BUPATI
PAKPAK BHARAT
PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARATNOMOR
lg
, TAHUN 2011TENTANG
TATA CARA PERGESERAN ANGGARAN ANTAR UNIT ORGANISASI, ANTAR KEGIATAN
DAN ANTAR JENIS BELANJA PADA AilIGGARA}I PE}IDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KABUPATEN PAKPAK BHARAT TAHUN ANGGARAN 2011
Menimbang
'.
a.DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PAKPAK BHARAT,
bahwa untuk kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan
dan pembangunan
di
Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2011dipandang perlu diadakan pergeseran anggaran antar obyek belanja dan
rincian obyek belanja mendahului Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2011;
bahwa sesuai Pasal 154 ayat (1) huruf b Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana
telah
diubah dengan Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri
Dalam
NegeriNomor
13
Tahun 2006,
Pergeseran Anggaran dapatdilakukan Antar Unit Organisasi, Antar Kegiatan dan Antar Jenis Belanja;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a
dan
b
perlu ditetapkan Peraturan Bupati tentang Tata Cara PergeseranAnggaran
Antar
Unit,Antar
Kegiatan,dan Antar Jenis
Belanja PadaAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2011.
Undang-Undang
Nomor
12
Tahun 1985 tentang Pajak Bumi
danBangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68,
Tambahan
Lembaran
Negara Republik lndonesia Nomor
3312)sebagaimana
telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor12
Tahun1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985
tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik lndonesia
Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3569);
Undang-Undang Nomor
I
Tahun 2003 tentang Pembentukan KabupatenNias
Selatan,
Kabupaten
Pakpak Bharat,
Kabupaten
HumbangHasundutan
di
Provinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republiklndonesia Tahun 2003 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik
lndonesia Nomor 4272.
Undang-Undang
Nomor
17
Tahun
2003
tentang
Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286);
Mengingat
:
1.b.
4.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2A04 tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor a355);
5.
Undang-UndangNomor
15
Tahun
2A04 tentang
PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 20A4 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400);
Undang-Undang Nomor
25
Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
2004
Nomor 104,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor M21);Undang-Undang Nomor
32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran
Negara
Republik lndonesia
Tahun 2A04 Nomor
125,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia
Nomor
4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-UndangNomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 484$;
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2044 tentang Perimbangan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik lndonesia
Tahun
20A4 Nomor
126,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia NomorA3il;
Undang-Undang Nomor
28
Tahun 2009 tentang Pajak
Daerah danRetribusi Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2009
Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 50ae);
Peraturan Pemerintah
Nomor
23
Tahun
2005
tentang
PengelolaanKeuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik lndonesia
Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia
Nomor 4502);
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah
(Lembaran
Negara
Republik lndonesia
Tahun
2005
Nomor
136,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4574);
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran
Negara
Republik lndonesia
Tahun
2005
Nomor
137,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4575);
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem lnformasi
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005
Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4576);
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah (Lembaran
Negara
Republik lndonesia
Tahun
2005
Nomor
139,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4577);Peraturan Pemerintah
Nomor
58
Tahun
2005
tentang
PengelolaanKeuangan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4578); 6. 7. 8.
L
10. 11. 12. 13. 14. 15.2
16.
Peraturan
PemerintahNomor
65
Tahun
2005
tentang
PedomanPenyusunan
dan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal (LembaranNegara
Republik lndonesia
Tahun
2005
Nomor
150,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor4585);17.
Peraturan
PemerintahNomor
79
Tahun 2005 tentang
PedomanPembinaan
dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah(Lembaran
Negara
Republik lndonesia
Tahun
2005
Nomor
165,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4593);
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan
dan Kinerja lnstansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia
tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia
Nomor 4614);
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5164);
Peraturan Presiden
Nomor
54
Tahun
2010
tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan
Daerah
sebagaimanatelah
diubah
denganPeraturan
Menteri
Dalam Negeri
Nomor
21
Tahun 2011
tentangPerubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
Peraturan Daerah Nomor
5
Tahun 2008 tentang Organisasidan
TataKerja Dinas
Daerah
KabupatenPakpak Bharat
(Lembaran DaerahKabupaten Pakpak Bharat Tahun 2008 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Nomor 58);
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan
dan
Belania Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2011(Lembaran Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun
2009
Nomor 1,Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Nomor 96);
Peraturan Bupati Nomor
2
Tahun 2011 tentang Penjabaran AnggaranPendapatan
dan
Belanja Daerah
KabupatenPakpak
Bharat TahunAnggaran 2011 (Berita Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2011 Nomor 2);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
:
PERATURAN
BUPATI PAKPAK BHARAT
TENTANG
TATA
CARAPERGESERAN
ANGGARAN
ANTAR
UNIT
ORGANISASI,
ANTARKEGIATAN
DAN
ANTAR
JENIS
BELANJA
PADA
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KABUPATEN PAKPAK BHARAT TAHUN ANGGARAN 201 1.18.
-'.i
19. 20. 21. 22. 23. 24. _tv
BAB I
KETENTUAN UMUIII
Bagian Pertama Pengertian
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
(1)
Daerah adalah Kabupaten Pakpak Bharat;(2)
Bupati adalah Bupati Pakpak Bharat;(3)
Dewan
PerwakilanRakyat
Daerahyang
selanjutnyadisebut DPRD adalah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pakpak Bharat;(4)
Perangkat Daerah adalah orang/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah bertugas membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahanyang terdiri
atas
Sekretariat, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan/Desa sesuai dengan kebutuhan Daerah;(5)
Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan;(6)
Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah bertugas membantukepala daerah menyusun kebijakan
dan
mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah;(7)
SatuanKerja
Perangkat Daerahyang
selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang;(8)
Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna angggaran/pengguna barang,yang melaksanakan pengelolaan keuangan daerah;
(g)
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepalasatuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut kepala SKPKD yang
mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah;
(10) Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak
kapasitas sebagai bendahara umum daerah;
(11) Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.
(12) Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah;
(13) Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD;
(14) Kuasa Penggunaan Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan
sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD;
(15) Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah
pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD;
(16) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada
unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya;
(17) Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan
dan
mempertanggungjawabankanuang
pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD;(18) Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan,
membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKpD;
(19) Kas Daerah adalah tempat menyimpan uang daerah yang ditentukan oleh Bendahara
Umum Daerah;
(20) Pemegang Kas adalah orang yang ditunjuk dan diserahi tugas melaksanakan kegiatan
kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBD di setiap unit kerja Pengguna Anggaran;
(21) Pembantu Pemegang Kas adalah setiap orang yang ditunjuk dan diserahi melaksanakan kegiatan pada
fungsi
keuangan tertentu untuk melaksanakan kegiatanpada
Satuan-:
-t :
Pemegang Kas dalam rangka pelaksanaan APBD disetiap unit kerja Pengguna Anggaran;
(22) Satuan Pemegang Kas adalah unit yang dipimpin oleh Pemegang Kas yang terdiri dari beberapa Pembantu Pemegang
Kas yang
melaksanakanmasing
-
masing
fungsi keuangan daerah;(23) Satuan Pemegang Kas Pembantu adalah unit pembantu Satuan Pemegang Kas yang
berfungsi menerima uang hasil Pendapatan Asli Daerah pada lembaga teknis daerah;
(241
Dana
Cadanganadalah
dana yang
disisihkanuntuk
menampung kebutuhan yangmemerlukan dana relatif cukup besar yang tidak dapat dibebankan dalam satu Tahun Anggaran;
(25) Dana Depresiasi adalah dana yang disisihkan untuk penggantian aset pada akhir masa umur ekonomisnya;
(26) Penerimaan Daerah adalah semua peneriman Kas Daerah dalam periode Tahun Anggaran
tertentu;
(27) Pengeluaran Daerah adalah semua pengeluaran
Kas
Daerahdalam
periode Tahun Anggaran tertentu;(28) Pendapatan Daerah
adalah semua
penerimaanKas
Daerahdalam
periode TahunAnggaran tertentu yang menjadi hak daerah;
(29) Belanja Daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode Tahun Anggaran
tertentu yang menjadi beban daerah;
(30) Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk menutup selisih
Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah;
(31)
Sisa
Lebih
Perhitungan APBDTahun Lalu
adalah selisihlebih
realisasi pendapatanterhadap realisasi Belanja Daerah dan merupakan komponen pembiayaan;
(32) Aset Daerah adalah semua harta kekayaan milik daerah baik barang benrvujud rnaupun barang tidak berwujud;
(33) Barang Daerah yang semua barang benvujud milik daerah yang berasal dari pembelian
dengan dana yang bersumber seluruhnya atau sebagian dari APBD dan atau berasal dari
perolehan lainnya yang sah;
(34) Utang Daerah adalah jumlah uang yang menjadi hak daerah atau kewajiban pihak lain
kepada daerah sebagai akibat penyerahan uang, barang dan atau jasa oleh daerah atau
akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
(35) Piutang Daerah adalah jumlah uang yang menjadi hak daerah atau kewajiban pihak lain
kepada daerah sebagai akibat penyerahan uang, barang dan atau jasa oleh daerah atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
(36) Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari
pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai uang sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban pendek yang lazim terjadi dalam perdagangan.
Bagian Kedua Ruang Lingkup
Pasal 2 Ruang lingkup keuangan daerah meliputi:
a. Hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah serta melakukan pinjaman;
b. Kewajiban daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah
dan
membayartagihan pihak ketiga;
c.
Penerimaan daerah;d. Pengeluaran daerah;
e. Kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang,
barang,
serta
hak-haklain
yang dapat
dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yangdipisahkan pada perusahaan daerah; dan
f.
Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah dalam rangka penyetenggaraan tugas dan/atau kepentingan umum..t
BAB II
KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Paeal 3
(1)
Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan;(2)
Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah bertugas membantukepala
daerah
menyusun kebijakandan
mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah;(3)
Pejabat Pengelola Keuangan Daerahyang
selanjutnya disingkat PPKD adalah kepalasatuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan kepala SKPKD
yang
mempunyaitugas
melaksanakan pengelolaanAPBD
dan
bertindak
sebagai bendahara umum daerah;(4)
Kuasa Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah pejabatyang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian tugas BUD;
(5)
Kuasa Penggunaan Anggaran adalah pejabatyang
diberi kuasa untuk melaksanakansebagian kewenangan pengguna anggaran
dalam
melaksanakan sebagiantugas
dan'
fungsi SKPD;(6)
Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat PPK-SKPD adalah peiabat yang rnelaksanakan fungsi trata usaha keuangan pada SKPD;(7)
Bendahara Penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan,menyetorkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabankan uang pendapatan daerah
dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD;
(8)
Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan,membayarkan, menatausahakan,
dan
mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD;BAB III
RUANG LINGKUP DAN AZAS UII']UIII
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Pasal 4
(1)
Pengelolaan Keuangan Daerah meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan,penatausahaan
dan
pertanggungjawabanserta
pengawasan keuangandaerah
yang berkaitan dengan APBD;(2)
Pengelolaan keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a. Perencanaan
yang
mencakup proses penetapanArah
dan
Kebijakan Umum APBD,penentuan Strategi
dan
PrioritasAPBD serta
penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran;b. Pelaksanaan realisasi APBD;
c.
Penatausahaan dan atau pencatatan dan pengklarifikasian transaksi keuangan daerahselama pelaksanaan APBD;
d. Pengawasan
dan
pengendalianyang lebih
bersifat preventif
dan
represif
yangditunjukkan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna anggaran;
e. Pertanggungjawaban dan atau pelaporan Pemerintah Daerah atas pelaksanaan APBD.
Pasal 5
Pengelolaan keuangan
daerah
dilakukansecara tertib,
taat
pada
peraturanperundang-undangan
yang
berlaku,
efisien, efektif,
transparan
dan
bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan.Paeal 6
(1)
APBD merupakan dasar pengelolaan Keuangan Daerah untuk Tahun Anggaran tertentuyang disusun dengan pendekatan kinerja;
(2)
APBD yang disusun dengan pendekatan kinerja sebagaimana dimaksud padaayat
(1)memuat :
a.
Sasaran yang diharapkan menurut fungsi belanja;b.
Standar pelayanan yang diharapkan dan perkiraan biaya satuan yang bersangkutan;komponen kegiatan
c. Bagian kegiatan APBD yang membiayai belanja administrasi umum, belanja operasi dan
pemeliharaan, serta belanja modal.
(3)
Untuk mengukur kinerja keuangan Pemerintah Daerah dikembangkan Standar Analisa Belanja, tolak ukur kinerja dan Standar Biaya;(4)
Standar Analisa Belanja, tolak ukur kineria dan standar biaya sebagaimana dimaksud padaayat (3) ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Bupati.
Pasal 7
Tahun fiskalAPBD sama dengan Tahun fiskalAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Pasal 8
Semua penerimaan dan pengeluaran daerah dalam rangka desentralisasi dicatat dan dikelola
dalam APBD.
Pasal
I
Semua pendapatan, belanja dan pembiayaan dianggarkan secara bruto dalam APBD Pasal 10
(1)
Jumlah pendapatan daerah yang dianggarkan dalarn APBD merupakan batas penerimaan minimal yang terukur secara rasional untuk setiap sumber pendapatan daerah;(2)
Jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap ienis belanja;-
(3)
Pengguna anggaran dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran daerah untuktuiuan selain yang ditetapkan dalam APBD;
(4)
Perkiraan sisa lebih perhitungan APBD tahun lalu dicatat sebagai saldo awal pada APBDtahun
berikutnya sedangkan realisasisisa
lebih
perhitungan APBDtahun
lalu
dicatatsebagai saldo awal pada perubahan APBD.
Pasal
'll
Penerimaan dan pengeluaran kas daerah oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan melalui kas daerah.
BAB III
KEWENAilIGAN, HAK DAN KEWAJIBAN BUPATI Pasal 12
(1)
Bupati menyelenggarakan kekuasan umum pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkanPeraturan Daerah dan peraturan perundangrundangan yang berlaku;
(2)
Bupati merupakan pemegang kekuasaan umum pengelolaan Keuangan Daerah dan dapatmendelegasikan kewenangannya kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah;
(3)
Pendelegasian kewenangan sebagaimana dimaksudpada
ayat
(2') ditetapkan dalam Keputusan Bupati;Pasal 13
Bupati sebagai pemegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan
daerah
mempunyaikewenangan untuk:
a. Bersama DPRD menetapkan Arah dan Kebijakan Umum APBD;
b. Menyusun rancangan APBD, Perubahan APBD, dan Perhitungan APBD;
c. Bersama DPRD menetapkan APBD, Perubahan APBD, dan Perhitungan APBD.
BAB IV
PERGESERAN APBD Pasal 14
(1)
Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi;a.
Perkembangan yang tidak sesuaidengan asumsi KUA;b.
Keadaanyang
menyebabkanharus
dilakukan
pergeserananggaran
antar
unitorganisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja;
c.
Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan;d.
Keadaan daurat; dane.
Keadaan luar biasa.(2)
Pergeseran antar unit organisasi, antar kegiatan,dan
antarjenis
belanja sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf "b" serta pergeseran antar obyek belanja dalam jenis belanja dan antar rincian obyek belanja diformulasikan dalam DPPA-SKPD;
(3)
Pergeseran antar rincian obyek belanja dalam obyek belanja berkenan dapat dilakukan ataspersetujuan PPKD;
(4)
Pergeseran antar rincian obyek belanja dalam jenis belanja berkenaan dapat dilakukan atas persetujuan Sekretaris Daerah;(5)
Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dengancara
mengubah peraturankepala daerah tentang
penjabaranAPBD
sebagai dasar pelaksanaan, untuk selanjutnya dianggarkan dalam rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD.(6)
Pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja dapatdilakukan dengan cara merubah peraturan daerah tentang APBD;
(7)
Anggaran yang mengalami perubahan baik berupa penambahan dan/atau pengurangdnakibat pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dijelaskan dalam kolom keterangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran perubahan APBD.
BAB V
TATA CARA PERGE$ERAN ANGGARAN Pasal 15
(1)
Pergeseran anggaran dilakukan dengan cara mengubah peraturan kepala daerah tentangpenjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah sebagai dasar pelaksanaan, untuk
selanjutnya dianggarkan dalam rancangan peraturan daerah tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
(2)
Pergeseran anggaran yang terjadi pada Dokumen Anggaran Satuan Kerja harus disertai pergeseran anggaran pada Lembaran Kerja;(3)
Pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diusulkan kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Cq.Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah;(4)
Usulan pergeseran anggaran disampaikan oteh tiap-tiap satuan kerja perangkat daerah(SKPD) yang akan melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan Format pada Lampiran
ldan
ll keputusan ini;(5)
Usulan pergleseran anggaran belanja yangtelah
disetujuiakan
dituangkanke
dalamPasal 16
Pergeseran Anggaran dapat menambah
dan
mengurangi obyek belanjadan
rincian obyekBelanja akibat pergeseran yang tertuang di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah lnduk
Tahun 2011 dengan rincian sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini.
Pasal 17
Pergeseran anggaran dapat dilakukan selambat-lambatnya pada Triwulan
lll
(tiga).Pasal 18
Segala perubahan baik penambahan maupun pengurangan obyek belanja dan rincian obyek
belanja sebagaimana dimaksud
dalam Pasal
16
akan
dituangkanke
dalam
PerubahanAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
Aifi.
BAB VIPENUTUP
Pasal 19
:.
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggaldiundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Pakpak Bharat.
