JURNAL FIsIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 3, NOMOI. 2 JUNI 2001
Evaluasi Peraneangan Sensor Fiber Optik Plastik
untuk Pengukuran Stress dan Strain
Em Sugiarti,. Resetiana
Dwi Desiati, Prabowo
Pmanto,
Edi
Tri
Astuti, dan
Tomi
Budi
Waluyo
Pusat Penelitian Jiisika -LIP]Komplek Pusplptek Serpong - Tangerang JjJJ4. IntIones/a
Intisarl
Sensor SIrain digunakan untuk mengukur perubahan sIraln akibat stmss pada suato bahan. Dalam penelitian
ini.
telsh dimm:ang sensor stmin menggunakan fiber optik dati baban dielektris plastik dengan teknik pencil-adaD. TeImik yang dipakai adaIah untuk melibat pembahan inteJlsibi$ wbaya yang terdcteksi sebagai akibatdari stress yangditerima fiber optik. Pengamatan dalam penmcangan sensorfiber optik menggunakan PC mikroskop
sebingga struktur permulman fiber yang kecil dan balus dapat terlihat. Untuk mengeIahui besaran strain aki-bat stress yang terukur
dibutuhkan
sumber cahayalaser.
fu1odetektor, mngkahm amplifiet; modul akuisisi data (DAQ) dan PC. Ewluasi basil penmamgan sensor djlakukan denganlUi
tarik (tensUe) fiber optikyang dile-tak:kan pada spesimen menggunalmn mesin universaI tensUe meter (UTM).KATA KUNCl: sensor stmiD, fiber optik. streaa, UTM. L PENDAHULUAN
Perkembangan fiber
optik:
yang
pesatmenyebabkan
apU-kasi fiberoptik
saatini
tidak.banyadirnanfiudlran sebagai
me-dia tnmsmisi tetapi jugasebagai
sensor.Sensor
strain
danstress tnengguna1can fiber optik
memjhldkeIebiban
diban-diogkan dengan sensor lain karena fiberoptik itu
sendiri
ung-gul
daJam
ukuran yang keeil,
taban terhadapinterferensi
elek-tromagnetik: dan
radiasi cahaya
sertatidak tcrpengaruh
padasif4t
baban sehingga dapatdilekatkan
denganbahan komposit
seaua
non-obstrusive (tanpa desakan) [1].Berbagai
sistem sensor fiber optik
untuk
mengukur
strain
dan
stress teIah
banyak
dikembangkan.Sistem
sensortersebut
ada1ah sensor FBG
(Fibre Bragg Grating)
[2] yang prinsip-nya ada1ah mengukur perubabanintensitas
sinyal
optik: yangdirefleksikan
sebagai fimgsi dati perubabanpanjang
gelom-bang danstrain
pada fiber optik, sensor FPI(Fabry Perot
in-terferometer) [3] berdasarkan multi refteksi £ably
perotyang
berinterfe.rens
sensor ESPC(embedded sensor protection
system)[4]
yang
mengukur
perubahan
strain
danstrain akibat
peiubaban
strukturyang
terdeteksi serta
masih banyak lagi.Semua
sistem
tersebut tentunya memiliki kelebihan dan
keku-rangan
masing-masing~Terdapat perbedaan
embedded
fiber
optic
sensor
lainnyadengan.
sistem yang
akan dinmcang.Sistem sensor
ini
lebih
sederhana karena tidak
membotubkan tekn:ik
demodulasi
un-tuk mengolah sinyaldengan menggunakan spektrum
optik:ana1iaeJ;
melainkan
hanya membotubkanpemJatan
aeperti transmitter dan receiveryang
daIam
hal ini adalahlaser
Re-Ne dan fotodioda.
Dengan keungguJan karakteristik fiber optik maka ada
•. akan
Ppaper lID
dibabas .
mengenai
rancangan
sensor
strain
-.E-MAIL: [email protected]
dan stress
menggunakan fiber optik
plastik.
Plastic·
Opti-cal
FIber
(POP) menjadi altematif selainGloss Fiber
Optic(GOp)
yang dapat
mengurangi transmisi sinyal
yang hiJang danhanya
mengand
aJkanmodulasi
intensitas cabaya sebagai
sensor
yang
akan.
mendapat
perlakuanseperti tarikan
(tensile)~0. DASAR TEORI
Fiber optik: mempakan
pemandu
gelombang (waveguide)dati baban
dielektris (gelas
danplastik) yang
menIIans-nrisilamcahaya.
