen
propoksifen HCl. HCl. Asam Asam salisilat salisilat juga juga cukup cukup efektif efektif namun namun perhatikan perhatikan efek efek
samping pada saluran cerna dan ginjal.
samping pada saluran cerna dan ginjal.
b.
b. Jika tidak berpengaruh atau jika terdapat tanda peradangan, maka OAINS sepertiJika tidak berpengaruh atau jika terdapat tanda peradangan, maka OAINS seperti
fenofropin, piroksikam, ibuprofen, dan sebagainya dapat digunakan. Dosis untuk
fenofropin, piroksikam, ibuprofen, dan sebagainya dapat digunakan. Dosis untuk
osteoarthritis biasanya ½- 1/3 dosis penuh untuk arthritis rheumatoid. Karena
osteoarthritis biasanya ½- 1/3 dosis penuh untuk arthritis rheumatoid. Karena
pemakaian biasanya untuk jangka panjang, efek samping utama ad
pemakaian biasanya untuk jangka panjang, efek samping utama adalah gangguanalah gangguan
mukosa lambung dan gangguan faal ginjal.
mukosa lambung dan gangguan faal ginjal.
2.
2. Perlindungan sendi dengan koreksi postur tubuh yang buruk, penyangga untuk Perlindungan sendi dengan koreksi postur tubuh yang buruk, penyangga untuk
lordosis lumbal, menghindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit dan
lordosis lumbal, menghindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit dan
pemakaian alat-alat untuk meringankan kerja sendi.
pemakaian alat-alat untuk meringankan kerja sendi.
3.
3. Diet untuk menurunkan berat badan.Diet untuk menurunkan berat badan.
4.
4. Dukungan psikososial.Dukungan psikososial.
5.
5. Persoalan seksual, terutama pada pasien dengan osteoarthritis di tulang belakang.Persoalan seksual, terutama pada pasien dengan osteoarthritis di tulang belakang.
6.
6. Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin, serta program latihan yang tepat.Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin, serta program latihan yang tepat.
7.
7. Operasi dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan sendi yang nyata denganOperasi dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan sendi yang nyata dengan
nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi
H.
H. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Diagnostik
1.
1. Tes serologiTes serologi
a.
a. Sedimentasi eritrosit meningkatSedimentasi eritrosit meningkat b.
b. Darah, bisa terjadi anemia dan leukositosisDarah, bisa terjadi anemia dan leukositosis c.
c. Rhematoid faktor, terjadi 50-90% penderitaRhematoid faktor, terjadi 50-90% penderita
2.
2. Pemerikasaan radiologiPemerikasaan radiologi
a.
a. Periartricular osteoporosis, permulaan persendian erosiPeriartricular osteoporosis, permulaan persendian erosi b.
b. Kelanjutan penyakit: ruang sendi menyempit, sub luksasi dan ankilosisKelanjutan penyakit: ruang sendi menyempit, sub luksasi dan ankilosis
3.
3. Aspirasi sendiAspirasi sendi
Cairan sinovial menunjukkan adanya proses radang aseptik, cairan dari sendi dikultur Cairan sinovial menunjukkan adanya proses radang aseptik, cairan dari sendi dikultur dan bisa diperiksa secara makroskopik (Mansjoer Arif, 2001).
dan bisa diperiksa secara makroskopik (Mansjoer Arif, 2001).
I.
I. PrognosisPrognosis
Umumnya baik. Sebagian besar nyeri dapat diatasi dengan obat-obatan konservatif.
Umumnya baik. Sebagian besar nyeri dapat diatasi dengan obat-obatan konservatif.
Hanya kasus-kasus berat yang memerlukan operasi
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
http://alatfitness.wordpress.com/2010/01/23/definisi-osteoarthritis/.
http://alatfitness.wordpress.com/2010/01/23/definisi-osteoarthritis/. (online). Diakses tanggal 16(online). Diakses tanggal 16 Oktober 2013.
Oktober 2013.
Long C Barbara,
Long C Barbara, Perawatan Perawatan Medikal Medikal Bedah Bedah (Suatu (Suatu pendekatan pendekatan proses proses KeperawatanKeperawatan), Yayasan), Yayasan Ikatan alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, Bandung, 1996.
Ikatan alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, Bandung, 1996.
Mansjoer, Arief. 2001.
Mansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1. Jakarta: FKUI.Edisi 3 Jilid 1. Jakarta: FKUI.
