• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

5

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Program

Sebelum lebih dalam mengupas tugas akhir ini, alangkah baiknya apabila diketahui terlebih dahulu definisi serta uraian singkat mengenai konsep dasar dari program yang berhubungan dengan tugas akhir.

2.1.1. Program

Menurut Kadir (2017:3) Program adalah “kumpulan instruksi yang ditujukan kepada komputer, istilah program biasa digunakan untuk menyatakan hasil karya mereka yang berupa instruksi-instruksi untuk mengendalikan komputer”.

Menurut Fadallah (2018:61) Program adalah “kumpulan instruksi yang digunakan untuk mengatur komputer agar melakukan suatu tindakan tertentu”. 2.1.2. Bahasa pemrograman

Menurut Stefano (2014:2) “Visual Basic merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Intergrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis operasi Microsoft Windows menggunakan model pemrograman (COM)”. Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman basic dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VB-Script), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.

(2)

2.1.3. Basis Data

Menurut Winarno dkk (2013:177) “Basis data (database) secara bahasa memiliki arti tempat atau wadah sebuah data. Secara istilah database yaitu kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diambil datanya atau diolah menggunakan suatu program”. Berikut ini merupakan beberapa pengertian database:

a. Database merupakan kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

b. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk berbagai kebutuhan.

c. Database adalah sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tujuan tertentu.

d. Database adalah susunan record data dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diatur dan disimpan secara terintegrasi menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna.

Menurut Simarmata dan Prayudi dalam Afifah dan Supriyanta (2018:2) “Basis data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data”.

Menurut Fathansyah dalam Supriyanta dan Nisa (2015:2) “Basis Data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis berarti markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek”.

(3)

Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Basis data (database) adalah kumpulan data atau informasi yang dapat disimpan maupun diolah dalam sebuah komputer.

Menurut Nugroho (2013:1) “XAMPP adalah paket program web lengkap yang dapat Anda pakai untuk belajar pemrograman web, khususnya PHP dan MySQL.” Didalam folder utama xampp, terdapat beberapa folder penting yang perlu diketahui.

Tabel II.1. Folder Penting XAMPP

Folder Keterangan

Apache Folder utama dari Apache Webserver.

Htdocs Folder utama untuk menyimpan data-data letihan web, baik PHP maupun HTML biasa.

Manual Berisi subfolder yang di dalamnya terdapat manual program dan database, termasuk manual PHP dan MySQL.

MySQL Folder utama untuk database MySQL server. PHP Folder utama untuk program PHP.

Sumber : Nugroho (2013:7)

Menurut Nugroho (2013:26) “MySQL adalah software atau program Databse Server”. Sedangkan SQL adalah bahasa pemrogramannya, bahasa permintaan (query) dalam database server termasuk dalam MySQL itu sendiri. SQL juga dipakai dalam software databse server lain, seperti SQL Server, Oracle, PostgreSQL dan lainnya.

Menurut Nugroho (2013:71) “phpMyAdmin adalah tools yang dapat digunakan dengan mudah untuk memanajemen databse MySQL secara visual dan Server MySQL, sehingga kita tidak perlu lagi harus menulis query SQL setiap akan melakukan perintah operasi database”.

(4)

2.1.4. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut Pressman (2015:42) “Model Waterfall adalah klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software”.

Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini termasuk kedalam model generic pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai dalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan. Disebut dengan waterfall karena tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

Fase-fase dalam Waterfall Model referensi Pressman :

Sumber : Pressman 2015:42

Gambar II.1 Waterfall

a. Communication (Project Initiation &Requirements Gathering)

Sebelum memulai pekerjaan yang bersifat teknis, sangat diperlukan adanya komunikasi dengan customer demi memahami dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Hasil dari komunikasi tersebut adalah inisialisasi proyek, seperti menganalisis permasalahan yang dihadapi dan mengumpulkan data-data yang diperlukan, serta membantu mendefinisikan fitur dan fungsi software. Pengumpulan data-data tambahan bisa juga diambil dari jurnal, artikel, dan internet.

