• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

1 DEWAN PERWAKILAN RAKKYAT

REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT UMUM KOMISI V DPR RI DENGAN PPTJDI, FPMDI, KOMANDO, RSA, APTRINDO,

GAIKINDO, B2W INDONESIA Tahun Sidang : 2019-2020

Masa Persidangan : IV Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Senin, 6 Juli 2020

Waktu : Pukul 13.10 s.d. 16.50 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK.V) Gedung Nusantara - Jakarta

Ketua Rapat : Hj. Nurhayati/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.

Acara : Masukan terkait Penyusunan RUU Revisi UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

(2)

2 KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Hj. NURHAYATI/F-PPP): Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

yang terhormat

Saudara pimpinan Pak Ridwan Bae dan Anggota Komisi V DPR RI yang sudah hadir.

Saudara Ketua Umum dan Anggota Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia PPTJDI.

Saudara Ketua dan Anggota Forum Pengemudi Mitra Daring Indonesia FPMDI.

Saudara Ketua Umum dan Anggota Road safety Association.

Saudara Ketua dan Anggota Komite Aksi Nasional Driver Online (KOMANDO).

Saudara Ketua dan Anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO).

Saudara Sekretaris dan Anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Saya suka nonton lihat itunya saja Pak pamerannya.

Saudara Ketua Umum dan Anggota Bike to Work Indonesia.

Mengawali rapat hari ini marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kita segala kenikmatan dan kesehatan yang Alhamdulillah pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaan sehat walafiat secara fisik dan virtual zoom cloud meeting dari tempat masing-masing.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat, Daftar Hadir Anggota Komisi V DPR RI telah dihadiri lebih dari separuh unsur Fraksi, sehingga Rapat Dengar Pendapat Umum ini bisa kita mulai.

Sesuai hasil kesepakatan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Bamus tanggal 16 Juni 2020 terkait tata cara rapat Komisi atau Badan masa tatanan baru atau new normal pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 ini pelaksanaan Raker atau RDP dihadiri secara fisik maksimal 60% dari jumlah Anggota Komisi atau Badan dengan komposisi sesuai dengan jumlah suara Fraksi secara proporsional. Mitra kerja atau Pemerintah maksimal 45 orang dari kapasitas 60 tempat duduk dan lamanya pelaksanaan Raker atau RDP disepakati pada saat pembukaan rapat agar lebih efisien dan efektif maksimal 4 jam. Dikarenakan nanti ada 7 yang akan memberikan paparan, jadi saya membatasi waktu masing-masing 10 menit bisa ya?

Oleh karena itu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 251 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkanlah saya membuka rapat pada hari ini dan berdasarkan ketentuan Pasal 246 ayat (1) Rapat Komisi V DPR RI

(3)

3 pada hari ini apakah dinyatakan terbuka untuk umum? umum ya, terbuka untuk umum ya?

(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.30 WIB)

Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat Umum pada hari ini dalam rangka penyampaian secara langsung masukkan dan pemikiran sebagai rangkaian dari proses penyusunan RUU revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Oleh Karena ini dalam kesempatan RDPU hari ini, kami harapkan agar saudara-saudara dapat memberikan masukan yang komprehensif mengenai substansi dan materi untuk RUU revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI serta para hadirin yang kami hormati.

Untuk mempersingkat waktu, demikianlah pengantar dari kami. Selanjutnya kami persilakan kepada saudara-saudara untuk memperkenalkan diri, termasuk dari unsur pengurus yang tadi saya sebutkan yang hadir di sini, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian masukan-masukannya. Silakan dari perkenalan dan masukan penjelasan dari PPTJDI.

PERHIMPUNAN PENGEMUDI DAN JASA DARING TRANSPORTASI INDONESIA/PPTJDI : IGUN WICAKSONO:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Salam sejahtera semua.

Terima kasih Pimpinan Rapat.

Terima kasih Pimpinan Komisi V dan seluruh Anggota Komisi V yang hadir. Hari ini kami dari PPTJDI dipimpin dengan saya Igun Wicaksono sebagai Ketua Umum dan ini merupakan RDPU kedua kami di tahun 2020. Jadi kami bersama dengan tim kami untuk memaparkan mengenai RUU yang kami ajukan untuk sepeda motor roda dua, karena kami merupakan perkumpulan dari para pengemudi ojek online. Di sini kita inginkan adanya perubahan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan di mana sebelum-sebelumnya sepeda motor bukan merupakan angkutan umum, kami inginkan adanya perubahan. Maka dari itu kami sudah merancang atau menyusun beberapa pasal yang mungkin kami

(4)

4 rekomendasikan untuk bisa diubah agar sepeda motor dapat menjadi bagian dari angkutan publik, angkutan umum. Demikian Pimpinan Rapat terima kasih.

Untuk pemaparan mengenai rekomendasi undang-undang yang kami ajukan, kami sampaikan melalui rekan kami Pak Daniel silakan.

PERHIMPUNAN PENGEMUDI DAN JASA DARING TRANSPORTASI INDONESIA/PPTJDI : DANIEL

Selamat Siang.

Salam damai sejahtera untuk kita semua.

Saya hanya menyampaikan di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 139 ayat (3) dan (4) terkait masalah badan hukum. Yang kami ketahui bahwa ojek online R.2 atau roda dua ini belum berbadan hukum, sehingga di Pasal 1 ayat (10) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, di sana dikatakan bahwa “Kendaraan bermotor umum adalah setiap kendaraan yang digunakan untuk angkutan barang dan atau orang dengan dipungut bayaran”.

Selama ini kita ketahui bahwa roda dua itu bisa digunakan untuk kendaraan berpenumpang, siapapun bisa diangkut di belakangnya, cuma di sini bukan untuk angkutan umum berbayar. Dengan adanya ojek online ini R.2 itu tidak mempunyai badan hukum sebagai perusahaan untuk angkutan umum. Dia hanya menggunakan izin dari Telkom, Kominfo, jadi bukan perusahaan badan hukum umum untuk berbayar seperti angkutan-angkutan umum berplat merah eh sorry berplat kuning bus, truk dan sebagainya.

Nah oleh karena itu kami dari PPTJDI mengusulkan untuk direvisi ditambahkan ke dalam Undang-undang 22 Tahun 2009 ini diamandemen untuk R.2 itu satu adalah dia berbadan hukum, kemudian kedua adalah kendaraan bermotor umum yang dipungut bayaran saya kira itu saja. Terima kasih.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI, FPPP) :

Jadi intinya memang kendaraan roda dua bisa untuk transportasi umum begitu ya?

PERHIMPUNAN PENGEMUDI DAN JASA DARING TRANSPORTASI INDONESIA/PPTJDI : IGUN WICAKSONO:

(5)

5 KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI, FPPP) :

Ditambahkan ya.

PERHIMPUNAN PENGEMUDI DAN JASA DARING TRANSPORTASI INDONESIA/PPTJDI : IGUN WICAKSONO:

Jadi selama ini kan roda dua itu yang kita ketahui tidak untuk berbayar, platnya plat hitam.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI, F.PPP

Angkutan khusus begitu ya?

PERHIMPUNAN PENGEMUDI DAN JASA DARING TRANSPORTASI INDONESIA/PPTJDI : IGUN WICAKSONO:

Ya angkutan khusus umum karena Ini kan R.2-nya itu R.2 umum, jadi dia bisa bebas untuk apa mengangkut angkutan umum sehingga R.2 ini ojol Ini mendapat apa namanya kekuatan hukum secara legal.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI, F.PPP):

Terima kasih Pak.

Sekarang kami persilakan FPMDI.

FORUM PENGEMUDI MITRA DARING INDONESIA/ PMDI (AHMAD SYAFI’I):

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama perkenalkan dulu saya Ahmad Syafi’i dari Forum Pengemudi Mitra Daring Indonesia. Yang pertama-tama ingin kami sampaikan di sini adalah kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan di Komisi V DPR RI yang telah mengundang kami dalam Rapat Dengar Pendapat ini terkait Rancangan Undang-undang revisi Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(6)

6 Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan di sini terkait revisi Undang-undang Nomor 22 ini. Yang pertama adalah bahwa kami berharap di dalam revisi tersebut dapat melegalkan penggunaan sepeda motor sebagai bagian dari sarana angkutan transportasi komersial baik sebagai angkutan untuk mengangkut orang atau penumpang maupun sebagai angkutan untuk mengangkut barang.

Yang kedua, melalui Rancangan Undang-undang revisi Nomor 22 Tahun ini pula kami menginginkan dibentuknya sebuah badan nomenklatur semacam badan pengawas yang memiliki kewenangan untuk mengatur teknis dan mekanisme tentang pelaksanaan dan pengawasan serta sanksi sanksi terhadap penggunaan sepeda motor sebagai bagian dari sarana angkutan komersial, baik konvensional maupun berbasis aplikasi.

