• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2014"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 1 dari 6 No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014

P

ERKEMBANGAN

N

ILAI

T

UKAR

P

ETANI

A

PRIL

2014

NILAI TUKAR PETANI (NTP) APRIL 2014 SEBESAR 98,52

1. Nilai Tukar Petani (NTP)

Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada April 2014 NTP di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan dibanding bulan Maret 2014 yaitu sebesar 98,52. Hal ini disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar bila dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. Ditinjau per subsektor dengan membandingkan NTP April 2014 dengan NTP Maret 2014 subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor perkebunan rakyat, dan subsektor peternakan mengalami kenaikan masing-masing yakni sebesar 0,42 persen, 0,36 persen dan 0,82 persen serta 0,44 persen. Sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor perikanan sebesar 0,54 persen.

 Nilai Tukar Petani (NTP) bulan April 2014 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

 Pada bulan April 2014, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 98,52 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 96,96 untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P), 96,09 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 96,80 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-R), 103,64 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 101,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

 Jika NTP April 2014 dibandingkan dengan NTP Maret 2014, terjadi peningkatan sebesar 0,49 persen.  Di daerah perdesaan terjadi inflasi pada bulan April 2014 sebesar 0,22 persen. Sub kelompok transportasi

dan komunikasi mengalami inflasi tertinggi disusul sub kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan sub kelompok bahan makanan masing-masing sebesar 0,29 persen, dan 0,24 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 2 dari 6

2. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

Indeks harga yang diterima petani dari ke lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada April 2014, indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0, 68 persen dibandingkan Maret 2014 yaitu dari 107,71 menjadi 108,44.

3. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

Melalui indeks harga yang dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar di pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada April 2014 indeks harga yang dibayar petani dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2014 yaitu 109,87 menjadi 110,07 atau meningkat sebesar 0,18 persen.

4. NTP Subsektor

a. Subsektor Padi & Palawija

NTP subsektor padi dan palawija di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan sebesar 0,42 persen. Hal ini disebabkan indeks yang diterima petani mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks yang dibayar petani yaitu masing-masing naik sebesar 0,62 persen dan naik sebesar 0,20 persen. Naiknya indeks yang diterima petani lebih dipengaruhi oleh peningkatan subkelompok palawija sebesar 0,88 persen, sedangkan naiknya indeks yang dibayar dominan dipengaruhi oleh kenaikan indeks subkelompok bahan makanan rumahtangga sebesar 0,23 persen.

b. Subsektor Hortikultura

Nilai Tukar Petani untuk subsektor hortikultura naik sebesar 0,36 persen. Hal ini karena indeks yang diterima petani hanya naik sebesar 0,61 persen dan indeks yang dibayar petani juga naik sebesar 0,26 persen. Peningkatan indeks diterima petani lebih dominan dipengaruhi oleh naiknya subkelompok tanaman obat sebesar 2,37 persen. Sementara peningkatan yang terjadi pada indeks yang dibayar dominan dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks subkelompok konsumsi rumahtangga sebesar 0,29 persen.

c. Subsektor Perkebunan Rakyat

NTP subsektor perkebunan rakyat mengalami peningkatan sebesar 0,82 persen. Hal ini karena terjadi peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,92 persen sedangkan indeks yang dibayar petani hanya naik sebesar 0,10 persen. Pada indeks yang dibayar, indeks subkelompok konsumsi rumahtangga mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen sedangkan indeks subkelompok BPPBM naik sebesar 0,04 persen.

(3)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 3 dari 6

d. Subsektor Peternakan

NTP subsektor peternakan mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen, hal ini disebabkan indeks yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,61 persen dan indeks yang dibayar petani mengalami peningkatan sebesar 0,17 persen. Peningkatan yang terjadi pada indeks terima dipengaruhi peningkatan pada subkelompok ternak kecil sebesar 1,11 persen. Sementara, kenaikan yang terjadi pada indeks bayar dominan dipengaruhi oleh kenaikan indeks subkelompok BPPBM sebesar 0,27 persen.

Tabel 1.

