• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Bangkitan Pergerakan Komuter Pada Perumahan Berlokasi Di Pinggiran Kota Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Bangkitan Pergerakan Komuter Pada Perumahan Berlokasi Di Pinggiran Kota Makassar"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI

BANGKITAN

PERGERAKAN KOMUTER

PADA

PERUMAHAN BERLOKASI DI PINGGIRAN

KOTA

MAKASS.,\R

Rais

Rachmanr,

NI.

Isran Ramli:.

\ur.\lil,

Herman

parungr

\lalttrti.;tLu s

J. ,/-sir

7'eknik

,\rpil

f

.rir 1..,1. l nt

H,tsttnutltlrrt /Do,en

Fuk

Tcknik LKtp.

\lt|tts.sur) Kanpus

(, \111.5

/.arr-r,..rr,-,.r l/!/A,/\\r/r Tctp 0Jll-5,1.636.

cntuil: t,tts rLtchntot u.gntuil crttn

D,^cn-Lckror Kepulu. ,lunrsan Tcl'nik

sp;l

FJi..|i!,1\ Ttknik. L ni|cr\trL'5 HutunuLldin. Kuntput t;.\l!.15

Ttntulunrea, trlukus:ttr. Telp

0lll-5\-f'34

Lnatl nttrltitrun u tultoo cttnt

'Dt)\e -Lek[t)r

KepulLt..lurusun ]cAntL \!1,!t t,tLtrlt,tt kAurA. L:nheritu.s Ilusunuclclin, Kontpus L.i\H.lS 'ftntulunreu.

,\lukussar, Telp 011 l-5.t-6)6

cntil

nurulintiu gnuil.ttnt

'

Dr xcrt- Pnles sor, ,Jnrusun Teknik .\iprl. FtAulrus Teknik, L)nh cr.\ir.t.t Hasunuddin. Kuntpu.t L,\'fl.1g Tunttltnrau, Llakdssar. Telp 011

|

5,\-616

enuil

hcrnunparung o gnuil trtn

ABSTRAK

Trend perkernbantan pembangunan perkotaan

di

Indonesia dewasa

ini

telah mendorong

kelompok-ke[rmpok rnasrarakat khususnya kelompok komuter (kerompok pekerja) untuk berpindah dari pusat-pu\ar kota ke wila-"-ah-wilayah pinggiran kora. Hal ini membawa konsekuensi terjadi pergerakan dalam lumlah I ang cukup besar dari wilayah pinggiran kota ke pusat kota oleh para kelompok komuter tersebut.

raik di pagi hari (saat kerempar kerja) maupun di sore atau petang hari (saat pulang kerja). Sebagai

;:nrpakrr a. pergerakan ini cenderung menimbulkan kemacetan transportasi pada kedua periode puncak Firgerakan lalu lintas perkotaan tersebut. Dalam rangka mencari solusi atas permasalahan ini. iebagai

:ngl'ah

a*al

studi

ini

bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis besaran potensi ban-ekiLn rerserakan komuter lang ditimbulkan oleh suaru perumahan yang berlokasi di wilayah pinggiran kota.

S::rdi

ini

nrengambil kasus perumahan BTp yang berlokasi dipinggiran kota

wilal.ih

utara Kota \l.rlrssar suatu survei berbasis wawancara menggunakan kuesioner terhadap sampljng rumah tangga

:

:Lukan pada studi ini. Survei berupaya mengetahui berbagai karakteristik rumah tangqa khususnya '

:rg

terkait dengan potensi bangkiran pergerakan dari rumah tangga tersebut. misalnri karakterrsiik -:'nlah ancsota. pendapatan, tingkat pemilikan kendaraan bermotor (mobil dan sepeda moror) dan

:nlah

pekerja lanq ada dalam suatu rumah tangga. Analisis potensi besaran banskiran pergerakan

\imuter dari perumahan di lokasi studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan model resresi linear ::rranda Hasil analisis memperlihatkan bahwa tingkat pendapatan, dan jumlah orang lerja. dan -lurniah :rrSoIa keluarga dalam suatu rumah tangga menjadi faktor utama potensi bangkitan per,eerakan komuter

:..ri

perunrahan yang berlokasi dipinggiran kora. Adapun variabel tingkat kepemilikan lendaraan

:::rotor

kurang signifikan mempengaruhi bangkitan perjalan komuter pinggiran kota. Hasil-hasil rans

:

::pai pada studi ini dapat digunakan untuk menganalisis dan memodelkan berbagai aspek pengambilan

.::Jrusan para komuter pinggiran kota khususnya dalam hal pemodelan pemilihan waktu keberangkaran

:::r ;rloda kendaraan yang akan digunakannya. pada studi-studi lanjutan dimasa mendatang.

hara kunci: Bangkitan Pergerakan, Komuter. Perumahan. pinggiran Kota, Makassar.

