• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2008"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

No. 41/11/31/Th. X, 17 November 2008

P

ER

TUMBUHAN

E

KONOMI

DKI J

AKARTA

T

RIWULAN

III T

AHUN

2008

Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,98 persen dibandingkan nilai triwulan II 2008 (q to q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didorong oleh semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan terbesar dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi (5,35 persen), sektor listrik, gas dan air bersih (4,05 persen), dan sektor industri pengolahan (3,83 persen). Dari sisi penggunaan, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh naiknya pembentukan modal tetap bruto (3,91 persen), ekspor (3,59 persen), dan konsumsi pemerintah (3,42 persen).

Sementara PDRB triwulan III tahun 2008 dibandingkan dengan PDRB triwulan III tahun 2007 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,15 persen. Dari sisi lapangan usaha hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi yakni 14,80 persen, kemudian disusul oleh sektor konstruksi sebesar 7,79 persen dan sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 7,28 persen.

Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta selama triwulan I-III tahun 2008 tumbuh sebesar 6,19 persen dibandingkan dengan triwulan I-III tahun 2007.

Besaran PDRB DKI Jakarta atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun 2008 mencapai Rp 175,36 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 89,68 triliun. Dari sisi lapangan usaha, peranan tiga sektor utama yakni sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor industri pengolahan terhadap struktur perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 sekitar 65,19 persen.

Sementara dari sisi penggunaan, pada triwulan III tahun 2008 sebagian besar PDRB Provinsi DKI Jakarta digunakan untuk ekspor sebesar 57,91 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 55,58 persen dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 35,50 persen.

(2)

I. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Tahun 2008

Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 bila dibandingkan dengan kondisi triwulan II tahun 2008 (q to q) menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan kapasitas produksi. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai oleh semua sektor ekonomi selama triwulan tersebut. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu sebesar 5,35 persen. Setelah itu diikuti oleh sektor listrik, gas dan air bersih dengan pertumbuhan sebesar 4,05 persen, sektor industri pengolahan sebesar 3,83 persen, sektor konstruksi sebesar 3,29 persen, sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 3,17 persen, sektor jasa-jasa sebesar 2,31 persen, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang tumbuh 1,73 persen. Sementara sektor lainnya tumbuh pada dibawah angka 1 persen, yakni, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 0,77 persen, dan sektor pertanian yang tumbuh 0,43 persen.

Tabel 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Menurut Lapangan Usaha (%)

Lapangan Usaha Triw III 2008 thd Triw II 2008 Triw III 2008 thd triw III 2007 Triw I-III 2008thd Triw I-III 2007 Sumber Pertumbuhan y on y Triw III 2008 (1) (2) (3) (4) (5) Pertanian 0,43 0,65 0,56 0,00 Pertambangan dan Penggalian 0,77 1,39 1,28 0,00 Industri Pengolahan 3,83 4,14 4,08 0,70 Listrik, gas & air bersih 4,05 7,28 7,33 0,05 Konstruksi 3,29 7,79 7,64 0,78 Perdagangan, hotel & restoran 3,17 6,22 6,41 1,35 Pengangkutan dan komunikasi 5,35 14,80 14,93 1,38 Keuangan, persewaan & jasa perusahaan 1,73 4,08 4,11 1,20 Jasa-jasa 2,31 5,98 6,17 0,69

PDRB DKI Jakarta 2,98 6,15 6,19 6,15

PDRB Tanpa Migas 2,99 6,17 6,21

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

PDRB triwulanan bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim. PDRB DKI Jakarta triwulan III tahun 2008 jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2007 (y on y) secara total tumbuh 6,15 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan dan komunikasi, yakni sebesar 14,80 persen, kemudian diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 7,79 persen, sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 7,28 persen, sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 6,22 persen, sektor jasa-jasa sebesar 5,98 persen, sektor industri pengolahan sebesar 4,14 persen, sektor keuangan, persewaan, dan jasa

(3)

perusahaan sebesar 4,08 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,39 persen, dan sektor pertanian tumbuh di bawah satu persen, yaitu sebesar 0,65 persen.

