VOLUME 3(1), 2019, 11-21 ISSN 2548-9593 | E-ISSN 2654-8348 | WWW.JBS.OR.ID
Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 Internationallicense.
DOI10.14421/jbs.1227
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Neneng Salmiah
Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning, Jl. Yos Sudarso Km. 8 Rumbai - Pekanbaru, Indonesia. Email: [email protected]
Abstrak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat Desa Buluhcina tentang potensi wisata yang dapat dikembangkan serta peningkatan pengetahuan mempromosikan Desa Wisata Buluhcina melalui media sosial sehingga Desa tersebut menjadi maju dan mandiri serta kesejahteraan masyarakat meningkat. Permasalahan mitra adalah belum dikembangkannya potensi wisata yang dimiliki serta belum mempromosikan desa wisata secara optimal. Hal ini tentu saja berdampak pada rendahnya minat wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Buluhcina. Khalayak sasaran adalah perangkat desa beserta masyarakat Desa Buluhcina. Solusi yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dalam rangka peningkatan wawasan terkait pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina dan meningkatkan pengetahuan dalam mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui media sosial. Hasil yang dicapai adalah peningkatan wawasan peserta terhadap potensi wisata yang dapat dikembangkan di Desa Buluhcina dan peningkatan pengetahuan dalam mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui sosial media. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta pada saat pelaksanaan serta peningkatan hasil pre-test. Kata Kunci: potensi wisata; Desa Buluhcina
Abstract. This program of community service aims to improve the insight of the community of Buluhcina Village about the potential of tourism that can be developed as well as increased knowledge of promoting the Village of Buluhcina through social media so that the village becomes advanced and independent and the welfare of society increases. Partner problems are not yet developed the tourism potential that is owned and has not promoted the tourist village optimally. This of course affects the low interest of tourists visiting the Tourism Village Buluhcina. The target audience is a village device along with the people of Buluhcina Village. The solution is to provide counseling in order to increase the insight related to the development of tourism potential in Buluhcina Village and increase the knowledge in promoting Buluhcina Village tourism through social media. The results achieved are increasing participants' insight into tourism potentials that can be developed in Buluhcina Village and increased knowledge in promoting the tourism of Buluhcina Village through social media. This can be seen from the enthusiasm of participants at the time of execution and improvement of pre-test results.
Keywords: tourism potential; Buluhcina village
1.
Pendahuluan
Desa Buluhcina merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Propinsi Riau dengan nama Desa Wisata Buluhcina. Namun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Buluhcina masih rendah. Lokasi Desa Wisata Buluhcina berjarak sekitar 20 kilometer atau setengah jam perjalanan mengendarai mobil dari Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau. Dan berjarak sekitar 90 kilometer dari Bangkinang, Ibukota Kabupaten Kampar. Desa Wisata Buluhcina dibelah oleh Sungai Kampar yang dikelilingi oleh hutan tropis seluas 100 (seratus) hektare lebih. Dengan kondisi alam ini maka Desa Buluhcina sering dijadikan tujuan untuk memancing bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang ingin berekreasi sambil menyalurkan hobby memancing. Dari kegiatan masyarakat yang datang memancing tersebut sebenarnya ada potensi yang dapat dikembangkan untuk memajukan desa wisata tersebut. Potensi wisata Desa Buluhcina tersebut dapat dilihat pada gambar 1.
Salmiah
12 Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21
GAMBAR 1. Desa Buluhcina terletak di Pinggir Sungai Kampar.
Desa Wisata Buluhcina memiliki tujuh danau yang saling berdekatan, keindahannyapun eksotik. Danau itu berada dalam hutan yang diberi nama oleh warga setempat dengan nama Rimbo Tujuh Danau. Kini hutan itu dinyatakan sebagai hutan adat masyarakat Buluhcina. Tujuh danau itu berada dalam hutan, yakni, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tuok Tonga, Danau Pinang Dalam dan Danau Pinang Luar, Danau Rayo, Danau Tanjung Baling dan Danau Bunte. Ketujuh danau ini memiliki keindaham yang eksotik dan udara yang segar dan asri. Danau dikelilingi hutan yang rimbun dengan kayu-kayu berbatang besar yang berumur ratusan tahun. Selain cocok untuk wisata alam, juga cocok untuk wisata pancing. Namun tidak semua danau-danau tersebut dapat diakses karena minimnya sarana dan prasarana serta tidak semua danau tertata dengan baik. Ini tentu saja merupakan potensi yang dapat dikembangkan sehingga Desa Wisata Buluhcina makin berkembang dan dapat memajukan perekonomian desa tersebut.
