• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1 UNECAFE (United Nations Economic Commission for Asia and the Far East) merupakan salah satu dari lima komisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1 UNECAFE (United Nations Economic Commission for Asia and the Far East) merupakan salah satu dari lima komisi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sekumpulan pulau tak berpenghuni yang hanya terdiri dari bebatuan karang telah menjadi pemecah hubungan antara Jepang dan Cina selama beberapa dekade terakhir. Keduanya saling memperebutkan wilayah kepulauan yang terletak di Laut Cina Timur, bahkan kepulauan ini memiliki nama berbeda dari kedua sisi. Jepang menyebutnya Senkaku, sedangkan Cina menyebutnya Diaoyu.

Kepulauan Senkaku/Diaoyu memiliki luas 7 km2. Dari sisi Jepang, kepulauan tersebut

terletak 410 km dari barat Okinawa, 170 km dari utara pulau Ishigaki. Sedangkan dari sisi Cina terletak di 330 km dari timur daratan Cina dan 170 km dari timur laut Taiwan.

Gambar 1.

Letak Geografis Kepulauan Senkaku/Diaoyu

Sumber : Website Kementerian Luar Negeri Jepang, http://www.mofa.go.jp/region/asia-paci/senkaku/pdfs/fact_sheet_01.pdf

Perebutan kedaulatan atas kepulauan Senkaku/Diaoyu yang dilakukan oleh Jepang dan Cina pertama kali muncul kepermukaan pada tahun 1968. Sebuah badan penelitian yang

dibawahi oleh UNECAFE1 yaitu CCOP2 memperkirakan bahwa terdapat 175-210 triliyun

1

UNECAFE (United Nations Economic Commission for Asia and the Far East) merupakan salah satu dari lima komisi regional dari United Nations Economic and Social Council yang berpusat di Bangkok, Thailand. Komisi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara negara anggota. Saat ini, ECAFE telah berubah nama menjadi UNESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pasific).

(2)

kubik kandungan minyak bumi, gas, serta sumber daya laut di wilayah Laut China Timur terutama disekitar wilayah Okinawa atau Selatan Jepang termasuk Senkaku/Diaoyu. Selain itu, wilayah ini juga merupakan bagian dari jalur perdagangan dunia yang tentu saja akan menguntungkan jika suatu negara dapat menguasai jalur tersebut.

Jepang menyatakan bahwa sekitar tahun 1894 negaranya telah melakukan rediscovery terhadap gugusan pulau Senkaku/Diaoyu. Pada saat itu, seorang pengusaha asal Jepang bernama Koga Tatsushiro melakukan penjelajahan dan menemukan kembali gugusan pulau di perairan yang tidak begitu jauh dari Okinawa. Ia kemudian menggunakan pulau-pulau tersebut untuk keperluan bisnis dengan memanfaatkan jalur perdagangan yang ada untuk menjual hasil laut yang didapat dari wilayah tersebut. Berdasarkan survey dari administrasi Okinawa, pulau-pulau tersebut tidak berpenghuni dan tidak berada dibawah kontrol Cina

atau dengan kata lain wilayah yang saat ini bernama Senkaku/Diaoyu berstatus terra nullis3

(Daqing Yang, 2013).

Setelah Jepang menang dalam perang Sino ditahun 1894, pemerintah Jepang menyusun kabinet yang memutuskan untuk menempatkan Taiwan serta beberapa pulau dibawah yuridiksi Okinawa dan membangun territorial landmark pada 14 Januari 1895. Paska Perang Dunia II tepatnya tahun 1951, melalui Perjanjian Perdamaian San Fransisco, Jepang mengumumkan ke wilayahan negaranya yang mencangkup beberapa pulau termasuk Senkaku/Diaoyu. Namun bagaimanapun, Taiwan serta pulau-pulau tersebut berada dibawah perwalian Amerika Serikat. Untuk itu, melalui kesepakatan Okinawa, Amerika Serikat mengembalikan Taiwan serta pulau-pulau yang berada dibawah perwaliannya kembali ke tangan Jepang. Selanjutnya, Jepang turut mengembalikan kewilayahan atas Taiwan ke tangan Cina pada tahun 1972.

Disisi lain, Cina mengatakan bahwa Senkaku/Diaoyu telah menjadi bagian dari negaranya sejak abad ke-19 tepatnya pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Selain itu, sebelum Senkaku//Diaoyu jatuh ketangan Jepang, wilayah tersebut telah berada dibawah administrasi provinsi Taiwan yang berada dibawah kekuasaan Cina. Untuk itu, setelah Taiwan dikembalikan ketangan Cina melalui perjanjian Okinawa, Cina berpendapat bahwa

2

CCOP : Committee for Coordination of Joint Prospecting for Mineral Resources in Asian Offshore Areas.

3 Terra nullis atau terra nulius berasal dari bahasa latin yang dipengaruhi oleh hukum romawi. Definisinya sendiri

yaitu suatu tanah yang tidak bertuan. Dalam hukum internasional, istilah ini sering digunakan untuk menandai suatu wilayah yang tidak menjadi bagian dari suatu negara.

(3)

kepulauan Senkaku/Diaoyu harus pula dikembalikan. Karena Jepang juga menginginkan kepulauan tersebut, maka ia tidak kunjung mengembalikan Senkaku/Diaoyu. Hal diatas kemudian mendorong Cina untuk menuduh bahwa Jepang telah mencuri kepulauan-kepulauan tersebut dengan memanfaatkan Perjanjian Shimoniseki yang berisi tentang pemindahaan kekuasaan atas Taiwan dari Cina ketangan Jepang pada tahun 1895.

Setelah klaim di atas muncul, kedua negara sempat melakukan beberapa diplomasi guna menyelesaikan sengketa. Namun sayangnya, diplomasi yang mereka lakukan gagal disebabkan oleh perbedaan pandangan. Selain diplomasi, kedua negara juga melakukan beberapa kerjasama terkait eksplorasi minyak di Laut Cina Timur termasuk di kepulauan Senkaku/Diaoyu. Sebelum keduanya menjalankan program kerja maupun penelitian di Laut Cina Timur, kerjasama tersebut harus berakhir karena beberapa alasan seperti perbedaan aliansi serta latar belakang ideologi yang sangat bersebrangan.

Dalam kasus perebutan kedaulatan antara Jepang dengan Cina atas kepulauan

Senkaku/Diaoyu, Jepang menuntut penerapan pendekatan melalui equidistant4. Sedangkan

Cina bersikukuh untuk menerapkan pendekatan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sebagai tolok ukur kepemilikan wilayah. Jika berdasarkan pendekatan ZEE, batas ke wilayahan kedua negara saling tumpang tindih karena lebar Laut Cina Timur kurang dari 400 mil di wilayah yang disengketakan. Untuk itu, Jepang mengusulkan pembentukan garis median di wilayah yang tumpang tindih. Namun selama perbatasan tersebut belum disepakati oleh kedua belah pihak, masing-masing Jepang maupun Cina berpotensi untuk mengklaim jarak sesuai pembenaran mereka.

Perselisihan kedua negara meningkat ketika Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan’s dan penerusnya yaitu Yoshihiko Noda memutuskan untuk membeli tiga dari delapan pulau Senkaku/Diaoyu dan menasionalisasi pulau-pulau tersebut pada tahun 2012. Atas tindakan tersebut, yang sebelumnya perselisihan secara langsung antara Jepang dan Cina di wilayah Senkaku/Diaoyu hanya melibatkan kapal penangkap ikan dari Cina serta coast guard Jepang, kemudian meningkat menjadi perselisihan militer. Cina kemudian mengirimkan kapal militernya untuk beroperasi keluar masuk wilayah persengketaan.

4

Sebuah pengukuran wilayah atau lokasi dimana jarak daerah pada peta harus sesuai dengan jarak daerah yang sebenarnya di lapangan dengan perbandingan sekala yang tepat.

(4)

Pada 23 November 2013, Cina juga mendeklarasikan Air Defence Identification Zone

(ADIZ)5 atas Laut China Timur yang mencangkup wilayah udara Senkaku/Diayou. Hal ini

kemudian mendorong gelombang kemarahan bagi Jepang dan sempat membuat kondisi di Laut China Timur memanas.

Gambar 2.

Peta Air Defence Identification Zone (ADIZ) dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Cina dan Jepang.

Sumber : Website Kementerian Pertahanan Cina, http://eng.mod.gov.cn

Sekitar bulan Oktober 2014, Perdana Menteri Jepang mengirimkan persembahan berupa pohon masakaki kecil ke kuil Yasukuni yang merupakan kediaman dari pemimpin-pemimpin militer Jepang pada masa perang. Namun bagi Cina, pemimpin-pemimpin tersebut dianggap sebagai penjahat perang. Atas tindakan PM Jepang, lagi-lagi Cina mengeluarkan kebijakan dengan mengerahkan kapal militer untuk berkeliaran di wilayah persengketaan.

Kegiatan diatas kemudian berlanjut hingga tahun 2016, baik Jepang maupun Cina sama-sama mengerahkan sektor militernya di wilayah kepulauan Senkaku/Diaoyu. Tokyo dan Beijing pun tidak henti-hentinya saling bertukar komentar atas memanasnya situasi di Laut Cina Timur terutama paska Jepang ikut mendukung keputusan Pengadilan Tetap Arbitrase pada bulan Juli 2016 yang membatalkan klaim teritorial Cina di Laut China Selatan.

Seperti yang telah diketahui, Cina merupakan negara dengan anggaran militer terbesar ketiga dibawah Amerika Serikat dan Rusia. Berdasarkan laporan dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), anggaran militer Cina meroket hingga 132%

5Air Defence Identification Zone (ADIZ) atau Zona Identifikasi Pertahanan Udara merupakan ruang udara yang

berada diatas daratan maupun perairan yang digunakan untuk pelacakan, identifikasi, dan pemantauan pesawat sipil untuk kepentingan keamanan nasional.

(5)

selama periode 10 tahun terhitung dari tahun 2006-2016. Pada tahun 2016, Tiongkok mengalami kenaikan anggaran militer sebesar 7.6% dengan volume 954 miliar Yuan atau 146,5 miliar USD. Walaupun kenaikan anggaran tahun 2016 merupakan kenaikan terkecil dari tahun-tahun sebelumnya, namun hal tersebut tidak menggeser posisi Cina dari peringkatnya.

Sedangkan Jepang, pada tahun 2015 anggaran militernya mencapai 4.82 triliun Yen atau 48.97 miliar USD dimana kenaikan ini menjadi kenaikan anggaran militer terbesar dalam kurun waktu 22 tahun terakhir. Kementerian Pertahanan Jepang memiliki agenda untuk meningkatkan anggaran militernya dalam kurun waktu 10 tahun. Untuk tahun 2014-2018 mendatang, Kementerian Pertahanan Jepang telah mengalokasikan dana sebesar 23.97 triliun Yen atau 199.5 miliar USD untuk sektor militer. Tomomi Inada selaku Menteri Pertahanan Jepang mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Jepang untuk meningkatkan anggaran serta memperbaharui teknologi militer yang dimiliki melihat adanya perubahan situasi keamanan di Laut Cina Timur yang kian memanas sejak lima tahun belakangan.

Sebagai dua negara yang berdaulat, adalah suatu kewajiban untuk melindungi wilayah kedaulatannya, terlebih jika wilayah tersebut berpotensi menjadi sumber kekuatan ekonomi bagi suatu negara. Berdasarkan pada teori neorealisme, suatu negara akan meningkatkan power atau kekuatan guna mendapatkan keuntungan atas suatu benda atau hal yang akan mendukung national interest nya. Hal ini sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh Jepang dan Cina dalam mempertahankan kepulauan Senkaku/Diaoyu sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya paska merebaknya informasi tentang nilai-nilai strategis di kepulauan Senkaku/Diaoyu. Sebagai dua great power yang merasa terancam atas keberadaan satu sama lain karena kasus sengketa di wilayah kedaulatan negaranya, baik Jepang dan Cina kemudian melakukan tindakan yang bersinggungan dengan offensive realist dimana peningkatan power merupakan strategi yang tepat untuk bertahan dari serangan musuh, kemudian peningkatan anggaran dan strategi militer di wilayah sengketa menjadi bagian dari self-help kedua negara tersebut. Jika melihat dari ketimpangan kekuatan militer antara Jepang dan Cina, tentu saja Jepang dapat menjadi negara yang tidak cukup tangguh jika disandingkan dengan Cina dalam sengketa kepulauan Senkaku/Diaoyu. Namun jika diteliti lebih jauh lagi, Jepang memiliki power yang cukup tangguh untuk menghadapi Cina sebagai the new hegemonic power melalui kekuatan external maupun internalnya. Hal ini kemudian menarik penulis untuk

(6)

meneliti lebih dalam terutama tentang motif serta strategi militer Jepang dan Cina dalam mempertahankan wilayah kepulauan Senkaku/Diaoyu sebagai bagian dari kedaulatan masing-masing negara yang berdasarkan pada teori yang digunakan oleh peneliti.

1.2. Pertanyaan Penelitian

Bagaimana strategi militer Jepang dan Cina dalam mempertahankan kedaulatan wilayah (Studi kasus perebutan wilayah sengketa kepulauan Senkaku/Diaoyu tahun 2012-2016) ?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi militer Jepang dan Cina

dalam mempertahankan kedaulatan wilayah yang berdasarkan pada studi kasus mengenai perebutan wilayah sengketa kepulauan Senkaku/Diaoyu tahun 2012-2016

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Praktis

Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi organisasi, akademisi, maupun masyarakat umum mengenai perebutan wilayah sengketa yang terjadi antara Jepang dan Cina di kepulauan Senkaku/Diaoyu melalui strategi-strategi militer.

1.4.2. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pengembangan ilmu hubungan internasional, terutama dalam kajian pertahanan kedaulatan

negara dan sengketa teritorial di kawasan Asia Timur.

1.5. Konsep dan Batasan Penelitian

Penelitian ini berjudul “Strategi Militer Jepang Dan Cina Dalam Mempertahankan Kedaulatan Wilayah (Studi Kasus Perebutan Wilayah Sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu Tahun 2012-2016)” dan menggunakan beberapa konsep yang dijadikan acuan sebagai kerangka analisis, yaitu:

1. Strategi militer merupakan rencana, koordinasi, dan arahan untuk kegiatan operasi-operasi militer yang menggabungkan seluruh strategi politik serta tujuan dari

(7)

penggunaan militer. Strategi dalam konsep militer juga dipahami sebagai seni dalam menggunakan medan pertempuran untuk memenangkan perang. Strategi sendiri berkaitan erat dengan taktik apa yang mungkin digunakan untuk melawan musuh, dengan mengingat ukuran dari seberapa besar negara itu memiliki pasukan berkualitas, jenis dan jumlah senjata yang kuat serta layak untuk digunakan dalam medan pertempuran, bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh musuh, dimana lokasi musuh berada dan tentu saja perkiraan akan pergerakan musuh di masa depan Penggunaan militer sebagai alat dalam mempertahankan kedaulatan terjadi akibat gagalnya jalur diplomasi antara Jepang dan Cina (Carl Von Clausewitz).

2. Kedaulatan negara marupakan hak hakiki suatu negara untuk mengatur seluruh wilayah kekuasaannya tanpa campur tangan dari pemerintah negara lain. Kedaulatan negara bersifat asli, tertinggi, dan tidak terbagi-bagi. Asli berarti kekuasaan yang dimilikinya tidak berdasarkan kekuasaan lain, tertinggi berarti tidak ada kekuasaan yang lebih tinggi darinya, sedangkan tidak terbagi-bagi berarti kedaulatan negara tidak boleh dibagikan kepada badan-badan tertentu karena akan menimbulkan kebingungan pelaksanaannya (J.H.A. Logemann,1962).

3. Sengketa wilayah dipahami sebagai situasi yang terjadi antara dua negara atau lebih yang memiliki pandangan bertentangan mengenai peta wilayah kekuasaan. Dalam penelitian ini, yang menjadi wilayah yang disengketakan adalah kepulauan Senkaku/Diayou (Mahkamah Internasional).

Untuk memfokuskan penelitian yang sesuai dengan harapan penulis, maka dibutukan adanya batasan penelitian. Untuk itu permasalahan penelitian ini hanya akan mencangkup hal-hal sebagai berikut:

1. Penelitian ini hanya akan berfokus pada strategi-strategi militer yang digunakan oleh Jepang dan Cina dalam mempertahankan kedaulatan wilayah di kepulauan Senkaku/Diaoyu.

2. Penelitian ini akan menggunakan ukuran-ukuran dalam aspek militer seperti anggaran militer, perlengkapan militer, penempatan alutista dan pasukan militer di wilayah sengketa, serta dukungan militer untuk meneliti lebih jauh tentang strategi militer antara Jepang dengan Cina di kepulauan Senkaku/Diaoyu.

(8)

3. Penelitian ini hanya akan menekankan penggunaan strategi militer antara Jepang dan Cina terkait sengketa kedaulatan wilayah di kepulauan Senkaku/Diaoyu dari tahun 2012-2016.

Referensi

Dokumen terkait

SKKNI dapat digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk acuan evaluasi dan asesmen kompetensi tenaga kerja, baik dalam kaitannya dengan rekrutmen, pengembangan karier

Rasio ini membandingkan antara total Pendapatan Asli Daerah berbanding dengan total Pendapatan dari laporan APBD, sehingga dapat diketahui seberapa efektif dan efisiennya

Untuk mengetahui apakah current ratio, return on assets, dan debt to equity ratio secara parsial berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada

Tuna mata besar yang merupakan pelagis besar di perairan selatan Jawa banyak ditangkap dengan menggunakan longline. Produktivitas alat tangkap longline cukup tinggi dimana daya

Kegiatan ini berupa penyuluhan serta peragaan mengenai bagaimana membuat rangkaian bunga dari bahan dasar limbah kantong plastic yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi

Panjang akar mulai menunjukkan perbedaan yang nyata pada 15 HST hingga panen yaitu pada 30 HST, panjang akar lollorossa pada teknik budi daya secara aeroponik

Inventory meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual kembali atau dikonsumsikan dalam siklus operasi normal perusahaan

Pasal 28 Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 menyatakan bahwa seorang pendidik harus: (1) memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen