• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Teknik Industri ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding Teknik Industri ISSN:"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Ulang Desain Produk Kemasan Cup Susu Pasteurisasi

KPBS Pangalengan dengan Metode Quality Function Deployment

(QFD)

(Studi Kasus: Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan)

Re-Design Product Cup Milk Pasteurization KPBS Pangalengan Using Quality Function Deployment (QFD)

(Case Study: Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan)

1

Rini Rahmadania, 2Dewi Shofi Mulyati, 3Asep Nana Rukmana

1,2,3Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung,

Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116

email: [email protected], [email protected], [email protected]

Abstract. Nowadays, customers are more interested to a product with unique and interesting design in order to attract a person‟s interest to purchase a product. The company must have a strategy to develop or innovation on the existing product in order to compete with other competitors to offer a qualified product that is suitable with the demands and needs of the customer. Koperasi Peternak Bandung Selatan

Pangalengan (KPBS) is a cooperative that produces fresh milk.The product made by KPBS has several

flaws such as the unattractive design, which dated back to it‟s launching. Therefore, the company and consumers would like to have a brand new design on the KPBS cup milk package. Based on the information below, this research attempts to provide inputs or innovation to the design of the cup milk package based on consumer preference. The method is based on a 4 phase Quality Function Deployment (QFD), comprised of: product planning, component planning and production planning. Questionnaires are employed as the tool to retain data gathering in the field. Data processing and analysis reveals that there is 3 (three) alternative package of KPBS Pangalengan pasteurized milk which is plastic cup, plastic bottle and tetra pack. Consumer demand and preference, along with company market goals have elected polypropylene based plastic cups as the best alternative for packaged milk.

Keywords: Quality Function Deployment (QFD).

Abstrak. Pada saat ini konsumen lebih tertarik pada suatu produk dengan desain yang unik, menarik sehingga meningkatkan minat seseorang untuk membeli suatu produk tersebut. Perusahaan harus memiliki strategi atau melakukan inovasi terhadap produk yang ada saat ini sehingga dapat bersaing dengan pesaing lainnya untuk menawarkan suatu produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan) Pangalengan merupakan sebuah koperasi yang menghasilkan produk fresh milk (susu segar) yang memproduksi beberapa produk susu pasteurisasi KPBS yang tersedia dalam beberapa kemasan. Produk yang dihasilkan oleh KPBS terutama desain kemasan cup memiliki kelemahan yaitu desain yang digunakan pada kemasan cup susu pasteurisasi kurang menarik, desain yang digunakan sudah merupakan desain lama sejak dikeluarkannya susu kemasan cup KPBS, sehingga pihak perusahaan dan para konsumen menginkan adanya perubahan pada desain kemasan cup susu KPBS. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan atau melakukan inovasi terhadap desain kemasan cup susu pasteurisasi sesuai dengan keinginan konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD), terdiri dari 4 (empat) fase, yaitu : perencanaan produk, perencanaan komponen, perencanaan proses dan perencanaan produksi. Alat yang digunakan dalam proses pengambilan data dilapangan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis didapatkan 3 (tiga) alternatif kemasan untuk susu pasteurisasi KPBS Pangalengan yaitu kemasan cup plastik, botol plastik dan box/kardus (Tetra Pack). Berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen serta disesuaikan dengan target pasar perusahaan maka didapatkan alternatif kemasan terbaik yaitu kemasan cup plastik berbahan dasar polypropylene.

Kata Kunci: Quality Function Deployment (QFD).

A. Pendahuluan

Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan atau yang disingkat KPBS Pangalengan merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi

(2)

dipasarkan ke industri pengolahan susu (IPS) diantaranya yaitu PT. Frisian Flag Indonesia (FFI), PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk, PT. Indolakto dan lain-lain. Sedangkan KPBS sendiri memproduksi beberapa produk susu pasteurisasi KPBS yang tersedia dalam beberapa kemasan yaitu kemasan bantal 500 ml dan kemasan cup 160 ml. Sedangkan produk lain yang diproduksi oleh KPBS pangalengan yaitu mentega,

