• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Tersangka Sebagai Objek Praperadilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penetapan Tersangka Sebagai Objek Praperadilan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Definisi tersangka sangat jelas diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 14 KUHAP yang menyebutkan bahwa: “Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau

Kemudian Pasal 91 (1) KUHAP menyatakan: (1) Jika menurut pendapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (3) titik berat kerugian yang ditimbulkan oleh tindak pidana

Padahal kalau diikuti lebih lanjut kewenangan Praperadilan sebagaimana yang dijelaskan penjelasan Pasal 95 ayat (1) KUHAP, kewenangan Praperadilan termasuk meliputi

Pasal 95 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP ditetapkan menjadi objek praperadilan dan lembaga hukum yang berwenang menguji keabsahan segala tindakan penyidik dalam proses

hasil pemeriksaan sebelum tersangka menandatanganinya (pasal 118 ayat 1 KUHAP). Dari rumusan Pasal 114 KUHAP jelas sekali diatur bahwa penyidik berkewajiban sebelum

Bab X Bagian Kesatu mulai Pasal 79 sampai dengan Pasal 83 KUHAP diatur pihak-pihak yang dapat mengajukan praperadilan adalah; Pertama, tersangka atau keluarganya

Hal tersebut sesuai dengan asas atau prinsip yang dianut oleh KUHAP sendiri yang berusaha melindungi hak asasi manusia lebih dari HIR sehingga setiap perbuatan

pemeriksaan perkara sesuai dengan pasal 82 ayat (1) huruf c KUHAP sehingga perkara gugur dengan sendirinya. Tidak hanya itu, terkait juga dengan pasal 80 KUHAP