• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA TAHUN 2020"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN KINERJA

TAHUN 2020

BALAI LITBANGKES TANAH BUMBU

KALIMANTAN SELATAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI

KEMENKES RI

Jl. Loka Litbang Kawasan Perkantoran Pemda Tanah Bumbu

Gunung Tinggi, Kec. Batulicin, Kab. Tanah Bumbu, Prov. Kalimantan Selatan Telpon : (0518) 6076049, Fax : (0518) 6070020, Kotak Pos : 666 E-mail : [email protected]; dan [email protected]

Website : www.balaitanahbumbu.litbang.kemkes.go.id

2021

(3)

P

engant

ar

.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, dan salawat serta salam kepada baginda Rasulullah SAW tak henti-hentinya kami haturkan karena berkat Rahmat dan hidayah-Nya jualah sehingga Laporan Kinerja (LKj) Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020 ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Dalam rangka mewujudkan “good governance” melalui penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, dan terukur, salah satunya adalah dengan melaksanakan penyusunan LKj yang baik dan benar sesuai peraturan perundang-undangan.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu sebagai instansi pemerintah yang berada di bawah naungan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan yang tentunya juga berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan tersebut.

Penyusunan LKj ini selain sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan, juga sebagai bentuk evaluasi bagi kinerja instansi pada tahun 2020 sebagai bahan perencanaan ke depan untuk meningkatkan profesionalisme instansi Balai Litbangkes Tanah Bumbu sebagai lembaga penelitian kesehatan yang pada tahun-tahun mendatang diharapkan dapat menjadi center of excellent lembaga penelitian khususnya di wilayah regional Kalimantan.

Terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan laporan ini. Semoga LKj Balai Litbangkes Tanah Bumbu ini memberikan manfaat bagi semua pihak dan menjadi pendorong peningkatan kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu.

(4)

P

engant

ar

.

iii

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Masukan dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan LKj Balai Litbangkes Tanah Bumbu dimasa mendatang.

Tanah Bumbu, Januari 2021

Kepala Balai Litbangkes Tanah Bumbu,

dr. Hijaz Nuhung, M.Sc NIP 196708012000121005

(5)

E

ksek

ut

if

.

RINGKASAN EKSEKUTIF

Setiap instansi pemerintah berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan dalam bentuk penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Instansi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 53 tahun 2014. Pelaporan kinerja dimaksudkan untuk menyampaikan capaian kinerja satuan kerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu pada tahun anggaran 2020 yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran serta menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang terjadi.

Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan Rencana Kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Balai Litbangkes Tanah Bumbu sebagai satuan kerja di bawah naungan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2020-2024 yang kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Aksi Program (RAP) 2020-2024 Badan Litbangkes Kemenkes RI dan diturunkan ke dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) 2020-2024 Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Dari RAK 2020-2024 Balai Litbangkes Tanah Bumbu dibuat Rencana Kinerja Tahunan (RKT)/Rencana Kerja (Renja) Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Berdasarkan RKT/Renja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020 kemudian diimplementasikan dalam penganggaran khususnya Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-K/L) dan dilanjutkan dengan penetapan kinerja yang didalamnya terdapat sasaran program/kegiatan yang memuat indikator kinerja sebagai ukuran keberhasilan dan selanjutnya menjadi Perjanjian Kinerja (PK) antara Kepala Balai Litbangkes Tanah Bumbu dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan selaku pengampu yang diketahui oleh Kepala Badan Litbangkes.

(6)

E

ksek

ut

if

.

v

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Balai Litbangkes Tanah Bumbu merupakan satuan kerja Badan Litbangkes yang secara administratif berada di bawah ampuan Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang mempunyai sasaran indikator kinerja meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target indikator sebagai berikut : 1) Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target sebanyak 1 (satu) output rekomendasi kebijakan; 2) Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional dengan target sebanyak 7 (tujuh) publikasi; 3) Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target sebanyak 1 (satu) output hasil penelitian; Selain itu juga Balai Litbangkes Tanah Bumbu juga memiliki sasaran indikator kinerja meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Manajemen Kesehatan dengan target indikator jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dengan target sebanyak 2 (dua) output hasil penelitian. Capaian kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah pada indikator kinerja Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balai Litbangkes Tanah Bumbu telah berhasil mencapai target yaitu 100 (seratus) persen dari target yang telah diperjanjikan yaitu sebanyak 1 (satu) output rekomendasi kebijakan yang telah diadvokasikan. Pada indikator kinerja Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional Balai Litbangkes Tanah Bumbu telah berhasil mencapai lebih dari 100 persen yaitu sebanyak 13 (tiga belas) output publikasi yang terdiri dari 11 (sebelas) publikasi nasional dan 2 (dua) publikasi internasional. Sedangkan pada indikator kinerja jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balai Litbangkes Tanah Bumbu telah berhasil mencapai 100 persen yaitu sebanyak 1 (satu) output hasil penelitian. Namun terjadi penurunan kualitas terhadap output hasil penelitian menjadi hanya 1 (satu) output laporan kegiatan penelitian dikarenakan terjadinya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga kegiatan penelitian tidak dilanjutkan/dihentikan karena tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Begitu juga halnya pada indikator kinerja jumlah

(7)

E

ksek

ut

if

.

hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat mengalami penurunan kualitas hasil penelitian menjadi 1 (satu) hasil penelitian dan 1 (satu) laporan kegiatan penelitian dengan capaian 100 persen.

(8)

D

af

ta

r I

si

.

vii

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

DAFTAR ISI

Halaman Judul i

Kata Pengantar ii

Ringkasan Eksekutif iv

Daftar Isi vii

Daftar Tabel ix

Daftar Gambar xi

BAB I PENDAHULUAN

1

A. Visi dan Misi 1

B. Latar Belakang 2

C. Maksud dan Tujuan 3

D. Isu Strategis Organisasi 4

E. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 5

F. Sistematika Penulisan 7 BAB II PERENCANAAN KINERJA 10 A. Rencana Strategis 10 B. Perjanjian Kinerja 15 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 18

A. Capaian Kinerja Organisasi 18

B. Sumber Daya 51 C. Realisasi Anggaran 57 D. Perolehan Penghargaan 73 E. Inovasi/Terobosan 73 BAB IV PENUTUP 74 LAMPIRAN 76

1. Perjanjian Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu 2020 Awal 76

(9)

D

af

ta

r I

si

.