Di desa ini pengunjung bisa melihat rumah panggung khas Melayu Kampar, Balai Adat dan museum dua suku yang berisi peralatan-peralatan yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur. Bahkan di Desa Buluhcina ini berdiri bangunan yang diberi nama Anjungan M. Yunus. M.Yunus adalah pemuka masyarakat yang memberi ide untuk pacu sampan. Pacu sampan termasuk kegiatan yang rutin dilakukan di Desa Buluhcina dan pada tahun 2006 di Desa Buluhcina pernah diadakan pacu sampan untuk tingkat nasional dan ASEAN. Namun event tersebut hampir tidak terdengar dan berlalu begitu saja bagi masyarakat Propinsi Riau dan sampai saat ini belum ada dilaksanakan event yang sama. Ini tentu saja merupakan masalah besar yang tidak saja menjadi tanggung jawab Pemerintah Propinsi Riau tetapi juga tanggung jawab pihak akademisi. Bangunan-bangunan monumental yang terdapat di Desa Buluhcina dapat dilihat pada gambar 2.
GAMBAR 2. Rumah panggung khas Melayu dan Anjungan M. Yunus.
Bagi yang suka berpetualang, dapat menyusuri hutan belantara yang berisi ratusan pohon kayu yang menjulang tinggi. Di lokasi ini pengunjung bisa menjumpai berbagai jenis pakis gajah, pinang-pinang, anggrek
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21 13
hutan, serta berbagai jenis satwa liar, seperti rusa, kijang, monyet, siamang, musang, trenggiling, landak dan tupai. Para pencinta alam yang ingin bermalam dapat berkemah di tanjung-tanjung sungai. (riausatu.com, 2015). Saat ini Wisata memancing, wisata danau dan hutan di Desa Buluhcina serta keindahan alam lainnya dapat dinikmati masyarakat yang berwisata tanpa dipungut biaya bahkan tidak dikenakan biaya parkir. Cukup dengan membayar biaya transpotasi menyeberang dengan biaya yang sangat murah yaitu bagi penduduk Desa Buluhcina Rp 1.000,- pulang pergi dan bagi masyarakat yang berkunjung sebesar Rp 2.000 pulang pergi. Untuk sebuah desa wisata, tarif ini perlu ditinjau kembali.
Disamping itu Desa Buluhcina juga mempunyai keramba ikan baung dan ikan tapa yang merupakan ikan khas Propinsi Riau dengan rasa yang lezat. Saat ini ikan baung dan ikan tapa yang dipanen rata-rata 1 ton/7 bulan hanya dipasarkan ke rumah makan-rumah makan dan ke pasar tradisonal. Sebenarnya ikan baung dan ikan tapa ini dapat diolah menjadi makanan siap saji di saat orang berwisata ke Desa Wisata Buluhcina tersebut. Dengan kata lain, ikan baung dan ikan tapa ini dapat dikembangkan menjadi wisata kuliner Desa Buluhcina. Berdasarkan hasil survey tim pelaksana PKM, di Desa Wisata Buluhcina ini hanya memiliki 1 pondok kuliner dan itu tidak menyajikan masakan khas olahan ikan baung dan ikan tapa.
Layaknya tempat wisata, tentunya ada sesuatu hasil olahan sumber daya alam desa tersebut yang bisa dijual atau dibeli oleh wisatawan sebagai souvenir untuk dibawa pulang. Desa Buluhcina mempunyai sumberdaya alam berupa rotan dan pandan. Saat ini rotan dan pandan belum diolah sama sekali. Hal ini tentu saja merupakan potensi yang harus dikembangkan untuk menjadi produk olahan berbahan rotan dan pandan seperti tas, dompet dan sebagainya. Sehingga tercipta usaha industri kerajinan rotan dan pandan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat baik ibu-ibu rumah tangga maupun pemuda-pemudi karang taruna untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
Semua yang telah diuraikan di atas adalah hasil wawancara tim pelaksana dengan Kepala Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu dan Kepala Dusun I yaitu Bapak M. Ralis T. dan Bapak Syahrial. Hal ini tentu saja membutuhkan perhatian berbagai pihak baik pemerintah, pihak swasta, maupun pihak akademisi untuk melakukan pembinaan terutama pengembangan potensi wisata Desa Buluhcina dan pengetahuan mempromosikan potensi wisata itu sendiri sehingga Desa Buluhcina mampu menjadi desa yang maju, mandiri dan memiliki masyarakat yang sejahtera.
Untuk mengembangkan potensi wisata maka harus dilakukan berbagai upaya baik meningkatkan pelayanan, edukasi, menyediakan sarana prasarana yang memadai. Penelitian Navarro and Iglesias (2009) yang berjudul Wine Tourism Development from The Perspective of The Potential Tourist in Spain menemukan bahwa The services offered by wineries, the possibility of increasing knowledge about the wine product, the possibility of providing leisure activities, and interest in the wine product, are factors that positively affect the intentions of potential wine tourists. In the context analysed, neither cost nor time nor distance act as barriers to the development of wine tourism. Ini menunjukkan bahwa layanan yang ditawarkan oleh perkebunan anggur, kemungkinan peningkatan pengetahuan tentang produk anggur, kemungkinan menyediakan aktivitas santai, dan minat pada produk anggur adalah faktor yang secara positif mempengaruhi niat calon wisatawan anggur sehingga baik biaya, waktu maupun jarak bukanlah penghalang pengembangan wisata anggur.
