• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang."

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1.Latar Belakang.

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melali urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Sedangkan sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.

Dalam era globalisasi dengan lingkungan yang selalu berubah mendorong timbulnya reformasi di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dan salah satunya adalah perkembangan system pemerintahan sejalan dengan paradigma yang berkembang di masyarakat, yang mengharuskan terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance), sehingga manajemen pemerintahan dan pembangunan terselenggara secara berdaya guna dan berhasil guna.

Good governance yang bercirikan antara lain demokratis, desentralistik, transparan serta pemberdayaan masyarakat, mewajibkan adanya system akuntabilitas pada seluruh jajaran aparat, baik di Pusat maupun di Daerah. Selanjutnya perencanaan pembangunan Untuk mewujudkan akuntabilitas dimaksud, diperlukan adanya rencana strategis sebagai alat untuk mengukur kinerja dalam kurun waktu tertentu.

Sejalan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan nomor 12 tahun 2008, dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta peraturan lainnya merupakan komitmen bersama dalam era reformasi yang harus diwujudnyatakan dalam pelaksanaan di lapangan.

Sekretariat Daerah Kota Denpasar merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pembangunan daerah, berdasarkan Konsep Tri Hita untuk mewujudkan Kota Denpasar yang berwawasan budaya.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka penyusunan rencana strategis adalah merupakan bagian dari program pengembangan pemerintah kota dalam mengembangkan

(2)

kemampuan aparat untuk menyusun kebijakan dan tersusunnya kebijakan sebagai landasan pelaksanaan pembangunan wilayah Kota Denpasar.

Evaluasi pelaksanaan rencana merupakan bagian dari kegiatan perencanaan pembangunan yang secara sistematis mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk menilai pencapaian sasaran, tujuan dan kinerja pembangunan. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan. Indikator dan sasaran kinerja mencakup masukan (input), keluaran (output), hasil (result), manfaat (benifit) dan dampak (inpact).

I.2. Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kota Denpasar, dimaksudkan untuk dijadikan pedoman umum dan arahan berkaitan dengan pelaksanaan tugas, kewajiban dan tanggungjawab dalam penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan kemasyarakatan.

Adapun tujuannya untuk dapat mewujudkan koordinasi antar instansi terkait, sehingga pelayanan pemerintahan dapat berjalan dengan lancar, benar dan tepat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah daerah, memberikan arahan bagi peningkatan pengembangan sosial ekonomi dan kemampuan masyarakat dan juga memberikan acuan bagi pelaksanaan pembangunan daerah selama lima tahun.

I.3. Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kota Denpasar Tahun 2016-2021 dilandasi beberapa ketentuan seperti :

1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar.

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 75,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 851).

3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

(3)

5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4844); 6. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

7. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara

Pertanggungjawaban Kepala Daerah ;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Taata Cara Penusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

11. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

12. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif; 13. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang

Berkeadilan;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 200i Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal;

16. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

PER/)(/M.P.A_N/5/2007 tentang Umum Penetepan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

17. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kota Denpasar Tahun 2005-2025; 18. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 27 Tahun 2011 tentang Tata Ruang

Wilayah Kota Denpasar Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2011 Nomor 27);

(4)

19. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Sususnan Perangkat daerah (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2016 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kota Denpasar Nomor 8).

20. Peraturan Daerah Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat daerah, Staf Ahli, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, Badan Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Denpasar ( Berita Daerah Kota Denpasar Tahun 2016 Nomor 43). 21. Peraturan Walikota Denpasar Nomor 12 tahun 2017 tentang Uraian Tugas Jabatan

pada Sekretariat Daerah, Staf Ahli, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, Badan Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah.

I.4. Hubungan Renstra OPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya.

Dalam rangka menjamin agar kegiatan pembangunan efektif, efisien dan bersasaran, maka dipelukan perencanaan pembangunan. Dalam kaitannya dengan sistem perencanaan pembangunan daerah, maka Rencana Strategis – Organisasi Perangkat Daerah (Renstra-OPD) Sekretariat Daerah 2016-2021 adalah dokumen perencanaan OPD untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan dan merupakan suatu bagian utuh dari managemen kerja di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya dalam menjalankan rencana agenda pembangunan yang berpedoman pada RPJMD Semesta Berencana Kota Denpasar.

(5)

Gambar 1.1

I.5. Sistematika

Dalam penyusunan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kota Denpasar tahun 2016 - 2021 disusun dengan sistematika penulisan adalah sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

I.1. Latar Belakang I.2. Maksud dan Tujuan I.3. Landasan Hukum

I.4. Hubungan Renstra OPD dengan Dokumen Perencanaan lainnya I.5. Sistematika

Bab II Gambaran Pelayanan OPD

II.1. Struktur Organisasi,Tugas Pokok dan Fungsi OPD II.2. Permasalahan

Bab III Isu Strategis III.1.Isu Strategis

III.2.Analisis Internal dan Eksternal

- Visi dan Misi - Tujuan dan sasaran - Strategi dan Arah Kebijakan - Program Pembangunan

Daerah

- Program Prioritas

- Visi dan Misi - Tujuan dan sasaran - Strategi dan Arah Kebijakan - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas - Program Prioritas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan - Program Prioritas - Program Prioritas Perencanaan Stratejik Perencanaan Operasional RPJMD RENSTRA Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan - Program Prioritas

(6)

Bab IV Visi,Misi,Tujuan,Sasaran,Strategis dan Arah Kebijakan IV.1.Visi IV.2.Misi IV.3.Tujuan IV.4.Sasaran IV.5.Strategi IV.6.Arah Kebijakan

Bab V Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja dan Pendanaan Indikatif V.1.Rencana Program

V.2.Kegiatan

V.3.Indikator Kinerja

V.4.Matrik Rencana Program, Kegiatan, Indikator dan Pagu Indikatif Bab VI Indikator Kinerja OPD

VI.1.Indikator Kinerja Utama OPD VI.2.Matrik Rencana Strategis OPD

(7)

BAB II

GAMBARAN LAYANAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA DENPASAR

II.1.Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah.