Smeltzer
Smeltzer C. C. Suzannne, Suzannne, (2002 (2002 ),), Buku Buku Ajar Ajar Keperawatan Keperawatan Medikal Medikal Bedah,Bedah, Alih Bahasa AndryAlih Bahasa Andry Hartono, dkk., Jakarta, EGC.
J.
J. Proses KeperawatanProses Keperawatan
1.
1. PengkajianPengkajian
a.
a. Aktivitas / istirahatAktivitas / istirahat
Gejala: Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stress pada Gejala: Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stress pada sendi : kekakuan pada pagi hari dan keletihan
sendi : kekakuan pada pagi hari dan keletihan
Tanda: Malaise. Keterbatasan rentang gerak ; atrofi otot, kulit : kontraktur atau Tanda: Malaise. Keterbatasan rentang gerak ; atrofi otot, kulit : kontraktur atau kelainan pada sendi dan otot.
kelainan pada sendi dan otot. b.
b. Kardiovaskuler Kardiovaskuler
Gejala : Jantung cepat, tekanan darah menurun Gejala : Jantung cepat, tekanan darah menurun c.
c. Integritas egoIntegritas ego
Gejala: Faktor-faktor stress akut atau kronis : Misalnya finansial, pekerjaan, Gejala: Faktor-faktor stress akut atau kronis : Misalnya finansial, pekerjaan, ketidakmampuan, keputusasaan dan ketidak berdayaan, ancaman pada konsep ketidakmampuan, keputusasaan dan ketidak berdayaan, ancaman pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi misalnya ketergantungan pada
diri, citra tubuh, identitas pribadi misalnya ketergantungan pada orang lain.orang lain. d.
d. Makanan / cairanMakanan / cairan
Gejala: Ketidakmampuan untuk menghasilkan/ mengkonsumsi makanan/ Gejala: Ketidakmampuan untuk menghasilkan/ mengkonsumsi makanan/ cairan adekuat : mual, anoreksia, Kesulitan untuk mengunyah
cairan adekuat : mual, anoreksia, Kesulitan untuk mengunyah Tanda: Penurunan berat badan, kekeringan pada membran mukosa Tanda: Penurunan berat badan, kekeringan pada membran mukosa e.
e. HygieneHygiene
Gejala: berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas pribadi, Gejala: berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas pribadi, ketergantungan pada orang lain
ketergantungan pada orang lain f.
f. Neurosensori Neurosensori
Gejala: kebas/kesemutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari Gejala: kebas/kesemutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan
Tanda: Pembengkakan sendi Tanda: Pembengkakan sendi g.
g. Nyeri / kenyamanan Nyeri / kenyamanan
Gejala: fase akut dari nyeri, terasa nyeri kronis dan kekakuan Gejala: fase akut dari nyeri, terasa nyeri kronis dan kekakuan h.
h. KeamananKeamanan
Gejala: Kesulitan dalam menangani tugas/pemeliharaan rumah tangga Gejala: Kesulitan dalam menangani tugas/pemeliharaan rumah tangga Kekeringan pada mata dan membran mukosa
Kekeringan pada mata dan membran mukosa i.
i. Interaksi sosialInteraksi sosial
Gejala: kerusakan interaksi dan keluarga / oran
Gejala: kerusakan interaksi dan keluarga / orang lsin : perubahan peran: isolasig lsin : perubahan peran: isolasi
2.
2. Diagnose keperawatanDiagnose keperawatan
a.
a. Nyeri berhubungan dengan penurunan fungsi tulang Nyeri berhubungan dengan penurunan fungsi tulang b.
b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan perubahan ototIntoleransi aktivitas berhubungan dengan perubahan otot c.
c. Resiko cedera berhubungan dengan penurunan fungsi tulangResiko cedera berhubungan dengan penurunan fungsi tulang d.
d. Perubahan pola tidur berhubungan dengan nyeriPerubahan pola tidur berhubungan dengan nyeri e.
e. Deficit perawatan diri berhubungan dengan nyeriDeficit perawatan diri berhubungan dengan nyeri f.
f. Gangguan citra tubuh / perubahan penampilan peran berhubungan denganGangguan citra tubuh / perubahan penampilan peran berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan tugas
3.
