• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENULISAN GELAR AKADEMIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENULISAN GELAR AKADEMIK"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: Dr. Warsiman, M.Pd Oleh: Dr. Warsiman, M.Pd..11

Kendati hanya persoalan kecil, tetapi kebanyakan orang tidak memahami penulisan gelar yang benar. Penulisan gelar Kendati hanya persoalan kecil, tetapi kebanyakan orang tidak memahami penulisan gelar yang benar. Penulisan gelar sejatinya tidaklah sesulit yang dibayangkan, tetapi juga tidak

sejatinya tidaklah sesulit yang dibayangkan, tetapi juga tidak segampang yang sering dilakukan oleh segampang yang sering dilakukan oleh kebanyakankebanyakan orang.

orang.

Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk

Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk kategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalahkategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalah kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya.

dengan bentuk lengkapnya. Selain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disSelain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelarempurnakan (EYD), penulisan gelar  juga

 juga secarasecaraintens intens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Namun demikian, masyarakatNamun demikian, masyarakat masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.

masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.

Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari. Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari. Jika dianalisis kata per kata,

Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelarsingkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan,

sarjana pendidikan, yang ditulis benar yang ditulis benar , Sarjana Pendidikan (, Sarjana Pendidikan ( Huruf

Huruf “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan hu“S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata.ik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf

Kemudian, huruf “P” dituli“P” ditulis dengan huruf s dengan huruf besar, tetapi besar, tetapi huruf huruf “D” “D” ditulis dengan ditulis dengan huruf kecil dhuruf kecil dan diakhiri dengan an diakhiri dengan tandatanda titik. Huruf

titik. Huruf “D” “D” ditulis dengan hditulis dengan huruf kecil karena posisinuruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari ya sebagai bagian dari rangkaian satu kata drangkaian satu kata dengan huruf “P” engan huruf “P”  yang merupakan kepanjangan dari

yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejeniskata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.

dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama. Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf 

Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur peluncur sebagai bagian dari rangkaian satusebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana

kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketigasarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf 

contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur peluncur yang merupakan bagianyang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun

dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tandahuruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar

baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar denganpenyandang gelar dengan singkatan:

singkatan: , dan , dan sarjana sarjana pertanian ditpertanian ditulisulis Penulisan-penulisan gelar lain yangPenulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan

sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf 

huruf peluncur peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.mengikuti pola penulisan tersebut. Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.

Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.

S.Ag. (Sarjana Agama) S.Ag. (Sarjana Agama) S.Pd. (Sarjana Pendidikan) S.Pd. (Sarjana Pendidikan) S.Si.

S.Si. (Sarjana (Sarjana Sains)Sains) S.Psi. (Sarjana Psikologi) S.Psi. (Sarjana Psikologi) S.Hum. (Sarjana Humaniora) S.Hum. (Sarjana Humaniora) S.Kom. (Sarjana Komputer) S.Kom. (Sarjana Komputer)

PENULISAN GELAR AKADEMIK

PENULISAN GELAR AKADEMIK

S.Pd.

S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar.

S.H.

S.H., sarjana ekonomi ditulis, sarjana ekonomi ditulis S.E.S.E. S.P.S.P...

Gelar Sarjana Gelar Sarjana

(2)

S.Sn. (Sarjana Seni) S.Pt. (Sarjana Peternakan) S.Ked. (Sarjana Kedokteran) S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam) S.Kes. (Sarjana Kesehatan) S.Sos. (Sarjana Sosial) S.Kar. (Sarjana Karawitan) S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat) S.T. (Sarjana Teknik) S.P. (Sarjana Pertanian) S.S. (Sarjana Sastra) S.H. (Sarjana Hukum) S.E. (Sarjana Ekonomi)

S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen) S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)

S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat) S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)

S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam) S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)

S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam), dsb.