Yang ketiga kami juga meminta bagaimana hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan tersebut itu dapat dibuatkan dapat dipertegas di dalam sebuah Peraturan Pemerintah. Bagi kami driver ojol Indonesia legalisasi penggunaan sepeda motor sebagai sarana angkutan komersial baik sebagai angkutan untuk mengangkut orang atau penumpang maupun sebagai angkutan untuk mengangkut barang dalam Rancangan Undang-undang 22 Tahun 2009 menjadi sangat penting dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Mengingat legalisasi atau pengakuan di dalam undang-undang tersebutlah akan menjadi pintu masuk atau langkah awal kami untuk mendorong pemerintah untuk menghadirkan regulasi-regulasi turunannya baik di tingkat pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah dalam rangka untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak kami sebagai driver ojek online Indonesia, wabil khusus hak akan adanya jaminan keamanan, kenyamanan dan keselamatan kerja, serta adanya jaminan kepastian dalam bermitra yang selama ini terabaikan.

Beberapa hal yang menjadi alasan kami mengapa kami menginginkan penggunaan sepeda motor tersebut dilegalkan sebagai sarana angkutan komersial dan termaktub di dalam Rancangan Undang-undang revisi Nomor 22 Tahun 2009 tersebut.

Yang pertama, pengakuan penggunaan sepeda motor sebagai sarana angkutan transportasi komersial baik sebagai angkutan untuk mengangkut orang atau penumpang maupun sebagai angkutan barang di dalam RUU tersebut akan menjadi payung hukum bagi kami driver ojek online Indonesia untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak dari pada ojek online Indonesia.

(7)

7 Alasan yang kedua, walaupun secara de jure secara undang-undang saat ini penggunaan sepeda motor sebagai sarana angkutan komersial belum diakui di dalam sebuah undang-undang, namun secara de facto selain sebagai sarana angkutan transportasi pribadi, sepeda motor sudah didayagunakan sebagai sarana angkutan yang bersifat komersial sejak tahun 1974. Ini artinya bahwa sepeda motor digunakan sebagai sarana angkutan komersial itu tidak pernah mendapat pengakuan dari negara hampir 46 tahun. Yang ketiga alasannya adalah bahwa penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi jauh lebih efektif dan efisien baik dari segi mobilitas waktu maupun biaya dan keterjangkauan bila dibandingkan dengan transportasi lain seperti bus, angkutan kota, kereta api dan lain-lain.

Yang keempat sejak kehadiran di tahun 2015, ojek online telah memberikan banyak manfaat di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, wabil khusus dibidang transportasi yang mana ojek online telah mampu memberikan layanan melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman, murah dan terjangkau dan juga dari sudut pandang sosial dan ekonomi di mana kehadiran ojol telah banyak membuka lapangan pekerjaan yang mana saat ini sangat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Tidak hanya itu, kehadiran ojol juga mampu membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan berbagai bidang UMKM.

Yang kelima, ojek online adalah sebuah kreativitas dan sebuah inovasi yang sangat efektif yang telah terbukti mampu membangun dan membangkitkan ekonomi masyarakat sesuai dengan konsep nawacita yang dikembangkan oleh Bapak Presiden.

Yang keenam, dengan dilegalkannya penggunaan sepeda motor sebagai sarana angkutan transportasi komersial baik sebagai angkutan untuk mengangkut orang maupun barang, ini akan menguntungkan negara dengan mendapatkan tambahan pemasukan untuk APBN.

Masih banyak Bu yang ingin saya jabarkan di sini, termasuk berbagai macam permasalahan yang timbul akibat tidak adanya payung hukum, seperti tidak adanya jaminan keamanan, kenyamanan, tidak adanya perlindungan hukum, dan yang paling penting itu buat kami adalah kunci masuknya bagi kami untuk melihat undang-undang turunan baik dari sudut pandang transportasi maupun dari sudut pandang kemitraan ini menjadi legalisasi menjadi sangat penting buat kami Bu, menjadi sangat penting karena saat ini saya sudah bergerak kemana-mana, mereka dalihnya selalu terutama di pemerintah daerah mereka tidak berani membuat peraturan daerah membuat regulasi di tingkat daerah karena memang cantolan hukum tidak ada.

(8)

8 Saya pernah bertemu dengan beberapa kawan Permenhub itu ternyata juga menjadi sebuah regulasi yang tidak melindungi kami secara menyeluruh itu loh. Saat ini di lapangan itu banyak terjadi yang kami alami adalah putus mitra secara sepihak. Putus mitra secara sepihak ini diakibatkan karena tidak adanya kepastian hukum kami di dalam bermitra karena memang sepeda motor secara undang-undang belum diakui sebagai sarana angkutan transportasi.

Maka saya berharap dan mengetuk pintu hati bapak dan ibu sekalian untuk dapat mengambil keputusan yang arif dan bijaksana mengingat bahwa bagaimanapun juga sepeda motor sudah menjadi sarana transportasi yang sangat digemari oleh masyarakat, baik di desa maupun di kota.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI, F.PPP) :

Wa'alaikumsalam Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Sekarang saya persilakan kepada KOMANDO.

KOMITE AKSI NASIONAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (ARIS RINALDI): Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Yang terhormat Pimpinan Rapat dengan Anggota dan teman-teman dari berbagai organisasi yang hadir dalam menyampaikan pendapat.

Terima kasih kepada Pimpinan Sidang, di mana hari ini adalah kesempatan kami untuk menyampaikan dan kami menyuarakan aspirasi kami.

Dari tahun 2019 baru pertama kali ini kami diberi kesempatan dimana sebelumnya 2017 pernah kita sampaikan, cuma mungkin tidak tahu di mana itu, cuma kita coba menyampaikan kembali pada forum terhormat ini di mana KOMANDO ingin memperkenalkan diri dulu Bapak-Bapak/Ibu-ibu sekalian, saya bertujuh, sementara yang tiga di bawah, saya Bang Jul dan Bang Adrian. Saya Aris Rinaldi dari Forum Komunitas Pengemudi Online, Bang

(9)

9 Adrian dari Keluarga Besar Online, Bang Jul dari ORASKI, kami yang tergabung dalam KOMANDO.

Kami memang ingin menyampaikan pertama kali adalah rancangan undang-undang ini agar lebih selektif lagi menerapkan untuk online, terutama khususnya ASK itu agar dipertimbangkan kembali, karena apa yang dibuat oleh pemerintah ASK Angkutan Sewa Khusus itu yang kami bingungkan adalah kenapa pemerintah menerbitkan ASK tanpa melalui proses apa sebuah proses penelitian, pengkajian sehingga berapa kali Peraturan Menteri yang diterbitkan oleh Kemenhub kandas terus.

Bahkan seperti tadi kawan kami Ojol menyampaikan Permenhub ini tidak menguntungkan buat online dan paparan kami kenapa kami menolak ASK tertuang dalam revisi undang-undang nanti akan disampaikan oleh kawan kami.

Jadi kami juga ingin mendengar Pimpinan mendengarkan juga bagaimana dari paparan kawan kami ini ada dua, kami juga ingin mendapatkan definisi khususnya dari aplikasi ini sebelumnya, karena dari pemerintah ini kami tidak dapatkan definisi aplikasi apa sih pemahaman aplikasi, aplikasi online ini. Kemudian kami ingin juga ingin ingin tahu bahwa aplikasi online ini menurut pandangan Pimpinan khususnya untuk para anggota dewan di sini.

Nah selanjutnya dilanjutkan oleh Pak Andrian.

KOMITE AKSI NASIONAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (ANDRIAN): Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Melanjutkan apa yang disampaikan oleh rekan kami barusan perlu saya menceritakan sedikit mungkin Ibu Pimpinan terkait dengan latar belakang saya adalah insan online, penggiat online yang murni bergabung di online itu dari tahun 2014. Saya memutuskan untuk Berhenti bekerja tempo hari untuk memilih pada akhirnya memilih untuk bergabung ke dalam dunia online ini. Tempo hari pada saat awal kemunculannya, kita sangat berbangga bahwasanya ini merupakan sebuah produk inovasi, sebuah produk kreativitas di dalamnya ada unsur sebuah kemandirian.

Filosofi filosofi itu yang coba untuk senantiasa kami jaga. Rasanya tempo hari kami bekerja di berhentikan sekalipun buat kami itu tidak jadi persoalan, karena ini merupakan sebuah tempat yang bisa mampu menaungi kami di dalam kami mencari nafkah kehidupan dalam rumah tangga kami, tapi

(10)

10 yang terjadi kenyataannya adalah kondisi yang terjadi sekarang ini sungguh jauh berbeda.

Saya perlu ilustrasikan kepada Bapak dan Ibu. Sekedar contoh saja penghasilan perbedaan penghasilan, tempo hari untuk mendapatkan rata-rata penghasilan 500 sampai Rp600.000,- itu cukup mudah bagi kami, tapi sekarang untuk mendapatkan penghasilan sedemikian itu sungguh sangat sulit.

Gambaran yang jelasnya seperti ini, Rp400.000,- penghasilan yang kami hasilkan dipotong 20% untuk aplikasi itu sudah menyisakan Rp320.000,-, dipakai 100.000Rp320.000,-,- untuk bensin menyisakan Rp220.000Rp320.000,-,-. Rp220.000Rp320.000,-,- kita pakai untuk kebutuhan cicilan mobil saja itu sudah berkurang Rp100.000,-. Bapak/Ibu bisa bayangkan penurunan drastisnya penghasilan. Lalu tiba-tiba sekarang pemerintah berusaha mencoba untuk menghadirkan sebuah produk hukum yang judulnya adalah angkutan sewa khusus.

Mohon maaf sebelumnya, perlu dipertimbangkan kembali pada akhirnya kenapa pada akhirnya kami bersikukuh kami sangat keberatan jika pada akhirnya produk hukum ini yang namanya judulnya ASK ini dimasukkan ke dalam sebuah yang namanya judulnya revisi terhadap undang-undang peraturan Undang-undang Nomor 22 transportasinya, mengingat kenapa, ya dengan kondisi yang ada saat ini kami tidak mampu untuk bersaing. Kami tidak mampu lagi untuk membayar iuran terhadap badan-badan hukumnya kelak. Dengan Jumlah penghasilan yang rata-rata kami untuk mendapatkan Rp200.000,-nya saja sudah sedemikian sulitnya, lalu kita harus ditambah lagi dengan kewajiban-kewajiban yang lain.

Semisal kami harus membayar iuran kepada badan hukumnya, kami mobil kami harus dikir, kami harus membuat KEP dan sebagainya. Inilah yang pada akhirnya kami bersikukuh menolak karena dalam sebuah dalam kategori apapun judul dari angkutan sewa khusus ini kami yakin bahwasanya ia tidak terkategori di dalam produk peraturan Undang-undang Nomor 22.

Jadi sebuah kesalahan besar Jika ada yang mencoba untuk mencoba untuk memasukkan ASK ini terhadap sebuah produk terhadap sebuah perubahan dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009-nya, karena secara definisinya saja dia tidak terkategori dan mudah-mudahan jangan sampai terkategori, karena ini menjadi persoalan besar. Kami menganggap persoalan kami dengan aplikasi hanya 4H suspend, insentif ya juga terkait dengan penerimaan yang terus-menerus ya, tiga hal hanya itu saja. Dengan adanya produk ASK ini bertambah lagi persoalan kami.

(11)

11 Jadi pemerintah saat ini belum bisa menghadirkan sebuah produk hukum yang tepat, betul-betul tepat. Betul kata apa yang disampaikan oleh rekan kami barusan Bapak Kang Aris, secara definisinya saja gagal untuk menentukan produk ini itu masuk kke kategorinya dalam bentuk apa, buktinya apa. Empat kali GR kami Alhamdulillaah judicial review yang kami lakukan berhasil menggagalkan ini menjadi sebuah produk hukum.

Ini yang ingin kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu semua. Bukan kami menolak secara sisi aturannya, tetapi ini menjadi sebuah polemik berkepanjangan persoalan besar kalau pada akhirnya kami harus menerima ini. Jadi sebelum itu dilakukan coba tolong definisikan, definisikan dulu katagorinya ini apa, produk ini itu dinamain itu apa, masuknya itu harusnya ke mana.

Mungkin Itu dari saya ingin saya sampaikan. Mangga silakan dilanjutkan oleh.

KOMITE AKSI NASIONAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (YULIAN HAMID): Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Perkenalkan saya Julian hamid, Pimpinan dari ORASKI (Organisasi Angkutan Sewa Khusus). Sebelum saya sampaikan, Ketua mohon izin ketua, saya mau memberikan buku sebagai bukti bahwa lalu lintas dan angkutan jalan itu kerap kali terjadi pelanggaran. Izin Pak Ketua.

Pertama yang saya harus sampaikan mengenai ketentuan umum yang harus diatur oleh undang-undang. Saya sampaikan mudah-mudahan cukup 10 menit. Mengingat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (3) “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Pasal 5 ayat (1) “Presiden berhak mengajukan”.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/FPPP):

Maaf Pak, karena tadi sudah dipakai dua orang, jadi jangan 10 menit ya Pak ya, karena yang lain belum. Terima kasih.

KOMITE AKSI NASIONAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (YULIAN HAMID): Oke, baik.

Lebih baik saya singkat saja. Ketentuan Umum Pasal 1 “Lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari lalu lintas

(12)

12 angkutan jalan, jaringan lalu lintas dan angkutan jalan”. Prasarana lalu lintas dan angkutan jalan kendaraan ditambahkan nama jalan. Nama jalan yang tidak diperintahkan oleh undang-undang sehingga kerap kali terjadi kemacetan. Lalu lintas gerak kendaraan dengan penggerak motor, kendaraan dengan penggerak listrik, kendaraan tanpa penggerak dan pergerakan orang di lalu lintas.

Kita mendukung kebijakan pemerintah untuk memfasilitasi kendaraan dengan penggerak listrik, tapi harus diatur kendaraan-kendaraan apa saja yang diperbolehkan. Angkutan adalah pemindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan baik dalam trayek, tidak dalam trayek, angkutan barang. Sewa adalah perpindahan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain menggunakan angkutan umum atau bukan umum di ruang lalu lintas jalan. Angkutan orang dan angkutan barang serta angkutan sewa orang barang sangat berat angkutan berdasarkan dimensi dan angkutan barang berbahaya perlu diatur baik disensinya ataupun kendaraannya.

Kendaraan wajib diatur tentang jenis kendaraan, terutama kendaraan angkutan barang, truk-truk, angkutan kontainer wajib memiliki batas usia operasional. Kendaraan angkutan barang box wajib dikategorikan berdasarkan kubikasi dan berat, di mana tidak akan terjadi lagi kecelakaan lalu lintas dikarenakan overdimensi dan overweight.

Jaringan lalu lintas jalan adalah serangkaian simpul atau ruang kegiatan yang saling berhubungan untuk menyelenggarakan lalu lintas dan angkutan jalan. Simpul atau jaringan antar moda khususnya kereta api di Jabodetabek, mereka tidak memfasilitasi stasiun antarmoda, sehingga kerap kali terjadi kemacetan dan mereka hanya mengakomodasi kepentingan komersial. Mereka sewakan pada badan hukum.

Prasarana lalu lintas dan angkutan jalan adalah ruang lalu lintas. Terminal dan perlengkapan jalan meliputi marka, rambu lalu lintas, alat pengendali dan alat pengawasan.

Pada saat ini pemerintah pusat dan daerah kurang peduli dengan sarana tersebut. Sebaiknya pemerintah daerah mengingat kewenangan masing-masing. Pemerintah pusat berwenang kepada jalan tol dan jalan nasional. Diharapkan kewenangan daerah untuk mengelola tata ruang diberikan secara penuh dan bertanggung jawab baik provinsi, kota dan kabupaten.

Perusahaan angkutan umum seperti kita sudah ketahui bahwa angkutan di dalam trayek dan di luar trayek. Kami khususnya di angkutan

(13)

13 berbasis aplikasi menghendaki rujukan yang jelas angkutan orang kendaraan bermotor umum berbasis aplikasi, nah ini termasuk roda dua dan roda empat, termasuk angkutan barang kendaraan bermotor, angkutan barang yang menggunakan aplikasi.

Perusahaan aplikasi adalah perusahaan penyedia aplikasi transportasi darat berbasis aplikasi berbasis IT di bidang transportasi darat, bukan saya ulangi bukan perusahaan angkutan umum transportasi darat yang kerap kali terjadi saat ini mereka mengatur tarif, mereka mengatur suspend, mereka mengatur segala-galanya di luar kewenangan mereka.

Angkutan Mandiri adalah anggota yang dilakukan oleh perorangan yang memiliki kendaraan sendiri atau orang lain yang dikuasakan perizinan dengan perizinan perorangan yaitu surat keterangan usaha dalam angkutan sewa berbasis IT. Angkutan Mandiri adalah angkutan yang berbasis usaha mikro yang didaftarkan adalah unit kendaraannya.

Kemitraan adalah kerja sama industri berbasis aplikasi dalam keterkaitan usaha baik langsung maupun tidak langsung atas dasar prinsip saling memerlukan, mempercayai, memperkuat dan menguntungkan, melibatkan pelaku usaha mikro kecil, menengah dan pelaku usaha besar.

Forum, forum diperlukan untuk kami sebagai drakor online yang selama ini kami tidak memiliki peran untuk menjembatani permasalahan-permasalahan yang terjadi antara perusahaan aplikasi dan pengemudi online. Forum adalah wadah koordinasi antara instansi pemerintah, pelaku usaha, konsumen, pengemudi untuk sinkronisasi peraturan permintaan kemitraan dan perlindungan sesuai undang-undang.

Stasiun timbang sudah jelas untuk truk sudah jelas. Nama jalan, nama jalan ini tidak ada acuan hukum sehingga menyulitkan pengemudi baik driver online apalagi roda dua. Sudah sewajibnya pemerintah memberikan nama jalan yang simetris atau paralel dengan lajur jalan untuk dapat dengan mudah dilihat dan dibaca oleh pengguna jalan dan transportasi umum. Nama jalan nasional, nama jalan provinsi, kota, kabupaten dan desa.

Terminal sudah jelas. Halte, khususnya halte kami memohon kepada Dewan untuk menjadi ketetapan umum, ketentuan umum. Halte harus berupa shelter island, dimana kendaraan menaikkan dan menurunkan penumpang tidak memberikan kemacetan kepada kendaraan di belakangnya.

