• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET DIGITAL DI DUNIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASET DIGITAL DI DUNIA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ASET  DIGITAL  

DI  DUNIA

Pada 01 Februari 2018, market cap seluruh Aset Digital menyentuh angka 520 milyar USD.

Jumlah Aset Digital yang beredar saat ini adalah 1508 kripto, dengan Bitcoin, Ethereum

Ripple, Bitcoin Cash dan Cardano menduduki lima peringkat teratas berdasarkan jumlah

market cap. Harga dibentuk oleh market berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.

(3)

TEKNOLOGI  

KRIPTO  &  

TEKNOLOGI

BLOCKCHAIN

Teknologi Kripto adalah inovasi teknologi untuk

mengamankan komunikasi antar kedua belah

pihak agar pihak ketiga tidak dapat mengganggu

kerahasian dan integritas dari data yang dikirim.

Teknologi Kripto kemudian disempurnakan

dengan

Teknologi

Blockchain

yang

menghubungkan

antar

server

secara

terdesentralisasi secara peer to peer membentuk

sebuah buku besar transaksi (ledger) dengan

menggunakan teknologi kripto sebagai cara

memverfikasi

Setelah transaksi dicatat, ledger tidak akan dapat

diubah tanpa persetujuan mayoritas server

dalam jaringan.

Blockchain terdiri dari

Blockchain Public dan Blockchain Private,

(4)

BITCOIN  MENURUT  

PARA  AHLI

• Goldman  Sachs  (2014):  Bitcoin  dapat  dipandang  sebagai  currency,  aset  keuangan,  atau  komoditi.

• Golumbia  (2016):  Bitcoin  berkembang  pesat  setelah  krisis  pasar  modal  tahun  2007-­‐2008  yang  memicu   krisis  kepercayaan  pada  Pemerintah  dan  lembaga  keuangan  dalam  mengelola  sistem  fiat  money.

•Srokosz  dan  Kopyscianski  (2015)  perlakuan  hukum  bagi  Bitcoin  di  setiap  negara  ditentukan  dengan  sistem  hukum  yang   dianut  (common  law  atau  civil  law).  Di  Amerika  Serikat,  Bitcoin  dipandang  sebagai  mata  uang  publik  dalam  satu  grup,   sehingga  diklasifikasikan  sebagai  alat  pembayaran  yang  sah.  Di  Eropa dengan  sistem  hukum  civil  law,  Bitcoin  

diklasifikasikan  sebagai  hak  milik  pribadi  seperti  surat  berharga,  sehingga  tidak  diakui  sebagai  alat  pembayaran  yg sah.

• Baur  et al. (2017):  User memperlakukan  Bitcoin sebagai  instrumen  investasi  sehingga  tidak  berdampak   pada  risiko  moneter  dan  stabilitas  ekonomi.

[1] Goldman Sachs (2014) All About Bitcoin, in Top of Mind I Global Macro Research.

[2] Golumbia, David (2016) Politics of Bitcoin: Software as Right-­‐Wing Extremism. University of Minnesota Press.

[3] Srokosz, Witold, and Tomasz Kopyscianski (2015) Legal and Economic Analysis of the Cryptocurrencies Impact on the Financial System Stability, Journal of Teaching and Education, 4 (2), 619-­‐627.

(5)

PENAMBANGAN  

DIGITAL  ASSET  

Proses  Mendapatkan  &  Verifikasi  Transaksi  Berjalan  Otomatis

Para “Penambang” menghasilkan Kripto dengan

menggunakan perangkat komputer untuk menjalankan sebuah program algoritma otomatis yang bertujuan untuk melakukan verifikasi terhadap transaksi yang terjadi di dunia Kripto. Penambang mendapatkan token kripto yang diterbitkan oleh algoritma tersebut sebagai pengganti biaya listrik yang dikeluarkan untuk menjalankan server.

Kripto yang didapatkan dapat ditransaksikan atau diperdagangkan dengan pengguna lain secara

peer-­‐to-­‐peer.

Harga penentuan Kripto yang didapatkan berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli

(6)

Sudut pandang Aset Digital terbagi menjadi tiga, yaitu:

MATA  UANG,  EFEK  DAN  KOMODITAS  

(7)

UANG  

KRIPTO

Apakah uang Kripto dapat digunakan sebagai alat

pembayaran dan alat untuk memperjualbelikan barang

dan jasa di Indonesia?

UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang menyatakan

bahwa setiap orang wajib menggunakan dan

menerima mata uang Rupiah dalam bentuk kertas dan

logam sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Sanksi Pidana pelanggaran adalah pidana kurungan

paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling

banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Kesimpulan : Uang Kripto atau Virtual Currency

memiliki dasar hukum untuk dilarang penggunaannya

sebagai alat pembayaran dalam wilayah hukum

Indonesia.

(8)

EFEK  ATAU  

SEKURITAS KRIPTO

Apakah Kripto dapat dianggap sebagai EFEK/Sekuritas atau instrumen investasi di Indonesia?

UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan Efek sebagai surat

berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligas, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa Pemegang efek

saham memiliki hak suara dalam RUPS dan berhak atas dividen.

UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU menyatakan Pemegang

efek surat utang atau komersial merupakan kreditur yang dapat mengajukan permohonan pailit bagi debitur kepada Ketua Pengadilan. Pemilik produk kripto tidak memiliki hak suara dan hak dividen serta tidak dapat mempailitkan para penambang kripto.

Kesimpulan : Kripto apabila dianggap Efek atau Sekuritas, maka belum ada landasan Undang-­‐Undang sebagai payung hukum.

(9)

KOMODITI  ATAU  

ASET  KRIPTO

Apakah Kripto dapat dianggap sebagai Komoditas atau Digital Aset di Indonesia?

UU No. 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi: Komoditi adalah semua

barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan setiap derivatif dari Komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Deriviatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan: Perdagangan adalah

tatanan kegiatan terkait transaksi Barang dan/atau Jasa (...)

Barang adalah setiap benda, baik berwujud maupun tidak berwujud (...) Perdagangan melalui Sistem Elektronik adalah Perdagangan yang transaksinya dilakukan melalui serangkaian perangkat dan prosedur elektronik.

Kesimpulan: Produk kripto sebagai komoditas barang tidak berwujud yang dapat diperdagangkan telah memiliki landasan UU sebagai payung hukum untuk diperdagangkan melalui sistem elektronik.

(10)

PENGATURAN  BERDASARKAN  PEMBAGIAN  

3

TIPE  KRIPTO  

untuk  G7  dan  Lainnya

ECB (2015): Virtual currency tidak diakui sebagai legal tender di dalam wilayah Eropa, tetapi dapat diterima sebagai pembayaran jika dikehendaki. Baille (2016): Bank Sentral Eropa mewajibkan database yang berisi identitas asli dari pengguna Bitcoin termasuk alamat dari virtual wallet Bitcoin.

NEGARA KRIPTO DIANGGAP SEBAGAI

Mata Uang Virtual Sekuritas Komoditi

Amerika SerikatTidak diketahui

Kanada Tidak diketahui ✓ ✓

Inggris Sedang didiskusikan Tidak diketahui ✓

Perancis Sedang didiskusikan ✓ Tidak diketahui

Jerman Tidak diketahui Tidak diketahui ✓

JepangTidak diketahui

ItaliaTidak diketahui

AustraliaTidak diketahui Tidak diketahui

Swedia Menunggu hasil rapat G20 Sedang didiskusikan Menunggu hasil rapat G20

Swiss ✓ ✓ Tidak diketahui

(11)

PENGATURAN  BERDASARKAN  PEMBAGIAN  

3

TIPE  KRIPTO  

untuk  ASEAN

Sumber:https://coin.dance/poli dan berbagai sumber lainnya

NEGARA KRIPTO DIANGGAP SEBAGAI

Mata Uang Virtual Sekuritas Komoditi

Malaysia Sedang didiskusikan - YES Sedang didiskusikan - YES Tidak diketahui

Filipina Sedang didiskusikan - YES Sedang didiskusikan - YES YES

Singapura Sedang didiskusikan - YES NO YES

Indonesia NO Sedang didiskusikan - NO Sedang didiskusikan - YES

Thailand Sedang didiskusikan- YES Sedang didiskusikan - NO Sedang didiskusikan - YES

Brunei Sedang didiskusikan - NO Tidak diketahui Tidak diketahui

Vietnam NO Tidak diketahui Tidak diketahui

Myanmar Tidak diketahui Tidak diketahui Tidak diketahui

Kamboja Tidak diketahui Tidak diketahui Tidak diketahui

(12)

LANDASAN  

TEORI

Kami menggunakan Amerika Serikat (AS) sebagai perbandingan untuk studi kasus ini karena terbukti

berhasil dalam menerapkan regulasi dan memberikan status legal pada aset digital sebagai komoditas.

AS berhasil menjaga pertumbuhan ekosistem Aset Digital di negaranya sekaligus terhindar dari

penggunaan Aset Digital secara illegal seperti untuk pencucian uang atau pendanaan terorisme dengan

cara mendata seluruh transaksi yang dilakukan penduduknya.

(13)

BAHAN  PERTIMBANGAN  UNTUK  

ATUR  ASET  DIGITAL

Aturan  Pemerintah  AS  yang  dapat  dijadikan  rujukan  dalam  mengatur  

Aset  Digital

IRS  Notice  

2014-­‐21

Tax  Increase  

Prevention  and  

Reconciliation  

Act  of  2005

The  Financial  

Crimes  

Enforcement  

Network  

(FinCEN)

Electronic  Fund  

Transfer  Act

Aturan  hukum  

yang  bisa  

digunakan  di  

Indonesia

Undang-­‐Undang   Republik  Indonesia   Nomor  10  Tahun   2011  Perdagangan   Berjangka  Komoditi

(14)

MANFAAT  KOMODITAS  

KRIPTO

Meningkatkan efisiensi,  efektifitas dan kapasitas produksi di  dalam negeri dalam Era  Revolusi  Industri  4.0