keju mozarella, butter, youghurt, cream cheese, dan whipping cream

(www.kpbs.co.id/, 2016). Dari produk yang dihasilkan oleh KPBS memiliki kelemahan yaitu desain yang digunakan pada kemasan cup susu pasteurisasi kurang menarik, desain yang digunakan sudah merupakan desain lama sejak dikeluarkannya susu kemasan cup KPBS, sehingga pihak perusahaan dan para konsumen menginkan adanya perubahan pada desain kemasan cup susu KPBS. Warna yang terdapat dalam kemasan cup susu juga kurang variatif, hanya terdapat satu warna dalam satu varian rasa, warna kemasan mudah pudar, gambar yang ada di dalam cup tidak nyata, kemasan terlalu tipis sehingga mudah sobek, kebocoran pada kemasan yang menyebabkan rendahnya ketertarikan konsumen akan produk KPBS Pangalengan.

Berkaitan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk membuat perancangan ulang desain cup susu KPBS Pangalengan yang sesuai dengan keinginan konsumen agar dapat meningkatkan ketertarikan daya beli konsumen untuk membeli produk susu KPBS Pangalengan sehingga dapat meningkatkan profit perusahaan. Dengan mengggunakan metoda QFD (Qualiy Function Deployment) sebagai salah satu alat yang digunakan untuk melakukan rancangan ulang desain produk kemasan cup susu pasteurisasi KPBS Panggalengan. Metode QFD terdiri dari 4 (empat) fase yaitu diantaranya perencanaan produk, perencanaan komponen, perencanaan proses dan perencanaan produksi yang akan dilakukan pada penelitian ini.Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap rancangan produk cup susu pasteurisasi KPBS Pangalengan?

2. Bagaimana melakukan perancangan produk kemasan cup susu pasteurisasi KPBS Pangalengan agar sesuai dengan keinginan konsumen?

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu:

1. Mengetahui desain terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

2. Membuat rancangan desain produk kemasan cup susu pasteurisasi KPBS Pangalengan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

3. Mengukur penilaian konsumen terrhadap hasil rancangan produk cup susu pasteurisasi KPBS Pangalengan.

B. Landasan Teori

Quality Function Deployment (QFD) dikembangkan untuk menjamin bahwa produk yang memasuki tahap produksi benar-benar akan dapat memuaskan kebutuhan para pelanggan dengan jalan membentuk tingkat kualitas yang diperlukan dan kesesuaian maksimum pada setiap tahap pengembangan produk. Fokus utama dari QFD adalah terletak pada kepentingan dan harapan pelanggan yang mengacu pada suara pelanggan, dan melibatkan pelanggan pada proses pengembangan produk sedini mungkin.

(3)

Manfaat QFD menurut Fandy Tjiptono (2000, h.114-115) antara lain: 1. Fokus pada pelanggan

QFD memerlukan pengumpulan masukan dan umpan balik dari pelanggan. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan kedalam sekumpulan persyaratan pelanggan yang spesifik.

2. Efisiensi waktu

QFD dapat mengurangi waktu pengembangan produk karena memfokuskan pada persyaratan pelanggan yang spesifik dan telah diidentifikasi dengan jelas. 3. Orientasi kerja sama tim

QFD merupakan pendekatan kerja sama tim. Semua keputusan dalam proses didasarkan pada konsensus dan dicapai melalui diskusi mendalam dan

brainstroming.

4. Orientasi pada dokumentasi

Salah satu produk yang dihasilkan dari proses QFD dokumen komprehensif mengenai semua data yang berhubungan dengan segala proses yang ada dan perbandingannya dengan persyaratan pelanggan.

Menurut Kannan (2008) membagi system QFD menjadi empat fasa dimana setiap fasa diwujudkan oleh matriks yang terdiri dari satu set input (disebut „WHATs‟ dalam HOQ) dan output (dikenal sebagai „HOWs‟ di HOQ). 4 fasa dalam QFD yaitu: Tahap Perencanaan Produk (House Of Quality)

Pada tahap pertama, House Of Quality dipakai sebagai rujukan dalam perencanaan produk, yaitu bagaimana menerjemahkan keinginan pelanggan atau konsumen kedalam desain produk. Pada tahap pertama ini, pertanyaan yang ada ialah bagaimana (how’s) menerjemahkan keinginan konsumen sehingga selaras dan terpadu dengan pesyaratan perusahaan. Pertanyaan itu dijawab dengan rumusan desain.

