JURNAL DEFORMASI
Dikelola Oleh : Program Studi Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Pgri Palembang
Terbit 2 (Dua) Edisi Per-Tahun
Terbit Edisi 1 (Pertama) Tahun 2016
Pelindung Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si.
Penanggung Jawab Dekan Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang Adiguna, ST., M.Si.
Dewan Redaksi Ketua Reffanda Kurniawan, ST., MM. Wakil Ketua Amiwarti, ST., MT.
Sekretaris Herri Purwanto, ST., MT.
Dewan Ilmiah Mitra Bestari
Dr. Hj. Megawaty, MT.
( PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan ) H. K. M. Aminuddin, ST., MT.
( PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan ) Yulindasari, ST., M.Eng. ( Universitas Sriwijaya )
Hj. Ramadhani, ST., MT. ( Universitas IBA Palembang ) Khadavi, ST., MT. ( Universitas Bung Hatta Padang ) Irma Sepriyanna, ST., MT. ( STT PLN Jakarta ) Almamater
Ir. H. K. Oejang Oemar, M.Sc. Adiguna, ST., M.Si.
Amiwarti, ST., MT. M. Firdaus, ST., MT. Herri Purwanto, ST., MT. Syahril Alzahri, ST., MT.
Editing Endang Kurniawan, ST.
Pelaksana Tata Usaha Teddy Irawan, ST.
Lisda Ariani, ST.
Publikasi dan Distribusi
Agus Setiobudi, ST., M.Si.
Alamat Redaksi:
Program Studi Teknik Sipil Universitas PGRI Palembang
Jl. Jend. A. Yani, Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan 302512
Telp. 0711-510043, Fax. 0711-514782, e-mail: [email protected]
ii
JURNAL DEFORMASI PRODI TEKNIK SIPIL
ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929Volume 3-2, Juli – Desember 2018
DAFTAR ISI
Artikel Penelitian Halaman
1. Analisis Penetapan Harga Jual Unit Rumah dengan Metode Analisa Titik
Impas (Perumahan Bukit Sentosa Residence dan Griya Revari Indah),
Ani Firda dan Ahmad Fikri...
113-122
2. Analisis Tebal Perkerasan Jalan Rigid di Kecamatan Sinar Peninjauan,
Rachardi dan Reffanda Kurniawan ...
123-129
3. Analisis Pembuatan Job Mix Formula Asphalt Concrete Binder (AC BC) di
Pembangunan Jalan Tol Palembang – Simpang Indralaya (Palindra),
Agus Setiobudi...
130-139
4. Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering
Ilir, Amiwarti dan Eko Nopriansyah...
140-146
5. Prosedur Pelaksanaan dan Penerapan APD K3 pada Pekerjaan Putus
Sambung Jalur Transmisi 150 KV Tanjung Api-api - Talang Kelapa –
Borang di Gardu Induk 150 KV Kenten, Herri Purwanto...
6. Simulasi Perubahan Kuat Tekan Beton Pada Kondisi Ekstrim Pasca
Pembakaran, Alim Alkhamuddin, Adiguna...
147-156
iii
Petunjuk Untuk Penulis
A.
Naskah
Naskah yang di ajukan oleh penulis harus diketik dengan komputer menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, menyertakan 1 (satu) soft copy dalam bentuk CD memakai
program microsoft word dan ukuran kertas A4, jarak 1,15 spasi, menggunakan huruf Time New
Roman dengan mencantumkan nomor HP/Telepon dan alamat e-mail.
Naskah yang diajukan oleh penulis merupakan naskah asli yang belum pernah diterbitkan
maupun sedang dalam proses pengajuan ditempat lain untuk diterbitkan, dan diajukan minimal 1
(satu) bulan sebelum penerbitan.
B.
Format Penulisan Artikel
Judul
Judul ditulis dengan huruf besar, nama penulis tanpa gelar, mencantumkan instansi asal, e-mail
dan ditulis dengan huruf kecil.
Abstrak
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia antara 100-250 kata, dan berisi pernyataan yang terdapat
dalam isi tulisan, menyatakan tujuan dari penelitian, prosedur dasar ( pemilihan objek yang
diteliti, metode pengamatan dan analisis), ringkasan isi dan kesimpulan dari naskah
menggunakan huruf Time New Roman 10, spasi tunggal.