Disamping itu potensi wisata yang ada tentunya harus dipromosikan agar dikenal oleh masyarakat luas. Untuk mempromosikan desa wisata dapat dilakukan dengan testimoni dari mulut ke mulut maupun dengan menggunakan media sosial. Penelitian Lam et.al (2011) dengan judul Macao's potential for developing regional Chinese medical tourism, It was found that there is a definite opportunity for medical tourism in Macao among Chinese tourists. The bodycheck is the medical service most highly sort and word‐of‐mouth together with the internet are the most preferred channels for information. Majority also prefer to package their medical trip with tourism activities. Ini menunjukkan bahwa ada kesempatan yang pasti untuk wisata medis di Macau di kalangan wisatawan China. Bodycheck adalah layanan medis yang paling menyortir dan kata-kata dari mulut ke mulut bersama dengan internet adalah saluran informasi yang paling disukai. Mayoritas juga lebih memilih untuk mengemas perjalanan medis mereka dengan kegiatan wisata
Adapun kondisi Desa Wisata Buluhcina saat ini dapat digambarkan dari beberapa aspek. Aspek teknologi, dimana Rata-rata masyarakat Desa Buluhcina memiliki latar belakang pendidikan SLTP sehingga tidak mempunyai wawasan yang luas untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina tersebut. Teknologi yang dimiliki masyarakat Desa Buluhcina masih sederhana dimana rata-rata pekerjaan masyarakat Desa Buluhcina adalah nelayan, kebun sawit, berdagang ikan dan rata-rata ibu rumah tangga tidak bekerja. Aspek ekonomi dimana rata-rata penghasilan masyarakat Desa Buluhcina Rp.1.500.000,- per bulan. Jika
Salmiah
14 Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21
masyarakat Desa Buluhcina memiliki kemampuan mengembangkan potensi wisata Desa Buluhcina maka penghasilan rata-rata per bulan masyarakat Desa Buluhcina tersebut akan meningkat dan desanya menjadi maju, mandiri dan lebih sejahtera. Keterbatasan pengetahuan dan pendidikan masyarakat Desa Buluhcina menyebabkan masyarakat belum mampu mengembangkan potensi wisata yang ada. Begitu juga dari aspek kelembagaan, dimana Desa Buluhcina memiliki BUMDes dengan nama BUMDes Buluhcina Jaya Mandiri yang baru memiliki dua unit usaha yaitu unit usaha simpan pinjam dan unit usaha penyewaan alat transpotasi penyeberangan bagi masyarakat desa. Jika melakukan pengembangan potensi wisata yang ada sesuai dengan potensi sumber daya alam maka BUMDes Buluhcina Jaya Mandiri dapat mendirikan unit usaha-unit usaha seperti penyewaan alat pancing, pengelolaan parkir di tempat wisata, industri kerajinan rotan dan pandan, dan lain-lain sehingga hasil dari BUMDes dapat digunakan untuk kesejahteraan bersama masyarakat Desa Buluhcina. Disampin itu Kantor Desa Buluh Cina telah memiliki master plan sejak 5 tahun yang lalu hanya saja baru terlaksana 50%.
Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat mengidentifikasi permasalahan mitra yang hendak diselesaikan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu belum ada penyuluhan tentang pengembangan potensi wisata yang dimiliki Desa Buluhcina dari pihak yang berkompeten terutama dari pihak akademisi. Belum ada peningkatan pengetahuan tentang mempromosikan potensi wisata Desa Buluhcina sehingga sampai saat ini Desa Wisata Buluhcina tersebut belum dikenal secara luas oleh masyarakat Propinsi Riau maupun masyarakat di Luar Propinsi Riau bahkan mancanegara.
2.
Metode Pelaksanaan
Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mitra di atas, maka pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan beberapa metode yaitu dengan melaksanakan pre test dan post test, ceramah dan penyuluhan berkaitan dengan pengembangan potensi wisata Desa Buluhcina sesuai dengan potensi sumber daya alam dan penyuluhan terkait peningkatan pengetahuan mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui sosial media seperti facebook dan instagram, simulasi dengan melakukan pemetaan potensi wisata Desa Buluhcina dan demontrasi mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui sosial media, diskusi serta indikator untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
3.
Hasil dan Pembahasan
Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh dengan membandingkan persentase jawaban kuesioner setelah penyampaian materi (post test) tentang pengetahuan potensi wisata Desa Buluhcina dengan persentase jawaban kuesioner sebelum penyampaian materi (pre test) tentang hal yang sama. Persentase jawaban dari post test dan pre test tersebut dapat kita lihat pada tabel 1. Berdasarkan tabel 1 jawaban pre-test pernyataan No.1: “Desa Buluhcina yang terletak di pinggir Sungai Kampar dapat dijadikan salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kota Pekanbaru maupun masyarakat seluruh Indonesia”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 85,2% dan setuju sebesar 14,8% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa letak Desa Buluhcina yang berada di pinggir Sungai Kampar dapat dijadikan tujuan wisata. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentangnya potensi wisata Desa Buluhcina, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 88,9% dan setuju sebesar 11,1% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 3,7% yatu dari 85,2% menjadi 88,9%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina sangat memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi sebagai salah satu tujuan wisata di Propinsi Riau dan setelah dilakukan PKM, pemahaman masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki Desa Buluhcina meningkat.
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21 15
TABEL 1. Rekapitulasi jawaban kuesioner pre dan post-test kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
No Pilihan Jawaban Pre-Test (%) Post-Test (%)
SS S TT TS STS Total SS S TT TS STS Total
1 Desa Buluhcina yang terletak di pinggir Sungai Kampar dapat dijadikan salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kota Pekanbaru maupun masuarakat seluruh Indonesia
85.2 14.8 0.0 0.0 0.0 100.0 88.9 11.1 0.0 0.0 0.0 100.0
2 Lokasi Desa Buluhcina yang terletak di Pinggir Sungai Kampar dengan sumber daya alam yang dimilikinya merupakan potensi wisata memancing yang dapat dikembangkan sehingga menjadi salah satu pendapatan Desa Buluhcina
63.0 37.0 0.0 0.0 0.0 100.0 74.1 25.9 0.0 0.0 0.0 100.0
3 Desa Buluhcina memiliki 7 danau dengan keindahan yang eksotik serta udara yang segar dan asri yang belum diketahui
masyarakat luas menjadi suatu daya tarik yang dapat
dikembangkan menjadi potensi wisata Desa Buluhcina
59 41 0.0 0.0 0.0 100.0 66.7 33.3 0.0 0.0 0.0 100.0
4 Layaknya tempat wisata, Di Desa Buluhcina perlu pengelolaan dengan membuat pondok-pondok atau gazebo-gazebo tempat pengunjung beristirahat sambil menikmati keindahan alam Desa Buluhcina
74 26 0.0 0.0 0.0 100.0 81.5 18.5 0.0 0.0 0.0 100.0
5 Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada yang bisa dilihat dan dinikmati wisatawan
70.4 29.6 0.0 0.0 0.0 100.0 74.1 25.9 0.0 0.0 0.0 100.0
6 Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada kuliner khas Desa Buluhcina yang bisa dinikmati wisatawan
70.4 29.6 0.0 0.0 0.0 100.0 77.8 22.2 0.0 0.0 0.0 100.0
7 Desa Buluh Cina sebagai tempat wisata, tentunya ada souvenir atau kerajinan khas Desa Buluhcina yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan
59.3 40.7 0.0 0.0 0.0 100.0 63.0 37.0 0.0 0.0 0.0 100.0
8 Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada kegiatan khas Desa Buluhcina (pacu sampan) yang bisa disaksikan oleh wisatawan
85.2 11.1 3.7 0.0 0.0 100.0 88.9 11.1 0.0 0.0 0.0 100.0
9 Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada permainan rakyat khas Desa Buluhcina (budaya melayu) yang bisa disaksikan oleh wisatawan
59.3 33.3 7.4 0.0 0.0 100.0 70.4 29.6 0.0 0.0 0.0 100.0
10 Jika potensi wisata Desa Buluhcina ini dikembangkan menjadi unit usaha yang dikelola oleh BUMDes tentunya masyarakat Desa Buluhcina menjadi lebih sejahtera dan mandiri
70.4 29.6 0.0 0.0 0.0 100.0 74.1 25.9 0.0 0.0 0.0 100.0
Salmiah
16 Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21
Jawaban pre-test pernyataan No.2: “Lokasi Desa Buluhcina yang terletak di Pinggir Sungai Kampar dengan sumber daya alam yang dimilikinya merupakan potensi wisata memancing yang dapat dikembangkan sehingga menjadi salah satu pendapatan Desa Buluhcina”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 63% dan setuju sebesar 37% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa Desa Buluhcina mempunyai potensi wisata memancing yang dapat dikembangkan. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu sebagai tempat memancing bagi wisatawan, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 74,1% dan setuju sebesar 25,9% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 11,1% yatu dari 63% menjadi 74,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan yaitu wisata memancing dan setelah dilakukan PKM, masyarakat Desa Buluhcina semakin memahami bahwa letak Desa Buluhcina yang berada di pinggir Sungai Kampar dengan sumber daya alam yang dimilikinya merupakan potensi wisata memancing yang dapat dikembangkan.
Jawaban pre-test No.3: “Desa Buluhcina memiliki 7 danau dengan keindahan yang eksotik serta udara yang segar dan asri yang belum diketahui masyarakat luas menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 59% dan setuju sebesar 41% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa 7 danau yang terdapat di Desa Buluhcina mempunyai potensi wisata yang dapat dikembangkan. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu wisata alam berupa 7 danau dengan dengan keindahan yang eksotik serta udara yang segar dan asri, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 66,7% dan setuju sebesar 33,3% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 7,7% yatu dari 59% menjadi 66,7%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan yaitu 7 danau dengan keindahan yang eksotik dan setelah dilakukan PKM, masyarakat Desa Buluhcina semakin memahami bahwa 7 danau yang terdapat di desa tersebut merupakan potensi wisata alam yang dapat dikembangkan.
Jawaban pre-test No.4: “Layaknya tempat wisata, di Desa Buluhcina perlu pengelolaan dengan membuat pondok-pondok atau gazebo-gazebo tempat pengunjung beristirahat sambil menikmati keindahan alam Desa Buluhcina”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 74% dan setuju sebesar 26% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa untuk mengembangkan potensi wisata Desa Buluhcina perlu pengelolaan terutama sarana dan prasarana layaknya tempat wisata berupa pondok-pondok atau gazebo-gazebo. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu pengelolaan berupa pengadaan pondok-pondok atau gazebo-gazebo yang dapat disewakan kepada wisatawan, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 81,5% dan setuju sebesar 18,5% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 7,5% yatu dari 74% menjadi 81,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan melakukan pengelolaan berupa pengadaan sarana prasarana layaknya tempat wisata dan setelah dilakukan PKM, masyarakat Desa Buluhcina semakin memahami bahwa pengelolaan tempat wisata dengan pengadaan sarana-prasarana merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata Desa Buluhcina.
Pernyataan No.5 sampai dengan No.9 berkaitan dengan potensi-potensi yang dapat dikembangkan di Desa Buuhcina menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan dinikmati oleh wisatawan, layaknya orang berwisata dan tentunya ini menjadi daya tarik yang luar biasa untuk mewujudkan Desa Buluhcina sebagai desa wisata yang banyak diminati baik oleh masyarakat Kota Pekanbaru maupun masyarakat di seluruh nusantara bahkan mancanegara. Jawaban pre-test No.5: “Desa Buluhcina sebagai tempat wisata tentunya ada yang bisa dilihat dan dinikmati wisatawan”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21 17
desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 70,4% dan setuju sebesar 29,6% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa untuk mengembangkan potensi wisata, Desa Buluhcina harus memiliki sesuatu yang bisa dilihat dan dinikmati wisatawan, sehingga wisatawan terkesan dan ingin berwisata lagi ke Desa Buluhcina. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu perlu ada sesuatu yang bisa dilihat dan dinikmati wisatawan layaknya tempat wisata, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 74,1% dan setuju sebesar 25,9% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 3,7% yaitu dari 70,4% menjadi 74,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina sangat memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan mengelola sumber daya alam yang dimiliki Desa Buluhcina menjadi sesuatu yang bisa dilihat dan dinikmati oleh wisatawan.
Jawaban pre-test No.6: “Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada kuliner khas Desa Buluhcina yang bisa dinikmati wisatawan”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 70,4% dan setuju sebesar 29,6% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa untuk mengembangkan potensi wisata, Desa Buluhcina harus memiliki kuliner khas Desa Buluhcina (khas melayu) yang bisa dinikmati wisatawan, sehingga wisatawan terkesan dan ingin berwisata lagi ke Desa Buluhcina. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu perlu menyajikan masakan tradisional khas Desa Buluhcina (khas melayu) yang bisa dinikmati wisatawan layaknya tempat wisata, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 77,8% dan setuju sebesar 22,2% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 7,4% yaitu dari 70,4% menjadi 77,8%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan mengeksplorasi makanan khas Desa Buluhcina serta musik dan permainan tradisional yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Dan dengan kegiatan PKM, pemahaman masyarakat Desa Buluhcina terhadap pengembangan kuliner khas Desa Buluhcina semakin meningkat.
Jawaban pre-test No.7: “Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada souvenir atau kerajinan khas Desa Buluhcina yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 59,3% dan setuju sebesar 40,7% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa untuk mengembangkan potensi wisata, Desa Buluhcina harus mengolah sumber daya alam yang dimiliki Desa Buluhcina seperti Rotan menjadi souvenir yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan layaknya tempat wisata. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina yaitu perlu menciptakan produk-produk dari olahan rotan yang bisa dibeli oleh wisatawan sebagai oleh-oleh layaknya tempat wisata, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 63% dan setuju sebesar 37% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 3,7% yatu dari 59,3% menjadi 63%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan membuat produk-produk olahan rotan sebagai souvenir atau oleh-oleh bagi wisatawan. Dan dengan kegiatan PKM, pemahaman masyarakat Desa Buluhcina terhadap pengembangan produk olahan rotan menjadi souvenir semakin meningkat.
Jawaban pre-test No.8: “Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada kegiatan khas Desa Buluhcina (pacu sampan) yang bisa disaksikan oleh wisatawan”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 85,2%, setuju sebesar 11,1%, dan tidak tahu sebesar 3,7% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina sudah memahami bahwa kegiatan atau event pacu sampan yang sering diselenggarakan di Desa Buluhcina merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan karena event pacu sampan mempunyai daya tarik/keunikan tersendiri. Dan setelah
Salmiah
18 Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21
diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina melalui pelestarian atau pertunjukan pacu sampan bagi wisatawan, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 88,9% dan setuju sebesar 11,1%, dan yang menjawab tidak tahu sebesar 0% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 3,7% yatu dari 85,2% menjadi 88,9% dan jawaban tidak tahu turun dari 3,7% menjadi 0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan menampilkan event pacu sampan kepada wisatawan. Dan dengan kegiatan PKM, pemahaman masyarakat Desa Buluhcina terhadap event pacu sampan merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan, semakin meningkat.
Jawaban pre-test No.9: “Desa Buluhcina sebagai tempat wisata, tentunya ada permainan rakyat khas Desa Buluhcina (budaya melayu) yang bisa disaksikan oleh wisatawan”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 59,3%, setuju sebesar 33,3%, dan tidak tahu sebesar 7,4% dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa permainan rakyat khas Desa Buluhcina merupakan potensi wisata budaya yang dapat dikembangkan karena mempunyai daya tarik/keunikan tersendiri. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina melalui pelestarian atau pertunjukan permainan rakyat bagi wisatawan, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 70,4% dan setuju sebesar 29,6%, dan yang menjawab tidak tahu sebesar 0% dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 11,1% yatu dari 59,3% menjadi 70,4% dan jawaban tidak tahu turun dari 7,4% menjadi 0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan menampilkan permainan rakyat kepada wisatawan. Dan dengan kegiatan PKM, pemahaman masyarakat Desa Buluhcina terhadap permainan rakyat khas Desa Buluhcina merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan, semakin meningkat.
Jawaban pre-test No.10: “Jika potensi wisata Desa Buluhcina dikembangkan menjadi unit usaha yang dikelola oleh BUMDes tentunya masyarakat Desa Buluhcina menjadi lebih sejahtera dan mandiri”, dapat kita lihat bahwa peserta PKM yang terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, Pengurus BUMDes, dan perwakilan pemuda, menjawab dengan sangat setuju sebesar 70,4%, setuju sebesar 29,6%, dengan total 100%. Ini menunjukkan, sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagian besar masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina, jika dikembangkan dapat menjadi salah satu unit usaha bagi BUMDes Buluhcina Jaya Mandiri yang sudah dibentuk. Dan setelah diberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang potensi wisata yamg dapat dikembangkan di Desa Buluhcina dan dapat menjadi salah satu unit usaha BUMDes, jawaban post-test yaitu sangat setuju sebesar 74,1% dan setuju sebesar 25,9%, dengan total 100%. Jawaban sangat setuju mengalami kenaikan sebesar 3,7% yatu dari 70,4% menjadi 74,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan PKM, masyarakat Desa Buluhcina memahami bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dan potensi wisata tersebut dapat dijadikan salah satu unit usaha BUMDes di desa tersebut. Dan dengan kegiatan PKM, pemahaman masyarakat Desa Buluhcina terhadap hal itu semakin meningkat.
4.
Pembahasan
Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, secara garis besar mencakup beberapa komponen, yaitu keberhasilan target jumlah kehadiran peserta, ketercapaian target materi yang telah direncanakan, ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Ketercapaian target jumlah peserta dapat dilihat dari jumlah peserta yang ditargetkan adalah 30 orang dan realisasi yang hadir 27 orang atau 90%. Persentase kehadiran yang tinggi ini merupakan indikator keberhasilan pencapaian target dari jumlah peserta. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang hadir sudah mewakili komponen-komponen masyarakat yang seharusnya hadir layaknya pada musyaswarah desa (MusDes).
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21 19
GAMBAR 3. Penyuluhan pengembangan potensi wisata Desa Buluhcina.
Materi yang telah dipersiapkan meliputi materi tentang pengetahuan mengenai UU Desa yang bertujuan membangkitkan perekonomian dari desa melalui pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing desa, begitu juga dengan Desa Buluhcina yang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Materi dilanjutkan dengan menggali potensi wisata apa saja yang terdapat di Desa Buluhcina untuk dikembangkan sehingga Desa wisata Buuhcina menjadi tujuan wisata yang diminati oleh masyarakat Kota Pekanbaru dan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Untuk menggali potensi wisata ini, tim pelaksana membagi peserta menjadi 10 kelompok untuk mendiskusikannya sesuai arahan yang telah diberikan. Hasil dari diskusi masing-masing kelompok maka diperoleh informasi bahwa Desa Buluhcina memiliki potensi wisata desa yang beragam untuk dikembangkan namun peserta menyadari belum adanya sumber daya manusia yang membantu mengembangkan potensi wisata tersebut. Peserta menyatakan sangat senang dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa tersebut karena ide-ide dan pemikiran untuk mengembangkan potensi wisata inilah yang diharapkan selama ini oleh masyarakat Desa Buluhcina.
Semua materi yang telah dpersiapkan ini, dapat disampaikan kepada peserta sesuai waktu yang telah ditentukan dan peserta dapat mengikutinya dengan baik. Begitu juga dengan kegiatan simulasi pemetaan potensi wisata yang dibagi per kelompok, semua peserta antusias untuk berdiskusi menggali potensi-potensi wisata yang terdapat di desa tersebut. Kemudian tim pengabdian juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Target penyampaian materi, simulasi telah tercapai 100% karena semua materi yang telah dipersiapkan, secara keseluruhan terlaksana dengan baik dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta menunjukkan adanya keinginan untuk mengembangkan potensi wisata di Desa Buluhcina namum sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ide-ide kreatif dalam pengembangan potensi wisata tersebut serta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait termasuk akademisi untuk mewujudkan Desa Buuhcina sebagai desa wisata yang menarik banyak wisatawan .
Hal ini terlihat dari jawaban pre dan post test pada table 1 dimana pernyataan No.1 sampai dengan No.10 menunjukan jawaban persentasi sangat setuju diatas 50%. Pernyataan No.1 sampai No.10 adalah pernyataan tentang potensi wisata yang dimiliki serta dapat dikembangkan di Desa Buluhcina sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa tersebut. Apalagi jika desa wisata tersebut dikelola oleh BUMDes dimana hasilnya untuk kesejahteraan bersama masyarakat desa.
Berdasarkan jawaban pre dan post test pada table 1 pernyataan No.1 dan No.2 dapat kita lihat bahwa Desa Buluhcina yang berada dipinggir Sungai Kampar merupakan potensi untuk dijadikan sebagai tujuan wisata, dan ini terbukti dengan telah dicanangkannya Desa Buluhcina sebagai desa wisata namun sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Dengan letak Desa Buluhcina yang berada di pinggir
Salmiah
20 Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21
Sungai Kampar tentunya memiliki potensi wisata memancing bagi wisatawan yang hobby memancing. Untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke desa wisata tersebut tentunya perlu pengelolaan dengan mengadakan sarana dan prasarana. Salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan adalah potensi memancing dimana saat ini dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat secara cuma-cuma. Potensi wisata memancing ini seharusnya dikembangkan secara komersial tentunya dengan peningkatan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi wisatawan.
Berdasarkan jawaban pre dan post test pada table 1 pernyataan No.3 dapat kita lihat bahwa di Desa Buluhcina terdapat 7 danau. Danau itu berada didalam hutan yang diberi nama oleh warga setempat dengan nama Rimbo Tujuh Danau. Rimbo adalah bahasa Kampar yang berarti hutan. Kini hutan itu dinyatakan sebagai hutan adat masyarakat Buluhcina. Tujuh danau itu berada dalam hutan, yakni, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tuok Tonga, Danau Pinang Dalam dan Danau Pinang Luar, Danau Rayo, Danau Tanjung Baling dan Danau Bunte. Ketujuh danau ini memiliki keindahan yang eksotik dan udara yang segar dan asri. Danau dikelilingi hutan yang rimbun dengan kayu-kayu berbatang besar yang berumur ratusan tahun. Selain cocok untuk wisata alam, juga cocok untuk wisata pancing. Namun tidak semua danau-danau tersebut dapat diakses karena minimnya sarana dan prasarana serta tidak semua danau tertata dengan baik. Ini tentu saja merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Untuk mengembangkan potensi wisata alam yaitu 7 danau yang dimiliki Desa Buluhcina ini tentunya memerlukan pengadaan sarana berupa jalan sehingga akses menuju 7 danau menjadi lebih baik. Disamping itu, untuk mengembangkan wisata alam 7 danau tersebut juga memerlukan pengelolaan prasarana penyewaan sampan dan penataan yang lebih baik sehingga setelah sampai di danau, wisatawan dapat melakukan aktivitas bersampan mengelilingi danau dan memiliki banyak spot untuk berfoto. Berdasarkan jawaban pre dan post test pada tabel 1 pernyataan No.4 dapat kita lihat bahwa Desa Buluhcina sebagai desa wisata, saat ini belum memiliki sarana berupa pondok-pondok atau gazebo-gazebo layaknya tempat wisata. Untuk mengembangkan potensi wisata desa Buluhcina maka perlu mengadakan sarana berupa pondok-pondok atau gazebo-gazebo yang dikelola secara komersial atau disewakan kepada wisatawan sebagai tempat beristirahat sambil menikmati keindahan alam Desa tersebut.
Berdasarkan jawaban pre dan post test pada tabel 1 pernyataan No.5 sampai No.9 dapat kita lihat bahwa Desa Buluhcina sebagai desa wisata, selayaknya ada yang bisa dilihat dan dinikmati oleh wisatawan. Untuk mengembangkan potensi wisata melalui konsep ada sesuatu yang dilihat dan dinikmati maka kepala desa beserta masyarakat Desa Buluhcina perlu melakukan pengelolaan objek wisata menjadi lebih baik dengan mengadakan sarana dan prasarana sesuai konsep desa wisata serta menyajikan masakan khas Desa Buluhcina yang bersumber dari olahan sumber daya alam seperti gulai ikan patin lado ijo, gulai tumbuak ubi, sambal towuang asam, kerupuk sagu, dan salai ikan baung. Kuliner ini dilengkapi dengan suguhan buah-buahan yang ada di desa tersebut seperti babonai, lotuik, dan lopang. Semua ini merupakan potensi yang luar biasa yang dapat dikembangkan di Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Disamping itu wisatawan yang berkunjung ke Desa Buluhcina juga dapat menikmati musik dan permainan tradisional desa tersebut. Musik tradisional Desa Buluhcina seperti calempong dan badiqi babano serta permainan tradisional di Desa Buluhcina seperti permainan kelereng, topuok lele, dan permainan Bangka mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dan tidak kalah pentingnya, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan pacu sampan dimana pacu sampan ini pernah menjadi event yang diselenggarakan di Desa Buluhcina untuk tingkat nasional maupun internasional. Semua ini merupakan potensi yang luar biasa yang dapat dikembangkan di Desa Buluhcina sehingga menjadi desa wisata yang banyak diminati oleh wisatawan yang berasal dari Kota Pekanbaru dan seluruh Indonesia bahkan wisatawan mancanegara.
Untuk memajukan perekonomian desa maka diharapkan desa-desa di seluruh Indonesia membentuk BUMDes sebagai badan yang memiliki unit usaha-unit usaha sesuai potensi desa tersebut. Saat ini Desa Buluhcina telah memiliki BUMDes dengan nama BUMDes Buluhcina Jaya Mandiri, hanya saja unit usaha yang dimilikinya ada dua yaitu unit usaha simpan pinjam dan unit usaha penyewaan alat transpotasi penyeberangan bagi masyarakat desa. Jika melakukan pengembangan potensi wisata yang ada sesuai dengan potensi sumber daya alam maka BUMDes Buluhcina Jaya Mandiri dapat menambah unit usaha-unit usaha seperti penyewaan alat pancing, pengelolaan parkir di tempat wisata, industri kerajinan rotan dan pandan, dan lain-lain sehingga hasil dari BUMDes dapat digunakan untuk kemadirian dan kesejahteraan bersama masyarakat Desa Buluhcina.
Disamping itu, jika pemerintah dan masyarakat Desa Buluhcina sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang potensi wisata yang dimiliki serta mengembangkannya maka Pemerintah Desa Buluhcina
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi 3(1), 2019, 11-21 21
juga harus mempromosikan desa wisata tersebut secara proaktif. Saat ini, promosi yang efektif dan efisien adalah dengan menggunakan media sosial seperti facebook dan instagram.
5.
Kesimpulan dan Saran
Sesuai dengan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah ditetapkan, dapat diambil kesimpulan yaitu pertama, pemberian penyuluhan dalam rangka pemberian pengetahuan dan wawasan terkait pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina, sudah tercapai. Kedua, pemberian peningkatan pengetahuan dalam mempromosikan Desa Wisata Buluhcina melalui sosial media seperti facebook, instagram, sudah tercapai.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut, pertama, perlu adanya kegiatan pemberian penyuluhan dalam rangka pemberian pengetahuan dan wawasan terkait pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina secara rutin kepada Pemerintah Desa Buluhcina dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terhadap potensi wisata yang dapat dikembangkan sehingga meningkatkan perekonomian Desa Buluhcina. Kedua, perlu dilakukan pendampingan pengembangan potensi wisata Desa Buluhcina, salah satunya dari pihak akademisi.
Daftar Pustaka
Lam, Ching-Chi (Cindia), Cros, Hilary Du, Vong Tze Ngai (Louis), 2011, Macao's potential for developing regional
Chinese medical tourism, Tourism Review, Vol. 66 Issue: 1/2, pp.68-82,
https://doi.org/10.1108/16605371111127242
Muhi, Ali H., 2011, Desa: Analisis Permasalahan, Potensi dan Pengembangan, Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor
Navarro, Mercedez Marzo and Iglesias, Marta Pedraja, 2009, Wine tourism development from the perspective of the potential tourist in Spain, International Journal of Contemporary Hospitality Management, Vol.21 Issue:7, pp.816-835, https://doi.org/10.1108/09596110910985304
Sekolah Manajemen BUMDES, 2017, Modul Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Desa – Seri Penguatan BUMDesa
https://wisatasumatera.wordpress.com/wisata-riau/desa-wisata-buluh-cina/