• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RESIKO BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS RESIKO BISNIS"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

STUDI KELAYAKAN BISNIS STUDI KELAYAKAN BISNIS

“ANALISIS RISIKO BISNIS” “ANALISIS RISIKO BISNIS”

Dosen Pengampu: Didik Kusno Aji Nugroho Dosen Pengampu: Didik Kusno Aji Nugroho

Disusun Oleh: Disusun Oleh:

Nama

Nama : Sant: Santi Pri Pratiwiatiwi NPM

NPM : : 15021002131502100213 Kelas

Kelas : : BB

PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

IAIN JURAI SIWO METRO IAIN JURAI SIWO METRO

2017 2017

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang “Analisis Risiko Bisnis”.

Makalah MK Studi Kelayakan Bisnis ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah Analisis Risiko Pajak ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Analisis Risiko Bisnis ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Metro, 20 April 2017

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 2 C. Tujuan ... 2 BAB II PEMBAHASAN ... 3 A. Pengertian Risiko ... 3 B. Manajemen Risiko ... 4

C. Manfaat Manajemen Risiko ... 5

D. Tahap-tahap Melaksanakan Manajemen Risiko ... 6

E. Antisipasi Risiko Bisnis ... 8

BAB III PEMBAHASAN ... 11

A. Kesimpulan ... 11

B. Saran ... 11

(4)

BAB I PENDAULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Aktivitas suatu badan usaha atau perusahaan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari aktivitas mengelolah risiko. Operasi suatu badan usaha atau  perusahaan biasanya berhadapan dengan risiko usaha dan risiko non usaha. Manajemen risiko merupakan desain prosedur serta implementasi prosedur untuk mengelolah suatu risiko usaha. Dimana sering keputusan yang diambil  bukan melihat pada besarnya risiko yang akan terjadi namun lebih melihat  pada besarnya keuntungan yang akan diterima. Ini di sebabkan karena manusia memiliki sifat yang ambisius untuk meraih keuntungan yang tinggi dan ingin segera meninggalkan masa kesulitan termasuk kesulitan dari segi keuangan.

Era sekarang adalah era konsumerisme, dimana berbagai perusahaan menawarkan berbagai bentuk alternatif pilihan produk yang beragam baik dari segi kemasan, cita rasa, manfaat, kualitas hingga harga yang bervariasi. Berbagai kemudahan tersebut mendorong manusia untuk memiliki berbagai  produk guna memuaskan dan memudahkan dirinya dalam menjalankan  berbagai aktivitas. Karena produk menawarkan berbagai kelebihan yang dapat membantu memberi kemudahan, maka setiap orang berusaha untuk memperoleh kecukupan bahkan kemakmuran finansial guna memudahkan dalam memperoleh berbagai produk tersebut, termasuk dengan memasuki wilayah yang berisiko dan di luar kemampuannya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata risiko dan sudah  biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Secara umum risiko diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau  perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Berbagai macam risiko, seperti risiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain dijalan, risiko terkena  banjir dimusim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika risiko-risiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal risiko

(5)

dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengacam  pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita ketahui bersama  bahwa tujuan perusahaan adalah membangun dan memperluas keuntungan

kompotitif organisasi.

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opertunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan kerugian disebut dengan istilah risiko ( risk ). Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen risiko menjadi trend utama baik dalam  perbincangan, praktek, maupun pelatihan kerja. Hal ini secara kongkrit

menunjukkan pentingnya manajemen risiko dalam bisnis pada masa kini.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apa risiko bisnis dan manfaat manajemen risiko bagi perusahaan?

2. Bagaimana tahapan manajemen risiko dan tipe-tipe risiko?

3. Bagaimana mengantisipasi risiko bisnis yang terjadi di perusahaan?

C. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan adalah:

1. untuk mengetahui risiko bisnis dan manfaatnya manajemen risiko bagi  perusahaan.