Kata Kunci
Minimal 3(Tiga) kata kunci ditulis dalam bahasa Indonesia
Isi Naskah
Naskah hasil penelitian dibagi dalam 5 (lima) sub judul, Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil,
Pembahasan dan Kesimpulan. Penulis menggunakan standar Internasional (misal untuk satuan
tidak menggunakan feet tetapi meter, menggunakan terminalogi dan simbol diakui international
(Contoh hambatan menggunakan simbol R). Bila satuan diluar standar SI dibuat dalam kurung
(misal = 1 Feet (m)). Tidak menulis singkatan atau angka pada awal kalimat, tetapi ditulis
dengan huruf secara lengkap, Angka yang dilanjutkan dengan simbol ditulis dengan angka Arab,
misal 3 cm, 4 kg. Penulis harus secara jelas menunjukkan rujukan dan sumber rujukan secara
jelas.
iv
Daftar Pustaka
Rujukan / Daftar pustaka ditulis dalam urutan angka, tidak menurut alpabet, dengan ketentuan
seperti dicontohkan sbb :
1. Standar Internasional :
IEC 60287-1-1 ed2.0; Electric cables – Calculation of the current rating – Part 1 – 1 : Current
rating equations (100% load factor) and calculation of losses – General. Copyright ©
International Electrotechnical Commission (IEC) Geneva, Switzerland, www.iec.ch, 2006
2. Buku dan Publikasi :
George J Anders; Rating of Electric Power Cables in Unfavorable Thermal
Environment. IEEE Press, 445 Hoes Lane, Piscataway, NJ 08854, ISBN 0-471- 67909-7,
2005.
3. Internet :
Electropedia; The World’s Online Electrotechnical Vocabulary. http://www.electropedia.org,
diakses 15 Maret, 2011.
Setiap pustaka harus dimasukkan dalam tulisan. Tabel dan gambar dibuat sesederhana mungkin.
Kutipan pustaka harus diikuti dengan nama pengarang, tahun publikasi dan halaman kutipan yang
diambil. Kutipan yang lebih dari 4 baris, diketik dengan spasi tunggal tanpa tanda petik.
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
140 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
ANALISIS PERENCANAAN BRONJONG SUNGAI
DESA MUARA BARU OGAN KOMERING ILIR
Amiwarti
Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang
Jalan Jend A. Yani Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Email :
[email protected]
Eko Nopriansyah P
Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang
Jalan Jend A. Yani Lr. Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan
Email :
[email protected]
ABSTRAK
Gerusan air pada dinding-dinding sungai akan menyebabkan terjadinya kelongsoran pada dinding sungai terlebih jika dinding sungai lumayan tinggi dan sudut lereng terlalu curam. Longsoran tersebut harus segera ditanggulangi secepatnya agar tanah di pinggiran sungai tidak hilang percuma. Stabilitas lereng dan perencanaan pembangunan bronjong sebagai salah satu solusi dari permasalahan ini. Angka keamanan terhadap kohesi, sudut geser, dan sudut lereng sebagai tolok ukur stabilitas lereng. Dengan menggunakan metode Fellenius didapat Angka keamanan yang kesemuanya dibawah 1,2 dan dinyatakan tidak aman. Maka solusinya adalah dengan melandaikan lereng yang awalnya 70º menjadi 39º, serta ketinggian lereng yang sebelumnya 5,38 meter menjadi 2,4 meter. Hingga Fs terhadap kohesi, sudut geser, dan sudut lereng mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Fs terhadap kohesi dan sudut geser yang awalnya hanya sebesar 0,78 dapat menjadi 1,21 dan dinyatakan aman. Begitu juga angka Fs terhadap sudut lereng yang awalnya sebesar 0,318 dapat menjadi 1,2 dan dinyatakan aman. Hingga dengan kata lain bronjong layak dibangun dengan tinggi 2,4 meter dan sudut 39º. Adapun volume keseluruhan bronjong yang direncanakan dalam studi ini adalah 6250 m3.
Kata Kunci :
Bronjong, Longsor, Fellenius.PENDAHULUAN
Sungai yang mengalir memiliki kecepatan dan debit air yang berbeda-beda. Kecepatan dan debit air ini sedikit banyak akan mempengaruhi bentuk aliran yang dilaluinya. Gerusan air pada dinding-dinding sungai akan menyebabkan erosi yang juga terkadang mengakibatkan longsoran dinding-dinding sungai terlebih jika dinding sungai tersebut lumayan tinggi. Fenomena ini hampir terjadi di setiap Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pada akhirnya mengakibatkan beberapa masalah, diantaranya berkurangnya tanah warga di pedesaan karena longsoran tanah warga yang jatuh ke sungai dan cekungan sungai yang terus melebar hingga masuk ke pemukiman warga. Sangat jelas hal ini harus segera dicarikan solusinya.
