8 prinsip Beccaria :
1. Perlu dibentuk suatu masyarakat berdasarkan suatu perjanjian (CONTRACT SOCIAL) yaitu setiap anggota masyarakat menyerahkan sebagian dari kedaulatannya kepada orang yang dipilih (penguasa) dan orang ini yg kemudian akan memerintah
2. Sumber hukum adalah UU, bukan hukum hanya UU. Yg dapat memutuskan hukuman bagi suatu kejahatan dan hakim dilarang untuk menjatuhkan hukuman yg dilarang UU 3. Tugas seorang hakim hanya menentukan kesalahan seseorang.
4. Menghukum adalah hak negara dan hak ini perlu untuk melindungi masyarakat dari serangan keserakahan individu.
5. Harus dibuat skala kejahatan dan skala penghukuman.
6. Motif manusia didasarkan pada sengsara dan kesenangan.artinya manusia itu didalam menentukan pilihan yang ia lakukan selalu memikirkan sengsara dan kesenangan. Ia akan memikirkan apa yang paling menguntungkannya (prinsip hedonism)
7. Didalam menentukan besarnya kerugian yang diakibatkan oleh kejahatan untuk menentukan hukumannya yang dilihat adalah perbuatannya bukan niatnya. 8. 8. Prinsip dari hukum pidana efektif tercetak pada sanksi yang positif.
Prinsip-prinsip ini kemudian diterapkan oleh Napoleon dalam undang-undangnya yang dikenal sebagai Code Civi Napoleon (1791)
Ada tiga prinsip yang diadopsi dalam undang-undang tersebut yaitu:
1. Kepastian hukum. Asas ini diartikan bahwa hukum harus dibuat dalam bentuk tertulis. Asas legalita. Azas “ Nulla Poena” dipandang sebagai suatu palladium dari kepastian hukum dan merupakan Azaz fundamental dalam Negara hukum. Suatu penghubungan antara Rule Of law dan hukum pidana, yang menyampinginya hanya dapat dibenarkan oleh hukum darurat.
2. Persamaan didepan hukum. Asas ini menentang keberpihakan didepan hukum. Untuk itulah maka dituntut untuk menyamakan derajat setiap orang di depan hukum.
3. Keseimbangan di depan hukum.