2. Untuk mengetahui tahapan manajemen risiko dan tipe-tipe risiko bisnis.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Risiko

Kata risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah  biasa dipergunakan dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Seseorang menyatakan bahwa ada risiko yang harus ditanggung jika mengerjakan pekerjaan tertentu. Memahami konsep risiko secara luas, akan merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan teknik manajemen risiko. Menurut Abas salim risiko adalah ketidak tentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian.. Vaughan yang diterjemahkan oleh herman darmawi (1997 :18) mengemukakan beberapa defenisi risiko sebagai  berikut:1

1.  Risk is the chance of loss (risiko adalah kans kerugian)

chance of loss  biasanya dipergunaka untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat sesuatu keterbukaan terhadap kerugian atau suatu kemungkinan. Kerugian, sebaliknya jika disesuaikan dengan istilah yang dipakai dalam statistik, maka chance  sering dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas untuk akan munculnya situasi tertentu. 2.  Risk is the possibility of loss (risiko adalah kemungkinan kerugian)

Istilah  possibility  berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Defenisi ini barangkali sangat mendekati dengan  pengertian risiko yang dipakai sehari-hari, akan tetapi defenisi ini agak

longgar, tidak cocok dipakai dalam analisis kuantitatif. 3.  Risk is uncertainty (risiko adalah ketidak pastian)

Tampaknya ada kesepakatan bahwa risiko berhubungan dengan ketidak  pastian. Karena itulah ada penulis yang mengatakan bahwa risiko sama dengan ketidak pastian. Dari kesimpulan pengertian risiko pada point 1,2,3 diatas dapat dipahami bahwa risiko mengandung kemungkinan kerugian dan juga ketidakpastian.

(7)

Menurut soekarno risiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu  peristiwa. Hermanto Darmawi (1997 :78) ada dua pendekatan dasar dalam menanggani risiko, yaitu : pengendalian risiko (risk control ) dan pembiayaan risiko (risk financing ). Dari pendapat beberapa ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa risiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya.

B. Manajemen Resiko

Manajemen risiko merupakan suatu sistem pengawasan risiko dan  perlindungan atas harta benda, keuntungan, serta keuangan suatu badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya suatu kerugian karena adanya risiko tersebut. Dalam pengertian praktis konsep ini dapat diartikan sebagai  proteksi ekonomi terhadap kerugian yang mungkin timbul atas asset dan  pendapatan suatu perusahaan. Tujuan manajemen risiko adalah menekan atau menghapuskan resiko, yang apabila terjadi dapat mengakibatkan kerugian atau tidak dapat tercapainya tujuan perusahaan.

Kebutuhan akan manjemen risiko dalam konteks ini adalah wajar jika timbul pertanyaan dalam benak kita “mengapa manajer risiko masih dibutuhkan dalam suatu perusahaan jika disitu telah ada independent agent  atau broker   yang dapat melakukannya? Apakah tidak akan mubasir mempunyai dua orang yang berbeda dengan tugas-tugas dan tanggungjawab yang identik?. Menurut Lester (1987 :23), ada tiga jawaban dasar atas  pertanyaan tersebut diatas :2

1. Fungsi-fungsi yang dijalankan oleh manajer risiko adalah tidak sama dengan fungsi-fungsi yang dijalankan oleh independent agent atau broker, dimana tugas manajer risiko mempunyai skala yang lebih luas dibandingkan hanya membeli proteksi asuransi.

2. Dalam pengalamannya suatu perusahaan sering menghadapi kesulitan untuk merancang program asuransi yang baik tampa adanya seseorang dari

(8)

dalam perusahaan yang benar-benar menanganinya. Broker  atau agent dari  pihak luar tidak benar-benar menguasai seluk beluk internal bisnis.

3. Ada kecenderungan bahwa agent hanya menjual polis-polis yang mereka sudah kenal saja atau yang mudah didapat dan mereka enggan untuk menganalisa risiko-risiko lain yang tidak tercakup dalam polis standard tersebut.

Menurut Irham Fahmi (2010) manajemen risiko adalah suatu bidang ilmu yang membahas tentang bagaiman suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan nberbagai permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai  pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis.

C. Manfaat Manajemen Resiko

Dengan diterapkan manajemen risiko diperusahaan ada beberapa manfaat yang akan diperoleh, yaitu :3

1. Perusahaan memiliki ukuran kuat sebagai pijakan dalam mengambil setiap keputusan, sehingga para manajer menjadi lebih berhati-hati ( prudent ) dan selalu menempatkan ukuran-ukuran dalam berbagai keputusan.

2. Mampu memberi arah bagi suatu perusahaan dalam melihat pengaruh- pengaruh yang mungkin timbul baik secara jangka pendek dan jangka  panjang.

3. Mendorong para manajer dalam mengambil keputusan untuk selalu menghindari risiko dan menghindari dari pengaruh terjadinya kerugian khususnya kerugian dari segi finansial.

4. Memungkinkan perusahaan memperoleh risiko kerugian yang minimum. 5. Dengan adanya konsep manajemen risiko (risk manajemen concept ) yang

dirancang secara detail maka artinya perusahaan telah membangun arah dan mekanisme secara suistainable (berkelanjutan).

(9)

D. Tahap-tahap Melaksanakan Manajemen Resiko

Untuk mengimplementasikan manajemen risiko secara komprehensif ada  beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan yaitu:4

1. Identifikasi risiko

Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan melakukan tindakan berupa mengindentifikasi setiap bentuk risiko yang dialami perusahaan, termasuk  bentuk-bentuk risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan. Indentifikasi ini dilakukan dengan cara melihat potensi-potensi risiko yang sudah terlihat dan yang akan teerlihat.

2. Mengindentifikasi bentuk-bentuk risiko

Pada tahap ini diharapkan pihak manajemen perusahaan telah mampu menemukan bentuk dan format risiko yang dimaksud. Bentuk-bentuk risiko yang diidentifikasi di sini telah mampu dijelaskan secara detail, seperti ciri-ciri risiko dan faktor-faktor timbulnya risiko tersebut. Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan juga sudah mulai mengumpulkan dan menerima berbagai data-data baik bersifat kualitatif dan kuantitatif. 3. Menempatkan ukuran-ukuran risiko

Pada tahap ini manajemen perusahaan sudah menempatkan ukuran atau skala yang dipakai, termasuk rancangan model metodologi penelitian yang akan digunakan. Data-data yang masuk juga dapat diterima, baik yang  berbentuk kualitatif dan kuantitatif serta pemilihan data dilakukan  berdasarkan pendekatan metodologi yang digunakan. Dengan kepemilikan

rancangan metodologi penelitian yang ada diharapkan pihak manajemen  perusahaan telah memiliki fondasi yang kuat guna melakukan pengolahan

data.

4. Menempatkan alternatif-alternatif

Pada tahap ini pihak manajemen perusahaan telah melakukan pengolahan data. Hasil pengolahan kemudian dijabarkan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif beserta akibat-akibat atau pengaruh-pengaruh yang akan timbul

(10)

 jika keputusan-keputusan tersebut diambil. Berbagai bentuk penjabaran yang dikemukakan tersebut dipilah dan ditempatkan sebagai alternatif-alternatif keputusan.

5. Menganalisis setiap alternatif

Pada tahap ini dimana setiap alternatif yang ada selanjutnya dianalisis dan dikemukakan berbagai sudut pandang serta efek-efek yang mungkin timbul. Dampak yang mungkin timbul baik secara jangka pendek dan  jangka panjang dipaparkan secara komprehensif dan sistematis, denga

tujuan mampu diperoleh suatu gambaran secara jelas dan tegas. Kejelasan dan ketegasan sangat penting guna membantu pengambilan keputusan secara tepat.

6. Memutuskan satu alternatif

Pada tahap ini setelah berbagai alternatif dipaparkan dan dijelaskan dalam  bentuk lisan dan tulisan oleh para manjemen perusahaan maka diharapkan  pihak manajer perusahaan sudah memiliki pemahaman secara khusus dan mendalam. Pemilihan satu alternatif dari berbagai alternatif yang ditawarkan artinya mengambil alternatif yang terbaik dari berbagai alternatif yang ditawarkan termasuk dengan menolak berbagai alternatif lainnya. Dengan pemilihan satu alternatif sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan diharapkan pihak manajer  perusahaan sudah memiliki pondasi kuat dalam menugaskan pihak manajemen perusahaan untuk bekerja berdasarkan konsep dan koridor yang ada.

7. Melaksanakan alternatif yang dipilih

Pada tahap ini setelah alternatif dipilih dan ditegaskan serta dibentuk tim untuk melaksanakan ini, maka artinya manajemen perusahaan sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang dilengkapi dengan rincian  biaya. Rincian biaya yang dialokasikan tersebut telah disetujui oleh bagi

(11)

8. Mengontrol alternatif yang dipilih tersebut

Pada tahap ini alternatif yang dipilih telah dilaksanakan dan pihal tim manajemen beserta para manajer perusahaan. Tugas utama manajer  perusahaan adalah melakukan kontrol yang maksimal guna menghindari

timbulnya berbagai risiko yang tidak diinginkan. 9. Mengevaluasi jalannya alternatif yang dipilih

Pada tahap ini setelah alternatif dilaksanakan dan dikontrol dilakukan maka selanjutnya pihak tim manajemen secara sistematis melaporkan kepada pihak manajer perusahaan. Pelaporan tersebut berbentuk data-data yang bersifat fundamental dan teknikal serta dengan tidak mengesampingkan informasi yang bersifat lisan. Tujuan melakukan evaluasi dari alternatif yang dipilih tersebut adalah bertujuan agar  pekerjaan tersebut dapat terus dilaksanakn sesuai dengan yang

direncanakan.

E. Antisipasi Risiko Bisnis

Risiko dalam perusahaan ada yang sulit dikendalikan oleh manajemen  perusahaan dan risiko yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan.

Berikut risiko-risiko tersebut dan cara mengantisipasinya:5 1. Risiko pada aspek SDM

Lima hal utama yang akan dipaparkan berkaitan dengan risiko-risiko dalam aspek SDM dalam hubungannya dengan perencanaan strategi  perusahaan yaitu : risiko pada para top eksekutif dan para pekerja inti, risiko pada karyawan, risiko dalam hubungan industri dan perselisihan, risiko stress dan kesehatan yang buruk, risiko bila tidak beretika. Antisipasi yang dapat dilakukan perusahaan harus menciptakan kondisi kerja yang baik, keterbukaan mengenai reward yang dicapai, bekerja secar sistematis, manajemn harus menyampaikan alasan-alasan untuk perbaikan

5 Mujiarto Aliaras Wahid. Membangun Karakter dan Kepribadian Kewirausahaan. (Jakarta:

(12)

sebelum perbaikan dilakukan, meningkatkan komunikasi dengan karyawan dan memberikan motivasi.

2. Risiko pada aspek keuangan

Dalam perusahaan, risiko dalam aspek keuangan cukup tinggi, seperti :  biaya produksi yang berlebihan, biaya perusahaan, hutang dan pinjaman

yang berlebihan.

3. Risiko pada aspek pemasaran

Masalah-masalah di bidang pemasaran dapat mengakibatkan turunnya  penjualan serta rusaknya citra perusahaan. Sales yang menurun, market  share yang mengecil, kurangnya distribusi barang merupakan sebagian

dari tanda-tanda kegagalan pemasaran. Kegagalan pemasaran tidak lepas dari banyak permasalahan yang ada. Berikut ini ada 10 macam pokok  permasalahan yaitu : Kebijakan pemerintah, Perubahan permintaan, Perang harga, Pemalsuan, Performance produk yang rendah, Promosi yang kurang baik, Kesalahan dalam merek, Kegagalan dalam mengembangkan  produk baru,Masalah distribusi.

4. Risiko pada aspek produksi/operasi

Didalam proses produksi/operasi produk barang dan jasa cukup banyak risiko yang perlu diantisipasi. Risiko-risiko tersebut anatara lain mengenai: a. Masalah pemasok. Risiko terjadi apabila perusahaan menggunakan  pemasok yang ternyata tidak memenuhi komitmen yang sudah mereka  buat.

 b. Kerusakan kualitas. Risiko karena penarikan kembali barang-barang yang ditawarkan di pasar yang disebabkan dua hal. Pertama karena kualitas dan kuantitas barang yang tidak sesuai. Kedua karena barang yang ditawarkan dipasar adalah produk-produk yang tidak aman dikomsumsi.

