• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 219

X

X

I

I

.

.

P

P

e

e

r

r

e

e

n

n

c

c

a

a

n

n

a

a

a

a

n

n

K

K

e

e

u

u

a

a

n

n

g

g

a

a

n

n

1

1

.

.

P

P

e

e

nd

n

d

a

a

hu

h

u

l

l

ua

u

a

n

n

Perencanaan keuangan sangat bermanfaat untuk mengarahkan dan mengendalikan keuangan (aliran kas) suatu organisasi. Perencanaan tersebut mencakup tujuan yang ingin dicapai, analisis perbedaan antara tujuan tersebut dengan kondisi perusahaan saat ini, dan alternatif tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut dengan mendasarkan pada kondisi saat ini.

2

2.

.

An

A

ng

g

g

g

a

a

r

r

a

a

n

n

Ka

K

a

s

s

Anggaran kas merupakan peramalan detail mengenai aliran kas masuk dan keluar untuk periode tertentu di masa mendatang. Anggaran kas tersebut bisa bermanfaat untuk

(2)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 220 melihat kapan perusahaan membutuhkan kas, kapan mempunyai kelebihan kas, kemudian alternatif tindakan yang diperlukan. Anggaran kas juga bermanfaat untuk pengendalian kas.

L

Laannggkkaahh--llaannggkkaahh ddaallaamm ppeennyyuussuunnaann aannggggaarraann kkaass kkuurraanngg lleebbiihh s

seebbaaggaaii bbeerriikkuutt::

a. Menetapkan asumsi-asumsi yang diperlukan.

b. Memperkirakan penjualan di masa mendatang, karena penjualan merupakan komponen kas masuk paling besar. c. Mengidenfikasi kas masuk lainnya, seperti penjualan aset,

surat berharga, dan lainnya.

d. Mengidentifikasi kas keluar, seperti pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya penjualan, administrasi, dan biaya lainnya.

e. Menghitung aliran kas bersih, yaitu kas masuk dikurangi kas keluar.

P

P

e

e

r

r

a

a

m

m

a

a

l

l

a

a

n

n

P

P

e

e

n

n

j

j

u

u

a

a

l

l

a

a

n

n

Misal, perusahaan menggunakan analisis regresi untuk meramal penjualan di masa mendatang. Misal menggunakan data

(3)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 221 penjualan sepuluh tahun yang lalu. Variabel bebas adalah waktu (1 sampai 10), sedangkan variabel tidak bebas adalah penjualan.

Analisis ini sering disebut analisis runtut waktu (time series).

S

Seetteellaahh sseelleessaaii mmeerraammaall ppeennjjuuaallaann ttaahhuunnaann,, llaannggkkaahh bbeerriikkuuttnnyyaa a

addaallaahh::

a. Mengalokasikan penjualan tahunan tersebut ke dalam penjualan bulanan. Alokasi ini perlu dilakukan jika penjualan menunjukkan pola musiman.

b. Memperkirakan nilai penjualan kas dan kredit untuk merperkirakan aliran kas masuk.

c. memperkirakan aliran kas keluar.

d. MMeenngghhiittuunngg aalliirraann kkaass mmaassuukk bbeerrssiihh == a alliirraann kkaass mmaassuukk –– aalliirraann kkaass kkeelluuaar r M Meenngghhiittuunngg ssaallddoo kkaass ((ssuurrpplluuss aattaauu ddeeffiissiitt)) == ( (PPeerrsseeddiiaaaann kkaass aawwaall ++ AAlliirraann kkaass mmaassuukk)) –– P Peerrsseeddiiaaaann kkaass aakkhhiir r

(4)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 222 e. Hasil akhir menunjukkan defisit atau surplus saldo kas untuk

setiap bulannya.

3

3.

.

L

L

a

a

p

p

o

o

r

r

a

a

n

n

Ke

K

e

ua

u

a

ng

n

g

a

a

n

n

P

P

r

r

o

o

-f

-

f

o

o

r

r

m

m

a

a

Laporan keuangan pro-forma menyajikan perkiraan kondisi keuangan pada masa mendatang. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode persentase penjualan. Metode ini lebih sederhana dibandingkan dengan metode penganggaran kas. Yang pertama perlu dilakukan adalah memperkirakan hubungan antara biaya dengan penjualan. Jika penjualan naik/turun, maka item-item tersebut akan berubah proporsional mengikuti perubahan penjualan.

Pendekatan seperti di atas masih menggunakan asumsi sederhana, yaitu semua item akan berubah secara proporsional terhadap penjualan. Dalam kenyataannya, item-item mungkin tidak akan berubah secara proporsional terhadap penjualan. Karena itu metode sederhana tersebut akan cenderung menghasilkan estimasi yang lebih rendah.

(5)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 223

Pr

P

ro

o

-

-

f

f

o

o

rm

r

ma

a

N

Ne

er

ra

a

ca

c

a

da

d

a

n

n

K

K

eb

e

bu

ut

tu

uh

ha

an

n

D

Da

an

n

a

a

Pro-forma neraca bisa dibuat untuk memperkirakan kebutuhan dana di masa mendatang. Aset dan pendanaan di masa mendatang bisa diperkirakan dengan metode persentase penjualan atau pertimbangan manajer, atau kombinasi keduanya. Jika pro-forma aset lebih besar dibandingkan dengan pro-forma pasiva (pendanaan), maka selisih antara keduanya merupakan kebutuhan dana.

Perhitungan yang lebih teliti sebenarnya akan menunjukkan bahwa kenaikan hutang akan meningkatkan pembayaran bunga, yang kemudian akan berpengaruh terhadap laba, dan selanjutnya terhadap laba yang ditahan. Pengaruh tersebut akan merubah lagi jumlah total pasiva, sehingga kebutuhan dana akan berubah. Untuk menyederhanakan permasalahan, efek berantai seperti itu tidak dimasukkan ke dalam analisis selanjutnya.

(6)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 224

4

4

.

.

F

F

o

o

r

r

m

m

u

u

l

l

a

a

M

M

e

e

n

n

g

g

h

h

i

i

t

t

u

u

n

n

g

g

K

K

e

e

b

b

u

u

t

t

u

u

h

h

a

a

n

n

D

D

a

a

n

n

a

a

Jika kita mengetahui persentase item-item dalam aktiva dan pasiva terhadap penjualan, kita bisa menghitung kebutuhan dana secara langsung dengan formula berikut.

{

{((AsetAset // PenjualanPenjualan)) xx ∆∆ PPeennjjuuaallaann}} –– {

{((Hutang DagangHutang Dagang // PenjualanPenjualan)) xx ∆∆ PPeennjjuuaallaann}} –– { {((PPMM xx PPeennjjuuaallaann yyaanngg ddiipprrooyyeekkssiikkaann)) xx K Keebbuuttuuhhaann DDaannaa == ( (11 –– RRRR))}}

(7)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 225 C Coonnttoohh 1 1 M Meennccaarrii ttaammbbaahhaann kkeebbuuttuuhhaann ddaannaa aattaauu A AFFNN ((aaddddiittiioonnaall ffuunnddss nneeeeddeedd)), , ddeennggaann ffoorrmmuullaa 20A 20B (Estimasi) Aktiva (assets) Rp1.000.000.000,- ?

Hutang dagang (Accts. Pay.) Rp100.000.000,-

Penjualan (sales) Rp2.000.000.000,-

Rp2.500.000.000,-Net Profit Margin 2,7% 2,7%

DPR 40% 40% Retention rate (RR) 60% 60% Bunga 10% 10% K Keebbuuttuuhhaann DDaannaa aattaauu AAFFNN == {(1.000.000.000 / 2.000.000.000) x 500.000.000} – {(100.000.000 / 2.000.000.000) x 500.000.000} – {(2,7% x 2.500.000.000) x (1 – 40%)} = Rp184.500.000,-

Total aktiva (total assets) =

(8)

Rp1.184.500.000,-Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 226 C Coonnttoohh 2 2 M Meennccaarrii ttaammbbaahhaann kkeebbuuttuuhhaann ddaannaa aattaauu A AFFNN ((aaddddiittiioonnaall ffuunnddss nneeeeddeedd)),, ddeennggaann pprroo--ffoorrmmaa nneerraaccaa Neraca 31 Desember 20A (dalam jutaan Rp)

Kas dan efek 20 Hutang dagang

Piutang dagang 240 dan akrual 100

Persediaan 240 Hutang wesel 100

Jumlah akt. lancar 500 Jumlah ht lancar 200 Akt. Tetap neto 500 Hut jk. panjang 100

Saham biasa 500

Laba ditahan 200

Jumlah Aktiva 1.000 Jumlah pasiva 1.000

(9)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 227

Laporan Laba Rugi

31 Desember 20A (dalam jutaan Rp)

Penjualan 2.000

HPP (CGS) 1.200

Biaya operasi 700

Laba usaha (EBIT) 100

Bunga 10

Laba sebelum pajak (EBT) 90

Pajak (40%) 36

Laba setelah pajak atau net income (EAT) 54

Pembayaran dividen (40%) 21,6

(10)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 228 P Peerrsseennttaassee PPeennjjuuaallaann:: IInnppuutt 20A 20B (Estimasi) HPP / Penjualan 60% 60% Biaya operasi / Penjualan 35% 35% Kas dan efek

/ Penjualan 1% 1%

Piutang dagang

/ Penjualan 12% 12%

Persediaan

/ Penjualan 12% 12%

Aktiva tetap neto

/ Penjualan 25% 25%

Hutang dagang dan akrual

(11)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 229

P

Peennyyeelleessaaiiaan n

Laporan Laba Rugi

31 Desember 20A dan 20B (dalam jutaan Rp) 20A Faktor 20B (I) Penjualan 2.000 125% 2.500 HPP (CGS) 60% 1.500 Biaya operasi 35% 875 EBIT 125 Bunga 10% (20A) 20 EBT 105 Pajak (40%) 42 EAT 63 Pembayaran dividen (40%) 25,2 Laba ditahan 37,8*

(12)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 230 Neraca 31 Desember 20B (dalam jutaan Rp) Aktiva Faktor 20B (I)

Kas dan efek 1% 25

Piutang dagang 12% 300

Persediaan 12% 300

Jumlah akt. lancar 625

Akt. Tetap neto 25% 625

Jumlah aktiva 1.250

Pasiva Faktor 20B

(I)

Hutang dagang dan akrual 5% 125

Hutang wesel 100 Jumlah ht lancar 225 Hut jk. panjang 100 Saham biasa 500 Laba ditahan 37,8*(20B) 237,8 Jumlah pasiva 1.062,8

(13)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 231 A Akkttiivvaa yyaanngg ddiibbuuttuuhhkkaann 11..225500 S Suummbbeerr ddaannaa ((ppaassiivvaa)) 11006622,,88 T Taammbbaahhaann kkeebbuuttuuhhaann ddaannaa (A(AFFNN)) 118877,,22

Tambahan kebutuhan dana dipenuhi dengan hutang wesel 50% = (50% x Rp187.200.000 = Rp93.600.000) dan hutang jangka panjang 50% = (50% x Rp187.200.000 = Rp93.600.000).

(14)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 232 Neraca 31 Desember 20B (dalam jutaan Rp) Aktiva AFN 20B (II)

Kas dan efek 25

Piutang dagang 300

Persediaan 300

Jumlah akt. lancar 625

Akt. Tetap neto 625

Jumlah aktiva 1.250

Pasiva AFN 20B

(II)

Hutang dagang dan akrual 125

Hutang wesel 93,6 193,6 Jumlah ht lancar 318,6 Hut jk. panjang 93,6 193,6 Saham biasa 500 Laba ditahan 37,8*(20B) 237,8 Jumlah pasiva 1.250

(15)

Wihandaru Sotya Pamungkas ” Perencanaan Keuangan ” 233 A AFFNN ddeennggaann ffoorrmmuullaa RRpp118844..550000..000000,,- -A AFFNN ddeennggaann pprroo--ffoorrmma a RRpp118877..220000..000000,,- -S Seelliissiihh RRpp2277..000000..000000,,- -A Addaa ppeerrbbeeddaaaann ÆÆ lliihhaatt tteeoorrii ddii aattaass

D

D

a

a

f

f

t

t

a

a

r

r

P

P

u

u

s

s

t

t

a

a

k

k

a

a

Brigham, Eugene F. dan Philip R. Davis (2004), 8th Edition,

Intermediate Financial Management, Thompson South

Western, USA.

Hanafi, Mamduh M. (2008), Edisi 1, Manajemen Keuangan, BPFE, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

f akt or int er na l Peluang Ancaman ekst er n al Kekuatan Kelemahan Positif Negatif faktor.. Situasi dimana organisasi memiliki kekuatan di dalam dan mendapatkan

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, hasil pra survei, dan tabel research gap di atas, maka dilakukan penelitian lebih dalam mengenai pengaruh citra merek, kewajaran harga,

Wahid Hasyim Tebu Ireng Jombang 16.292.. Baihaqi

Setelah dilakukan interview dan penyebaran kuesioner kepada seluruh bidang di PT PLN (Persero) UIP KITSUM mengenai kemudahan memperoleh data informasi pembangunan  proyek, dapat

Analisis kebutuhan dalam rancang bangu media pembelajaran pada materi pengolahan dilakukan melalui observasi dan teknik wawancara. Proses perancangan media

Kawasan Kota Lama Semarang tidak bisa terlepas dari peran strategis sebagai aset wisata sehingga revitalisasi menjadi sangat penting untuk dilakukan terutama bagi

Dalam kedudukannya sebagai pengelola barang, dan dihubungkan dengan amanat pasal 6 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2003, Gubernur juga berwenang mengajukan usul untuk

Hasil yang diharapkan dari Analisis Kebutuhan Diklat akan memperjelas kaitan antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan peningkatan kinerja madrasah yang