Parkir sudah jelas. Stop sudah jelas. Rambu lalu lintas sudah jelas. Marka jalan sudah jelas. Alat pemberi isyarat lalu lintas sudah jelas. Sepeda motor adalah kendaraan penggerak dengan motor beroda dua atau tanpa

(14)

14 rumah, nah ini juga sudah jelas. Sepeda electric scooter adalah kendaraan penggerak listrik dengan roda dua yang menggunakan roda penggerak tenaga listrik.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP)

Pak, Bapak sudah memberikan kepada kami, sudah dibagikan, biar kami membaca saja, hanya pointer-pointer-nya saja yang Bapak sebutkan kepada kami, sehingga kami bisa membaca apa yang malah diinginkan oleh KOMANDO.

KOMITE AKSI NASIOAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (YULIAN HAMID): Oke, baik.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP) :

Kalau Bapak baca satu-satu sampai jam 03.00 kita ini Pak.

KOMITE AKSI NASIONAL DRIVER ONLINE/KOMANDO (YULIAN HAMID): Iya iya.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/ FPPP) :

Ya, terima kasih. Atau biarkan saja Pak.

KOMITE AKSI NASIONAL OMANDO (YULIAN HAMID):

Saya rasa sudah Bu. Kalau saya sudah sampaikan itu, itu adalah materi secara umum sesuai dengan Undang-undang Pasal 256 peran aktif masyarakat saya sudah sampaikan kepada Ketua. Terima kasih banyak. Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/ FPPP:

(15)

15 Terima kasih.

Saya persilakan kepada Road Safety Association, Bapak Rio. ROAD SAFETY ASSOCIATION (RIO OCTAVIANO):

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Terima kasih untuk pimpinan memberikan waktu dan salam kenal untuk seluruhnya dari saya. Saya Rio Octaviano dari Road Safety Association. Kebetulan saya salah satu pendiri dan mewakili ketua Umum sebagai dari Badan Kehormatan.

Saya akan bacakan beberapa hal. Pertama saya akan memperkenalkan diri dari Road Safety Association siapa, karena ini adalah pertama kalinya kami ada di sini, jadi menurut kami sangat penting untuk disampaikan siapa kami.

Jadi RSA itu adalah sebuah lembaga masyarakat atau LSM yang fokus kepada keselamatan jalan dengan nama Road Safety Association dan kami sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. RSA adalah sebuah LSM yang murni berbasiskan rakyat tanpa ada personil yang berasal dari pemerintah maupun eks-pemerintah. RSA memiliki formula program keselamatan jalan yang disebut Segitiga RSA yaitu konsep komprehensif antara rule, skills attitude. RSA telah mewakili Indonesia dalam beberapa pertemuan NGO keselamatan di dunia, terhitung dari Global Meeting II sampai ke-VI dari tahun 2011 sampai dengan Februari 2020 dan pertemuan ini adalah pertemuan rutin tahunan dengan NGO keselamatan jalan di dunia yang diselenggarakan di beberapa negara.

Sebagai pergerakan akar rumput, kami berbeda pola pikir maupun aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah maupun eks-pemerintah dalam melakukan edukasi di jalan, walaupun kami tetap akan berkoordinasi dengan intens dengan semua pihak, termasuk yang terkait dengan keselamatan jalan.

Latar belakangnya adalah kenapa kami ada di sini, data kecelakaan di Indonesia yang masih tinggi pada tahun 2010, angka kematian yang diakibatkan lalu lintas jalan adalah 31.234. Kami kesulitan untuk mengakses data kecelakaan lalu lintas di Indonesia sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Update terakhir yang kami dapatkan setelah kami langsung berhubungan dengan Dirgakkum Korlantas adalah kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2016 adalah sejumlah 31.262 dan Tahun 2017 adalah 30.569 ini update sampai 14 Maret 2018 pukul 13.00.

(16)

16 Mohon izin teman-teman semuanya penyumbang tertinggi adalah pengendara sepeda motor. Di tahun 2017 dari 186.734 kendaraan yang terlibat, keterlibatan motor adalah 133.130 kejadian dan kami terkejut ketika pemerintah justru mendorong motor untuk menjadi transportasi publik. Ada yang menarik dari grafis yang diberikan oleh Pak Lili dari UGM, mungkin Bapak/Ibu Ketua pegang, di situ grafisnya adalah kita bisa lihat dari pola grafisnya Indonesia dalam menurunkan fatalitas korban lalu lintas tidak menunjukkan grafik yang konsisten, jadi cenderung acak. Pada tahun 2011 Indonesia menginisiasi untuk turut mendukung program dunia keselamatan jalan yaitu Decade of Action yang akhirnya ditranslasi ke bahasa Indonesia menjadi Dekade Aksi Keselamatan Jalan selama 10 tahun dari 2011 sampai 2020.

Pada tahun 2011 RSA juga turut hadir pada saat pertemuan di Paho Washington DC, saat itu juga sebagai cikal bakal terbentuknya aliansi LSM keselamatan dunia Global Alliance of NGOs for Road Safety dan Alhamdulillah RSA menjadi bagian dari aliansi ini, bahkan kami telah menginisiasi komunikasi intens dengan menggunakan WhatsApp Group yang berisi dari NGOs Road Safety dari beberapa negara.

Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan memiliki target dalam menurunkan angka fatalitas korban lalu lintas jalan sampai dengan 50%. Menurut pernyataan dari Kapolri, korban meninggal di tahun 2019 adalah 23.530 jiwa. Data ini kami dapatkan dari internet karena kami kesulitan untuk mendapatkan data dari...(rekaman suara kurang jelas) ini berarti target 50% masih belum tercapai di tahun 2020 yang masih bersisa beberapa bulan lagi. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya juga kami kesulitan dalam akses data, karena sampai saat ini kami memang melakukan apa namanya surat-menyurat dengan pihak Korlantas dan data 2019-2020 sedang kami akan minta.

Data di website Korlantas tidak memiliki informasi total kecelakaan lalu lintas. Jadi kalau kita buka website Korlantas itu hanya harian gitu ya, tidak ada yang jumlah. Lalu berikutnya kami juga menemukan fakta di lapangan bahwa rambu dan marka jalan seringkali terabaikan dalam hal pembaharuan atau rambu dan atau marka dalam kondisi tidak berfungsi.

Target dunia pada Februari 2020 RSA bersama Kementerian Perhubungan pada saat itu diwakilkan Oleh Direktur Sarana Direktorat Transportasi Darat Kementerian Perhubungan yang dijabat oleh Pak Sigit pada saat itu menghadiri The 3rd UN Global Ministerial Conference on Road Safety di Swedia dengan tema achieving global goals 2030. Pada kesempatan ini Indonesia telah diberikan informasi bahwa Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan akan habis di tahun 2020 dan akan diteruskan

(17)

17 dengan program...(rekaman suara kurang jelas) adalah program dengan target yang sama yaitu menurunkan angka fatalitas lalu lintas jalan sampai dengan 50% di tahun 2030.

Selanjutnya adalah ini tabel yang kami akan usulkan dari beberapa, mohon izin Ketua dalam revisi yang kami coba ajukan pasal 1 ayat (24) kami mencoba mengubah istilah kecelakaan, kami mengusulkan untuk mengubah istilah kecelakaan. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga atau tidak disengaja. Jadi kami mencoba mengubah menjadi fatalitas lalu lintas, karena kecelakaan menurut kami adalah memiliki faktor tidak dapat dihindari. Jadi padahal kecelakaan lalu lintas itu sebetulnya bisa dihindari. Jadi kami apa mengusulkan untuk mengganti kalimat itu.

Di Pasal 5 pembinaan, yang kami usulkan adalah koordinasi bidang keselamatan jalan dilakukan oleh Badan Nasional Keselamatan Jalan yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Ini keterkaitannya dengan dispute-nya terlalu banyaknya kementerian yang meng-handle isu dari lalu lintas jalan.

Pasal 7 penyelenggaraan. Seluruh stakeholders melapor kepada Presiden dan meminta kepada Presiden membuat target penurunan angka fatalitas lalu lintas jalan yang dievaluasi setiap tahun, karena kami sampai saat ini agak kesulitan untuk apa namanya memiliki target yang konkrit.

Pasal 13 keanggotaan forum lalu lintas jalan. Ya sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) isinya ada unsur pembina, penyelenggara, akademisi dan masyarakat. Kami usulkan untuk memaksimalkan peran masyarakat sampai tingkat RT RW, karena saat ini di RT RW keselamatan jalan sangat-sangat terabaikan. Di level grassroot keselamatan jalan kita bisa melihat ya bagaimana di dalam komplek orang yang tidak pakai helm naik motor, anak kecil naik motor dan sebagainya.

Pasal 43 yang isinya adalah “Penyelenggaraan fasilitas parkir di luar ruang milik jalan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia”. Nah di dalam ini Kami mengusulkan untuk menambah bahwa dapat dilakukan oleh perseorangan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia dengan menggunakan teknologi informasi, karena kita sudah masuk ke apa namanya industri...(rekaman suara kurang jelas) yang terhubung dengan ke pemerintah daerah langsung. Jadi parkir pun harus mulai disusun dengan teknologi informasi.