Nilai Tukar Petani NTT Per Subsektor Maret 2014 – April 2014 (2012=100)

Subsektor Bulan Persentase Perubahan

Maret 2014 April 2014

(1) (2) (3) (4)

1. Tanaman Padi-Palawija

a. Indeks yang Diterima 106,43 107,09 0,62

b. Indeks yang Dibayar 110,23 110,45 0,20

c. Nilai Tukar Petani 96,56 96,96 0,42

2. Hortikultura

a. Indeks yang Diterima 105,35 106,00 0,61

b. Indeks yang Dibayar 110,02 110,31 0,26

c. Nilai Tukar Petani 95,75 96,09 0,36

3. Tanaman Perkebunan Rakyat

a. Indeks yang Diterima 106,58 107,57 0,92

b. Indeks yang Dibayar 111,01 111,12 0,10

c. Nilai Tukar Petani 96,02 96,80 0,82

4. Peternakan

a. Indeks yang Diterima 111,71 112,40 0,61

b. Indeks yang Dibayar 108,27 108,46 0,17

c. Nilai Tukar Petani 103,18 103,64 0,44

5. Perikanan

a. Indeks yang Diterima 111,32 111,08 -0,21

b. Indeks yang Dibayar 109,43 109,79 0,33

c. Nilai Tukar Petani 101,72 101,18 -0,54

5.1 Penangkapan Ikan

a. Indeks yang Diterima 111,22 110,73 -0,44

b. Indeks yang Dibayar 109,49 109,81 0,29

c. Nilai Tukar Petani 101,58 100,84 -0,73

5.2 Budidaya Perikanan

a. Indeks yang Diterima 111,57 111,97 0,36

b. Indeks yang Dibayar 109,29 109,97 0,43

c. Nilai Tukar Petani 102,08 102,02 -0,06

Gabungan/Nusa Tenggara Timur

a. Indeks yang Diterima 107,71 108,44 0,68

b. Indeks yang Dibayar 109,87 110,07 0,18

c. Nilai Tukar Petani 98,03 98,52 0,49

e. Subsektor Perikanan

NTP subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,54 persen. Hal ini disebabkan turunnya indeks yang diterima petani sebesar 0,21 persen dan kenaikan pada indeks yang dibayar petani sebesar 0,33 persen. Penurunan pada indeks terima didominasi oleh turunnya indeks terima sub

(4)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 4 dari 6

kelompok penangkapan sebesar 0,44 persen, sedangkan kenaikan pada indeks bayar dipengaruhi terutama oleh kenaikan pada subkelompok konsumsi rumahtangga sebesar 0,37 persen.

Subkelompok Penangkapan Ikan

NTP subkelompok penangkapan ikan mengalami penurunan sebesar 0,73 persen. Hal ini disebabkan turunnya indeks diterima petani sebesar 0,44 persen dan kenaikan pada indeks yang dibayar petani sebesar 0,29 persen. Penurunan pada indeks terima didominasi oleh turunnya indeks terima subkelompok penangkapan ikan sebesar 0,44 persen, sedangkan kenaikan pada indeks bayar dipengaruhi oleh subkelompok konsumsi rumahtangga sebesar 0,37 persen.

Subkelompok Budidaya Perikanan

NTP subkelompok budidaya perikanan mengalami penurunan sebesar 0,06 persen. Hal ini disebabkan peningkatan pada indeks yang diterima petani hanya sebesar 0,36 persen, sedangkan kenaikan pada indeks yang dibayar petani lebih tinggi yaitu sebesar 0,43 persen. Kenaikan pada indeks terima didominasi oleh naiknya indeks terima subkelompok budidaya air tawar sebesar 0,54 persen, sedangkan kenaikan pada indeks bayar dipengaruhi oleh subkelompok BPPBM sebesar 0,54 persen.

Tabel 2.

Indeks Harga Diterima Petani, Indeks Harga Dibayar Petani per Subkelompok Pengeluaran serta Perubahannya April 2014

(2012=100) Kelompok/Sub Kelompok

Indeks Gabungan Subsektor Persentase

Perubahan Maret

2014 2014 April

(1) (2) (3) (4)

1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 107,71 108,44 0,68 2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 109,87 110,07 0,18 2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA 111,05 111,30 0,22

2.1.1. Bahan Makanan 112,64 112,92 0,24

2.1.2. Makanan Jadi 110,28 110,61 0,29

2.1.3.Perumahan 108,06 108,21 0,14

2.1.4.Sandang 112,63 112,86 0,20

2.1.5. Kesehatan 106,33 106,40 0,06

2.1.6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 102,91 102,87 -0,03

2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 115,68 116,11 0,37

2.2. BIAYA PRODUKSI & PENAMBAHAN BARANG MODAL 105,66 105,69 0,03

2.2.1. Bibit 106,44 106,21 -0,22

2.2.2.Obat-obatan dan Pupuk 104,76 104,84 0,08

2.2.3. Sewa Lahan. Pajak dan Lainnya 104,70 104,71 0,01

2.2.4. Transportasi 115,20 115,38 0,16

2.2.5. Penambahan Barang Modal 104,98 105,07 0,08

2.2.6. Upah Buruh Tani 103,07 103,08 0,01

3. NILAI TUKAR PETANI 98,03 98,52 0,49

5. Inflasi Perdesaan

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Secara umum di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2014 di daerah pedesaan mengalami inflasi sebesar 0,49 yang utamanya dipengaruhi oleh kelompok transportasi dan komunikasi.

(5)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 5 dari 6

Selanjutnya bila ditinjau menurut subsektor tampak bahwa semua mengalami inflasi, masing-masing sebesar 0,23 persen, 0,29 persen, 0,11 persen, 0,27 persen dan 0,37 persen.

Tabel 3.

Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan April 2014 (2012=100)

Kelompok

Subsektor

NTT Padi palawija Hortikultura Perkebunan Tanaman

Rakyat Peternakan Perikanan

Umum/ KRT 0,23 0,29 0,11 0,27 0,37 0,22 Bahan Makanan 0,24 0,38 0,04 0,33 0,52 0,24 Makanan Jadi 0,32 0,29 0,26 0,29 0,40 0,29 Perumahan 0,16 0,13 0,11 0,16 0,20 0,14 Sandang 0,20 0,21 0,25 0,17 0,11 0,20 Kesehatan 0,07 0,03 0,05 0,09 0,07 0,06

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga -0,03 -0,03 -0,02 -0,03 -0,04 -0,03

Transportasi dan Komunikasi 0,36 0,38 0,38 0,36 0,37 0,37

Pada bulan April 2014 terjadi inflasi pedesaan sebesar 0,22 persen, dimana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,37 persen, Sedangkan pada bulan Maret 2014 terjadi deflasi pedesaan sebesar 0,04 persen dengan deflasi tertinggi terjadi di kelompok bahan makanan sebesar 0,43 persen. Inflasi pedesaan tahun kalender (Januari 2014 – April 2014) sebesar 1,27 persen.

Tabel 4.

Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Periode Maret 2013 – Maret 2014

(2012=100)

Bulan

Kelompok Bahan

Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan

Pendidikan, Rekreasi, & Olahraga

Transportasi

& Komunikasi Umum/KRT

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 2013 April 0,67 0,26 -0,10 -0,23 -0,22 -0,04 0,01 0,38 Mei -0,07 0,60 0,15 0,14 0,03 0,00 0,49 0,10 Juni -0,93 0,57 0,55 0,05 0,83 0,78 0,72 -0,28 Juli 5,39 1,29 1,45 1,38 0,61 1,72 8,50 3,84 Agustus 1,64 0,97 0,82 0,44 0,41 0,21 1,16 1,27 September -0,49 0,76 0,41 -0,07 -0,10 0,28 0,24 -0,09 Oktober -0,29 0,16 0,37 0,37 0,00 -0,05 0,09 -0,07 November 0,87 0,11 0,06 -0,17 0,16 -0,08 0,00 0,50 Desember 1,20 -0,07 0,08 1,08 0,16 0,23 0,07 0,65 2014 Januari 0,75 0,41 0,63 0,31 0,48 0,28 0,43 0,60 Februari 0,58 0,55 0,27 0,72 0,82 0,06 0,22 0,49 Maret -0,43 0,24 0,22 0,98 0,76 -0,03 0,33 -0,04 April 0,24 0,29 0,14 0,20 0,06 -0,03 0,37 0,22

(6)

Berita Resmi Statistik No. 02/05/53/Th. XVII, 02 Mei 2014 6 dari 6

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi: Drs, Anggoro Dwitjahyono, M,Si Kepala BPS Nusa Tenggara Timur

Telp (0380) 826289, 821755

Referensi

Dokumen terkait

Reliabilitas (reliability), yaitu sejauh mana perangkat lunak dapat diharapkan untuk melaksanakan fungsikan dengan ketelitian yang diperlukan. 1) Bagaimana kinerja

Dalam sistem Frequency Division Multiple Access (FDMA), frekuensi dibedakan menjadi beberapa kanal yang lebih sempit, tiap kanal pengguna akan mendapatkan kanal frekuensi yang

Indikator kinerja Renstra STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri dari tujuh bidang yaitu : Keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui

pelajaran Fiqih yaitu dari siswa yang telah tuntas pada siklus I naik dari. 72% menjadi

Melakukan smash pada permainan bolavoli, kekuatan otot lengan dan daya ledak otot kaki mempunyai kontribusi atau pengaruh yang cukup dominan. Maka dalam penelitian

Foto rontgen toraks adalah pemeriksaan radiologi yang paling sering dilakukan. Untuk pemeriksaan rutin biasa dilakukan foto PA, dan bila perlu, dila perlu dapat

Dulu masyarakat tidak mengetahui cara mengelolah ikan-ikan yang ada di tambak tersebut, Jadi yang dilakukan oleh masyarakat adalah hanya menjual ikan-ikan tersebut pada waktu

Hal ini mengakibatkan keutamaan dan kemuliaan yang khusus dikarunia oleh Allah SWT untuk ahlul bait dan keturunannya tidak dapat disandang oleh anak cucu