Berdasarkan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 12 tahun 2017 tentang Uraian Tugas Jabatan pada Sekretariat Daerah, Staf Ahli, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, Badan Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah dari seluruh Perangkat Daerah yang ada salah satunya adalah Sekretariat Daerah Kota Denpasar yang merupakan Perangkat Daerah yang menangani pembangunan. Adapun susunan organisasi Sekretariat Daerah Kota Denpasar terdiri dari :

1. Sekretaris Daerah

2. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I)

a. Bagian Kesejahteraan Rakyat (terdiri dari : Sub Bagian Bina Keagamaan; Sub Bagian Bina Kesejahteraan ; dan Sub Bagian Bina Partisipasi Masyarakat) b. Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah (terdiri dari Sub Bagian Tata

Pemerintahan, Sub Bagian Administrasi Kewilayahan dan Sub Bagian Otonomi Daerah)

c. Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (terdiri dari : Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Publikasi; Sub Bagian Administrasi, Dokumentasi dan Penerbitan dan Sub Bagian Perjalanan Dinas Pimpinan dan Protokol) d. Bagian Hukum dan HAM (terdiri dari Sub Bagian Peraturan

Perundang-undangan; Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Sub Bagian Dokumentasi Hukum)

3. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II)

a. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam ( terdiri dari : Sub Bagian Produksi Daerah, Sub Bagian Promosi dan Distribusi dan Sub Bagian Sarana Ekonomi)

b. Bagian Administrasi Pembangunan (Terdiri dari : Sub Bagian Perencanaan, Sub Bagian Pengendalian dan Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Program) c. Bagian Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Terdiri dari : Sub Bagian

Administrasi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa; Sub Bagian pembinaan dan Perencanaan dan Sub Bagian Evaluasi, Pelaporan daan Sanggah)

(8)

4. Asisten Administrasi Umum (Asisten III)

a. Bagian Organisasi (terdir dari : sub Bagian Kelembagaan dan Analisa Jabatan; Sub Bagian Tata Laksana dan pelayanan Publik dan Sub Bagian Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi)

b. Bagian Umum (terdiri dari : Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan staf ahli; Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga dan Sub Bagian Keuangan Sekretariat daerah)

c. Bagian Kerjasama (terdiri dari : Sub Bagian Kerjasama luar negeri; Sub Bagian Kerjasama Dalam Negeri dan Sub Bagian Monitoring Evaluasi dan Pelaporan)

5. Kelopok Jabatan Fungsional

Susunan Organisasi Staf Ahlli (terdiri dari : staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum; Staf Ahlli Bidang Pembangunan dan Perekonomian; dan Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia.

Tugas Pokok.

Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas Sekretariat Daerah Kota Denpasar mempunyai tugas :

a. Sekretaris Daerah

a.1 Merumuskan program kerja Sekretariat Daerah berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

a.2 mengkoordinasikan pelaksanaan tugas di lingkungan Sekretariat Daerah sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar target kerja tercapai sesuai rencana;

a.3 membina bawahan di lingkungan Sekretariat Daerah dengan cara mengadakan rapat/pertemuan dan bimbingan secara berkala agar diperoleh kinerja yang diharapkan;

a.4 mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Sekretariat Daerah sesuai dengan tugas tanggungjawab, permasalahan dan hambatan sesuai ketentuan yang berlaku untuk ketepatan dan kelancaran pelaksanaan tugas; a.5 menyiapkan dan mengoordinasikan perumusan kebijakan Pemerintah Kota

sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan petunjuk pimpinan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

(9)

a.6 mengoordinasikan pelaksanaan tugas Perangkat Daerah serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

a.7 membina Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar diperoleh kinerja yang diharapkan;

a.8 memberikan pelayanan administratif kepada seluruh Perangkat Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

a.9 mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Sekretariat Daerah dengan cara membandingkan antara program kerja dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; a.10 menyusun laporan pelaksanaan tugas di lingkungan Sekretariat Daerah sesuai

dengan kegiatan yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas kinerja; dan

a.11 melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota.

b. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) mempunyai tugas :

b.1 merumuskan program kerja Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

b.2 mengoordinasikan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar target kerja tercapai sesuai rencana;

b.3 membina Kepala Bagian di lingkungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dengan cara mengadakan rapat/pertemuan dan bimbingan secara berkala agar diperoleh kinerja yang diharapkan;

b.4 mengarahkan pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan tugas tanggungjawab, permasalahan dan hambatan serta ketentuan yang berlaku untuk ketepatan dan kelancaran pelaksanaan tugas;

(10)

b.5 merumuskan bahan pengoordinasian dan perumusan kebijakan dan evaluasi tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas yang meliputi bidang :

- Sekretariat DPRD;

- Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga; - Kebudayaan;

- Pariwisata; - Kesehatan; - Sosial;

- Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;

- Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat/Satuan Polisi Pamong Praja;

- Tenaga Kerja; - Transmigrasi;

- Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;

- Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil; - Penanggulangan Bencana;

- Kesatuan Bangsa dan Politik; - Rumah Sakit Umum Daerah; - Kerukunan Umat Beragama; - Kecamatan dan Kelurahan

b.6 melaksanakan pembinaan administrasi di bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan penyusunan peraturan perundang-undangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

b.7 mengevaluasi pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dengan cara membandingkan antara program kerja dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang;

b.8 menyusun laporan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas kinerja; dan

(11)

b.9 melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pemimpin baik lisan maupun tertulis.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat terdiri dari (Bagian Kesejahteraan Rakyat; Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah; Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol; dan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia).

1. Bagian Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Kesejahteraan Rakyat berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Kesejahteraan Rakyat sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Kesejahteraan Rakyat secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; merumuskan kebijakan, mengoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi, monitoring dan evaluasi program kegiatan dan penyelenggaraan pembinaan, administrasi dan sumber daya di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, kepemudaan dan olahraga, kesehatan, sosial, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta koordinasi kerukunan umat beragama sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk

dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan

kebijakan/keputusan; mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan, kesejahteraan rakyat, dan partisipasi masyarakat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Kesejahteraan Rakyat dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Kesejahteran Rakyat sesuai dengan

(12)

tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Kesejahteraan Rakyat; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Kesejahteraan Rakyat dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Bagian Kesejahteraan Rakyat terdiri dari : (Sub Bagian Bina Keagamaan, Sub Bagian Bina Kesejahteraan, dan Sub Bagian Bidang Partisipasi Masyarakat).

2. Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; merumuskan kebijakan, pengoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi, monitoring dan evaluasi program kegiatan dan penyelenggaraan pembinaan, administrasi dan sumber daya di bidang pemerintahan dan administrasi kewilayahan, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, tenaga kerja, transmigrasi, kearsipan, perpustakaan, pemberdayaan masyarakat dan desa serta administrasi kependudukan dan pencatatan sipil sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan di bidang administrasi tata pemerintahan, administrasi kewilayahan dan otonomi daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah

(13)

dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah terdiri dari : (Sub Bagian Tata Pemerintahan, Sub Bagian Administrasi Kewilayahan, dan Sub Bagian Otonomi Daerah).

3. Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; merumuskan kebijakan, pengoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi, monitoring dan evaluasi program kegiatan dan penyelenggaraan pembinaan, administrasi dan sumber daya di bidang penyelenggaraan kehumasan Walikota dan Wakil Walikota, keprotokolan, penyelenggaran acara dan tamu, komunikasi dan informatika, statistik dan persandian sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; melaksanakan tugas sebagai juru bicara Walikota dan Pemerintah Kota sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kebijakan pimpinan sebagai bahan informasi; menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis

(14)

serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan kehumasan dan keprotokolan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mengumpulkan, menganalisa dan mengolah informasi publik dari media massa, masyarakat dan pemerintah sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk bahan kebijakan pimpinan; memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat melalui media massa untuk membangun keterbukaan informasi publik; melaksanakan publikasi, baik melalui media cetak maupun

media elektronik guna memperjelas kebijakan Pemerintah Kota;

mendokumentasikan aktivitas pimpinan dalam pelaksanaan Pemerintahan sesuai dengan ketentuan sebagai bahan penerbitan dan audio visual; menyiapkan dan mengoordinasikan upacara kenegaraan, konvensi dan upacara resmi lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar berjalan dengan lancar; menyiapkan dan mengoordinasikan perjalanan dinas pimpinan (Walikota, Wakil Walikota, Sekda) dan pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Walikota sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga berjalan dengan lancar; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah terdiri dari : (Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Publikasi, Sub Bagian Administrasi, Dokumentasi, dan Penerbitan, dan Sub Bagian Perjalanan Dinas Pimpinan dan Protokol).

4. Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub

(15)

Bagian di lingkungan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; menyusun kajian peraturan perundang-undangan, bantuan hukum dan ham serta dokumentasi hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam

pengambilan kebijakan/keputusan; mengoordinasikan penyusunan naskah

akademik Rancangan Peraturan Daerah sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan Rancana Peraturan Daerah; mengharmonisasi Rancangan Peraturan Daerah dengan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka penyusunan produk hukum daerah; mengoreksi Rancangan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Keputusan Walikota, Keputusan Bersama Walikota, Instruksi Walikota sesuai ketentuan yang berlaku dalam rangka penyusunan produk hukum daerah; menyusun konsep surat kuasa dengan hak subtitusi untuk mewakili pemerintah daerah dalam rangka memberikan bantuan hukum di dalam dan di luar pengadilan bagi pegawai di lingkungan pemerintah yang tersangkut perkara kedinasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk terwujudnya kepastian hukum; melaksanakan penyuluhan dan peraturan perundang-undangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat; menyusun laporan program utama Rencana Aksi Nasional HAM (Ranham) instansi atau lembaga sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bahan laporan program utama ranham kota; membuat dokumentasi dan mempublikasikan produk-produk hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat; menerbitkan Lembaran Daerah sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan materi pemasyarakatan Peraturan Daerah; melaksanakan pembinaan dan pengembangan sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bahan informasi hukum kepada masyarakat; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan cara membandingkan antara

(16)

rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : (Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan, Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Sub Bagian Dokumentasi Hukum).

c. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) mempunyai tugas :

c.1 merumuskan program kerja Asisten Perekonomian dan Pembangunan

berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

c.2 mengoordinasikan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Perekonomian dan Pembangunan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar target kerja tercapai sesuai rencana;

c.3 membina Kepala Bagian di lingkungan Asisten Perekonomian dan

Pembangunan dengan cara mengadakan rapat/pertemuan dan bimbingan secara berkala agar diperoleh kinerja yang diharapkan;

c.4 mengarahkan pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Perekonomian dan Pembangunan sesuai dengan tugas tanggungjawab, permasalahan dan hambatan serta ketentuan yang berlaku untuk ketepatan dan kelancaran pelaksanaan tugas;

c.5 merumuskan bahan pengoordinasian dan perumusan kebijakan dan evaluasi tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas yang meliputi bidang :

- Perindustrian dan Perdagangan;

- Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah; - Penanaman Modan dan PTSP;

(17)

- Pertanian; - Kehutanan;

- Kelautan, Perikanan dan Pangan; - Lingkungan Hidup dan Kebersihan; - Energi dan Sumber Daya Mineral; - Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;

- Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan; - Perhubungan;

- Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian; - Perencanaan Pembangunan/Infrastruktur;

- Penelitian dan Pengembangan; - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

c.6 melaksanakan pembinaan administrasi di bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Administrasi Pembangunan serta Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan Daerah;

c.7 mengevaluasi pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Perekonomian dan Pembangunan dengan cara membandingkan antara program kerja dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang;

c.8 menyusun laporan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Perekonomian dan Pembangunan sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas kinerja; dan

c.9 melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pemimpin baik lisan maupun tertulis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah. Asisten Perekonomian dan Pembangunan terdiri dari (Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; Bagian Administrasi Pembangunan; dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa). 1. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas sebagai

berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas

(18)

kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; menyusun kajian sarana perekonomian, produksi daerah, Promosi dan Distribusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan

pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan;

merumuskan kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pangan, perindustrian, perdagangan, koperasi usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, energi, perhubungan dan sumber daya mineral serta analisis makro ekonomi, inflasi daerah, sarana perekonomian dan BUMD sesuai dengan ketentuan yang berlaku

sebagai bahan pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan;

mengoordinasikan, membina dan menyusun program kegiatan serta petunjuk teknis pelaksanaan urusan pemerintahan bidang pangan, perindustrian, perdagangan, koperasi usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral serta analisis makro ekonomi, inflasi daerah, sarana perekonomian dan BUMD sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; melaksanakan monitoring, evaluasi dan laporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pangan, perindustrian, perdagangan, koperasi usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral serta analisis makro ekonomi, inflasi daerah, sarana perekonomian dan BUMD sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan perencanaan; melaksanakan pembinaan administrasi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pangan, perindustrian, perdagangan, koperasi usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral serta analisis makro ekonomi, inflasi daerah, sarana perekonomian dan BUMD sesuai

(19)

dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam terdiri dari : (Sub Bagian Produksi Daerah, Sub Bagian Promosi dan Distribusi, dan Sub Bagian Sarana Ekonomi).

2. Bagian Administrasi Pembangunan mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Administrasi Pembangunan berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Administrasi Pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Administrasi Pembangunan sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Administrasi Pembangunan secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; merumuskan kebijakan, pengoordinasian pelaksanaan program, pelayanan administrasi, pemantauan dan evaluasi terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidan pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, pertanahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; menyusun kajian perencanaan, pengendalian, serta evaluasi dan pelaporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan

(20)

pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya terkait dengan administrasi pembangunan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; mengoordinasikan dengan perangkat daerah terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar sesuai dengan ketentuan berlaku agar mencapai target kinerja yang diharapkan; menyiapkan bahan dalam rangka penyelenggaraan rapat kerja daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar target yang diharapkan tercapai; mengoordinasikan bahan dan menyusun rencana strategis dan rencana kerja pada Sekretariat Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman penyusunan program dan kegiatan; mengoordinasikan bahan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Sekretariat Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mengukur kinerja Sekretariat Daerah; mengoordinasikan pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjamin transparansi pengadaan barang dan jasa; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Administrasi Pembangunan dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Administrasi Pembangunan sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Administrasi Pembangunan; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Administrasi Pembangunan dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Bagian Administrasi Pembangunan terdiri dari : (Sub Bagian Perencanaan, Sub Bagian Pengendalian, dan Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan).

3. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman

(21)

pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Bagian Pengadaan Barang dan Jasa secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; mengawasi seluruh kegiatan pengadaan (pemilihan) barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar terhindar dari kesalahan; menjamin keamanan dokumen pengadaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; melaksanakan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; mengambil langkah-langkah yang diperlukan apabila menemukan penyimpangan dan/atau indikasi penyimpangan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk menghindari terjadinya pelanggaran hukum; menyiapkan dan mengkoordinasikan tenaga ahli dan tim teknis dalam proses pengadaan barang/jasa sesuai dengan kebutuhan dan prosedur yang berlaku untuk kelancaran pelaksaan tugas; mengusulkan peningkatan/pemindahan/pemberhentian anggota pokja ulp kepada Walikota sesuai ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Pengadaan Barang dan Jasa; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa terdiri dari : (Sub Bagian

(22)

Administrasi Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa, Sub Bagian Pembinaan dan Perencanaan, dan Sub Bagian Evaluasi, Pelaporan dan Sanggah).

4. Asisten Administrasi Umum (Asisten III) mempunyai tugas :

d.1 merumuskan program kerja Administrasi Umum berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

d.2 mengoordinasikan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Administrasi Umum sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar target kerja tercapai sesuai rencana;

d.3 membina Kepala Bagian di lingkungan Asisten Administrasi Umum dengan cara mengadakan rapat/pertemuan dan bimbingan secara berkala agar diperoleh kinerja yang diharapkan;

d.4 mengarahkan pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Administrasi Umum sesuai dengan tugas tanggungjawab, permasalahan dan hambatan serta ketentuan yang berlaku untuk ketepatan dan kelancaran pelaksanaan tugas;

d.5 merumuskan bahan pengoordinasian dan perumusan kebijakan dan evaluasi tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas yang meliputi bidang :

- Organisasi dan Ketatalaksanaan; - Tata Usaha Pimpinan;

- Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan; - Keuangan dan Aset;

- Pendapatan;

- Perpustakaan dan Kearsipan; - Pengawasan;

- Perencanaan Anggaran; - Pelayanan Publik.

d.6 melaksanakan pembinaan administrasi di bidang Umum yang meliputi

Perlengkapan, Keuangan dan Kepegawaian, Bidang Organisasi dan

Ketatalaksanaan dan Bidang Tata Usaha Pimpinan;

d.7 mengevaluasi pelaksanaan tugas Kepala Bagian di lingkungan Asisten Administrasi Umum dengan cara membandingkan antara program kerja dan

(23)

kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang;

d.8 menyusun laporan pelaksanaan tugas di lingkungan Asisten Administrasi Umum sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas kinerja; dan

d.9 melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pemimpin baik lisan maupun tertulis.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah. Asisten Administrasi Umum terdiri dari (Bagian Organisasi; Bagian Umum; dan Bagian Kerjasama).

1. Bagian Organisasi mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Organisasi berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Organisasi sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Organisasi sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Organisasi secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; menyusun kajian penataan kelambagaan perangkat daerah, ketatalaksanaan, anjab, ABK, pembinaan pelayanan publik, kepegawaian, pengembangan kinerja dan reformasi birokrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; melaksanakan analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penataan/evaluasi kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian; melaksanakan penataan/evaluasi kelembagaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar organisasi perangkat daerah tepat fungsi dan tepat ukuran; menyusun uraian tugas jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PD; melaksanakan penataan/evaluasi tata laksana yang meliputi tata naskah dinas, pakaian dinas, standarisasi sarana dan

(24)

prasarana kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tercipta efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas; melaksanakan pembinaan/evaluasi pelayanan publik yang meliputi standar pelayanan minimal (SPM), standar operasional prosedur (SOP), survey kepuasan masyarakat (SKM) dan sebagainya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tercipta pelayanan prima kepada masyarakat; melaksanakan penilaian pelayanan publik sesuai ketentuan yang berlaku untuk meningkatkat kinerja pelayanan publik; melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian setda sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tercipta tertib administrasi kepegawaian; melaksanakan peningkatan sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Daerah melaksanakan Penugasan, Pendidikan dan Latihan, Seminar, Lokakarya/Workshop agar tercipta Aparatur yang profesional; menyusun bahan pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) di lingkungan Sekretariat Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Organisasi dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Organisasi sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas keuangan; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Organisasi dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Administrasi Umum. Bagian Organisasi terdiri dari : (Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan, Sub Bagian Tata Laksana dan Pelayanan Publik, dan Sub Bagian Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi).

2. Bagian Umum mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Umum berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Umum sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Umum sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia

(25)

pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Umum secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; menyusun kajian Tata Usaha Pimpinan dan Staf Ahli, Keuangan Setda, Perlengkapan dan Perawatan, Perpustakaan dan Kearsipan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; melaksanakan urusan Tata Usaha dan Pembinaan Kearsipan di lingkungan Sekretariat Daerah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku tercipta tertib administrasi; melaksanakan urusan administrasi keuangan setda sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar proses pertanggungjawaban keuangan berjalan tertib; melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana kantor di Sekretariat Daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas; melaksanakan urusan rumah tangga pimpinan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar tugas-tugas kedinasan berjalan lancar; melaksanakan kegiatan dan urusan keamanan, ketertiban dilingkungan Sekretariat Daerah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar keamanan, ketertiban dan kenyamanan dalam kantor selalu terjaga; mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Umum dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Umum sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Umum; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Umum dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Administrasi Umum. Bagian Umum terdiri dari : (Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Staf Ahli, Sub Bagian Perlengkapan dan Perawatan, dan Sub Bagian Keuangan Sekretariat Daerah).

3. Bagian Kerjasama mempunyai tugas sebagai berikut : menyusun rencana operasional di lingkungan Bagian Kerjasama berdasarkan rencana program Sekretariat Daerah serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; mendistribusikan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Kerjasama sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang ditetapkan agar

(26)

tugas yang diberikan dapat dijalankan efektif dan efisien; memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada Kepala Sub Bagian di lingkungan Bagian Kerjasama sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas; menyelia pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Bagian Kerjasama secara berkala sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; menyusun kajian kerjasama baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri, monitoring, evaluasi dan pelaporan kerjasama sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan; menyelenggarakan kerjasama baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri skala Kota sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang diharapkan; merumuskan kebijakan pelaksanaan kerjasama pembangunan antar kota dan dengan swasta baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; merumuskan kebijakan kota di bidang kerjasama dengan pihak ketiga baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; menyelenggarakan

kerjasama/kemitraan antara pemerintah daerah/dunia usaha/masyarakat

berdasarkan urusan wajib dan urusan pilihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bahan pengelolaan dan pembangunan sarana dan prasarana perkotaan dan lingkungan kota; merumuskan kebijakan pelaksanaan kerjasama pembangunan antara daerah dan dengan swasta di Dalam Negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan; membentuk Asosiasi Daerah/Badan Kerjasama Daerah sesuai peraturan yang berlaku sebagai bahan perbaikan kinerja di masa mendatang; merumuskan kebijakan kota di bidang kerjasama dengan pihak ketiga di Dalam Negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan bahan

pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan/keputusan;

memberikan bimbingan, supervisi, konsultasi dan koordinasi kerjasama pembangunan antar daerah, antara daerah dengan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri skala kota; melakukan koordinasi, perencanaan, pelaksanaan program tanggung jawab sosial, dan lingkungan (TJSL) / Corporate Social

(27)

Responsibility (CSR); mengevaluasi pelaksanaan tugas Bagian Kerjasama dengan cara membandingkan antara rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan rencana yang akan datang; membuat laporan pelaksanaan tugas Bagian Kerjasama sesuai dengan tugas yang telah dilaksanakan secara berkala sebagai akuntabilitas Bagian Kerjasama; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

Bagian Kerjasama dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Asisten Administrasi Umum. Bagian Kerjasama terdiri dari : (Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri, Sub Bagian Kerjasama Dalam Negeri, dan Sub Bagian Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan).