Pasal 6 mohon izin kawan-kawan, sepeda motor ini keterkaitannya dengan data kami yang sebelumnya, kami usulkan adalah sepeda motor

(18)

18 adalah kendaraan bermotor perseorangan. Untuk ini kami juga karena pasal ini harus berdiri dengan tegas, maka kami mengusulkan adanya sanksi dari pasal tersebut, yang kemudian adalah penjelasan pasal 48 ayat (2) huruf g tentang kaca spion.

Spion yang saat ini hanya memiliki memang ada perbedaan dari Peraturan Pemerintah 44 tahun 93 itu ke Undang-undang 22, memang sudah ada dua sekarang ini sudah disebutkan, tapi kami minta usul, kami mengusulkan untuk spion berjumlah dua dan berfungsi dengan baik, dapat melihat jelas dan mudah tanpa terhalang, luas penampang cermin yang cukup. Ini menghindari orang-orang yang pakai spion dua tapi berdoa gitu ya ke atas.

Lalu penjelasan Pasal 48 ayat (2) huruf i tentang sistem lampu, ini kami juga memohon untuk dikembalikannya di dalam PP.44 sebelumnya yaitu adalah dilarang menggunakan lampu kelap-kelip selain lampu penunjuk arah dan alat pemberi isyarat sinar. Jadi sekarang masih ada lampu kelap-kelip yang yang tidak seperlunya masih digunakan.

Pasal 77 untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri. Dalam hal ini kami mengusulkan untuk menghapus kata atau belajar sendiri.

Pasal 78 adalah materi pengujian pengemudi. Materi uji yang kami usulkan adalah hal yang umum di lapangan dan wajib mengikuti prinsip ekonomis atau Eco Driving yaitu adalah keselamatan, kewaspadaan dan ramah lingkungan, karena saat ini pengujian motor pada saat pengambilan SIM tidak relevan dengan apa yang di lapangan, misalnya dia harus berjalan zigzag tanpa turun kaki.

Lalu di Pasal 102 isinya adalah “Alat pemberi isyarat lalu lintas atau rambu lalu lintas dan atau marka jalan yang bersifat perintah larangan, peringatan atau petunjuk pada jaringan atau ruas jalan pemasangannya harus diselesaikan paling lama 60 hari setelah tanggal diberlakukan Peraturan Menteri”. Dalam hal ini kami menambahkan bahwa rambu dan marka tersebut wajib terbarukan, karena sekarang sering terjadi di jalanan jalannya diperbaiki tapi rambu dan markanya diabaikan. Ini seringkali menyebabkan kecelakaan dan ketidaktertiban pengguna jalan.

Pasal 106 ayat (6) “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan”. Ini kami usulkan adalah seluruh pengguna kendaraan roda empat itu menggunakan sabuk

(19)

19 keselamatan, karena di luar sudah mandatory, baru di Indonesia saja baru supir dan sampingnya.

Pasal 106 kami mohon penambahan juga penumpang sepeda motor wajib berada di belakang dan kaki menyentuh footstep dengan sempurna. Ini membantu dalam keseimbangan si driver dan kadang-kadang ada orang yang menempatkan anak di depan biasanya, nah ini sangat berbahaya.

Pasal 208 kami mengusulkan penambahan di ayat (2) huruf a pelaksanaan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk membuat kurikulum wajib pendidikan berlalu lintas, karena saat ini sudah ada MoU-MoU dari Kementerian Perhubungan, dari Polisi, tapi sayangnya selalu bersinggungan dengan kurikulum yang ada di Kementerian Pendidikan. Jadi ini harus segera diatur karena ini akan menyelamatkan apa namanya generasi muda.

Oke, yang selanjutnya adalah yang terakhir Pasal 233 pendataan kecelakaan lalu lintas, ini kami sangat mengharapkan untuk memastikan kemudahan dalam akses data kecelakaan lalu lintas yang diolah secara nasional. Jadi kami sangat berharap data kecelakaan lalu lintas nasional ini dapat diakses oleh masyarakat.

Bersama ini kami mengusulkan beberapa poin tambahan di luar dari tabel diatas adalah Badan Nasional Keselamatan Jalan yang dibentuk terdiri dari unsur pemerintahan dan masyarakat, target kerja harus sampai ke tingkat RT dan RW. Kami juga mengusulkan ruang henti khusus untuk sepeda motor diberlakukan secara nasional, sehingga sepeda motor berada di barisan terdepan, karena saat ini baru ada di Bandung kalau tidak salah.

Menekankan kepada pemerintah daerah untuk memiliki program keselamatan jalan yang terukur dan memiliki target waktu. Kewajiban evaluasi kinerja stakeholders kebijakan jalan yang evaluasinya tersebut dapat diakses secara luas. Peran edukasi dimaksimalkan dengan mengikutsertakan publik. Lalu calon pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki sertifikat layak memiliki kendaraan bermotor yang diterbitkan oleh pemerintah dengan prasyarat antara lain memiliki garasi dan sertifikat mengemudi.

Kesimpulannya adalah kami menolak naskah akademis yang karena tidak membahas pengguna jalan secara keseluruhan dan merekomendasikan sepeda motor sebagai kendaraan motor bermotor umum, tidak berdasarkan dari data kecelakaan lalu lintas jalan nasional yang sebetulnya disebutkan di dalam naskah akademis itu sendiri.

(20)

20 Kedua, melihat dari banyaknya stakeholders yang membahas lalu lintas jalan, maka kami dengan ini meminta satu badan khusus seperti yang kami sebutkan di atas adalah bertanggung jawab terhadap keselamatan jalan. Tiga, memohon kepada Komisi V untuk dapat melakukan kajian ulang bersama-sama demi mencapai kesimpulan dan masukan yang secara komprehensif.

Yang terakhir adalah pemerintah wajib menurunkan angka fatalitas lalu lintas jalan pada tahun 2030 sebesar 50%. Terima kasih, demikian dari saya. Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP):

Terima kasih Pak Rio, sangat jelas buat kami dan kami persilakan kepada APTRINDO.

ASOSIASI PENGUSAHA TRUK INDONESIA/APTRINDO (GEMILANG TARIGAN):

Baik, terima kasih Ibu Pimpinan Rapat Komisi V lewat dengar pendapat hari ini dan seluruh Anggota yang hadir pada hari ini dan juga kepada teman-teman yang hadir pada sidang hari ini yang kami hormati.

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama kami kenalkan dulu kami hadir di sini ada saya sendiri Gemilang Tarigan sebagai Ketua Umum, Muis Tantowi ada di layar belakang, kemudian Bapak Darmawan, selanjutnya Bapak Syaiful Bahri dari Banten, Bapak Didan juga dari Baden, kemudian di sebelah kiri saya yang membantu saya untuk presentasi ini Pak Tata Wahyudin.

Perkenalkan dulu Asosiasi Pengusaha Truk ini memang baru berdiri 5 tahun yang lalu. Kita baru terdapat di 22 provinsi dengan Anggota kira-kira lebih kurang ada 2.000 sekarang ini. Kami menjelaskan apa sebetulnya aktivitas...(rekaman suara kurang jelas) ini, pertama bahwa...(rekaman suara kurang jelas) mempunyai aktivitas yaitu mendukung aksesibilitas dan konektivitas terhadap simbol-simbol transportasi baik pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, terminal dan pusat distribusi. Kemudian jaringan transportasi ini terdiri dari angkutan laut, angkutan udara dan angkutan darat.

(21)

21 Truk sebetulnya adalah implementasi dari pada angkutan multimoda, di mana truk ini melayani kereta api, melayani kapal laut, melayani pesawat udara. Jadi merupakan integrasi dari pada layanan transportasi barang.

Lanjut, truk ini adalah yang paling efisien untuk transportasi, di mana dalam jarak 400 KM ke bawah truk menjadi sarana yang paling efisien. Kemudian baru kapal laut, kemudian kereta api dan pesawat terbang.

Lanjut, truk pada tahun-tahun terakhir ini mempunyai...(rekaman suara kurang jelas) terhadap barang untuk di Jawa sebesar 25 juta ton atau 68%, untuk Jawa-Sumatera 5,8 juta ton atau 15%, Sumatera ke Jawa 1,9 juta ton atau 5%, kemudian Sumatera dan Sumatera Sumatera sendiri 17%. Total dari pada pada setiap tahunnya kira-kira 38 juta ton.

Mengapa truk mendominasi, karena dia adalah sangat murah dan efisien. Operasional truk memiliki kecenderungan untuk berkelebihan muatan. Hampir sampai 2 kali muatan yang diperbolehkan, artinya selalu mengangkut lebih. Ini ada persoalan yang akan kami jelaskan nanti berikutnya.

Dari segi struktur biaya, truk tidak ada akses...(rekaman suara kurang jelas) seperti kereta api. Truk diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi, sebagian besar truk mengabaikan biaya depresiasi dan biaya perawatannya minimum meskipun usia kendaraan sudah lebih besar daripada 10 sampai 15 tahun, serta pengemudi tidak memiliki asuransi. Praktisnya lebih dari 90% di jalan raya menggunakan truk dengan sistem pembayaran lump sum dengan rata-rata sebesar Empat koma Dua Juta Rupiah untuk perjalanan.