Permasalahan ini juga terjadi di pinggiran sungai desa Muara Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera Selatan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perencanaan
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
141 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
pembangunan Bronjong sebagai penahan tanah agar tidak lagi terjadi longsoran tanah serta menahan kecepatan laju aliran sungai yang dapat menahan benturan air langsung terhadap tanah di lereng tersebut. Menurut Ariyani,N, Stabilitas dinding Penahan Tanah dipengaruhi olehtekanan tanah lateral,aliran air dan stabilitas daya dukung tanah pondasi pada dinding penahan tanah. Gaya-gaya penahan berupa gaya gesekan/ geseran, lekatan, (dari kohesi), kekuatan geser tanah, dan lain sebagainya. Sehingga kita harus memeriksa apakah ada permukaan gelincir yang dapat menggerakkan lereng tersebut, cara tersebut kita sebut analisa stabilitas lereng. (Canonica, L,1991 hal : 23). Untuk menghitung tekanan tanah aktif dibelakang dinding penahan tanah dapat digunakan rumus rankine, menurut Braja M,1984 (hal:15) adalah :
Ka = tan 2
(45- Ф2) Pa = 1/2Ka γ H
2
Menurut Sunggono,KH.1998 (hal:12), lereng dapat digolongkan menjadi dua tipe, yaitu: Lereng Tak Terhingga atau Tak Terbatas dan Lereng Terbatas.
Menurut Bowles,dkk 2004,( hal:32)dalam Buku “Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah), Tanah adalah campuran partikel-partikel yang terdiri dari salah satu atau seluruh jenis berikut ini:
1. Berangkal (boulders), potongan batuan yang besar, biasanya lebih besar dari 250 sampai 300 mm. Untuk kisaran ukuran 150 sampai 250 mm, fragmen batuan ini disebut kerakal (cobbles) atau pebbles.
2. Kerikil (gravel), partikel batuan yang berukuran 5 sampai 150 mm.
3. Pasir (sand), partikel batuan yang berukuran 0,074 sampai 5 mm. Berkisar dari kasar (3 sampai 5 mm) sampai halus (<1 mm)
4. Lanau (silt), partikel batuan yang berukuran dari 0,002 sampai 0,074 mm. Lanau dalam jumlah besar ditemukan dalam defosit yang disedimentasikan ke dalam danau atau dekat garis pantai pada muara sungai.
5. Lempung (clay), partikel mineral yang berukuran lebih kecil dari 0,002 mm. Partikel-partikel ini merupakan sumber utama dari kohesi pada tanah yang “kohesif”.
6. Koloid (colloids), partikel mineral yang “diam”. Berukuran lebih kecil dari 0,001 mm.
Komposisi Tanah
Menurut Bowles ,dkk,2004,(hal:32) Tanah adalah campuran partikel-partikel yang terdiri dari salah satu atau seluruh jenis berikut ini:
1. Berangkal (boulders), potongan batuan yang besar, biasanya lebih besar dari 250 sampai 300 mm. Untuk kisaran ukuran 150 sampai 250 mm, fragmen batuan ini disebut kerakal (cobbles) atau pebbles.
2. Kerikil (gravel), partikel batuan yang berukuran 5 sampai 150 mm.
3. Pasir (sand), partikel batuan yang berukuran 0,074 sampai 5 mm. Berkisar dari kasar (3 sampai 5 mm) sampai halus (<1 mm)
4. Lanau (silt), partikel batuan yang berukuran dari 0,002 sampai 0,074 mm. Lanau dalam jumlah besar ditemukan dalam defosit yang disedimentasikan ke dalam danau atau dekat garis pantai pada muara sungai.
5. Lempung (clay), partikel mineral yang berukuran lebih kecil dari 0,002 mm. Partikel-partikel ini merupakan sumber utama dari kohesi pada tanah yang “kohesif”.
6. Koloid (colloids), partikel mineral yang “diam”. Berukuran lebih kecil dari 0,001 mm. Adapun istilah-istilah terkait dengan tanah adalah sebagai berikut:
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
142 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
e =
Porositas (porosity) n didefinisikan sebagai n = x 100
porositas sering dinyatakan dalam persentase, walaupun dipakai dalam perhitungan teknis sebagai desimal.
Kadar air (water content) w didefinisikan sebagai w = x 100
Derajat kejenuhan (degree of saturation) S didefinisikan sebagai S = x 100
Berat jenis (spesific gravity) G. Terdapat dua definisi berat jenis yang dapat dipakai.
G =
°
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian menggambarkan bagaimana suatu penelitian ditempuh dari awal hingga akhir penelitian, Sigit,S,1999 (hal:6). Penelitian ini lebih bersifat ekperimental, menurut Arikunto, 1998 (hal : 17), penelitian ekperimental adalah penelitian yang dilakukan terhadap variable masa yang akan datang, variable yang sesungguhnya belum terjadi tetapi sengaja diadakan dalam bentuk perlakuan coba-coba yang terjadi dalam eksperimen. Tahapan dalam penelitian ini meliputi :
Pengumpulan data primer dan data skunder.
Data Primer berupa :
Gambar titik lokasi penelitian
Survey Lapangan, antara lain: ketinggian lereng, panjang lokasi rencana, jenis tanah, dan lain sebagainya.
Informasi dari masyarakat, antara lain ketinggian maksimal dan minimal permukaan sungai beberapa tahun ke belakang.
Data Skunder berupa :
Peta Topografi sungai Desa Muara Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Peta Aliran Sungai Desa Muara Baru Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Data-data sekunder juga didapat dari literatur jurnal dan diskusi dengan pembimbing
Survey Lapangan, untuk mengamati/mempelajari kondisi lapangan dan menentukan ukuran dan ketinggian tanah, kemudian menganalisis data dengan menggunakan rumus untuk menentukan porositas,kadar air, derajat kejenuhyan yang merupakan faktor pendukung untuk menentukan :
Tinggi kritis lereng
Tekanan Tanah Aktif dan Pasif
Gaya yang timbul pada bronjong
Tekanan (E bronjong dan Desain Bronjong)
Volume total keseluruhan Menentukan Kesimpulan
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
143 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
HASIL DAN PEMBAHASAN Angka Keamanan FS
Fs Terhadap Kohesi (C) Dan Sudut Geser (Ф), Tinjauan 25º, 20º, 15º, 10º
Ф = 30º FФ = Ф Ф = ° ° = 1 Fc = = , , = 1 Ф = 25º FФ = Ф Ф = ° ° = 1,238 Fc = = , , = 0,442 Ф = 20º FФ = Ф Ф = ° ° = 1,586 Fc = = , , = 0,37 Ф = 15º FФ = Ф Ф = ° ° = 2,155 Fc = = , , = 0,316 Ф = 10º FФ = Ф Ф = ° ° = 3,274 Fc = = , , = 0,276
Karena Fs terhadap Kohesi (Fc) dan Sudut Geser (FФ) didapat 0,78 ≥1 (Tidak Aman), maka
di cari dahulu ketinggian kritis lereng.
Tinggi Kritis Lereng
C = 0,535 ton/m2 γ = 2,25 ton/m3 m = Hcr = = , , , = 2,378 m = 2,4 m Fs Terhadap Sudut Lereng (FѲ)
Luas Penampang 1 = (0,5 x 1,5) / 2 = 0,375 m2 Luas Penampang 2 = (4,35 x 1) – ((1 x 0,1) / 2) – ((2,85 x 1) / 2) = 4,35 – 0,05 – 1,425 = 2,875 m2 Luas Penampang 3 = ((4,25 + 1,05) . 1) – ((1 x 0,35) / 2) – ((1,05 x 0,7) / 2) = 5,3 – 0,175 – 0,18375 = 4,942 m2 Luas Penampang 4 = (1 x 5) – ((1 x 0,5) / 2) = 5 – 0,25 = 4,750 m2 Luas Penampang 5 = (4,5 x 1) – ((1 x 0,75) / 2) = 4,5 – 0,375 = 4,125 m2 Luas Penampang 6 = (3,75 x 1) – ((1 x 0,9) / 2) = 3,75 – 0,45
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
144 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
= 3,3 m2 Luas Penampang 7 = ((2,85 x 1) / 2) = 1,425 m2 FѲ = Ѳ Ф Ѳ ∑L = ∅ ° x 2Л R ∑L = ° ° x 2 x 3,14 x 6,3 m = 9,232 m W = Luas Penampang x γ
Dari data tanah didapat nilai γsat = 22,00 kN/m3 = 2,2433752 ton c = 5,25 kN/m2 = 0,535 ton Maka didapat: W1 = 0,375 x 2,2433752 = 0,841 W2 = 2,875 x 2,2433752 = 6,450 W3 = 4,942 x 2,2433752 = 11,085 W4 = 4,750 x 2,2433752 = 10,656 W5 = 4,125 x 2,2433752 = 9,254 W6 = 3,3 x 2,2433752 = 7,403 W7 = 1,425 x 2,2433752 = 3,197
