CURICULUM VITAE CALON BUPATI

10 

Teks penuh

(1)

CURICULUM VITAE CALON BUPATI Nama : Ir. Jufri Hasanuddin, MM

Tempat & tanggal Lahir/umur : Peulumat , 05 Oktober 1967

Alamat tempat tinggal : Komplek Perum. Villa Citra Jln. Tgk. Chik dipineung 1 No. 23 A Kampung Pineung Kec. Syiah Kuala , Kodya Banda Aceh Jenis Kelamin : Pria

Agama : Islam

Status Perkawinan : a. sudah kawin

b. nama istri :Yenny Elviza c. jumlah anak 4 (Empat) orang.

1)Hanifa Khaira Umami 2)Hafiz Muhammad Ulhaq 3)Karima At Thaira Nisa 4)Zazira Safara Al Zuhra

d. Nama keluarga kandung :

1) Hj. Mawardiyah Hasanuddin 2) H. Umardin Hasanuddin 3) H. Rakiman Hasanuddin 4) Samsul Bahri Hasanuddin

5) Nasruddin Hasanuddin 6) Hasmi Hasanuddin

7) Jufri Hasanuddin 8) Syarifuddin Hasanuddin 9) Siti Nahziah Hasanuddin 10) Rosita Hasanuddin 11) Rosmeti Hasanuddin 12) Ruslan Hasanuddin

(2)

Riwayat pendidikan :

a. Program Master (S2/MM) Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia pada Universitas Timbul Nusantara, Jakarta Lulus Tahun 2011

b. Program Strata -1 (S1) Jurusan Teknik Computer Pada STIMIKIndonesia,Jakarta Lulusan Tahun 1991

c. SMA N 5 Banda Aceh Tamatan Tahun 1986 d. SMP N Peulumat tamatan Tahun 1983 e. MIN Blangpidie tamatan Tahun 1981

Riwayat organisasi : a. Kabid. Politik dan Hukum MUNA Aceh Tahun 2009 sd sekarang b. Dewan Pembina Persiraja Banda Aceh sejak 2010 sd sekarang

Riwayat Jabatan : 1. Ketua Komisi D DPRA sejak 2009 sd sekarang

2. Anggota Badan Legislasi DPRA sejak 2009 sd Sekarang 3. Anggota Badan Anggaran DPRA sejak 2009 sd Sekarang 4. Anggota Badan Musyawarah DPRA sejak 2009 sd Sekarang 5. Ketua Pansus XI RTRW Aceh sejak 2010 sd sekarang 6. Anggota Pansus Rancangan Qanun Pilkada Tahun 2011

7. Anggota Pansus Rancangan Qanun Wali Nanggroe Tahun 2011

8. Anggota Pansus Rancangan Qanun Penanggulan Bencana Aceh Tahun 2010 9. Anggota Pansus KIP Tahun 2011

10. Ketua Rancangan Qanun Irigasi Tahun 2011

Blangpidie, 20 Februari 2012 Calon Bupati Aceh Barat Daya

(3)

PENGANTAR

Aceh Barat Daya yang dalam sejarahnya merupakan satu daerah yang memiliki keaneka ragaman budaya,suku dan adat istiadat. masyarakatnya yang dinamis, progresif, dan innovatif. Aceh Barat Daya tidak hanya dikenal sebagai zona pertanian tapi juga merupakan cikal bakal lahirnya zona industri yang handal untuk menopang pembangunan Aceh. sehingga cukup layak Aceh Barat Daya menjadikan daerahnya sebagai daerah yang mandiri.

Kelebihan Aceh Barat Daya sebagaimana tersebut diatas belumlah cukup bila SDM yang memimpin dan mengelolanya tidak Respontif dan cenderung memikirkan kepentingan individu dan tidak menempatkan orang yang tepat “Right Man Right Place”.tidak mengherankan saat ini banyak SDM Aceh Barat Daya yang tidak diMamfaatkan sehingga berpengaruh besar pada Tatanan Pemerintahan, sistem birokrasi, pengelolaan Sumber daya Alam dan proses pembangunan yang amburadul.

