BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis PenelitianPenelitian evaluatif ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Kualitas dari program supervisi akademik diteliti lebih dalam dan data dikumpulkan sesuai keadaan di lapangan yang sebenarnya dan melibatkan perspektif dan pengalaman dari para guru yang ada di lapangan; hal-hal tersebut dapat mencirikan natur penelitian kualitatif (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2007:429-432). Hasil penelitian ini, mempertimbangkan tujuan evaluasi model CIPP (Fitzpatrick et al., 2012; Sukardi, 2008:63), berupaya memberikan masukan untuk pengambilan keputusan lebih lanjut dengan membandingkan hasil data yang telah diukur dengan kriteria atau standar yang direncanakan (Zaenal, 2012:35-36). Masukan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengelola PAUD Tunas Kasih, Magelang untuk tujuan perbaikan atau penyempurnaan program supervisi akademik.
52
B. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PAUD Tunas Kasih yang terletak di Kota Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Lembaga PAUD ini dipilih karena alasan fisibilitas penelitian; peneliti pernah bekerja sebagai staf manajerial di kantor Manajemen Operasional YPKI Magelang yang mengelola TK Tunas Kasih, Magelang.
PAUD Tunas Kasih merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang, dengan pengelolaan operasional di bawah Manajemen Operasional YPKI Magelang. PAUD Tunas Kasih menyelenggarakan beberapa program sesuai dengan kategori usia anak, yaitu kelompok bermain (KB) untuk usia 2-3 tahun dan taman kanak-kanak (TK) untuk usia anak 4-5 tahun. Program penitipan anak, atau secara lokal dinamai full-day school, dibuka untuk menampung kebutuhan orang tua yang ingin menitipkan anak mulai dari Pukul 07.30–15.30 WIB.
Subyek penelitian ini menyertakan kepala sekolah, yang berperan supervisor, dengan enam orang guru, empat dari
program TK dan dua dari program KB. Keenam guru tersebut menjadi telah terlibat dalam program supervisi akademik selama tahun pelajaran 2017-2018—mulai Juli 2017 sampai dengan Juni 2018. Staf manajerial dari Kantor Manajemen Operasional, YPKI Magelang juga terlibat memberikan beberapa informasi dan data yang diperlukan untuk mengecek kebenaran informasi dan data yang ada. Identitas responden penelitian, dengan kode responden, dirincikan dalam Tabel 5.
Program supervisi akademik di PAUD Tunas Kasih Magelang yang menjadi obyek penelitian ini telah dilaksanakan sepanjang Tahun Pelajaran 2017/2018—Juli 2017 sampai dengan Juni 2018. Beberapa teknik supervisi akademik yang termasuk dalam program supervisi akademik tersebut diteliti.
54
Tabel 5. Identitas Responden No.
Identitas/Kode
Responden Keterangan
1 Kepala Sekolah Mengajar sejak 1994, dan menjabat kepala sekolah sejak 2014, latar belakang PAUD 2 Guru KY Mengajar sejak 2014, latar belakang
pendidikan bimbingan dan konseling
3 Guru IN Mengajar sejak 2009, semula latar belakang ekonomi, kemudian melanjutkan dan sedang menyelesaikan kuliah PAUD
4 Guru YS Semula bertugas sebagai TU sekolah sejak 2008, kemudian mulai dipercaya untuk mengajar sejak 2014, melanjutkan dan sedang menyelesaikan kuliah PAUD 5 Guru MW Pernah bekerja sebagai guru PAUD di
institusi lain, mengajar di PAUD Tunas Kasih sejak 2017
6 Guru LS Mengajar sejak 1998, berlatar belakang PAUD
7 Guru MN Pernah bekerja PAUD di institusi lain, mengajar di PAUD Tunas Kasih sejak 2016, berlatar belakang pendidikan agama kristen 8 Staf MO Manajer dari Kantor Manajemen
Operasional, YPKI Magelang, yang bertugas di bidang akademik
C. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk penelitian ini melibatkan interview, observasi, dan studi dokumen, mengingat bahwa penelitian ini bersifat evaluatif dan kualitatif (Wiersma dan Jurs, 2009).
1. Wawancara
Subyek penelitian ini terdiri dari tujuh orang—enam guru dan satu kepala sekolah. Satu orang guru yang bertugas sebagai pengasuh di program full day school (FDS) tidak dilibatkan karena perbedaan program dan kegiatan yang ada di FDS serta ketidaksamaan tugas dan fungsi pengasuh FDS tersebut. Wawancara sistematik yang mendalam dilakukan sebagai ganti penyebaran angket. Wawancara semi terstruktur (Herdiyansyah, 2015:66-69; Gorman & Clayton, 2005:127) dilakukan untuk mengumpulkan data yang lebih mendalam; fleksibilitas bertanya-menjawab dimungkinkan namun tetap dalam kontrol untuk mengupayakan fokus interviu. Pedoman wawancara telah dipersiapkan dan berisi pertanyaan terbuka yang memberikan kebebasan bagi interviewee untuk mengemukakan jawaban. Dalam melakukan wawancara, dialog yang terjadi direkam menggunakan aplikasi perekam suara dalam ponsel peneliti. Pelaksanaan wawancara terinci dalam tabel berikut.
56
Tabel 6. Pelaksanaan Wawancara No.
Kode
Interviewee Tanggal, Waktu Wawancara 1 Kepala Sekolah 25 September 2018, mulai Pk. 10.30 WIB 2 Guru KY 25 September 2018, mulai Pk. 10.40 WIB 3 Guru IN 25 September 2018, mulai Pk. 12.05 WIB 4 Guru YS 26 September 2018, mulai Pk. 10.30 WIB 5 Guru MW 28 September 2018, mulai Pk. 10.30 WIB 6 Guru LS 28 September 2018, mulai Pk. 13.05 WIB 7 Guru MN 23 Oktober 2018, mulai Pk. 14.30 WIB 8 Staf MO 25 Oktober 2018, mulai Pk. 12.30 WIB 2. Observasi
Pengumpulan data penelitian ini juga dilakukan dengan observasi langsung di lapangan dengan panduan observasi yang dipersiapkan sebelumnya. Peneliti mengambil peran non-participant observer (Herdiansyah, 2015:146-147) yang tidak terlibat secara langsung dengan kegiatan supervisi akademik yang akan diamati. Observasi salah satunya dilakukan di dalam ruang kelas, ketika kegiatan supervisi proses pembelajaran dilaksanakan. Data juga dikumpulkan dari observasi terhadap sarana prasarana dan dokumen lain yang mendukung proses supervisi akademik. Baik descriptive maupun reflective fieldnotes
disusun untuk mencatat temuan di lapangan atau dalam kegiatan yang diamati (Herdiansyah, 2015:147-149).
3. Studi Dokumen
Dokumen-dokumen yang menunjang dan dianalisa meliputi dokumen kurikulum sekolah, program supervisi, catatan dan bukti-bukti perencanaan dan pelaksanaan kegiatan/teknik supervisi, laporan hasil dan dokumentasi kegiatan, laporan rencana tindak lanjut dan notula/catatan rapat dan kegiatan.
Mempertimbangkan faktor batasan waktu dan jumlah informasi dan data yang perlu dikumpulkan, penelitian ini dibatasi pada beberapa aspek/komponen evaluasi yang fisibel dan mewakili untuk mengusahakan evalusi CIPP yang komprehensif. Berdasarkan tahap evaluasi CIPP, beberapa aspek/komponen supervisi akademik yang berbeda, sumber data, teknik dan instrumen pengumpulan data, dirincikan dalam Tabel 7.
58
Tabel 7. Tahap Evaluasi CIPP dan Komponennya Penelitian No Evaluasi Tahap Aspek yang Diteliti Sumber Data Pengumpulan Teknik
Data
1 Context Dasar-dasar perencanaan dan
pelaksanan program supervisi akademik, meliputi pemahaman konsep atau definisi supervisi akademik dan tujuannya, dasar aturan dan hukum, kondisi dan kebutuhan di lapangan Kepala sekolah, guru, dokumen penunjang Wawancara dan Studi Dokumen
2 Input Perencanaan program supervisi,
termasuk teknik atau kegiatan yang direncanakan, penjadwalan kegiatan dan mekanismenya, pembiayaan, sumber daya manusia yang terlibat, sarana-prasarana yang pendukung, dan hal-hal lain yang mendukung
Kepala sekolah, guru, dokumen penunjang Wawancara, Observasi, dan Studi Dokumen
3 Process Implementasi/pelaksanaan program
supervisi akademik,
membandingkan perencanaan dan pelaksanaan program, kendala atau hambatan yang dihadapi
Kepala sekolah, guru, dokumen penunjang Wawancara, Observasi, dan Studi Dokumen 4 Product Hasil, dampak, opini dan respon
dari kepala sekolah dan guru-guru, evaluasi dan tindak lanjut dari program supervisi akademik
Kepala sekolah, guru, dokumen penunjang Wawancara, Studi Dokumen
D. Validasi dan Keabsahan Data
Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi sumber data dan triangulasi metode dilakukan untuk menjamin keabsahan data serta kedalaman dan kejelasan pemahaman program supervisi akademik yang
dievaluasi (Patton, 2006:99-107; Taylor, Bogdan & DeVault, 2015:93-95; Wiersma dan Jurs, 2009:287-288).
Triangulasi sumber data dilakukan dalam penelitian ini dengan membandingkan data hasil wawancara, studi dokumentasi, dan temuan observasi langsung. Data wawancara dengan guru juga dibandingkan dengan hasil wawancara guru lain, termasuk membandingkan hasil wawancara kepala sekolah, guru senior, guru junior, dan staff manajemen. Triangulasi metode dilakukan dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen.
E. Analisa dan Penyajian Data
Data kualitatif yang telah dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen dianalisa sebelum disajikan. Analisa data bersifat deskriptif dan dilakukan berdasar kelompok tahap evaluasi CIPP. Tiga tahap analisa data yang saling terhubung (Miles, Huberman, & Saldana, 2014:12-14) dilakukan dalam penelitian ini: (1) kondensasi data, (2) penyajian data, dan (3) pengambilan dan verifikasi kesimpulan.
60
Kondensasi data memilah dan menyeleksi data yang berhubungan dan mendukung, terutama untuk transkrip wawancara. Fokus terhadap kesamaan atau pengulangan pola/corak atau tema diamati dari transkrip wawancara, kemudian data tersebut dikumpulkan dan disederhanakan atau diabstraksi. Pola atau tema yang berbeda juga diamati untuk kemudian menjadi pembanding kelompok lain.
Data yang telah dikondensasi kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi atau narasi, maupun tabel dan grafik yang mendukung dan memperjelas penyajian data, dan tetap dalam struktur tahap evaluasi CIPP.
Selanjutnya intepretasi data dilakukan, dengan membandingkan pola, penjelasan, alur dan skema lain yang menunjang analisa data. Analisa terhadap data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, dilakukan sesuai data dan bukti-bukti yang mendukung, juga dengan membandingkan literatur dan hasil penelitian lain yang relevan.