I.

PENDAHULUAN

irend

perkembangan pembangunan perkotaan

di

Indonesia dewasa

ini

telah mendorong

\elrrmpok-kelompok

masyarakat khususnya

kelompok komuter

(kelompok

pekerja)

irruk

berpindah

dari

pusat-pusat

kota

ke

u.ilayah-wilayah pinggiran

kota.

Hal

ini

:'r3mba\\,a konsekuensi terjadi pergerakan dalam

jumlah

yang cukup besar dari wilayah

::nggiran

kota ke

pusat

kota oleh

para

kelompok

komuter tersebut,

baik

di

pagi

hari

rrat

ketempat

kerja)

maupun

di

sore arau petang

hari

(saat

pulang

kerja).

Sebagai

. '.tttLu \u\u))tttl

L\ :l)l3Icknik,\ilil lT\\

'

tt

/nLluttri K,tn.strtk.si lulunt \lcnutttint! ',': :

'. I . r i t c, r 1 r / r r r r Pcrctptttun Llun Itet luustn Pcnti ,..:

(2)

ScrJintl \.1\1t)i1dl

l.\'

:()13 lcAniL,\iptl

ll\

Sunthdt,t I'crun IndrttIrr Kt)tt\l1t!k\t ddIanl \lL' ultltttt.! \IPJEI

(.\lLt\trtplot l)erLrl)tttdtl tltrn I'trlut:tttt PLnthtngunun

['A,tt'n'

l

-:

dan.rpakn; a. pcrgcrakan

ini

cenderung mcniutbLllkan

kenl-ri.':::l

ir'tll)p(rltllsi

pada kcdua periode puncak pcrgcrakan lalu lintas perkotaan tersebut

Dalam konteks pennasalahan bangkitan perjalanan d:rrr bcrb.rgei ./ol]lr

.ikti\itas

suatu

atat guna lahan. telah

banlak

p'--nelitian terdahulu

\rnL

tel'lh dilaltLken

[)iantaranla

adalah

Ali

dan

Ramli

12007)

untuk

bangkitan-rarika11 71r11j ,.r ilar

ah

perlanian. Pasra

dkk.

(2001) dan Thaleb

dkk

(2012) untuk studi

bangkitar.r pcrtttnahan

ke

pasar

tradisional.

sena

Hustim

dan

Ramli (2007) untuk

barlskitan perjalanan perr.lmaharl di

Kota

Makassar. Nan.run

demikian.

untuk

permasalahan

bangkitan pcrialan

komuter

pinggiran

kota

di

lndoncsia.

masil.r

sedikit

penelitian

lang

telah dilakukan

untuk mengevaluasi

kondisi

yang ada sckaligus menemu-kenali solusi

Iang

dapat diberikan. Salah satu penelitian

terkini

lang

pernah dilakukan

terkait

hal

ini

adalah studi terbatas

mengenai aspek

u,aktu

keberangkatan

perialan komuter pinggiran

kota

di

Kota

Makassar (Ramli.

M.l.

dan Rachman. R..2012).

Dalam

rangka mencari

solusi

atas permasalahan

ini.

sebagai langkah

aual studi

ini

bertujuan

untuk

menganalisis besaran

potensi bangkitan

pergerakan

komuter

)ang

ditimbulkan oleh

suatu perumahan 1'ang berlokasi

di

wilayah-u'ilayah pinggiran

kota.

dimana

studi

ini

mengambil

kasus

pada

salah

satu

perumahan terbesar

di

wila.vah

selatan

pinggiran

Kota

Makassar.

dan

pendekatan

model yang

digunakan

adalah pemodelan regresi linear berganda.

2.

MODEL

REGRESI

LINEAR BANGKITAN PERGERAKAN

.{sumsi model analisis regresi dalam penggunaannya untuk pemodelan dan perencanaan transportasi adalah suatu model dalam pemodelan bangkitan pergerakan yang dilakukan sebagai usaha

untuk

mendapatkan hubungan

linier

antara

jumlah

pergerakan yang

dibangkitkan oleh zona dari

ciri

sosio-ekonomi rata-rata dari rumah tangga pada setiap

zona.

Pendekatan

yang

digunakan

adalah analisis regresi

linier

berganda

(Multiple

Linier

Regression

Analysis).

Teknik

ini

merupakan

teknik

analisis regresi

linier

sederhana yang diperluas untuk mendapatkan hubungan lebih

dari

satu variabel bebas.

Hal

ini

penting karena kenyataannya

jumlah

variabel penyebab pergerakan

lalu

lintas

yang

mungkin

akan

mempengaruhinya

cukup banyak atau

lebih dari

satu

peubah,/

variabel

bebas.

Multiple

Linier

Regression

Analysis (Tamin. 2002)

adalah

teknik statistik yang sering digunakan dalam memperkirakan Bangkitan-Pergerakan pada masa

yang akan datang. dimana dua atau

lebih

variabel

(faktor)

bebas yang mempengaruhi

jumlah

pergerakan.

Teknik

ini

mengukur

sampai se.iauh

nana

pengaruh

dari

setiap

faktor dan hubungannya dengan

faktor

lainnla.

Nlodel umum bentuk

ini

adalah (Tamin.

2002):

Y:a+bdt

-

bit+

...

+ b,,"Y,,,

(l)

Dimana.

I'adalah

variabel tidak bebas:

-\r.

-\',. adaleh sc'iunrlah zr r ariabel bebasl 6r,

b-adalah koefisien regresi; dan a adalah konstanta.

Model

regresi merupakan

model l ang

dibangur

:::s

prinsip

asun.rsi

statistik

bahwa

peubah

tidak

bebas

()')

adalah n.rerupakan

tur.gs:

.:::e:

Jeri

peubah bebas (.1Q. Jika

hubungannya

tidak linier.

maka data harus

i:::-':..:.'rt::ikan

terlebih

dahulu

agar

menjadi

linicr.

Disamping

itu.

pcubah.

I3r*l::-r

::-:::.

rcbrs.

adalah tetap dan telah

diukur

tanpa galat.

Asumsi

lainnra eJll.:h

:rl"-..

::: .:::

:-ii

)ang

kuat antara sesama

peubah bebas. variansi dari peuL':h

::j:i

a.'::!

:::r-::::

-:"::.

regresi adalah sama untuk

(3)

S.rrl/rrr- \ (/\/rr?./1

l\'

:l)11TtkntkSrptl

lT::

l)trtn

l)tJ

\tri

Ktrlsrrul.si Llu!rtnt \ltttunl,ll,:

'

::

t\ld\tctpl,

t I'erctpututt LlLrn Perluus.rn

lrti'

:

hlrus

telsebar

nonnal

atau minimal

scmua peubah bebas. dan

lliiai

peubah

i:i*.

f ,'1,r:

mcndekati normal (Tamin.

l00l

).

3.

METODE

STUDI

Lokasi studi

Scsuai dengan

tu.iuan

studi. maka

penelitiarr

ini

nrerrilih

suatu

peruntahan Bumi Tamalanrea Permai

(B'IP)

)

ang terletak

di

u ilar

ah

utara pinggiran

Kota

Makassar. Perumahan

BTP

merupakan salah satu perumahan

pinggiran

kota terbesar

di uilalah

tersebut dengan

jumlah

rumah

)ang

mencapai 8000-an

unit

R'l'

dan

tingkat

variasr tipe

rumah

.vang

kompleks. mulai

dari

tipe

2l

hingga

tipe 70.

Kondisi

aksesibilitas

perumahan

juga

cukup

melnadai

untuk

melakukan perjalanan

dari

dan

ke

lokasi perumahan. karena

jalan

masuk-keluar perumahan berhubungan langsung dengan suatu

.jalan

arleri

utama

)ang

merupakan

jalan

akses

dari dan ke

pusat

Kota

Makassar.

Disamping

itu.

berdasarkan

hasil-hasil suatu

survei

pendahuluan.

diperoleh

bahu.a

sebagian

besar penghuni

perumahan

BTP

adalah

tergolong komuter yang

tempat

kerjanla

berlokasi

di

*'ilayah

pusat-pusat

Kota

Makassar.

Kondis-kondisi

ini.

memberikan

peluang

1'ang

baik

untuk

melakukan

penelitian

terhadap

bangkitan perjalanan kerja dari dan ke perumahan yang berlokasi

di

wilayah pinggiran kota sesuai

dengan maksud dan tujuan studi

ini.

Variabel-Variabel

Penelitian

Penelitian

ini

mengidentifikasi dan mempertimbangkan 5

(lima)

variabel bebas (,l') yang

diduga dapat mempengaruhi

timbulnya

suatu bangkitan perjalan kerja dari suatu rumah

tangga

(RT)

yang berlokasi pada

wilayah pinggiran kota.

Ke lima

variabel dimaksud

disajikan

pada

Tabel

l.

Adapun variabel

terikat

()')

pada

studi

ini

adalah

jumlah

perjalanan

kerja

dari

suatu

RT.

Atribut-atribut variabel

yang dipertimbangkan dalam studi

ini

didisain sebagaimana tersaji pada Tabel I .

Metode

Pengumpulan

Data

Data-data

yang

diperlukan pada

studi

ini

dikumpulkan

melalui

suatu kegiaran sun ei

\\'a\\,ancara

rumah

tangga

(RT) baik

terhadap kepala

RT

maupun anggota

RT

r ang

ditemui

saat survei dilakukan. Jumlah sampel

RT

yang diwa\\ancarai pada studr adalah sebesar 150

unit RT

yang

dipilih

secara acak. Penentuan

jumlah

sampel

RT

tersebut didasarkan pada pertimbangan akan keterbatasan sumber daya dan r"'aktu penelitian.

Tabel

l:

Variabel dan

Atribut

Penelitian

Nama Variabcl \otasl Atribut Variabel Bangkitan RT (Perialandn

per-hrrj)

\'

a I

Jumlah Anggota Kcluarga

(Orang)

\

a < 2

Jumlah Penghasilan (Rp

l\10")

\:

a < 0 5

Jumlah Kcpcmilikan Mobil (l

nir)

\

r

0

Jumlah Kepernilikan Scpeda Motor i L

nr:

\-

a t)

b.2

cl

d4

b

l-.1 c5-6 d7

8

h05-1

c.

1-15

d.

l5-2

b b b

c.2

d.>2 c

2

d.>2

c.2

d 3 c.>4 e. Lainnla e >2 c >3 Jumlah Pckcria dalanr R'l'(Orang)

\-

a L)

Survei

wawancara

dilakukan

dengan

menggunakan

kusioner

yang terlebih

dahulu

dirancang dan

diuji

coba dencan suaru studi pendahuluan. Perancangan

isi

pertanyaan

pada kusioner

didasarkan

pada rumlah

rariabel

beserta atribut-atribut

variabel sebagaimana disajikan pada Tabel .

(4)

:;t'ntuldt

\t

rit)tldl

l\

:01

I

Ieknik Sipil l'fS Sutu/:tr',Lt

l'cr.tn InJu:u

i

Ktnsrt ttI..i tfulLttn \fununjung \1P3El

t\lutt,rplun Pttttltrttun Jon

['crlut:tn

Ptnthungunun f.A,nt"ni .

Metode

Analisis

Data

Mctode analisis data

lang

digunakan dalam penelitian :r-.: -,.:-, -r;r -rn-rli.is regresi

linier

bcrganda dengan menggunakan program

Slulittit

['t,"1i.,', -',;

\-,,.ir/i

\L'rrn1c, (Sl'SS)

\ersi

18.0.

[)alam

menganalisis data. beberapa ta].iapln

r.r

it.li:iik

hirrus dilakukan

agar suatu

model

bangkitan pergerakan

)ang

(lihasilk.rn

Jirrrlt.rkrn

\alid.

Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai bcrikut:

(a)

tjji

Validitas dan Reliabilitas

Uji

validitas bertuiuan untuk mengu.ii apakah pertan)aan pada sllatu kuesioncr mampu

untuk mengungkapkan sesuatu )'ang akan diukur ole-h kuesioncr rcrsebut. sedangkan

uji

reliabilitas data benu.juan untuk mcngu.ii apakah.ia\ aban scseorang terhadap petan)aan adalah konsisten atau stabil dari vn'aktu ke qaktu.

(b)

Uji

korelasi

Uji

korelasi

dilakukan untuk

mengetahui kekuatan/keeratan hubungan antara r,ariabel bebas dengan variabel

tak

bebas.

Hasil

dari

uji

korelasi

dinl'atakan dengan koefisien

korelasi. dimana dengan

nilai

koefisien

korelasi

ini

dapat diketahui

tingkat

keterhubungan antara variabel tak bebas dan variabel bebas yang mana sangat berguna

dalam

menganalisa

tingkat

keterhubungan tersebut.

Untuk

hubungan

antar

variabel bebas akan

dipilih

variabel bebas 1'ang

memiliki nilai

korelasi

tidak

kuat dalam suatu persamaan. sedangkan hubungan antara

variabel

bebas

dan variabel

tak

bebas akan

dipilih iariabel

bebas yang

memiliki

korelasi

yang

kuat dalam

suatu persamaan.

Uji

korelasi dilakukan dengan menginterptretasi

nilai

r

pada tiap hubungan variabel.

(c)

Uji

Model Regresi Beganda

Pada tahap

ini.

dua

jenis

uji

dilakukan terhadap model regressi yang

di

analisis. Kedua

jenis

uji

tersebut

meliputi

uji

multikolinearitas,

untuk

menguji

apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. dan

uji

normalitas, untuk

menguji

apakah dalam sebuah

model

regresi. variabel dependen.

variabel

independen

atau

keduanya mempunyai

distribusi normal

ataukah

tidak.

Disamping

itu

juga dilakukan

uji

rasionalitas tanda dari parameter model dan

uji

signifikansi

suatu variabel

di

dalam model.

4.

HASIL PEMODELAN BANGKITAN PERJALANAN KERJA

Deskripsi

Data

Hasil survei wawancara rumah tangga pada lokasi Perumahan Bumi Tamalanrea Permai

(BTP) untuk semua variabel yang dipertimbangkan pada studi

ini

dalam bentuk statistik deskriptif variabel yang disajikan pada Tabel 2.

Hasil-hasil pada Tabel

2

bila

dikaitkan

dengan

kategori

atribut pilihan

variabel sebagaimana

disajikan

pada

Tabel

I

memperlihatkan bahw,a rerata

rumah

tangga

di

perumahan

BTP

membangkitkan

3

perjalanan

dalam

sehari.

Hal

ini

didukung

oleh

rerata

jumlah

anggota keluarga

RT -l

-

-{ oranq dan rerata

jumlah

orang yang bekerja dalam

R'f

sebanyak 2 orang. Jumlah penghasilan RT umumnya bcrada pada kisaran Rp.

1,5

-

2,0

x

106. Jumlah kepemilikan kendaraan roda empat

(mobil)

dominan berimbang antara

RT yg

tidak mempunl ai

mrrbil

denqan

R'l'

yang

memiliki

1

unit mobil.

Adapun

untuk

kepemilikan sepeda motor. perumahan

BTP

didominasi oleh

RT

.vang

memiliki

sepedamotorl-2unit.

(5)

'..i\r,ndl

L\

)01J lckntkSiptl

Il\::

!'.,

:.,t, t K,tnstrtrAsi Llulunt .\ltnun.ttt,-:

\ij ::

'\r,.

.,; l)rrLrlultJn Jdn l'erluusun

I)rnti.i).,

,. :,. ,

,rr J)t,lr)nr'\!,!)

Tabcl

2

Statistik

Deskriptif

Variabel

\lnra

Variabel Notasi \lirti.r rk Dc\Lr ipr il'

Re.irrJ

Std I)er ias i

B.in,:kitan Pergcrakan

J rLnr

lrh

\nllsota Kcluarga lLrnrleh Penghasilan Jurnlah Kcpcmilikan Mobil

J um lah Kcpcmilikan Sepeda Motor

J um lah Pckcrja xr

xl

xr

X.

I9ii:

I

ll_.j_i I5600

til00

2.6-100

I lt89l

0 8i789 0 95 172 0.5 i.195 0.7109 r 0.61751

Korelasi

Antar Variabel

Sebagai

tahapan

awal dalaln menilai kcla\akan variabel untuk

digunakan

dalam

pemodelan

regresi

linear

bcrganda

bangkitan

pergerakan.

maka terlebih

dahulu

dilakukan anlisis korelasi antar variabel-variabel penclitian.

I{asil-hasil

analisis korelasi antar variabel dengan menggunakan program

aplikasi

SPSS 18.0 disajikan pada Tabel

3

Tabel

3.

Nilai-Nilai

Koeflsien Korelasi Antar Variabel

Variabel Nama

Variabel

Notasi

Bangkitan Pergerakan Jumlah Anggota Keluarga Jumlah Penghasilan Jumlah Kepemilikan Mobil Junrlah Kepemilikan Sepeda Motor Jumlah Pekerja xr

xr

X,I XJ

xj

r.000

0.257

0.257

1.000

0.176

0.035 0.

r48

-0.0,16 0.

t49

0.209 0.3

t3

-0.051

0.476

0. 148

0.035

-0.046

L000

0.450

0.450

1.000

0.009

-0.2 l8

0.312

0.006

0.149

0.3 l3

0.209

-.0s3

0.009

0.3 t2 -0.2

rE

0 006

1.000

0.188 0.

rE8

L000

Hasil-hasil pada

Tabel

3

memperlihatkan

bahsa

korelasi

anrar

rariabel rerikat ()')

dengan semua variabel bebas

(ll

penelitian berada pada

intenal

0.15 hingga 0.5.

\ilai

korelasi

relatif tidak tinggi,

namun

cukup

memberikan ekspektasi dapat rerbagunnl a

suatu model bangkitan pergerakan

dari

perumahan

BTP Tatel 3

ruga

men-ri:h:tk:-r

bahwa terdapat

korelasi

yang negatil

meskipun

nilaln)

a

ridrk

beg:::

:ti::. r.::::

jumlah

anggota keluarga dengan

jumlah

orang

)ang

bekerja d.rn

rL:::::. :,.:::'.:.:;.:-.

mobil

dari suatu

RT. Hal

ini

sejalan dengan kecenderungan dan

re:lr::s

:::..,.-.:::.-..::

kepemilikan

mobil

dan

jumlah

orang yang bekerja dalanr

RT sanr:i

:.::\

:.,-...r.:

terhadap peningkatan

jumlah

anggota

RT,

dimana

ke

dua

ranabel tersellui

:-.r:

-::*\

bertambah sedangkan

jumlah

anggota keluarga dapat bertambah dengan

rrd:i.

oe_-::-sulit.

Korelasi negatif lainnya

juga

diperlihatkan

oleh

hubungan

antara

tinLkrr

kepemilikan

mobil

dengan

tingkat

kepemilikan

motor. Indikasi korelasi

ini

dapat

diterima oleh

karena proses

kepemilikan

sepeda

motor

di

Kota

Makassar deuasa

ini

sangat mudah dan

tidak

sesulit dengan penambahan j

umlah kepemilikan

mobil

oleh

suatu

RT.

Secara keseluruhan. Tabel 3 memperlihatkan bahwa

nilai-nilai

korelasi antar

sesama variabel bebas

(X)

baik yang berkorelasi secara

positif

maupun negatif,, tidaklah

begitu

tinggi.

Semuanya

memiliki nilai

korelasi

di

bawah

0,5. Hal

ini

memberikan peluang untuk menggunakan semua variabel bebas masuk ke dalam proses pemodelan

untuk

di

analisis

lebih

lanjut tingkat

signifikansinya terhadap besar

bangkitan

pergerakan yang dapat

ditimbulkan

oleh suatu RT di perumahan BTP.

(6)

ScnttnLtt \,tst,'rttl

I.\

1013 7'tInik Srpil ITS SuruhLru

I'ertn lnhsrrr Kt)tl\tt k\t tlulunt \lenatjruu llP3[.1

(\ltttuplLn

I'LrLLpr.ttttn dun [',:rltr,tstn ['tnhansun,Jn LLon,,tni l,:..

Kalibrasi

dan

Validasi Model

Selanjutnra. dcngan

hasil-hasil

analisis

korelasi

iut.

ntlkl

j:.r_\:r,..tn

frr()scs kalibrasi

nilai-nilai

parameter

model

bangkitan pcrgerakln

r!':,.r.1.i,r1,,

irt flTp

clcnga'

nenggunakan program kon.rputasi SPSS 'l

8.0.

llasil-hasil

kalrhrasr pararneler model dar.)

berbagai

indikator signifikansi

model (n.risalnla

nilai

,...il:i

p'.

.lan

nilai

udjusratl R:)

dan signifikansi rariabel

di

dalam model (nilai

p

'crlirc arau

.\/g

l drsajikan pada

label

-l

Tabel

.1. Statistrk Deskri

til

Variabel Nanla

'ariabcl

Nor.rsi

Ntnd(l-t

i\l,rLlct-2

\loLlcl-_l

f \,' I \ /i \r',

lnlcr\el

!,,

-0-197 0-il:

-,

jjl

,ljl

_0

-]97

0l6t

Jumlah Angsota Kcluarea lumlah Pengha\rlalr Jurrlah Kepemilikan Mobil

Xr

030ll

(l

001 Ll,,s ,'1I 0.lli

0000

x.

0

496

0.000

1)

+85

\)

\)i)o

t)

+90

0 00i)

xr

-0

o.ill

0.822

Junrlah Kcpcmililrn \cFd.r

V,'t,'r

X,

U

URfl

0

l{l

0

092

0

l0l

0ll{)

rJ

0lI

;

RT

0lt7

0.0t1 0

-151

0 0{)6 0 569 0 569 0_lt1 u.i 0i {) 566 0l2(i 0 306 0 32.1 0 ]0{)

Tabel

4

memperlihatkan bahwa pada proses

awal kalibrasi model

bangkitan dengan

menasukkan semua

variabel

bebas

ke

dalam model

(Model-l).

sebagian

besar parameter variabel bebas memberikan tanda yang

positif

dan

nilai

signifikansi

(Sig.)

]

ans

baik. Kecuali

variabel

jumlah

kepemilikan

mobil (x3)

yang

memberikan tanda

parameter

]ang

negatif.

Nilai

parameter

yang negatif

tersebut

berlawanan dengan

rasionalitas

lang

diharapkan terhadap

variabel

besaran

bangkitan

pergerakin.

Disamping itu.

nilai

srg. variabel X3 yang ridak signifikan (Sig. > 0.05.t.

Berdasarkan hasil

uji

tanda parameter dan

signifikansi

variabel tersebut. maka tahapan

pemodelan

dilanjutkan

dengan

mengkalibrasi

kembali model

bangkitan

p..g..ulun

yang

tidak

lagi

memasukkan variabel

x,.

Hasil

pemodelan pada tahapan

ini

disajikan pada

Tabel

4

sebagai

Model-2. Hasil kalibrasi

Modet-2

memperlihatkan bahwa ke

empat parameter variabel bebas sudah memberikan

nilai

yang bertanda

positiL

Namun

demikian, variabel

jumlah

kepemilikan sepeda motor (Xa) mempunyai

nilai

signifikansi

yang

lebih

besar

dari

0,05 yang

mengindikasikan bahwa

variabel

tersebut

memiliki

pengaruh yang tidak signifikan

di

dalam model.

Hasil kalibrasi Model-2

ini

memberikan

ruang untuk

melakukan

kalibrasi

model

bangkitan pergerakan tahap

ketiga

dengan menghasilkan

Model-3

sebagaimana pada Tabel 4. Tabel 4 memperlihatkan bahwa semua variabel bebas yang

tersisi

memberikan tanda parameter yang

positif

dan

ringkat signifikansi

variabel yang

baik

(Nilai

Sig.

<

0.05).

Melalui

serangkain proses

kalibrasi model

tersebut

di

atas. maka secara keseluruhan

diperoleh

gambaran bahwa variabel

jumlah

anggota

dalam

RT

(X1),

pendapatan RT

(X2) dan jumtah anggota RT yang bekerja (X5) merupakan tiga variaber yang

iignifikan

mempengaruhi secara

positif

besaran bangkitan perjalanan

kerja

dari

suatu

RT

pada perumahan BTP yang berlokasi di pinggiran Kota Makassar.

Lebih

jauh,

Tabel

4

juga

"memperliharkan

berbagai

indikator signifikansi

model

(misalnya

nilai

r,

nilai Rr.

dan nilai

attjusted

Rt).

Indikato.-indikator

tersebur

mengindikasi bahwa

tingkat signifikansi

ke

tiga

model masih dapat diterima meskipun

nilai-nilai

indikator

F

dan adjusred R:y sebesai 0.3

lang

tergolong

relatifkecil

(< 0,5),

namun

nilai

indikator

r

masih sedikit

di

atas 0,5. Tingkat penerimaan terhadap model

ini

didukung dengan hasil-hasil

ralidasi

antara probabilitas

kumulatif

pengamaian dengan

(7)

Sentintr \Ltsionul

L\.

:t)13 Ttknik .\tpil ITS SurahutLt

Perttt Irtthrstri Koustruk't JuIunt \Ienurt1tne II|'3EI

(\lLuterlt/tut Pertel)utLtn lttn l)trluusln Pentltunputtun Ilktnrtntt InLLtnctr.rt

probabilitas

kumulatil'prcdiksi

ke tiga modcl

vang secara

risual

tcrlil.rat relatil'sangal baik sebagaimana disaiikan pada (iambar 2.

p.ob:biritrt{c6ur.trrpenerm:..n ..";:r,,...;',-,.*;..r.-... "'",.;-.r,,,,;;,-.,.;,".,".-,,

Gambar

2. Validasi Model Bangkitan Perjalanan Kerja RT

di

perumahan

BTp

5.

DISKUSI DAN KESIMPULAN

Faktor-faktor berpengaruh dari suatu rumah tangga

(RT)

terhadap bangkitan perjalanan

kerja bagi

individu-individu

vang

berdomisili

pada suatu perumahan yang berlokasi di daerah atau

wilayah

pinggiran kora (sub-urban oreu) telah dianalisis

pada

studi

ini

menggunakan pendekatan model regresi linear berganda.

Variabel

jumlah

anggota rumah tangga

yang

bekerja

dan

tingkat

pendapatan rumah

tangga

serta

jumlah

anggota keluarga

secara

total

merupakan

tiga

variabel

yang

signifikan

mempenganrhi

jumlah

bangkitan

pergerakan/perjalanan

kerja

per-harinya

dari

suatu

rumah

tangga

di

wilayah pinggiran kota.

Kondisi

kepemilikan

kendaraan

bermotor, baik roda empat

(mobil)

maupun roda dua (sepeda motor)

tidak

berpengaruh

nyata

terhadap

jumlah

perjalanan

kerja

individu

dalam rumah

tangga.

meskipun

kepemilikan

sepeda

motor

memberikan kecenderungan

yang

positif

didalam

model

regresi.

Hal

ini

disebabkan karena jauhnya

jarak

perjalanan

dari

suatu perjalanan kerja dari dan ke wrlayah sub-urban.

Keterbatasan

jumlah

variabel yang difokuskan dan tingkat signifikansi model pada studi

ini

memberikan peluang

untuk

melakukan

studi

lebih

lanj

ut

terhadap analisis

taktor-faktor

berpengaruh

dalam suatu

perjalanan

kerja

lkomuter)

bagi

indiridu

vanc

berdomisili

di

pinggiran kota, dengan mempertimbangkan kompleksitas

jumlah

r ariabel

yang lebih

meningkat.

Disamping perlunya dilanjutkan

kegiatan

penelitian

terhadap berbagai model keputusan perjalanan komuter tersebut, seperti model-model keputusan

pemilihan waktu

keberangkatan.

pemilihan

pola

perjalanan,

dan pemilihan

moda perjalanan,

di

masa mendatang.

6.

UCAPAN

TERIMA

KASIH

Penulis menyampaikan ucapan rerima kasih kepada

pihak

Lab. Riset Rekayasa Sistem Transportasi (Lab-Reksisrrans )

Kelompok

Riset Rekayasa Transportasi (KR-Rektrans)

Jurusan

Teknik

Sipil

Fakultas

Teknik

Universitas Hasanuddin yang telah mengizinkan

penggunaan database Lab-Reksistrans untuk keperluan penulisan makatah

ini.

P.ob:Silitrt {c6ul.trtPenSrm:tln Probrbi hfu KuFu aFJP.ng.n.F.

(8)

Setnindt \,t,,tott,!l

l\'

1013 TeknilSiptl

llSStuhad

PtrLtn lndu:tt

t

I.ltnsrurk.si tlulunt \lentrttlung.ltl'3Et

I\lu\!!rpldttIttrtclturLrntltnPcrluusunl)enhungunLrnEk(n1()Dt)l,t.i.-.

DAFTAR PUSTAKA

I.

Ali.

N..

dan Ramli. M.1.. (2005)

Pcmode'lan

Br:::*r:.,:r-

Lrrrkan

perscrakan Berbasis

Zona Wilal

ah

Administratil

Kccanrari

n

ni.t.t

D.rcr.lit \

rins

Didominasi

Lahan

Pcrlanian/Perkebunan.

Prosiding Simposium

\

Ill

Forum

Studi

Transportasi antar Perguruan Tinggi,

Inirersitas

Srirrijara.

palcmbang,

5

Desember 2005.

2.

Hustim.

M.

dan

Ramli.

M.1.. (2007)

Studi

Bansknan Perjalanan pada Kompleks

Perumahan Dengan

Model Analisis Kategori

(

Studl

Kasus

:

perumahan

BTp

Di

Kota

Makassar).

Prosiding Simposium

X

Forum Studi Transportasi antar

Perguruan Tinggi, Universitas Tarumanagara,

Jakarta, 2{

November 2007.

3.

Pasra.

M..

Ali,

N..

dan

Ramli. M.1..

(200.1)

\lodel

Bangkitan

pergerakan

Perumahan

Ke

Pasar

Tradisional

(Studi Kasus

:

Penduduk

Kompleks

BTN

Minasa Upa Ke Pasar Pa' baeng-baeng).

Prosiding Simposium

VII

Forum

Studi

Transportasi antar Perguruan Tinggi, Universitas

Parahyangan, Bandung,

1

I

September 2004.

4.

Ramli. M.1.. dan Rachman. R., (2012) A departure time hoica model o.f suh-urban

u'ork

trips

based on

disutility

minimizing

upproach. prosi<iing

The lsth

FSTPT

International

Symposium,

Pekanbaru,

23-2,1 November 2012.

5.

Tamin.

O.2.,

(2002) Perencanaan dan Pemodelann Transportasi.

penerbit ITB,

Bandung.

6.

Thaleb. F.A.,

Fawziah.

A..

Pasra,

M.,

dan

Ramli,

M.I..

(2012)

Model

Bangkitan Pergerakan Perumahan

Minasa

Upa

ke

Pasar

Tradisional

di

Kota

Makassar.

Jurnal

Rekayasa

Transportasi, Volume

l,

Nomor

l,

Hal,

I

-

6.

Gambar

Tabel  3.  Nilai-Nilai  Koeflsien  Korelasi  Antar  Variabel
Tabel  .1.  Statistrk  Deskri til  Variabel Nanla
Gambar  2.  Validasi  Model  Bangkitan  Perjalanan  Kerja RT  di  perumahan  BTp

Referensi

Dokumen terkait

 Jenis kendaraan yang dimiliki mahasiswa UIN Alauddin yaitu lebih dominan mahasiswa memiliki kendaraan sepeda motor sekitar 64% dibandingkan dengan yang memiliki

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa akumulasi maksimum terjadi pada hari Sabtu, yaitu 173 untuk jenis kendaraan mobil dan 295 untuk jenis kendaraan sepeda motor..