M.Ag. (Magister Agama) M.Pd. (Magister Pendidikan) M.Si. (Magister Sains) M.Psi. (Magister Psikologi) M.Hum. (Magister Humaniora) M.Kom. (Magister Komputer) M.Sn. (Magister Seni)

M.T. (Magister Teknik) M.H. (Magister Hukum) Gelar Magister

(3)

M.M. (Magister Manajemen) M.Kes. (Magister Kesehatan) M.P. (Magister Pertanian) M.Fhil. (Magister Fhilsafat) M.E. (Magister Ekonomi) M.H.I. (Magister Hukum Islam) M.Fil.I. (Magister Filsafat Islam) M.E.I. (Magister Ekonomi Islam)

M.Pd.I. (Magister Pendidikan Islam), dsb. S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)

B.A. (Bechelor of Arts ) B.Sc. (Bechelor of Science ) B.Ag. (Bechelor of Agriculture ) B.E. (Bechelor of Education ) B.D. (Bechleor of Divinity ) B.Litt. (Bechelor of Literature ) B.M. (Bechelor of Medicine )

B.Arch. (Bechelor of Architrcture ), dsb.

M.A. (Master of Arts ) M.Sc. (Master of Science ) M.Ed. (Master of Education ) M.Litt. (Master of Literature ) M.Lib. (Master of Library ) M.Arch. (Master of Architecture ) M.Mus. (Master of Music ) M.Nurs. (Master of Nursing ) M.Th. (Master of Theology ) M.Eng. (Master of Engineering ) Gelar Sarjana Muda Luar Negeri

(4)

M.B.A. (Master of Business Administration ) M.F. (Master of Forestry )

M.F.A. (Master of Fine Arts )

M.R.E. (Master of Religious Ediucation ) M.S. (Mater of Science )

M.P.H. (Master of Public Health ), dsb.

Penulisan gelar doktor dalam negeri pun sering tidak dipahami dengan benar oleh kebanyakan orang, padahal jika kita mampu menganalisis, tidaklah sulit untuk dapat menemukan jawabannya.

Penulisan gelar doktor dalam negeri sama dengan penulisan gelar-gelar yang lain. Karena huruf “D” dan “R”  merupakan rangkaian satu kata, maka penulisan gelar doktor yang benar adalah: Dr. (Doktor), dan ditulis di depan nama penyandang gelar. Huruf “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “R” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula.

Selain itu, di Indonesia juga memberlakukan sebutan profesional untuk program diploma. Aturan main penulisan sebutan profesional dalam negeri untuk program diploma ditulis di belakang nama penyandang sebutan profesional tersebut. Perhatikan beberapa sebutan profesional program diploma dalam negeri sebagai berikut.

Program diploma satu (D1) sebutan profesional ahli pratama, disingkat (A.P.); Program diploma dua (D2) sebutan profesional ahli muda, disingkat (A.Ma.); Program diploma tiga (D3) sebutan profesional ahli madya, disingkat (A.Md.); dan Program diploma empat (D4) sebutan pr ofesional ahli, disingkat (A.).

 Akhir-akhir ini sebutan profesional untuk program diploma, sebagaimana yang tertera itu, cenderung diikuti oleh ilmu keahlian yang dimiliki. Sebagai misal, sebutan profesional untuk ahli muda kependidikan disingkat , ahli madya keperawatan disingkat

disingkat , dan ahli madya pariwisata disingkat

Selanjutnya, banyak orang bertanya-tanya tentang beberapa gelar doktor luar negeri yang tidak mereka pahami maksudnya, juga tidak mereka ketahui cara penulisannya, sehingga banyak diantara mereka hanya dapat

memperkirakan maksud, dan demikian pula cara penulisannya. Karena berdasarkan perkiraan belaka, maka banyak  diantara mereka salah menebak maksud serta cara penulisannya.

Penulisan gelar doktor, master, dan sarjana muda dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Sebagaimana penulisan gelar-gelar dalam negeri, penulisan gelar dari luar negeri pun sama. Untuk dapat memahami penulisan yang benar, kita perlu menganalisis kata per kata sebagaimana cara menganalisis kata per kata pada penulisan gelar dalam negeri. Sebagai misal, gelar doctor of philosophy , yang ditulis benar [

dengan huruf besar, tetapi huruf “H” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “H” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata philosophy , sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor , dan diakhiri dengan tanda titik.

Perhatikan beberapa gelar doktor luar negeri yang sering kita jumpai di Indonesia, dan contoh penulisannya: Ph.D. (Doctor of Philosophy ); => Sigit Sugito, Ph.D.

