• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep sosiologi sastra pak docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konsep sosiologi sastra pak docx"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

DEFINISI

KONSEP

DEFINIENDUM

DEFINIENS

Kursi adalah tempat duduk

(5)

Alienasi adalah keterasingan

Alienasi adalah keadaan seseorang

dikonfrontasikan oleh miliknya sendiri

(6)

DEFINISI REAL :

nyata, jelas diterima

semua orang dan lengkap

(7)

SOSIOLOGI ADALAH STUDI ILMIAH MENGENAI

HUBUNGAN ANTARA MASYARAKAT DAN INDIVIDU

SOSIOLOGI ADALAH ILMU :

Bersifat :

1. Empiris

2. Teoritis

3. Kumulatif

(8)

a. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka

macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala

ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,

hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan

politik dsb

b. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala

sosial dengan non sosial (misalnya gejala geografis,

biologis dsb) – Pitirim Sorokin (1928)

SOSIOLOGI

(9)

Masyarakat

adalah suatu keseluruhan kompleks

hubungan manusia yang luas sifatnya.

Keseluruhan = hubungan sosial, teratur

Hubungan = interaksi = tindakan (action) yang terjadi

Paling kurang antara dua orang yang saling

Mempengaruhi perilakunya.

Ada interaksi, dalam bentuk peraturan, kebiasaan,

Adat istiadat, yang diciptakan oleh manusia, dan

Juga mengatur perilaku manusia.

(10)

Individu adalah subjek yang melakukan sesuatu,

Subjek yang mempunyai pikiran,

Subjek yang mempunyai kehendak

Subjek yang mempunyai kebebasan

Subjek yang memberi arti /meaning pada sesuatu

Subjek yang mampu menilai tindakan dan hasil

Tindakannya sendiri

Individu >< pribadi

Subjek = internal manusia

Objek = benda, eksternal manusia

Masalah sosial

adalah

how the whole system works

in the first place, what are its presuppositions and by

what means it is held together..

bag system sosial

bekerja, anggapan apa yang melandasinya dan

(11)

WEBER

Ilmu yang berhubungan dengan pemahaman

interpretatif

Mengenai tindakan sosial, dan dengan demikian

berhubungan dengan suatu penjelasan kausal

mengenai arah dan konsekuensi dari tindakan sosial itu.

Verstehen = memahami, mengerti, metode

Mengumpulkan data atau informasi yang berhubungan

Dengan tindakan sosial.

Menekankan individu yang memberikan arti pada

Sesuatu yang ada diluarnya secara subjektif

Sosiologi bertujuan untuk memberikan penjelasan

tentang tindakan manusia atau menghubungkan

(12)
(13)

A. COMTE

Sosiologi = (socius = teman + Logos = kata,ilmu)

Ilmu positif tentang masyarakat

Mac Iver dan Page,

Masyarakat adalah suatu system

dari kebiasaan dan tatacara dari wewenanag dan

kerjasama di antara berbagai kelompok dan

penggolongan, dari pengawasan tingkah laku

serta kebebasan-kebebasan manusia.

(14)

Ralph Linton,

masyarakat merupakan setiap kelompok

manusia yang telah hidup dan bekerja bersama dalam

waktu yang cukup lama, sehingga mereka dapat

mengatur diri mereka dan mengaggap diri mereka

sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas yang

dirumuskan jelas.

Selo Sumarjan,

masyarakat adalah orang-orang

(15)

Emile Durkheim

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang

fakta sosial

Fakta sosial = eksternal, memaksa, berlaku umum

DURKHEIM WEBER

(16)

The Division of Labor (1968)

, adalah contoh fakta sosial

yang diikuti oleh individu didalam bermasyarakat.

Suicide

(1968), mempelajari rate bunuh diri di masyarakat,

contoh lain fakta sosial

Altruistic suicide

= Integrasi sosial terlalu kuat (militer,

berkorban untuk membela kelompok).

Egoistic suicide

= Integrasi sosial terlalu lemah,

(17)
(18)
(19)

C.Wright Mills

,

The Sosiological Imagination,

adalah memberi kemungkinan kita untuk memahami

sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan

antar keduanya

1. P

ersonal trouble of milieu

,

trouble

masalah pribadi,

dan dalam jangkauan hubungan langsung dengan orang

lain

2.

Public issues of social structure

,

issues

merupakan

hal yang diluar individu, dan diluar jangkauan kehidupan

pribadinya.

(20)
(21)
(22)

SISTEM SOSIAL : merupakan sejumlah kegiatan atau

sejumlah orang

yang

berhubungan timbal balik

bersifat

konstan

SISTEM SOSIAL selalu mempertahankan batas-batas

yang memisahkan dan membedakan dirinya dari

lingkungannya, serta mempertahankan keseimbangan

dari kegiatan-kegiatan yang memungkinkan terus bertahan

danbroperasi.

SISTEM SOSIAL dibuat dan diciptakan oleh manusia

diubah dan dipertahankan. Sistem sosial juga

(23)

Fungsi sosial

adalah bagian dari sistem sosial, berperan

didalamnya dan mempertahankan sistem, jika berinteraksi

dengan baik dan cocok maka disebut

Intergrasi Sosial

.

Fungsi manifest (jelas, kelihatan)

(24)

KELOMPOK SOSIAL : salah satu jenis dari sistem sosial

yang terdiri dari sejumlah orang dan berinteraksi dan

terlibat dalam suatu kegiatan yang sama.

Didalam kelompok sosial terdapat solidaritas sosial,

yang memiliki nilai-nilai sama, kewajiban moral untuk

memenuhi ekspektasi peran.

(25)

Berger, society in man.

Sosialisasi = a procces by which a child learns to be a

participant member of society“

masyarakat di masukan ke manusia - peran

Mead,

Mind, Self and Society

Manusia berkembang pribadinya secara bertahap melalui

interaksi dengan orang lain

- Play stage

- Game stage

- Generalized stage – memiliki suatu diri

(26)

Cooley,

Sosialisasi = looking glass self.

Diri sendiri memantulkan

apa yang di rasakan sebagai tanggapan masyarakat

terhadapnya.

Tahap 1 = Seseorang memiliki persepsi tentang pandang

an orang lain terhadapnya.

Tahap 2 = Seseorang memiliki persepsi mengenai

penilaian

orang lain terhadap penampilannya.

Tahap 3 = Seseorang mempunyai

perasaan

terhadap

(27)

Dreeben.

Agen sosialisasi

1. Keluarga

2. Peer

3. Sekolah – independence, achievement, particularisme

dan universalisme, diffuseness dan specificity.

4. Media masa

Kesepadanan pesan antar agen sosialisasi

Sosialisasi = proses seumur hidup

Sosialisasi primer = masa anak-anak

Sosialisasi Sekunder = setelah dewasa

Resocialization

Desocialization

Anticipatory socialization

(28)

Interaksi sosial

Herbert Blumer

Interactionist perspective, - symboilic interactionist

Simbol = sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.

1) Inti Symbolic Int = Manusia bertindak (act) terhadap

sesutu (thing) atas dasar makna (meaning)

2) Meaning, Language, Thought.

Meaning berasal dari interaksi sosial seorang dengan yang lainnya

(29)

Thomas W.I 1968, The definition of the situation

When men define situation as real, they are real in consequences

1. Definisi situasi spontan oleh individu,

2. Definisi situasi oleh masyarakat, keluarga, teman atau komunitas.

Aturan yang mengatur Interaksi. - Ruang

- Waktu

(30)

Ruang :

Intimate distance, Personal distance, Social distance, public distance. (dekat - jauh)

Waktu :

On time atau tidak

Gerak :

Verbal dan non verbal

Interaksi dan informasi :

(31)

Goffman dan Dramaturgi :

Dalam berinterkasi masing-masing membuat expression, dan yang lain menerima impression.

Given Expression (diberikan) dan Expression given off (dilepaskan).

Apa yang lazim dan mengandung ciri pembuat pernyataan

Encounter = kegiatan sesorang mempengeruhi yg lain Performance = penampilan

Social establishment = Tempat kegiatan berlangsung Front region = tempat di depan.

(32)

Knapp, Social intercourse, from Greeting to Goodbey (1978) 1. Initiating

2. Penjajakan (experimenting) 3. Meningkatkan (Intesifying)

4. Menyatupadukan (Intergrating) 5. Mempertalikan (Bonding).

1. Membeda-bedakan (differentiating) 2. Membatasi (circumscribing)

3. Memacetkan (stagnating) 4. Menghindari (Avoiding)

(33)

Makrososiologi :

Menganalisa proses sosial berskala besar, dan berjangka panjang. Menggunakan sudut pandang struktur

Douglas (1973) : Mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan makrososiologi mempelajari struktur.

Tatanan Sosial

Struktur Sosial :

Struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang yang menandai sejarah.

Talcot Parson : Kesalingterkaitan antara institusi (bukan manusia).

(34)

Konrblum (1988:77) : Structure social is The recurring patterns of behaviour that create relationships among individuals and groups within society

Ralph Linton (1968) : Status : 'a collection of right and duty“ Role : 'the dinamic aspect of status“

Ascribe Status : asigned to individual without reference to their innate differences of ability.

Achieved status : requiring special qualities

Robert K Merton (1965) : Role – Role-set, „Complement of role relationship which persons have by virtue of occupying a

(35)

Institusi Sosial

Kornblum (1988) : an institution is more or less stable structure of statuses and roles devoted to meeting the basiic needs

of people in society

Harry M Jhonson : seperangkat norma yang terinstitusionalisasi, 1. Diterima sejumlah besar anggota sistem masyarakat.

2. Ditanggapi secara sunggugh-2 Internalized

3. diwajibkan dan sanksi jika melanggar

(36)

Marion Levy (1965) / Inkeles : Syarat untuk masyarakat

1. Kemampuan bertahan melebihi masa hidup seorang individu 2. rekruitmen seluruh atau sebagian anggota melallui reproduksi 3. kesetiaan kepada suatu „sistem tindakan utama bersama“

4. adanya sistem tindakan utama yang berdifat swasembada

Talcott Parsons (1968) : Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang self subsistent (swasembada). Melebihi masa hidup

manusia normal, merekrut anggota secara reproduksi biologis serta melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Edward Shil : menekankan kepada

Self sufficiency, yang terdiri dari Self-regulation, self- reproduction self-generation.

(37)

KELUARGA : 1. Konsanguinal 2. Konjugal

1. Family of Orientation 2. Family of Procreation

(38)
(39)

PENDIDIKAN : Formal = Sekolah

1. Fungsi Manifest (yang tertulis)

2. Fungsi Latent (yang tidak tertulis) / hiden curicullum a. Pemupukan keremajaan

b. Pengurangan pengendalian Orang Tua c. Penyediaan sarana pembangkangan d. Dipertahankan sistem kelas sosial

(40)

AGAMA : relligions

A relegion in a unified system of beliefs and practices relative to sacred things, ---beliefe and practices which unite into one single moral community called a Church, all those who adhere to them.

Suatu sistem yang terpadu atas kepercayaan dan praktek Yang berhubungan dengan hal yang suci, dan kepercayaan Dan praktek tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas moral yang di namakan umat(Durkheim, 1966:62)

Sacred – Profan

Religions – Civil Religions

(41)

Fungsi Agama

… to make us act, to aid us to live. The believer who has communicated whit his God is not merely a man who

sees new thurths of which the unbeliever is ignorant; he is a man who is stronger (Durkheim, 1966:4645)

Mikro = Menjawab kebutuhan

Makro = memperkuat ide kolektif

Disfungsi = konflik

Agama dan perubahan sosial.

1. Bertentangan (candu masyarakat)

2. Sekularisme (Gidden = pengaruh agama berkurang, lebih tertarik kepada hal duniawi dari pada rohani.)

(42)

Hubungan Agama dengan institusi lain: - Politik

- Ekonomi - Pendidikan - keluarga

(43)

EKONOMI :

Latar belakang berkembangnya sosiologi : memudarnya feodalisme, berkembang kapitalisme dan industrialisme

Spencer :

Masyarakat mengalami integrasi dan deferensiasi bergantian sehingga menjadi lebih heterogen.

Smelser :

Solidaritas segmental dan solidaritas mekanik menuju kepada solidaritas organik didasarakan ikatan kontrak

dan kebiasaan.

Sosiologi ekonomi merupakan kajian sosiologi terhadap

(44)

Kornblum :

Difokuskan pada pokok bahasan : Pasar dan pembagian kerja, interaksi antara pemerintah dan institusi ekonomi, perubahan pada pekerjaan.

Ideologi ekonomi = merkantilisme, kapitalisme, sosialisme

Kapitalisme = private property, profit motive, free competition, capital accumulation, the creation of wealth,

ekspansionisme

Giddens = Family capitalism, managerial capitalism, Institutional capitalism

Sosialisme = non-marxis dan marxis

(45)

POLITIK :

Tidak ada sosiologis yang bisa memisahkan politik dari sosiologi pada waktu mempelajari masyarakat.

Kornblum (1989).

Institusi politik adalah perangkat aturan atau status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan

wewenang. Contoh : eksekutif, yudikatif, legislatif, militer, keamanan nasional, dan partai politik.

Politik menentukan siapa memperoleh apa, bilamana, dan bagaimana, dan dasar politik adalah persaingan untuk memiliki kekuasaan.

Weber

(46)

Dominasi memerlukan legitimasi, yaitu pengakuan dan pembenaran dari masyarakat.

Kharismatik dominasi, Tradisional dominasi, legal-nasional dominasi.

Sosiologi politik mempelajari proses politik. Persaingan untuk Memperoleh kekuasaan. Potensi menuju konflik. Konflik dan Konsensus.

Marx = Konflik dan harmonis

Alexis de tocqueville = Konflik dan konsensus berjalan Bersama pada masyarakat heterogen.

(47)

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial : Pembedaan anggota masyarakat berdasar kan Status yang di milikinya.

Status yang diperoleh / Ascribed status: 1. Age Stratification.

2. Sex Stratification.

3. Religious Stratification, Ethnic Stratification Race Stratification

Status yang di raih / Achieve status : 1. Educational Stratification

2. Occupational (pekerjaan) Stratification Yinger = membedakan dalam status.

1. Kelahiran, 2. endogami (kawin sesuku), 3. dukungan institusi perlakuan beda,

(48)

Stratifikasi Terbuka Stratifikasi Tertutup

Range, umumnya pada masyarakat terbuka maksimal 1/3 yang mobile.

Mobilitas Sosial : perpindahan status dalam stratifikasi sosial

Mobilitas Sosial individu dan Mobilitas sosial kelompok, contoh

(49)

Karl Marx = Bourgeous dan Proletar, classless society

Weber =

1. Dimensi ekonomi, Life Chance (peluang), class situation 2. Dimensi Kehormatan, kelompok status.

3. Dimensi kekuasaan (partai).

Peter Berger = Social stratification refers to the fact that any society will consist of levels thats relate to each other in

terms of superordination and subordination, be it power, privilage, prestige

(50)

Cara mempelajari Stratifikasi Sosial :

1. Objektif (sex, age, identitas tunggal). 2. Subjektif (self assesment)

3. Reputasional (Menilai status orang lain)

Mengurangi ketidak samaan dalam masyarakat.

Stratifikasi terbuka = kesamaan hak / kesempatan untuk mobilitas. Pemerintah membuat program untuk

(51)

Jenis kelamin dan Gender

Konsep jenis kelamin mengacu kepada perbedaan

biologis antara perempuan dan laki-laki, dibawa sejak lahir dan tidak dapat di rubah.

Konsep Gender menyangkut perbedaan psikologis, sosial dan budaya yang dikaitkan oleh masyarakat dengan laki-laki dan perempuan.

Mengacu kepada pengetahuan dan kesadaran bahwa (sadar ataupun tidak) diri seseorang tergolong didalam jenis kelamin tertentu dan bukan jenis kelamin yang lain.

Gender tidak diturunkan tetapi di-sosialisasikan

(52)

Kelompok sosial

Naluri manusia adalah untuk hidup dengan manusia lain. Sosial animal ?

Membedakan kelompok : 1. Ada tidaknya organisasi

2. ada tidaknya hubungan sosial diantara kelompok 3. Ada tidaknya kesadaran jenis.

Hasil :

1. Statistikal Group 2. Societal Group 3. Social Group

(53)

Merton :

group adalah : Interaksi, anggota, didefinisikan orang lain

Collectivities = Solidaritas atas dasar nilai bersama, ada

kewajiban moral untuk menjalankan peran yang diharapkan.

Kategori social = himpunan peran yang mempunyai ciri sama seperti jenis kelamin atau usia.

Durkheim : Solidaritas mekanik dan solidaritas organik Persamaan dan perbedaan, collective conscience,

Tonnies : Gemeinschaft dan Gesellschaft Community dan society,

Gemeinschaft by boold, of place, of mind

(54)

Cooley :

Primary groups = intimate face to face, association and cooperation.

Keluarga, peer, rukun warga dan komunitas dewasa. Muncul perasaan „kita“

Agen sosialisasi subculture

Lawannya adalah secondary groups Masalah „kita“ tapi distance

Sumner : In-Group dan Out-Group. Patriotisme – chauvinisme

In-group feeling

(55)

Talcott Parson :

Pattern Variabel seperangkat dilema universal, yang dihadapi

dan harus dipecahkan seorang pelaku dalam setiap situasi sosial 1. affectivity – affective neutrality (kasih sayang dan kebencian) 2. Specifity – diffuseness (khusus, focus dan kabur)

3. Universalism-particularism (umum dan khusus) 4. Quality – performance (kualitas dan penampilan) 5. self orientation – collectivity orientation

(56)

Hubungan antar Kelompok:

Klasifikasi Kelompok yang terlibat : 1. Fisiologis

2. Kebudayaan 3. Ekonomi

(57)

Klasifikasi Kelompok yang terlibat dalam hubungan antar Kelompok:

1. Mayoritas dan minoritas

2. Ras

3. Etnik

(58)

1. Mayoritas dan minoritas. Kinloch

Mayoritas adalah suatu kelompok kekuasaan; menganggap dirinya normal, sedang kelompok lain (minoritas) tidak normal Serta lebih rendah karena mempunyai ciri-ciri tertentu

Ciri tertentu : Fisik, ekonomi, budaya, perilaku

Pola eksploitasi

2. Ras. Persamaan ciri Fisik

(Banton) Definisi secara Fisik dan sosial berbeda, sebab secara fisik Sering di distorsi oleh definisi sosial.

(Redfield) Konsep Ras secara gejala sosial berbeda dengan konsep Ras secara gejala biologis. Contoh Yahudi, sulit dibeda Kan secara fisik.

(59)

3. Etnik. Persamaan Kebudayaan

(Francis) Group Gemeinschaft (Tonies). Sejenis komunitas yang Menyatakan kesamaan bahasa, adat, wilayah, sejarah, sikap

Dan sistem politik.

4. Rasisme

(Kornbulm) Rasisme adalah suatu ideologi, yang didasarkan pada keyakinan bahwa ciri tertentu di bawa sejak lahir

Menandakan bahwa pemilik ciri tersebut lebih rendah sehingga Dapat di diskriminasi.

(Berghe) Ciri yang sejak lahir itu di hubungkan dengan ada Tidaknya ciri dan kemampuan sosial tertentu, sehingga per Lakuan berbeda terhadap suatu kelompok ras tertentu

(60)

5. Seksisme.

Stigma pada gender, berdampak luas baik di pendidikan, Usaha / kerja dan karierer.

6. Ageism

Dimensi hubungan :

1. Dimensi sejarah

2. Dimensi sikap, prasangka 3. Dimensi Institusional

(61)

Konformitas dan Penyimpanagn :

Konformitas :

(Shepard) bentuk interaksi yang didalamnya seseorang

berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan Kelompok.

Penyimpangan :

(James v Zender) Perilaku yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar toleransi.

Kornbulm : organized crime = deviant institution

Penyimpangan bukan melekat pada bentuk perilaku tertentu Melainkan diberi ciri penyimpangan melalui definisi sosial.

Definisi sosial tersebut dapat bersumber pada kelompok yang Berkuasa atau pada masyarakat.

(62)

Teori Penyimpangan, yaitu teori yang mencoba menjelaskan mengapa terjadi penyimpangan.

1. Teori differential association (Sutherland).

Penyimpangan karena cultural transmission, perbedaan Pergaulan, diawali dengan berkenalan dan bergaul akrab jadilah pengikut dan pengguna. Contoh pengguna ganja, psk

2. Teori labeling. (Erwin Lemert).

Labeling = pemberian julukan, sap, etiket, dan merek yang diberikan masyarakat kepadanya.

Mula-mula seseorang melakukan primmary deviation, lalu Ada julukan orang lain kepadanya sehingga dia

(63)

3. Teori Merton. Skala makro

Struktur sosial disamping menghasilkan konformitas juga menghasilkan nonkonform (penyimpangan).

Didalam struktur sosial dan budaya didapati tujuan, sasaran Dan kepentingan yang di definisikan sebagai tujuan yang sah dari seluruh atau sebagian anggota masyarakat.

Tujuan tersebut merupakan „hal yang pantas di raih“

Penyimpangan adalah adanya jarak antara aspirasi yang ditetapkan kebudayaan dengan cara yang dibenarkan

(64)

4. Teori Fungsi Durkheim

(65)

Perobahan Sosial :

Pola perubahan Sosial 1. Linear

(Comte) kemajuan peradaban manusia adalah progresif, pasti, Alami, sama dan tak terelakan. Hukum tiga tahap, tahap

1) teologis dan militer, 2) Tahap Metafisik dan Yuridis, 3) Tahap Ilmu Pengetahuan Industri.

(Spencer) struktur sosial berkembang secara evolusioner. Dari masyarakat homogen ke heterogen

Intinya dari yang jelek ke arah kebaikan. 2. Siklus.

(Spengler, the decline of the west), kebudayaan itu seperti gelombang, yang kecil, Besar dan lenyap, atau seperti siklus manusia, bayi, dewasa, Tua dan mati.

(66)

3. Pola gabungan. Contoh :

Teori Konflik Karl Max, Sebelum feodal ada komunis, linear Dari kapitalis ke komunis.

Teori Weber, tiga jenis wewenang, yaitu kharismatik, Rasional-legal, dan tradisional yang terus berputar Bergantian. Linear ada rasionalitas yang meningkat.

Teori-teori modern :

1. Teori Modernisasi. Neil J Smelser, Alex Inkeles, .

2. Teori ketergantung, Andre Gunder Frank dunia pertama dan kedua dan ketiga

(67)

Boeke = dual societies. Kapitalisme berhasil di Barat tetapi gagal Di Asia Tengisgara, kenapa ? Muncul dual ekonomi. Denga

kapitalisme ikatan komunitas melemah, taraf hifup menurun, lapisan bawah semakin miskin.

Sejumlah antitesis 1) Faktor produksi yang dinamis di Barat, dan Statis di Timur, 2) Masyarakat perkotaan Barat – Pedesaan Timur 3) Ekonomi uang dan ekonomi barang, 4) Sentralisasi

administrasi dan lokalisasi, 5) kehidupan dunia mesin dan

Kekuatan alam, 6) Perekonomian produsen dan perekonomian Konsumen.

Plural Societes = (Furnivall) masyarakat Indonesia adalaah multi etnis tetapi tidak membaur, eropa, Cina, dan pribumi.

Involution = (Clifford Geertz) Agicultural Involution (1966)

kapitalisme barat menyentuh sawah, meningkat jumlah penduduk Diserap oleh sawah, tiap orang tetap menerima bagian dari

(68)

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan Usaha Penunjang telekomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Anak Perusa- haan, yang antara lain meliputi penyediaan, pengelolaan dan penyewaan

Hal ini memungkinkan terjadi bagi pengguna yang mempunyai penghasilan yang relatif rendah tetapi utilitas terhadap jasa tersebut sangat tinggi, sehingga keinginan pengguna

Tradisi yang terdapat dalam keluarga tradisional baik pada masyarakat Buton maupun Jepang tidak sepenuhnya dijalankan pada keluarga modern, hanya sebagian saja dari tradisi

Berdasarkan table 4.12 koefisien di atas menunjukkan bahwa Kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan terhadap Loyalitas pelanggan, nilai toleransi lebih besar dari nilai

(4) Kendala/hambatan yang dihadapi dalam proses pembuatan seni kerajinan perak teknik filigri adalah bahan baku yang semakin mahal, tidak adanya tempat dan ruang

Tujuan yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini yaitu melakukan simulasi nilai premi yang harus dibayar pelanggan dengan peluang kebangkrutan dan melakukan simulasi dari model

[r]

[r]