Sehubungan dengan kendala diatas sekaligus sebagai jawaban logis untuk menawarkan Visi & Misi kami sebagai Cabup/Cawabup Aceh Barat Daya Periode 2012-2017. sebagai jawaban dalam mengatasi kendala dan Hambatan yang dihadapai masyarakat Aceh Barat Daya serta diharapkan mampu mempercepat Pembangunan Aceh Barat Daya menuju masyarakat yang madani, Baldatun thaiyyibun Warabbul Qhafur. Adapun Visi & misi kami adalah ” Terwujudnya masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya yang mandiri, maju, sejahtera, berdaya saing, cerdas, demokratis, agamis dan bermartabat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan potensi daerah yang berpihak pada kerangka pembangunan sektoral, regional dan global berbasis pada kearifan lokal”

Visi ini kemudian kami jabarkan menjadi beberapa point konkrit dan aplikatif supaya dijalankan secara Efektif dan Efisien guna mewujudkan Keadilan dan kesejahteraan Sosial bagi Rakyat Aceh Barat Daya seutuhnya. Untuk itu perlu peran serta dan dukungan seluruh Komponen masyarakat untuk mewujudkan kemenangan Rakyat Abdya yang diRidhai Allah Swt. Untukmu Abdya kami siap persembahkan Jiwa dan Raga.

Salam Takjiem

CALON BUPATI ACEH BARAT DAYA

(4)

VISI DAN MISI

IR.JUFRI HASANUDIN, MM DAN YUSRIZAL RAZALI PERIODE 2012 – 2017

VISI

Terwujudnya masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya yang mandiri, maju, sejahtera, berdaya saing, cerdas, demokratis, agamis danbermartabat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan potensi daerah yang berpihak pada kerangka pembangunan sektoral, regional

dan global berbasis pada kearifan lokal. MISI

1. Mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam Naskah Perjanjian MoU Helsinki untuk Kedamaian, Harkat dan Martabat Rakyat Aceh kedepan.

2. kepemerintahan yang baik (good governance) serta pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean government) berdasarkan UUPA

3. Melakukan reformasi pelayanan public menuju tata pemerintahan yang baik, serta membuka dan mengfungsikan ruang publik sebagai sarana interaksi politik, ekonomi, social dan budaya.

4. Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas

5. Mewujudkan perekonomian Kabupaten Abdya yang tangguh, dengan mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi dan budaya daerah.

6. Mewujudkan Kabupaten Abdya yang asri dan lestari, sertta perlindungan rasa aman kepada masyarakat. 7. Mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang berakhlak/berkepribadian dan memiliki keimanan dan

keshalehan social, serta dapat memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban sebagai implementasi ajaran agama dalam kehidupan kemasyarakatan.

8. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

9. Menumbuhkembangkan potensi industri, perikanan, kelautan, peternakan, pertanian dan pariwisata secara optimal yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

10. Mengembangkan kawasan strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan infrastruktur dan integrasi wilayah lokal, regional nasional dan global

11. Menanggulangi dan mengurangi kemiskinan dengan penataan dan peningkatan sarana, prasarana dan infrastruktur wilayah serta penciptaan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya investasi swasta dan masyarakat dengan daya saing, keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Kabupaten Abdya 12. Membangun ekonomi berkeadilan dengan memperbesar akses masyarakat terhadap sumberdaya dan

potensi daerah terutama koperasi dan UMKM (Usaha Minimum, Kecil dan Menengah)

(5)

VISI DAN MISI

CALON BUPATI DAN CALON WAKIL BUPATI KABUPATEN ABDYA TAHUN 2012 – 2017

IR.JUFRI HASANUDIN, MM DAN YUSRIZAL RAZALI

Peradaban yang dirindukan, bukan seorang sekedar impian,peradaban yang dinantikan, menanti sang negarawan”

A. SEJARAH IBU KOTA KABUPATEN ABDYA

Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh; Perjalanan ketetanegaraan Republik Indonesia menepatkan Aceh sebagai satuan pemerintahan daerah bersifat istimewa dan khusus, terkait dengan karakter khas sejarah perjuangan masyarakat Aceh yang memiliki ketahanan dan juang tinggi yang dijamin dalam sisitim ketatanegaraan Republik Indonesia menurut UUD 1945 mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa.. Mou Helsinki yang ditandangani 15 Agustus 2005 menandakan kilas baru sejarah perjalanan Aceh dan kehidupan masyarakatnya menuju keadaan yang damai, adil, makmur, sejahtera dan bermatabat.

Kabupaten Aceh Barat Daya terletak di 6 ° - 7 ° 23’ LS dan 109 ° - 109 ° 78’ BT yang berbatasan langsung Utara Kabupaten Gayo Lues Selatan Kabupaten Aceh Selatan dan Samudra Indonesia Barat Kabupaten Nagan Raya Timur Kabupaten Gayo Lues.

Sejak tahun 2002 ibu kota Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya pindah ke Blangpidie yang sebelumnya berada di wilayah Kabupaten Aceh Selatan Perpindahan ibukota pemerintahan ini semakin membuat masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya merasa terhormat, karena bisa mempunyai ibukota sendiri dengan berbagai fasilitas yang representatif.

Setelah berpindah ibukota, Kabupaten Aceh Barat Daya fokus pada pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat. Seperti gedung DPRD, Kantor Bupati, kantor –kantor pemerintahan, Masjid Agung, Mapolres serta Rumah sakit sebagai bentuk pelayanan kesehatan. Selain itu jaringan infrastruktur pedesaan seperti peningkatan jalan, jembatan, listrik, air bersih dan telepon masuk di daerah pedasaan dari pantai hingga pegunungan. Harapannya pembangunan yang sudah dirintis waktu itu diteruskan dengan berpedoman pada tata ruang yang berbasis pada pembangunan wilayah demi kesejahteraan yang lebih merata, tidak bertumpu pada wilayah tertentu saja.

B. POTENSI WILAYAH

Secara geografis, Kabupaten Aceh Barat Daya merupakan perpaduan antara wilayah datar di wilayah utara dan tengah dan sebagian merupakan wilayah dataran tinggi /pegunungan di wilayah bagian selatan. Selain itu di wilayah di utara mempunyai wilayah pantai dengan kekhususan masyarakat nelayannya, di wilayah bagian tengah mempunyai dataran yang mempunyai potensi pertanian dan industri kreatif.

Selain potensi langsung yang dianugrahkan oleh Allah SWT, Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki potensi Sumber Daya Manusia luar Biasa dalam mengembangkan industri yang dapat menggerakkan roda perekonomian dan sekaligus menyerap banyak tenaga kerja. Potensi Unggulan unggulan Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki banyak ragam, dari yang berkaitan dengan manufakture, pertanian, perkebunan, pariwisata, peternakan, perikanan dan lain sebagainya. Selain itu juga mempunyai keragaman karakter dan kekhasan yang disebabkan oleh beragamnya etnis yang hidup berdampingan sejak dahulu, antara lain, Gayo, jawa, padang, arab dan tionghoa. Keragaman ini merupakan potensi yang luar biasa apabila dapat diolah untuk kesejahteraan rakyat.

(6)

20.567 Ha Pertanian Potensi wilayah 21.296 Ha, areal taman 16.450 Ha, cadangan areal 4.846 Ha Kehutanan Hutan lindung 31.375 Ha, Taman Nasional Gunung Leuser 62.400 Ha, Hutan Produksi Terbatas 36.165 Ha Perikanan

• Darat: Budi Daya Air Payau 10 Ha, Budi Daya Air Tawar 20 Ha • Laut/Danau/Sungai: Kerambah 5 unit (sungai)

• Pariwisata

Wisata Alam Gosong Sangkalan, Taman Wisata Cemara Indah, Wisata Pantai Kuala. Pariwisata Gunung: Bendungan irigasi Krueng Susoh Blang Pidie, Marga Satwa Leuser (Pucuk Kila)

usaha produktif yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 66.122 orang yang tersebar diwilayah kecamatan, Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa,Susoh, Blangpidie, Tangan-Tangan, Setia, Manggeng dan Lembah Sabil. Disamping Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kabupaten Aceh Barat Daya juga memiliki potensi unggulan yang lain seperti; konveksi, akar wangi, enceng gondok, handycraft, makanan ringan dan lain sebagainya yang kesemuanya merupakan industri rumahan.

Potensi pertanian yang ada di Kabupaten tidak hanya bertumpu pada tanaman pangan, namun juga termasuk pengembangan hortikultura dan juga termasuk agrowisata, agroindustri. Potensi peternakan, perkebunan dan perikanan sangat besar untuk dikembangkan dalam rangka untuk kesejahteraan rakyat.

C. PERMASALAHAN

Potensi yang ada belum dapat dikembangkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kabupaten Aceh Barat Daya . Hal itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : 1. Menurunnya kualitas infrastruktur jalan sebagai akses peningkatan ekonomi.

2. Menurunnya kualitas infrastruktur pertanian (Irigasi, Jalan usaha tani, embung)

3. Minimnya fasilitasi untuk petani (Penyuluhan, Ketersediaan Pupuk, ketersedian bibit yang sempat bermasalah, dsb)

4. Bermasalahnya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten, diantaranya tidak tepatnya penempatan Pasar baik pasar Tradisional dan pasar induk, Pembangunan sector Perikanan yang minim dan Pengadaan CPNS yang bermasalah.

5. Menurunnya kualitas lingkungan yang disebabkan oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten 6. Tidak jelasnya tata ruang yang berbasis pada pengembangan daerah

7. Pelayanan publik yang tidak berpihak kepada masyarakat

8. Memudarnya substansi nilai-nilai religiusitas/keagamaan (hanya kegiatan seremonial keagamaan).

D. VISI DAN MISI

Dari potensi dan permasalahan yang ada terumuslah visi dan misi pasangan calon Ir.Jufri Hasanuddin, MM dan Abdurrahman Ubit

Visi :

Terwujudnya masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya yang mandiri, maju, sejahtera, berdaya saing, cerdas, demokratis, agamis dan bermartabat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan potensi daerah yang berpihak pada kerangka pembangunan sektoral, regional dan global berbasis pada kearifan local.

Misi : Untuk mewujudkan visi di atas, ditempuh dengan 7 misi berikut :

1. Mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean government) berdasarkan UUPA

2. Melakukan reformasi pelayanan public menuju tata pemerintahan yang baik, serta membuka dan mengfungsikan ruang public sebagai sarana interaksi politik, ekonomi, social dan budaya.

(7)

4. Mewujudkan perekonomian Kabupaten Abdya yang tangguh, dengan mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi dan budaya daerah.

5. Mewujudkan Kabupaten Kabupaten Aceh Barat Daya yang asri dan lestari, serta perlindungan rasa aman kepada masyarakat.

6. Mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang berakhlak/berkepribadian dan memiliki keimanan dan keshalehan social, serta dapat memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban sebagai implementasi ajaran agama dalam kehidupan kemasyarakatan.

7. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

8. Menumbuhkembangkan potensi industri, perikanan, kelautan, peternakan, pertanian dan pariwisata secara optimal yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

9. Mengembangkan kawasan strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan infrastruktur dan integrasi wilayah lokal, regional nasional dan global

10. Menanggulangi dan mengurangi kemiskinan dengan penataan dan peningkatan sarana, prasarana dan infrastruktur wilayah serta penciptaan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya investasi swasta dan masyarakat dengan daya saing, keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Kabupaten Abdya 11. Membangun ekonomi berkeadilan dengan memperbesar akses masyarakat terhadap sumberdaya dan

potensi daerah terutama koperasi dan UMKM

14. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dengan prinsip pembangunan berbasis masyarakat

E. STRATEGI

Untuk mewujudkan misi di atas perlu dilakukan langkah-langkah yang akan ditempuh.

1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik

Strategi yang harus ditempu dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik adalah dengan melakukan reformasi birokrasi. reformasi birokrasi dimaksud tidak hanya memindahkan jabatan, tetapi lebih bertumpu pada paradigma aparatur adalah sebagai pelayan rakyat bukan yang dilayani oleh rakyat. Paradigma tersebut menjadikan aparatur yang bersih, profesional dan responsive untuk mewujudkan langkah tersebut ditempuh dengan cara sebagai berikut :

• Transparansi dengan membentuk PPID sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2006

• Penggunaan dan pemanfataan teknologi informasi, antara lain; Pengembangan sistem informasi keuangan daerah, pengembangan one stop service, sistem informasi dan administrasi kependudukan (SIAK), pengembangan bursa tenaga kerja on line, penerapan mekanisme complain

• Penggunaan e-goverment, e-Procurement, e-devolepment

• Pemberian Reward dan Punisment bagi aparatur

2. Peningkatan pembangunan infrastruktur yang berbasis kepada pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah

Strategi yang harus ditempuh dalam pembangunan infrastruktur yang berbasis kepada pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah adalah dengan cara memperhatikan konsep tata ruang yang memperhatikan pada kelestarian lingkungan hidup. Adapun untuk mewujudkan hal tersebut dengan langkah-langkah diantaranya;

• Penyusunan tata ruang yang memperhatikan kelestarian liangkungan hidup dengan melibatkan partisipasi masyarakat

• Gerakan membangun dari desa dengan memperbesar anggaran dan memperjelas kewenangan yang diberikan kepada desa

• Pengadaan, peningkatan dan perawatan infrstruktur dasar (jalan, air bersih, listrik)

(8)

• Pemantapan infrastruktur sosial budaya (Puskesmas, Sekolah, Pondok Pesantren, fasilitas Pemuda dan Olahraga)

3. Memantapkan kondisi sosial budaya yang berbasis kearifan lokal

Strategi dalam memantapkan kondisi sosial budaya yang berbasis kearifan lokal adalah dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya . Langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut, diantaranya;

• Fasilitasi pendidikan Pondok Pesantren

• Peningkatan infrastuktur Pendidikan Usia Dini, dasar (SD/MI, SMP/MTS) dan menengah (SMA/MA/SMK) baik negeri maupun swasta

• Menjadikan Blang Pidie dan Kecamatan penyangga di sekitarnya sebagai pusat pendidikan tinggi yang berbasis pada ilmu terapan

• Mengfasilitasi peningkatan kesejahteraan bagi pelaku pendidikan non formal dan informal (guru TPQ, RA/BA/TK, Majelis Ta’lim)

• Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan muatan lokal

• Penyediaan akses pendidikan bagi pemuda usia angkatan kerja

• Fasilitasi beasiswa bagi masyarakat kurang mampu berprestasi

• Peningkatan akses dan layanan kesehatan masyarakat miskin

• Peningkatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan melalui kerjasama antar daerah

• Peningkatan layanan pada penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan masyarakat rawan bencana

• Fasilitasi pengembangan POSYANDU

• Fasilitasi kelompok-kelompok kesenian (baik tradisional, religius, modern)

• Fasilitasi kelompok-kelompok olahraga sebagai pengembangan jasmani manusia

4. Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis pada UMKM, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Strategi dan langkah-langkah untuk mewujudkan misi tersebut diantaranya ;

• Fasilitasi modal bagi pelaku ekonomi di bidang pertanian

• Fasilitasi modal bagi kelompok UMKM (konveksi, makanan olahan, handycraft, )

• Fasilitasi bantuan peralatan bagi petani, UMKM, peternak

• Fasilitasi bantuan peralatan bagi nelayan

5. Mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi dan budaya daerah

Strategi dan langkah-langkah yang diambil untuk mewujudkan misi tersebut diantaranya;

• Membuat regulasi yang berpihak pada investor dengan memperhatikan kondisi masyarakat lokal

• Memberikan kemudahan perijinan

• Menjamin kondusifitas dan kenyamanan iklim investasi

6. Mewujudkan perlindungan rasa aman kepada masyarakat

Strategi dan langkah-langkah yang diambil untuk mewujudkan misi tersebut diantaranya;

• Melakukan pendidikan hukum kepada masyarakat

• Melakukan kerjasama dengan aparatur penegak hukum

• Menjamin pelaksanaan Hak Asasi Manusia

• Menghormati kebebasan berserikat bagi kelompok-kelompok masyarakat (Serikat Pekerja, Serikat Petani, Serikat Nelayan dan lain sebagainya)

• Melindungi kelompok-kelompok minoritas atas dominasi kelompok lain

(9)

7. Membuka dan mengfungsikan ruang publik sebagai sarana interaksi Politik, Ekonomi, sosial dan Budaya

• Membangun ruang komunikasi stakeholder sebagai wadah interaksi dalam menyampaikan aspirasi bagi pengambil kebijakan.

• Menata pedagang kaki lima

• Membuat hotspot Area sebagai ruang masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi

• Mengadakan panggung ekspresi pelajar, pemuda dan kaum intelektual lainnya

F. POTENSI PEMENANGAN

Partai Aceh sejak didirikan pada tanggal 7 Juli 2007, dengan tekad untuk melakukan perubahan dan berkesesuaian dengan cita-cita Aceh serta amanat dari MoU Helsinky dan UU No. 11 Tahun 2006 (UUPA), maka Partai Aceh terus berusaha untuk membenahi diri. Melakukan pendidikan politik bagi masyarakat, hingga memperjuangkan masyarakat memiliki daya hidup yang baik secara ekonomi.

Perjalanan ini tentunya bukanlah suatu yang mudah. Apalagi dengan stigma negative yang sering dimunculkan kepermukaan, menggambarkan bahwa Partai Aceh tidak memiliki kualitas yang layak untuk berada di panggung politik.

Namun demikian, hal tersebut termentahkan pada Pemilihian legislative tahun 2009, dimana Partai Aceh mampu meraih suara 48% dari total kursi yang tersedia pada tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Keberhasilan ini juga diikuti oleh beberapa daerah lainnya. 16 Kabupaten di Aceh dapat dikuasai lebih dari 40% kursi legislative dan selebihnya berkisar 10% s/d 20 % yang mendapatkan kursi di tingkat kabupaten/kota lainnya.

Aceh Barat Daya (Abdya) sendiri sebagai daerah yang menjadi basis Partai Aceh di wilayah Barat-Selatan Aceh, mendapatkan 47% suara untuk mengantarkan kader Partai yang berasal dari Abdya menuju kursi DPRA dan 36% kursi untuk tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya.

Dengan potensi inilah maka besar keyakinan kami untuk dapat memenangkan kursi Kepala Daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Aceh pada akhir tahun 2011 ini. Dimana kami ingin menyelesaikan persoalan pembangunan yang tidak berkesesuaian dengan harapan masyarakat. Sektor ekonomi yang terpuruk paska pengalihan lahan pertanian menjadi lahan perkebunan, tidak dimanfaatkannya potensi kelautan yang sangat kaya dengan hasilnya. Tentu hal ini menjadi cita-cita kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong Kabupaten Aceh Barat Daya lebih baik dalam berbagai sector.

G. HARAPAN

(10)

sebuah daerah harus memiliki pemimpin yang berkarakter, cerdas, konsisten, taat hukum, menghargai keragaman dan kearifan lokal dan pemimpin yang mau mendengar dan menghargai musyawarah mufakat. Dengan dua kekuatan itulah (partisipasi masyarakat dan karakter pemimpin) yang akan mewujudkan masyarakat sejahtera.

H. PENUTUP

Dengan doa dan partisipasi aktif dari semua pihak, melalui serangkaian strategi yang akan dievaluasi pada berbagai tahapannya, diharapkan visi-misi yang dirumuskan dapat tercapai dan terwujud.

Blangpidie, 20 Februari 2012 Calon Bupati Aceh Barat Daya

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...