PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan/ Decision Making merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengambilan keputusan dapat didefinisikan sebagai proses menentukan pilihan dari berbagai alternatif ( Greenberg dan Baron, 2003)
Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab setiap eksekutif, terlepas dari bidang fungsi dan tingkat manajemen. Setiap keputusan akan memiliki dampak terhadap organisasi baik dampak positif, negatif, besar maupun kecil.
JENIS- JENIS KEPUTUSAN
Menurut Herbert Simon ada dua jenis keputusan, yaitu (Ivancevich,et.al.,2007):
1. Keputusan terprogram/programmed decisions. 2. Keputusan tidak terprogram/ non programmed
KeputusanTerprogram/Programmed Decisions.
Suatu keputusan disebut sebagai keputusan terprogram apabila bersifat rutin, berulang dan memiliki prosedur baku. Misalnya suatu perusahaan telah menentukan prosedur tertentu yang harus dilalui oleh seorang konsumen ketika akan mengajukan keluhan terhadap produk yang dibelinya, atau seorang pasien yang ingin berobat ke suatu rumah sakit harus mengikuti prosedur penerimaan pasien.
Keputusan Tidak Terprogram/ Non Programmed
Decisions.
Suatu keputusan disebut sebagai keputusan tidak terprogram apabila benar-benar, belum terstruktur, belum ada prosedur yang baku dalam menangani masalah tersebut, belum pernah ditemukan situasi yang sama sebelumnya, bersifat unik, dan kompleks sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Misalnya sebuah perguruan tinggi ingin menambah ruang kuliah/kelas baru berhubung meningkatnya jumlah mahasiswa baru.
Metode Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan beberapa model. Model-model tersebut menawarkan berbagai asumsi yang berbeda dan wawasan unik dalam proses pengambilan keputusan. Model pengambilan keputusan tersebut antara lain:
1. Model Pengambilan Keputusan Rasional
2. Model Pengambilan Keputusan Administratif 3. Model Pengambilan Intuitive
1. Model Pengambilan Keputusan
Rasional
Adalah model pengambilan keputusan yang
mengambarkan bagaimana individu seharusnya berprilaku untuk memaksimalkan beberapa hasil.
Adapun langkah- langkahnya adalah sbb:
1. Mengenali masalah
2. Menghasilkan solusi alternatif 3. Memilih solusi
4. Mengimplementasikan solusi 5. Mengevaluasi solusi
1. Model Pengambilan Keputusan Rasional
(lanjutan..)
Mengenali masalah
Untuk mengenali masalah para manajer dapat menggunakan beberapa metode, yaitu
a. Petunjuk Historis
b. Metode Proyeksi atau skenario
1. Model Pengambilan Keputusan Rasional
(lanjutan..)
Menghasilkan solusi-solusi alternatif
Untuk keputusan terprogram biasanya sudah tersedia aturan atau prosedur baku, tetapi untuk keputusan tidak terprogram manajer harus kreatif untuk menghasilkan alternatif solusi.
Memilih solusi
menetapkan nilai terhadap suatau alternatif (memilih solusi) merupakan suatu tugas yang sulit, karena bersifat subjektif dan orang berbeda-beda dalam kesukaan terhadap resiko ketika membuat suatu keputusan.
1. Model Pengambilan Keputusan Rasional
(lanjutan..)
Mengimplementasikan solusi
Pada tahap awal implementasi ini seringkali manajer membuat tiga kecenderungan yang dapat mengurangi efektivitas
implementasi, yaitu:
1. Ada suatu kecenderungan bahwa manajer tidak memastikan
kepada orang-orang untuk memahami apa yang harus mereka lakukan.
2. Ada kecenderungan untuk tidak memastikan penerimaan dan
motovasi yang harus dilakukan.
3. Adanya kecenderungan untuk tidak menyediakan sumber daya
yang sesuai atau cukup.
Untuk menghindari kecenderungan tsb para manajer sebaiknya
melibatkan para prlaksana dalam proses pengambilan keputusan dan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan.
Mengevaluasi solusi
2. Model Pengambilan Keputusan
Administrasi
Model ini dikembangkan oleh March dan Simon.
Pengambilan keputusan inini memiliki pandangan yang terbatas dan tidak tidak lengkap terhadap masalah atau kesempatan yang dihadapi. Jumlah solusi yang dapat diimplementasikan dibatasi oleh kemampuan pengambilan keputusan dan keterbatasan sumber daya. Informasi, data dan pengetahuan tidak sempurna, sehingga keputusan terbaik tidak diketahui. Keputusan ini sering jg disebut keputusan rasional terbatas/bounded rationality.
Meskipun model pengambilan keputusan ini dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan kekurangan serta tidak optimal, tetapi hasil keputusan dapat diterima dan memuaskan.
3. Model Pengambilan Keputusan
Intuitive
Adalah suatu proses tidak sadar, sebagai hasil dari pengalaman
yang disaring. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini biasanya menggunakan pengalaman, kepercayaan diri/ self confidence dan motivasi dirinya dalam memproses suatu informasi, data dan lingkungan atau mengatasi suatu masalah atau kesempatan.
Adapun faktor-faktor yang menyababkan terjadinya
pengambilan keputusan intuitive antara lain:
1. Tingginya tingkat ketidakpastian/ uncertainty mengenai masalah,
tujuan dan kriteria keputusan
2. Dalam situasi tertentu tidak ada pengalaman masa lalu atau sejarah
yang dapat dijadikan sebagai rujukan
3. Batas waktu sangat pendek
4. Jumlah alternatif banyak, sehingga tidak mungkin dianalisis secara
Pengaruh Perilaku dalam Pengambilan
Keputusan
Faktor-faktor perilaku yang memiliki
pengaruh
terhadap
pengambilan
keputusan antara lain:
1.
Nilai/ Values
2.
Kecenderungan terhadap resiko/propensity
for risk
3.
Potensi timbulnya disonansi/potensial for
dissonance.
4.
Peningkatan komitmen/escalation for
Nilai
Nilai adalah paduan yang digunakan oleh individu ketika dihadapkan pada situasi dimana dirinya harus membuat suatu pilihan. Pengaruh nilai dalam proses pengambilan keputusan ini dapat terjadi mulai langkah mengenai
masalah sampai dengan tahapan implementasi dan evaluasi. Misalnya seorang manajer akan mengambil suatu
keputusan yang etis atau tidak etis dipengaruhi oleh nilai yang dimiliknya. Nilai yang dianut oelh individu relatif sulit berubah.
Kecenderungan terhadap resiko/ propensity for risk.
Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda terhadap resiko. Orang yang memiliki kecenderungan
menghindari resiko yang rendah akan berbeda dalam
mengambil keputusan dibandingkan orang yang memiliki kecenderungan menghindari resiko yang tinggi dalam situasi yang sama.
Potensi timbulnya disonansi/Potential for dissonance.
Pasca pengambilan keputusan seringkali muncul adanya suatu kecemasan atau keraguan terhadap keputusan yang telah dibuat. Kecemasan ini oleh festinger disebut dengan disonansi kognitif, yaitu suatu keadaan mental dimana muncul kecemasan ketika terjadi konflik antara aspek kognitif individu (seperti sikap dan keyakinan) setelah suatu keputusan dibuat. Apabila disonansi terjadi maka cara terbaik untuk mengurangi adalah dengan cara mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam pengambilan
keputusan.
Peningkatan komitmen/escalation for commitment.
Peningkatan komitmen adalah bertambahnya kesetiaan terhadap keputusan sebelumnya, dimanan pengambil keputusan yang
rasional memilih untuk mundur. Hal ini dilakukan untuk mengubah keputusan yang dianggap buruk atau merugikan yang sudah
Pengambilan Keputusan Kelompok
Suatu keputusan sering kali lebih tepat
dilakukan oleh kelompok , sementara
keputusan yang lain mungkin lebih tepat
dibuat secara individu.
Pengambilan keputusan sevara kelompok
memiliki berbagai keuntungan maupun
kerugian.
Adapun keuntungan pengambilan keputusan kelompok adalah
1. Lebih banyak pengetahuan dan informasi.
Suatu kelompok yang terdiri dari banyak individu biasanya memiliki lebih banyak pengetahuan dan informasi, sehingga lebih memungkinkan untuk membuat keputusan yang berkualitas.
2. Perbedaan pandangan
Individu dengan pengalaman dan kepentingan yang berbeda-beda dapat membantu kelompok dalam melihat situasi keputusan atau suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda.
3. Pemahaman lebih lengkap
Individu yang mengikuti jalannya proses pengambilan keputusan, biasanya lebih dapat memahami dasar pemikiran dalam proses pengambilan keputusan.
Adapun keuntungan pengambilan keputusan kelompok adalah (lanjutan)...
4.
Meningkatnya penerimaan
Individu yang berperan aktif dalam proses
pengambilan keputusan, biasanya akan memiliki
tingkat penerimaan yang lebih besar dan
melaksanakan keputusan tersebut.
5.
Dasar pelatihan
Bagi partisipan yang kurang berpengalaman dalam
pengambilan keputusan kelompok, mereka dapat
dilibatkan.
Adapun kerugian pengambilan keputusan kelompok adalah
Tekanan Sosial
kreativitas seseorang dibutuhkan dalam proses pengambilan
keputusan kelompok. Kreativitas ini akan terhambat ketika seseorang tidak ada keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keputusan kelompok ketika dihadapkan pada tekanan sosial.
Didominasi oleh beberapa orang saja
Dalam suatu kelompok seringkali pembicaraan hanya didominasi oleh seseorang atau beberapa orang saja, sehingga melemahkan niat anggota yang lain untuk terlibat aktif.
Balas jasa
Roda politik dan perjanjian-perjanjian sering kali menggantikan pemikiran yang rasional jika proyek penting individual atau
kepentingan pribadi dipertaruhkan.
Pemikiran Kelompok
keputusan yang rasional sering kali dikorbankan demi
Teknik-Teknik Pengambilan Keputusan
Kelompok
Untuk meningkatkan kreativitaskelompok ada berbagai teknik yang dapat digunakan antara lain:
1. Teknik Brainstorming 2. Teknik Delphi
Teknik Brainstorming
Teknik ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendorong munculnya ide-ide atau pemikiran dari anggota kelompok. Teknik ini efektif pada situasi tertentu, misalnya bidang advertising, tetapi tidak efektif untuk situasi yang lain. Teknik brainstorming juga tidak terlepas dari masalah-masalah. Agar teknik brainstorming ini dapat berjalan secara efektif dan menghasilkan keputusan yang berkualitas, maka masalah-masalah tersebut sebaiknya diminimalisasikan.
Teknik Delphi
Teknik delphi merupakan proses kelompok tanpa nama atau anonim
untuk menghasilkan ide dari para ahli secara fisik tersebar.
Teknik delphi ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah, kemudian
para partisipan diidentifikasi dan kuesioner dikembangkan.
Kuesioner tersebut selanjutnya dikirim kepada partisipan, pengiriman bisa dilakukan melalui e-mail. Pada tahap ini para partisipan diminta untuk mengkaji umpan balik, mempriorotaskan masalah-masalah yang perlu dibahas dan mengulang survei pada waktu yang ditentukan.
Siklus ini terus berulang sampai manajer mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Teknik Kelompok Nominal
Teknik kelompok nominal/ nominal group technique merupakan
metode pengambilan keputusan kelompok dimana para naggota kelompok bertemu secara tatap muka untuk menyatukan penilaian mereka secara sistematis, tetapi independen.
Kelebihan dari teknik ini antara lain bahwa teknik ini memberikan
kesempatan kepada anggota kelompok untuk bertemu secara formal, tetapi tidak menghalangi untuk berpikir secara independen. Teknik kelompok nominal ini sekarang berkembang, yaitu menyatukan
teknik kelompok nominal dengan teknologi komputer yang disebut dengan pertemuan dengan media computer/ meeting electronic.
LATIHAN
Bedakan antara keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram, serta berikan contohnya.
Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam model pengambilan keputusan rasional.
Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengambilan keputusan intuitive.
Jelaskan faktor-faktor perilaku yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
Sebutkan dan jelaskan keuntungan dalam pengambilan keputusan kelompok.