5. Risiko pada aspek sistem informasi

(13)

a. Berapa nilai data di dalam komputer. Data dapat hilang sebagai akibat dari kesalahan operator, virus, kerusakan hardware atau software, daya listrik maupun akibat vandalisme.

 b. Risiko komputerisasi. Berikut ini adalah lima risiko utama pada komputer yang data menyebabkan banyak masalah yaitu : pencurian komputer, pemakaian yang tidak di izinkan mengakses komputer,  penggunaan disket yang tidak diperiksa, kerusakan perangkat keras

atau perangkat lunak, kesalahan pemakaian.

c. Minimilisasi risiko komputerisasi. Risiko pemakaian komputerisasi hendaknya diperkecil. Hal-hal ini dapat ditinjau dari aspek hardware, software dan brainware. Perusahaan sebaiknya memiliki asuransi dimana biayanya dimasukkan sebagai bagian dari biaya-biaya system IT-nya. Mengembangkan keahlian dan melatih karyawan untuk menghindari masalah. Perusahaan seharusnya mempunyai copy data yang dilakukan secara rutin dan otomatis.

d. Menetapkan kebijakan. Hendaknya manajemen perusahaan mempunyai kebijakan yang jelas terhadap system komputerisasi mereka. Kebijakan tersebut mencakup : garis tanggung jawab terhadap system IT, penjagaan data dan system back up, penggunaan disket yang benar dan akses terhadap data

(14)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya. Manajemen risiko merupakan suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan atas harta benda, keuntungan, serta keuangan suatu badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya suatu kerugian karena adanya risiko tersebut.

Dengan diterapkan manajemen risiko didalam perusahaan akan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan dalam mengelolah usahanya. Beberapa tahap dalam melaksanakan manajemen risiko yaitu : identifikasi risiko, mengindetifikasi bentuk-bentuk risiko, menempatka ukuran-ukuran resiko, menempatkan alternative-alternatif, menganalisis setiap alternatif, memutuskan satu alternatif, melaksanakan alternative yang dipilih, mengontrol alternative yang dipilih tersebut, Mengevaluasi jalannya alternative yang dipilih. Pada dasarnya risiko itu sendiri dapat dikelolah dengan 4 (empat) cara yaitu : memperkecil risiko, mengalihkan risiko, mengontrol risiko, pendanaan risiko.

B. Saran

Agar supaya dapat mengatasi dan menghindari risiko seorang manajer atau wirausaha perlu menambah pengetahuan tentang keterampilan teknis, keterampilan mengorganisasi, keterampilan memimpin, membuat strategi usaha yang terarah untuk masa depan yang meliputi strategi produksi, strategi keuangan, strategi SDM, strategi operasional, strategi pemasaran, strategi  penelitian dan pengembangan dan perlu mengalihkan kerugian pada  perusahaan asuransi dengan konsekuensi setiap saat harus membayar premi

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Jumingan. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Mujiarto Aliaras Wahid. Membangun Karakter dan Kepribadian Kewirausahaan. Jakarta: Graha Ilmu, 2006.

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat lima tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh yang signifikan pada variabel budaya organisasi terhadap self efficacy; untuk menganalisis pengaruh

Program Pemberdayaan Masyarakat berbasis Ekonomi Kewilayahan (PEW) merupakan program yang bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada usaha mikro kecil

Dalam penelitian ini, dimensi ketiga ini lebih kepada apa yang menjadi titipan (amanah) kepada pengelola (manusia/bank syariah) sehingga pemetaanya mengarah pada materi yang

Perubahan dapat dilihat dari tingkat pendapatan kusir, jam kerja kusir dalam beroperasi menggunakan delman, serta manajemen pemeliharaan kuda yang diterapkan meliputi

Selain dari staff, kami juga meminta bantuan dari para pengajar LTC untuk menjadi pembawa acara sekaligus juga ada yang menjadi pembuka dalam berdoa dan juga ada

Berdasarkan fakta-fakta tersebut dikatakan Goldman (dalam Glassgold, 2001) pada akhirnya akan lebih bijak melihat filosofi ateisme dan para penganutnya dalam perspektif

Perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah meliputi: mengkritik diri sendiri atau orang lain, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain,