• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM DAN ATURAN K3 TUGAS persentasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUKUM DAN ATURAN K3 TUGAS persentasi"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

KESEHATAN KESELAMATAN KERJA

HUKUM DAN ATURAN K3

DI SUSUN OLEH :

EKO SUPRIYANTO

KIKI AMELIA

ADHI PRADANA

(2)
(3)

ISTILAH – ISTILAH DALAM K3 ISTILAH – ISTILAH DALAM K3

(4)

HUKUM DAN

ATURAN K3

DI INDONESIA

Aturan yang mengatur masalah K3 sebelum Indonesia Merdeka

(5)

Aturan yang mengatur masalah K3 sebelum

Indonesia Merdeka

1) Konvensi ILO No. 4 tentang pekerjaan wanita

pada malam hari, diratifikasi dengan Stb. No. 461

Tahun 1923.

2) Konvensi ILO No. 5 tentang usia terendah bagi

anak untuk dapat berkerja di perusahaan industri,

diratifikasi dengan Stb. No. 515 Tahun 1928.

3) Konvensi ILO No. 7 tentang usia terendah untuk

bekerja di kapal, diratifikasi dengan Stb. No. 76

(6)

Aturan yang mengatur masalah K3 sesudah

Indonesia Merdeka

1) UU No. 33 Tahun 1947 jo. UU No. 2 Tahun

1951 tentang Kecelakaan;

2) UU No. 12 Tahun 1948 jo. UU 1 Tahun 1951

tentang Kerja;

(7)

Yang sering menjadi acuan K3

UU NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA

UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

UU NO. 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN

UU NO. 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

(8)
(9)

BAB I

ISTILAH – ISTILAH DALAM K3

PASAL 1

PASAL 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :

(1) “Tempat kerja”

(2) Termasuk tempat kerja (3) “Pengurus”

(4) “Pengusaha” (5) “Direktur”

(10)

BAB II Ruang Lingkup

PASAL 2

(11)

BAB III

SYARAT – SYARAT KESELAMATAN KERJA

PASAL 3

KEGUNAAN SYARAT –

SYARAT KESELAMATAN KERJA

PASAL 4

(12)

PASAL 5

pengawas kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung

PASAL 6 Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi.

PASAL 7 pengusaha harus membayar retribusi

PASAL 8 Norma-norma

mengenai pengujian kesehatan

(13)

PASAL 9

Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan K3

(14)

PASAL 10

Susunan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja,(Keputusan menteri Tenaga Kerja no 155/Men/1984)

BAB VI

(15)

(1) Kewajiban pengurus untuk melaporkan kecelakaan (2) Tata cara pelaporan dan

pemeriksaan kecelakaan (permen No. 03/Men/1998)

(16)

PASAL 12

kewajiban dan hak tenaga kerja

a. Memberi keterangan yang benar (peg. Pengawas dan ahli K3)

b. Memakai APD

c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat K3 d. Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan

syarat-syarat K3

e. Menyatakan keberatan kerja bila syarat-syarat K3 tidak dipenuhi dan APD yang wajib diragukan

BAB VIII

(17)

PASAL 13

wajib mentaati semua petunjuk

keselamatan kerja dan memakai APD

BAB IX

(18)

PASAL 14

a. Menempatkan syarat-syarat K3 di tempat kerja

b. Memasang poster K3 dan bahan pembinaan K3

c. Menyediakan APD secara cuma-cuma

BAB X

(19)

BAB XI

Ketentuan-kententuan Penutup

PASAL 15

Pelaksanaan ketentuan pasal-pasal di atur lebih lanjut dengan peraturan perundangan

(1) Ancaman pidana atas pelanggaran :

Maksimum 3 bulan kurungan atauDenda maksimum Rp. 100.000

(2) Tindak pindana tersebut adalah pelanggaran

Pasal 16

Kewajiban pengusaha memenuhi ketentuan undang-undang ini paling lama setahun (12 Januari 1970)

Pasal 17

Aturan peralihan untuk memenuhi keselamatan kerja  VR 1910 tetap berlaku selama tidak bertentangan

Pasal 18

(20)

UU NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

Paragraf 5

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pasal 86

Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh

perlindungan atas moral, norma dan Keselamatan dan kesehatan kerja.

Pasal 87

Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen

perusahaan.

SANKSI ADMINISTRATIF :

a. teguran;

b. peringatan tertulis;

c. pembatasan kegiatan usaha; d. pembekuan kegiatan usaha; e. pembatalan persetujuan; f. pembatalan pendaftaran;

g. penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi;

(21)

UU NO. 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN

BAB V

UPAYA KESEHATAN

Bagian Keenam Kesehatan Kerja

Pasal 23

(1) Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal. (2) Kesehatan kerja meliputi pclayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja.

(3) Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja.

(22)

UU NO.3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

pasal 1 ayat 1 berbunyi “Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang

sebagai pengganti sebagian dan penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang

(23)

UU NO. 14 TAHUN 1969 TENTANG KETENTUAN – KETENTUAN POKOK MENGENAI TENAGA KERJA

BAB IV

PEMBINAAN PERLINDUNGAN KERJA

Pasal 9

Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas

(24)

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 17

Peraturan dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran dengan

hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).

Pasal 10

Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup:

(25)

Remember friends Safety first

Referensi

Dokumen terkait

Tahap preparasi data meliputi segala sesuatu persiapan data yang dibutuhkan selama proses simulasi berlangsung, sedangkan data – data yang dibutuhkan dapat

Dengan terbawanya media leaching oleh peristiwa bubble colapse yang diakibatkan oleh sonikasi sampai kedalam matriks pasir silika ini maka pengotor dibagian dalam dapat dibersihkan

Dari beberapa studi kasus pengalaman risiko konstruksi pembangkit listrik konvensional dan identifikasi risiko yang terjadi, maka langkah- langkah yang diperlukan

Makalah ini telah membahas salah satu perluasan dari masalah rute kendaraan (MRK) dasar dengan karakteristik-karakteristik yang mencakup: (1) trip majemuk (TM), (2)

“Sekolah merupakan lembaga publik yang mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan kepada publik, khususnya pelayanan untuk peserta.. didik yang menuntut

Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman tersebut, pada penelitian

Dari pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi partisipatif untuk mengumpulkan data

Sedangkan pendidikan kesehatan menurut peneliti yaitu upaya atau tindakan yang dilakukan peneliti kepada subjek penelitian dengan memberikan informasi dan edukasi tentang