BerdasarJmO
hokum Snellius untuk tmnsmisi
optik:
bahwa
cabaya
yang
dipantuJkan akan
mengalanri.pem-bengkokan
diantam2
media,
dalam hal ini adalahcore
fmti danclatJding
lpelindung dati fiber optik. Masing-masing me-diateIsebut memiliki
index
refmktif
(0).Jib
sudut yang ter-bentuklebih
besar dati
sudutkritis,
maka terjadirefteksi
total dan tidak ada cahayayang
masukke medium
lain
sepertiter-Jihat
padaGambar 1a.
SOOangInm
jib
padamedium teJ:dapat
celah (Gambar Ib) maka sebagian berkasc:ahaya
akan hiJang keluar sebingga akan mengmangidayanya
sesuai dengan
per-samaan·
Power(dB)
=10 LoglOPout
(1)Pin
Kemampuan
fiber untuk
menbansfer cabayadittnYukkan
oleh persamaanNumerical
.Apt:u1un1
(NA) yang dapatditu-liskan sebagai
berikut:
(2)
Namun
untuk
fiber yangdiberi
perlakuan.
sepertipem-bengkokan
berIak:u persamaan NA
yang
berbeda yaitu:
1. Fls. DAN ApL., VOL. 3, No.2, JUNl 2007 (8) lUlU .. ) ... dllnkat ,~_--,J...
____ _
,
(b)Gambar 1: (a). Berkascahaya pada kondisi FO nonnaI (lurus dan tidak dilukai),(b). Berkas cabaya pada kondisi FO dilukai
dengan nl
=indeks refraktif inti fiber,
02=
indeks reftaktif
pelindung fiber,
R =Radius pembengkokan, a
=Radius fiber.
. Untuk mengetahui
besamyaperubahan.
strainakibat
stress..
~.Dlaka
fiber optik diberi perlalruan dengan uji
tank.Persamaan
/ untuk
stressdan
strainyang berlaku
saatobjek di tarik
(ten-sile)
adalah
berdasarkan
deformasi yang dialami suatu benda
yang mengalami gaya.
Strain, 10,adaIah
besardeformasi
per-~.panjang,
,.
Il.L
1 0 =
-L (4)
sedangkan stress (S)
adaIah gaya persatuan'luas,
S=F
A
(5)Strain.
awat
akanberbanding lurus dengan
besamya· stress.Namun setelah
stressditiadakan,
strain akanbilang.
Kon-disi
sepertiini
dinamakan kondisi batik (reversible). Strainli-nier yang mampu batik tersebut disebut dengan
strainelastik.
Untuk
strainelastik: berlaku
persamaanmodulus
elastik ataumodulus Young, E, dengan persamaan:
S
E=-10 (6)
K.ekuatan.
tarik (tensile strength) suatu bahan ditetapkandengan membagi gaya
maksimumdengan luas penampang
semula. Dengan demik:ian dimensi kekuatan tarik akan sarna
dengan besaran
stressdari Pers.5.
m ..
METODOLOGI PENELITIANDalam
perancangan
sensor
strain dan stressmenggu-nakan fiber optik digumenggu-nakan beberapa metode untuk
memban-dingkan
responperubahan. intensitas
cahayaakibat
stressyang
diterima fiber
optik.ENI SUOIARTI, dirk.
Durall, ...
diIu1raj~
I-I
1
(8)
Daenh Yan;
ailuW
f~
["'--~d
(b)
Gambar 2: (a). Fiber Optik cacat tunggaJ, (b).Fiber Optik ClK:Ilt
banyak
A. . Metoda·Perancangan Sensor
Sensor
strain dan stressmengguoaka;n fiber optik plastik
(POF) sepanjang ±2m.. Sensor dira,ncang dengan teknik
pen-cacatanfiber optik secara tunggal (Gambar 2a) dan banyak
(multi point) pada
Gambar2b yang masing-masing dilaJmkan
ditengah POF sepanjang
±2 em.
Pengamatan
dalamper-ancangan sensor- fiber optik menggunakan alat bantu PC
mikroskop sehingga struktur permukaan fiber yang keeil dan
balus dapat terlihat (Gambar 3). .
B. Metoda Preparasi Sensor stmJn daD Benda Uji
Sebelwn melakukan pengambilan
data.
batang sensor fiber
optik:
diletaldcan
pada benda uji paduan
a1wniniwn tipe
ASOS2P. Pelat alwninium
ini
dipotong menmut
denganuku-ran yang disesuaikan
dengankemampuan
load celldari mesin
uji tarik UTM. Secara diagramatik bentuk: benda uji adaIah
seperti Gambar 4.Teknik meletakkan sensor fiber optik pada benda uji
di-Iakukandengan memposisikan bentuk penampang geometri
fiber bait secara lurus (Gambar 5a),lengkung ke dalam
(Gam-bar
Sb) dan lenglrung Ireluar (Gambar 5c). Sensor direkatkan
pada benda uji menggunakan lemcyanoacrylate.
Agar prosespengambilan
datatidak terganggu maim
tidak: seluruh
per-mukaan
benda uji direkatkan fiber optik.
lIustrasi
penem-patannya akan ditunjukan pada Gambar 6.
C. Metoda peogambDau data
Dalam
pengambilan
data.
sensor fiber optik membutuhkan
sumber cahaya laser yaitu laser He-Ne dengan A
=632,5
om.
J.F's. DAN APL., VOL. 3, No.2, JUNI 2007 ENI SUGJARTI. dick
(a) (b) (c) (d)
Gambar 3: (a). Pengecekan penampang irisan fiber yang telah dicacat tanpa diberi swnber laser., (b). Pengccekan pes:mmpang irisan fiber yang tclah dicacat dengan swnber laser, (c). Pengecekan penampang ujung fiber tanpa diberi sumber laser., (d). Pengecek8D penampang qjung fiber dengan sumber laser. \"
IUDmm (a)
(b)
Gambar 4: Polongan benda uji yang digunakan pada eksperioJen
sen-somber optik.
fotodetektor, rangkaian instrumentasi amplifier, modul akui-sisi data (DAQ) dengan resolusi 12 bit dan PC seperti pada Gambar 7. Evaluasi sistem sensor secara keseluruhan di-lakukan dengan uji tarik (tensile) fiber optik yang diletakkan pada benda uji menggunakan mesin uji tarik (UTM).
Berkas sinar laserdifolruskan dengan Iensa folrus sehingga input yang diberikan laser tepat pada posisi inti fiber. Peruba-han intensitas cahayadikonversikan dengan rangkaian fotode-tektor menjadi sinyailistrik. Output yang dihasilkan pada sis-tern sensor fiberoptik diperkuat dengan rangkaian
instrumen-tasi
amplifier. Untuk mempermudah proses pengambilan datadan agar basil
yang
diperoleh secara real time dapat dimonitor . olehPC
serta data tersebut dapat disimpan ke database maka diperlukan suatu modul akuisisii data dan perangkat looak 00-tuk meltlbuat visualisasi sistem yang dibangun tersebut.Daerah yang dlIukal
(a)
(b)
(c)
Gambar 5: (a). Penampang geOmetri fiber lurus,(b). Penampang geometri fiber lengkung Ire dalam,(c). Penampang geometri fiber lengkung ke luar.
IV. BASIL DAN DlSKUSI
Analisa ootuk: mengetahui respon posisi geometri sen· sor fiber optik pada benda uji terhadap strain dan stress telah dilakukan secara manual dengan membengkokan·fiber
yang
telah dicacatL Dari Gambar 8 dapat diketahui bahwa saat fiber dibengkokan ke dalam sensitivitas sensor terhac1ap stress dan strain lebih besar dibandingkan saat fiber·tersebUt dibengkokan ke luai atau lwus. Halini
ditunjukkan dengan besamya tegangan yang diperoleh yaituuittuk
geometri fiber optik lurns adalah±
2,5 V, geometri fiber optik lengkungJ. Fls. DAN APL., VOL. 3, No.2, JUNI 2007
Pl"ukat (a)
(b)
. <}ambar 6: (a). Ilustrasi peneIIlpalan sensor fiber optik. pada benda
,., ." tW,
(b). Posisi Fiber Optik lekuk ke daIam yang ditempelkan pada,\ "'rlYeixla uji
" .~.("-(
1\1 ... UIM
PmonaJ rumputer
Gambar 7: Skema Sistem Sensor Fiber Optik P1astik..
adalah paling kecil yaitu ±
1,4 V. Perbedaan tegangao yang dihasilkan disebabkan oleh perbedaan besamya intensitas ca-haya yang bocor pada keadaan geometri tertentu.Deugan metode pengujian posisi geometri fiber
optik
maka untuk eksperimen uji 1arik (tensile) dengan UTM, responsi-tas sensor fiber optik terhadapstrain
danstress
diambil den-gao melengkungkan fiber ke arab dalam yang diletakkan pada benda uji. Selain geometri fiber, hal lainy8ng
perludiper-ENI SUGIARTI, dkk.
(a)
(b)
(c)
Gambar 8: (a). Geometri fiber Optik. Ll!fUS ,(b).Geometri fiber optik
lengkung ke dalarn.( c). Geometri fiber optik lengkung ke luar.
hatikan adalah
karakteriStik
bahan yang digunakansebagai benda uji yaitu pelat a1uminiwn A5052P. Bahan yang akan diberi perlakuan tentunya mendapat gaya yang besamya akan mempengaruhi defonnasi bahan tersebut Deformasi yangda-pat terjadi pada bahan adalah defonnasi elastik yaitu defor-masi
linier
dimana bahan dapat kembali ke kondisi sernuIa (ductility) yang ditunjukkan pada daerah elastis (Gambar 9) dan defonnasi 'plastik yang teIjadi pada daerah plastis dimana saat kondisiini
bahan sudah patah dan tidak dapat kembaIi ke bentuk semuIa.Pencatatan data eksperimen dilakukan oleh X-Y
plotter
dati mesin uji tarik, UTM,
daD
PC dengan perangkat lunak yang telah dirancang berbasis modul akuisisi data. Hasil yang terukur oleh X-Yplotter
pada Gambar 10 merupakan
respon-situs sistem sensQl' fiber optik terhadap perubahan stress dan strain yang terjadi selama benda uji mengalami deformasi elastik.Pada daerah elastik, bahan tidak akan patah tetapiakan teIjadi perubahan panjang akibat gaya yang diberikan.
Be-J. Frs. DAN APL., VOL. 3, NO.2, JUNI 2007
Gambar9: Contoh kurva strain VS stress dari pelat aluminium AS052P.
Gambar 10: Kurva stress Vs strain Pelat Aluminium A5052P yang
dieatal oleh X-Y plotter UTM.
samya perpanjangan merupakan strain yang terukur, maka berdasarkan Gambar 10 diperoleh strain yaitu sebesar ± 5,3
mm.
Sedangkan stress diketahui dengan korelasi per-bandingan gaya persatuan luas pada mesinUTM
denganX-Y
plotterUTM
yaitu sebesar ± 5376 N/mm2•Hasil yang diperoleh pada PC dapat diketahui secara real time dengan sistem sensor fiber optik yang secara kompak
di-rangkaikan ..
Gambar II menunjukkan perubahan strain sen-sor fiber optik yang diuji tarik menggunakanUTM
dengan selang waktu tertentu. Tegangan yang· diperoleh merupakan strain yang terukur sebagai akibat perubahan intensitas ca-haya yang bocor dari fiber optik. Tegangan mula-mula yang terukur adalah ± 2,65 V dan tegangan akhimya adalah sebe-sar ±. 2,05 V. Dengan demik:ian tetjadi perubahan tegangan sebesa.rO,6 Vatau dengan kata lain terjadi perubahan strain sebesa.r ± 8,8 I'm/mY. Hal ini menunjukkan bahwa selama benda diuji ditarik, sensor fiber optik mengalami penurunan tegangan sebagai akibat intensitas cahaya yang bocorMakin
bertambah.
[I] Leng Jinsong and Anand Asundi, Sensor and Actuators A 103, 330-340 (2003).
[2) Liu J.G., Schmidt hattenberger, G.Borm, Measurement 32, 151-161 (2002).
[3) Tuck J, Christopher, Richard Haque dan Crispin Doyle,
Mea-surement Science Technology 17, 2206-2212 (2006).
ENI SUGlARTI, dkk.
V. SIMPULAN
Dari pembahasan yang telah diuraikan· maka. evaluasi pc-rancangan sensor fiber optik plastik
untuk
pengukuran stress dan strain dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :I. Teknik pencaeatan fiber optik plastik (POF) yang telah diraDcang memiliki sensitivitas terhadap perubahan strain dan stress.
2. Posisi geometri
sensor
fiber optik yang lengkung ke dalam memiliki sensitivitas yangbaik
dibandingkan lengkung ke luar ataupun lur'us saatsensor
tersebut ditempelkan pada benda yang akan diuji dengan tegan-gan maksimal yang terdeteksi yaitu sebesar ±2,6 V.3. Metode pengujian dari sistem sensor fiber optik adalah dengan uji tarik menggunakan mesin
UTM
pada benda uji yang telah direkatkan sensor fiber optik.4. Pencatatan data eksperimen dilakukan oleh X-Y ploner dari mesin uji tarik,
UTM,
dan PC dengan peranglmt lu-nak yang telah dirancang berbasis modul akuisisii data 5. BerdasarkanX':' Y
plotterUTM
diketahui bahwa strainyang diperoleh yaitu sebesa.r ±5,3 ~ sedangkan stresmya adalah ±5376 N/mm2•
6. Hasil yang diketah.ui dari PCadalah perubabante-gangan sebesa.r 0,6 V atau dengan kata lain terjadi pe-rubahan strain sebesar ±8,8 m/mV.
"""""-UPT _ _ _ OptII<
d_aoamelrl KeAnbD ...
Gambar II: Gmfik banyaknya data terbadap tegangan sebagai tespon
uji tarik sensor fiber optik dengan geometri lengkung Ire dalam.
[4) Leng Jinsong, D. Wmter, R A Barnes,G C Mays dan G F Fer-nando, Smart Mater.Struet IS, 302-308 (2006).
[5) K.S.C Kuang, W J Cantwell dan P J Scully, Meas.Sci. Technol. 13, 1523-1534 (2002).