2
1. Teori tipe fisik
(Body Types
Theories
)
;
2. Teori tipe genetika/ keturunan;
3. Teori tipe mental/ psikologi;
Teori Kriminologi
3
Berbicara tentang teori genetika,
maka terlebih dahulu dibahas tentang
Genotype
dan
Phenotype.
Di dalam
bahasa ilmiahnya, warisan atau
keturunan disebut dengan
Genotype
,
sedangkan bawaan dikenal dengan
istilah
Phenotype
.
4
Keturunan adalah sesuatu yang
diwariskan melalui genetika,
sedangkan bawaan adalah adalah apa
yang diwariskan dan nampak dalam
perilaku yang dapat dipengaruhi oleh
faktor lain.
Perbedaan
Genotype
5
Pembawaan berarti potensi yang diwariskan
saja sedangkan kepribadian berarti potensi
yang dikembangkan.
Kepribadian bukanlah fenomena
endogeneous
yang datang dari dalam semata-mata, tapi
hasil dari pembawaan dan faktor-faktor
lingkungan yang mempengaruhi dan
membentuk pembawaan sepanjang masa
(Lihat Stephan Hurwitz, 1986: 36)
6
1. Teori orang kembar (
twin
studies
);
2. Teori adopsi (
adoption
studies
);
3. Teori kromosom
7
Twin Methode ini diperoleh dari penelitian
biologi tentang keturunan yang dilakukan oleh Francis Galton tahun 1876 dan memperoleh hasil sebagai berikut, perbandingan kedua tipe
kembar menunjukkan suatu kesamaan, terutama pada penyakit jasmani pada kembar
monozygotic, tidak pada kembar dizygotic. Hal tersebut berlaku pula pada penyakit-penyakit dan kekurangan pertumbuhan mental.
8
Identical twin
atau
monozygotic twins
dihasilkan dari satu sel telur yang dibuahi
dan membelah menjadi dua embrio.
Kembar dengan jenis ini membagi sama
gen-gen mereka. Sementara
fraternal
twins
atau
dizygotic twins
dihasilkan dari
dua telur terpisah, keduanya dibuahi pada
saat bersamaan.
9
Karl Cristiansen dan Sarnoff A. Mednick
melakukan studi terhadap 3.586 pasangan
kembar di satu kawasan Denmark antara
tahun 1881 dan 1910 dikaitkan dengan
kejahatan serius. Hasilnya adalah, pada
identical twins
jika pasangannya
melakukan kejahatan, maka 50 %
pasangannya juga melakukan.
Sedangkan pada
fraternal twins
angka
tersebut hanya 20 %.
10
Metode lain untuk mencari dan menemukan hubungan antara kejahatan dengan genetika dilakukan dengan cara studi terhadap anak adopsi. Pada umumnya, kejahatan yang
dilakukan oleh anak adopsi berhubungan dengan kejahatan yang dilakukan oleh ayah biologisnya dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan oleh ayah adopsi atau ayah angkatnya. Lebih jauh, rumusan ini menjadi lebih kuat ketika dihubungkan dengan pelaku kejahatan yang kronis dengan pelaku kejahatan biasa.
11
Studi tentang adopsi pernah dilakukan terhadap 14.427 anak yang diadopsi di Denmark antara tahun 1924 dan 1947,
berdasarkan penelitian tersebut diperoleh data:
a. Anak-anak yang orang tua angkat dan orang tua aslinya tidak tersangkut kejahatan, 13,5 % terbukti melakukan kejahatan;
b. Anak-anak yang memiliki orang tua angkat kriminal tapi orang tua aslinya tidak, 14,7 % terbukti melakukan
kejahatan;
c. Anak-anak yang orang tua angkatnya tidak melakukan kejahatan tapi memiliki orang tua asli kriminal, 20 % terbukti melakukan kejahatan;
d. Anak-anak yang orang tua angkat dan orang tua aslinya kriminal, 24, 5 % terbukti melakukan kejahatan
12
Kromosom adalah struktur dasar yang
mengandung gen, yaitu suatu materi biologis yang membuat masing-masing kita berbeda. Setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang diwariskan. Satu pasang kromosom
menentukan jenis kelamin. Perempuan
mendapatkan satu kromosom X dari ayah dan ibunya, laki-laki mendapat kromosom X dari ibunya dan Y dari ayahnya.
13
Terkadang ada kesalahan dalam memproduksi sperma atau sel telur menghasilkan abnormalitas genetika. Satu tipe abnormalitas adalah The XYY Chromosome male
atau laki-laki dengan kromosom XYY. Orang tersebut menerima dua Y kromosom dari ayahnya. Kurang lebih lebih dari satu dari 1000 kelahiran laki-laki dari
keseluruhan populasi memiliki komposisi genetika semacam ini. Mereka yang memiiki kromosom XYY cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih besar
dibandingkan yang lain, secara fisik agresif dan sering melakukan kekerasan.
14
Penyimpangan perilaku manusia karena
kepribadiannya bukanlah sebuah penyakit,
dan tentunya bukanlah sebuah keturunan
atau bawaan. Penyimpangan perilaku
manusia adalah kelainan dalam
mentalnya.
1. Teori
Mental Disorder
;
2. Teori Psikoanalisa;
15
1. Perbedaan struktur kepribadian
penjahat dan bukan penjahat;
2. Prediksi tingkah laku;
3. Dinamika kepribadian normal dalam diri
penjahat;
4. Klasifikasi
16
Bericara tentang teori penyimpangan
kepribadian, maka kita akan berbicara tentang teori kekacauan mental (mental disorder)
dimana di dalam teori tersebut akan dibedakan antara psikopat, psikosis dan neurosis serta
bentuk-bentuk lainnya.
Bentuk-bentuk keadaan mental tersebut
dikualifikasikan kedalam bentuk penyakit mental dan keadaan-keadaan abnormal.
17
Psikopat adalah kepribadian yang ditandai dengan
ketidakmampuan belajar dari pengalaman, kurang dapat bersosialisasi dengan masyarakat dan tidak merasa
bersalah;
Psikosis adalah bentuk disorder mental atau kekalutan
jiwa yang dicirikan dengan adanya disintegrasi
kepribadian dan terputusnya hubungan dirinya dengan realitas;
Neurosis dapat diartikan ketakutan yang tidak wajar
terhadap bahaya atau sesutu yang tidak ada sama sekali
18
Tokoh utama yang mengemukakan tentang
psikopati modern adalah JL. A. Koch.
Psikopat adalah suatu kelainan pokok yang
bersifat tetap dari watak, bukan penyakit
seperti psikosis, bukan kerusakan kecerdasan
seperti lemah pikiran, tapi persamaannya
dengan kedua hal tersebut adalah bentuk
khasnya merupakan suatu keadaan rusak yang
tetap (
stationary defective condition
).
(Lihat Kartini Kartono, 1981: 82)
19
1. Tingkah laku dan relasi sosialnya selalu asosial; 2. Sikapnya aneh-aneh;
3. Suka mengembara kemana-mana tanpa tujuan; 4. Pribadinya labil;
5. Reaksi-reaksi sosiopathiknya bisa berupa gejala kacauanya kepribadian;
6. Tidak pernah loyal terhadap seseorang, kelompok atau kode/ norma tertentu;
7. Tanpa perasaan, emosinya tidak matang dan tidak bertanggungjawab;
8. Sering dicirikan dengan penyimpangan seksualitas dalam bentuk homoseksual dll.
(Lihat Kartini Kartono, 1981: 82)
20
Seorang psikopat bukanlah orang gila, dia
hanya mengalami apa yang disebut dengan
penyimpangan kepribadian.
Mereka sadar dalam melakukan
tindakannya dan dapat berpikir sebab dan
akibat yang ditimbulkan dari tindakannya.
21
Psikosis adalah bentuk
disorder mental
atau kekalutan jiwa yang dicirikan dengan
adanya disintegrasi kepribadian dan
terputusnya hubungan dirinya dengan
realitas. Psikosis dibagi menjadi dua, yaitu
organis dan fungsional
(Lihat IS. Susanto, 1995: 33)
22
Psikosis organis disebabkan oleh faktor-faktor internal, yang mengakibatkan penderita
mengalami gangguan mental. Faktor internal
yang dimaksud adalah adanya gangguan organis. Pada umumnya penyakit tadi disebabkan oleh gangguan pada otak serta fungsi
jaringan-jaringan otak. Hal ini mengakibatkan berkurangnya/ rusaknya fungsi-fungsi
pengenalan, ingatan, intelektual, perasaan dan kemauannya.
23
1. Toxic Psychosis (psikosis disebabkan karena keracunan);
2. Syphilitic psychosis (psikosis yang disebabkan karena bakteri sipilis);
3. Senile psychosis (psikosis karena usia tua);
4. Traumatic psychosis (psikosis karena trauma/ luka di kepala);
5. Psikosis karena gangguan granduler; 6. Psikosis karena kekurangan vitamin;
7. Psikosis yang tidak diketahui penyebabnya
24
Psikosis fungsional disebabkan oleh
faktor-faktor non organis dan ada
maladjusment
fungsionil, sehingga penderita megalami
kepecahan pribadi secara total, menderita
maladjusment
intelektuil serta instabilitas
pada karakternya
(Lihat Kartini Kartono, 1981: 116)
25
1. Schizophrenia;
2. Manic Depressive Psychoses ;
3. Paranoia
26
Merupakan suatu golongan penyakit mental
yang relatif banyak penderitanya dikalangan
penduduk umum. Istilah ini berasal dari
Kraeplin,
Dementia Praecox
kemudian oleh
Bleuler diganti menjadi
schizophrenia
yang
berasal dari bahasa Yunani yang artinya
pembagian otak. Pada penderita
schizophrenia
ini terdapat disintegrasi
kepribadian dan kepecahan pribadi.
27
1. Logika tidak berfungsi, sehingga pembicaraan
melompat-lompat, sering mengucapkan kata-kata aneh yang hanya dapat dimengerti oleh penderita
(neologisme);
2. Ucapan, perbuatan pikiran tidak sejalan sehingga yang bersangkutan dapat menceritakan hal yang sedih sambil tertawa;
3. Timbul delusi waham sebagai akibat pikiran yang berorientasi pada khayalan;
4. Seklussif, minat dan kontak sosial sempit;
5. Timbul halusinasi, sehingga sering terjadi kesalahan
persepsi dalam arti mendengar, melihat, merasa sesuatu yang tidak ada
(Lihat B. Simandjuntak, 1981: 315)
28
Disebut juga dengan
circular insanity
atau
penyakit gila berlingkar. Nama golongan
penyakit mental ini dianggap lebih umum
daripada golongan penyakit lain dan 75 % dari
penderitanya adalah wanita. Termasuk
bentuk-bentuk yang dulu diobati sebagai
penyakit-penyakit yang berdiri sendiri seperti
mania
(kegilaan),
melancholia
(kesedihan)
dan sakit gila berkala.
29
Paranoia adalah gangguan mental yang
amat serius, dicirikan dengan timbulnya
delusi yang disistimatisir dan dihingapi
banyak ide fixed. 70 % penderitanya
adalah laki-laki, pada umumnya ada
sedikit integrasi pada para penderitanya,
akan tetapi mereka selalu
mengekspresikan diri dengan bentuk
membandel dan keras kepala.
30
Neuroses atau biasa juga disebut Psyconeurosa
berasal dari kata Nervous Disease atau penyakit saraf. Neurosis dapat diartikan ketakutan yang tidak wajar terhadap bahaya atau sesutu yang tidak ada sama sekali.
Neuroses merupakan penyebab kelainan sosial dan kelakukan kriminal, menurut data statistik penderita nerosis lebih banyak melakukan
kejahatan dibanding psikosis
31
1. Hysteria;
2. Psychastenia;
3. Tics;
4. Neurasthenia;
5. Hypochondria;
6. Anxiety Neuroses;
7. Psykhosomatisme
32
Histeria adalah gangguan psikoneurotik
yang khas dicirikan oleh emosionalitas
yang ekstrim, mencakup macam-macam
gangguan fungsi psikis, sensoris, motor,
vasomotor dan alat pencernaan.
Pada umumnya semua ini disebabkan oleh
usaha represi terhadap macam-macam
konflik di dalam alam bawah sadar.
33
1. Hysterical minor, penderita suka menangis dan tertawa tanpa bisa dikendalikan;
2. Hysterical major (hysteria conversia), gangguan ini disebabkan rasa kecemasan yang diubah dalam
bentuk gejala-gejala fungsionil pada organ-organ atau bagian tubuh. Biasanya berlangsung di bawah kontrol saraf atau dalam kata lain disadari;
3. Hysterical narcolepsi, ada kecenderungan kuat untuk tidur terus menerus. Penderita punya kecenderungan untuk berkata-kata dalam tidurnya;
4. Hysterical anorrexy, penderita tidak merasa lapar dan menolak untuk makan.
34
Psycastenia
merupakan gejala psikoneurotis
yang dibarengi dengan kompulsi, obsesi dan
ketegangan-ketegangan akibat fobia.
Kompulsi adalah keinginan yang tidak
tertahankan atau tidak bisa dicegah untuk
melakukan suatu perbuatan.
Obsesi adalah emosi yang terus menerus
melekat dalam pikiran/ hati seseorang dan
tak mau hilang, pada umumnya individu
berusaha untuk menghilangkannya.
35
acrophobia
(takut pada tempat tinggi)
;
gynaephobia
(takut pada wanita)
;
haematophobia
(takut pada darah)
;
monophobia
(takut sendiri)
; ochlophobia
(takut pada keramaian)
; agyophobia
(takut
menyebrang)
, andropobhia
(takut pada
laki-laki);
kleptomania; pyromania;
nympomania; discomania; exhibitionist
Bentuk-bentuk akibat
36
Tics adalah macam-macam
gerakan facial atau gerak muka/
wajah yang seperti dipaksakan.
Menjadi sebuah kebiasaan
sehari-hari seperti mengedipkan mata,
menggerak-gerakkan kepala,
menjulingkan mata dan lain
sebagainya
37
Neurasthenia adalah kondisi
syaraf-syaraf yang lemah dan
tidak punya energi. Ditandai oleh
keadaan cepat lelah yang terus
menerus dan ekstrim. Dibarengi
dengan macam-macam rasa sakit
dan nyeri
38
Hypochondria adalah kondisi
kecemasan yang kronis dimana
penderita selalu merasakan
ketakutan yang menjurus pada
penyakit terhadap kesehatannya
sendiri. Penderita merasa yakin
dirinya mengidap penyakit yang
serius,
39
Penderita terus menerus mengalami
ketakutan dan kecemasan walaupun
tidak ada bahaya yang mengancam.
Hampir setiap keadaan menyebabkan
kecemasan, takut dan kecemasannya
tersebut tidak dapat dikategorikan
dalam bentuk phobia.
40
Psikhosomatisme adalah hubungan
antara fisik dan mental yang saling
mempengaruhi. Konflik psikis atau
psikologis dan kecemasan tersebut
dapat menjadi sebab timbulnya
penyakit jasmani atau juga bisa
membuat lebih parah penyakit yang
sudah ada
41
Teori psikoanalisa dikemukakan oleh
Sigmund Freud (1856
–
1939). Menurut
Freud, kepribadian manusia memiliki
tiga sifat dasar, yaitu superego (hati
nurani), ego (penengah antara hati
nurani dengan nafsu) serta id
(keinginan yang ingin dipenuhi atau
nafsu).
42
1. Tindakan dan tingkah laku orang
dewasa dapat dipahami dengan
melihat perkembangan masa
kanak-kanak mereka;
2. Tingkah laku dan motif-motif bawah
sadar adalah saling berhubungan;
3. Kejahatan merupakan representasi
dari konflik psikologis.
(Isidore Silver, 1981: 53)
43
1. Hurwitz, Stephan disadur oleh L. Moeljatno,
Kriminologi, 1986;
2. Adler, Freda et al, Criminology, 1998;
3. B. Simandjuntak, Pengantar Kriminologi dan Patologi Sosial, 1981;
4. IS. Susanto, Kriminologi, 1995;
5. Kartini Kartono, Psikologi Abnormal dan Patologi Seks, 1981;
6. Silver, Isidore, Criminologi; an Introduction, 1981
44
Omnium rerum Principia Parva Sunt
Joyo-joyo wijayanti, manggiho nugroho dateng kito sami
_/|\_