• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Sistem Pemerintahan Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Sistem Pemerintahan Di Indonesia"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

Sistem Pemerintahan di

Sistem Pemerintahan di

Indonesia

Indonesia

Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas

Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas

Mata Pelajaran PKn

Mata Pelajaran PKn

Guru Bidang Studi : Bpk. Opa Mustofa Kamal Guru Bidang Studi : Bpk. Opa Mustofa Kamal

Disusun Oleh : Disusun Oleh : Kelompok 3 Kelompok 3 1. 1. SehabudinSehabudin 2.

2. Ali AjizAli Ajiz 3.

3. Rudi AmrullahRudi Amrullah 4.

4. Anton PatoniAnton Patoni 5.

5. Ali BuniAli Buni

SMK NEGERI 10 PANDEGLANG

SMK NEGERI 10 PANDEGLANG

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

(2)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan karunia- Nya

 Nya kami kami masih masih diberi diberi kesempatan kesempatan untuk untuk menyelesaikan menyelesaikan makalah makalah ini. ini. Tidak Tidak lupa lupa sayasaya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih  banyak

 banyak kekurangan, kekurangan, oleh oleh sebab sebab itu itu kami kami sangat sangat mengharapkan mengharapkan kritik kritik dan dan saran saran yangyang membangun. Dan semoga selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman membangun. Dan semoga selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian. sekalian. Pandeglang, 17 Oktober 2017 Pandeglang, 17 Oktober 2017 Penyusun Penyusun

(3)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI HALAMAN

HALAMAN JUDUL JUDUL ... ... ii KATA PENGANTA

KATA PENGANTAR R ... ... iiii DAFTAR

DAFTAR ISI ..ISI ... ... iiiiii BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN ... ... 11 1.1

1.1 Latar Belakang Latar Belakang Masalah Masalah ... ... 11 1.2

1.2 Perumusan Masalah ...Perumusan Masalah ... ... 11 BAB II PEMBAHASAN

BAB II PEMBAHASAN ... ... 22 2.1

2.1 Pengertian Pengertian Pemerintahan Pemerintahan ... ... 22 2.2

2.2 Sistem Pemerintahan NegSistem Pemerintahan Negara ara ... ... 22 2.3

2.3 Macam-macam Sistem Macam-macam Sistem Pemerintahan NegPemerintahan Negara. ara. ... .. 33 2.4

2.4 Kelebihan Kelebihan Sistem Sistem Pemerintahan Pemerintahan Parlementer ...Parlementer ... ... 33 2.5

2.5 Kekurangan Kekurangan Sistem PemSistem Pemerintahan erintahan Parlementer ...Parlementer ... ... 44 2.6

2.6 Sistem Pemerintahan InSistem Pemerintahan Indonesia donesia ... .. 55 2.7

2.7 Kelebihan Kelebihan Sistem Pemerintahan Sistem Pemerintahan Indonesia Indonesia ... ... 55 2.8

2.8 Lembaga-Lembaga Negara Lembaga-Lembaga Negara ... ... 66 2.9

2.9 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Komisi Pemilihan Umum (KPU) ... ... 77 2.10

2.10 Sistem Pemilihan Sistem Pemilihan Umum di Umum di Indonesia Indonesia ... ... 99 BAB III PENUTUP

BAB III PENUTUP ... ... 1010 3.1 3.1 Kesimpulan Kesimpulan ... ... 1010 3.2 3.2 Saran Saran ... ... 1010 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA ... ... 1111

(4)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar Belakang MasalahLatar Belakang Masalah

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem  pemerintahan

 pemerintahan yang yang dianggap dianggap memberatkan memberatkan rakyat rakyat ataupun ataupun merugikan merugikan rakyat. rakyat. SistemSistem  pemerintahan mempunyai fondasi yang ku

 pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis.at dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.

memprotes hal tersebut.

Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontiniu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam yang kontiniu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam  pembangunan s

 pembangunan sistem istem pemerintahan pemerintahan tersebut. tersebut. Hingga Hingga saat saat ini ini hanya hanya sedikit sedikit negara negara yangyang  bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh.

 bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh.

Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis memberi judul sendiri. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis memberi judul““

SISTEM PEMERINTAHAN

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA‘’.INDONESIA‘’.

1.2

1.2 Perumusan MasalahPerumusan Masalah

Agar perumusan masalah ini tidak meluas maka penulis perlu membatasi

Agar perumusan masalah ini tidak meluas maka penulis perlu membatasi ruang lingkupruang lingkup masalah Sistem Pemerintahan ini adalah sebagai berikut :

masalah Sistem Pemerintahan ini adalah sebagai berikut : 1. Pengertian Sistem Pemerintahan.

1. Pengertian Sistem Pemerintahan.

2. Organisasi Sistem Pemerintahan Negara. 2. Organisasi Sistem Pemerintahan Negara. 3. Macam-macam Sistem Pemerintahan Negara. 3. Macam-macam Sistem Pemerintahan Negara.

4. Ciri-ciri Pemerintahan Parlementer dan Presidensial. 4. Ciri-ciri Pemerintahan Parlementer dan Presidensial.

5. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial. 5. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial. 6. Kekurangan Sistem Parlementer dan Presidensial.

6. Kekurangan Sistem Parlementer dan Presidensial. 7. Sistem Pemerintahan Indonesia.

7. Sistem Pemerintahan Indonesia.

8. Kelebihan dan kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia 8. Kelebihan dan kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia 9. Lembaga-lembaga Negara

9. Lembaga-lembaga Negara

10. Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia 10. Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia 11. Sistem Pemilihan Umum Indonesia 11. Sistem Pemilihan Umum Indonesia

(5)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN 2.1

2.1 Pengertian PemerintahanPengertian Pemerintahan

Sistem adalah suatu keseluruhan, terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai Sistem adalah suatu keseluruhan, terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional terhadap keseluruhan. Dengan demikian dalam usaha ilmiah sistem hubungan fungsional terhadap keseluruhan. Dengan demikian dalam usaha ilmiah sistem adalah suatu tatanan atau susunan yang berupa suatu struktur yang terdiri dari adalah suatu tatanan atau susunan yang berupa suatu struktur yang terdiri dari bagian- bagian

 bagian atau atau komponenyang komponenyang berkaitan berkaitan antara antara satu satu dengan dengan lainnya lainnya secara secara teratur teratur dandan terencana untuk mencapai suatu tujun. Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah terencana untuk mencapai suatu tujun. Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah segala bentuk kegiatan atau aktifitas penyelenggaraan negara yang dilakukan oleh segala bentuk kegiatan atau aktifitas penyelenggaraan negara yang dilakukan oleh organ-organ negara yang mempunyai otoritas atau kewenangan untuk menjalankan kekuasaan. organ negara yang mempunyai otoritas atau kewenangan untuk menjalankan kekuasaan. Pengertian pemerintahan seperti ini mencakup kegiatan atau aktifitas penyelenggaraan Pengertian pemerintahan seperti ini mencakup kegiatan atau aktifitas penyelenggaraan negara yang dilakukan oleh eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Dalam arti yang negara yang dilakukan oleh eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Dalam arti yang sempit, pemerintahan adalah aktivitas atau kegiatan yang diselenggarakan oleh fungsi sempit, pemerintahan adalah aktivitas atau kegiatan yang diselenggarakan oleh fungsi eksekutif, presiden ataupun perdana menteri, sampai dengan level birokrasi yang paling eksekutif, presiden ataupun perdana menteri, sampai dengan level birokrasi yang paling rendah tingkatannya. Dari dua pengertian tersebut, maka dalam melakukan pembahasan rendah tingkatannya. Dari dua pengertian tersebut, maka dalam melakukan pembahasan mengenai pemerintahan negara titik tolak yang dipergunakan adalah dalam konteks mengenai pemerintahan negara titik tolak yang dipergunakan adalah dalam konteks  pemerintahan

 pemerintahan dalam dalam arti arti luas. luas. Yaitu Yaitu meliputi meliputi pembagian pembagian kekuasaan kekuasaan dalam dalam negara,negara, hubungan antar alat-alat perlengkapan negara yang menjalankan kekuasaan tersebut. hubungan antar alat-alat perlengkapan negara yang menjalankan kekuasaan tersebut.

Dengan demikian, jika pengertian pemerintahan tersebut dikaitkan dengan Dengan demikian, jika pengertian pemerintahan tersebut dikaitkan dengan  pengertian

 pengertian sistem, sistem, maka maka yang yang dimaksud dimaksud dengan dengan sistem sistem pemerintahan pemerintahan adalah adalah suatusuatu tatanan atau susunan pemerintahan yang berupa suatu struktur yang terdiri dari tatanan atau susunan pemerintahan yang berupa suatu struktur yang terdiri dari organ-organ pemegang kekuasaan di dalam negara dan saling melakukan hubungan fungsional organ pemegang kekuasaan di dalam negara dan saling melakukan hubungan fungsional di antara organ-organ tersebut baik secara vertikal maupun horisontal untuk mencapai di antara organ-organ tersebut baik secara vertikal maupun horisontal untuk mencapai suatu tujuan y

suatu tujuan yang dikehendaki. ang dikehendaki. Jadi, sistem pemerintahan negara Jadi, sistem pemerintahan negara menggambarkanmenggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antar lembaga negara, dan bekerjanya adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antar lembaga negara, dan bekerjanya lembaga negaradalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Tujuan lembaga negaradalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Tujuan  pemerintahan

 pemerintahan negara negara pada pada umumnya umumnya didasarkan didasarkan pada pada cita-cita cita-cita atau atau tujuan tujuan negara.negara. Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Misalnya, tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

abadi dan keadilan sosial. 2.2

2.2 Organisasi SistemOrganisasi Sistem PemerintahanNegara PemerintahanNegara dibedakan menjadi 2 yaitu : dibedakan menjadi 2 yaitu :

A. Organisasi Pemerintahan Dalam Garis A. Organisasi Pemerintahan Dalam Garis Horizontal

Horizontal

Menurut konsep trias politica kekuasaan didalam negara dapat dibagi menjadi t Menurut konsep trias politica kekuasaan didalam negara dapat dibagi menjadi t igaiga cabang kekuasaan utama, yaitu:

cabang kekuasaan utama, yaitu: a) kekuasaan legislatif

a) kekuasaan legislatif : kekuasaan untuk membentuk undang-undang: kekuasaan untuk membentuk undang-undang  b) kekuasaan eksekutif : kekuasaan untuk

 b) kekuasaan eksekutif : kekuasaan untuk menjalankan undang-undangmenjalankan undang-undang c) kekuasaan yudikatif : kekuasaan untuk melaksanakan peradilan c) kekuasaan yudikatif : kekuasaan untuk melaksanakan peradilan

(6)

Kekuasaan ini dilakukan oleh badan-badan peradil

Kekuasaan ini dilakukan oleh badan-badan peradilan dengan susunan bertingkat-tingkatan dengan susunan bertingkat-tingkat sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkat dan

sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkat dan berpuncak pada Mahkamahberpuncak pada Mahkamah Agung.

Agung.

B. Organisasi Sistem Pemerintahan Dalam Garis

B. Organisasi Sistem Pemerintahan Dalam Garis VertikalVertikal Menurut Kranenburg kedua satuan pemerintahan yang lebih r

Menurut Kranenburg kedua satuan pemerintahan yang lebih r endah dibawah pemerintahendah dibawah pemerintah  pusat, baik yang terdapat di negara kesatuan maupun

 pusat, baik yang terdapat di negara kesatuan maupun serikat, masing-masing mempunyaiserikat, masing-masing mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda antara satu dengan

ciri-ciri yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain bedasarkan hukum positif, yaituyang lain bedasarkan hukum positif, yaitu ::

a) negara bagian yang terdapat di dalam Negara Serikat memi

a) negara bagian yang terdapat di dalam Negara Serikat memiliki wewenang untukliki wewenang untuk membentuk UUD sendiri serta mempunyai wewenang untuk membentuk or

membentuk UUD sendiri serta mempunyai wewenang untuk membentuk or ganisasiganisasi sendiri dalam rangka dan batas-batas konstitusi federal.

sendiri dalam rangka dan batas-batas konstitusi federal. Sedangkan dalam negaraSedangkan dalam negara

Kesatuan organisasi bagian-bagian negara (pemerintah daerah) secara garis besar telah Kesatuan organisasi bagian-bagian negara (pemerintah daerah) secara garis besar telah ditetapkan oleh pembentuk undang-undang pusat.

ditetapkan oleh pembentuk undang-undang pusat.

 b) dalam negara federal (serikat), wewenang membentuk Undang-u

 b) dalam negara federal (serikat), wewenang membentuk Undang-undang Pusat untukndang Pusat untuk  bidang tertentu telah diperinci satu persatu dalam konstitusi

 bidang tertentu telah diperinci satu persatu dalam konstitusi federal.

federal. 2.3

2.3 Macam-macam Sistem Pemerintahan Negara.Macam-macam Sistem Pemerintahan Negara.

Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar

Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar , yaitu:, yaitu: 1. Sistem pemerintahan parlementer.

1. Sistem pemerintahan parlementer.

Pada prinsipnya sistem pemerintahan parlementer menitik beratkan pada Pada prinsipnya sistem pemerintahan parlementer menitik beratkan pada hubungan antara organ negara pemegang kekuasaan eksekutif dan legeslatif. Sistem ini hubungan antara organ negara pemegang kekuasaan eksekutif dan legeslatif. Sistem ini merupakan sisa-sisa peninggalan sistem pemerintahan dalam arti

merupakan sisa-sisa peninggalan sistem pemerintahan dalam arti paling luas yaknipaling luas yakni morankhi. Dikatakan demikian karena kepala ne

morankhi. Dikatakan demikian karena kepala negara apapun sebutanya mempunyaigara apapun sebutanya mempunyai kedudukan yang tidak dapat di ganggu gugat. Sedangkan penyelenggara pemerintah kedudukan yang tidak dapat di ganggu gugat. Sedangkan penyelenggara pemerintah sehari-hari diserahkan kepada menteri.

sehari-hari diserahkan kepada menteri. 2.Sistem pemerintahan Presidensial 2.Sistem pemerintahan Presidensial

Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan seca memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan seca rara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat

2.4

2.4 Ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :Ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut : 1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-s

1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-s atunya badan yang anggotanya dipilihatunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.

sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.

2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik

2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkanyang memenangkan  pemiihan umum. Partai politik yang

 pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluangmenang dalam pemilihan umum memiliki peluang  besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.

 besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.

3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai 3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai  pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen

(7)

eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.

kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. 4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan

4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapatdapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak  percaya kepada kabinet.

 percaya kepada kabinet.

5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan 5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan

atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan  pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedau

 pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.latan dan keutuhan negara.

6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas 6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan

saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan  pemilihan umum lagi untuk

 pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.membentukan parlemen baru.

Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut.

1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara 1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi

sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilihdipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.

langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. 2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk

2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepadaoleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada  presiden dan tidak bertanggung

 presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.jawab kepada parlemen atau legislatif.

3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak 3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.

dipilih oleh parlemen.

4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. 4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer. 5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota 5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota  parlemen dipilih oleh rakyat.

 parlemen dipilih oleh rakyat.

6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. 6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.

Sistem pemerintahan Presidensial merupakan system pemerintahan di mana kepala Sistem pemerintahan Presidensial merupakan system pemerintahan di mana kepala  pemerintahan dipegang oleh presiden dan

 pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepadapemerintah tidak bertanggung jawab kepada  parlemen (legislatif). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden  parlemen (legislatif). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden  berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Conto

 berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Contoh Negara:h Negara: AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia.

AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia.

2.5

2.5 Kelebihan Sistem Pemerintahan ParlementerKelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer

 Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadiPembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi

 penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan  penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan

eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.

(8)

 Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinetAdanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet

menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :

Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial :

 Badan eksekutif lebih stabil Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung padakedudukannya karena tidak tergantung pada

 parlemen.  parlemen.

 Masa jabatan badan eksekutif lebih jeMasa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya,las dengan jangka waktu tertentu. Misalnya,

masa jabatan Presiden Amerika Serikat adal

masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesiaah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.

adalah lima tahun.

 Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masadengan jangka waktu masa

 jabatannya.  jabatannya.

 Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapatLegislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat

diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri.

2.6

2.6 Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :

 Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada maKedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada ma yoritas dukunganyoritas dukungan

 parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan o

 parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.leh parlemen.

 Kelangsungan kedudukan kabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesKelangsungan kedudukan kabinet tidak bisa ditentukan berakhir ses uai denganuai dengan

masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.

 Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggotaKabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota

kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai

kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karenameyoritas. Karena  pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggo

 pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapatta kabinet dapat mengusai parlemen.

mengusai parlemen.

 Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. PengalamanParlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman

mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial :

 Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapatKekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat

menciptakan kekuasaan mutlak. menciptakan kekuasaan mutlak.

 Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. 

 Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawarPembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar

antara eksekutif dan legislatif

antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dansehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama.

memakan waktu yang lama. 2.7

2.7 Sistem Pemerintahan IndonesiaSistem Pemerintahan Indonesia 1) Sistem

1) Sistem PemerintaPemerintahan Indonesia Menurut Konstitusi han Indonesia Menurut Konstitusi RISRIS

Sistem Pemerintahan Indonesia menurut konstitusi RIS adalah sistem Pemerintah Sistem Pemerintahan Indonesia menurut konstitusi RIS adalah sistem Pemerintah Parlementer yang tidak murni. Pasal 118 konstitusi RIS antara lain :

Parlementer yang tidak murni. Pasal 118 konstitusi RIS antara lain : a. Presiden tidak dapat di ganggu gugat

a. Presiden tidak dapat di ganggu gugat

 b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah  b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah

(9)

Ketentuan pasal tersebut

Ketentuan pasal tersebut menunjukkan bahwa RIS mempergunakan sistem pertanggungmenunjukkan bahwa RIS mempergunakan sistem pertanggung  jawaban menteri.

 jawaban menteri.

2) Sistem Pemerintahan Indonesia menurut UUDS 1950 2) Sistem Pemerintahan Indonesia menurut UUDS 1950

UUDS 1950 masih tetap mempergunakan bentuk sistem pemerintahan seperti yang UUDS 1950 masih tetap mempergunakan bentuk sistem pemerintahan seperti yang diatur dalam konstitusi RIS. Di dalam pasal 83 UUDS 1950 dinyatakan :

diatur dalam konstitusi RIS. Di dalam pasal 83 UUDS 1950 dinyatakan : a. Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat

a. Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat

 b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah, baik  b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah, baik  bersama-sama untuk seluruhnya maupun m

 bersama-sama untuk seluruhnya maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-asing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri.

sendiri.

3) Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 sebelum diamandemen: 3) Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 sebelum diamandemen: 1. Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR.

1. Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR. 2. DPR sebagai pembuat UU.

2. DPR sebagai pembuat UU.

3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan. 3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan. 4. DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan. 4. DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan. 5. MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan. 5. MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan. 6. BPK pengaudit keuangan.

6. BPK pengaudit keuangan.

4) Sistem Pemerintahan setelah amandemen 4) Sistem Pemerintahan setelah amandemen 1. MPR bukan lembaga tertinggi lagi.

1. MPR bukan lembaga tertinggi lagi.

2. Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh 2. Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat.

rakyat.

3. Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. 3. Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. 4. Presiden tidak dapat membubarkan DPR.

4. Presiden tidak dapat membubarkan DPR. 5. Kekuasaan Legislatif lebih dominan. 5. Kekuasaan Legislatif lebih dominan.

 Negara indonesia adalah negara yang berbentuk

 Negara indonesia adalah negara yang berbentuk republik. Pemerintahan republik adalahrepublik. Pemerintahan republik adalah suatu pemerintahan dimana seluruh atau sebagian rakyat memegang kekuasaan yang suatu pemerintahan dimana seluruh atau sebagian rakyat memegang kekuasaan yang tertinggi di dalam negara. Oleh karena itu, kadaulatan berada di tangan rakyat dan tertinggi di dalam negara. Oleh karena itu, kadaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar.

dilaksanakan menurut undang-undang dasar. 2.8

2.8 Kelebihan Sistem Pemerintahan IndonesiaKelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia

1. Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR. 1. Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR.

2. Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi 2. Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis kabinet.

krisis kabinet.

3. Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR. 3. Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR. Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia

Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia

1. Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan 1. Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden.

Presiden.

2. Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden. 2. Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden. 3. Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh.

3. Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh.

4. Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian. 4. Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian.

(10)

2.9

2.9 Lembaga-Lembaga NegaraLembaga-Lembaga Negara

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

MPR tugas wewenangnya adalah mengubah dan menetapkan UUD 1945, disamping itu MPR tugas wewenangnya adalah mengubah dan menetapkan UUD 1945, disamping itu wewenang dan tugas lainnya adalah melantik Presiden dan Wakil presiden berdasar wewenang dan tugas lainnya adalah melantik Presiden dan Wakil presiden berdasar hasilhasil  pemilu.

 pemilu.

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

DPR adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia DPR adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. DPR terdiri atas anggota partai politik yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. DPR terdiri atas anggota partai politik  peserta pemilihan umum yang dip

 peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum. DPR dianggap ilih melalui pemilihan umum. DPR dianggap sebagaisebagai salah satu lembaga yang paling korup di Indonesia.

salah satu lembaga yang paling korup di Indonesia. 3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Sebelum 2004 disebut Utusan Daerah, adalah lembaga tinggi negara dalam sistem Sebelum 2004 disebut Utusan Daerah, adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum.

yang dipilih melalui Pemilihan Umum. DPD memiliki fungsi:

DPD memiliki fungsi:

a. Pengajuan usul, ikut dalam pembahasan

a. Pengajuan usul, ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yangdan memberikan pertimbangan yang  berkaitan dengan bidang legislasi tertentu

 berkaitan dengan bidang legislasi tertentu

 b. Pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang

 b. Pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu.tertentu. 4. Presiden dan Wakil

4. Presiden dan Wakil PresidenPresiden

Sebagai konsekuensi dari sistem pemerintahan Indonesia yang menganut presidensiil , Sebagai konsekuensi dari sistem pemerintahan Indonesia yang menganut presidensiil , maka presiden memiliki dua kekuasaan sekaligus yaitu sebagai kepala pemerintahan maka presiden memiliki dua kekuasaan sekaligus yaitu sebagai kepala pemerintahan (eksekutif) dan sebagai kepala negara.

(eksekutif) dan sebagai kepala negara.

Wewenang, kewajiban, dan hak Presiden antara lain: Wewenang, kewajiban, dan hak Presiden antara lain:

a. Sebagai kepala pemerintahan (UUD 1945 pasal 4 ayat 1) a. Sebagai kepala pemerintahan (UUD 1945 pasal 4 ayat 1)  b. Mengangkat menteri

 b. Mengangkat menteri

5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

BPKadalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan

BPKadalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memilikiIndonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUDMenurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri.

1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih olehAnggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan

Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan PerwakilanPerwakilan Daerah, dan diresmikan oleh Presiden.

Daerah, dan diresmikan oleh Presiden.

Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD. Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD. 6. Mahkamah Agung (MA)

6. Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama

yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamahdengan Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan lainnya. Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan lainnya. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan

(11)

 peradilan agama, lingkungan peradilan m

 peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usahailiter, lingkungan peradilan tata usaha negara. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan wewenang MA

negara. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan wewenang MA adalah:adalah: a. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi

a. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di, menguji peraturan perundang-undangan di  bawah Undang-Undang

 bawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang , dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan olehlainnya yang diberikan oleh Undang-Undang

Undang-Undang

 b. Mengajukan 3 orang

 b. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusianggota Hakim Konstitusi

c. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi dan rehabilitasi. c. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi dan rehabilitasi. 7. Komisis Yudisial (KY)

7. Komisis Yudisial (KY)

Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no 22 tahun Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no 22 tahun 2004 yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama

2004 yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakimcalon hakim agung. Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan agung. Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga

wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat,dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

serta perilaku hakim. Tugas Komisi Yudisial =

Tugas Komisi Yudisial = Mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung, dengan tugasMengusulkan Pengangkatan Hakim Agung, dengan tugas utama:

utama:

a. Melakukan pendaftaran calon Hakim

a. Melakukan pendaftaran calon Hakim AgungAgung  b. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung  b. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung

c.

c. Menetapkan caloMenetapkan calon Hakim n Hakim AgungAgung d.

d. Mengajukan calon Mengajukan calon Hakim Agung Hakim Agung ke DPRke DPR e.

e. Menjaga dan Menjaga dan Menegakkan Kehormatan, Menegakkan Kehormatan, Keluhuran Martabat Serta Keluhuran Martabat Serta Perilaku Hakim.Perilaku Hakim. 8. Mahkamah Konstitusi

8. Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama

Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. Pasal 24 ayat (2)

dengan Mahkamah Agung. Pasal 24 ayat (2) UUD 1945 menyatakan, KekuasaanUUD 1945 menyatakan, Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan

kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada diyang berada di  bawahnya dalam lingkung

 bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkunganan peradilan agama, lingkungan  peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahk

 peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamahamah Konstitusi. Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi adalah suatu lembaga peradilan, Konstitusi. Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi adalah suatu lembaga peradilan, sebagai cabang kekuasaan yudikatif, yang mengadili perkara-perkara tertentu

sebagai cabang kekuasaan yudikatif, yang mengadili perkara-perkara tertentu yangyang menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan UUD 1945.

menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan UUD 1945. 9. Bank Sentral

9. Bank Sentral

Bank Sentral Indonesia adalah Bank Indonesia (BI), yang merupakan lembaga negara Bank Sentral Indonesia adalah Bank Indonesia (BI), yang merupakan lembaga negara independent, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak lain dalam menjalankan independent, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak lain dalam menjalankan tugasnya.

tugasnya. Tujuan Bank SenTujuan Bank Sentral adalah mencapai dan menjagtral adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah. BIa kestabilan nilai rupiah. BI memiliki wewenang :

memiliki wewenang :

a) Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi a) Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi  b) Melakukan pengendalian mon

 b) Melakukan pengendalian monetereter c) Melaksanakan kebijakan nilai tukar c) Melaksanakan kebijakan nilai tukar d) Mengelola cadangan devisa

(12)

2.10

2.10 Komisi Pemilihan Umum (KPU)Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Lembaga ini berfungsi sebagai penyelenggara pemilihan umum, bersifat nasional, tetap, Lembaga ini berfungsi sebagai penyelenggara pemilihan umum, bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Terdiri dari

dan mandiri. Terdiri dari KPU pusat, KPU provinsi, dan KPU kota. Anggota KPU pusatKPU pusat, KPU provinsi, dan KPU kota. Anggota KPU pusat sebanyak 7 orang, KPU provinsi 5 orang, dan KPU

sebanyak 7 orang, KPU provinsi 5 orang, dan KPU kabupaten juga 5 orang. Masakabupaten juga 5 orang. Masa  jabatan KPU semua jenjang 5 tahun terhitung

 jabatan KPU semua jenjang 5 tahun terhitung sejak mengucapkan sumpah atau janji.sejak mengucapkan sumpah atau janji. 10. Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia

10. Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia

 Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah daerah-daerah provinsi. Daerah  Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah daerah-daerah provinsi. Daerah  provinsi dibagi lagi atas daerah kabupaten dan

 provinsi dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah provinsi,daerah kota. Setiap daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dalam daerah kabupaten, dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dalam undang-undang.

undang-undang.

Jadi Pemerintahan daerah adalah

Jadi Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah yang dilakukanpenyelenggaraan urusan pemerintah yang dilakukan oleh pemerintah daerahdan DPRDmenurut asa ot

oleh pemerintah daerahdan DPRDmenurut asa otonomi dan tugas pembantuan denganonomi dan tugas pembantuan dengan  prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI sebagai y

 prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI sebagai yang dimaksudang dimaksud dalam UUD 1945. Pemerintahan Daerah Provinsi terdiri atas Pemerintah Daerah

dalam UUD 1945. Pemerintahan Daerah Provinsi terdiri atas Pemerintah Daerah Provinsi dan DPRD Provinsi, dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota terdiri atas Provinsi dan DPRD Provinsi, dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota terdiri atas Pemerintah Daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/kota. Pimpinan pemerintah Pemerintah Daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/kota. Pimpinan pemerintah daerah provinsi adalah gubernur, kabupaten bupati, dan kota adalah wali kota.

daerah provinsi adalah gubernur, kabupaten bupati, dan kota adalah wali kota. 2.11

2.11 Sistem Pemilihan Umum di IndonesiaSistem Pemilihan Umum di Indonesia

Pemilu di Indonesia sejak pertama kali diadakan pada tahun 1995 adalah untuk memilih Pemilu di Indonesia sejak pertama kali diadakan pada tahun 1995 adalah untuk memilih anggota legislatif untuk memilih anggota legislatif, yang sekarang disebut pemilu

anggota legislatif untuk memilih anggota legislatif, yang sekarang disebut pemilu legislatif untuk memilih anggota DPR,DPD, dan DPRD,

legislatif untuk memilih anggota DPR,DPD, dan DPRD, baik DPRD provinsi kabupatenbaik DPRD provinsi kabupaten maupun kota. Sejak tahun 2004 pemilu dilakukan untuk memilih

maupun kota. Sejak tahun 2004 pemilu dilakukan untuk memilih Presiden dan WakilPresiden dan Wakil Presiden, dan beberapa tahun kemudian pemilu

Presiden, dan beberapa tahun kemudian pemilu juga untuk memilih Gubernur, Bupati,juga untuk memilih Gubernur, Bupati, dan wakil walikota. Pemilu inilah kemudian disebut dengan pemilu eksekutif

dan wakil walikota. Pemilu inilah kemudian disebut dengan pemilu eksekutif Tahapan Penyelenggara pemilu legislatif s

Tahapan Penyelenggara pemilu legislatif sebagaimana diatur UU. No. 10 ebagaimana diatur UU. No. 10 Tahun 2008Tahun 2008 meliputi :

meliputi :

1. Pemuthakiran data dan penyusunan daftar pemilih 1. Pemuthakiran data dan penyusunan daftar pemilih 2. Pendaftaran peserta pemilu

2. Pendaftaran peserta pemilu 3. Penetapan peserta pemilu 3. Penetapan peserta pemilu

4. Penetapan jumlah kursi dan daerah pemilihan 4. Penetapan jumlah kursi dan daerah pemilihan

5. Pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi atau daerah 5. Pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi atau daerah 6. Masa kampanye

6. Masa kampanye 7. Masa tenang 7. Masa tenang

8. Pemungutan dan penghitungan suara 8. Pemungutan dan penghitungan suara 9. Penetapan hasil pemilu

9. Penetapan hasil pemilu

10. Pengucapan janji anggota DPR, DPD, DPRD provinsi atau

(13)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1 3.1 KesimpulanKesimpulan

Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga

Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja danyang bekerja dan  berjalan

 berjalan saling saling berhubungan satu berhubungan satu sama sama lain lain menuju menuju tercapainya tercapainya tujuan tujuan penyelenggaraanpenyelenggaraan negara. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi negara. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi  pokok,

 pokok, yaitu yaitu eksekutif, eksekutif, birokratif, birokratif, legislatif, legislatif, dan dan yudikatif. yudikatif. Selain Selain itu, itu, terdapat terdapat lembagalembaga lain atau unsur lain seperti parlemen, pemilu, dan

lain atau unsur lain seperti parlemen, pemilu, dan dewan menteri.dewan menteri.

Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua, yaitu presidensial Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua, yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer dan ministerial (parlemen). Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dalam sistem didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Dalam sistem  parlementer,

 parlementer, badan badan eksekutif eksekutif mendapat mendapat pengwasan pengwasan langsung dlangsung dari ari legislatif. legislatif. Sebaliknya,Sebaliknya, apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem  pemerintahannya adalah presidensial.

 pemerintahannya adalah presidensial.

Dalam sistem pemerintahan negara republik, lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai Dalam sistem pemerintahan negara republik, lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis, sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki, dengan mekanisme demokratis, sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki, lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda.

lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda.

3.2

3.2 Saran-saranSaran-saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, makalah ini mempunyai banyak kekurangan dan Berdasarkan kesimpulan tersebut, makalah ini mempunyai banyak kekurangan dan  jauhnya

 jauhnya dari dari kesempurnaan, kesempurnaan, oleh oleh karena karena itu itu segala segala kritik kritik dan dan saran saran yang yang bersifatbersifat membangun sangat lah penulis harapkan terutama dari bapak dosen pembimbing dan membangun sangat lah penulis harapkan terutama dari bapak dosen pembimbing dan rekan pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang, semoga rekan pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang, semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan kita.

(14)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Muthali’in, Achmad

Muthali’in, Achmad 2012 Bahan Ajar PLPG Pendalaman Materi 2012 Bahan Ajar PLPG Pendalaman Materi Bidang Studi PKN SDBidang Studi PKN SD Surakarta Surakarta http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pemerintahan http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pemerintahan http://www.triwahyu.web.id/2012/sistem-pemerintahan-indonesia.html http://www.triwahyu.web.id/2012/sistem-pemerintahan-indonesia.html http://41707011.blog.unikom.ac.id/sistem-pemerintahan.1ay http://41707011.blog.unikom.ac.id/sistem-pemerintahan.1ay

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah

Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan secara teratur satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan

2 Ubah data Data Transaksi Penerimaan Kas yang akan dirubah di dalam database, klik simpan maka Data pada server Database akan berubah. Data Transaksi Penerimaan Kas yang

Dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy terdapat 3 nilai moral, yaitu : nilai moral agama nilai moral pendidikan dan nilai moral

Yang dicantumkan berturut-turut: nama penulis (seperti pada buku), judul tulisan di antara kutip, nama majalah (diberi bergaris), nomor, tahun majalah dalam angka

Penerimaan atau pengumpulan zakat yang dilakukan Rumah Zakat dilakukan dengan 3 cara yang berbeda yang dapat dipilih oleh pembayar zakat.. shadaqah oleh

Kecerdasan ini harus dikembangkan agar anak didik dapat tumbuh dan besar menjadi manusia yang cerdas dan siap menghadapi segala tantangan dimasa depa, yaitu kecerdasan

1) Analisis univariat menunjukkan Dari 66 responden (100%) terdapat 39 balita (59,1%) yang tidak mengalami kejadian diare dan 27 balita (40,9%) mengalami kejadian diare. 2)