MAKALAH SEMINAR
Judul : Peningkatan Produksi Melalui Pendirian Kandang Sapi Perah Pada CV Sriagung Jaya Depok Jawa Barat
Pemrasaran / NIM : Josua Saragih / J3J 113006
Pembahas 1 / NIM : ... / ... Pembahas 2 / NIM : ... / ... Hari / Tanggal : ...
Waktu : ...
Ruangan :
Dosen Pembimbing : Ir. Asi Halomoan Napitupulu Ms.c Menyetujui,
Ir. Asi Halomoan Napitupulu Ms.c 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara sedang berkembang yang memiliki karakteristik laju pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dibarengi dengan laju pertumbuhan yang pesat. Peningkatan jumlah penduduk saat ini memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan permintaan (demand) produk pangan masyarakat. Selain itu, perkembangan masyarakat saat ini lebih ke arah yang lebih maju baik dari segi pendapatan maupun tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya nilai gizi pangan. Hal ini membuat masyarakat cenderung lebih meningkatkan konsumsi pangan yang mengandung gizi tinggi. Salah satu produk pangan yang terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahunnya adalah susu. Peningkatan tersebut ditandai dengan meningkatnya konsumsi susu per kapita dari tahun ke tahun, mulai dari 5,79 kg/kapita pada tahun 2001 dan meningkat menjadi 6,8 kg/kapita pada tahun 2005 (Ditjen Bina Produksi Peternakan, 2009).
Komoditi susu sapi merupakan usaha beberapa pelaku bisinis peternakan di DKI Jakarta. Pengembangan usaha peternakan sapi perah di DKI Jakarta, tidak terlepas dari peranan Koperasi Peternak susu dan Usaha Peternakan, Suku Dinas Peternakan. Produksi susu dalam negeri mengalami fluktuasi, seperti ditunjukan pada Tabel 1.
Tabel 1 Produksi susu di tujuh provinsi di Indonesia tahun 2010-2014
Sumber: Badan Pusat Statistik tahun 2014 (data diolah)
1.1Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan kajian pengembangan bisnis ini adalah :
1 Merumuskan Ide Pengembangan Bisnis berdasarkan kondisi pada CV Sriagung Jaya Makmur
2 Mengkaji kelayakan rencana pengembangan bisnis pada CV Sriagung Jaya Makmur dilihat dari aspek finansial dan non finansial.
2 KERAGAAN PERUSAHAAN / INSTANSI
2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Perusahaan peternak sapi perah CV Sriagung Jaya Makmur ini berdiri sejak tahun 1974. Perusahaan didirikan oleh Agung Surya Wibowo. Dasar dari pendirian usaha peternakan sapi perah ini muncul karena Agung Surya Wibowo menyukai hewan ternak terbukti bahwa pemilik juga memelihara kuda. Namun, beliau mendengarkan saran dari seorang kerabatnya untuk memelihara hewan ternak sapi. Beliau pun semakin mengenal dunia peternakan sapi dan melihat peluang usaha ternak sapi yang memiliki prospek bisnis yang baik. Akhirnya Agung Surya Wibowo mulai menjalankan usaha bisnis ternak sapi perah. Awal berdirinya bisnis peternakan sapi perah ini memiliki jumlah ekor sapi yang sebanyak 20 ekor sapi dan seiring perkembangan usahanya jumlah ekor sapi yang dipelihara hingga sekarang sebanyak 90 ekor sapi, diantaranya 8 ekor sapi pedet, 40 ekor sapi laktasi, 10 ekor sapi dara dan 13 sapi pedaging jantan dan 19 sapi yang digemukkan. Lokasi usaha ternak berada di Mampang prapatan gang Amal RT 8/4. Tegal Parang, Jakarta Selatan. Luas lahan ternak sapi sebesar kurang lebih 1200m2. Tipe kandang di CV Sriagung Jaya Makmur ini bangunan tingkat lantai 3 karena keterbatasan lahan yang ada, namun CV Sriagung Jaya Makmur memiliki lahan sebesar 2000 meter, yang digunakan untuk kandang sapi 40 ekor, dan kambing 50 ekor, yaitu di daerah Pancoran Mas, namun belum dimanfaatkan secara optimal dengan potensi yang ada.
2.2 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan
Perusahaan CV Sriagung Jaya Makmur memiliki bentuk organisasi lini yang artinya kekuasaan mengalir lamgsung dari atas ke bawah (pimpinan kepada karyawan). Perusahaan dikelola oleh pemilik yang bertindak sebagai direktur perusahaan yaitu Bapak Agung Surya Wibowo. Jumlah tenaga kerja di CV Sriagung Jaya Makmur berjumlah 11 orang. Struktur organisasi perusahaan CV Sriagung Jaya Makmur dapat dilihat pada Gambar 1.
Pemilik modal dari CV Sriagung Jaya Makmur adalah Bapak Agung Surya Wibowo, sedangkan Kepala Bagian Produksi dan Pemasaran adalah Bapak Ismail. Kepala Bagian Penjualan oleh Bapak Azim dan Bapak Zaenal. Untuk Bagian Kesehatan Sapi dan Pengolahan Makanan Sapi oleh Bapak Mumu. Untuk Bagian Kendaraan dan Ketersediaan Makanan Sapi oleh Bapak Tuloh.
2.3 Aspek Sumberdaya Perusahaan
Sumber daya perusahaan merupakan alat yang digunakan perusahaan dalam mencapai tujuannya (Amirullah, 2005). Sehingga dapat diketahui sumber daya perusahaan adalah suatu hal yang digunakan oleh perusahaan itu sendiri dalam mencapai tujuan dan menyokong jalannya proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Sumberdaya perusahaan adalah aset yang dimiliki perusahaan berupa sarana dan prasarana, yang berada di lokasi perusahaan guna untuk mendukung segala kegiatan yang dilakukan pada perusahaan. Sumberdaya yang dimiliki perusahaan yaitu:
2.3.1 Sarana dan Peralatan
Sarana dan peralatan dalam suatu kegiatan usaha diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha tersebut. Sarana tersebut terdiri dari lahan, bangunan, sapi perah, kantor, perlengkapan dan peralatan produksi dan peternakan
1. Lahan
Luas lahan yang dimiliki oleh perusahaan pengolahan susu CV Sriagung Jaya Makmur ini yaitu 1200 m2. Lahan tersebut di gunakan untuk kantor, kandang, tempat tidur atau istirahat, toilet dan lain-lain. Berikut penjelasan penggunaan lahan pada perusahaan disajikan pada Tabel 10
Tabel 10 Penggunaan lahan pada Perusahaan 2016.
No Penggunaan Lahan Luas Lahan
(m2)
Jumlah Unit
1. Bangunan kantor 30 1
2. Tempat Pertemuan / kumpul, mushola 30 1
3. Mess karyawan 25 1
4. Toilet 8 1
5. Kandang 369 3
Sumber :CV Sriagung Jaya Makmur, 2016
2. Bangunan
Perusahaan memiliki bangunan bertingkat tiga. Bangunan yang ada pada CV Sriagung Jaya Makmur meliputi bangunan kantor, tempat pertemuan / kumpul, mess karyawan, kandang dan toilet. Untuk biaya bangunan setiap bangunan ditaksir dengan biaya sebesar Rp 2.000.000,- / M2 dan memerlukan biaya sebesar Rp 1.200.000.000,-.
Namun perususahaan memiliki lahan dengan luas 2000 meter persegi di daerah Pancoran Mas, Depok Jawa Barat, yang belum digunakan secara optimal dengan potensi yang ada.
3. Sapi Perah
Ternak sapi perah yang dibudidayakan di CV Sriagung Jaya Makmur terbagi atas 4 kategori yakni sapi laktasi, pedet, dara, dan dara bunting.
Tabel 11 Jumlah ternak sapi
Sumber : CV Sriagung Jaya Makmur, 2016
Sedangkan untuk jumlah sapi yang digemukkan sebanyak 19 ekor sapi. Permodalan
Modal merupakan bagian penting dalam memulai suatu usaha. Dengan modal yang memadai akan memberikan dukungan perusahaan berupa peningkatan kualitas produk. Dalam ketersediaan modal, pembiayaan awal pembangunan CV Sriagung Jaya Makmur bersumber dari pemilik perusahaan sendiri yaitu Agung Surya Wibowo. Hingga saat ini modal yang dimiliki masih bersumber dari modal sendiri tanpa tambahan modal dari pihak bank atau badan keuangan manapun. Hingga saat ini, CV Sriagung Jaya Makmur masih melakukan pengembangan dan pembangunan sehingga total modal perusahaan yang dikeluarkan belum dapat diakumulasikan.
3 HASIL DAN PEMBAHASAN
CV Sriagung Jaya Makmur merupakan perusahaan peternakan sapi perah dengan hasil utamanya adalah susu murni. CV Sriagung Jaya Makmur mempunyai pelanggan tetap yaitu masyarakat sekitar, peloper susu. Perusahaan juga menjual susu ke IPS (Industri Pengolahan Susu). CV Sriagung Jaya Makmur memiliki kemampuan menghasilkan susu 350-450 liter susu perharinya. Namun permintaan akan susu 700 liter Produksi susu CV Sriagung Jaya Makmur belum maksimal hanya 10-13 liter/ekor/hari. Sapi perah jenis FH dapat menghasilkan susu 20 liter/ekor/hari (Ako 2013).
3.1 Deskripsi Unit Bisnis
Kepala
Adapun penjelasan pengklasifikasikan bauran pemasaran untuk pemasaran susu murni sebagai berikut :
a Product
Produk yang dipasarkan adalah susu murni yang diambil langsung oleh pelanggan CV Sriagung Jaya Makmur ke lokasi pemerahan susu.
b Price
Harga jual susu murni bergantung pada kualitas susu dimana yang menentukan harga susu adalah pihak peternak. Pada tahun 2015, rata-rata harga penujualan susu adalah Rp 5 625 per kilogram.
c Place
Distribusi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyalurkan produk susu murni hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk pengambilan susu, dilakukan langsung oleh pelanggan, datang ke lokasi pemerahan untuk pengambilan susu.
d Promotion
Kegiatan promosi yang dilakukan adalah pengenalan produk, mengkomunikasikan keunggulan produk, sehingga akan mendapat perhatian dari konsumen terhadap produk yang dihasilkan. CV Sriagung Jaya Makmur melakukan promosi terhadap produk yang dipasarkan dengan menjaga kualitas produk, menjaga kepercayaan pelanggan terhadap peternakan CV Sriagung Jaya Makmur.
Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi dalam pengembangan bisnis merupakan hal yang perlu diperhatikan dan merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan bisnis secara teknis. Perencanaan produksi yang akan dilaksanakan perlu memerhatikan beberapa hal, sebagai berikut:
a. Manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan b. Manajemen kandang
c. Pemerahan
d. Kesehatan sapi perah
Perencanaan organisasi dan manajemen
Dalam pengembangan bisnis ini, akan dibutuhkan tambahan pekerja yang bertanggung jawab dalam menangani sapi. Pekerja yang dibutuhkan sebanyak 5 orang. Empat orang akan menjadi karyawan kandang yang bertanggung jawab untuk menangani sapi laktasi, sapi dara dan pedet. Satu karyawan akan menjadi penanggungjawab yang bertugas dalam proses recording keuangan, recording kesehatan hewan dan mengatur kebutuhan pakan. Gambar 4 menunjukkan struktur organisasi setelah adanya pengembangan bisnis pendirian unit bisnis produksi susu sapi perah.
.
Perencanaan aspek sosial
Saat ini, CV Sriagung Jaya Makmur memiliki lahan 2000 meter persegi. Adanya Peningkatan produksi susu sapi melalui pendirian kandang, akan berdampak positif bagi warga sekitar. Karyawan yang akan bekerja di bagian produksi merupakan warga sekitar.
