DEFINISI
KONSEP
DEFINIENDUM
DEFINIENS
Kursi adalah tempat duduk
Alienasi adalah keterasingan
Alienasi adalah keadaan seseorang
dikonfrontasikan oleh miliknya sendiri
DEFINISI REAL :
nyata, jelas diterima
semua orang dan lengkap
SOSIOLOGI ADALAH STUDI ILMIAH MENGENAI
HUBUNGAN ANTARA MASYARAKAT DAN INDIVIDU
SOSIOLOGI ADALAH ILMU :
Bersifat :
1. Empiris
2. Teoritis
3. Kumulatif
a. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka
macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala
ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,
hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan
politik dsb
b. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala
sosial dengan non sosial (misalnya gejala geografis,
biologis dsb) – Pitirim Sorokin (1928)
SOSIOLOGI
Masyarakat
adalah suatu keseluruhan kompleks
hubungan manusia yang luas sifatnya.
Keseluruhan = hubungan sosial, teratur
Hubungan = interaksi = tindakan (action) yang terjadi
Paling kurang antara dua orang yang saling
Mempengaruhi perilakunya.
Ada interaksi, dalam bentuk peraturan, kebiasaan,
Adat istiadat, yang diciptakan oleh manusia, dan
Juga mengatur perilaku manusia.
Individu adalah subjek yang melakukan sesuatu,
Subjek yang mempunyai pikiran,
Subjek yang mempunyai kehendak
Subjek yang mempunyai kebebasan
Subjek yang memberi arti /meaning pada sesuatu
Subjek yang mampu menilai tindakan dan hasil
Tindakannya sendiri
Individu >< pribadi
Subjek = internal manusia
Objek = benda, eksternal manusia
Masalah sosial
adalah
how the whole system works
in the first place, what are its presuppositions and by
what means it is held together..
bag system sosial
bekerja, anggapan apa yang melandasinya dan
WEBER
Ilmu yang berhubungan dengan pemahaman
interpretatif
Mengenai tindakan sosial, dan dengan demikian
berhubungan dengan suatu penjelasan kausal
mengenai arah dan konsekuensi dari tindakan sosial itu.
Verstehen = memahami, mengerti, metode
Mengumpulkan data atau informasi yang berhubungan
Dengan tindakan sosial.
Menekankan individu yang memberikan arti pada
Sesuatu yang ada diluarnya secara subjektif
Sosiologi bertujuan untuk memberikan penjelasan
tentang tindakan manusia atau menghubungkan
A. COMTE
Sosiologi = (socius = teman + Logos = kata,ilmu)
Ilmu positif tentang masyarakat
Mac Iver dan Page,
Masyarakat adalah suatu system
dari kebiasaan dan tatacara dari wewenanag dan
kerjasama di antara berbagai kelompok dan
penggolongan, dari pengawasan tingkah laku
serta kebebasan-kebebasan manusia.
Ralph Linton,
masyarakat merupakan setiap kelompok
manusia yang telah hidup dan bekerja bersama dalam
waktu yang cukup lama, sehingga mereka dapat
mengatur diri mereka dan mengaggap diri mereka
sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas yang
dirumuskan jelas.
Selo Sumarjan,
masyarakat adalah orang-orang
Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
fakta sosial
Fakta sosial = eksternal, memaksa, berlaku umum
DURKHEIM WEBER
The Division of Labor (1968)
, adalah contoh fakta sosial
yang diikuti oleh individu didalam bermasyarakat.
Suicide
(1968), mempelajari rate bunuh diri di masyarakat,
contoh lain fakta sosial
Altruistic suicide
= Integrasi sosial terlalu kuat (militer,
berkorban untuk membela kelompok).
Egoistic suicide
= Integrasi sosial terlalu lemah,
C.Wright Mills
,
The Sosiological Imagination,
adalah memberi kemungkinan kita untuk memahami
sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan
antar keduanya
1. P
ersonal trouble of milieu
,
trouble
masalah pribadi,
dan dalam jangkauan hubungan langsung dengan orang
lain
2.
Public issues of social structure
,
issues
merupakan
hal yang diluar individu, dan diluar jangkauan kehidupan
pribadinya.
SISTEM SOSIAL : merupakan sejumlah kegiatan atau
sejumlah orang
yang
berhubungan timbal balik
bersifat
konstan
SISTEM SOSIAL selalu mempertahankan batas-batas
yang memisahkan dan membedakan dirinya dari
lingkungannya, serta mempertahankan keseimbangan
dari kegiatan-kegiatan yang memungkinkan terus bertahan
danbroperasi.
SISTEM SOSIAL dibuat dan diciptakan oleh manusia
diubah dan dipertahankan. Sistem sosial juga
Fungsi sosial
adalah bagian dari sistem sosial, berperan
didalamnya dan mempertahankan sistem, jika berinteraksi
dengan baik dan cocok maka disebut
Intergrasi Sosial
.
Fungsi manifest (jelas, kelihatan)
KELOMPOK SOSIAL : salah satu jenis dari sistem sosial
yang terdiri dari sejumlah orang dan berinteraksi dan
terlibat dalam suatu kegiatan yang sama.
Didalam kelompok sosial terdapat solidaritas sosial,
yang memiliki nilai-nilai sama, kewajiban moral untuk
memenuhi ekspektasi peran.
Berger, society in man.
Sosialisasi = a procces by which a child learns to be a
participant member of society“
masyarakat di masukan ke manusia - peran
Mead,
Mind, Self and Society
Manusia berkembang pribadinya secara bertahap melalui
interaksi dengan orang lain
- Play stage
- Game stage
- Generalized stage – memiliki suatu diri
Cooley,
Sosialisasi = looking glass self.
Diri sendiri memantulkan
apa yang di rasakan sebagai tanggapan masyarakat
terhadapnya.
Tahap 1 = Seseorang memiliki persepsi tentang pandang
an orang lain terhadapnya.
Tahap 2 = Seseorang memiliki persepsi mengenai
penilaian
orang lain terhadap penampilannya.
Tahap 3 = Seseorang mempunyai
perasaan
terhadap
Dreeben.
Agen sosialisasi
1. Keluarga
2. Peer
3. Sekolah – independence, achievement, particularisme
dan universalisme, diffuseness dan specificity.
4. Media masa
Kesepadanan pesan antar agen sosialisasi
Sosialisasi = proses seumur hidup
Sosialisasi primer = masa anak-anak
Sosialisasi Sekunder = setelah dewasa
Resocialization
Desocialization
Anticipatory socialization
Interaksi sosial
Herbert Blumer
Interactionist perspective, - symboilic interactionist
Simbol = sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.
1) Inti Symbolic Int = Manusia bertindak (act) terhadap
sesutu (thing) atas dasar makna (meaning)
2) Meaning, Language, Thought.
Meaning berasal dari interaksi sosial seorang dengan yang lainnya
Thomas W.I 1968, The definition of the situation
When men define situation as real, they are real in consequences
1. Definisi situasi spontan oleh individu,
2. Definisi situasi oleh masyarakat, keluarga, teman atau komunitas.
Aturan yang mengatur Interaksi. - Ruang
- Waktu
Ruang :
Intimate distance, Personal distance, Social distance, public distance. (dekat - jauh)
Waktu :
On time atau tidak
Gerak :
Verbal dan non verbal
Interaksi dan informasi :
Goffman dan Dramaturgi :
Dalam berinterkasi masing-masing membuat expression, dan yang lain menerima impression.
Given Expression (diberikan) dan Expression given off (dilepaskan).
Apa yang lazim dan mengandung ciri pembuat pernyataan
Encounter = kegiatan sesorang mempengeruhi yg lain Performance = penampilan
Social establishment = Tempat kegiatan berlangsung Front region = tempat di depan.