Ditetapkan di Salak
Pada
tanggal
3
o6vr--
2A11BUPATI PAKPAK BHARAT,
REMIGO YOLANDO BERUTU
Diundangkan di Salak
pada
tanggal
fl
ACtswet- 2011 PADAERAH
PAKPAK BHARAT,
SINAMO
A DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT TAHUN 20{1 NOMOR
,
n.LI
,t-: 900i t... :Penting
: 1 (satu) berkas
: Usulan pergeseran anggaran mendahului Selaku
Ketua TAPDpenetapan Perubahan APBD TA 20xx.
:
Peraturan Bupati Pakpak Bharat:
,ljTahun2011:
tt oLrob4r 2011:
Pergeseran Anggaran Mendahului Perubahan Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 20'11.
Kepada Yth :
Bapak Bupati Pakpak Bharat Cq. Sekretaris Daerah
Di-Salak Lampiran I Nomor Tanggal Tentangformat Surat usulan Kepala SKPD terhadap pergeseran anggaran mendahului penetapan perubahan APBD kepada Bupati melalui sekretaris Daerah seraku Ketua TApD
KOP SURAT
SKPD
Nomor Sifat Lampiran Perihal Dengan hormat,Dengan memperhatikan ketentuan pergesaran anggaran yang tercantum Peraturan Bupati pakpak Bharat Nomor ... Tahun 20xx tentang Sistem dan Prosedur Pengeiolain Keuangan Daerah, dengan ini kami mengajukan usulan pergeseran anggaran mendahului penetapan perubahanApgO
fn.
20xx, deigan alasan dan pertimbangan sebagai berikut:'1. Terdapat kebijakan dan program pemerintah pusaUprovinsi yang
bersifat strategis terkait dengan bidang tugas kami yakni xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx (bila penu dibuat rincian yang lebih detildalam bentuk narasiatau matiks/daftar)
2. Terdapat kebijakan dan program pemerintah daerah yang bersifat strategis terkait dengan bidang tugas kami yakni xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx (bila pertu dibuat i-ncian yang
le bih detil d al a m bentu k n a rasi ata u matiks/dafta r) 3. dst...
Menurut hasil evaluasi kami, untuk dapat melaksanakan kebijakan/program tersebut ternyata tidak tersedia anggarannya dalam APBD TA.2Oxx sementara pelaksanaannya akan dilakukan sebelum [enetapanperubahan APBD TA.20xx. Sehubungan dengan itu menurut pendapat kami perlu dilakukan pergeseran anggaran antar jenis belanja atau antar kegiatan mendahului penetapan Perubahan APBD Oengari rincian perubahan dan rancangan DPPA-SKpD sebagaimana terlampir.
Berdasarkan hal tersebut di atas, kami mohon pertimbangan Bapak untuk dapat kiranya usulan pergeseran anggaran mendahului penetapan perubahan APBD TA.20xx dimaksud dibahas oleh TApD, untuk selanjutnya diajukan kepada DPRD guna memperoleh persetujuan.
Demikian untuk dimaklumi dan atas pertimbangan Bapak diucapkan terima kasih.
KEPALA SKPD...,
Tembusan :
1 Yth Kepala Bappeda Kabupaten pakpak Bharat di Satak;
2
Yth Kepala DIPPEKADE Kabupaten pakpak Bharat di satak.Lampiran
I
:
Peraturan Bupati pakpak BharatNomor
:
l4lahun 2011Tanggal : (ofhff2011
Tentang
:
Pergeseran Anggaran Mendahului Perubahan Anggaran pendapatandan Betanja Daerah (p-ApBD)
Kabupaten pakpak Bharat Tahun
Anggaran 2011.
DAFTAR RINCIAN
PERGESERAN ANGGARAN ANTAR JENIS BELANJA DALAM KEGIATAN BERKENAAN
TAHUN ANGGARAN 2OXX
No. Kegiatan dan Jenis Belanja Anggaran
(Rp) Semula Bertambah/ Berkurang Menjadi 1 Kegiatan... Belanja Pqgawai XXXXX xxxxx XXXXX
Digeser ke Belar]ja Barang dan Jasa XXXXX XXXXX XXXXX
Sehingga Belanja Pegawai Menjadi. XXXXX XXXXX XXXXX
Belanja Barang dan Jasa XXXXX XXXXX XXXXX
Pergeseran dari Belanja pegawai XXXXX XXXXX XXXXX
Sehingga Belanja Barang dan Jasa Mentad_ XXXXX XXXXX XXXXX
Dengan Pergeseran Anggaran tersebut Oi atas, rnata
Belanja Pegawai XXXXX XXXXX xxxxx
Belanja Barang dan Jasa XXXXX xxxxx XXXXX
Jumlah Anggaran KegLqtan XXXXX XXXXX XXXXX
2 Dst...