Berpotensi  mempercepat  dan  meningkatkan  volume  perdagangan  sektor   UMKM  melalui  E-­‐Commerce Global

Meningkatkan  potensi  penerimaan  pajak

Meningkatkan  kemampuan  otoritas  Negara  dalam  memonitor  transaksi   pidana  pencucian  uang  dan  pendanaan  terorisme  (pseudonymous)

(15)

PENDEKATAN  PENARIKAN  PAJAK  DARI  

PERDAGANGAN  ASET  DIGITAL

• Opsi 1 : Mendeklarasikan sendiri capital-­‐gain yang didapat sesuai dengan tarif penghasilan setiap orang. Cara ini memiliki kelemahan dalam segi pengawasan dan tingginya frekuensi jual dan beli digital asset dalam sehari sehingga dirasa tidak efektif dalam hal penegakkannya.

• Opsi 2: Membuat pengaturan pajak final dari transaksi perdagangan digital asset sebagaimana di dalam transaksi jual dan beli saham, dimana pajak dipungut langsung oleh industri sehingga lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

• Simulasi pendapatan pajak terhadap perdagangan aset digital: Perdagangan kripto di Indonesia mencapai 1 Trilyun rupiah perhari per industri, apabila mengikuti tarif pajak bursa efek sebesar 0.1% untuk setiap transaksi jual, maka ada potensi pendapatan pajak tambahan bagi negara sebesar 1 Milyar rupiah per harinya atau total 365 Milyar rupiah dari setiap industri ditambah pajak penghasilan korporasi

(16)

PENTINGNYA  REGULASI  DALAM  NEGERI

UNTUK  MITIGASI  RESIKO

• Protokol Blockchain sangat aman tetapi Industri Digital Aset Exchange dan Digital Aset Wallet mempunyai risiko dari serangan cyber attack sehingga perlu dibuat Standardisasi Industri dalam segi keamanan untuk memastikan setiap industri dalam negeri menerapkan standar keamanan tinggi

• Penerapan standarisasi KYC dan AML dalam Industri Digital Aset Exchange akan membantu mitigasi untuk mengatasi Money Laundry dan transaksi kriminal menggunakan crypto sehingga transaksi dapat terlacak menggunakan protokol blockchain dan teridentifikasi melalui data yang dimiliki Digital Aset Exchange

• Penerapan regulasi untuk memonitor transaksi di Industri Digital Aset Exchange juga akan membantu memastikan proses pembentukan harga di Exchange bebas dari pembentukan harga artifisial dan Exchange dapat dipastikan bertindak netral dalam proses pembentukan harga.

(17)

STUDI  KASUS

PENGATURAN  INDUSTRI  DIGITAL  ASET

Industri yang  terlibat di  dalam Digital  Asset  dapat dibagi menjadi 3:  Exchange,  Wallet  dan Korporasi Miner.   Setiap industri memiliki resiko cukup besar apabila tidak diregulasi /  tidak distandarisasi dengan benar.  

Exchange berfungsi sebagai penengah antara pembeli dan penjual digital  asset  

Wallet berfungsi sebagai layanan penyimpan digital  asset

Korporasi Miner berfungsi seperti datacenter  untuk membantu masyarakat yang  mau menyewa mesin miner  digital  asset  

Ø Standarisasi Manajemen dan Keamanan

Contoh :  Mtgox Exchange  (exchange)  kerugian $460million  -­‐ Jepang ,  NiceHash (miner)  kerugian $63million  – Slovenia, BlackWallet (wallet)  kerugian $400k  

Ø Manajemen Kustodian Aset Digital

Contoh :  Coincheck (exchange)  kerugian $500million  – Jepang

Ø Pelaporan Data  Transaksi dan KYC/AML

Referensi

Dokumen terkait

Hasil wawancara dengan lima pasien mengenai dukungan keluarga dengan self care bulan Agustus 2018 di Poliklinik Syaraf yaitu empat pasien mendapatkan dukungan sosial keluarga

Lmg adalah perkara perdata ( cerai talak), karena terjadi ketidakharmonisan antara suami dan isteri dalam kehidupan rumah tangga yang disebabkan adanya campur tangan

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Return On Investment , Arus Kas Investasi, Price to Book Value , dan Debt to Asset Ratio

1 Sproket 20 Engkol Data Buah Kelapa Setelah Dilakukan Penambahan Engkol dengan jarak antara mata pisau 215 mm. Sehingga dalam pengujian dengan menggunakan

Jenis lampu yang digunakan nelayan dalam operasi penangkapan berdasarkan bentuk dan systemnya bermacam-macam seperti lampu listrik, ancor, dan petromak

Sedangkan tindakan kemoterapi dinilai sebagai tindakan yang paling efektif dan akan sangat membantu kenyamanan pasien bila diberikan dengan tepat (tepat indikasi,

Dari hasil identifikasi risiko dengan menggunakan bantuan tool matriks house of risk (HOR) untuk fase identifikasi risiko (risk identification ) terdapat 46 agen risiko