• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA KECAMATAN KEDU TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA KECAMATAN KEDU TAHUN 2021"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

1

RENCANA KERJA

KECAMATAN KEDU

TAHUN 2021

PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG

KECAMATAN KEDU

(2)

RENCANA KERJA KECAMATAN KEDU TAHUN 2021

Disusun Oleh :

TIM PENYUSUN RENCANA KERJA KECAMATAN KEDU TAHUN 2021

Telah diteliti dan diverifikasi oleh petugas verifikator

Pada Tanggal : 21

Juli 2020

Koordinator Bidang

.

Pemerintahan Kecamatan

RINAWATI HERI PRASTUTI,SE.MM

NIP.19730501 199603 2004

Sub Koordinator

Bidang Pemerintahan Kecamatan

WORO PRATIWI SETYORINI,SP.MEng

NIP. 19770531 200501 2011

Mengetahui

KEPALA BAPPEDA

KABUPATEN TEMANGGUNG,

RIPTO SUSILO

Pembina Tingkat I

NIP. 19670427 198703 1 001

(3)
(4)

1. COVER HALAMAN

2. HALAMAN VERIFIKASI

3. KATA PENGANTAR

4. BAB I PENDAHULUAN ……….

1

5. LANDASAN HUKUM ………..

6

6. SISTEMATIKA PENULISAN ……….

8

7. BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA ……….

9

8. TABEL 2 ……….

10-21

9. DATA POKOK ………..

22-41

10. ISU-ISU PENTING ……….

42-43

11. TABEL 2.3 RIVIEW ………..

44-51

12. BAB III TUJUAN,SASARAN,PROGRAM ……… …

54-56

13. RENCANA PROPRAM ………

57-61

14. PENUTUP ………...

62

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,

hidayah dan karuniaNya, sehingga Pemerintah Kecamatan Kedu dapat menyusun Rencana Kerja

Kecamatan Kedu tahun 2021. Rencana kerja ini disusun untuk memberikan arah dan pedoman

dalam mengerjakan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam pelaksanaan pemerintah dan

pembangunan Organisasi Perangkat daerah ( OPD ) Kecamatan Kedu Tahun 2021 dan program

Indikatif tahun anggaran 2021.

Adapun tujuan di susunnya Rencana Kerja Kecamatan Kedu tahun 2021 adalah :

1. Untuk mengoptimalkan peran, fungsi dan mewujudkan pembangunan daerah tahun 2021

yang

Akuntabel,

partisipatif,

transparan,

bermanfaat,

tepat

sasaran

dan

berkesinambungan.

2. Sebagai acuan pelaksanaan program dan kegiatan Kecamatan Kedu selama kurun waktu

1 tahun.

3. Memberikan arahan yang jelas atas target kinerja dari masing – masing program dan

kegiatan Kecamatan Kedu tahun 2021.

4. Sebagai acuan dalam rangka pelaksanaan evaluasi kinerja Kecamatan Kedu tahun 2021.

5. Sebagai bahan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Kedu tahun

2021.

Semoga Rencana Kerja( Renja ) Kecamatan Kedu tahun 2021 bisa menjadi sebuah

Dokumen Perencanaan yang dapat menjadi pedoman dan acuan bagi penyelenggara tugas-tugas

pemerintah sekaligus merupakan perwujudan yang diemban pemerintah Kecamatan Kedu, kami

sadar bahwa penyusunan Renja ini masih banyak kekurangan,oleh karena itu kami mohon saran

dan kritik yang bersifat membangun.

Kedu, Juli 2020

C A M A T K E D U

Drs. FAJAR PRAMUDITO.MM

Pembina Tk I

(6)

1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Raperda tentang RPJPD, dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan dan Keuangan Daerah, telah diamanatkan bahwa Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan nomenklatur urusan sampai dengan sub kegiatan yang sudah ditentukan.

RKPD merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dimana dalam penyusunan RKPD diperlukan masukan dari Perangkat Daerah berupa Rencana Kerja Perangkat Daerah. Renja Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan pembangunan Perangkat Daerah berjangka 1 (satu) tahun yang memuat kondisi pelayanan Perangkat Daerah, gambaran visi dan misi serta rencana pembangunan Perangkat Daerah untuk 1 (satu) tahun yang akan datang.

Renja Perangkat Daerah juga merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah yang merupakan penjabaran RPJMD oleh Perangkat Daerah. Renstra Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan pembangunan oleh Perangkat Daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan jangka waktu RPJMD. Selanjutnya dalam rangka meningkatkan kualitas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan maka Renja Perangkat Daerah disusun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Perangkat Daerah berdasarkan atas tugas pokok fungsi serta urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab Perangkat Daerah.

Rencana Kerja Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Tahun 2021 adalah dokumen perencanaan Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung untuk periode Tahun 2021 yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang didasarkan pada kondisi, potensi, permasalahan, kebutuhan nyata, dan aspirasi masyarakat yang tumbuh berkembang di Kabupaten Temanggung dan berorientasi pada hasil yang akan dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun di Tahun 2021.

Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 memiliki keterkaitan yang erat dan sejalan dengan arah pembangunan nasional, provinsi, dan mendukung arah perencanaan pembangunan daerah.

(7)

2

RKPD Kabupaten Temangung tahun 2021 dan juga sebagai upaya pemulihan

dari dampak Corona Virus Disease 19 baik dari aspek ekonomi, kesehatan dan sosial masyarakat. Kegiatan-kegiatan prioritas yang tertunda pelaksanaannya di tahun 2020 karena refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan

Corona Virus Disease 19 dimasukan dalam Renja 2021 dengan formulasi

program yang merupakan rangkuman guna pencapaian target. Adapun

Keterkaitan hubungan dan hierarki perencanaan pembangunan yang ada pada Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut.

Gambar 1.1

Hubungan dan Hierarki Perencanaan Pembangunan

Renja Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Tahun 2021 disusun dengan serangkaian tahapan dan kegiatan penyusunan sebagai berikut:

a. Pengolahan data dan informasi;

Pengolahan data dan informasi dalam menyusun Renja Kecamatan Kedu, pada dasarnya sama dengan pengolahan data dan informasi penyusunan RKPD. Bedanya, data dan informasi yang diolah mencakup bahan yang diperlukan dalam rangka analisis kondisi kinerja dan permasalahan pelayanan internal Kecamatan Kedu, yang menyangkut aspek:

1) Kondisi pelayanan Kecamatan Kedu;

2) Organisasi dan Tatalaksana Kecamatan Kedu;

3) Hasil evaluasi pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu tahun sebelumnya;

4) Hasil evaluasi pencapaian target program dan kegiatan Renstra Kecamatan Kedu;

(8)

3 pelayanan Kecamatan Kedu;

7) Pedoman dan standar-standar teknis dan perencanaan Kecamatan Kedu;

8) Data kependudukan dan informasi dasar kewilayahan; 9) Rancangan awal RKPD Kabupaten Temangung tahun 2021;

10) Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi;

11) Data Pokok Pembangunan Kecamatan Kedu; dan 12) Informasi lain terkait pelayanan Kecamatan Kedu.

b. Analisis gambaran pelayanan Kecamatan Kedu;

Langkah-langkah untuk menganalisa kinerja pelayanan Kecamatan Kedu adalah:

1) Menampilkan indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan Kecamatan Kedu.

2) Mengidentifikasi variabel/data mentah pada setiap jenis indikator kinerja dalam format sebagaimana Laporan Capaian IKPD;

3) Mengidentifikasi besaran target untuk setiap jenis indikator dalam Renstra Kecamatan Kedu untuk kondisi tahun 2019-2023;

4) Menghitung realisasi dan capaian kinerja sampai dengan tahun 2019, dan perkiraan realisasi tahun 2020 berdasarkan APBD yang telah disahkan untuk pelaksanaan tahun 2020;

5) Menampilkan data pokok pembangunan yang terdiri dari definisi, rumus, tabel pokok, analisis, dan data dukung dari semua indikator kinerja pada Kecamatan Kedu.

c. Mereview hasil evaluasi pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu tahun lalu berdasarkan Renstra Kecamatan Kedu;

Review hasil evaluasi mencakup:

1) Realisasi program atau kegiatan yang telah memenuhi target kinerja yang direncanakan;

2) Realisasi program atau kegiatan yang melebihi target kinerja yang direncanakan;

3) Realisasi program atau kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja yang direncanakan;

Mereview faktor penyebab tidak tercapainya kinerja program atau kegiatan tersebut. Menganalisis implikasi/dampak yang timbul terhadap target kinerja kegiatan dan kinerja pelayanan Kecamatan Kedu. Merumuskan suatu kebijakan atau tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

Review capaian kinerja kegiatan dalam Renstra Kecamatan Kedu

(9)

4 kinerja program;

2) Evaluasi pencapaian prioritas kegiatan dan target kinerja kegiatan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renstra Kecamatan Kedu tahun-tahun sebelumnya, untuk melihat sejauh mana pencapaian kinerja terhadap target kinerja Renstra Kecamatan Kedu;

3) Rumusan kemungkinan permasalahan pembangunan daerah dikaitkan dengan capaian kinerja kegiatan Renstra Kecamatan Kedu dan pencapaian visi dan misi kepala daerah;

4) Identifikasikan kebijakan yang diperlukan untuk tahun rencana berdasarkan capaian kinerja Renstra Kecamatan Kedu sampai dengan tahun berjalan, misalnya kegiatan apa yang perlu dipacu pembangunannya dan bagaimana strategi untuk mencapai keberhasilan dari pelaksanaannya.

d. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu;

Perumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu, dimaksudkan untuk menentukan permasalahan, hambatan atas pelaksanaan program dan kegiatan penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu tahun sebelumnya, serta capaian kinerja Renstra Kecamatan Kedu.

Isu-isu penting yang dimaksud mencakup :

1) Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan Kecamatan Kedu dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Kecamatan Kedu;

2) Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu;

3) Dampak terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, capaian program nasional dan internasional, seperti SPM (Standar Pelayanan Minimal) dan SDG’s (Sustainable Developmnet Goals);

4) Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

5) Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Kecamatan Kedu;

6) Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk di tindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang di rencanakan.

e. Telaahan terhadap rancangan awal RKPD;

Telaah terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja programatau kegiatan, tolok ukur atau target sasaran program atau kegiatan, serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program atau kegiatan untuk Kecamatan Kedu.

(10)

5 a. Mengidentifikasi program dan kegiatan prioritas yang tercantum di

dalam rancangan awal RKPD;

b. Mengidentifikasi jenis program dan kegiatan apa saja yang sesuai dan yang tidak sesuai antara arahan rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan.

c. Mengidentifikasi program dan kegiatan yang akan didanai dengan APBD menurut objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah.

f. Perumusan tujuan dan sasaran;

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra Kecamatan Kedu.

g. Penelaahan usulan program dan kegiatan dari masyarakat;

Kajian usulan program dan kegiatan dari masyarakat merupakan bagian dari kegiatan jaring aspirasi terkait kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan, terhadap prioritas dan sasaran pelayananserta kebutuhan pembangunan tahun yang direncanakan, sesuai dengan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu.

Usulan program atau kegiatan yang berasal dari masyarakat lebih bersifat teknis sehingga lebih tepat untuk diakomodasi dan dilaksanakan oleh PERANGKAT DAERAH lain dan bukan oleh Kecamatan Kedu. Namun dalam proses ini Kecamatan Kedu mempunyai peran yang sangat penting karena proses pengakomodasian usulan masyarakat dilaksanakan dalam desk perencanaan yang dilakukan oleh Kecamatan Kedu terhadap seluruh Perangkat Daerah yang lain.

h. Perumusan kegiatan prioritas dan strategis;

Perumusan program dan kegiatan sesuai dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun yang direncanakan berdasarkan tingkat urgensi dan relevansinya, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan untuk memecahkan isu-isu penting terkait penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu dalam pembangunan daerah.

i. Penyajian awal dokumen rancangan Renja Kecamatan Kedu;

Penyusunan dokumen rancangan Renja Kecamatan Kedu merupakan kegiatan penulisan dan penyajian dari seluruh proses yang dilakukan mulai dari pengolahan data/informasi, analisis dan perumusan program atau kegiatan dalam bentuk sebuah dokumen.

j. Telaahan Kebijakan Nasional;

Telaahan kebijakan nasional yang perlu dicermati adalah prioritas dan sasaran pembangunan nasional untuk tahun rencana yang terkait dengan pembangunan daerah kabupaten, seperti reformasi birokrasi dan tata kelola, bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan,

(11)

6 lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pascakonflik, kebudayaan, kreatifitas, dan inovasi teknologi, politik, hukum dan keamanan.

k. Penyempurnaan rancangan Renja Kecamatan Kedu;

Penyempurnaan rancangan Renja Kecamatan Kedu perlu dilakukan setelah mendapatkan masukan dari verifikator pada saat desk rancangan kerja.

l. Pembahasan forum Perangkat Daerah; dan

Pembahasan dalam forum Perangkat Daerah kabupaten bertujuan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja Kecamatan Kedu dengan saran dan masukan dari tim desk rancangan Renja Perangkat Daerah.

m. Penyesuaian dokumen rancangan Renja Kecamatan Kedu dengan hasil pembahasan forum Perangkat Daerah.

Dokumen rancangan Renja Kecamatan Kedu yang telah didiskusikan dalam forum Perangkat Daerah, perlu disesuaikan kembali dengan masukan dari hasil kesepakatan yang diperoleh dari pembahasan forum Perangkat Daerah.

1.2. Landasan Hukum

Adapun yang menjadi landasan hukum dalam penyusunan Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

3. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 4. Undang-undang Nomor 6 Tahun tentang Desa;

5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah dirubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah;

(12)

7 Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024;

13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025;

14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029; 15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 10 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Temanggung Tahun 2005-2025;

17. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

18. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Temanggung Tahun 2011-2031; 19. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 26 Tahun 2012 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah;

20. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Temanggung Tahun 2018-2023;

21. Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Temanggung; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah; dan

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

(13)

8 Maksud disusunnya Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 adalah sebagai pedoman bagi Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung dalam rangka merumuskan prioritas kegiatan pembangunan daerah, sasaran dan target sasaran beserta indikatornya yang akan menjadi tolok ukur penilaian kinerja Kecamatan Kedu untuk Tahun 2021 sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Kedu.

Adapun tujuan dari disusunnya Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 adalah antara lain sebagai berikut:

1. Untuk mengoptimalkan peran, fungsi, dan mewujudkan perencanaan pembangunan daerah Tahun 2021 yang akuntabel, partisipatif, bermanfaat, tepat sasaran, dan berkesinambungan;

2. Sebagai acuan pelaksanaan program dan kegiatan Kecamatan Kedu selama kurun waktu 1 tahun yaitu Tahun 2021;

3. Memberikan arahan yang jelas atas target kinerja dari masing-masing program dan kegiatan Kecamatan Kedu Tahun 2021;

4. Sebagai acuan dalam rangka pelaksanaan evaluasi kinerja program dan kegiatan Kecamatan Kedu Tahun 2021; dan

5. Sebagai bahan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Kedu Tahun 2021.

1.4. Sistematika Penulisan

Adapun sitematika penulisan dalam penyajian Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA Kecamatan Kedu TAHUN 2019 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN

(14)

9

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA Kecamatan Kedu TAHUN 2019

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu Tahun 2019 dan Capaian Renstra Kecamatan Kedu Tahun 2019-2023

Dalam melakukan penyusunan Renja Kecamatan Kedu Tahun 2021, diperlukan adanya evaluasi atas pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu Tahun 2019 terhadap capaian renstra Kecamatan Kedu Tahun 2019-2023, serta evaluasi terhadap proyeksi capaian Renja untuk tahun berjalan yaitu Tahun 2020.

Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan proyeksi sampai dengan tahun 2019 terhadap target tahun 2019 dan target akhir Renstra tahun 2019-2023.

Evaluasi terhadap capaian Renstra Kecamatan Kedu Tahun 2019-2023 telah dapat dilakukan, dimana capaian kinerja Tahun 2019 sebagai tahun pertama pelaksanaan Renstra Kecamatan Kedu 2019-2023 telah dapat diketahui. Adapun hasil evaluasi adalah sebagaimana disajikan pada tabel berikut :

(15)

10 Tabel 2.1

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu s.d Tahun 2019 No Bidang/ Program/Kegi atan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Satuan Target Akhir

Renstra s/d 2018 Realisasi Target 2019

Realisasi 2019 Capaian 2019 Realisasi s/d 2019 s/d 2020 Capaian Ket

K Rp K Rp K Rp (RENJA) Rp (DPA) K Rp (%) K (%) Rp K Rp. K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17=(8+11) 18 18 19

Belanja Tidak Langsung

1 Belanja Pegawai a. Gaji dan

Tunjangan Terbayarnya gaji dan tunjangan bulan 65 13.311.600.000 26 14 2.862.617.300 2.862.617.300 14 2.376.432.594 100 83 39 7.266.698.869 45 7.266.698.869 2. Program perencanaan,e valuasi.dan kelitbangan perangkat daerah persentase penyelesaian dokumen perencanaan ,evaluasi,dat a pokok dan pelaporan perangkat daerah a Perencanaan dan pengendalian kegiatan-kegiatan Meningkatny a perencanaan dan pelaporan SKPD dokume n 167 15,469,200 22 24 5.000.000 2,419,200 24 2.419.200 100 100 46 2.419.200 57 Total Program

(16)

11

A PENDUKUNG URUSAN PERANGKAT DAERAH

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyediaan jasa

Komunikasi,Sumbe r daya Air dan Listrik Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 108,346,000 12 12 20.500.000 20.496.000 12 9,387,177 100 46 24 9,387,177 2 Penyediaan jasa kebersihan kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 17,498,000 12 12 3.000.000 2.998.700 12 2,998,700 100 99,9 24 2,998,700 3 Penyediaan alat tulis kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 40,249,900 12 12 7.500.000 7.499.900 12 7,499,900 100 100 24 7,499,900 4 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 29,500,000 12 12 5.000.000 5.000.000 12 5,000,000 100 100 24 5,000,000 5 Penyediaan komponen listrik/penerangan bangunan kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 14,546,350 12 12 3.000.000 2.996.350 12 2,996,350 100 100 24 2,996,350 6 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perudang-undangan Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 7,570,000 12 12 1.500.000 1.320.000 12 1,310,000 100 100 24 1,310,000 7 Penyediaan makanan dan minuman Meningkatnya kualitas pelayanan bulan 60 81,845,000 12 12 15,000,000 14,995,000 12 11,342,000 100 76 24 11,342,000

(17)

12 aparatur

8 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 179,970,000 12 12 30,000,000 29,970,000 12 29,670,000 100 100 24 29,670,000 9 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 149,000,000 12 12 25,000,000 25,000,000 12 22,015,000 100 88 24 22,015,000 10 Jasa pelayanan perkantoran Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 98,300,000 12 12 14,500,000 29,499,000 12 27,330,612 100 93 24 27,330,612 Total Program

2 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 1. Pengadaan perlengkapan gedung kantor Tersedianya perlengkapa n gedung kantor 1 paket 5 675.000.000 2 1 13,638,100 13.638.100 1 12,403,100 100 91 3 12,403,100 2 Pengadaan peralatan gedung kantor Tersedianya peralatan kantor 10.000.000 10.000.000 2 9,784,000 100 98 2 9,784,000 3 Pemeliharaan rutin berkala peralatan gedung kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 12 12 4.000.000 3,174,200 12 2,080,000 100 66 12 2,080,000 4 Pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 12 12 20.000.000 19,989,000 12 17,462,250 100 87 12 17,462,250

(18)

13 5 Pemeliharaan rutin berkala perlengkapan gedung kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 12 12 5.000.000 3,194,100 12 3,194,100 100 100 3,194,100 6 Pengadaan sarana dan prasarana pendukung gedung kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur unit 1 1 1 30.000.000 29,997,300 1 29,997,300 100 100 29,997,300 7 Rehabilitasi sedang berat gedung kantor Meningkatnya kualitas pelayanan aparatur bulan 60 12 12 15.000.000 14,994,700 12 14,993,500 100 99 14,993,500

B Program peningkatan pengelolaan tata pemerintahan di Kecamatan

1 Koordinasi pengelolaan Tata pemerintahan Peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa,PATEN,pela yanan pendaftaran penduduk da penyelesaian sengketa tanah garapan,PPID,sta stistik,pelestarian naskah kuna. bulan 60 85,404,000 12 12 23.000.000 12,854,000 12 9.639.000 100 75 32.639.000 2 Koordinasi Pengembangan Potensi desa/kelurahan Terselesaikannya pengelolaan keuangan desa bulan 60 377,459,900 12 75,5 00,0 00 12 75,500,000 75,459,900 12 75,459.900 100 100 24 150.919.800

(19)

14 1 Koordinasi pemberdayaan masyarakat desa Meningkatnya kuantitas,kialitas kelembagaan desa,tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan desa,tersusunnya RKP desa,terlaksanan ya Musrenbang di Tk Kecamatan,tersus unnya APBDES dan perdes,profil desa,pemantyuan kegiatan pembangunan yang berlokasi di Kecamatan,pemb erdayaan masyarakat bulan 60 165,189,600 12 12 37,000,000 22,389,600 12 22,377,350 100 100 24 22,377,350 2 Fasilitasi Dana Transfer dan Bantuan keuangan kepada desa Terlaksananya pembinaan dan tertib administrasi keuangan desa serta fasilitasi bantuan keuangan kepada desa bulan 60 5,115,600 12 12 10.500.000 5,115,600 12 5,080,600 100 100 24 5,080,600 3 Fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) Meningkatnya SDM pengurus PKK Desa bulan 60 66,234,200 12 12 14,000,000 11,234,200 12 10,934,200 100 97 24 10,934,200

D Program peningkatan kesejahteraan Rakyat

1 Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Terlaksananya koordinasi peningkatan kesejahteraan eakyat dan bulan 60 63,303,800 12 12 23.500.000 13.573.500 12.507.500 100 92 24 12.507.500

(20)

15 pemberdayaan sosial 2 Koordinasi penanggulangan kemiskinan Meningkatnya taraf hidup masyarakat bulan 60 27,729,600 7.000.000 3,729,800 3,524,400 3,524,400 3 Pendampingan program barang bersubsidi Tersalurnya barang bersubsidi bulan 60 2,539,900 5.000.000 2,539,900 1,120,000 1,120,000

E Program peningkatan ketentraman dan

ketertiban masyarakat kecamatan

1 Koordinasi ketentraman dan ketertiban umum Terlaksananya koordinasi kesiapsiagaan bencana alam, meningkatnya keamanan,ketentr aman dan ketertiban masyarakat dan berkurangknya tindak kriminal bulan 60 30,731,850 5.000.000 3,731,850 12 3,731,850 3,731,850 2 Pemantuan Pilpres dan Pilkada di Tk Kecamatan Terlaksananya pemantauan kegiatan pemilukada/ Pilpres dan Pilleg di tingkat kecamatan desa 14 4,239,500 14 7.000.000 4,239,500 14 4,239,500 100 100 12 4,239,500 3 Forum koordinasi pimpinan kecamatan(Forkom pincam) terlaksananya Forum koordinasi pimpinan di kecamatan bulan 60 75.000.000 12 12 0 13,200,000 12 13,200,000 100 100 24 13,200,000

(21)

16 Dari Tabel 2.1. diketahui bahwa secara umum capaian kinerja di Tahun

2019 telah dapat sesuai target yang ditetapkan di Renstra Kecamatan Kedu Tahun 2019-2023.

Dengan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Kecamatan Kedu di tahun sebelumnya maka akan didapat gambaran atas pelaksanaan program dan kegiatan Kecamatan Kedu berupa:

1. Capaian kinerja kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan, dengan kegiatan sbb:

a. Koordinasi Pengelolaan Tata Pemerintahan

b. Koordinasi Pengembangan Potensi Desa / Kelurahan

c. Fasilitasi pembinaan dan pengisian Kades/Perdes dan BPD d. Fasilitasi dana transfer dan bantuan keuangan kepada desa e. Fasilitasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) f. Koordinasi peningkatan kesejehteraan rakyat

g. Koordinasi penanggulangan kemiskinan

h. Koordinasi ketentraman dan ketertiban umum

i. Pemantauan kegiatan pemilukada di tingkat Kecamatan j. Forum Koordinasi pimpinan di Kecamatan ( Forkompincam ) k. Penyusunan dan Pelaporan dokumen perencanaan

l. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan. Kantor

m. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan n. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi luar daerah

o. Pengadaan perlengkapan gedung kantor p. Pengadaan peralatan gedung kantor

q. Pemeliharaan rutin/berkala rumah jabatan r. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

2. Realisasi kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan, dengan kegiatan sbb:

a. Tidak ada

3. Realisasi kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan, dengan kegiatan sbb:

a. Koordinasi pemberdayaan masyarakat desa / kelurahan b. Pendampingan program barang bersubsidi

c. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik d. Penyediaan jasa kebersihan kantor

e. Penyediaan alat tulis kantor

(22)

17 g. Penyediaan makanan dan minuman

h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah i. Penyediaan jasa pelayanan perkantoran

j. Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas operasional k. Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan gedung kantor l. Pemeliharaan rutin / berkala peralatan gedung kantor

Sesuai dengan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP) Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Tahun 2019, maka dapat dikatakan bahwa Kecamatan Kedu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dapat dikatakan berhasil, karena secara umum mempunyai rata-rata tingkat capaian kinerja dengan kategori Baik yaitu dengan nilai 97,82%,. Hal tersebut didukung dengan data capaian kinerja per sasaran strategis sebagai berikut:

1. Meningkatnya kualitas perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pengkajian pembangunan daerah;

Capaian Kinerja : 92,36 % kategori Baik

2. Meningkatnya kualitas data pembangunan dan data statistik daerah; dan

Capaian Kinerja : 100,00 % kategori Baik 3. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

Capaian Kinerja : 100,00 % kategori Baik

Dari Tabel 2.1. dapat diketahui bahwa pada pelaksanaan program dan kegiatan di Tahun 2019 ini diproyeksikan semua dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada Renstra Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Tahun 2019-2023.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Kecamatan Kedu

2.2.1. Indikator Kinerja Pembangunan Daerah (IKPD)

Gambaran tentang Kinerja Pelayanan Kecamatan Kedu dapat dilihat padaTabel Capaian IKPD berikut:

(23)

18 Tabel. 2.2

Capaian Kinerja Pembangunan Daerah Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung No TUJUAN/S ARARAN/P ROGRAM INDIKATOR KINERJA DAERAH SATU AN Kondisi 2018

TARGET KINERJA REALISASI KINERJA

2019 (%) STATUS FAKTOR PENDORONG 2019 2020 2021 2022 2023 2019 2020 2021 2022 2023 TT AT UK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 INDIKATOR TUJUAN Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kecamatan - - 84 85 86 87 89 83,95 99,94 v Jumlah pengunjung yang mendapatpelayanan di Kecamatan INDIKATOR SASARAN Persentase pelanggaran disiplin perangkat desa/kelurahan % - 1 0,7 0,5 0,3 0 0 100 V Jumlah Perangkat Desa yang melanggar disiplin dibagi jumlah perangkat desa dikali 100%

Jumlah perangkat desa yang melanggar disiplin 0

Jumlah perangkat desa 217

Persentase penanganan laporan kejadian % 100 85.71 85.71 85.71 85.71 85.71 100 100.00 V Jumlah laporan kejadian yang ditindaklanjuti dibagi jumlah laporan kejadian dikali 100%

Jumlah laporan kejadian 3

Jumlah laporan yang ditangani 3

Persentase Rumah Tidak Layak Huni

(RTLH) % 10.57 9.13 7.72 6.35 5 5.30 94.00 V

Jumlah rumah tidak layak huni dibagi jumlah rumah dikali

Jumlah rumah tidak layak huni 8

Jumlah rumah 14,192

Persentase kegiatan yang selesai tepat waktu % 91.66 91.66 91.66 91.66 91.66 83.33 92.36 V Jumlah desa yang menyelesaikan kegiatan tepat waktu dibagi dengan jumlah seluruh desa

(24)

19 Jumlah desa yang menyelesaikan kegiatan tepat waktu 13

Jumlah Desa 14 INDIKATOR PROGRAM 1 Program peningkata n pengelolaa n tata pemerinta han Persentase kepemilikan KTP-El di kecamatan % 97.39 100 100 100 100 100 94.3 94.30 V Jumlah penduduk yang mempunyai KTP- el di Kecamatan dibagi jumlah penduduk usia 17 tahun keatas atau telah menikah Jumlah penduduk mempunyai KTP-el di Kecamatan Kedu(jiwa) 45,237

Jumlah penduduk usia 17 tahun keatas atau telah menikah di 47,979 Persentase pelanggaran disiplin perangkat desa/kelurahan % - 1 0.07 0.05 0.03 0 0 100 V Jumlah Perangkat Desa yang melanggar disiplin dibagi jumlah perangkat desa dikali 100%

Jumlah perangkat desa yang melanggar disiplin di Kecamatan 0 Jumlah perangkat desa di Kecamatan kedu(jiwa) 140 Persentase realisasi penerimaan PBB % 100 100 100 100 100 100 97.32 97.32 V Jumlah realisasi penerimaan PBB dibagi jumlah ketetapan PBB dikali 100%

Jumlah realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Kedu 734289138 Jumlah ketetapan PBB di Kecamatan kedu 734289138 2 Program peningkata n pemberday aan masyarakat dan desa Persentase jumlah desa yang menyelesaikan RKP-

Desa tepat waktu % - 100 100 100 100 100 100 100 V

Jumlah desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu dibagi jumlah desa dikali 100% Jumlah desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu 14

Jumlah Desa 14

Persentase jumlah desa yang menyelesaikan APB-

Desa tepat waktu % - 100 100 100 100 100 100 100 V

jumlah desa yang menyelesaikan APB-Desa tepat waktu dibagi jumlah desa dikali 100%

(25)

20 Jumlah desa yangmenyelesaikan APB-Desa tepat waktu 14

Jumlah Desa 14 3 Program peningkata n kesejahtera an masyarakat di Kecamatan Persentase tempat ibadah kondisi baik

% - 70 75 80 90 95 92.05 94.7 V Jumlah rumah ibadah kondisi baik dibagi jumlah rumah ibadah dikali 100%

Jumlah rumah ibadah kondisi baik 160

Jumlah rumah ibadah 176

Persentase RTLH

% 15.08 13 11 9 7 5 5.3 94.00 V

Jumlah rumah tidak layak huni dibagi jumlah rumah dikali

Jumlah rumah tidak layak huni 753

Jumlah rumah tinggal 14,192

4 Program peningkata n ketrentram an dan ketertiban masyarakat Angka kriminalitas kecamatan % N.A 4.3 3.3 2.3 1.3 1 0 100 V Jumlah tindak kriminal dibagi jumlah penduduk dikali 10.000

Total Jumlah Tindak Kriminal 0

Jumlah Penduduk 63,004 Persentase penanganan laporan kejadian % 100 100 100 100 100 100 100 100 V Jumlah laporan kejadian yang ditindaklanjuti dibagi jumlah laporan kejadian dikali 100%

Jumlah laporan kejadian yang ditindaklanjuti 3

Jumlah laporan kejadian 3

JUMLAH INDIKATOR SASARAN 4 RATA-RATA CAPAIAN SASARAN 96.59

JUMLAH INDIKATOR PROGRAM 9 RATA-RATA CAPAIAN PROGRAM 97.82

JUMLAH SEMUA INDIKATOR 13 RATA-RATA CAPAIAN PD 97.20

Keterangan: T: 85-100 S: 50-85 R: 0-50

(26)

21 Adapun penjelasan untuk masing masing indikator adalah sebagai berikut:

1. Capaian indikator dengan status telah tercapai ada 2 terdiri dari: a. Persentase rehabilitasi sosial dasar bagi penyandang masalah

kesejahteraan sosial di luar panti sosial.

1) Faktor pendorong indikator tersebut adalah Sumber daya manusia yang Profesional

2) Faktor penghambat indikator tersebut adalah Kurangnya kesadaran perangkat desa.

3) Rekomendasi tindak lanjut indikator tersebut adalah perlu adanya pelatihan atau bimbingan tehknis untuk perangkat desa.

b. Persentase penaganan kejadian

1) Faktor pendorong indicator tersebut adalah adanya kesiapsiagaan dan tanggung jawab dari pemerintah desa.

2) Faktor penghambat indicator tersebut adalah lambatnya pelaporan kejadian

3) Rekomendasi tindak lanjut indicator tersebut adalah adanya sosialisasi dalam penaganan laporan kejadian.

2. Capaian indikator dengan status tercapai ada 3 terdiri dari:

a. Persentase rehabilitasi sosial dasar bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial di luar panti sosial.

1) Faktor pendorong indikator tersebut adalah adanya SDM yang Profesional.

2) Faktor penghambat indikator tersebut adalah kurangya profesionalnya SDM dalam melayani masyarakat.

3) Rekomendasi tindak lanjut indikator tersebut adalah adanya monitoring dan evaluasi secara rutin setiap periode tertentu. b. Persentase Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH )

1) Faktor pendorong indikator tersebut adalah Meningkatnya taraf hidup masyarakat

2) Faktor penghambat indikator tersebut adalah masih adanya pembangian yang tidak sesuai dengan seharusnya.

3) Rekomendasi tindak lanjut indikator tersebut adalah adanya monitoring dan evaluasi secara periodik.

c. Persentase kegiatan yang selesai tepat waktu.

1) Faktor pendorong indikator tersebut adalah adanya SDM yang Profesional

(27)

22 perangkat desa yang kurang profesional.

3) Rekomendasi tindak lanjut indikator tersebut adalah adanya pendampingan secara berkesinambungan.

2.3. Data Pokok

1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kecamatan

Indek Kepuasan Masyarakat ( IKM ) Merupakan data dan Informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperolaj pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan.

Untuk menjawab tantangan dari masyarakat dan untuk meningkatkan pelayanan public tersebut pemerintan Kecamatan telah melaksanakan kegiatan dan survey IKM yang dilaksanakan setiap tahun baik secara mandiri maupun dilakukan oleh ke 3 dengan tujuan sebagai bahan evaluasi terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan serta menjadikan pendorong setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

2. Persentase Pelanggaran Disiplin Perangkat Desa.

Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau perbuatan Perangkat Desa/Kelurahan yang tidak mentaati kewajiban dan atau melanggar ketentuan disiplin Perangkat Desa/Kelurahan baik yang dilakukan di dalam maupun diluar jam kerja. Pelanggaran disiplin dimaksud meliputi:

a. tidak masuk tanpa ijin resmi (menggunakan surat) 3x atau lebih dalam 1 bulan dan/atau

b. tidak masuk dengan ijin resmi selain karena alasan sakit sebanyak 5x atau lebih dalam 1 bulan

c. melakukan tindakan pidana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap

Rumus persentase pelanggaran disiplin Perangkat Desa/Kelurahan adalah jumlah Perangkat Desa/Kelurahan yang melanggar disiplin dibagi jumlah perangkat desa dikali 100%. Persentase pelanggaran disiplin Perangkat Desa/Kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(28)

23 Tabel 2.2

Persentase Pelanggaran Disiplin Perangkat Desa/Kelurahan di Kecamatan Kedu Tahun 2014-2019 s/d Triwulan IV

No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Jumlah perangkat desa yang melanggar disiplin di Kecamatan Kedu (jiwa) 2 1 1 0 0 0 2 Jumlah perangkat desa di Kecamatan Kedu (jiwa) 216 212 201 205 205 217 3 Persentase (%) 0,09 0,49 0,49 0 0 0

Sumber : Kecamatan Kedu Tahun 2020

Dari tabel di atas diperoleh bahwa persentase pelanggaran disiplin perangkat desa di Kecamatan Kedu semakin meningkat/menurun karena adanya pembinaan di desa - desa, pelanggaran perangkat desa godang wayang karena pelanggaran absensi ,dana PBB.

Tabel 2.3

Jumlah pelanggaran disiplin

NO DESA 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Kedu 1 2 Danurejo 3 Salamsari 4 Candimulyo 1 5 Mojotengah 6 Karangtejo 7 Kutoanyar

(29)

24 8 Mergoati 9 Ngadimulyo 10 Kundisari 11 Bojonegoro 12 Gondangwayang 2 13 Tegalsari 14 Bandungggede JUMLAH 2 1 1 0 0 0

3. Persentase Kepemilikan KTP-el di KecamatanKedu

Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP el) adalah Kartu Tanda Penduduk yang dilengkapi dengan chip yang merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Rumus perhitungan presentase kepemilikan KTP-el di Kecamatan Kedu adalah jumlah penduduk yang mempunyai KTP-el di Kecamatan Kedu dibagi Jumlah penduduk usia 17 tahun keatas atau telah menikah di Kecamatan Kedu. Presentase kepemilikan KTP el dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.4

Persentase kepemilikan KTP-el di Kecamatan Kedu Tahun 2014-2019 s.d Triwulan IV No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Jumlah penduduk mempunyai KTP-el di Kecamatan Kedu (jiwa) 42.923 43.608 44.229 44.523 45.165 45.237 2 Jumlah penduduk usia 17 tahun 43.994 45.029 46.011 46.515 47.627 47.979

(30)

25 No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 keatas atau telah menikah di Kecamatan Kedu (jiwa) 3 Persentase (%) 97,5 96,8 96,1 95,7 94,8 94,3

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Temanggung Tahun 2020

Dari tabel di atas diperoleh bahwa persentase kepemilikan KTP selama tahun 2014 – 2019 flukfuatif, karena ada permasalahan teknis berupa blanko habis.disamping itu pertambahan jumlah penduduk wajib KTP lebih besar dari pada pertumbuhan jumlah kepemilikan KTP.

Namun demikian, tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan KTP meningkat. Hal ini disebabkan adanya upaya yang sudah dilaksanakan antara lain dengan jemput bola perekaman KTP-el Ke Desa-Desa dan rumah penduduk untuk penduduk usia lanjut/jompo.

Tabel 2.5 - Triwulan IV

Penduduk Wajib KTP-el yang belum memiliki KTP-el di Kecamatan Kedu tahun 2019 NO DESA Wajib KTP yang belum memiliki KTP el 1 Kedu 239 2 Danurejo 109 3 Salamsari 63 4 Candimulyo 225 5 Mojotengah 176 6 Karangtejo 114 7 Kutoanyar 166

(31)

26 8 Mergowati 250 9 Ngadimulyo 377 10 Kundisari 256 11 Bojonegoro 208 12 Gondangwang 253 13 Tegalsari 136 14 Bandungggede 170 JUMLAH 2.742

Sumber : Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten Temanggung Tahun 2020

4. Persentase Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB )merupakan pungutan atas tanah dan bangunan yang muncul karena adanya keuntungan atau kedudukan sosial ekonomi bagi seseorang atau badan yang memiliki suatu hak atasnya, atau memperoleh manfaat dari padanya.Rumus daripersentase realisasi penerimaan PBB adalah jumlah realisasi penerimaan PBB dibagi jumlah ketetapan PBB dikali 100%.

Realisasi penerimaan PBB adalah jumlah penerimaan PBB selama satu tahun. Sedangkan ketetapan PBB adalah jumlah penentuan besarnya jumlah pokok pajak yang terutang di tiap wilayah

Tabel 2.6

Persentase realisasi penerimaan PBB

di Kecamatan Kedu Tahun 2014-2019 s.d TRIWULAN IV

No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Jumlah realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Kedu 827.670.369 1.285.210.635 741.461.223 748.913.785 737.992.220 734.289.138 2 Jumlah ketetapan PBB di Kecamatan 840.557.840 1.338.761.079 750.171.259 753.470.609 753.049.993 754.483.519

(32)

27 No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Kedu 3 Persentase (%) 98,30 98,46 95,99 98,83 97,57 97,32

Sumber : Kecamatan Kedu Tahun 2020

Dari tabel di atas diperoleh bahwa Persentase realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Kedu cenderung fluktuatif , karena ada wajib pajak yang bertempat tinggal di luar daerah provinsi sehingga dalam penagihan mengalami kesulitan.

Tabel 2.7

Data persentase dan realisasi penerimaan PBB tahun 2019

NO DESA JUMLAH KETETAPAN (Rp) REALISASI(Rp.) Presentase % 1 Kedu 99.653.090 99.523.436 99,86 2 Danurejo 31.798.464 31.798.464 100 3 Salamsari 40.852.606 40.852.606 100 4 Candimulyo 61.883.129 61.883.129 100 5 Mojotengah 58.708.846 54.187.734 92.18 6 Karangtejo 39.240.039 39.240.039 100 7 Kutoanyar 30.371.056 24.596.067 81,02 8 Mergowati 60.350.752 60.350.752 100 9 Ngadimulyo 40.188.858 30.240.039 75,87 10 Kundisari 50.123.078 50.123.078 100 11 Bojonegoro 54.428.010 54.428.010 100 12 Gondangwang 63.506.179 53.506.179 100 13 Tegalsari 53.776.053 53.776.053 100 14 Bandungggede 69.533.223 69.553.223 100 JUMLAH 754.483.519 734.289.138 97,32

(33)

28

5. Persentase Desa yang Tertib dalam Pengelolaan Aset

Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyebutkan bahwa “Aset Desa adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah.

Yang dimaksud dengan tertib dalam pengelolaan asset adalah semua asset yang dimiliki desa tercatat dalam buku inventaris barang.

Rumusnya desa yang Tertib dalam Pengelolaan Asetadalah sebagai berikut jumlah desa yang tertib dalam pengelolaan asset dibagi jumlah desa dikali 100%.

Persentase desa yang yang tertib dalam pengelolaan asetdiKecamatan Kedu Tahun 2014 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.8

Persentase Desa yang Tertib dalam Pengelolaan Aset di Kecamatan Kedu Tahun 2014 – 2019 s.d triwulan IV No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1

Jumlah desa yang tertib dalam pengelolaan asset

14 14 14 14 14 14

2 Jumlah Desa 14 14 14 14 14 14

3

Persentase desa yang

tertib dalam

pengelolaan aset

100 100 100 100 100 100

Sumber: Kecamatan Kedu Temanggung, 2020

Berdasarkan tabel di atas, persentase desa yang tertib dalam Pengelolaan Aset di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 100%.

6. Persentase Laporan LPPD Tepat Waktu

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) yang dilaksanakan oleh Kepala Desa disampaikan kepada Bupati melalui Camat meliputi Program Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,

(34)

29 Program Kerja Pelaksanaan Pembangunan, Program Pembinaan Kemasyarakatan, Program Pemberdayaan Masyarakat, Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan Keberhasilan yang di capai yang ditetapkan selambat-lambatnya pada akhir bulan Maret. Rumus Persentase Desa yang Mengirimkan laporan Tepat Waktu adalah jumlah desa yang menyerahkan LPPD tepat waktu dibagi jumlah desa dikali 100%.

Jumlah Desa yang mengirimkan LPPD tepat waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.9

Desa yang Mengirimkan LPPD Tepat Waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 – 2019 s.d triwulan IV

sumber: Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, 2020

berdasarkan tabel di atas, Persentase Laporan administrasi desa tepat waktu di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 mengalami kenaikan, hal ini mengandung arti bahwa kesadaran perangkat desa akan pentingnya laporan pertanggung jawaban meningkat.

7. Persentase kegiatan yang selesai tepat waktu

Pelaksanaan Kegiatan dan pengadaan Pemerintahan Desa yang meliputi kegiatan yang dilaksanakan tepat waktu, persentase kegiatan selesai tepat waktu diperoleh dari jumlah kegiatan desa yang selesai tepat waktu di bagi dengan jumlah seluruh desa dikali 100%.

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1

Jumlah desa yang mengirim LPPD tepat

waktu 8 9 10 14 14 14

2 Jumlah desa 14 14 14 14 14 14

(35)

30 Table.2.10

Persentase kegiatan yang selesai tepat waktu Di Kecamatan Kedu tahun 2014 – 2019 s/d Triwulan IV

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1

Jumlah desa yang menyelesaikan

kegiatan tepat waktu

9 10 11 12 13 14

2 Jumlah desa 14 14 14 14 14 14

3

Persentase desa yg menyelesaikan

kegiatan tepat waktu

64,2 71,4 78,5 85,7 92,8 100.0

Berdasarkan tabel di atas, Persentase Desa yang menyelesaikan kegiatan tepat waktu di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 cenderung meningkat karena Perangkat Desa sudah menyadari akan keberhasilan kegiatan yang dilaksanakan tepat waktu.

8. Persentase Jumlah Desa yang Menyelesaikan RKP-Desa Tepat Waktu

Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang memuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Yang dimaksud tepat waktu adalah RKP-desa ditetapkan selambat-lambatnya pada akhir bulan September.

Persentase desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu dihitung dengan rumus jumlah desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu dibagi jumlah desa dikali 100%.

Persentase Desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(36)

31 Tabel 2.11

Persentase Desa yang Menyelesaikan RKP-Desa Tepat Waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 – 2019 s/d Triwulan IV

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1

Jumlah desa yang

menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu

8 9 10 11 14 14

2 Jumlah desa 14 14 14 14 14 14

3 Persentase 57,1 64,2 71,4 78,5 100 100

Berdasarkan tabel di atas, Persentase Desa yang menyelesaikan RKP-Desa tepat waktu di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 cenderung meningkat karena Perangkat Desa sudah menyadari akan pentingnya sebuah perencanaan. Sedangkan desa yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan RKP-Desa adalah sebagai berikut :

Tabel 2.12

Daftar desa yg menyelesaikan RKP kondisi tahun 2019

NO DESA Yang menyelesaikan RKP tepat waktu Tidak tepat waktu Tanggal penyampaian 1 Kedu V 30 Des 2019 2 Danurejo V 31 Des 2019 3 Salamsari V 30 Des 2019 4 Candimulyo V 31 Des 2019 5 Mojotengah V 31 Des 2019 6 Karangtejo V 30 Des 2019 7 Kutoanyar V 30 Des 2019 8 Mergowati V 28 Des 2019

(37)

32 9 Ngadimulyo V 30 Des 2019 10 Kundisari V 20 Des 2019 11 Bojonegoro V 30 Des 2019 12 Gondangwayang V 15 Des 2019 13 Tegalsari V 30 Des 2019 14 Bandungggede V 30 Des 2019

9. Persentase Desa yang Menyelesaikan APB-Desa Tepat Waktu.

Anggaran pendapatan dan belanja desa (APB-Desa) adalah peraturan desa yang memuat sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluaran desa dalam kurun waktu satu tahun. APB-Desa terdiri atas bagian pendapatan Desa, belanja Desa dan pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dan yang harus dilaporkan oleh penerintah desa selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember. Persentase Desa yang menyelesaikan APB-Desa tepat waktu dihitung dengan rumus jumlah desa yang menyelesaikan APB-Desa tepat waktu dibagi jumlah desa dikali 100%.

Persentase Desa yang menyelesaikan APB-Desa tepat waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.13

Persentase Desa yang Menyelesaikan APB-Desa Tepat Waktu di Kecamatan Kedu Tahun 2014 – 2019 s.d Triwulan IV

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1

Jumlah desa yang menyelesaikan APB-Desa tepat waktu

7 8 9 10 13 14

2 Jumlah desa 14 14 14 14 14 14

3 Persentase 50,0 57,1 64,2 71,4 92,8 100

(38)

33

Berdasarkan tabel di atas, Persentase Desa yang

menyelesaikan APB-Desa tepat waktu di Kecamatan 100% sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 cenderung meningkat karena dengan adanya Bimtek dan peran pendamping desa yang membimbing terus menerus. Sedangkan desa yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan APB-Desa adalah :

Tabel 2.14

Daftar desa kondisi tahun 2019

NO Desa Yang menyelesaikan APBDES tepat waktu Tidak tepat waktu Tanggal penyampaian 1 Kedu V 2 Jan 2020 2 Danurejo V 2 Jan 2020 3 Salamsari V 30 Des 2019 4 Candimulyo V 31 Des 2019 5 Mojotengah V 2 Jan 2020 6 Karangtejo V 4 Jan 2020 7 Kutoanyar V 4 Jan 2020 8 Mergowati V 2 Jan 2020 9 Ngadimulyo V 2 Jan 2020 10 Kundisari V 26 Des 2019 11 Bojonegoro V 4 Jan 2020 12 Gondangwayang V 31 Des 2019 13 Tegalsari V 30 Des 2019 14 Bandungggede V 28 Des 2019 JUMLAH 14

(39)

34

10. Persentase rumah tidak layak huni

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) didefinisikan sebagai rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya.

Untuk memperoleh persentase rumah tidak layak huni maka digunakan rumus jumlah rumah tidak layak huni dibagi jumlah rumah dikali 100%.

Realisasi persentase rumah tidak layak huni tahun 2014-2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.15

Persentase Rumah Tidak Layak Huni

Kecamatan Kedu Tahun 2014-2019 s.d Triwulan IV

no Uraian Tahn 2014 2014 2015 2015 2016 2016 2017 2017 2018 2019 1. Jumlah rumah tidak

layak huni 1.115 788 781 770 761 753 2. Jumlah yang ditangani - 327 7 11 9 8 3. Jumlah rumah tinggal 13.664 13.736 13.901 14.067 14.148 14.192 4. Persentase 8.16 5.73 5.61 5,47 5,37 5,30

Sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2020

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa persentase RTLH cenderung naik. Derajat kelayakan rumah tinggal diukur dari 2 (dua) aspek, yaitu: kualitas fisik rumah dan kualitas fasilitas rumah. Kualitas fisik rumah diukur dengan 3 (tiga) variabel, yaitu: jenis atap, dinding dan lantai terluas. Sedangkan kualitas fasilitas rumah diukur dengan 3 (variabel) yaitu: luas lantai perkapita, sumber penerangan dan ketersediaan fasilitas tempat buang air besar. Jumlah RTLH di KecamatanKedu pada Tahun 2015 sampai akhir 2017 menurun dari 1.376 unit menjadi 1.306 unit. Hal ini karena ada penanganan RTLH sebanyak 70 unit menjadi rumah layak huni dalam tiga tahun terakhir.

(40)

35

11. Persentase rumah ibadah dalam kondisi baik

Rumah ibadah adalah sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama atau kepercayaan mereka masing-masing.

Batasan kondisi baik meliputi: a. Masih layak untuk digunakan

b. 80% kondisi bangunan secara umum baik c. Ada toilet

d. Tersedia air bersih

Rumus penghitungan dari persentase rumah ibadah kondisi baikadalah jumlah rumah ibadah kondisi baik dibagi jumlah rumah ibadah dikali 100%.

Realisasi persentase rumah ibadah kondisi baik di Kabupaten Temanggung dari tahun 2014 s.d 2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.16

Persentase rumah ibadah kondisi baik

Kecamatan Kedu, Tahun 2014-2019 s.d Triwulan IV

N No Uraian Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1. Jumlah rumah ibadah kondisi baik 162 - Islam 142 145 159 160 160 160 - Kristen 1 1 1 1 1 1 - Katholik 1 1 1 1 1 1 - Hindu - - - Budha - - - onghuchu - - 2. Jumlah rumah ibadah 159 159 175 175 176 176 % rumah ibadah kondisi baik 90,5 92,4 92,0 92,5 92,05 92.05

(41)

36 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa persentase rumah ibadah kondisi baik sejak tahun 2014 – 2019 masih dalam kondisi baik dan terawat.

Tabel 2.17

Data Rumah ibadah kondisi rusak

No. Nama tempat ibadah Lokasi desa

1 Masjid Alfurqon Kedu gang IV

2 Masjid Darul Magfiroh Kedungwuluh Candimulyo 3 Masjid Baitul mustaqim Dumpil Candimulyo

4 Masjid baitul makmur Pakisan candimulyo

5 Masjid AL falah Demangan candimulyo

6 Masjid Nurul Mutaqim Pakian Candimulyo

7 Masjid Alfalah Candiasri Candimulyo

8 Masjid Jamaludin Klegen Candimulyo

9 Masjid Affaqwa Ngumbulan Candimulyo

10 Masjid Barokah Ngadidono Ngadimulyo

11 Masjid Nurul huda Bilang Gondangwayang 12 Masjid Sabil falah Cepit Gondang wayang 13 Masjid Baiturochman Paladan Tegalsari 14 Masjid Al Mubarok Diwek Bojonegoro

12. Persentase Penanganan Laporan Kejadian

Laporan kejadian adalah laporan kejadian dari desa yang dilaporkan kepada kecamatan dan tercatat dalam buku kejadian.kejadian telah ditangani oleh Kasi Trantib dengan Menelpon ke BBGD Kabupaten Temanggung selanjutnya BPGD langsung mengadakan pemadaman ke lokasi kejadaian. Persentase penanganan laporan kejadian dihitung dengan rumus jumlah laporan kejadian yang ditindaklanjuti dibagi jumlah laporan kejadian dikali 100%.

(42)

37 Persentase Penanganan Laporan Kejadian di Kecamatan Kedu Tahun 2014 sampai 2019 s.d Triwulan IV dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.18

Persentase Penanganan Laporan Kejadian

di Kecamatan Kedu Tahun 2014 – 2019 s.d triwulan IV

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1 Jumlah laporan kejadian

yang ditindak lanjuti 0 1 0 1 6

3

2 Jumlah laporan kejadian 0 1 0 1 6 3

3 Persentase(%) 0 100 0 100 100 100

Sumber: Kecamatan Kedu Tahun 2020

Berdasarkan tabel di atas, Persentase Laporan kejadian di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 cenderung menurun, tahun 2019 mengalami penurunan.Kejadian bencana di desa Kedu Masjid Almutaqim bangunan atap runtuh, Dam Sidomakmur desa Mergowati Retak ², 50 % tanah amblas sehingga sawah ± 125 hektar kekeringan kebakaran gumuk dusun Kahuripan desa Kedu.

13. Angka Kriminalitas Kecamatan

Angka Kriminalitas adalah jumlah tindak kriminal yang terjadi dalam satu tahun dibagi jumlah penduduk kali 10.000.

Yang termasuk dalam kategori tindak kriminal adalah kasus narkoba, pembunuhan, kejahatan seksual, penganiayaan, pencurian, penipuan, dan pemalsuan uang.Indikator ini berguna untuk menggambarkan tingkat keamanan masyarakat dimana semakin rendah tingkat kriminalitas, maka semakin tinggi tingkat keamanan masyarakat.

Yang dihitung sebagai tindak kriminal adalah laporan tindak kriminal di Polsek dan/ atau di Kecamatan atau kejadian tindak kriminal yang tidak perlu laporan (delik umum).

Rumus penghitungan dari angka kriminalitas kecamatan adalah jumlah tindak kriminal dibagi jumlah penduduk dikali 10.000.

(43)

38 Angka kriminalitas kecamatan di Kecamatan Kedu dari tahun 2014 s.d 2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.20

Angka Kriminalitas Kecamatan Kedu Tahun 2014-2019 s.d Triwulan IV No Jenis Kriminal Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1. Jumlah kasus Narkoba 0 0 0 0 0 0 2. Jumlah kasus Pembunuha n 0 0 0 0 0 0 3. Jumlah Kejahatan Seksual 0 0 0 0 0 0 4. Jumlah kasus Penganiayaa n 0 0 0 0 0 0 5. Jumlah kasus Pencurian 1 1 2 5 0 6. Jumlah kasus Penipuan 0 0 0 7. Jumlah kasus Pemalsuan uang 1 0 0 0 8. Total Jumlah Tindak Kriminal 1 1 1 2 5 0 9. Jumlah Penduduk 58.52 9 59.89 9 61.17 1 61.82 9 63.00 4 63.00 4 10 Angka Kriminalitas 0,01 0,002 0.016 0,032 0,014 0

(44)

39 Dari 39 tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kriminalitas kecamatan kedu meningkat ,di desa bandunggede gantung diri, di desa Kundisari Gantung diri, Pencurian di desa Kedu, pemalsuan uang didesa Bandungggede, pencurian desa Bandunggede, Pencurian beras Raskin di balai desa Bojonegoro.

Tabel 2.21

Daftar kasus kriminal th 2014-2019 s.d triwulan IV NO DESA 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Kedu 1 2 Danurejo 3 Salamsari 4 Candimulyo 5 Mojotengah 6 Karangtejo 7 Kutoanyar 8 Mergowati 9 Ngadimulyo 10 Kundisari 1 11 Bojonegoro 1 2 2 12 Gondangwang 13 Tegalsari 14 Bandungggede 1 1 JUMLAH 1 1 1 2 5

14. Persentase desa/kelurahan tangguh bencana

Desa tangguh bencana didefinisikan sebagai desa yang rawan bencana yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan,bangunan minimum luas lahan dan bangunan.

Untuk memperoleh persentase desa tangguh bencana maka digunakan rumus jumlah desa tidak tangguh bencana dibagi jumlah desa dikali 100%.

(45)

40 Tabel 2.19

Tabel persentasi desa rawan bencana Tahun 2014-2019 s.d Triwulan IV

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 Jumlah desa tangguh

bencana 0 0 0 0 0

0

2 Jumlah desa rawan

bencana 9 9 9 9 9

9

3 Persentase (%) 0 0 0 0 0 0

Sumber: Kecamatan Kedu Tahun 2020

Berdasarkan tabel di atas, cakupan desa tangguh bencana di Kecamatan Kedu sejak Tahun 2014 sampai Tahun 2019 masih 0%.

Desa rawan bencana di Kecamatan Kedu meliputi 9 desa yaitu desa Kundisari, Salamsari , Mergowati, Kutoanyar, Kedu, Tegalsari, Bojonegoro, Candimulyo dan Danurejo.

(46)

41

2.3. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Kecamatan

Kedu.

Berdasarkan pada pencapaian kinerja pelayanan Kecamatan

Kedu dimana terdapat indikator yang sudah mencapai target

namun disatu sisi masih ada indikator yang belum mencapai target

serta berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah, maka dapat dirumuskan beberapa isu

penting yang berhubungan dengan penyelenggaraan tugas dan

fungsi Kecamatan Kedu sebagaimana berikut:

1. Tingkat kinerja Kecamatan Kedu dari 12 indikator terdapat 2

indikator yang belum mencapai target 100 %, antara lain :

• Indikator persentase tingkat capaian kinerja dan realisasi

anggaran Renstra SKPD

Hal ini disebabkan karena terbatasnya anggaran APBD

Kabupaten

Temanggung

sehingga

tidak

dapat

mengalokasikan anggaran untuk semua program dan

kegiatan karena ada skala prioritas program dan kegiatan.

• Indikator persentase kegiatan SKPD di Luar rancangan awal

SKPD tahun 2019

Hal ini disebabkan karena adanya program dan kegiatan yang

tidak ada dalam Renstra SKPD

2.

Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam

penyelenggaraaan tugas dan fungsi Kecamatan Kedu, antara

lain

Adapun isu-isu penting dalam penyelenggaraan tugas pokok

dan fungsi Kecamatan Kedu, adalah sebagai berikut:

a. Menurunnya pengamalan budi pekerti, tata krama, nilai

budaya, dan keteladanan;

b. Belum optimalnya pelaksanaan pembangunan pendidikan;

c. Belum optimalnya pemerataan akses masyarakat terhadap

pelayanan kesehatan;

d. Belum optimalnya pengembangan dan pemanfaatan

teknologi

dan

inovasi

pertanian,

pengembangan

infrasruktur pertanian dan pengembangan pertanian yang

berwawasan lingkungan;

(47)

42

f. Belum optimalnya peningkatan kesejahteraan masyarakat;

g. Belum

optimalnya

pemberdayaan

perempuan,

perlindungan anak;

h. Belum

optimalnya

pemberdayaan

pemuda,

dan

pengembangan olahraga;

i. Belum optimalnya pemenuhan lingkungan hunian/

permukiman yang bersih dan sehat;

j. Belum

optimalnya

pengelolaan

tata

ruang

dan

pengendalian pemanfaatan ruang;

k. Belum optimalnya pengelolaan lingkungan hidup;

l. Belum optimlnya pemerataan pembangunan infrastruktur

daerah;

m. Belum optimalnya pemerataan akses masyarakat

terhadap layanan transportasi;

n. Belum

optimalnya

pengelolaan

administrasi

pemerintahan, pengelolaan keuangan, pengelolaan asset,

dan pengelolaan kearsipan yang di dukung dengan

pelaksanaan e-Goverment;

o. Belum optimalnya pelayanan publik.

2.4. Review terhadap rancangan awal SKPD

Review atau telaah terhadap rancangan awal RKPD adalah dilakukan dengan membandingkan rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan. Proses perbandingan tersebut meliputi perbandingan program, kegiatan, lokasi kegiatan, target, dan pagu anggaran yang disediakan di rancangan awal RKPD.

Secara umum, hasil telaah terhadap rancangan awal RKPD adalah sebagaimana berikut:

1. Terdapat penambahan kegiatan di luar rancangan awal Kecamatan Kedu, yaitu 1 (satu) kegiatan :

a. Forum Komunikasi pimpinan kecamatan Forkompincam

Adapun hasil telaah terhadap rancangan awal RKPD per program dan per kegiatan adalah sebagaimana tabel 2.20 berikut:

Gambar

Tabel 2.5 -  Triwulan  IV
Tabel persentasi desa rawan bencana  Tahun 2014-2019 s.d  Triwulan  IV

Referensi

Dokumen terkait

presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi. perkembang biakan paku dan

Hasil wawancara menunjukan para pelaku usaha perikanan mengetahui secara pasti bahwa para petugas penertiban retribusi izin usaha perikanan adalah merupakan unsur

Bentuk morfologi koloni dari 7 isolat bakteri penghasil protease dari limbah cair tahu umumnya memiliki bentuk yang hampir sama, memiliki warna koloni yang sama

Kabela dan Hidayat (2009) melakukan penelitian tentang Pengaruh Peristiwa Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden 9 juli 2009 Di Indonesia Terhadap Abnormal Return Di

Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung

Pembinaan lurah sebagaimana dimaksud pada Pasal 36 ayat (2) Peraturan Daerah ini adalah melakukan peningkatan kemampuan Lembaga Kemasyarakatan dengan melibatkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penga- turan dengan lama penyeduhan 12 menit yang diawali penyeduhan 3 menit mempunyai indeks kesegaran tertinggi yaitu 22,71

Keberadaan kolom-kolom doric pada bagian serambi/pendopo ini merupakan hal yang menarik dari perpaduan kedua gaya arsitektur tradisional dan Eropa karena elemen