(5)

b. Planning (Estimating, Scheduling, Tracking)

Tahap berikutnya adalah tahapan perencanaan yang menjelaskan tentang estimasi tugas-tugas teknis yang akan dilakukan, resiko-resiko yang dapat terjadi, sumber daya yang diperlukan dalam membuat sistem, produk kerja yang ingin dihasilkan, penjadwalan kerja yang akan dilaksanakn, dan tracking proses pengerjaan sistem.

c. Modeling (Analysis & Design)

Tahapan ini adalah tahap perancangan dan pemodelan arsitektur sistem yang berfokus pada perancangan struktur data, arsitektur software, tampilan interface, dan algoritma program. Tujuannya untuk lebih memahami gambaran besar dari apa yang akan dikerjakan.

d. Construction (Code & Test)

Tahapan construction ini merupakan proses penejemahan bentuk desain menjadi kode atau bentuk/bahasa yang dapat dibaca oleh mesin. Setelah pengkodean selesai, dilakukan pengujian tergadap sistem dan juga kode yang sudah dibuat. Tujuannya untuk menemukan kesalahan yang mungki terjadi untuk nantinya diperbaiki.

e. Deployment (Delivery, Support, Feedback)

Tahapan Deployment merupakan tahapan implementasi software ke customer, pemeliharan software secara berkala, perbaikan software, evaluasi software, dan pengembangan software berdasarakan umpan balik yang diberikan agar sistem dapat tetap berjalan dan berkembang sesuai dengan fungsinya.

(6)

2.1.5. Persediaan Barang

Menurut Sumirat dan Deni Ahmad Deni (2017:2) “Persediaan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan dagang dan perusahaan industry serta perusahaan jasa”. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akn dihadapkan pada keadaan pada keadaan bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya sehingga kontinuitas perusahaan dapat terganggu karena sumber utama pendapatan perusahaan berasal berasal dari penjualan persediaan.

2.2. Tools Program

Peralatan pendukung mempunyai pengertian sebagai media yang dibutuhkan oleh setiap programmer untuk membantu mempermudah dalam pembuatan dan pembacaan logika dan algoritma program serta membantu setiap programmer untuk mengetahui alur program yang dibuat. Peralatan yang mendukung dalam perancangan program meliputi ERD, LRS, Pengkodean, Flowchart, dan HIPO (Hierarchy Input Proces-Output)

2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Ladjamudin (2013:142), “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak”. ERD digunakan oleh professional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam suatu organisasi.

Menurut Frieyadie dalam Afifah dan Supriyanta (2018:3) “LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relationship Diagram (ERD) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”.

(7)

Menurut Wulandari (2013:15-16) Konversi Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk Logical Record Structure. Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut:

a. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.

b. Sebuah relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas, kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam kotak tersendiri.

c. Konversi LRS ke relasi tabel atau tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi, yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file, dan tiap tuple dalam sebuah field, atau dalam bentuk lingkaran Entity Relationship Diagram dikenal dengan sebutan atribut. Konversi dari logical structure, dilakukan dengan cara:

1. Nama logical record structure menjadi nama relasi. 2. Tiap atribut menjadi sebuah kolom didalam relasi.

2.2.2. Pengkodean

Menurut Lestari (2018:2) “Pengkodean data adalah suatu teknik yang dilakukan untuk memberikan penegasan pada proses yang terlibat (data dan pensinyalan) transmisi data”. Dalam proses tersebut perlu diperhatikan pula fasilitas-fasilitas komunikasi dan media yang tersedia.

(8)

Fungsi Pengkodean Data:

1. Menjadikan tiap karakter (mempunyai arti) dalam sebuah informasi.

2. Dapat membantu pada pengubahan kode dari bahasa manusia ke bahasa mesin.

2.2.3. HIPO (Hierarky Input Process Output)

Menurut Rasai dkk (2014:4) HIPO (Hierarky Input Process Output) adalah “Dokumentasi program untuk melakukan penyusunan bagian-bagian sistem. Pada bagan HIPO disusun sebagai pengaturan jenjang atau level yang menggambarkan sistem tersebut. Penentuan HIPO menjadi sangat penting karena memudahkan melihat bentuk sistem secara keseluruhan”.

Menurut Fatta dalam Risdiansyah Deni (2017:2) “HIPO merupakan teknik untuk mendokumentasikan pengembangan suatu sistem yang dikembangan oleh IBM”.

HIPO dapat digunakan sebagai alat pengembangan sistem dan teknik dokumentasi program. Penggunaannya mempunyai beberapa sasaran, yaitu: a. Untuk menyediakan suatu struktur guna memahami fungsi-fungsi dari sistem. b. Untuk lebih menekankan fungsi-fungsi yang harus diselesaikan oleh program. c. Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan

output yang dihasilkan.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa HIPO (Hierarky Input Process Output) adalah teknik untuk mendokumentasikan suatu system yang di kembangkan.

(9)

2.2.4. Diagram Alir Program (Flowchart)

Menurut Ladjamudin (2013:263) “Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma”.

Menurut Ardhana dalam Mirawati dan Purnia D.S (2015:3) “Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus atau alur secara terurut yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah”.

Bentuk Flowchart ada dua macam: a. System Flowchart

Yaitu urutan proses dalam system dengan menunjukan alat media input, output, serta jenis media penyimpanan dalam proses pengolahan data. Flowchart system digunakan untuk menggambarkan urutan langkah dalam memecahkan masalah, tetapi hanya berisi prosedur dalam sistem yang dibentuk.

b. Program Flowchart

Yaitu urutan instruksi yang digambarkan dengan simbol tertentu untuk memecahkan masalah dalam suatu program.

Hal yang paling penting dalam pembuatan flowchart yaitu:

a. Jalannya proses digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.

b. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.

c. Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.

d. Sebuah flowchart diawali dari satu titik start dan diakhiri dengan end. e. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.

(10)

Dari kedua pengertian ahli diatas dapan diambil kesimpulan bahwa flowchart merupakan suatu bagan-bagan yang menggambarkan langkah-langkah untuk penyelesaian suatu masalah.

2.2.5. Black Box Testing

Menurut Sukamto dan Shalahuddin dalam Supriyanta dan Eunike Nova (2016:3) “Black-box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Menurut Perry dalam Komarudi M (2016:4) Black-box Testing adalah “metode pengujian di mana data tes berasal dari persyaratan funfsional yang ditentukan tanpa memperhatikan struktur program akhir”.

Dari kedua pendapat diatas dapan disimplkan bahwa Black-box Testing adalah pengujian fungsi perangkat lunak tanpa menguji struktur atau kode program.

Gambar

Tabel II.1. Folder Penting XAMPP
Gambar II.1 Waterfall

Referensi

Dokumen terkait

Kendala dalam proses ratifikasi perjanjian internasional di Indonesia, diantaranya sulitnya mengharmoniskan standar internasional itu dengan hukum dan peraturan

Lain halnya dengan pola asuh otoriter, pada pola asuh permisif lebih bersifat bebas dan terbuka. Anak diberikan kebebasan untuk memilih apapun yang disukai dan diinginkannya,

mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Informasi yang benar serta lengkap dari suatu produk barang/ jasa harus disertakan oleh produsen. Label sebagai wujud hak

Pokok permasalahan penelitian ini adalah apakah komunikasi, penempatan dan kepemimpinan berpengaruh secara simultan maupun parsial terhadap konflik karyawan pada

Perilaku merokok pada remaja saat ini sudah tidak tabu lagi, dimanapun tempat tidak sulit menjumpai anak remaja dengan kebiasaaan merokok.Orang tua mempunyai pengaruh

2 Paradigma, Majalah Ilmiah Sains dan Matematika 1410-4385 FMIPA Universitas Haluoleo Kendari Tidak Terakreditasi PERTANIAN 1 Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 1410-5020

Dalam pengisian discharge planning itu dari awal dari pasien masuk sudah dikerjakan dari depan nanti kami yang di maintenance ini melanjutkan apa yang sudah dikerjakan

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan, informasi dari hasil wawancara yang dilakukan bersama dengan narasumber serta hasil dokemntasi yang berupa puisi yang