Knapp, Social intercourse, from Greeting to Goodbey (1978) 1. Initiating
2. Penjajakan (experimenting) 3. Meningkatkan (Intesifying)
4. Menyatupadukan (Intergrating) 5. Mempertalikan (Bonding).
1. Membeda-bedakan (differentiating) 2. Membatasi (circumscribing)
3. Memacetkan (stagnating) 4. Menghindari (Avoiding)
Makrososiologi :
Menganalisa proses sosial berskala besar, dan berjangka panjang. Menggunakan sudut pandang struktur
Douglas (1973) : Mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan makrososiologi mempelajari struktur.
Tatanan Sosial
Struktur Sosial :
Struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang yang menandai sejarah.
Talcot Parson : Kesalingterkaitan antara institusi (bukan manusia).
Konrblum (1988:77) : Structure social is The recurring patterns of behaviour that create relationships among individuals and groups within society
Ralph Linton (1968) : Status : 'a collection of right and duty“ Role : 'the dinamic aspect of status“
Ascribe Status : asigned to individual without reference to their innate differences of ability.
Achieved status : requiring special qualities
Robert K Merton (1965) : Role – Role-set, „Complement of role relationship which persons have by virtue of occupying a
Institusi Sosial
Kornblum (1988) : an institution is more or less stable structure of statuses and roles devoted to meeting the basiic needs
of people in society
Harry M Jhonson : seperangkat norma yang terinstitusionalisasi, 1. Diterima sejumlah besar anggota sistem masyarakat.
2. Ditanggapi secara sunggugh-2 Internalized
3. diwajibkan dan sanksi jika melanggar
Marion Levy (1965) / Inkeles : Syarat untuk masyarakat
1. Kemampuan bertahan melebihi masa hidup seorang individu 2. rekruitmen seluruh atau sebagian anggota melallui reproduksi 3. kesetiaan kepada suatu „sistem tindakan utama bersama“
4. adanya sistem tindakan utama yang berdifat swasembada
Talcott Parsons (1968) : Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang self subsistent (swasembada). Melebihi masa hidup
manusia normal, merekrut anggota secara reproduksi biologis serta melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.
Edward Shil : menekankan kepada
Self sufficiency, yang terdiri dari Self-regulation, self- reproduction self-generation.
KELUARGA : 1. Konsanguinal 2. Konjugal
1. Family of Orientation 2. Family of Procreation
PENDIDIKAN : Formal = Sekolah
1. Fungsi Manifest (yang tertulis)
2. Fungsi Latent (yang tidak tertulis) / hiden curicullum a. Pemupukan keremajaan
b. Pengurangan pengendalian Orang Tua c. Penyediaan sarana pembangkangan d. Dipertahankan sistem kelas sosial
AGAMA : relligions
A relegion in a unified system of beliefs and practices relative to sacred things, ---beliefe and practices which unite into one single moral community called a Church, all those who adhere to them.
Suatu sistem yang terpadu atas kepercayaan dan praktek Yang berhubungan dengan hal yang suci, dan kepercayaan Dan praktek tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas moral yang di namakan umat(Durkheim, 1966:62)
Sacred – Profan
Religions – Civil Religions
Fungsi Agama
… to make us act, to aid us to live. The believer who has communicated whit his God is not merely a man who
sees new thurths of which the unbeliever is ignorant; he is a man who is stronger (Durkheim, 1966:4645)
Mikro = Menjawab kebutuhan
Makro = memperkuat ide kolektif
Disfungsi = konflik
Agama dan perubahan sosial.
1. Bertentangan (candu masyarakat)
2. Sekularisme (Gidden = pengaruh agama berkurang, lebih tertarik kepada hal duniawi dari pada rohani.)
Hubungan Agama dengan institusi lain: - Politik
- Ekonomi - Pendidikan - keluarga
EKONOMI :
Latar belakang berkembangnya sosiologi : memudarnya feodalisme, berkembang kapitalisme dan industrialisme
Spencer :
Masyarakat mengalami integrasi dan deferensiasi bergantian sehingga menjadi lebih heterogen.
Smelser :
Solidaritas segmental dan solidaritas mekanik menuju kepada solidaritas organik didasarakan ikatan kontrak
dan kebiasaan.
Sosiologi ekonomi merupakan kajian sosiologi terhadap
Kornblum :
Difokuskan pada pokok bahasan : Pasar dan pembagian kerja, interaksi antara pemerintah dan institusi ekonomi, perubahan pada pekerjaan.
Ideologi ekonomi = merkantilisme, kapitalisme, sosialisme
Kapitalisme = private property, profit motive, free competition, capital accumulation, the creation of wealth,
ekspansionisme
Giddens = Family capitalism, managerial capitalism, Institutional capitalism
Sosialisme = non-marxis dan marxis
POLITIK :
Tidak ada sosiologis yang bisa memisahkan politik dari sosiologi pada waktu mempelajari masyarakat.
Kornblum (1989).
Institusi politik adalah perangkat aturan atau status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan
wewenang. Contoh : eksekutif, yudikatif, legislatif, militer, keamanan nasional, dan partai politik.
Politik menentukan siapa memperoleh apa, bilamana, dan bagaimana, dan dasar politik adalah persaingan untuk memiliki kekuasaan.
Weber
Dominasi memerlukan legitimasi, yaitu pengakuan dan pembenaran dari masyarakat.
Kharismatik dominasi, Tradisional dominasi, legal-nasional dominasi.
Sosiologi politik mempelajari proses politik. Persaingan untuk Memperoleh kekuasaan. Potensi menuju konflik. Konflik dan Konsensus.
Marx = Konflik dan harmonis
Alexis de tocqueville = Konflik dan konsensus berjalan Bersama pada masyarakat heterogen.
Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial : Pembedaan anggota masyarakat berdasar kan Status yang di milikinya.
Status yang diperoleh / Ascribed status: 1. Age Stratification.
2. Sex Stratification.
3. Religious Stratification, Ethnic Stratification Race Stratification
Status yang di raih / Achieve status : 1. Educational Stratification
2. Occupational (pekerjaan) Stratification Yinger = membedakan dalam status.
1. Kelahiran, 2. endogami (kawin sesuku), 3. dukungan institusi perlakuan beda,
Stratifikasi Terbuka Stratifikasi Tertutup
Range, umumnya pada masyarakat terbuka maksimal 1/3 yang mobile.
Mobilitas Sosial : perpindahan status dalam stratifikasi sosial
Mobilitas Sosial individu dan Mobilitas sosial kelompok, contoh
Karl Marx = Bourgeous dan Proletar, classless society
Weber =
1. Dimensi ekonomi, Life Chance (peluang), class situation 2. Dimensi Kehormatan, kelompok status.
3. Dimensi kekuasaan (partai).
Peter Berger = Social stratification refers to the fact that any society will consist of levels thats relate to each other in
terms of superordination and subordination, be it power, privilage, prestige
Cara mempelajari Stratifikasi Sosial :
1. Objektif (sex, age, identitas tunggal). 2. Subjektif (self assesment)
3. Reputasional (Menilai status orang lain)
Mengurangi ketidak samaan dalam masyarakat.
Stratifikasi terbuka = kesamaan hak / kesempatan untuk mobilitas. Pemerintah membuat program untuk
Jenis kelamin dan Gender
Konsep jenis kelamin mengacu kepada perbedaan
biologis antara perempuan dan laki-laki, dibawa sejak lahir dan tidak dapat di rubah.
Konsep Gender menyangkut perbedaan psikologis, sosial dan budaya yang dikaitkan oleh masyarakat dengan laki-laki dan perempuan.
Mengacu kepada pengetahuan dan kesadaran bahwa (sadar ataupun tidak) diri seseorang tergolong didalam jenis kelamin tertentu dan bukan jenis kelamin yang lain.
Gender tidak diturunkan tetapi di-sosialisasikan
Kelompok sosial
Naluri manusia adalah untuk hidup dengan manusia lain. Sosial animal ?
Membedakan kelompok : 1. Ada tidaknya organisasi
2. ada tidaknya hubungan sosial diantara kelompok 3. Ada tidaknya kesadaran jenis.
Hasil :
1. Statistikal Group 2. Societal Group 3. Social Group
Merton :
group adalah : Interaksi, anggota, didefinisikan orang lain
Collectivities = Solidaritas atas dasar nilai bersama, ada
kewajiban moral untuk menjalankan peran yang diharapkan.
Kategori social = himpunan peran yang mempunyai ciri sama seperti jenis kelamin atau usia.
Durkheim : Solidaritas mekanik dan solidaritas organik Persamaan dan perbedaan, collective conscience,
Tonnies : Gemeinschaft dan Gesellschaft Community dan society,
Gemeinschaft by boold, of place, of mind
Cooley :
Primary groups = intimate face to face, association and cooperation.
Keluarga, peer, rukun warga dan komunitas dewasa. Muncul perasaan „kita“
Agen sosialisasi subculture
Lawannya adalah secondary groups Masalah „kita“ tapi distance
Sumner : In-Group dan Out-Group. Patriotisme – chauvinisme
In-group feeling
Talcott Parson :
Pattern Variabel seperangkat dilema universal, yang dihadapi
dan harus dipecahkan seorang pelaku dalam setiap situasi sosial 1. affectivity – affective neutrality (kasih sayang dan kebencian) 2. Specifity – diffuseness (khusus, focus dan kabur)
3. Universalism-particularism (umum dan khusus) 4. Quality – performance (kualitas dan penampilan) 5. self orientation – collectivity orientation
Hubungan antar Kelompok:
Klasifikasi Kelompok yang terlibat : 1. Fisiologis
2. Kebudayaan 3. Ekonomi
Klasifikasi Kelompok yang terlibat dalam hubungan antar Kelompok:
1. Mayoritas dan minoritas
2. Ras
3. Etnik
1. Mayoritas dan minoritas. Kinloch
Mayoritas adalah suatu kelompok kekuasaan; menganggap dirinya normal, sedang kelompok lain (minoritas) tidak normal Serta lebih rendah karena mempunyai ciri-ciri tertentu
Ciri tertentu : Fisik, ekonomi, budaya, perilaku
Pola eksploitasi
2. Ras. Persamaan ciri Fisik
(Banton) Definisi secara Fisik dan sosial berbeda, sebab secara fisik Sering di distorsi oleh definisi sosial.
(Redfield) Konsep Ras secara gejala sosial berbeda dengan konsep Ras secara gejala biologis. Contoh Yahudi, sulit dibeda Kan secara fisik.
3. Etnik. Persamaan Kebudayaan
(Francis) Group Gemeinschaft (Tonies). Sejenis komunitas yang Menyatakan kesamaan bahasa, adat, wilayah, sejarah, sikap
Dan sistem politik.
4. Rasisme
(Kornbulm) Rasisme adalah suatu ideologi, yang didasarkan pada keyakinan bahwa ciri tertentu di bawa sejak lahir
Menandakan bahwa pemilik ciri tersebut lebih rendah sehingga Dapat di diskriminasi.
(Berghe) Ciri yang sejak lahir itu di hubungkan dengan ada Tidaknya ciri dan kemampuan sosial tertentu, sehingga per Lakuan berbeda terhadap suatu kelompok ras tertentu
5. Seksisme.
Stigma pada gender, berdampak luas baik di pendidikan, Usaha / kerja dan karierer.
6. Ageism
Dimensi hubungan :
1. Dimensi sejarah
2. Dimensi sikap, prasangka 3. Dimensi Institusional
Konformitas dan Penyimpanagn :
Konformitas :
(Shepard) bentuk interaksi yang didalamnya seseorang
berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan Kelompok.
Penyimpangan :
(James v Zender) Perilaku yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar toleransi.
Kornbulm : organized crime = deviant institution
Penyimpangan bukan melekat pada bentuk perilaku tertentu Melainkan diberi ciri penyimpangan melalui definisi sosial.
Definisi sosial tersebut dapat bersumber pada kelompok yang Berkuasa atau pada masyarakat.
Teori Penyimpangan, yaitu teori yang mencoba menjelaskan mengapa terjadi penyimpangan.
1. Teori differential association (Sutherland).
Penyimpangan karena cultural transmission, perbedaan Pergaulan, diawali dengan berkenalan dan bergaul akrab jadilah pengikut dan pengguna. Contoh pengguna ganja, psk
2. Teori labeling. (Erwin Lemert).
Labeling = pemberian julukan, sap, etiket, dan merek yang diberikan masyarakat kepadanya.
Mula-mula seseorang melakukan primmary deviation, lalu Ada julukan orang lain kepadanya sehingga dia
3. Teori Merton. Skala makro
Struktur sosial disamping menghasilkan konformitas juga menghasilkan nonkonform (penyimpangan).
Didalam struktur sosial dan budaya didapati tujuan, sasaran Dan kepentingan yang di definisikan sebagai tujuan yang sah dari seluruh atau sebagian anggota masyarakat.
Tujuan tersebut merupakan „hal yang pantas di raih“
Penyimpangan adalah adanya jarak antara aspirasi yang ditetapkan kebudayaan dengan cara yang dibenarkan
4. Teori Fungsi Durkheim
Perobahan Sosial :
Pola perubahan Sosial 1. Linear
(Comte) kemajuan peradaban manusia adalah progresif, pasti, Alami, sama dan tak terelakan. Hukum tiga tahap, tahap
1) teologis dan militer, 2) Tahap Metafisik dan Yuridis, 3) Tahap Ilmu Pengetahuan Industri.
(Spencer) struktur sosial berkembang secara evolusioner. Dari masyarakat homogen ke heterogen
Intinya dari yang jelek ke arah kebaikan. 2. Siklus.
(Spengler, the decline of the west), kebudayaan itu seperti gelombang, yang kecil, Besar dan lenyap, atau seperti siklus manusia, bayi, dewasa, Tua dan mati.
3. Pola gabungan. Contoh :
Teori Konflik Karl Max, Sebelum feodal ada komunis, linear Dari kapitalis ke komunis.
Teori Weber, tiga jenis wewenang, yaitu kharismatik, Rasional-legal, dan tradisional yang terus berputar Bergantian. Linear ada rasionalitas yang meningkat.
Teori-teori modern :
1. Teori Modernisasi. Neil J Smelser, Alex Inkeles, .
2. Teori ketergantung, Andre Gunder Frank dunia pertama dan kedua dan ketiga
Boeke = dual societies. Kapitalisme berhasil di Barat tetapi gagal Di Asia Tengisgara, kenapa ? Muncul dual ekonomi. Denga
kapitalisme ikatan komunitas melemah, taraf hifup menurun, lapisan bawah semakin miskin.
Sejumlah antitesis 1) Faktor produksi yang dinamis di Barat, dan Statis di Timur, 2) Masyarakat perkotaan Barat – Pedesaan Timur 3) Ekonomi uang dan ekonomi barang, 4) Sentralisasi
administrasi dan lokalisasi, 5) kehidupan dunia mesin dan
Kekuatan alam, 6) Perekonomian produsen dan perekonomian Konsumen.
Plural Societes = (Furnivall) masyarakat Indonesia adalaah multi etnis tetapi tidak membaur, eropa, Cina, dan pribumi.
Involution = (Clifford Geertz) Agicultural Involution (1966)
kapitalisme barat menyentuh sawah, meningkat jumlah penduduk Diserap oleh sawah, tiap orang tetap menerima bagian dari