Keinginan pelanggan dihubungkan dengan persyaratan yang ditetapkan oleh produsen guna menemukan besaran koefisien korelasinya. Koefisien korelasi yang menyatakan derajat keeratan hubungan antara spesifikasi konsumen dengan spesifikasi produsen dipetakan dalam matriks dibadan utama rumah mutu. Korelasi bermanfaat sebagai informasi mengenai faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan menghasilkan produk yang diinginkan oleh pelanggan dimaksud.

Tahap Perencanaan Komponen (Part Deployment)

Pada Tahap kedua, persyaratan perusahaan yang sebbelumnya ada pada langit-langit rumah mutu diubah posisinya menjadi berada disisi kiri (kamar 1) ditahap 2 ini. Itu berarti perusahaan menjadi pelanggan dan ingin dipenuhi persyaratan dari direktur produksi. Jawaban direktur produksi ialah apa (WHATs) yang harus dilakukan agar keinginan perusahaan (engineering requirements) dipenuhi. Hal yang harus dikerjakan didefinisikan sebagai parts characteristic.

Tahap Perencanaan Proses (Process Planning)

Pada tahap ketiga, direktur produksi berubah posisinya menjadi pelanggan sehingga keinginannya dalam bentuk part characteristic ingin dijawab oleh manajer pabrik dalam bentuk: proses yang harus dilakukan agar agar persyaratan keinginan direktur produksi dapat dipenuhi. Jawaban manajer pabrik dirumuskan kedalam bentuk key processes operation.

(4)

Tahap Perencanaan Produksi (Production Planning)

Pada tahap keempat, keinginan manajer pabrik dalam wujud key processes

operation menjadi keinginan pelanggan yang harus dijawab oleh tenaga kerja pabrik

dalam bentuk: hal yang harus dilakukan oleh tenaga kerja pabrik agar produksi pengolahan utama yang disyaratkan oleh manajer pabrik terpenuhi. Apa yang harus dilakukan oleh tenaga kerja pabrik dirumuskan dalam bentuk persyaratan produksi (production requirements) dan melahirkan perencanaan produksi (production

planning).

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dalam pembuatan matriks Quality Function Deployment (QFD) terdapat beberapa fase untuk menunjang beberapa informasi dalam pembuatan matriks perancangan QFD yaitu diantaranya :

Pengembangan Matriks Perencanaan Produk (Fasa 1)

Pengembangan matriks perencanaan produk merupakan matriks pertama dalam

Quality Function Deployment (QFD). Dimana WHATs ditempatkan disebelah kiri

matrik. WHATs ialah kondisi yang menggambarkan keuntungan atau objek yang ingin dicapai konsumen. Untuk prioritas WHATs ditempatkan dibagian kanan matrik. Lalu

HOWs ditempatkan dibagian atas pada matrik. HOWs ialah sejumlah respons potensial

dari WHATs. Prioritas dari HOWs ditempatkan dibagian bawah rumah kualitas, dimana ini merupakan hasil prinsip rumah kualitas. Adapun hasil pengembangan matriks fasa 1 dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.

KPBS Pangalengan Susu Nasional 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4,27 3,98 4,27 4,22 4,22 4,20 4,08 3,97 3,64 3,51 4,07 4,06 4,29 4,06 3,65 3,66 3,89 3,08 3,99 3,62 3,00 3,66 3,73 3,73 3,93 4,19 3,64 4,24 4,02 3,84 K P B S P a n g a le n g an S u su N a si o n a l R a ta – R a ta P e n il a ia n P e rs e p si K o n su m e n

Ekonomis Harga Ekonomis Bahan yang digunakan aman Kemasan bisa didaur ulang Realibility

Bahan baku kemasaan tidak mencemari lingkungan Environment

Penambahan variansi produk Desain gambar kemasaan menarik Feature

Variansi warna dalam kemasaan lebih banyak

Variansi ukuran kemasan Kemasan tidak mudah rusak Aesthetics

Keterangan Tanggal Kadaluarsa lebih jelas

Kemasan dapat dibuka & ditutup Keterangan petunjuk penyimpanan produk

Comformance

Keterangan kandungan Gizi dalam kemasan

Durability

Keterangan label halal dalam kemasan Keterangan komposisi bahan baku pembuatan susu

Hubungan Antara Persyaratan Pelanggan Dengan Deskripsi Teknis

WHATs & HOWs +9 +1 +3 Kuat Lemah Sedang P e rs y a ra ta n P e la n g g a n ( W H A T s) Performance Perceived Quality

Penilaian Pesaing Teknis

B ia ya P rodu ks i K ar akt er is ti k B aha n D es ai n P rodu k S pe si fi ka si P roduk D es kr ips i P roduk Pendeskripsian Teknis (HOWs) D e ra ja t K e p e n ti n g a n N il a i T a rg e t F a k to r S k a la P o in P e n ju a la n B o b o t A b so lu t 4 10 5 11 14 5 4 5 4 1 6 5 5 9 9 5 13 3 2 3 3 9 4 5 4 6 4 4 4 4 0,99 0,84 0,84 0,99 0,88 0,81 0,81 1,00 0,91 0,73 0,97 0,92 1,05 100 0,90 14,85 1,5 13,93 1,5 1,5 17,73 7,44 1,5 1,31 1,5 1,5 7,33 10,97 1,5 1,5 1,5 1,5 3,60 1,5 1,2 1,2 1,5 12,33 5,49 18,99 1,2 12,36 7,54 2,99 3,26

Derajat Kepentingan Teknis Nilai Target 4,2 4,2 4,2 4,2 4,2 5 5 5 4 4 Bobot Absolut Bobot Relatif 280 315 378 513 727 378, 72 435 ,69 513 ,45 666 ,09 882 ,84

(5)

Pengembangan Matriks Perencanaan Komponen (Fasa 2)

Perencanaan komponen merupakan proses penerjemahan dan pengembangan karakteristik teknik perusahaan yang dihasilkan pada matriks / fasa 1 menjadi lebih detail dan membentuk karakteristik komponen. Dimana atribut produk membentuk baris matriks dan karakteristik komponen membentuk kolom matriks. HOWs yang semula berada pada kolom vertikal dipindahkan kebagian WHATs (bagian mendatar). Dalam pengembangan matriks perencanaan komponen diperlukan beberapa tahapan untuk menunjang segala informasi yang dibutuhkan. Adapun hasil pengembangan matriks fasa 2 dapat dilihat pada Gambar 2 berikut.

Biaya Produksi Karakteristik Bahan Desain Produk Spesifikasi Produk Deskripsi Produk P e n a m b a h a n v a ri a ns i p ro du k , g a m b a r m e n a ri k, V a ri a n si w a rn a le b ih b a n ya k U ku ra n p ro d u k d a n k e m a sa n d a p a t d ib u ka d a n d itu tu p A m a n , B is a d id a u r u la ng , tid a k m e n c e m a ri lin g ku n g a n, d a n t id a k m u d a h r u s a k K a ra k te ri st ik T ek n ik ( W h a ts ) K e te ra n g a n t a n g g a l k a d a lu ar sa , p e tu n ju k p e n yi m p a n a n , ka n d u n g g iz i, la b e l h a la l, dan ko m p o si si b a h a n b a ku

Critical Part Requirement (HOWs) E k o n o m is 828,93 646,38 459,54 381,78 328,86 T in g ka t B o b o t R e la tif

Tingkat Kepentingan Karakteristik Komponen Penilaian Kualitas Produk 4,4 4,4 4,4 4,4 4,4 KPBS Pangalengan Susu Nasional

Tingkat Kepentingan Absolut

4 4 3 3 4 4 4 3 4 9943,83 13940,37 16487,82 12532,86 3921,93 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 KPBS P a n g a le n g a n S u su N a si o na l Penilaian Kualitas Produk Teknis dari Fasa 1 4

Gambar 2. Matriks Perencanaan Komponen (Fasa 2) Pengembangan Matriks Perencanaan Proses (Fasa 3)

Dalam matriks perencanaan proses, karakteristik komponen membentuk baris matriks dan karakteristik proses membentuk kolom matriks. Setiap sel matriks menunjukan hubungan potensial diantara karakteristik komponen dengan kebutuhan konsumen, dengan mencatatnya dalam sel-sel matriks. Adapun hasil pengembangan matriks fasa 3 dapat dilihat pada Gambar 3 berikut.

(6)

Ekonomis Aman, bisa didaur ulang,

tidak mencemari lingkungan, dan tidak

mudah rusak Penambahan variansi produk, gambar menarik,

variansi warna lebih banyak Ukuran produk dan kemasan dapat dibuka

dan ditutup Keterangan tanggal kedaluarsa, petunjuk penyimpanan, kandungan gizi, label halal, komposisi

bahan baku M ix e r C ri ti c a l P a rt R e q u ir e m e n t (H O W s) Extrusion 9943,83 13940,37 16487,82 K a ra kt e ri st ik P ro s e s

Tingkat Kepentingan Absolut Produk 214957,841821,1

1 41821,11 386649,45 Thermoforming D ip a n a sk a n d e n g a n H ea te r U p p e r d e n g a n s u h u 360 ºC d a n H e a te r L o w e r d e n ga n su h u 350 ºC P e n yo rt ir a n P ri n tin g P a ck a g in g 41821,11 P ro se s P e n u a n g a n p a da T em p a t P e n u a n g a n ( H o p e r) P e n im b a n g a n B a h a n B a ku (B iji P la st ik P o ly p ro p yl e n e ) P e n g a lir a n B a h a n B a ku k e M e si n E xt ru s io n P ro se s P e n ce ta k a n p a d a m e si n T h e rm o fo rm in g ) 12532,86 3921,93 41821,1 1 B a h a n B a ku d ip a n a sk a n p ad a su h u 230 ºC 386649,45 91284,57 16076 0,7 13131 5,58 P ro se s P o lis h e r (P e m b e n tu ka n m e n ja d i l e m b a r p la s tik ) 309151, 08

Gambar 3. Matriks Perencanaan Proses (Process Planning) Fasa 3 Pengembangan Matriks Perencanaan Produksi (Fase 4)

Pengembangan matriks perencanaan produksi ini meupakan fase ke 4 yang merupakan fase terakhir dalam perancangan QFD. Dalam matriks perencanaan produksi ini berisikan informasi mengenai kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan. Adapun hasil pengembangan matriks fasa 4 dapat dilihat pada Gambar 4 berikut.

Penimbangan Bahan Baku (Biji Plastik Polypropylene) Proses Penuangan pada tempat

penuangan (Hoper) Mixer Pengaliran Bahan Baku ke

mesin Extrusion Bahan Baku dipanaskan

pada suhu 230ºC Proses Polisher (Pembentukan menjadi lembar plastik) F as ili ta s P e n d u ku n g P e ra la ta n Needs E x tru si o n

Penimbangan bahan baku biji polypropylene sesuai dengan kebutuhan

Melakukan penuangan seluruh bahan baku yang digunakan kedalam hoper Pencampuran seluruh bahan baku yang

akan digunakan Pengaliran bahan baku yang sudah tercampur kedalam mesin extrusion

Pembentukan lelehan plastik menjadi lembaran plastik Pemanasan bahan baku agar menjadi

lelehan Karakteristik Proses 21495 7,8 41821, 11 41821, 11 41821, 11 38664 9,45 Th er m o fo rm in g 41821, 11 S ta si u n K e rj a B a h a n B a ku P e la ti h a n

Proses Pencetakan pada mesin Thermoforming

Dipanaskan dengan Heater Upper dengan suhu 360ºC dan Heater Lower dengan suhu 350ºC

Penyortiran Printing Packaging 38664 9,45 91284, 57 16076 0,7 30915 1,08 13131 5,58

Pencetakan cup sesuai dengan kebutuhan Pemanasan cup bagian atas dan bagian

bawah Pensortiran cup yang layak untuk di

lakukan printing Pencetakan Gambar desain cup Packaging cup kedalam kardus TKA 34401 80,16 1318 2229, 98 268740 0,28 3723 677, 73 27631 81,35 Tingkat Kepentingan Absolut

158 109 16,5 O p e ra to r Planning Needs

(7)

Hasil Pengembangan Matriks Fasa 1 dan Fasa 2

Berdasarkan hasil dari pengembangan matriks Quality Function Deployment (QFD) fasa 1 dan fasa 2 maka didapatkan prioritas utama yang harus diperhatikan dalam perancangan desain produk susu KPBS Pangalengan untuk meningkatkan kualitas produk dari kemasan susu KPBS Pangalengan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Berdasarkan hsil tersebut maka dirancanglah desain gambar kemasan susu KPBS Pangalengan yaitu untuk kemasaan Cup, Botol dan Box/Kardus (Tetra Pack).

Gambar 5. Desain Kemasan Cup Gambar 6. Desain Kemasan Botol

Gambar 7. Desain Kemasan Box/Kardus (Tetra Pack)

D. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan kualitas dari kemasan susu pasteurisasi KPBS Pangalengan, maka dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan 15 (lima belas) variabel pernyataan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, yang selanjutnya dikelompokan kedalam 5 (lima) pendeskripsian teknis yaitu: a. Desain produk yaitu berupa penambahan variansi produk, gambar kemasan

menarik dan variansi warna lebih banyak.

b. Karakteristik bahan yang digunakan yaitu aman, bisa didaur ulang, tidak mencemari lingkungan, dan tidak mudah rusak.

c. Spesifikasi produk yaitu variansi ukuran kemasan dan jenis kemasan bisa dibuka dan ditutup.

d. Biaya produksi yaitu menyakut keekonomisan harga dari suatu produk. e. Deskripsi produk yaitu keterangan tanggal kadaluarsa lebih jelas, keterangan

petunjuk penyimpanan produk, keterangan kandungan gizi dalam kemasan, keterangan label halal dalam kemasan dan keterangan komposisi bahan baku pembuatan susu

2. Dalam perancangan produk kemasan susu cup pasteurisasi KPBS Pangalengan. Penulis mempunyai 3 (tiga) alternatif kemasaan yang digunakan yaitu :

(8)

a. Kemasan cup 160 ml dan 200 ml dengan bahan plastik polypropylene dengan harga kemasan cup untuk 160 ml berkisar antara Rp 154 – Rp 164/cup dengan harga jual produk Rp 3000 – Rp 3500/cup dan untuk kemasan 200 ml harga cup berkisar antara 160 – Rp 170/cup dan dengan harga jual produk Rp 4000 – Rp 4500/cup.

b. Kemasan botol 350 ml dengan bahan plastik polypropylene dengan harga kemasan Rp 1700 – Rp 2000/pcs dengan harga jual produk Rp 6000 – Rp 7500/cup.

c. Kemasan box/kardus (tetra pack) dengan bahan karton kemasan tetra pack harga kemasan berkisar antara ± Rp 1000/pcs dengan harga jual produk Rp 5000 – Rp 5500 /Pcs.

3. Berdasarkan ketiga alternatif rancangan desain yang telah dibuat, maka didapatkan alternatif desain kemasan berdasarkan penilaian konsumen dan sesuai dengan target pasar perusahaan dan keinginan perusahaan, maka alternatif pilihan terbaik untuk kemasan susu pasteurisasi KPBS Pangalengan yaitu dengan menggunakan alternatif yang pertama yaitu kemasan cup plastik dengan bahan baku polypropylene. Karena kemasan cup sangat ekonomis berdasarkan harga jual produk sehingga sesuai dengan target pasar perusahaan yaitu masyarakat menegah kebawah.

E. Saran

1. Hasil penelitian terhadap perancangan desain kemasan produk susu KPBS Pangalengan ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dalam upaya melakukan peningkatan kualitas produk demi tercapainya kepuasan konsumen.

2. Perusahaan sebaiknya lebih berinovasi terhadap produk yang dihasilkan agar dapat menarik perhatian konsumen lebih banyak.

3. Perusahaan sebaiknya lebih memperluas jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan agar konsumen lebih mengetahui produk yang dihasilkan oleh KPBS dan meningkatkan kualitas dari produk KPBS Pangalengan.

Daftar Pustaka

Besterfield, Dale H, dkk, 1999, Total Quality Management, Second Edition, Pretice Hall Intternational, Inc, New Jersey.

Cohen, Lou, “Qualiy Function Deployment : How To Make QFD Work For You”, Addison-Wesley Publishing Company, 1995.

