BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Karet Inti Rakyat (PIR) Desa Banjaran Godang Kecamatan Kotarih Kabupaten Serdang Berdagai Provinsi Sumatera Utara.Waktu penelitian dimulai pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020.
3.2 Desain Penelitian a. Susunan Perlakuan
1. Titik pegambilan sampel tanah dari piringan tanaman karet (T) terdiri dari lima taraf, yaitu :
T0 = 0 m dari stripan tanaman karet T1 = 0,5 m dari stripan tanaman karet T2 = 1 m dari stripan tanaman karet T3 = 1,5 m dari stripan tanaman karet T4 = 2 m dari stripan tanaman karet
Kedalaman (K) pengambilan sampel tanah terdiri dari dua taraf, yaitu : K1 = 0 – 15 cm
K2 = 16 – 30 cm
B. Rancangan Penelitian
Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Ancak Kelompok (RAK) non faktorial dengan pengambilan sampel tanah utuh di lahan masyarakat dan pengamatan tentang sifat fisik tanah. Pengumpulan data dan pengambilan sampel tanah utuh dengan cara mencangkul tanah dimulai dari pinggir piringan tanaman karet dengan jarak 0 – 2m, kemudian areal
pengambilan sampel tanah utuh terdiri dari dua taraf, yaitu K1 (0 – 15 cm), K2 (16 – 30 cm) dan jarak pengambilan sampel tanah utuh terdiri dari 5 taraf, yaitu T0 (0 m), T1 (0,5 m), T2 (1 m), T3 (1,5 m), T4 (2 m) dengan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Lalu, sampel tanah utuh dan komposit yang sudah diambil di bawa ke Laboratorium untuk di amati Bulk Density, porositas dan tekstur tanah.
3.3 Bahan dan peralatan A. Bahan:
1. Pengambilan Sampel Tanah 1. Plastik ukuran 1 kg 2. Karet Gelang dll.
2. Analisa di Laboratorium Stipap
a) Penetapan Bulk Density dan Penetapan Ruang Pori (Porositas) 1. Tanah kering udara (komposit)
2. Tanah agregat 3. Plastik ukuran 1 kg 4. Parafin dll.
b) Penetapan Porositas Tanah
1. Larutan Na-pyrofospat, dibuat dengan melarutkan 41,95 gram Na4P207, 10H2O dan diencerkan sampai 1000 ml
2. Amyl alkohol 3. Aquadest B. Peralatan:
a) Pengambilan Sampel Tanah 1. Cangkul
b) Analisa di Laboratorium: 1. Timbangan analitik 2. Batang pengaduk 3. Botol aquadest 4. Gelas ukur (100 ml dan 1000 ml) 5. Ayakan 10 mesh 6. Nampan 7. Spirtus
8. Kasa/ kaki tiga 9. Mangkuk 10. Benang dll.
c) Penetapan Tekstur Tanah
1. Gelas ukur ( 500 ml dan Erlenmeyer 250 ml ) 2. Hydrometer
3. Alat pengocok
4. Stopwatch dan timbangan dll. 3.4 Parameter Pengamatan.
Parameter yang diamati adalah : 3.4.1 Bulk density (BD)
• Analisa di laboratorium STIPAP a. Analisa Bulk Density Metode Parafin
1. Mengambil agregat tanah berukuran sedang sebanyak 3 contoh. 2. Membersihkan akar yang lekat pada contoh agregat.
3. Menimbang masing-masing agregat, catat beratnya. 4. Mengikat contoh agregat tanah dengan benang.
5. Mencelupkan contoh agregat kedalam parafin (lilin yang sudah dipanaskan).
6. Biarkan beberapa menit sampai dingin.
7. Lalu mencelupkan contoh agregat tanah yang telah dilumuri paraffin kedalam gelas ukur berukuran 1000 ml yang telah diisi air sampai batas 700 ml.
8. Melihat dan catat kenaikan volume air. 9. Mengitung dengan rumus BD (Bulk Density).
Perhitungan:
Menentukan Bulk Density tanah tersebut dengan rumus :
𝑩𝒖𝒍𝒌 𝒅𝒆𝒏𝒔𝒊𝒕𝒚 ∶ 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐭 𝐭𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐕𝐨𝐥𝐮𝐦𝐞 𝐭𝐚𝐧𝐚𝐡 3.4.2 Analisa Penetapan Total Ruang Pori (Porositas)
1. Mengisi gelasukur 100 ml dengan air sampai tanda 70 ml.
2. Jumlah tanah padat tadi (pada penetapan Bulk Density) dimasukkan kedalam gelas ukur yang telah berisi air secara perlahan-lahan. 3. Mengaduk dengan batang pengaduk, dan biarkan selama 5 menit agar
udara dalam tanah terdesak keluar.
4. Mencatat volume terakhir dan tentukan volume ruang pori, total ruang pori.
Perhitungan :
Menentukan volume ruang pori, total ruang pori dengan menggunakan rumus :
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑅𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑟𝑖 = ( 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ + 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑖𝑟) − 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑖𝑟 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑹𝒖𝒂𝒏𝒈 𝑷𝒐𝒓𝒊 =𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒓𝒖𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒐𝒓𝒊
𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒕𝒂𝒏𝒂𝒉 𝑿 𝟏𝟎𝟎 %
• Analisa di laboratorium Biologi Tanah USU
3.4.3 PenetapanTekstur Tanah
Menetapkan Tekstur Tanah dengan Cara Analisa Mekanis
1. Menimbang 25 g tanah kering udara (10 mesh) dan memasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml.
2. Menambahkan 50 ml larutan Na4P2O7 dan kocok sampai merata. 3. Mendiamkan selama 1 (satu) malam.
4. Menggoncang selama 10 menit pada mesin pengguncang. 5. Memindahkan isi Erlenmeyer kedalam gelas ukur 500 ml dan
6. Mengocok sebanyak 20 kali dengan alat pengocok, jika berbuih maka tambahkan amyl alkohol.
7. Setelah 40 detik, memasukkan Hydrometer kedalam gelas ukur perlahan-lahan dan baca skala yang tepat berada di permukaan air.
8. Mendiamkan dan biarkan tenang selama 3 (tiga) jam.
9. Memasukan kembali Hydrometer dan baca skala yang ditunjuk.
Perhitungan :
Menghitung jumlah persen debu dan liat yaitu :
(% debu + % liat) = skala hydrometer X 100 %
Berat Contoh Tanah Menghitung persen liat yaitu :
(% liat) = skala hydrometer X 100 %
Berat Contoh Tanah 3.4.4 Informasi Umum Kebun meliputi :
1. Lokasi kebun
Kebun rakyat tersebut memilikiluas 3600 m2 . terdiri dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) luas 1600 m2 tahun tanam 2015 dan Tanaman Menghasilkan (TM) luas 2000 m2.
2. Kultur teknis
a. Umur tanaman, b. Bibit tanaman, c. Jarak tanam 3. Lingkungan tumbuh
a. Tofografi, b. Curah hujan, c. Temperature 3.5 Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian dilakukan untuk mengetahui langkah dalam pengambilan sampel tanah saat dilapangan hingga dibawa ke laboraturium, berikut tahap-tahapnya:
3.5.1 Penetapan titik dan pengambilan contoh tanah agregat dan komposit
Metode pengambilan contoh tanah pada suatu areal ditetapkan secara garis lurus dengan jarak 50 cm antar titik sampel. Pengambilan sampel tanah utuh untuk lahan dimulai dari pinggir piringan tanaman karet dengan jarak 0 – 2 m. Berikut tahap-tahap pengambilan tanah utuh:
1. Menentukan blok yang akan di ambil sampel tanah nya diusahakan dalam pola diagonal
2. Kemudian melakukan pengukuran untuk pemberian letak titik sampel tanah pada blok.
3. Pemancangan pada blok dilakukan pada jarak 0 - 2m dari pinggir piringan pokok dengan menggunakan alat ukur meteran.
4. Selanjutnya dilakukan pemancangan dan pemberian kode sampel untuk menandai jarak pengambilan sampel tanah diberikan kode sampel dari pinggir piring tanaman T0 (0 m), T1 (0,5m), T2 (0,5 m), T3 (1m), dan T4 (2 m).
5. Selanjutnya ratakan dan bersihkan permukaan tanah dari sampah dan gulma.
6. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah utuh dan komposit dengan menggunakan alat cangkul dengan kedalaman 0-15 cm dari bagian teratas lapisan tanah dan 16 -30 cm di lapisan bawah tanah.
7. Selanjutnya masukkan sampel tanah utuh dan komposit kedalam plastik gula sesuai dengan kode yang ada di plastik gula tersebut.
8. Selanjutnya bawa sampel tanah utuh dan komposit tersebut ke laboratorium untuk di analisa Bulk Density, porositas dan tekstur tanahya.
*0m*0,5m *1m*1,5m*2m
Gambar 3.1 Pengambilan Sampel Tanah Ket : : Tanaman Karet
: Titik lubang sampel tanah
3.5.2 Laboratorium
Sampel tanah utuh yang sudah diambil, kemudian di bawa ke Laboratorium Tanah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan dan Laboratorium biologi tanah Fakultas Pertanian USU Medan. Tujuannya untuk menghitung Bulk Density, porositas dan tekstur tanah pada sampel tanah yang diambil. M A I N R O A D
Hasil Analisa Laboratorium dilakukan Pembahasan
Kesimpulan Pengambilan sampel tanah
Persiapan alat dan bahan Survey areal penelitian
Analisatanah di laboratorium Tanah dibawa ke Laboratorium 3.6 Bagan Alur Penelitian
3.7 Jadwal Penelitian
Rangkaian alur penelitian Tugas Akhir dapat dilihat pada table 3.2. Tabel 3.2 Jadwal Penelitian
No. JenisKegiatan Bulan
12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Pembagian judul tugas
akhir
2 Seminar proposal
3 Persiapan alat dan bahan 4 Pengambilan sampel tanah 5 Analisa di laboratorium 6 Analisa data 7 Penyusunan laporan penelitan 8 Seminar Hasil