• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIK.PR02.005.01

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " TIK.PR02.005.01"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Programer Komputer

Menulis program lanjut 64

KODE UNIT

:

TIK.PR.02.005.01

JUDUL UNIT

:

Menulis Program Dasar

DESKRIPSI UNIT :

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan

untuk menulis program dengan menggunakan

bahasa pemrograman tertentu. Penulisan program

merupakan penerapan hasil perancangan

program. Informasi hasil perancangan program

dalam bentuk diagram dan deskripsi. Programer

dapat menulis program berdasarkan hasil

perancangan program, tanpa mengalami kesulitan

dalam menterjemahkan dan memahami alur

proses dari spesifikasi program tersebut.Untuk

tingkat dasar ini dibatasai hanya dapat memahami

hasil rancangan dan menuliskan kedalam bahasa

pemrograman tertentu

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengidentifikasi peralatan pengembangan program yang digunakan

1.1 Peralatan pengembangan program yang akan digunakan untuk menulis program di tetntukan sesuai dengan kebutuhan

1.2

Software pengembangan program telah di

tentukan

1.3 Buku manual atau referensi dari software pengembangan program sudah dipahami

02 Mengidentifikasi algoritma dan struktur data program

2.1 Komponen program berupa prosedur atau fungsi yang menjadi sub program di identifikasi sesuai dengan struktur program. Aliran

program di kendalikan pada program utama

2.2 Struktur data dan algoritma di identifikasi. Parameter input dan output padaq komponen program sesuai dengan struktur data dan algoritma yang digunakan

03 Menulis program

3.1

Program di tulis sesuai dengan struktur

program yang telah dibuat. Program utama akan menjadi pengendalian komponen program yang dibuat

3.2 Program ditulis mengikuti standar bahasa

pemrograman yang telah di tentukan.

(2)

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Programer Komputer

Menulis program lanjut 65

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

04 Mengkompilasi program 4.1 Program di kompilasi kesalahan yang timbul

di koreksi sesuai dengan kesalahannya

4.2 Program di terbebas dari kesalahan dan dapat running

05 Memeriksa program 5.1 Program di jalankan

5.2 Data dimasukan sesuai dengan kebutuhan program

5.3 Data hasil keluaran program di bandingkan dengan data yang seharusnya di keluarkan program

5.4 Hasil kinerja program di laporkan

BATASAN VARIABEL

1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

2. Menulis program dasar bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi

PANDUAN PENILAIAN

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut ini :

1.1 Pengetahuan dasar :.

1.1.1 Memahami Algortima pemrograman 1.1.2 Memahami sturktur data

1.1.3 Memahami spesifikasi program

1.1.4 Membuat program dengan bahasa terstruktur

1.2 Keterampilan dasar

1.2.1 Mengoperasikan sistem komputer 1.2.2 Mengoperasikan bahasa pemrograman.

2. Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

(3)

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Programer Komputer

Menulis program lanjut 66

3.2 Kemampuan memahami penerapan list berkait sesuai dengan model yang

di realisasikan (queue, stack, graft, tree atau hash table)

3.3 Kemampuan memahami pengoperasian file dengan menerapkan model list berikut

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1 Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi:

4.1.1 TIK.PR02.004.01 Menggunakan Spesifikasi Program

4.1.3 TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur

4.2 Unit ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

4.2.1 Pengujian program

4.1.2 Mengkonfigurasikan program

4.3 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2

4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1

5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika 2

6 Memecahkan masalah 3

Referensi

Dokumen terkait

DAFTAR NAMA PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTAI YANG MENYELENGGARAKAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERHUBUNGAN YANG AKAN DIALIHKAN MENJADI PEGAWAI NEGERI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keseimbangan kehidupan kerja, konflik peran, komitmen organisasi

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada

Demikian Berita Acara Penjelasan Dokumen Penawaran ini diperbuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya. Padangsidimpuan, Tgl tsb

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJ AR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PEMERIKSAAN AKUNTANSI II.. (Studi Empir is Pada Mahasiswa Akuntansi UPN “Veteran” J

Berdasarkan hal tersebut maka penulis melihat bahwa penting untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keterikatan konsumen dalam industri fashion

Hal-hal tersebut membuat peneliti merasa perlu untuk menggali lebih lanjut mengenai brand awareness dan product quality yang dimiliki oleh kosmetik Wardah untuk

Dari pembahasan tersebut dapat ditarik simpulan bahwa dalam memahami makna, amanat atau pesan teks kedua bahasa ini, penerjemah dituntut untuk menguasai dan memahami unsur-unsur