Adanya kandang baru yang dimiliki oleh CV Sriagung Jaya Makmur akan menimbulkan dampak lingkungan, seperti pengelolaan limbah. Limbah kotoran sapi yang dihasilkan, akan dijual ke unit bisnis pengolahan limbah seharga Rp 200 per kilogram. Kemasan yang digunakan untuk penanganan limbah menggunakan karung bekas pakan konsentrat sehingga tidak ada tambahan biaya untuk
penanganan limbah. Perencanaan finansial
Perencanaan finansial dalam pengembangan produksi susu sapi pada CV Sriagung Jaya Makmur menggunakan analisis cashflow dalam menghitung penerimaan dan pengeluaran biaya usaha
1. Biaya investasi
Biaya investasi awal untuk pendirian kandang sapi perah yaitu sebesar Rp 1.085.210.000
2. Biaya operasional
Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi susu sapi murni. Biaya operasional meliputi biaya tetap dan biaya variabel.
a. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk medukung proses produksi, dan tidak terpengaruhi oleh berjalan atau tidak berjannya kegiatan produksi.
Biaya tetap yang dikeluarkan CV Sriagung Jaya Makmur selama satu tahun dalam proses pengembangan bisnis penjualan susu murni putih sebesar Rp143.200.000 per tahun.
b. Biaya variabel
Biaya variabel dalam peningkatan kapasitas susu CV Sriagung Jaya Makmur dalam satu tahun membutuhkan biaya variabel sebesar Rp 785.280.000 per tahun.
Kelayakan usaha dapat diketahui berdasarkan beberapa metode kelayakan usaha, seperti analisis proyeksi laba rugi, cashflow, NPV, Net B/C, Gross B/C, IRR¸dan payback periode,
Proyeksi laba rugi merupakan analisis yang menggambarkan kinerja perusahaan untuk mencapai suatu tujuan dalam periode tertentu. Analisis laba rugi pengembengan bisnis peningkatan kapasitas produksi susu murni CV Sriagung Jaya Makmur dapat dilihat pada Lampiran 1.
2. Perencanaan arus kas (Cashflow) A. Arus kas masuk (inflow)
Pendapatan atau penerimaan CV Sriagung Jaya Makmur didapat dari penjualan susu murni dengan harga Rp 5625 per liter. Rata – rata penjualan diasumsikan sebanyak 219000 liter per tahun
B. Arus Kas Keluar (outflow)
Arus kas keluar (outflow) merupakan aliran kas keluar yang menunjukkan pengeluaran kas dalam pengembangan bisnis. Arus kas keluar diperlukan CV Sriagung Jaya Makmur dalam menjalankan pengembangan usaha, komponen arus kas keluar terdiri dari biaya investasi sebesar Rp 1.085.210.000 dan biaya operasional sebesar Rp 77.373.333,33 per bulan atau sama dengan Rp 928.480.000 per tahun.
3. NPV (Net Present Value)
Berdasarkan cashflow, kegiatan usaha penjualan susu CV Sriagung Jaya Makmur nilai NPV pada unit bisnis ini yaitu sebesar Rp 1849048236. Kegiatan pada unit bisnis ini layak untuk dilanjutkan karena NPV lebih besar dari nol.
4. IRR (Internal Rate of Return)
Unit bisnis peningkatan produksi susu murni putih memiliki IRR > discoun rate, dengan asumsi tingkat suku bunga deposito sebesar 7 persen. Nilai IRR yang diperoleh dalam kegiatan usaha peningkatan kapasitas produksi susu murni adalah 39 persen.
5. Net B/C (Net Benefit of Return)
Net B/C rasio adalah nialai yang menggambarkan seberapa besar keuntungan diperoleh perusahaan dalam menjalankan unit bisnis jika mengeluarkan biaya sebesar Rp 1. Net B/C rasio membandingkan antara manfaat bersih bernilai positif dengan manfaat bersih bernilai negatif. Nilai Net B/C rasio dalam perhitungan cashflow produksi susu murni putih CV Sriagung Jaya Makmur adalah sebesar 3.23 hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 yang dikeluarkan perusahaan akan menghasilkan penerimaan bersih sebesar Rp 3.23.
6. Gross B/C atau Manfaat Biaya Bersih
Gross Benefit Cost Ratio adalah rasio antara manfaat pada tahun t yang sudah didiskontokan dengan biaya pada tahun t yang sudah didiskontokan. Dengan menggunakan kriteria ini akan lebih menggambarkan pengaruh dari tambahan biaya terhadap tambahan manfaat yang diterima. Proyek dikatakan layak jika nilai Gross B/C lebih dari satu yaitu sebesar 1.18. 7. PP (Payback period)
Payback period merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu pengembalian modal atau investasi pada unit usaha. Perhitungan ini dilihat dari pendapatan kas bersih yang diperoleh setiap tahun. Berdasarkan perhitungan cashflow pada penjualan susu murni putih CV Sriagung Jaya
A
B
C D E F
Makmur, payback period yang diperoleh sebesar 3.1 yaitu selama 3.1 tahun dan dapat di artikan bahwa tingkat pengembalian modal atau investasi dalam kegiatan usaha ini selama tiga tahun satu bulan
3.3 Tahapan Pengembangan Bisnis
Perumusan tahapan kegiatan bisnis diperlukan agar pengembangan bisnis dapat berjalan dengan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tahapan kegiatan pengembangan bisnis terdiri dari observasi input produksi, penentuan lokasi, perencanaan produksi, perekrutan tenaga kerja, proses produksi dan evaluasi.
a. Observasi Input Produksi
Kegiatan yang dilakukan sebelum pelaksanaan pengembangan bisnis adalah observasi input produksi. Input dalam pengembangan bisnis adalah sapi laktasi berumur empat, tiga dan dua tahun. Sapi tersebut ada yang dibeli dari anggota dan ada yang dibeli dari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah.
b. Penentuan Lokasi
Lokasi yang digunakan untuk pengembangan bisnis pendirian unit bisnis produksi susu sapi perah terletak di kelurahanPondok Terongkecamatan Cipayung, KotaDepok, Jawa Barat. Lahan yang digunakan adalah lahan milik CV Sriagung Jaya Makmur.
c. Perencanaan Produksi
Dalam perencanaan produksi akan dilakukan pembangunan kandang sapi laktasi, sapi dara dan pedet serta pembangunan gudang.
d. Perekrutan Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnis pendirian unit bisnis produksi susu sapi perah sebanyak lima orang. Tenaga kerja akan direkrut dari warga sekitar.
e. Proses Produksi
Pelaksanaan produksi akan dilakukan sesuai dengan SOP. Kepala bagian produksi akan mengawasi berlangsungnya proses kegiatan produksi. f. Evalusi
Tahap terakhir dalam rencana pengembangan bisnis pendirian unit bisnis produksi susu sapi perah adalah evaluasi kegiatan.
4 KESIMPULAN
Rencana pengembangan bisnis peningkatan produksi melalui pendirian kandang pada CV Sriagung Jaya Makmur Depok, Jawa Barat dirumuskan karena ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan yaitu 700liter per hari dan adanya peluang berupa modal yang tersedia dan lahan yang dimiliki oleh CV Sriagung Jaya Makmur.
usaha ini layak secara aspek sumberdaya manusia. Adanya sistem pengelolan limbah yang dilakukan oleh unit bisnis lain membuat usaha ini layak secara aspek lingkungan. Kriteria kelayakan finansial yang telah dipenuhi adalah (a) NPV > 0, yaitu Rp 1849048236 (b) Net B/C > 1, yaitu 3.23 (c) (d) IRR > discount factor, yaitu 39 persen (e) Gross B/C 1.18 (f) Payback Period < umur bisnis, yaitu 3,1 (3 tahun 1 bulan).
DAFTAR PUSTAKA
Ako A. 2013. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis. Bogor [ID]: PT. Penerbit IPB Press.
Anonim. 2012. http://www.ilmu-peternakan.com/2009/05/perencanaan-peternakan-sapi-perah.html. di akses pada tanggal 8 Mei 2016.
Nurmalina R, Sarianti T. 2012. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor [ID]: Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Lapiran 1 Proyeksi Laporan Rugi Laba CV Sriagung Jaya Makmur
Lampiran 2 Proyeksi Cashflow Pendirian Unit Bisnis CV Sriagung Jaya Makmur