II.1.2 FUNGSI.

Dalam melaksanakan tugas pokok maka fungsi Sekretariat Daerah Kota Denpasar berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota mempunyai tugas dan kewajiban membantu Walikota dan menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan perangkat daerah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Sususnan Perangkat daerah (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2016 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kota Denpasar Nomor 8) dan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah, Staf Ahli , Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, Badan Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Denpasar (Berita Daerah Kota Denpasar Tahun 2016 Nomor 43), untuk melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya, Sekretariat Daerah mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Menyusun kebijakan Pemerintah Daerah

b. Pengoordinasian pelaksanaann tugas perangkat daerah

c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah d. Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan

e. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

II.2. Sumber Daya Sekretariat Daerah

Komposisi pegawai pada Sekretariat Daerah Kota Denpasar secara kuantitas maupun kualitas masih perlu untuk ditingkatkan, oleh karena keberhasilan pelaksanaan

(28)

tugas pemerintahan dan pembangunan sangat tergantung dari kecukupan pegawai dan kemampuan serta wawasan yang dimiliki. Jumlah pegawai dilingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar sebanyak 358 orang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 226 orang dan, tenaga kontrak sebanyak 132 (delapan) orang tenaga kontrak.

Tingkat pendidikan baik PNS maupun tenaga kontrak adalah dengan kualifikasi berpendidikan S3 sebanyak 1 orang, S2 sebanyak 37 orang, S1 sebanyak 178 orang, Diploma sebanyak 14 orang, SMU sebanyak 133 orang, SMP sebanyak 8 orang dan SD sebanyak 5 orang. Sesuai dengan pangkat/golongan di dominasi oleh pangkat/golongan III sebanyak 119 orang, pangkat/golongan II sebanyak 75 orang pangkat/golongan IV sebanyak 25 orang, dan paling sedikit golongan I sebanyak 7 orang. Untuk lebih lengkap dapat di lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel

Komposisi Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan,

Jabatan/Golongan, Bagian Program Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar

NO. JENIS DATA PNS THL TENAGA

KONTRAK JUMLAH Pendidikan 1 Pasca Sarjana 27 - 2 29 2 Sarjana 69 1 108 178 3 D3 6 - 7 13 4 D2 1 - - 1 3 SMA 44 2 87 133 4 SLTP 7 1 0 8 5 SD 4 1 0 5 Jumlah 158 5 204 367 Komposisi PNS Menurut Pangkat/Golongan

1 Pembina Utama Madya /IVd 1 - 1

2 Pembina Utama Muda / IVc 4 4

3 Pembina TK I/IVb 13 - 13

4 Pembina/IVa 7 - 7

5 Penata Tingkat I/IIId 26 - 26

6 Penata/IIIc 14 - 14

7 Penata Muda Tingkat I/IIIb 50 - 50

(29)

9 Pengatur Tingkat I/IId 6 - 6

10 Pengatur/IIc 25 - 25

10 Pengatur Muda Tingkat I/IIb 40 - 40

11 Pengatur Muda 4 4 12 Juru Tk. I 3 3 13 Juru 3 3 14 Juru Muda Tk. I 1 1 15 Juru Muda 0 0 JUMLAH 158 158

Untuk jabatan struktural sebanyak 47 jabatan terdiri dari 1 Orang eselon II.a, 6 orang eselon IIb, 10 orang eselon III.a dan 30 orang eselon IV.a. Selain itu telah banyak pula yang mengikuti diklat penjenjangan dan diklat teknis. Untuk lebih rinci dapat di lihat dalam tabel berikut :

Tabel

Komposisi Pegawai Menurut Jabatan, Diklat Penjenjangan, Diklat Teknis Sekretariat Daerah Kota Denpasar

N

O JENIS DATA JUMLAH

Jabatan

Sekretaris Daerah 1

Asisten 3

Staf Ahli 3

Kepala Bagian 10

Kepala Sub Bagian 30

Jumlah 47

II.3. Kinerja Pelayanan Sekretariat Daerah Kota Denpasar

Sekretariat Daerah Kota Denpasar di bentuk berdasarkan Peraturan Walikota

Denpasar Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah, Staf Ahli , Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, Badan Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Denpasar (Berita Daerah Kota Denpasar Tahun 2016 Nomor 43).

(30)

Oleh karena itu Sekretariat Daerah memiliki tugas dan fungsi harus dapat memberikan layanan yang baik kepada pimpinan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan aparatur yang berkwalitas, profesional dan berjiwa pelayanan prima.

II.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Sekretariat Daerah.

Guna mewujudkan apa yang di cita-cita Kota Denpasar yaitu sesuai dengan visi “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangnan Menuju

Keharmonisan”, masih ada ditemukan tantangan dan juga peluang di dalam menghadapi

dan melaksanakan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah Kota Denpasar.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka Sekretariat Daerah Kota Denpasar untuk 5 (lima) tahun ke depan perlu menginventarisir tantangan dan peluang pengembangan dengan mengacu kepada permasalahan yang timbul selama PJMD yang lalu dengan mengakomodir regulasi peraturan perundang-undangan yang diterbutkan dari atas. Dimana dari permasalahan yang ada agar dapat menjadi pemacu di dalam menghadapi tantangan dan peluang pengembangan dengan mensinergikan antara program dan kegiatan sejalan dengan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Denpasar terpilih sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 – 2021.

1. Tantangan

Dalam melaksanakan program dan kegiatan pada Sekretariat Daerah Kota Denpasar masih mengalami permasalahan-permasalahan. Adapun permasalahan yang dihadapi antara lain :

1. Terbatasnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan, khususnya yang berbasis IT, sehingga mempengaruhi kinerja Perangkat Daerah secara umum.

2. Keterbatasan Sumber Daya Aparatur (SDA), terutama dari segi kualitas yang mempengaruhi kinerja dan kualitas pelayanan. Pesatnya perkembangan TIK menuntut SDA yang memiliki KSA (Kompetensi, Skill, dan Attitude) yang memadai, sehingga pendidikan dan pelatihan secara berkala sangat diperluka

3. Keterbatasan komunikasi dan koordinasi (poor communication and

coordination) yang menyebabkan perbedaan cara pandang terhadap suatu permasalahan baik secara intern dinas maupun ekstern lintas sektoral

4. Kurangnya analisis dan evaluasi terhadap program, kegiatan, dan pencapaian yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan perencanaan selanjutnya.

(31)

2. Peluang Pengembangan

Adapun peluang yang perlu dikembangkan Sekretariat Daerah Kota Denpasar selama 5 (lima) tahun ke depan adalah :

1. Menciptakan koordinasi yang komprehensif dengan berbagai pihak di dalam menghadapi keterbatasan SDM untuk membuat suatu bahan kebijakan.

2. Penyediaan regulasi dan kajian terhadap peraturan perundang-udangan secara komprehensif.

3. Pembangunan gedung kantor yang representative.

4. Pengembangan system administrasi perkantoran secara elektronis yaitu tata naskah dinas elektronik guna mempercepat penyebarluasan imformasi hingga ke wilayah kecamatan.

5. Pengadaan peralatan kerja guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. 6. Mengirimkan personil Sekretariat Daerah guna memperoleh pendidikan dan

pelatihan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

(32)

BAB III

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

III.1.Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Sekretariat Daerah

Sesuai Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kota Denpasar, selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, permasalahan yang dihadapi dan menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti meliputi :

1. Tingginya dinamika Kota dan kompleknya masalah yang dihadapi oleh wilayah perkotaan membutuhkan agen perubahan yang handal dann profesional. Profesionalisme birokrasi sangat diperlukan dalam penyelesaian setiap persoalan yang ada.

2. Standarisasi fasilitas dan pelayanan pengadaan barang/jasa.

3. Isu pembangunan dan pengambangan pelayanan pengadaan secara elektronik, laporan realisasi dan juga system pengawasan secara elektronik yang akuntabel.

4. Masalah-masalah hasil pelaksanaan kegiatan fisik yang dilaksanakan di masyarakat yang memberikan dampak negative bagi perkembangan Kota Denpasar.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kota Denpasar selama rentang waktu 5 (lima) tahun seluruh program dan kegiatan yang ditetapkan pada RPJMD tahun 2016-2021, masih ada kendala atau permsalahan yang dihadapi antara lain :

1. Masih kurangnya kemampuan dan profesionalisme apartur pemerintah daerah. 2. Belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana pelayanan

3. Belum mantapnya pengawasan dan legislasi dan perencanaan penganggaran yang efesien.

4. Masih rendahnya kepatuhan masyarakat akan kepatuhan terhadap hukum. 5. Belum lengkapnya sarana dan prasarana yang mendukung LPSE.

6. Belum optimalnya penentuan batas wilayah dengan kabupaten lainnya.

7. Belum optimalnya peningkatan pelayanan public pada OPD termasuk Kecamatan. 8. Belum optimalnya capaian kinerja Pemerintah Daerah.

9. Belum optimalnya penataan ketatalaksanaan perangkat daerah. 10. Belum optimalnya penataan kelembagaan perangkat daerah.

(33)

11. Belum optimalnya penanganan permasalahan perekonomian dan kesejahteraan sosial masyarakat kota.

Beberapa peluang atau langkah – langkah yang perlu dilakukan dalam upaya mengantisipasi permasalahan yang ada antara lain :

1. Meningkatan kemampuan dan professional aparatur pemerintah daerah. 2. Penyediaan sarana dan prasarana secara optimal

3. Meningkatakan pengawasan dan legislasi dan perencanaan penganggaran yang efesien.

4. Menyelenggarakan sosialisasi dan publikasi produk hukum daerah dan peraturan perundang-undangan secara optimal.

5. Melengkapi sarana dan prasarana pendukung LPSE secara maksimal. 6. Melakukan koordinasi yang intensif dan matang dengan kabupaten lainnya.

III.2. Telaahan Visi Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Analisis Internal

Dalam kenyataan, Sekretariat Daerah Kota Denpasar memiliki kondisi internal yang mendorong ataupun sebaliknya menghambat pengembangan misinya. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis terhadap kondisi ataupun lingkungan internal, yang diawali dengan identifikasi atas kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Adapun identifikasi kekuatan dan kelemahan tersebut adalah sebagai berikut :

a. KEKUATAN (STRENGHT).

1. Struktur organisasi yang telah terisi seluruhnya sangat mendukung pelaksanaan tugas – tugas Aparatur dengan di dukung tingkat pendidikan yang cukup memadai. 2. Aparatur yang bekerja secara professional memiliki integritas dedikasi dan

komitmen yang lebih tinggi.

3. Hubungan kerjasama yang baik antara pimpinan dan staf sehingga tercipta suasana kerja yang aman dan kondusip.

4. Adanya jalinan kerjasama yang harmonis antara Pemerintah, pelaksana kegiatan dan komponen masyarakat di dalam pembangunan Kota Denpasar.

5. Tersedianya teknologi informasi dan telekomunikasi untuk melakukan promosi 6. Tersedianya sumber daya manusia yang memadai dari segi kuantitas

(34)

b. KELEMAHAN (WEAKNESSES).

1. Masih adanya tumpang tindih tugas-tugas antar perangkat daerah. 2. Belum optimal kerjasama dan koordinasi antar perangkat daerah. 3. System informasi yang belum dimanfaatkan secara professional. 4. Kualitas sumber daya manusia yang belum memadai.

Analisis Lingkungan Eksternal

Dalam mengemban misinya, Sekretariat Daerah Kota Denpasar tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi internal, tetapi juga oleh kondisi eksternal atau sering juga disebut sebagai lingkungan eksternal. Karena itu, perlu dianalisis semua peluang ancaman yang dihadapi oleh Sekretariat Daerah Kota Denpasar yang berada di luar yang sebagaimana halnya dengan lingkungan internal, juga berpotensi mendorong atau sebaliknya menghambat pengembangan misi atau mengganggu pencapaian misi. Adapun kondisi lingkungan eksternal pada Sekretariat Daerah Kota Denpasar sebagai berikut : a. PELUANG (OPPORTUNITIES).

1. Penerapan otonomi daerah yang memberikan kesempatan berprakarsa seluas-luasnya bagi daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

2. Hubungan yang harmonis dengan Instansi/PD lain dan juga dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).

3. Adanya jaringan informasi di media masa yang bersifat global

4. Adanya debirokratisasi perijinan untuk menumbuhkan keinginan pengusaha menanamkan modalnya di Denpasar

5. Terbukanya kesempatan bagi aparat untuk mengikuti Diklat

b. ANCAMAN (THREATS).

1. Tuntutan dan aspirasi semakin beragam dengan berbagai kepentingan yang seringkali saling bertentangan dan hal tersebut harus ditampung dan diperhatikan 2. Masih adanya aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum

memahami arti penting dari proses perencanaan pembangunan parsitipatif

3. Bervariasinya tingkat pendidikan, sosial ekonomi masyarakat yang berpengaruh pada pola piker dan pola tindak dari masyarakat di Kota Denpasar.

(35)

BAB IV.

TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

IV.1.VISI SEKRETARIAT DAERAH KOTA DENPASAR

Sebelum sampai kepada Visi Sekretariat Daerah Kota Denpasar, terlebih dahulu secara singkat diuraikan pengertian visi tersebut. Banyak pengertian yang diberikan oleh para ahli tentang visi yang sudah tentunya ditinjau sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing.

Dari berbagai pengertian tentang visi itu antara lain dapat diuraikan bahwa Visi adalah pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu instansi (pemerintah/swasta) harus dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif, serta produktif. Suatu visi merupakan gambaran yang menantang atau nalar kita tentang keadaan masa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh suatu instansi/organisasi/kelompok. Visi juga diartikan sebagai suatu pandangan yang jauh ke depan yang merupakan artikulasi dari citra, nilai, arah dan tujuan yang akan menjadi pemandu dalam mencapai masa depan organisasi adapun Visi Sekretariat Daerah Kota Denpasar sesuai denan Visi Kota Denpasar yaitu : “Denpasar Kreatif Berwawasan

Budaya Dalam Keseimbangnan Menuju Keharmonisan”

IV.2. M I S I

Selanjutnya untuk mewujudkan Visi tersebut guna memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai guna memberikan fokus terhadap program yang akan dilaksanakan maupun untuk menumbuhkan partisipasi semua pihak maka ditetapkan Misi sebagai berikut :

a. Penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar berlandaskan budaya Bali.

b. Memberdayakan masyarakat Kota Denpasar berlandasakan kearifan lokal melalui budaya kreatif.

c. Mewujudkan pemerintahan yang baik melalui penegakan supremasi hukum d. Meningkatkan pelayanan public menuju kesejahteraan masyarakat.

e. Mengoptimalkan sarana informasi dan menyelenggarakan pemerintahan yang lebih berkualitas

Gambar

Tabel IV.1
Tabel 7.1 Program Perangkat Daerah Kota Denpasar 2016-2021
Tabel 7.2 Keterkaitan Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan, Indikator  Kinerja, dan Program Pembangunan Daerah
Tabel V.2 Kerangka Pendanaan Renstra Setda Kota Denpasar  Tahun 2017-2021
+3

Referensi

Dokumen terkait

penghilangan karat dengan bahan dasar asam adalah bahwa RUST COMBAT ® tidak akan merusak atau melemahkan logam, sedangak asam dapat merusak permukaan logam.. Tidak seperti

Kesimpulan penelitian ini adalah : HbA1c dapat digunakan untuk memprediksi Rasio LDL/HDL kolesterol, yang merupakan faktor risiko terjadinya komplikasi ke arah

Uraikan kondisi terkini wilayah (dua desa sasaran/setara desa atau satu desa dengan lebih dari satu pulau) dalam berbagai segi seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, SDA, SDM,

odorata di Parung Panjang, Setu, Darmaga, dan Gunung Bunder secara keseluruhan terdiri dari 24.213 individu serangga yang termasuk ke dalam 14 ordo, 132 famili, dan 568

Fokus kegiatan dalam adaptasi perubahan iklim antara lain : (a) Meningkatkan adaptive capacity dari stakeholder yang terpapar dampak perubahan iklim; (b)

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya salah satu strategi kyai dalam menciptakan budaya religius pada masyarakat melalui kegiatan shalawatan

Kerusakan pada suatu tanaman biasa disebabkan oleh faktor biotis, seperti sbangsa jamur, bakteri, insekta, virus dan gulma. Untuk memberantas jamur digunakan fungisida,

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada Bab IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut ; Variabel kepemilikan institusional, dewan komisaris