Dapartemen Perindustrian, 2009, Roadmap Industri Susu. Jakarta. Tersedia Pada: http://www.agro.kemenperin.go.id/421-ROADMAP-INDUSTRI-SUSU

(Diakses tanggal 4 April 2016)

Dudung, Agus.,2012. Merancang Produk. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fajar, Zahreza., Sholeh Mohammad dan Widyastuti, Naniek. 2014. Analisis Kualitas Layanan Website BTKP-DIY Menggunakan Metode Webqual 4.0, Jurnal Jarkom, 1(2), h.177.

Ganesha,2012. Teknologi Pembotolan Pada Botol Minuman, [online] Tersedia pada:<http://pradiskagita.blogspot.co.id/2012/06/teknologi-pembotolan-pada produk.html> [diakses 6 September 2016]

Ginting, Rosnani.,2010. Perancangan Produk. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Haming, Murdifin dan Nurnajamuddin, Mahfud.,2014. Manajemen Produksi Modern

(9)

Harsokoesomo, Darmawan., 2004. Pengantar Perancangan Teknik (Perancangan Produk). Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Kasnodihardjo, 1993. Langkah-langkah Menyusun Kuesioner, Media Litbangkes, III (2), h.21-26

KPBS Pangalengan, 2011. Latar Belakang KPBS Pangalengan. Tersedia Pada: http://www.kpbs.co.id/ (Diakses tanggal 4 April 2016)

Meidasari., 2014. Usulan Desain Produk Sepatu Pantofel Wanita Dengan Pendekatan

Quality Function Deployment (QFD) Di Cv. Madas. Universitas Islam Bandung.

Nirma, Kuriawati. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Dan Dampaknya Terhadap Loyalitas Konsumen. Bangkalan., h.49.

Rivai, Bachtiar N., 2011, Upaya peningkatan kualitas pelayanan jasa angkutan penumpang dengan metode Quality Function Deployment (QFD) di Baraya Travel. Universitas Islam Bandung

Robert,T.,2008.Tetra Pak Utamakan Kualitas, [online] Tersedia pada:<

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/30368/tetra-pak-utamakan-kualitas> [diakses 6 September 2016]

Team Asisten Praktikum Perancangan Sistem Manufaktur “Modul Praktikum

Perancangan Sistem Manufaktur”. Laboratorium Sistem Produksi Program Studi Teknik Industri Unisba, Bandung, 2014.

Gambar

Gambar  1. Fasa 1 (Matriks Perencanaan Produk)
Gambar  2. Matriks Perencanaan Komponen (Fasa 2)  Pengembangan Matriks Perencanaan Proses (Fasa 3)
Gambar  3. Matriks Perencanaan Proses (Process Planning) Fasa 3  Pengembangan Matriks Perencanaan Produksi (Fase 4)
Gambar 7. Desain Kemasan Box/Kardus (Tetra Pack)   D.  Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mendapatkan formulasi saus buah merah pedas terbaik dilakukan pengujian viskositas, total padatan terlarut, nilai pH, evaluasi organoleptik dengan hedonik maupun

Responden dalam penelitian ini paling ttinggi adalah berpendidikan SMA 10 orang (33,3%), tidak diperolehnya dukungan informasi dari keluarga maka pasien akan

menggunakan module relay yang dapat mengontrol nyala atau tidaknya masing- masing port USB yang tersedia dengan Bluetooth sebagai penguhubungnya yang terintgrasi

Dari penelitian ini diharapkan limbah cangkang kerang bulu dapat dimanfaatkan sebagai adsorben alternatif dalam pengolahan limbah fenol. Untuk itu perlu dilakukan

Kesetimbangan adsorpsi terjadi bila larutan dikontakkan dengan adsorben padat, dan molekul dari adsorbat berpindah dari larutan ke padatan sampai konsentrasi adsorbat

Emakumeek idatzitako nobela intismistetan “emakumeen espazioak barne espazioak dira nagusiki” (idem: 49), baina eleberri honetako pertsonaiak bestelako harreman bat du

Judul Tugas Akhir: PENERAPAN JUMP CUT DALAM FILM PENDEK PING PONG SEBAGAI PENGURANGAN DURASI DAN PEMBANGUNAN KARAKTER dengan ini menyatakan bahwa, laporan dan karya Tugas Akhir

Alhamdulillahirabbil ’alamin, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul