7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar
Pada uraian konsep dasar ini, akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengertian program, pengertian sistem, pengertian sistem informasi, pengertian sistem informasi akademik, pengertian basis data, pengertian black box testing serta pengertian model pengembangan perangkat lunak yang digunakan.
2.2.1 Struktur Navigasi
“Struktur navigasi adalah susunan menu atau hierarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi tiap halaman pada suatu situs web” (Rizal & Misriati,2018).
Sedangkan menurut (Setiawati, 2018) “Struktur navigasi adalah alur yang digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Sebelum menyusun aplikasi multimedia kedalam sebuah software, kita harus menentukan terlebih dahulu alur apa yang akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat”.
Bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia ada empat macam (Setiawati, 2018), yaitu:
1. Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurutan menurut aturannya (Setiawati, 2018).
Sumber: (Setiawati, 2018)
Gambar II.1 Struktur Navigasi Linier
Struktur Navigasi Linier
2. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layer dengan kriteria tertentu. Tampilan pada menu utama disebut
master page (halaman utama satu), halaman tersebut mempunyai halaman
percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya (Setiawati,2018).
Sumber: (Setiawati, 2018)
Gambar II.2
3. Struktur Navigasi NonLinier
Struktur navigasi non linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan pada struktur non linier berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page (Setiawati, 2018).
Sumber: (Setiawati, 2018)
Gambar II.3
Struktur Navigasi Non Linier
4. Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas,maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia (Setiawati,2018).
Sumber: (Setiawati, 2018)
Gambar II.4
2.1.1 Pengertian Program
Munir & Rinaldi mengemukakan bahwa “Program adalah algoritma yang ditulis dalam bahasa komputer. Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman” (Fridayanthie & Charter, 2016).
Dalam menyusun suatu program yang besar dan kompleks dibutuhkan beberapa tahapan yang sistematis dan terpadu (Fridayanthie & Charter, 2016), yaitu sebagai berikut: 1. Mendifinisikan masalah 2. Analisis kebutuhan 3. Desain algoritma 4. Pengkodean 5. Bahasa pemrograman
6. Testing dan debugging
7. Dokumentasi 8. Pemeliharaan
2.1.2 Pengertian Sistem
Cahyaningtyas & Iriyani mengemukakan bahwa “Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi dan barang” (Ajusta & Luthfanida, 2019).
Sedangkan menurut (Yuliani & Amalia, 2018) “Sistem adalah seperangkat unsur- unsur yang terdiri dari manusia, mesin/alat & prosedur serta konsep-konsep yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama”.
2.1.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan (Iswandy, 2015).
Sedangkan menurut (Hidayat&Aribowo,2015) Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen sistem informasi disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Komponen sistem informasi tersebut terdiri dari blok masukan (inputblock), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technologi block), dan basis data (data
base block).
2.1.4 Pengertian Sistem Informasi Akademik
“Sistem informasi akademik merupakan sistem informasi untuk menangani pengelolaan dan penyajian data-data akademik yang dibutuhkan siswa, orang tua dan pengguna yang membutuhkan data sistem informasi” (Rahman, Pramastya, Nurdin, & Sumarna, 2019).
1. Basis Data (Data Base)
a. Pengertian Basis Data
“Basis data atau database adalah kumpulan informasi yang disusun dan merupakan suatu kesatuan yang utuh yang disimpan di dalam perangkat keras (komputer) secara sistematis sehingga dapat diolah menggunakan perangkat lunak” (Swara & Pebriadi, 2016).
b. Xampp
Wicaksono mengemukakan bahwa Xampp adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL di komputer lokal. XAMPP berperan sebagai
server web pada komputer lokal. XAMPP juga dapat disebut sebuah
Cpanel server virtual, yang dapat membantu melakukan preview sehingga
dapat dimodifikasi website. tanpa harus online atau terakses dengan internet. (Fridayanthie & Mahdiati, 2016).
Sedangkan menurut (Rohensih & Suwarni, 2015) “Xampp adalah perangkat lunak bebas yang mendukung banyak sistem operasi yang merupakan komplikasi dari beberapa program. XAMPP berfungsi untuk menjadi server yang berdiri sendiri yang terdiri dari program apache HTTP server”.
c. MySQL
“MySQL merupakan Database Management System (DBMS). MySQL merupakan database yang mampu menyimpan data berkapasitas sangat besar hingga berukuran GigaByte sekalipun” (C. A. Pamungkas, 2017).
MySQL adalah sebuah server database open source yang terkenal yang
digunakan berbagai aplikasi terutama untuk server atau membuat website. Mysql berfungsi sebagai SQL (Structured Query Language) yang dimiliki sendiri dan sudah diperluas oleh Mysql umumnya digunakan bersamaan dengan PHP untuk membuat aplikasi server yang dinamis dan powerfull (Muzaqi et al., 2019).
Sedangkan menurut (Prasetyo et al., 2015) “MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itulah sebabnya istilah table, baris, kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel”.
2. Black BoxTesting
“Black box testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya” (Janti, 2017).
“Dalam black box testing sistem diperlakukan seperti sebuah kotak hitam (black box) yang mana perilaku hanya bisa ditentukan dengan mempelajari inputan dan keluaran yang berhubungan” (Maulana, Firmansyah, & Hairil,2019).
Roger S Pressman mengemukakan bahwa Black box testing merupakan salah satu teknik pengujian aplikasi perangkat lunak, dimana teknik pengujian ini memungkinkan kita untuk membuat beberapa kumpulan kondisi masukan yang sepenuh nya akan melakukan semua kebutuhan fungsional untuk program (Lesmono, 2019).
Sedangkan menurut (Lesmono, 2019) “Pengujian black box bukan teknik alternatif untuk white box. Sebaliknya, ini merupakan pendekatan pelengkap yang mungkin dilakukan mengungkapkan kelas kesalahan yang berbeda dari yang diungkap metode white box”.
Pengujian black box testing berupaya untuk menemukan kesalahan dalam kategori berikut (Lesmono, 2019) :
a. Fungsi yang salah atau hilang.
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses basis data eksternal.
d. Kesalahan perilaku atau kinerja.
3. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Pressman menjelaskan bahwa nam lain dari model waterfall adalah model air terjun kadang dinamakan siklus hidup klasik (classic life cyle), dimana hal ini menyiratkan pendekatan yang sistematis dan berurutan (sekuensial) pada pengembangan perangkat lunak. Pengembangan perangkat lunak dimulai dari spesifikasi kebutuhan pengguna dan berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan, pemodelan, konstruksi, serta penyerahan sistem perangkat lunak ke para pelanggan/pengguna, yang diakhiri dengan dukungan berkelanjutan pada perangkat lu nak yang dihasilkan (Setiawan, Sulistiowati & Lemantara,2015).
Sumber: (Yuliani & Amalia, 2018)
Gambar II.5 Ilustrasi Model Waterfall
lIlustrasi Model Waterfall
Gambar II.1 tersebut menjelaskan bahwa model waterfall menekankan pada sebuah keterurutan dalam proses pengembangan perangkat lunak.
2.2. Peralatan Pendukung
2.2.2 ERD (Entity Relationship Diagram)
“Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down” (Rahman et al.,2019).
Jadi Entity Relationship Diagram dapat disimpulkan bahwa sebagai suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam suatu basis data.
Menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) Simbol-simbol dalam ERD (Entity
Relationship Diagram) adalah sebagai berikut:
1. Entitas: suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana kita akan menyimpan data.
2. Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu.
3. Relasi: hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebihentitas.
4. Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.
2.2.3 LRS (Logical Record Structure)
“Logical Record Structur adalah representasi dari struktur record-record pada
tabel- tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel dan foreign key” (Septiani, Afni, & Andharsaputri,2019).
Menurut (Rahman et al., 2019) “Logical Record Structure adalah pemodelan basis data yang digunakan untuk mengimplementasikan rancangan ERD ke dalam
basis data yang sesungguhnya”.
Hasiguan dan Shidiq mengemukakan bahwa Logical Record Structure merupakan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram E-R akan mengikuti pola/aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, maka perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut ini (Puspitasari, 2016):
1. Setiap entitas akan diubah kebentukkotak.
2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi jika hubungan yang terjadi pada diagram E-R 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkanreferensi).
3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai
primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling
berhubungan.
Wulandari mengemukakan bahwa ada beberapa tahapan transformasi ERD ke LRS (Tabrani, 2017), yaitu:
1. Konversi ERD ke LRS, Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasitabel.
2. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS.
untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut:
a. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.
b. Sebuah Relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas, kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.
c. Konversi LRS ke relasi tabel atau tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi, yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file, dan tiap tuple dalam sebuah field, atau dalam bentuk lingkaran.
Diagram Entity Relationship dikenal dengan sebutan atribut. Konversi dari
logical structure, dilakukan dengan cara:
1. Nama logical record structure menjadi nama relasi.
2. Tiap atribut menjadi sebuah kolom didalam relasi.
2.2.4 UML (Unified Modeling Language)
Windu Gata dan Grace mengemukakan bahwa “Unified Modeling Language (UML) merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem” (Hendini, 2016).
“Unified Modeling Language (UML) merupakan bahasa pemodelan yang berbentuk grafis yang digunakan untuk memvisualisasi, menspesifikasikan suatu sistem perangkat lunak” (Heriyanto, 2018).
Rosa dan Shalahuddin mengemukakan bahwa UML mempunyai beberapa atau sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. Diagram tersebut akan menggambarkan atau mendokumentasikan beberapa aspek dari sebuah sistem. Abstraksi konsep dasar UML terdiri dari structural classification, dynamic behavior, dan model management, Berikut adalah diagram yang ada pada UML (Fridayanthie & Mahdiati, 2016):
1. Use Case Diagram
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan
(behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat.
2. Activity Diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Activity Diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh system.