3. IntervensiIntervensi
Diagnosa 1 : Nyeri b.d penurunan fungsi tulang Diagnosa 1 : Nyeri b.d penurunan fungsi tulang Kriteria Hasil : Nyeri hilang atau terkontrol Kriteria Hasil : Nyeri hilang atau terkontrol
INTERVENSI
INTERVENSI RASIONALRASIONAL
a.
a. Kaji keluhan nyeri, catat lokasiKaji keluhan nyeri, catat lokasi dan intensitas (skala 0
dan intensitas (skala 0
–
–
10).10). Catat faktor-faktor yang Catat faktor-faktor yangmempercepat dan tanda-tanda mempercepat dan tanda-tanda rasa sakit non verbal
rasa sakit non verbal b.
b. Berikan matras atau kasur keras,Berikan matras atau kasur keras, bantal kecil. Tinggikan linen bantal kecil. Tinggikan linen tempat tidur sesuai kebutuhan tempat tidur sesuai kebutuhan c.
c. Biarkan pasien mengambilBiarkan pasien mengambil posisi yang nyaman pada waktu posisi yang nyaman pada waktu
tidur atau duduk di kursi. tidur atau duduk di kursi. Tingkatkan istirahat di tempat Tingkatkan istirahat di tempat tidur sesuai indikasi
tidur sesuai indikasi d.
d. Dorong untuk sering mengubahDorong untuk sering mengubah posisi. Bantu pasien untuk posisi. Bantu pasien untuk bergerak di tempat tidur, sokong bergerak di tempat tidur, sokong
sendi yang sakit di atas dan di sendi yang sakit di atas dan di bawah, hindari gerakan yang bawah, hindari gerakan yang
menyentak menyentak e.
e. Anjurkan pasien untuk mandiAnjurkan pasien untuk mandi air hangat atau mandi pancuran air hangat atau mandi pancuran pada waktu bangun. Sediakan pada waktu bangun. Sediakan
waslap hangat untuk waslap hangat untuk
mengompres sendi-sendi yang mengompres sendi-sendi yang sakit beberapa kali sehari. sakit beberapa kali sehari. Pantau suhu air kompres, air Pantau suhu air kompres, air mandi
mandi f.
f. Berikan masase yang lembutBerikan masase yang lembut g.
g. Beri obat sebelum aktivitas atauBeri obat sebelum aktivitas atau latihan yang direncanakan latihan yang direncanakan sesuai petunjuk seperti asetil sesuai petunjuk seperti asetil salisilat.
salisilat.
a.
a. Membantu dalam menentukanMembantu dalam menentukan kebutuhan managemen nyeri dan kebutuhan managemen nyeri dan keefektifan program.
keefektifan program. b.
b. Matras yang lembut/empuk,Matras yang lembut/empuk, bantal yang besar akan mencegah bantal yang besar akan mencegah pemeliharaan kesejajaran tubuh pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat, menempatkan setres yang tepat, menempatkan setres pada sendi yang sakit.
pada sendi yang sakit.
Peninggian linen tempat tidur Peninggian linen tempat tidur menurunkan tekanan pada sendi menurunkan tekanan pada sendi yang terinflamasi / nyeri
yang terinflamasi / nyeri c.
c. Pada penyakit berat, tirah baringPada penyakit berat, tirah baring mungkin diperlukan untuk mungkin diperlukan untuk membatasi nyeri atau cedera membatasi nyeri atau cedera sendi.
sendi. d.
d. Mencegah terjadinya kelelahanMencegah terjadinya kelelahan umum dan kekakuan sendi. umum dan kekakuan sendi. Menstabilkan sendi, mengurangi Menstabilkan sendi, mengurangi gerakan/rasa sakit pada sendi gerakan/rasa sakit pada sendi e.
e. Panas meningkatkan relaksasiPanas meningkatkan relaksasi otot dan mobilitas, menurunkan otot dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan melepaskan
rasa sakit dan melepaskan kekakuan di pagi hari. kekakuan di pagi hari.
Sensitifitas pada panas dapat Sensitifitas pada panas dapat dihilangkan dan luka dermal dihilangkan dan luka dermal dapat disembuhkan dapat disembuhkan f. f. MeningkatkanMeningkatkan elaksasi/mengurangi tegangan elaksasi/mengurangi tegangan otot otot g.
g. Meningkatkan relaksasi,Meningkatkan relaksasi, mengurangi tegangan otot, mengurangi tegangan otot, memudahkan untuk ikut serta memudahkan untuk ikut serta dalam terapi
Diagnosa 2
Diagnosa 2 : : Intoleransi aktiIntoleransi aktivitas b.d vitas b.d perubahan ototperubahan otot
Kriteria Hasil : Pasien mampu berpartisipasi pada aktivitas pada aktivitas yang Kriteria Hasil : Pasien mampu berpartisipasi pada aktivitas pada aktivitas yang diinginkan
diinginkan
INTERVENSI
INTERVENSI RASIONALRASIONAL
a.
a. Pertahankan istirahat tirahPertahankan istirahat tirah baring/duduk jika diperlukan. baring/duduk jika diperlukan. b.
b. Bantu bergerak dengan bantuanBantu bergerak dengan bantuan seminimal mungkin.
seminimal mungkin. c.
c. Dorong klien mempertahankanDorong klien mempertahankan postur tegak, duduk tinggi, berdiri postur tegak, duduk tinggi, berdiri
dan berjalan. dan berjalan. d.
d. Berikan lingkungan yang amanBerikan lingkungan yang aman dan menganjurkan untuk
dan menganjurkan untuk menggunakan alat bantu. menggunakan alat bantu. e.
e. Berikan obat-obatan sesuaiBerikan obat-obatan sesuai indikasi seperti steroid. indikasi seperti steroid.
a.
a. Untuk mencegah kelelahan danUntuk mencegah kelelahan dan mempertahankan kekuatan. mempertahankan kekuatan. b.
b. Meningkatkan fungsi sendi,Meningkatkan fungsi sendi, kekuatan otot dan stamina kekuatan otot dan stamina umum.
umum. c.
c. Memaksimalkan fungsi sendiMemaksimalkan fungsi sendi dan mempertahankan mobilitas. dan mempertahankan mobilitas. d.
d. Menghindari cedera akibatMenghindari cedera akibat kecelakaan seperti jatuh. kecelakaan seperti jatuh. e.
e. Untuk menekan inflamasiUntuk menekan inflamasi sistemik akut.
sistemik akut.
Diagnosa 3 : Risiko cedera b.d penurunan fungsi tulang Diagnosa 3 : Risiko cedera b.d penurunan fungsi tulang
Kriteria Hasil : Pasien dapat mempertahankan keselamatan fisik Kriteria Hasil : Pasien dapat mempertahankan keselamatan fisik
INTERVENSI
INTERVENSI RASIONALRASIONAL
a.
a. Kendalikan lingkungan dengan :Kendalikan lingkungan dengan : Menyingkirkan bahaya yang Menyingkirkan bahaya yang tampak jelas, mengurangi tampak jelas, mengurangi potensial cedera akibat jatuh potensial cedera akibat jatuh
ketika tidur misalnya ketika tidur misalnya
menggunakan penyanggah tempat menggunakan penyanggah tempat tidur, usahakan posisi tempat tidur tidur, usahakan posisi tempat tidur rendah, gunakan pencahayaan rendah, gunakan pencahayaan malam
malam b.
b. Pantau regimen medikasiPantau regimen medikasi c.
c. Izinkan kemandirian danIzinkan kemandirian dan kebebasan maksimum dengan kebebasan maksimum dengan memberikan kebebasan dalam memberikan kebebasan dalam
a.
a. Lingkungan yang bebas bahayaLingkungan yang bebas bahaya akan mengurangi resiko cedera akan mengurangi resiko cedera dan membebaskan keluarga dari dan membebaskan keluarga dari kekhawatiran yang konstan. kekhawatiran yang konstan. b.
b. Hal ini akan memberikanHal ini akan memberikan pasien merasa otonomi, restrain pasien merasa otonomi, restrain
dapat meningkatkan agitasi, dapat meningkatkan agitasi, mengegetkan pasien akan mengegetkan pasien akan meningkatkan ansietas. meningkatkan ansietas.
lingkungan yang aman, hindari lingkungan yang aman, hindari penggunaan restrain, ketika pasien penggunaan restrain, ketika pasien
melamun alihkan perhatiannya melamun alihkan perhatiannya ketimbang mengagetkannya. ketimbang mengagetkannya.
Diagnose 4 : Perubahan pola tidur b.d nyeri Diagnose 4 : Perubahan pola tidur b.d nyeri
Criteria Hasil : Pasien dapat memenuhi kebutuhan istirahat atau tidur Criteria Hasil : Pasien dapat memenuhi kebutuhan istirahat atau tidur
INTERVENSI
INTERVENSI RASIONALRASIONAL
a.
a. Tentukan kebiasaan tidur Tentukan kebiasaan tidur biasanya dan biasanya dan biasanya dan biasanya dan perubahan yang terjadi. perubahan yang terjadi. b.
b. Berikan tempat tidur yangBerikan tempat tidur yang nyaman
nyaman c.
c. Buat rutinitas tidur baru yangBuat rutinitas tidur baru yang dimasukkan dalam pola lama dan dimasukkan dalam pola lama dan lingkungan baru
lingkungan baru d.
d. Instruksikan tindakan relaksasiInstruksikan tindakan relaksasi e.
e. Tingkatkan regimen kenyamananTingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur, misalnya mandi waktu tidur, misalnya mandi hangat dan massage.
hangat dan massage. f.
f. Gunakan pagar tempat tidur Gunakan pagar tempat tidur sesuai indikasi: rendahkan tempat sesuai indikasi: rendahkan tempat tidur bila mungkin.
tidur bila mungkin. g.
g. Hindari mengganggui bilaHindari mengganggui bila mungkin, misalnya
mungkin, misalnya
membangunkan untuk obat atau membangunkan untuk obat atau terapi
terapi h.
h. Berikan sedative, hipnotik sesuaiBerikan sedative, hipnotik sesuai indikasi
indikasi
a.
a. Mengkaji perlunya danMengkaji perlunya dan mengidentifikasi intervensi mengidentifikasi intervensi yang tepat.
yang tepat. b.
b. Meningkatkan kenyamaan tidur Meningkatkan kenyamaan tidur serta dukungan
serta dukungan fisiologis/psikologis fisiologis/psikologis c.
c. Bila rutinitas baru mengandungBila rutinitas baru mengandung aspek sebanyak kebiasaan lama, aspek sebanyak kebiasaan lama, stress dan ansietas yang
stress dan ansietas yang
berhubungan dapat berkurang berhubungan dapat berkurang d.
d. Membantu menginduksi tidur Membantu menginduksi tidur e.
e. Meningkatkan efek relaksasiMeningkatkan efek relaksasi f.
f. Dapat merasakan takut jatuhDapat merasakan takut jatuh karena perubahan ukuran dan karena perubahan ukuran dan tinggi tempat tidur, pagar tinggi tempat tidur, pagar tempat untuk membantu tempat untuk membantu mengubah posisi
mengubah posisi g.
g. Tidur tanpa gangguan lebihTidur tanpa gangguan lebih menimbulkan rasa segar dan menimbulkan rasa segar dan pasien mungkin mungkin tidak pasien mungkin mungkin tidak
mampu kembali tidur bila mampu kembali tidur bila terbangun.
terbangun. h.
h. Mungkin diberikan untuk Mungkin diberikan untuk membantu pasien tidur atau membantu pasien tidur atau istirahat.
Diagnosa 5 : Defisit perawatan diri b.d n Diagnosa 5 : Defisit perawatan diri b.d nyeriyeri
Criteria Hasil : Pasien dapat melaksanakan aktivitas perawatan sendiri secara Criteria Hasil : Pasien dapat melaksanakan aktivitas perawatan sendiri secara mandiri
mandiri
..INTERVENSIINTERVENSI RASIONALRASIONAL
a.
a. Kaji tingkat fungsi fisik Kaji tingkat fungsi fisik b.
b. Pertahankan mobilitas, kontrolPertahankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan progran latihan terhadap nyeri dan progran latihan c.
c. Kaji hambatan terhadap partisipasiKaji hambatan terhadap partisipasi dalam perawatan diri, identifikasi dalam perawatan diri, identifikasi untuk modifikasi lingkungan untuk modifikasi lingkungan d.
d. Identifikasikasi untuk perawatanIdentifikasikasi untuk perawatan yang diperlukan, misalnya; lift, yang diperlukan, misalnya; lift, peninggian dudukan toilet, kursi peninggian dudukan toilet, kursi
roda roda
a.
a. Mengidentifikasi tingkatMengidentifikasi tingkat bantuan/dukungan yang bantuan/dukungan yang
diperlukan diperlukan b.
b. Mendukung kemandirianMendukung kemandirian fisik/emosional
fisik/emosional c.
c. MenyiapkanMenyiapkan untuk untuk
meningkatkan kemandirian yang meningkatkan kemandirian yang akan meningkatkan harga diri akan meningkatkan harga diri d.
d. Memberikan kesempatan untuk Memberikan kesempatan untuk dapat melakukan aktivitas secara dapat melakukan aktivitas secara mandiri
mandiri
Diagnosa 6 : Gangguan citra tubuh / perubahan penampilan peran b.d perubahan Diagnosa 6 : Gangguan citra tubuh / perubahan penampilan peran b.d perubahan kemampuan untuk melakukan tugas
kemampuan untuk melakukan tugas
–
–
tugas umumtugas umumCriteria Hasil : Mengungkapkan peningkatan rasa percaya kemampuan untuk Criteria Hasil : Mengungkapkan peningkatan rasa percaya kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan gaya hidup dan kemungkinan keterbatasan.
menghadapi penyakit, perubahan gaya hidup dan kemungkinan keterbatasan.
INTERVENSI
INTERVENSI RASIONAlRASIONAl
a.
a. Dorong pengungkapanDorong pengungkapan
mengenai masalah mengenai mengenai masalah mengenai proses penyakit, harapan masa proses penyakit, harapan masa
depan. depan. b.
b. Diskusikan arti dariDiskusikan arti dari
kehilangan/perubahan pada kehilangan/perubahan pada pasien/orang terdekat. pasien/orang terdekat. Memastikan bagaimana Memastikan bagaimana
pandangan pribadi psien dalam pandangan pribadi psien dalam
memfungsikan gaya hidup memfungsikan gaya hidup sehari-hari termasuk sehari-hari termasuk
aspek-a.
a. Beri kesempatan untuk Beri kesempatan untuk
mengidentifikasi rasa takut/kesal mengidentifikasi rasa takut/kesal menghadapinya secara langsung menghadapinya secara langsung b.
b. Mengidentifikasi bagaimanaMengidentifikasi bagaimana penyakit mempengaruhi persepsi penyakit mempengaruhi persepsi
diri dan interaksi dengan orang diri dan interaksi dengan orang lain akan menentukan kebutuhan lain akan menentukan kebutuhan terhadap intervensi atau
terhadap intervensi atau konseling lebih lanjut. konseling lebih lanjut. c.
c. Isyarat verbal/nonverbal orangIsyarat verbal/nonverbal orang terdekat dapat mempunyai terdekat dapat mempunyai
aspek seksual. aspek seksual. c.
c. Diskusikan persepsi pasienDiskusikan persepsi pasien mengenai bagaiman orang mengenai bagaiman orang terdekat menerima
terdekat menerima keterbatasan. keterbatasan. d.
d. Akui dan terima perasaanAkui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, berduka, bermusuhan,
ketergantungan ketergantungan e.
e. Perhatikan perilaku menarik Perhatikan perilaku menarik diri, penguanan menyangkal diri, penguanan menyangkal atau terlalu memperhatikan atau terlalu memperhatikan tubuh/perubahan.
tubuh/perubahan. f.
f. Susun batasan pada prilakuSusun batasan pada prilaku maladaptive. Bantu pasien maladaptive. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku untuk mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu positif yang dapat membantu
koping. koping. g.
g. Ikut sertakan pasien dalamIkut sertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas. membuat jadwal aktivitas. h.
h. Rujuk pada konseling psikiatriRujuk pada konseling psikiatri
pengaruh mayor pada bagaimana pengaruh mayor pada bagaimana pasien memandang dirinya
pasien memandang dirinya sendiri.
sendiri. d.
d. Nyeri melelahkan, dan perasaan Nyeri melelahkan, dan perasaan marah, bermusuhan umum marah, bermusuhan umum terjadi.
terjadi. e.
e. Dapat menunjukkan emosionalDapat menunjukkan emosional atau metode maladaptive, atau metode maladaptive, membutuhkan intervensi lebih membutuhkan intervensi lebih lanjut atau dukungan psikologis. lanjut atau dukungan psikologis. f.
f. Membantu pasienMembantu pasien
mempertahankan kontrol diri mempertahankan kontrol diri yang dapat meningkatkan yang dapat meningkatkan perasaan harga diri.
perasaan harga diri. g.
g. Meningkatkan perasaanMeningkatkan perasaan kompetensi/harga diri, kompetensi/harga diri,
mendorong kemandirian, dan mendorong kemandirian, dan mendorong partisipasi dan mendorong partisipasi dan terapi.
terapi. h.
h. Pasien/orang terdekat mungkinPasien/orang terdekat mungkin membutuhkadukungann selama membutuhkadukungann selama berhadapan dengan proses berhadapan dengan proses jangka