3. Daftar Capaian Output Rekomendasi Kebijakan 82

4. Daftar Capaian Output Publikasi Ilmiah 83

5. Daftar Capaian Output Penelitian HMK 85

6. Daftar Capaian Output Penelitian UKM 86

7. Dokumentasi Kegiatan Pencapaian Rekomendasi Kebijakan 87

8. Dokumentasi Kegiatan Pencapaian Publikasi 88

9. Dokumentasi Kegiatan Penelitian di Bidang HMK 89

10. Dokumentasi Kegiatan Penelitian di Bidang UKM 91

11. Sertifikat Penghargaan 92

(10)

D

af

ta

r I

si

.

ix

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.

Rencana Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Berdasarkan Renstra Tahun 2020-2024

14

Tabel 2.2.

Target Indikator Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

16

Tabel 3.1.

Target dan Capaian Indikator Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

18

Tabel 3.2.

Output Indikator Kinerja Hasil Penelitian Bidang UKM Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

20

Tabel 3.3.

Output Indikator Kinerja Hasil Penelitian Bidang HMK Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

27

Tabel 3.4.

Output Indikator Kinerja Hasil Rekomendasi Kebijakan Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

29

Tabel 3.5.

Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang UKM Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2019

36

Tabel 3.6.

Perbandingan Target dan Capaian Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2016-2020

39

Tabel 3.7.

Perbandingan Capaian Kinerja dan Anggaran Antar Satker Tahun 2020

44

Tabel 3.8.

Jenis Jabatan Pegawai Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

52

Tabel 3.9.

Jenis Pangkat dan Golongan Pegawai Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

53

Tabel 3.10.

Jenis Pendidikan Pegawai Negeri Sipil Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

(11)

D

af

ta

r I

si

.

Tabel 3.11.

Anggaran Balai Litbangkes Tanah Bumbu Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020

58

Tabel 3.12.

Pengukuran Nilai Efektifitas dan Efisiensi Kinerja

59

Tabel 3.13.

Analisis Efektifitas Berdasarkan Output Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

60

Tabel 3.14.

Sandingan Prosentasi Capaian Kinerja dan Anggaran Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

61

Tabel 3.15.

Perkembangan Realisasi Anggaran per Item Belanja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2016-2020

63

Tabel 3.16.

Tingkat Efisiensi per Output Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020

(12)

D

af

ta

r I

si

.

xi

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1.

Struktur Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

7

Gambar 2.1.

Siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

11

Gambar 2.2.

Tahapan dalam Perencanaan dan Evaluasi Kinerja

11

Gambar 3.1.

Grafik Perbandingan Target dan Capaian IKK Penelitian Balai Litbangkes Tanah Bumbu 2016-2020

43

Gambar 3.2.

Grafik Perbandingan Target dan Capaian IKK Publikasi Balai Litbangkes Tanah Bumbu 2016-2020

43

Gambar 3.3.

Grafik Perbandingan Anggaran dan Realisasi Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2016-2020

(13)

Pendahuluan

BAB

I

(14)

B

A

B

I

.

1

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

PENDAHULUAN

A. VISI dan MISI

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tanah Bumbu yang selanjutnya disebut Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah suatu unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu secara administratif dibina oleh Sekretaris Badan Litbangkes dan secara teknis fungsional dibina oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Visi dan Misi Balai Litbangkes Tanah Bumbu sesuai dengan tupoksinya melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan mengacu pada Visi dan Misi Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang merupakan sebagai pendukung dari Visi dan Misi Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan. Sedangkan Visi dan Misi Badan Litbangkes sendiri mengacu pada Visi dan Misi Kementerian Kesehatan yang mengikuti Visi dan Misi Presiden Republik Indonesia. Visi Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Sedangkan Misi Presiden yaitu Sebagai Berikut :

1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia;

2. Penguatan Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing; 3. Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan;

4. Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan;

5. Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa;

6. Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat dan Terpercaya; 7. Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh

Warga;

8. Pengelolaan Pemerintah yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya; 9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan.

(15)

B

A

B

I

.

B. LATAR BELAKANG

Dalam dunia kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) adalah lokomotif yang membawa gerbong program pembangunan kesehatan karena data dan informasi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengembangan kesehatan idealnya menjadi inspirasi/pedoman dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan program di bidang pembangunan kesehatan berdasarkan fakta (evidence

based policy).

Balai Litbangkes Tanah Bumbu merupakan satuan kerja di bawah Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, lahir pada tanggal 11 Agustus 1999 atas adanya kebutuhan inovasi dalam intensifikasi pemberantasan penyakit bersumber binatang. Awalnya bernama Stasiun Lapangan Pemberantasan Vektor (SLPV) Kotabaru berada di bawah binaan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, sejalan dengan kebijakan desentralisasi di kabupaten, melalui proyek bantuan Bank Pembangunan Asia (Asean Development Bank) yang memperkuat kemampuan kabupaten di sektor kesehatan, maka SLVP Kotabaru lahir melalui projek Intensified

Communicable Control (ICDC-ADB). Balai Litbangkes Tanah Bumbu mengalami

beberapa kali perubahan nama. Awalnya bernama SLVP Kotabaru kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Fungsional Penelitian Vektor Reservoir Penyakit (UPF-PVRP) dibawah binaan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoar Penyakit (B2P2VRP) Salatiga. Tahun 2003 SLVP Kotabaru bergeser ke Tanah Bumbu dengan nama Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1406/Menkes/SK/IX/2003 tanggal 30 September 2003 tentang organisasi dan tata kerja Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, kemudian diperbaharui dengan Nomor : 894/Menkes/Per/IX/2008, tanggal 24 September 2008 dengan unggulan Penelitian Parasitik Pencernaan. Dirasakan bahwa dengan struktur organisasi setingkat Loka kurang dapat mengatasi permasalahan P2B2 yang luas dan kompleks, sehingga diperlukan adanya pengembangan organisasi dari Loka menjadi Balai. Berdasarkan kebutuhan tersebut Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu dikembangkan menjadi Balai

(16)

B

A

B

I

.

3

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Pada tanggal 29 Desember 2017 telah terjadi perubahan numenklatur tugas pokok dan fungsi Balai dan Loka sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 65 tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Litbangkes maka Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu berubah nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balai Litbangkes) Tanah Bumbu dengan unggulan pengendalian Faschiolopsis buski.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu mempunyai tugas pokok dan fungsi utama melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di wilayah regional Kalimantan (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara sedangkan Kalimantan Barat masuk wilayah kerja Balai Litbangkes Banjarnegara) guna menghasilkan policy option bagi stake holder terkait.

Sebagai institusi pemerintah, Balai Litbangkes Tanah Bumbu berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu kewajiban tersebut adalah dengan melaksanakan penyusunan Laporan Kinerja (LKj) yang merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 53 tahun 2014, tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclousure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Pelaporan kinerja dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja satuan kerja yaitu Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2020 yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran serta menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang telah dicapai.

(17)

B

A

B

I

.

Tujuan penyusunan LKj Balai Litbangkes Tanah Bumbu tahun 2020 ini adalah :

1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada Badan Litbangkes selaku pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai dan Kementerian Kesehatan;

2. Sebagai evaluasi kegiatan yang telah dibiayai oleh DIPA Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2020 yang bersumber dari APBN tahun 2020;

3. Sebagai bahan masukan perencanaan kegiatan pada tahun-tahun yang akan datang;

4. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi Balai Litbangkes Tanah Bumbu untuk meningkatkan kinerjanya.

D. ISU STRAGTEGIS ORGANISASI

Pada umumnya setiap organisasi menghadapi masalah lingkungan strategis baik lingkungan internal maupun eksternal. Lingkungan internal merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh pada kinerja organisasi yang biasanya dapat dikendalikan secara langsung, sedangkan lingkungan eksternal merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kinerja organisasi yang berada diluar kendali organisasi tetapi sangat mempengaruhi kegiatan organisasi tersebut.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu selaku organisasi dibawah naungan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya senantiasa dipengaruhi oleh lingkungan yang bersifat strategis yakni kondisi, situasi, keadaan, peristiwa dan pengaruh-pengaruh yang mengelilingi dan mempengaruhi perkembangan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Adapun hal-hal yang menjadi isu strategis Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah dengan terjadinya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia maka Balai Litbangkes Tanah Bumbu melakukan pengembangan terhadap Laboratorium Biomolekuler sebagai laboratorium pemeriksa sampel Covid-19 Balai Litbangkes Tanah Bumbu dengan memperkuat tenaga SDM Laboratorium Balai Litbangkes Tanah Bumbu yaitu melakukan pelatihan dan magang tenaga teknis laboratorium, dan memperkuat fasilitas-fasilitas laboratorium dengan mengadakan

(18)

B

A

B

I

.

5

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

kerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu terkhusus Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Selain itu juga terdapat isu mengenai penyederhanaan birokrasi menjadi hanya 2 (dua) level dan mengganti/mengalihkan jabatan tersebut dengan jabatan fungsional yang berbasis pada keahlian/keterampilan dan kompetensi tertentu sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang kemudian dituangkan kedalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 384 tahun 2019 tentang langkah strategis dan konkret penyederhanaan birokrasi. Berdasarkan hal tersebut berpengaruh terhadap struktur eselon di Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang mana saat ini memiliki jabatan struktural eselon III untuk kepala dan eselon IV untuk pengawas seksi nantinya akan dilakukan perubahan pada eselon IV menjadi Jabatan Fungsional Teknis.

E. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan yang termasuk dalam klasifikasi Balai Litbangkes kelas II dengan keunggulan Fasciolopsis buski dan kecacingan lainnya.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di wilayah regional Kalimantan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Balai Litbangkes Tanah Bumbu menyelenggarakan fungsi yang merupakan penjabaran dari tugas pokok diatas, yaitu :

1. Penyusunan rencana, program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan;

2. Pelaksanaan penelitian dan kajian di bidang kesehatan dan keunggulan tertentu; 3. Pelaksanaan pengembangan metode, model, dan teknologi di bidang kesehatan dan

keunggulan tertentu;

(19)

B

A

B

I

.

5. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan berbasis pelayanan;

6. Pelaksanaan diseminasi, publikasi, dan advokasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan;

7. Pelaksanaan kerjasama dan jaringan informasi penelitian dan pengembangan kesehatan;

8. Pelaksanaan bimbingan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan; 9. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan

10. Pelaksanaan ketatausahaan Balai.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi tersebut, didukung oleh susunan organisasi Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang meliputi :

1. Kepala;

2. Subbagian Tata Usaha; 3. Seksi Program dan Kerjasama;

4. Seksi Layanan dan Sarana Penelitian; dan

5. Kelompok Jabatan Fungsional (Peneliti, Litkayasa, dan Fungsional lainnya).

Adapun tugas masing-masing dari subbagian/seksi Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :

1. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum;

2. Seksi Program dan Kerjasama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, anggaran, pemantauan, evaluasi, pelaporan, kerjasama dan kemitraan, diseminasi, publikasi, advokasi, dan pengelolaan jaringan informasi ilmiah penelitian dan pengembangan kesehatan serta perpustakaan; 3. Seksi Layanan dan Sarana Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan

bahan penelitian, kajian, pengembangan metoda, model, teknologi, dan bimbingan teknis, serta pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan kesehatan;

4. Selain subbag/seksi terdapat Instalasi dan Kelompok Jabatan Fungsional. Instalasi adalah unit nonstruktural yang dipimpin oleh seorang kepala yang ditunjuk oleh

(20)

B

A

B

I

.

7

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Instalasi lainnya sesuai dengan karakteristik keunggulan penelitian dan pengembangan yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh kelompok jabatan fungsional yang ditunjuk oleh kepala instalasi yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan Kepala Unit Pelaksana Teknis. Sedangkan Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Susunan organisasi Balai Litbangkes Tanah Bumbu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 65 tahun 2017 selengkapnya dapat dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1.

Struktur Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

F. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Laporan Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 53 tahun 2014 adalah sebagai berikut :

(21)

B

A

B

I

.

1. Kata Pengantar 2. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif berisi tentang ringkasan dari hasil kinerja yang telah di capai Balai Litbangkes Tanah Bumbu pada tahun 2019 secara menyeluruh berdasarkan penetapan kinerja yang telah diperjanjikan.

3. Daftar Isi

4. BAB I Pendahuluan

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi (berisi visi dan misi, latar belakang penulisan laporan, maksud dan tujuan penulisan laporan, isu strategis organisasi, tugas pokok dan fungsi organisasi, serta sistematika penulisan laporan).

5. BAB II Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun 2019 yang terdiri dari penyusunan target sasaran dan indikator pada perencanaan kinerja organisasi dan perjanjian kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang telah ditetapkan. 6. BAB III Akuntabilitas Kinerja

Pada bab ini diuraikan capaian kinerja organisasi untuk setiap indikator kinerja yang telah diperjanjikan, perbandingan hasil kinerja berdasarkan renstra, evaluasi dan analisis capaian kinerja, termasuk didalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang diambil untuk mengatasi masalah. Dalam bab ini juga menguraikan tentang berbagai sumber daya yang mendukung dalam pencapaian kinerja termasuk anggaran yang digunakan untuk mencapai kinerja. 7. BAB IV Penutup

Pada bab ini menguraikan tentang kesimpulan secara umum atas capaian kinerja organisasi, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu serta langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya di masa mendatang.

(22)

B

A

B

I

.

9

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

a) Perjanjian Kinerja Awal Tahun 2020 b) Perjanjian Kinerja Revisi Tahun 2020

c) Daftar Capaian Output Rekomendasi Kebijakan Tahun 2020 d) Daftar Capaian Output Publikasi Ilmiah Tahun 2020

e) Daftar Capaian Output Penelitian HMK Tahun 2020 f) Daftar Capaian Output Penelitian UKM Tahun 2020 g) Dokumentasi Kegiatan Rekomendasi

h) Dokumentasi Kegiatan Publikasi Ilmiah i) Dokumentasi Kegiatan Penelitian HMK j) Dokumentasi Kegiatan Penelitian UKM k) Dokumentasi Sertifikat

(23)

Perencanaan

Kinerja

BAB

II

(24)

B

A

B

I

I

.

10

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

PERENCANAAN

KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Kementerian Kesehatan sebagai penyelenggara tugas urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang melaksanakan pembangunan kesehatan pada periode 2020-2024 difokuskan pada program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan Rencana Kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Adapun kegiatan utama dalam penyusunan Rencana Kinerja antara lain adalah sebagai berikut :

1. Menetapkan target indikator sasaran; 2. Merumuskan kegiatan;

3. Merumuskan indikator kegiatan;

4. Merumuskan satuan setiap indikator kegiatan;

5. Menetapkan target setiap indikator pada kegiatan yang satuannya telah ditetapkan. Secara umum manfaat dari perencanaan kinerja antara lain adalah sebagai berikut : 1. Menghubungkan perencanaan strategis dan perencanaan operasional secara terinci; 2. Membantu pencapaian hasil pelaksanaan program;

3. Memudahkan proses pengukuran dan penilaian kinerja; 4. Membantu pemantauan dan evaluasi kinerja;

5. Membantu dalam menetapkan target kinerja.

Perencanaan kinerja merupakan salah satu rangkaian dari SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang tergambar dalam siklus sebagai berikut :

(25)

B

A

B

I

I

.

Gambar 2.1.

Siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Dari skema/gambar diatas dapat lebih diperjelas dengan tahapan-tahapan yang tergambar dalam skema berikut :

UU No.17/2003 & UU No.1/2004 RPJMN Renstra LAKIP Perencanaan Kinerja Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja Renja/RKT Perencanaan Strategik Perjanjian Kinerja

(26)

B

A

B

I

I

.

12

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Balai Litbangkes Tanah Bumbu sebagai satuan kerja di bawah Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2020-2024 yang kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Aksi Program (RAP) 2020-2024 Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dan diturunkan ke dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) 2020-2024 Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan selaku pengampu Balai Litbangkes Tanah Bumbu menurunkan RAKnya ke dalam RAK 2020-2024 Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Dari RAK 2020-2024 Balai Litbangkes Tanah Bumbu dibuat Rencana Kinerja Tahunan (RKT)/Rencana Kerja (Renja) yang dibuat setiap tahun. Berdasarkan RKT/Renja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020 kemudian diimplementasikan dalam penganggaran khususnya Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-K/L) dan dilanjutkan dengan Penetapan Kinerja (Tapja) yang didalamnya memuat indikator kinerja sebagai ukuran keberhasilan yang selanjutnya menjadi Perjanjian Kinerja (PK) antara Kepala Balai Litbangkes Tanah Bumbu dengan Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang diketahui oleh Kepala Badan Litbangkes. Dalam mendukung rencana strategis Badan Litbangkes memiliki program dan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan yang beberapa diantaranya merupakan cerminan dari tupoksi satuan kerja di bawahnya, antara lain :

1. Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan; 2. Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan; 3. Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat;

4. Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan; 5. Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional; 6. Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit; dan

7. Dukungan manajemen litbangkes dan dukungan pelaksanaan tugas teknis lainnya. Balai Litbangkes Tanah Bumbu merupakan satuan kerja Badan Litbangkes yang secara teknis fungsional berada di bawah ampuan Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Penelitian

(27)

B

A

B

I

I

.

dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, ataupun Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat.

Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan sebagai pusat pengampu Balai Litbangkes Tanah Bumbu memiliki beberapa indikator kinerja untuk mencapai sasaran program/kegiatan berupa meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, yaitu sebagai berikut :

1. Jumlah hasil riset kesehatan nasional (Riskesnas) pada wilayah III;

2. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan;

3. Jumlah publikasi karya tulis ilmiah dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat dimedia cetak dan atau elektronik nasional dan internasional;

4. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan;

5. Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan sistem integrasi pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian maternal dan neonatal yanga mendukung pencatatan sipil statistik hayati (PS2H) yang dibangun; dan

6. Jumlah rekomendasi penguatan sistem pencatatan data rutin program kesehatan. Sedangkan Balai Litbangkes Tanah Bumbu memiliki beberapa indikator kinerja untuk mencapai sasaran program/kegiatan berupa Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dan Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat. Indikator kinerjanya adalah sebagai berikut :

1) Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehata;

2) Jumlah publikasi karya tulis ilmiah dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional;

3) Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan; dan

(28)

B

A

B

I

I

.

14

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Secara garis besar rencana kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu berdasarkan perjanjian kinerja dari tahun 2020-2024 direncanakan sebagai berikut :

Tabel 2.1.

Rencana Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Berdasarkan Renstra Tahun 2020-2024 Kegiatan Program/Kegiatan Sasaran Indikator Kinerja

Target 20 20 2021 2022 2023 2024 Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan dibidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan 0 0 0 0 1 Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan dibidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan 0 0 0 0 0 Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jumlah Hasil Penelitian an Pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat 2 2 1 2 2 Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan Meningkatnya penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Jumlah Rekomendasi Kebijakan yang

dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

1 2 2 2 3

Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

7 7 7 7 7

Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

1 1 3 2 2

(29)

B

A

B

I

I

.

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Penetapan Kinerja diatur pada Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 (Surat Edaran Menpan Nomor 31 Tahun 2004) ditindaklanjuti dengan keluarnya Permenpan Nomor 29 Tahun 2010 yang mewajibkan setiap instansi pemerintah melaksanakan penetapan kinerja dalam penyelenggaraan tupoksinya dan diperbaharui dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.

Penetapan kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang kemudian disahkan sebagai sebuah bentuk perjanjian kinerja antara Kepala Balai Litbangkes Tanah Bumbu dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat yang diketahui oleh Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI memuat 2 (dua) sasaran program/kegiatan dengan 4 (empat) target indikator kinerja yang harus dicapai oleh satuan kerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu, yaitu :

(30)

B

A

B

I

I

.

16

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Tabel 2.2.

Target Indikator Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

Tabel diatas memberikan informasi bahwa Balai Litbangkes Tanah Bumbu pada tahun 2020 memiliki perjanjian kinerja dengan 2 (dua) sasaran kinerja. Sasaran yang pertama yaitu meningkatnya penelitian dan pengembangan di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target indikator kinerja yang harus dicapai yaitu Indikator kinerja yang pertama adalah Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan manajemen Kesehatan, diharapkan Balai Litbangkes Tanah Bumbu dapat mengadvokasikan 1 (satu) rekomendasi kebijakan dari hasil penelitian atau kajian yang dilaksanakan oleh Balai Litbangkes Tanah Bumbu dengan 1 (satu) target rekomendasi kebijakan. Indikator yang kedua adalah Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional, diharapkan Balai Litbangkes Tanah Bumbu dapat menerbitkan 7 (tujuh) publikasi karya tulis ilmiah dari hasil penelitian ataupun hasil uji laboratorium yang dilaksanakan oleh Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Indikator yang ketiga adalah Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target sebanyak 1

No. Sasaran Indikator Kinerja Target

1. Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan manajemen Kesehatan

1

Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

7

Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen

Kesehatan 1 2. Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat 2

(31)

B

A

B

I

I

.

(satu) output hasil penelitian. Sedangkan sasaran yang kedua yaitu meningkatnya penelitian dan pengembangan di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dengan target indikator kinerja yang harus dicapai Balai Litbangkes Tanah Bumbu sebanyak 2 (dua) output hasil penelitian.

(32)

Akuntabilitas

Kinerja

BAB

III

LAPORAN KINERJA

BALAI LITBANG KESEHATAN TANAH BUMBU

Jl. Loka Litbang Kawasan Perkantoran Pemda Tanah Bumbu Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan

(33)

B

A

B

I

II

.

AKUNTABILITAS

KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan yang menggambarkan terwujudnya kinerja, tercapainya hasil program dan hasil kegiatan. Indikator kinerja instansi pemerintah harus selaras antar tingkatan unit organisasi. Indikator kinerja yang digunakan harus memenuhi kriteria spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan sesuai dengan kurun waktu tertentu. Pengukuran keberhasilan kinerja suatu organisasi didasarkan pada pencapaian target yang telah ditetapkan/diperjanjikan. Penetapan Indikator Kinerja Kegiatan diatur pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 9 Tahun 2007 tentang pedoman umum penetapan indikator kinerja utama dilingkungan instansi pemerintah merupakan indikator keberhasilan dari kinerja sebuah instansi. Capaian indikator kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1.

Target dan Capaian Indikator Kinerja Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

No. Indikator Kinerja Kinerja Target

Capaian Realisasi

Kinerja Persentase Kinerja 1. Jumlah hasil penelitian dan

pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

2 2 100%

2. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan

1 1 100%

3. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan dibidang Humaniora dan manajemen Kesehatan

(34)

B

A

B

I

II

.

19

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

4. Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

7 13 186%

Dari tabel di atas menginformasikan bahwa Balai Litbangkes Tanah Bumbu memiliki 4 (empat) indikator kinerja yaitu : Indikator Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dengan target yang telah dijanjikan sebanyak 2 (dua) hasil penelitian dengan capaian 100%; Indikator Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan dengan target yang telah diperjanjikan sebanyak 1 hasil penelitian dan capaian 100%; Indikator Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan manajemen Kesehatan dengan target yang telah diperjanjikan sebanyak 1 (satu) rekomendasi kebijakan dan capaian 100%; dan Indikator Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dimuat media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional dengan target yang telah diperjanjikan sebanyak 7 (tujuh) publikasi ilmiah dan capaian 186%.

1. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

Indikator kinerja berupa jumlah hasil penelitian dan pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat Balai Litbangkes Tanah Bumbu menargetkan sebanyak 2 (dua) hasil penelitian. Dikarenakan terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak bulan Maret 2020 hingga sekarang membuat kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat terdapat kendala sehingga kualitas capaian hasil penelitian terjadi perubahan (penurunan) yang awalnya 2 (dua) hasil penelitian menjadi hanya 1 (satu) hasil penelitian dan 1 (satu) laporan kegiatan karena ada kegiatan penelitian yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan sehingga penelitian tersebut dihentikan.

Indikator ini merepresentasikan perumusan output hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh satker Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang dijabarkan pada tabel berikut ini :

(35)

B

A

B

I

II

.

Tabel 3.2.

Output Indikator Kinerja Hasil Penelitian di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

No Judul Penelitian Ketua Penelitian Output

1. Vektor malaria di wilayah rencana ibukota Negara di Provinsi Kalimantan Timur tahap I

M. Rasyid Ridha Laporan Kegiatan Penelitian (Kegiatan hanya sampai pada perijinan kelokasi penelitian) 2. Pengembangan instrumen

evaluasi sistem tanggap kedaruratan penyakit berpotensi KLB di Kabupaten Tanah Bumbu

Dicky Andiarsa Hasil Penelitian

Ringkasan hasil penelitian Vektor malaria di wilayah rencana ibukota Negara di Provinsi Kalimantan Timur tahap I adalah sebagai berikut :

Salah satu indikator dalam menuntaskan kasus malaria adalah dengan melakukan pengendalian vektor terpadu atau yang biasa disebut integrated vektor management (IVM). Kegiatan yang dilakukan khusus entomologi adalah dengan melakukan pengumpulan data berbasis bukti dengan melakukan pengumpulan data secara operasional riset dengan data epidemiologi dan entomologi serta dilakukan evaluasi. Selain itu pengembangan sumberdaya manusia yang adequate baik melalui pelatihan dan rekrutmen untuk keberlanjutan program pengendalian vektor 1.

Dalam Permenkes Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya mensyaratkan dalam pasal 1 bahwa standar baku mutu tersebut adalah untuk jenis, kepadatan dan habitat perkembangbiakan vektor dalam upaya pengendalian vektor.

Metode penelitian dengan cross sectional dengan desain observasional analitik dengan pengumpulan data vektor dan mengidentifikasi upaya pengendalian vektor yang sudah dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Pengumpulan data vektor dilakukan dengan mengidentifikasi spesies vektor malaria,

(36)

B

A

B

I

II

.

21

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

perilaku vektor malaria berupa aktivitas menggigit dan perilaku istirahat nyamuk vektor malaria dan observasi lingkungan yang berupa faktor abiotik dan biotik. Variabel bebas (independent) adalah aplikasi pengendalian vektor terpadu. Variabel terikat penelitian ini adalah kepadatan dan rentang umur vektor malaria, kapasitas vektor (CV), rerata laju inokulasi entomologi (EIR) dan stabilitas indeks (SI), kepadatan jentik.

Adanya pengalihan dana untuk penanganan Pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini, menyebabkan terjadinya efisiensi anggaran pada semua penelitian, termasuk penelitian ini . Kondisi keterbatasan anggaran ini menyebabkan tidak semua tujuan penelitian dapat dicapai. Lima (5) tujuan penelitian yang tidak dapat dicapai yaitu : 1) Mendapatkan data fauna Anopheles spp di Kabupaten Penajam Paser Utara; 2) Mendapatkan data Inkriminasi vektor malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara; 3) Mengidentifikasi karakteristik habitat perkembangbiakan vektor malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara; 4) Mengidentifikasi perilaku vektor malaria berupa aktivitas menggigit dan perilaku istirahat Anopheles spp di Kabupaten Penajam Paser Utara; 5) Menghitung nilai indikator entomologi kuantitatif (Index entomologi) : Kepadatan vektor ( MHD dan MBR) kapasitas vektor (CV), rerata laju inokulasi entomologi (EIR) dan stabilitas indek (SI) vektor malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara; 6) Mengidentifikasi upaya pengendalian vektor yang sudah dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur di wilayah rencana ibukota negara. Dalam keterbatasan dana, hanya tujuan penelitian ke-6 (enam) yang masih dapat dilakukan yaitu mengidentifikasi upaya pengendalian vektor yang sudah dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hasil penelitian indepth interview menunjukkan pengetahuan mengenai penyebab, gejala, cara penularan dan cara pencegahan malaria perlu dilakukan penyamaan persepsi, namun umumnya sudah baik. Pengetahuan mengenai pengendalian vektor terpadu sudah pernah didapat, tetapi sudah lama sehingga perlu dilakukan

refreshing, namun pengetahuan mengenai eleminasi program dan stratifikasi malaria

(37)

B

A

B

I

II

.

gubernur masih dipersiapkan. Anggaran masih mengandalkan dana dekonsentrasi,

Global Fund (GF) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). peningkatan

kapasitas petugas, distribusi dan pengadaan kelambu berinsektisida, sosialisasi program eliminasi malaria serta Indoor Residual Spraying (IRS), merupakan beberapa program malaria yang dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Kendala yang di alami yaitu ketersediaan sumber daya manusaia (SDM) masih kurang, belum pernah ada tenaga yang khusus dilatih untuk pengendalian vektor terpadu, hanya pelatihan IRS, refresing program malaria, Quality Assurance (QE) dan menilai cross checker. Kelemahan pada kegiatan ini yaitu tidak dapat melakukan triangulasi kepada tingkat pelaksana didaerah, karena wawancara hanya dilakukan pada tingkat provinsi.

Ringkasan hasil penelitian Pengembangan instrumen evaluasi sistem tanggap kedaruratan penyakit berpotensi KLB di Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :

Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit tidak akan hilang tanpa serangkaian tanggapan baik dari tingkat nasional maupun internasional. World Health

Organization (WHO) melalui International Health Regulation (IHR) 2005 mewajibkan

setiap negara anggota untuk mengembangkan, memperkuat, dan mempertahankan kemampuan dasar bidang Surveilans dan respon agar dapat mendeteksi, melaporkan, serta manangani risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan KLB. Pada akhir tahun 2015 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat website Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk mempermudah pengolahan dan pelaporan data sebagai upaya deteksi penyakit secara dini dan respon dengan cepat. Dalam website tersebut terdapat update alert setting penyakit dan laporan kasus penyakit, ketepatan dan kelengkapan data penyakit yang dilaporkan selama mingguan di tingkat puskesmas. Terdapat 23 jenis penyakit yang dilaporkan melalui SKDR yaitu diare akut, malaria konfirmasi, tersangka demam berdarah dengue, pneumonia, disentri, tersangka

(38)

B

A

B

I

II

.

23

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

gigitan hewan menular rabies, tersangka antrax, tersangka leptospirosis, tersangka kolera, kluster penyakit yang tidak lazim, tersangka meningitis, tersangka tetanus neonatorum, Influenza Like Illnes (ILI) Hand Foot Mouth Disease (HFMD), dan tetanus. Dengan banyaknya penyakit yang diamati dan dilaporkan setiap minggunya diharapkan potensi terjadinya KLB semakin kecil.

Penelitian pengembangan instrumen evaluasi pada proses pelaksanaan SKDR sebagai upaya deteksi dini KLB ditinjau dengan pendekatan sistem perlu dilakukan di tingkat Puskesmas Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan evaluasi dilakukan di semua Puskesmas dan Dinas Kesehatan Tanah Bumbu dan satu Puskesmas di Kabupaten Banjar dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi berkas data penyakit serta upaya pengelolaan dan pengendalian penyakit tersebut. Responden merupakan petugas pengelola SKDR seluruh puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrumen untuk menilai secara sistematis terhadap manajemen data dan sistem pelaporan pelaksanaan SKDR di puskesmas.

Instrumen dikembangkan berdasarkan pedoman SKDR dari Subdirektorat Surveilans Kementerian Kesehatan RI dan membutuhkan informasi data dari beberapa tingkatan dinas kesehatan hingga unit terkecil puskesmas di tingkat desa (Service

Delivery Point-SDP)/unit pelayanan desa). Berikut beberapa hasil dari penilaian

instrumen ini:

Kekuatan struktur dan manajemen data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terletak pada kemampuan pengelola menterjemahkan instruksi pimpinan terkait kegiatan SKDR, meskipun demikian petugas belum pernah dilatih dan pendelegasian tugas secara legalitas masih disebutkan secara umum sebagai tenaga Surveilans. Kelemahan ini diatasi dengan meningkatkan komunikasi aktif antara petugas dan atasan langsungnya termasuk keterlibatan pimpinan dalam mendampingi dan ikut memeriksa hasil kerja petugas berupa buletin mingguan untuk selanjutnya diinformasikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten. Kelemahan manajemen data tingkat provinsi ini adalah petugas bekerja sendiri dan tidak ada petugas senior atau tidak ada staf lain yang membantu memeriksa ulang data yang

(39)

B

A

B

I

II

.

direkap dan dibuat analisisnya dalam buletin. Penyeliaan hanya bersifat memeriksa kesesuaian analisis dan menyebarluaskan hasil buletin kepada tingkat kabupaten. Kelemahan sistem manajemen Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan salah satunya adalah tidak mampu memberi himbauan, instruksi, dan atau teguran tegas kepada salah satu Dinas Kesehatan kabupaten yang seringkali terlambat memberikan laporan apalagi tidak menggunakan sarana sms center yang telah disediakan oleh Pusat.

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak memanfaatkan sms center sebagai sarana pelaporan satu arah ke website SKDR. Hasil menunjukkan bahwa pada periode yang dinilai petugas tidak dapat menunjukkan W2 rekap dari laporan puskesmas dan bahkan 4 dari 5 minggu epidemiologi yang dinilai tidak dilaporkan ke dalam website SKDR. Kelemahan sistem manajemen terletak pada struktur dan fungsi, kinerja pelaporan dan keterkaitan dengan sistem nasional. Struktur dan fungsi terlihat bahwa hanya satu orang staf saja yang mengelola SKDR tanpa adanya monitoring yang baik dari atasan maupun staf lain yang membantu memeriksa ulang data pelaporan yang akan direkap dan dikirimkan. Petugas tidak mengetahui tentang keberadaan sms

center, petugas mengaku melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh pengelola

terdahulu.

Kabupaten Banjar merupakan responden tambahan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pembanding luaran hasil dari kinerja instrumen yang dikembangkan. Hasil observasi dan verifikasi data pelaporan, Kabupaten Banjar menunjukkan performa pelaporan yang sangat baik di mana, ketersediaan, kelengkapan, dan ketepatan waktu serta target respon dan respon yang dilakukan mencapai 100%. Kekuatan sistem manajemen Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terletak pada struktur dan fungsi, kinerja pelaporan, dan keterkaitan dengan sistem nasional. Petugas tidak pernah dilatih, tetapi pengelola terdahulu memberikan pengetahuan tentang proses migrasi dari aplikasi ke pelaporan berbasis website, sehingga petugas baru bisa menguasai proses

(40)

B

A

B

I

II

.

25

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

secara langsung kepada unit yang kurang dan fokus pada permasalahan yang akan diselesaikan.

Pada prinsipnya, program kerja tingkat puskesmas di Kabupaten Tanah Bumbu secara umum mengikuti instruksi dari institusi di atasnya (Dinas Kesehatan kabupaten). Kinerja manajemen dari agregat puskesmas di Kabupaten Tanah Bumbu hampir sama dengan tingkat Kabupaten. Perbedaan hanya pada kekuatan manajemen, dimana strukstur dan fungsi bisa dikatakan berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terlihat pada jalur instruksi dan komunikasi petugas SKDR dan kepala Puskesmas terhubung dan dimonitor secara langsung. Meskipun demikian, beberapa kepala puskesmas tidak mengetahui kondisi terkini dari sistem pelaporan SKDR, petugas bekerja tanpa ada staf lain yang membantu memeriksa data sebelum dilaporkan, bahkan beberapa dari mereka tidak melakukan pelaporan SKDR. Beberapa puskesmas juga sering terjadi mutasi petugas ke program yang lain sehingga petugas yang baru terkendala memahami tugasnya dengan baik. Kelemahan utama di tingkat puskesmas ini adalah keterkaitan dengan sistem nasional, dimana petugas tidak menggunakan sms center dari pusat sebagai sarana menyampaikan pelaporan. Hal ini terjadi karena ketidak tahuan petugas dan instruksi dari Dinas Kesehatan hanya meminta puskesmas mengirimkan laporan melalui WA grup SKDR Dinkes-Puskesmas.

Kekuatan sistem manajemen Puskesmas Gambut terletak pada struktur dan fungsi, kinerja pelaporan dan keterkaitan dengan sistem nasional. Kelemahan puskesmas ini pada kinerja pelaporan dan feedback serta kesiapan dalam menghadapi penyakit menular baru (Covid-19). Kelemahan dapat dilihat dari tidak adanya upaya petugas untuk memeriksa kembali adanya kesalahan perhitungan kasus yang dilaporkan dan upaya feedback untuk memperbaiki kualitas pelaporan dari SDP hanya bersifat mengingatkan saja.

Kelemahan dari SDP adalah penanggunggjawab unit biasanya perawat/ bidan yang tidak cukup memiliki pengetahuan dalam penentuan diagnosa sehingga pelaporan cenderung tidak akurat. Kelemahan lainnya adalah manajemen data yang lemah misalnya Sebagian besar SDP tidak melakukan perhitungan ulang dan tidak

(41)

B

A

B

I

II

.

melakukan rekap data yang telah dilaporkan ke dalam form W2 atau sejenisnya. Satu-satunya sumber dokumen yang dapat tim peneliti lakukan verifikasi dari pelaporannya adalah register kunjungan masyarakat yang melakukan pengobatan. Sebagian besar SDP juga tidak dilibatkan langsung dalam kegiatan pengendalian Covid-19 sehingga banyak dari petugas yang tidak begitu memahami program ini. Sebagian besar petugas memiliki latar belakang pendidikan D3 Kebidanan dan D3 Keperawatan (masing-masing 33 persen), sisanya S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Keperawatan, D3 Kesehatan Lingkungan, dan D4 Kebidanan. Pengalaman petugas dalam mengelola SKDR Sebagian besar kurang dari 1 (satu) tahun (62 persen) dan sisanya hanya 29 persen petugas yang bertugas di SKDR lebih dari satu tahun. Sebagian petugas memiliki beban tugas ganda dimana satu petugas bisa memiliki atau bertanggungjawab terhadap beberapa program kerja di unitnya bekerja. Sebagian besar petugas memiliki beban kerja maksimal dua program (57 persen) dan sisanya (43 persen) mengemban lebih dari 2 (dua) program sekaligus.

Dari beberapa hasil temuan di atas, maka direkomendasikan sebagai berikut: a) Kejelasan dalam struktur organisasi dan jalur koordinasi SKDR. Petunjuk kerja

yang jelas terkait instruksi, penugasan, pendampingan (monev), dan dokumen pendelagasian pekerjaan yang jelas dari atasan kepada petugas.

b) Penekanan terhadap pentingnya melakukan dokumentasi pelaporan secara tertib dan rapi.

c) Pelaporan dengan lengkap dan tepat waktu serta mengikuti jalur pelaporan yang tepat (sms center SKDR).

d) Penggunaan formulir yang standar dan konsisten di semua tingkatan poskesdes dan puskesmas.

e) Latar belakang pendidikan berkeahlian Epidemiologi menjadi prasyarat penting dalam penentuan kualifikasi petugas yang ditunjuk menjadi pengelola SKDR. f) Pelatihan petugas yang komprehensif di setiap tingkat dengan rincian yang jelas

(42)

B

A

B

I

II

.

27

Balai Litbang Kesehatan Tanah Bumbu

Indikator kinerja berupa jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balai Litbangkes Tanah Bumbu menargetkan sebanyak 1 (satu) hasil penelitian. Dikarenakan terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak bulan Maret 2020 hingga sekarang membuat kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang Upaya Kesehatan Masyarakat terdapat kendala sehingga kualitas capaian hasil penelitian terjadi perubahan yang awalnya 1 (satu) hasil penelitian menjadi hanya 1 (satu) laporan kegiatan karena kegiatan penelitian yang tidak memungkinkan lagi untuk dilanjutkan sehingga penelitian tersebut dihentikan.

Indikator ini merepresentasikan perumusan output hasil penelitian dan pengembangan di bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang dilaksanakan oleh satker Balai Litbangkes Tanah Bumbu yang dijabarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 3.3.

Output Indikator Kinerja Hasil Penelitian di Bidang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2020

No Judul Penelitian Ketua Penelitian Output

1. Evaluasi program

penanggulangan kecacingan di Provinsi Kalimantan Selatan Tahap II

Nita Rahayu Laporan Kegiatan Penelitian (Kegiatan hanya sampai pada perijinan kelokasi penelitian)

Ringkasan hasil penelitian Evaluasi program penanggulangan kecacingan di Provinsi Kalimantan Selatan Tahap II adalah sebagai berikut :

Pelaksanaan evaluasi pengobatan kecacingan belum pernah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan sehingga tidak ada data prevalensi kecacingan terbaru. Penelitian tahap 1 (satu) telah dilakukan pada tahun 2019 di 5 (lima) Kabupaten/Kota dari 13 (tiga belas) Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian tahap 2 (dua) dilakukan untuk melanjutkan di 8 (delapan) Kabupaten/Kota khususnya Kabupaten/Kota yang memiliki karakteristik lokasi daerah rawa sebagai salah satu lingkungan yang sangat baik bagi perkembangan populasi keong yang dapat menjadi hospes perantara cacing trematoda yang menginfeksi manusia jika menelan bentuk infektif yang terdapat di air maupun tanaman air.

Gambar

Grafik Perbandingan Target dan Capaian Indikator Kinerja  Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan    Balai Litbangkes Tanah Bumbu Tahun 2016-2020
Grafik Perbandingan Anggaran dan Realisasi Balai Litbangkes Tanah Bumbu  Tahun 2016-2020
Tabel  berikut  adalah  sadingan  presentasi  jika  dilihat  dari  capaian  kinerja  dan  anggaran Balai Litbangkes Tanah Bumbu tahun 2020 :

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah berperan sebagai pemegang komitmen dalam pengelolaan risiko bencana untuk melindungi warga negara dari bahaya alam dan teknologi (Rachmawati 2013) karena PMI

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Daftar Transaksi Harian Belanja Daerah ini dibuat dengan sebenarnya dan saya bertanggung jawab penuh atas kebenaran

Selain itu, dukungan manajerial juga menjadi faktor penting dalam implementasi SIMRS karena semua program yang berlaku berasal dari pihak manajerial, begitu

Game bertipe fighting ini merupakan salah satu tipe game yang cukup digandrungi di kalangan remaja, dalam game ini pemain akan memainkan satu karakter atau lebih yang

Konseling adalah percakapan tatap muka dua arah antara peserta KB dengan petugas konseling (konselor) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada peserta KB

� I b PS3 2 Jakarta LAPORAN AKHIR PENELITIAN Konsumsi Zat Gizi Pegawai Badan Litbangkes menurut Suhu Lingkungan Kerja di Jakarta Pusat dan Tawangmangu Nama Penyusun Laporan 1 Fithia

Dari 196 jumlah penduduk desa Batuah yang diperiksa oleh petugas eliminasi filariasis Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2013 diperoleh 5 kasus positif

Tujuan utama yang ingin dicapai tahun 2020-2024 tersebut, menjadi dasar dalam menentukan sasaran strategis yang ingin dicapai pada tahun anggaran 2020 yang dituangkan