Lanjut, dari tahun ke tahun bahwa truk ini cukup pesat pertumbuhannya. Kita lihat di tahun 2019 pertumbuhan jumlah truk meningkat pesat sebesar 7% atau sekitar 93.000 unit...(rekaman suara kurang jelas) meningkat sekitar 15,2% sampai dengan tahun 2009. Investasi tahun 2009 realisasi investasi angkutan barang selama 2019 mencapai 139 Triliun. Kontribusi pajak bahwa tahun 2019 kontribusi pajak bagi negara dari sektor angkutan barang dan pergudangan mencapai 50,3 Triliun atau tumbuh sebesar 18,7%.

Lanjut, sekarang pergeseran di...(rekaman suara kurang jelas) indeks truk berubah dari transportasi ke...(rekaman suara kurang jelas), bahwa mobil truk sekarang harus menggunakan integrasi moda antar moda transportasi. Kemudian meningkatkan keamanan dan efisiensi. Perlu ada sarana dan prasarana terpadu dan fasilitas pelayanan alih moda untuk perpindahan barang secara cepat dan aman.

(22)

22 Kemudian orientasi, orientasi yang selama ini adalah berupa orientasi berat maka sekarang orientasinya ke arah kecepatan. Perlunya kecerdasan kendaraan yang cerdas dan bisa berintegrasi dengan teknologi dalam upaya percepatan pengiriman barang dan ramah lingkungan.

Lanjut, dalam revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, maka ada empat hal sebetulnya kami perlu sampaikan pada kesempatan ini. Hasil dari revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan harus dapat menjawab dukungan kebijakan dan ketersediaan sarana prasarana yang tepat dan yang dapat menciptakan iklim yang sehat dan kondusif terhadap perusahaan sektor transportasi angkutan barang.

Kedua, Undang-undang Lalu Lintas Jalan pada dasarnya perlu direvisi dan disesuaikan karena undang-undang tersebut belum mengakomodir perkembangan zaman dan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di sektor angkutan barang sebagai tulang punggung logistik nasional, di antaranya pertama saat ini teknologi transportasi sedang berkembang tetapi pengawasan dan penindakan angkutan barang belum bisa menerapkan perkembangan teknologi informasi dalam pengawasan dan penindakan karena undang-undang belum mengaturnya.

Lanjut, perlunya penguatan peran pemerintah dalam mendukung dan pemberdayaan pengembangan sarana angkutan barang atau insentif sebagai tulang punggung logistik nasional kita.

Ketiga, masih tingginya biaya logistik Indonesia atau lebih kurang 24,7% dari PDB, karena belum ada kepastian peran pemerintah untuk mengendalikan supply dan demand angkutan, kemudian peningkatan standar trase jalan dari MST 10 ton menjadi 13 ton mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dan terjadinya kelebihan muatan dan dimensi.

Perlu Bapak ketahui bahwa kita sekarang ini sebetulnya berbisnis atau berdagang secara internasional, truk itu spesifikasinya datang dari Eropa, kemudian muatan kita sendiri ditentukan oleh Eropa, apa lagi kontainer. Nah tetapi kalau infrastruktur kita sekarang ini jauh di bawah standar Eropa.

Eropa menentukan 13 ton MST-nya, sedangkan kita Indonesia 10 ton, maka kita akan tidak bisa berdagang secara internasional, karena bagaimanapun kontainer yang datang dari luar negeri melalui sarana dan prasarana mereka tidak sama dengan prasarana yang ada di Indonesia, maka kontainer yang sudah sampai di pelabuhan bila diangkat keluar dari pelabuhan akan melanggar peraturan.

(23)

23 Maka untuk itu undang-undang kita di Undang-undang 14 dulu kita sudah mempunyai MST di bawah di atas 10 ton. Ketika Undang-undang 22 terbit, maka MST hanya 10 ton ini yang akan bermasalah. Untuk itu supaya masalah tidak terjadi MST-nya perlu ditingkatkan menjadi 13 ton untuk jalan tertentu. Inilah yang menjadi masalah Odol yang timbul sehari-hari yang berkepanjangan tidak terselesaikan.

Kemudian sedikit tambahan lagi mengenai SIM. Untuk mendapatkan SIM B2 umum itu harus melalui jenjang A umum, B1, kemudian B2. Ini cukup memakan waktu. Untuk mendapatkan SIM B2 itu prosesnya 5 tahun, maka perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa untuk mendapatkan SIM 2 itu tidak mungkin, mustahil. Jadi usul kami bahwa jenjang-jenjang tersebut tidak perlu diadakan, bahwa bisa mengambil SIM 2 B2 umum tetapi melalui pendidikan. Apabila dilihat dulu kompetensi sudah bisa langsung mengajukan B2.

Secara summary yang dapat kami berikan masukan pada usulan kami ada 180 halaman ini yang sudah kami serahkan, namun dapat kami summary-kan sebagai berikut.

Pasal 1 definisi yaitu angkutan jalan, kemudian perusahaan angkutan umum adalah badan hukum jangan diubah menjadi badan usaha karena ini akan merepotkan dalam sisi pengaturannya. Kemudian manajemen rekayasa lalu lintas adalah serangkaian usaha dan kegiatan meliputi perencanaan, pengaturan, perekayasaan, pemberdayaan dan pengawasan fasilitas jalan dalam rangka mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Kemudian di pasal 5, pembinaan lalu lintas angkutan jalan, perencanaan, pengaturan, perekayasaan dan pemberian pengamanan dan pengawasan. Pembinaan angkutan lalu lintas dan angkutan jalan adalah urusan pemerintah dibidang pendidikan berlalu lintas oleh kementerian negara yang bertanggung jawab di bidang kependidikan.

Pasal 7 tugas pokok dan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan adalah urusan pemerintah dalam pengembangan teknologi informasi dan dukungan pengamanan di jalan oleh kepolisian negara. Di sini perlu dilibatkan Menkominfo untuk mengembangkan teknologi informasi ini dan keamanan ini Kami mohon supaya jelas-jelast terini supaya mendapatkan pengamanan dari pihak Kepolisian.

Pasal 7, Pasal 12 keberadaan forum lalu lintas angkutan jalan saat ini kurang optimal karena tidak ada keterwakilan unsur-unsur asosiasi-asosiasi angkutan barang dan orang yang terkait di dalamnya. Maka untuk itu kami memohon untuk dimasukkan asosiasi dalam forum itu.

(24)

24 Kemudian Pasal 15, 16, 17, ya oke baik, terima kasih.

Boleh?

Ya, oke, baik ya. Terima kasih.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP) :

Sudah selesai Pak? Terima kasih.

Sekarang kami berikan kepada GAIKINDO, Pak Kukuh silakan.

GABUNGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR INDONESIA/ GAIKINDO (KUKUH KUMARA):

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Ibu pimpinan Komisi V DPR RI.

Anggota Dewan Komisi V DPR RI yang terhormat.

Terima kasih kesempatannya yang diberikan kepada GAIKINDO yang diundang untuk memberikan masukan terkait dengan rencana revisi Undang-undang Lalu Lintas. Perkenankan kami untuk menyampaikannya secara singkat. Kami sampaikan secara umum yaitu sekilas mungkin bisa ditampilkan gambar presentasinya.

Pertama saya juga terima kasih pertama kali kami diundang dan saya hadir dengan beberapa Anggota. Saya nama saya Kukuh Kumara, posisi saya di GAIKINDO adalah Sekretaris Umum. Hadir di sini Anggota yang mewakili beberapa merk.

Dari ada Pak Prayitno, ada Bapak M. Yunan, ada Ibu Anisa, dan juga ada Pak Adi semua anggota kami yang totalnya ada 43 perusahaan, umumnya adalah pabrikan kendaraan bermotor dan produk-produk kami tentunya digunakan oleh Bapak/Ibu sekalian termasuk tadi yang disebutkan oleh Pak Tarigan Pak, karena 25% adalah produk juga kendaraan komersial Pak. Terima kasih Pak Tarigan isunya kami juga paham.

Jadi lanjut ini adalah visi GAIKINDO terkait dengan rencana revisi undang-undang itu. Pertama tentunya kami akan sangat fokus pada sustainability dari pada industri otomotif di Indonesia. Sebagai informasi industri ini saat ini terpukul dengan adanya Covid-19, padahal ada sekitar satu setengah juta orang terlibat bekerja di sektor industri otomotif dan intinya untuk mempertahankan ini kita juga perlu mengakomodasi perkembangan teknologi.

(25)

25 Visi yang kedua adalah kami juga ingin menghadirkan kendaraan yang aman. Tadi ada konsen dari rekan-rekan...(rekaman suara kurang jelas) agar kendaraannya aman dan tentunya isu tadi juga diangkat oleh Pak Tarigan perlu juga mengangkat isu ramah lingkungan dan ini juga kami fokuskan. Dari pilar-pilar ini kami fokus pada kendaraannya saja, karena yang lain adalah bidang-bidang yang di luar kewenangannya GAIKINDO memang kami adopsi dari Inpres Nomor 4 Tahun 2013.

Dan yang ketiga visi Kami adalah ingin mengoptimalkan kapasitas industri otomotif Indonesia. Saat ini di kapasitas produksi kami sekitar 2,3 juta mobil per tahun, namun baru dimanfaatkan kurang lebih sekitar 1,2 juta unit per tahun. Jadi separuhnya masih idol dan inilah yang ingin kita optimalkan untuk bisa kita memproduksi kendaraan yang bisa diekspor. Tahun lalu cukup lumayan ekspornya sampai di atas 300.000. Ini adalah konsen-konsen kami dari GAIKINDO.

Lanjut terkait dengan revisi undang-undang ini, kami mencoba merumuskan ada 4 poin yang menjadi kerangka acuan dari GAIKINDO. Yang pertama tentunya adalah meningkatkan keselamatan berkendara dan tentunya juga mempunyai visi konsen mengenai ramah lingkungan. Ini yang terus berkelanjutan akan berkembang.

Yang kedua, poin kedua adalah mengakomodasi perkembangan teknologi kendaraan masa depan. Tadi sudah disinggung oleh Pak Tarigan misalnya perlu ada truk yang smart, memang betul bukan saja truk tapi juga kendaraan-kendaraan yang lain, kendaraannya sudah smart tapi juga pengemudinya juga perlu juga smart termasuk pemiliknya.

Yang ketiga adalah harmonisasi peraturan domestik. Nah ini kami juga ingin menekankan peraturan domestik itu perlu diselaraskan dengan peraturan global, dalam kaitan ini ada...(rekaman suara kurang jelas) regulation yang mengatur ketentuan-ketentuan mengenai kendaraan bermotor seluruh dunia. Nah ini juga ada kaitannya untuk meningkatkan daya saing industri otomotif di Indonesia ini di pasar global, karena apa, kita tadi ingat kapasitasnya belum dioptimalkan sehingga kita perlu mengoptimalkan kapasitas produksi Indonesia.

Ke empat adalah meningkatkan sistem sertifikasi pengujian kendaraan bermotor di Indonesia, sehingga dapat diterima secara regional dalam hal ini ASEAN dan global. Perlu dicatat di sini saat ini pasar domestik Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN, 33% kendaraan yang dipasarkan di ASEAN itu ada di Indonesia.

(26)

26 Jadi kita harusnya leading di sana, namun nanti di terakhir kami ingin ulas bagaimana kita harus mengambil alih posisi itu dari negara-negara tetangga kita agar kita juga menciptakan lapangan kerja lebih banyak di industri otomotif yang saat ini sebenarnya sudah diterima di banyak negara.

Nah ini sebagai catatan pada kesempatan ini Undang-undang Dasar ini yang sifatnya umum sehingga yang lebih spesifik lebih teknis bisa ditentukan di peraturan-peraturan yang ada di bawahnya, karena kemudian ini diharapkan bisa lebih mudah untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Yang pertama adalah meningkatkan keselamatan kendaraan berkendara dan ramah lingkungan. Ini ada beberapa macam contoh misalnya saja ada active safety keselamatan yang aktif dan sebetulnya beberapa produk umumnya juga sudah menerapkan ini seperti anti lock brake system, kemudian ada electronic stability control dan masih banyak lagi.

Kemudian ada pasive safety antara lain adalah safety belt ataupun airbag. Nah ini di Indonesia sudah ada ketentuannya mengenai seatbelt, namun tadi di singgung juga seatbelt ini ketentuannya baru di depan, yang di belakang belum ada kewajiban melaksanakanya, walaupun dalam kenyataannya ini karena untuk efisiensi produksi karena sifatnya kendaraan ini sekarang adalah global global produk, jadi akan sangat mahal kalau kemudian unik, misalnya Indonesia di tempat duduk belakangnya tidak ada safety belt itu memerlukan desain tersendiri lagi. Nah ini yang dikatakan harmonisasi tadi agar kemudian kita juga lebih mudah untuk masuk ke pasar-pasar regional ataupun internasional.

Kemudian yang nsi ramah lingkungan yang sekarang menjadi tren adalah mengenai kebijakan emisi gas buang kendaraan. Banyak negara saya tampilkan di sini hanya untuk ilustrasi saja sudah menerapkan banyak standar emisi gas buang.

Alhamdulillah Indonesia di tahun 2018 akhirnya menerapkan standar emisi gas buang Euro 4, walaupun untuk sementara masih untuk kendaraan yang berbahan bakar bensin. Ini adalah salah satu komitmen pemerintah untuk mengacu kepada COP21 atau Paris agreement di mana di tahun 2030 harus mampu mereduksi emisi gas rumah kaca. Inilah gambaran-gambaran tersebut. Jadi Indonesia juga sudah menerapkan ramah lingkungan Euro 4 untuk bensin, untuk deasel-nya di bakal diterapkan di tahun April Tahun 2022.

Lanjut, nah ini kemudian kita juga perlu mengakomodasi perkembangan teknologi kendaraan bermotor masa depan. Banyak alternatif salah satunya walaupun bukan satu-satunya, misalnya saja electric vehicle

(27)

27 yang sekarang sedang ramai dibicarakan di dunia, namun kita tidak boleh apa alergi terhadap perubahan teknologi karena itu akan datang juga, namun Indonesia juga punya banyak pilihan local endowment yang bisa dikembangkan.

Di sisi lain juga teknologi-teknologi lain juga tumbuh dan sudah selayaknya Indonesia mampu mengadopsi itu, contohnya saja sempat muncul pada waktu itu adalah ketentuan untuk memiliki ban serep itu ada di kendaraan, padahal kemudian perkembangan teknologi menyebutkan bahwa ban cadangan tidak diperlukan lagi karena ada namanya teknologi baru, tidak baru sekali misalnya RFT (Run Flat Tire) yang bisa berjalan sampai cukup jauh dengan kecepatan 80KM per jam.

Kemudian juga ada lagi Tire repair kit dan sebagainya, ini hanya sekedar contoh-contoh saja agar kemudian undang-undangnya memberikan payung hukum dan kemudian peraturan-peraturan dari kementerian teknis di bawahnya bisa mengatur lebih detailnya.

Kemudian juga sudah muncul teknologi atau autonomous vehicle walaupun mungkin Indonesia perlu beberapa waktu untuk mengadopsinya. Kemudian tadi di singgung mengenai smart vehicles atau kendaraan yang pintar yaitu mengenai conectivity menggunakan jaringan internet dan sebagainya. Ini adalah untuk semua upaya salah satunya adalah untuk meningkatkan keselamatan.

Lanjut, berikutnya adalah harmonisasi peraturan domestik dengan peraturan global UN regulation dalam rangka meningkatkan daya saing industri kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua di pasar global. Nah ini terkait dengan pengujian kendaraan bermotor. Kendaraan-kendaraan ini sebelum dipasarkan di Indonesia perlu diuji secara teknis, kemudian laik jalan dipenuhi.

Nah peraturan-peraturan ini atau ketentuan-ketentuan ini perlu dilakukan harmonisasi. Nah sekarang sedang ada sebuah proses di ASEAN sebagai satu tahapan, jadi kita tidak bisa lompat langsung ke tadi kami singgung mengenai UN regulation, di ASESN sudah ada kesepakatan apa yang kita sebut dengan ASEAN MRA (Mutual Recognation Agreement), ini penting karena kemudian kalau Indonesia tadi saya singgung bahwa pasar domestiknya Nomor 1, namun kita juga harus menjadi leading in technologi otomotif misalnya. Sarana pengujian perlu kita tingkatkan. Nah inilah ini kaitannya kalau nanti bisa diuji di Indonesia bisa berlaku di banyak negara.

Berikutnya adalah poin mengenai peraturan domestik itu juga perlu melakukan penyederhanaan kategorisasi kendaraan, karena perkembangan

(28)

28 juga cepat sekali yang sekarang banyak diadopsi adalah apa yang dikeluarkan oleh UN. Jadi ada kategori L, M1, M2, M3 saya tampilkan di sana. N1, N2, N3 dan O, ini menjelaskan jenis-jenis kendaraannya, karena di L misalnya saja kita kadang-kadang juga bingung menerapkan ada roda tiga itu masuk sepeda motor atau masuk mobil. Ada yang roda empat bisa juga masih kategori motor. Nah dengan mengadopsi ketentuan global kita akan menjadi jelas dan kita pun akan mudah untuk masuk ke pasar internasional.

Yang terakhir ke empat berikutnya, nah ini yang saya singgung tadi juga adalah meningkatkan sistem sertifikasi pengujian kendaraan bermotor di Indonesia sehingga bisa diterima secara regional maupun global. Dengan adanya fasilitas-fasilitas uji tadi yang kami ambil contoh di sini, kita tidak perlu lagi menguji di negara lain, tapi karena kita punya dan negara lain malah datang ke Indonesia melakukan uji dan bisa diterima di negara lain. Contohnya Ini yang saat ini sudah memiliki itu memang Thailand.

Nah kita perlu secepatnya mengadopsi apa yang sudah dilakukan Thailand, karena saat ini Thailand ini walaupun negaranya relatif lebih kecil dibanding kita dengan penduduk 70 juta, namun produksi mobilnya sudah 2.800.000 digunakan dalam negeri, 1,2 diekspor. Sementara Indonesia 1,2 di dalam negeri, ekspornya baru 300.000. Jadi ini semacam apa ya keunggulan yang perlu kita raih untuk Indonesia dan inilah yang sangat diperlukan dan kemudian juga saya singgung mengenai lembaga uji. Ini kita perlu memperbanyak karena jumlah mobilnya sudah makin banyak, namun fasilitas ujinya masih relatif kecil, bukan sekedar kendaraannya saja tapi komponennya pun juga harus ada fasilitas ujinya.

Nah kalau kita bisa juga memiliki fasilitas uji untuk komponen kendaraan bermotor yang berkelas dunia ini adalah kesempatan untuk industri komponen otomotif Indonesia menjadi pemain global. Yang tidak terbayang selama ini hanya memikirkan jual mobilnya, tapi berapa banyak komponen yang dijual untuk after marketnya.

Nah Indonesia sudah mengekspor ke 80 negara di dunia kendaraan bermotor...(rekaman suara kurang jelas). Kalau itu bisa diikuti karena kita punya fasilitas uji yang memadai, yang bisa bekerjasama antara pihak ketiga dengan pemerintah karena tetap pemerintahlah yang memegang otoritas mengatur regulasinya, maka kita akan menjadi salah satu pemain unggul di industri otomotif di regional, mudah-mudahan juga secara internasional.

Saya rasa saya akhiri demikian. Terima kasih. Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

(29)

29 KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP):

Jadi MRA on angeneering services ya?

GABUNGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR

INDONESIA/GAIKINDO (KUKUH KUMARA):

Jadi ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan mobil. Sejauh ini kita bertahap ada 19 item yang disepakati sudah di ASEAN, rencananya bulan Agustus ini akan ditandatangani. Kalau ini jalan satu tahun kemudian impact force.

Terima kasih Bu.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP):

Kalau untuk pengujian ini apa engineering?

GABUNGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR

INDONESIA/GAIKINDO (KUKUH KUMARA):

Pengujian ini masalah di angineering dengan keselamatan di perhubungan mengenai laik jalannya dan lainnya.

KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (HJ. NURHAYATI/F.PPP) :

Iya MRA on engineering services ya. Sekarang Bike to Work Indonesia. B2W (FAHMI SAIMIMA):

Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Ketua yang nampaknya ikut di zoom meeting, juga Pimpinan Wakil Ketua Komisi V DPR serta para Anggota Dewan Komisi V. Rekan-rekan para undangan, asosiasi dan organisasi yang terkait dengan Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 ini.

Izinkan saya mau memperkenalkan diri saya Fahmi Saimima, kebetulan dari Tim Advokasi Bike to Work Indonesia. Bersama kami ada

(30)

30 Ketua kami di atas ada Mas Putut Sudaryanto dan juga co founder kita Pak Hastoto Sugiarto, juga Teman-teman yang kebetulan ikut hadir yang berangkat dari rumah masing-masing dengan sepeda ke rumah rakyat ini. Alhamdulillaah Gedung DPR ternyata ada fasilitas bersepedanya, parkir sepeda.

Para Pimpinan yang saya hormati.

Lima hari lalu Adinda Zidan, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah di Purwodiningratan Bantul Yogyakarta yang jago adzan di mushola sekolahnya serta jago pidato dakwah harus tewas di jalan, di Jalan Bibis di Bantul. Satu bulan sebelumnya Adinda Mardiani siswi SMP di Mamuju Sulawesi Barat harus meninggal dunia setelah ditabrak truk di Jalan Andiday Kelurahan Binanga Kecamatan Mamuju Sulawesi Barat. Adinda Mardiani adalah seorang yang sangat berprestasi bahkan sudah menerima akan masuk ke SMA Negeri Mamuju dan dia ditabrak truk masih menggunakan pakaian sekolah. Enam bulan sebelumnya 7 pesepeda yang berjajar rapi di sebelah kiri jalan harus ditabrak mobil Avanza di Jalan Jendral Sudirman dan ketujuh orang itu empat diantaranya adalah pelajar.

Hadirin sekalian ini sebuah ironi, di mana hari ini dan di saat yang bersamaan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak di bawah umur malah kian meningkat gitu, tidak ada lagi regulasi maupun norma-norma sosial di masyarakat untuk memberikan mengizinkan mereka menggunakan sepeda motor itu.

Sementara bagi kami para pesepeda yang mendorong yang kita dorong untuk bersepeda malah menjadi korban di jalan raya. Jalanan bagi kami para pesepeda dan pejalan kaki adalah mesin pembunuh, sehingga kami berani menyebutkan kalau setiap kematian di jalan bagi kami adalah kematian yang tidak wajar.

Para Pimpinan sekalian, 7000 tahun lalu ketika kota pertama kali dibentuk, jalanan sudah memiliki peran yang sangat penting yang berbeda. Jalanan dicipta untuk orang-orang yang berkumpul di dalamnya untuk transaksi, untuk sosialisasi, untuk bahkan berekreasi.

Orang-orang dewasa dan anak-anak bisa berkumpul dan bermain di jalanan, sehingga jalanan adalah domain publik yang paling demokratis dalam sejarah umat manusia. Sampai kemudian pada akhir abad ke-18 manusia menemukan cara agar lebih cepat bergerak yaitu sepeda. Sepedalah yang mengawali sebagai penemuan paling mulia dalam sejarah umat manusia. Kenapa, dari sepedalah persamaan gender tercipta yaitu

(31)

31 ketika banyak wanita yang memberontak terhadap dokma dan ingin bersepeda seperti layaknya para laki-laki.

Sepeda juga yang mengawali kesetaraan akan ras ketika di zaman penjajahan dulu pribumi diizinkan untuk ikut balap sepeda, sementara di hal-hal yang lain masih dilarang. Sepeda kini mendorong semua kota-kota dunia untuk membuat membangun jalan yang lebih baik dan selalu terhubung, sampai kemudian sepeda menginspirasi penemuan selanjutnya yaitu sebuah mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar motor yaitu mobil dan motor dan dalam hampir dalam waktu yang sangat cepat mobil dan motor ini menguasai domain seluruh jalan raya.

Bapak/Ibu Hadirin . Sebelumnya kami minta izin bahwasanya pemaparan kami kali ini adalah mewakili juga bagi pejalan kaki yaitu Koalisi Pejalan Kaki serta teman-teman di Komunitas Sepeda Tua Indonesia.

Baik, Bapak/Ibu sekalian, fakta yang ada hari ini adalah mobilitas dan transportasi sudah semakin cepat, urbanisasi makin meningkat dan tidak terkendali. Lalu ketergantung akan transportasi bermesin hanya berhasil menyebabkan kemacetan lalu lintas yang mengganggu kota-kota, bahkan kini di daerah sudah macet.

Lalu polusi udara telah melewati ambang batas, tingkat kecelakaan lalu lintas makin tinggi, jalan raya sudah tidak ramah lagi bagi pejalan kaki, bagi lansia, bagi anak-anak serta bagi penyandang disabilitas. Bahkan pohon-pohon di pinggir jalan kini ditebang demi perluasan jalan, serta taman dan ruang publik kini bahkan menjadi tempat parkir. Itulah fakta yang hari ini kita temui. Dampaknya cukup besar menyia-nyiakan waktu, uang, energi, penyakit serta kehidupan banyak orang.

Para Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR yang kami muliakan.

Bung Karno saat umur 15 tahun dan bersekolah di AB Surabaya itu sering puasa dan sering menahan lapar karena harus menabung untuk berkeinginan membeli sepeda dan ketika sepeda pertamanya didapati, Bung Karno berucap bahwasanya aku akan merawatnya bagai seorang ibu yang merawat anaknya, mengelapnya, mengelusnya dan memeluknya.

Sepeda dan Bung Karno bahkan ketika dewasa beliau selalu berkunjung selalu berkeliling kota berkeliling desa ke kampung-kampung untuk melihat masyarakat, bahkan dalam sebuah bukunya Bung Karno bilang menemui seorang petani bernama Marhaen yang di mana petani tersebut bahkan tidak bisa menghidupi seorang istri dan 3 orang anaknya dan petani bernama Marhaen itu menginspirasi Soekarno menciptakan konsep

Referensi

Dokumen terkait

Berisikan hasil dan pembahasan interpretasi pengaruh sikap, norma subjektif dan control perilaku konsumen terhadap niat pembelian ulang tiket pesawat secara online.

Masalah menyusui pada masa nifas ini antara lain puting susu.. nyeri pada awal menyusui, puting susu lecet, payudara

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan - net pajak penghasilan terkait -a. (593,456)

yang menurun selama masa manfaat, yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa manfaat nilai sisa buku disusutkan , dengan

Tercatat 10 insiden angin puyuh menyebabkan satu kematian dan 121 orang mengungsi - enam persen dari jumlah total orang yang terkena dampak bencana alam pada bulan Mei..

Bagi para investor yang akan melakukan investasi saham di Bursa Efek Indonesia diharapkan untuk dapat aktif dalam mencari maupun menerima informasi khususnya pola

3. Untuk mengetahui adakah hubungan kemampuan menguasai materi logika matematika mempunyai pengaruh terhadap cara berpikir logis siswa SMA Muhammadiyah Lemahabang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui algoritma yang dapat digunakan sebagai paremeter-paremeter pendukung curah hujan estimasi, membandingkan pola curah hujan estimasi