Dari konversi Fs keseluruhan = 0,318 (Tidak Aman), Agar Fs menjadi 1,2 (Aman), maka
Ns =
= ,
, , ,
= 0,037
Jadi, agar Fs menjadi 1,2 dan lereng dinyatakan stabil maka sudut lereng (Ѳ) diubah menjadi 39°
Tekanan Tanah Aktif dan Pasif (Ea dan Ep)
Koefisien tekanan tanah
λ = tan2 (45 – Ф/2) = tan2 (45 – 30/2) = tan2 (45 – 15) = tan2 30 = 0,34
Tekanan tanah akibat beban atas (q = 10 N/m2 = 1,02 ton/m2) Ea1 = λ x q x H
= 0,34 x 1,02 x 5,38 = 1,87 ton
Tekanan Tanah Kohesi
Ea2 = = Ф - √ Ф Pv = γ x H = 2,2433752 x 5,38 = 12,07 ton Ph = Ф - √ Ф
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
145 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
= , ( ( : )) – ( , ) √ ( : )) = , – , √ = , , – , , = , , , = , , = 19,403 ton Akibat Air
Ep = 1 2 x γair x Hair x λair = 1 2 x 1 x 4 x 1
= 2 ton
Menghitung Besarnya Gaya Yang Timbul Pada Bronjong (Ra)
∑H = 0
= -Ra + Ea1 + Ea2 – Ep = -Ra + 1,87 + 19,403 – 2 = -Ra + 19,273
-Ra = -19,273
Ra = 19,273 ton
Tekanan (Ebronjong) Dan Desain Bronjong
Ebronjong ≥ Ra
Ebronjong = Ukuran Bronjong x γbatu kali x jumlah bronjong (Ukuran Bronjong x γbatu kali x jumlah bronjong) ≥ Ra (2 x 1 x 0,5) x 2,55 x jumlah bronjong ≥ 19,273
Jumlah Bronjong ≥ ,
, ≥ 7,558 ≥ 8 Bronjong
Volume Keseluruhan Bronjong ( Panjang = 1500 Meter)
LT.1 2 x 0,5 x 1500 = 1500 LT.2 2 x 0,5 x 1500 = 1500 LT.3 2 x 0,5 x 1500 = 1500 LT.4 2 x 0,5 x 1500 = 1500 LT.5 1 x 0,5 x 1500 = 750 Total 6750 M3 KESIMPULAN
1. Nilai Fs terhadap kohesi (C) dan sudut geser (Ф) dengan sudut lereng 70º adalah 0,78 ≥ 1
(tidak aman).
Sebagai solusi dari hal ini adalah tinggi lereng diturunkan yang awalnya adalah 5,38 meter menjadi 2,4 meter hingga nilai Fs yang awalnya 0,78≥1 (tidak aman) menjadi 1,21≥1 (aman). Dengan kata lain Fs terhadap kohesi (C) dan sudut geser (Ф) mengalami kenaikan sebesar ±55,13 %
2. Nilai Fs terhadap sudut lereng yang sudut awalnya adalah 70º didapat angka keamanan sebesar 0,318≥1 (tidak aman).
Volume 3- 2, Desember 2018, Amiwarti - Eko ISSN 2477- 4950, EISSN 2621-7929
146 Analisis Perencanaan Bronjong Sungai Desa Muara Baru Ogan Komering Ilir
Sebagai solusi dari hal ini adalah sudut lereng dibuat lebih landai yang awalnya 70º menjadi 39º, hingga nilai Fs yang awalnya 0,318≥1 (tidak aman) menjadi 1,2≥1 (aman).
3. Bronjong layak dibangun dengan tinggi 2,4 meter dan sudut bronjong 39º. 4. Volume keseluruhan bronjong yang digunakan adalah sebesar 6750 m3.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsini,2007 (hal:17),Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,Rineka Cipta, Jakarta.
Sigit, Soehardi, 2005 (hal:6),Pengantar Metodologi Penelitian.
Bowles, Joseph.E, Johan K. Hainim. 2004,( hal:32). Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah
(Mekanika Tanah). Erlangga. Jakarta.
Canonica, Lucio. 1991,2007 (hal : 23). Memahami Mekanika Tanah. Angkasa, Bandung. Sunggono,Kh,1998 (hal : 12). Mekanika Tanah. Nova. Bandung.
Das,Braja,M,1984 (hal:15).Mekanika Tanah jilid 2. Erlangga.Jakarta Ariyani,N, http://www,e-jurnal.ukrimuversity.ac.id.