Ed.D. (Doctor of Education ); => Sigit Sugito, Ed.D. Sc.D. (Doctor of Science ); => Sigit Sugito, Sc.D. Gelar Doktor Dalam Negeri

A.Ma.Pd. A.Md.Per., ahli madya kesehatan disingkat A.Md.Kes., ahli madya kebidanan

A.Md.Bid. A.Md.Par.

(5)

Th.D. (Doctor of Theology ); => Sigit Sugito, Th.D. Pharm.D. (Doctor of Pharmacy ); => Sigit Sugito, Pharm.D. D.P.H. (Doctor of Public Health ); => Sigit Sugito, D.P.H. D.L.S. (Doctor of Library Science ); => Sigit Sugito, D.L.S. D.M.D. (Doctor of Dental Medicince ); => Sigit Sugito, D.M.D. J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence ). => Sigit Sugito, J.S.D., dsb.

Tambahan lagi, penulisan gelar ganda yang kedua gelar tersebut berada di belakang nama penyandang gelar, juga perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar. Bahwasanya, selama ini kita sering menjumpai bahkan mungkin, menjadi pelaku sendiri penulisan gelar ganda yang tidak memperhatikan tata cara penulisan yang benar.

Tenik penulisan gelar ganda yang kedua-duanya berada di belakang nama penyandang gelar, banyak terkait dengan penggunaan tanda baca koma (,). Penulisan yang benar adalah setelah nama (penyandang gelar), dibubuhkan tanda koma (,) kemudian diikuti gelar yang pertama, ditulis dengan teknik penulisan yang benar, lalu dibubuhkan tanda koma untuk penulisan gelar yang kedua, dan seterusnya (jika ada gelar-gelar yang lain). Perhatikan beberapa contoh

penulisan gelar ganda di bawah ini: Endra Lesmana, S.Ag., S.H.

Endra Lesmana, S.Pd., S.S. Endra Lesmana, S.Hum., S.Pd.I.

Jika penyandang gelar memiliki gelar lebih dari dua gelar, dan semuanya berada di belakang nama penyandang gelar, teknik penulisannya pun sama. Perhatikan pula beberapa contoh penulisan gelar yang lebih dari dua gelar di belakang nama penyandang gelar.

Imam Prasodjo, S.S., M.Hum., M.Pd. Imam Prasodjo, S.Pd., S.S., M.Ed. Imam Prasodjo, S.Ag., M.E.I., Ph.D.

Penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang ditulis dengan huruf balok (kapital), gelar tetap ditulis sesuai dengan penulisan gelar yang benar. Jika gelar tersebut terdapat huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata, sebagai misal, gelar S.Ag., S.Pd., S.Pt., huruf g, d, dan t yang posisinya sebagai huruf  peluncur dari rangkaian satu kata, tidak ditulis dengan huruf besar. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini:

Hadi Mulya, S.Pd. HADI MULYA, S.PD. HADI MULYA, S.Pd. Hadi Mulya, S.Ag. HADI MULYA, S.AG. HADI MULYA, S.Ag. Hadi Mulya, S.Pt. HADI MULYA, S.PT. HADI MULYA, S.Pt.

Di dalam aturan kebahasaan, nama orang tidak dibenarkan ditulis dengan huruf balok (kapital), kecuali untuk  kepentingan tertentu. Jika ditulis, huruf balok (kapital) hanya dibenarkan ditulis pada awal kata nama orang. Karena itu, penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang sama-sama ditulis menggunakan huruf balok, tidak  hanya salah, tetapi sudah salahkaprah 

1

Ditulis Benar Ditulis Salah Juga Ditulis Salah

(6)

Dosen tetap Fakultas Adab, dosen Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan dosen Jurusan Bahasa Indonesia FPBS IKIP PGRI Bojonegoro

Referensi

Dokumen terkait

Judul Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan hurufbesar (huruf kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti yang, dari, dan. Judul anak

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf

Tanda kurung siku dipakai untuk hal-hal berikut. 1) Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang

Tanda kurung siku dipakai untuk hal-hal berikut. 1) Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang

Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf

Bila Lam berada di awal kata, maka yang ditulis hanyalah bagian yang seperti Alif, kemudian bagian bawahnya dihubungkan dengan huruf berikutnya. Bagian bawah

Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf

(4) Nama majalah atau jurnal ditulis dengan huruf miring (italic) dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dengan huruf kapital dan disingkat