0 4 8 12 16 P er tumbuh an ( % ) Perta nian Per tam bangan Indu stri LGA Bangu nan Perd aga ngan Penga ngkut an Keuan gan Jasa -jas a

Triw III 2008 thd Triw II 2008 Triw III 2008 thd Triw III 2007 Trwi I-III 2008 thd Triw I-III 2007

Grafik 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Menurut Lapangan Usaha

Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta triwulan I-III tahun 2008 tumbuh sebesar 6,19 persen dibandingkan dengan triwulan I-III tahun 2007. Sektor pengangkutan dan komunikasi masih menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 14,93 persen, setelah itu diikuti oleh sektor konstruksi dan sektor listrik, gas, dan air bersih, yang masing-masing tumbuh 7,64 persen dan 7,33 persen.

Kajian lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta selama periode tertentu. Sektor-sektor ekonomi dengan nilai nominal besar tetap akan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil. Begitu pula sebaliknya.

Pada triwulan III tahun 2008, pertumbuhan yang capai oleh PDRB DKI Jakarta terutama didorong oleh sumber pertumbuhan yang diberikan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, kemudian diikuti oleh, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.

(4)

II. Nilai PDRB Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 Triwulan II dan III Tahun 2008

PDRB DKI Jakarta mencerminkan kemampuan produksi dari sektor-sektor ekonomi yang ada di Jakarta tanpa memperhitungkan dari mana asal faktor produksi yang digunakan dalam proses produksinya. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi kemudian diperhitungkan menurut harga tahun dasar untuk dapat melihat pertumbuhan produksi secara riil. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh harga pada besaran yang tercipta.

PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2008 adalah sebesar Rp 175,36 triliun, sedangkan pada triwulan II tahun 2008 sebesar Rp 165,18 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 10,18 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, PDRB triwulan III tahun 2008 mencapai Rp 89,68 triliun dan triwulan II tahun 2008 adalah Rp 87,08 triliun.

Selama triwulan III tahun 2008, berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar adalah sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar Rp. 49,89 triliun, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 36,53 triliun, dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 27,90 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, ketiganya menghasilkan nilai tambah masing-masing sebesar Rp 25,87 triliun untuk sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, Rp 19,51 triliun untuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran, dan Rp 14,96 triliun untuk sektor industri pengolahan.

Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Dan Konstan 2000 (Miliar Rupiah)

Lapangan Usaha Berlaku Konstan 2000

Triw II 2008 Triw III 2008 Triw II 2008 Triw III 2008

(1) (2) (3) (4) (5)

Pertanian 170,75 180,96 76,13 76,46 Pertambangan Dan Penggalian 810,59 828,27 236,96 238,78 Industri Pengolahan 25.983,22 27.895,61 14.405,80 14.957,15 Listrik Gas Dan Air Bersih 1.840,44 1.973,13 573,20 596,39 Konstruksi 18.429,92 19.900,24 8.849,56 9.140,71 Perdagangan, Hotel Dan Restoran 34.221,86 36.530,89 18.907,00 19.506,55 Pengangkutan Dan Komunikasi 15.351,53 16.356,20 8.564,89 9.022,81 Keuangan, Persewaan Dan Jasa

Perusahaan 47.401,60 49.886,72 25.430,60 25.871,01 Jasa-jasa 20.973,03 21.813,40 10.040,44 10.272,11

Produk Domestik Regional Bruto 165,182.94 175,365.42 87.084,58 89.681,98 PDRB Tanpa Migas 164,372.35 174,537.16 86.847,62 89.443,20

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

(5)

III. Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Tahun 2007 dan Triwulan II - III Tahun 2008

Selama tahun 2007 perekonomian DKI Jakarta masih didominasi oleh sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, dan sektor industri pengolahan. Pada tahun 2007 ketiganya memberi kontribusi sebesar 64,98 persen. Secara umum, peranan ketiganya adalah 28,65 persen untuk sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, kemudian 20,36 persen untuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran, dan sekitar 15,97 persen untuk sektor industri pengolahan.

Seperti halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III tahun 2007 dan tahun 2008 juga masih didominasi oleh sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, dan sektor industri pengolahan. Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan memberi kontribusi pada kisaran 28,5 persen, sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 20,5 hingga 20,8 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 15,9 hingga 16,0 persen.

Tabel 3. Struktur Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Persen)

Lapangan Usaha 2007 Triwulan III

2007 2008

(1) (2) (3) (4)

Pertanian 0,10 0,10 0,10

Pertambangan & Penggalian 0,47 0,47 0,47 Industri Pengolahan 15,97 16,00 15,91 Listrik, gas & air bersih 1,06 1,08 1,13 Konstruksi 11,20 11,11 11,35 Perdagangan, hotel & restoran 20,36 20,46 20,83 Pengangkutan dan komunikasi 9,32 9,41 9,33 Keuangan, persewaan & jasa perusahaan 28,65 28,48 28,45 Jasa-jasa 12,87 12,88 12,44

PDRB DKI Jakarta 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta

IV. PDRB menurut Penggunaan Triwulan III Tahun 2008

Peningkatan PDRB penggunaan selama triwulan III tahun 2008 sangat dipengaruhi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 5,7 triliun rupiah dibandingkan pengeluaran konsumsi rumah tangga triwulan II tahun 2008, dari 91,77 triliun rupiah menjadi 97,48 triliun rupiah. Selain itu komponen yang juga mempengaruhi peningkatan PDRB adalah komponen ekspor dari 94,96 triliun rupiah selama triwulan II menjadi 101,55 triliun rupiah selama triwulan III tahun 2008.

(6)

Tabel 4. Produk Domestik Regional Bruto Triwulan II dan III Tahun 2008 Menurut Komponen Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000

(Milliar Rupiah)

Komponen Penggunaan Berlaku Konstan 2000 Triw II 2008 Triw III 2008 Triw II 2008 Triw III 2008

(1) (2) (3) (4) (5)

Konsumsi RT & Lembaga

Swasta Nir Laba 91.767,00 97.467,21 45.929,22 46.864,34 Konsumsi Pemerintah 9.633,10 10.570,40 4.196,73 4.340,21 PMTB 58.115,28 62.255,30 29.799,13 30.963,04 Ekspor 94.965,39 101.546,77 58.579,46 60.682,36 Minus Impor 94.505,48 100.955,85 48.865,24 51.629,14

PDRB 165.182,94 175.365,42 87.084,58 89.681,98

Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta

Struktur PDRB menurut penggunaan Provinsi DKI Jakarta selama triwulan III tahun 2008 terbesar pada komponen ekspor mencapai 57,91 persen, terbesar kedua adalah komponen konsumsi rumahtangga sebesar 55,58 persen. Selanjutnya adalah komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang mencapai 35,50 persen, dan yang terkecil adalah komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,03 persen.

Grafik 2. Distribusi PDRB Menurut penggunaan DKI Jakarta Triw III 2007 dan Triw III 2008 menurut Komponen

-100 -50 0 50 100

Triw III 2007 Triw III 2008

(7)

Tabel 5. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Menurut Komponen Penggunaan Tahun 2007 dan Triwulan III Tahun 2007 - 2008 Atas Dasar Harga Berlaku

Komponen Penggunaan 2007 Triwulan III

2007 2008

(1) (2) (3) (4)

Konsumsi RT & Lembaga Swasta Nir Laba 55,84 56,31 55,58 Konsumsi Pemerintah 5,87 5,98 6,03

PMTB 37,49 37,86 35,50

Ekspor 56,11 57,38 57,91

Minus Impor 53,35 54,59 57,57

PDRB 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta

Perubahan struktur PDRB menurut penggunaan dari triwulan III tahun 2007 ke triwulan III tahun 2008 terbesar pada komponen PMTB dari 37,86 persen triwulan III tahun 2007 menjadi 35,50 persen triwulan III tahun 2008, perubahan terbesar kedua adalah komponen konsumsi rumahtangga dari 56,31 persen triwulan III tahun 2007 menjadi 55,58 persen triwulan III tahun 2008. Sedangkan perubahan struktur terkecil adalah komponen konsumsi pemerintah dari 5,98 persen triwulan III tahun 2007 menjadi 6,03 persen triwulan III tahun 2008.

Laju pertumbuhan PDRB menurut penggunaan Provinsi DKI Jakarta triwulan III tahun 2008 terhadap triwulan II tahun 2008 (q to q) sebesar 2,98 persen atau mengalami kenaikan dibanding triwulan II tahun 2008 yang mengalami pertumbuhan 1,64 persen. Dilihat secara komponen, laju pertumbuhan terbesar pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 3,91 persen komponen ini mengalami kenaikan laju pertumbuhan dibanding triwulan II yang mencapai 2,07 persen, terbesar kedua adalah komponen ekspor sebesar 3,59 persen, komponen ini juga mengalami kenaikan dibandingkan triwulan II yang mengalami pertumbuhan minus 0,02 persen. Sedangkan laju pertumbuhan Q to Q terkecil berada pada komponen konsumsi rumahtangga yang mengalami kenaikan 2,04 persen.

Laju pertumbuhan PDRB menurut penggunaan Provinsi DKI Jakarta triwulan III tahun 2008 terhadap triwulan III tahun 2007 (Y on Y) sebesar 6,15 persen. Bila dilihat secara komponen masing-masing komponen mengalami kenaikan di atas 5 persen kecuali komponen ekspor. Laju pertumbuhan Y on Y terbesar pada komponen PMTB yang naik sebesar 8,94 persen, terbesar ke dua adalah komponen konsumsi rumahtangga sebesar 6,43 persen, berikutnya adalah komponen konsumsi pemerintah, yaitu sebesar 6,01 persen, sedangkan ekspor mengalami pertumbuhan negatif, yaitu minus 0,61 persen..

(8)

Tabel 6. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Persen)

Komponen Penggunaan Triw II 2008 thd Triw I 2008 Triw III 2008 thd Triw II 2008 Triw III 2008 Thd Triw III 2007 Triw I-III 2008 thd Triw I-III 2007 (1) (2) (3) (4) (5)

Konsumsi RT & Lembaga

Swasta Nir Laba 0,76 2,04 6,43 6,79 Konsumsi Pemerintah 1,16 3,42 6,01 6,55

PMTB 2,07 3,91 8,94 8,63

Ekspor -0,02 3,59 -0,61 2,06 Minus Impor 2,53 5,66 7,75 12,23

PDRB 1,64 2,98 6,15 6,19

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

Secara komulatif, laju pertumbuhan PDRB menurut penggunaan Provinsi DKI Jakarta selama triwulan I-III tahun 2008 terhadap triwulan I-III tahun 2007 terbesar berada pada komponen PMTB yang mencapai 8,63 persen, sedangkan yang terkecil adalah komponen ekspor yang hanya 2,06 persen. Tingginya laju pertumbuhan PMTB ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan berikutnya.

(9)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Dody Rudyanto, MM

Bidang Neraca Wilayah & Analisis Statistik

Telepon : 021-3822690, 021-3823291 Fax : 021-3840084

e-mail : [email protected]

Gambar

Grafik 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Menurut Lapangan Usaha
Grafik 2. Distribusi PDRB Menurut penggunaan DKI Jakarta Triw III 2007 dan                  Triw III 2008 menurut Komponen

Referensi

Dokumen terkait

4 Berdasarkan hal diatas, pada penelitian ini peneliti akan membuat suatu perangkat lunak yang dapat melakukan perbandingan terhadap Algoritma Kruskal dan Aloritma

Oleh karena itu, pada tugas akhir ini, akan dikonstruksi kode swa-dual Hermitian yang baru atas GF (9) dengan panjang 12, sehingga diperoleh 9 kode swa-dual near MDS Hermitian yang

Alat ini bekerja dengan baik dengan mengenali E-KTP yang telah terkonfigurasi dalam database, sehingga secara otomatis kunci sepeda motor akan hidup (ON) dan motor dapat

Untuk pengembangan di daerah lain yang mempunyai lingkungan ber- beda (iklim dan tanah berbeda) perlu dilakukan uji multilokasi di beberapa lokasi selama bebe- rapa tahun,

Oleh karena itu, semua ini terkonsentrasinya sebagian besar tanah di tangan segelintir orang, penurunan sebagian besar orang desa ke tingkat proletar, transformasi

Pati; Kota Pekalongan; Kab. Purworejo; Kota Tegal; Kota Salatiga; Kab. Blora; Kab. Pati; Kota Pekalongan; Kab. Purworejo; Kota

Pada tulisan ini disajikan hasil perancangan awal pressure regulator sederhana yang berfungsi untuk menurunkan tekanan dan mengatur aliran gas dari tangki gas LPG

Skripsi berjudul : “ Pengaruh Perlakuan Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Berbagai Kondisi Lengas Tanah ” telah diuji dan disahkan