• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN IDIOLOGI BESAR DUNIA DAN ID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKEMBANGAN IDIOLOGI BESAR DUNIA DAN ID"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN

IDIOLOGI BESAR

DUNIA DAN IDIOLOGI

(2)

A. PENGERTIAN DAN MAKNA IDIOLOGI

BAGI BANGSA DAN NEGARA

 Pengertian Idiologi

• Idiologi berasar dari kata “Idea” (Yunani).

“Eidos” Gagasan/ Konsep/ Cita-cita

“Logos” Ilmu

Secara Harfiah: Suatu rangkaian ide yang terpadu menjadi satu.

Mubyarto: Idiologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan dan simbol-simbol

masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja

(3)

 Tiga Dimensi untuk mengukur kekuatan

suatu idiologi menurut Alfian:

1. Dimensi Realita = Nilai-nilai dasar yang

terkandung didalam idiologi tersebut secara ril berakar dalam/ dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya, terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya

2. Dimensi Idealisme = Nilai-nilai dasar

(4)

LANJUTAN….

3.Dimensi Fleksibilitas = Ideologi tersebut memiliki keluwesan yang

memungkinkan dan merangsang

pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan Ideologi bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai

(5)

B. PERKEMBANGAN

IDIOLOGI BESAR DUNIA

1. Liberalisme

Liber = Berarti bebas, merdeka, tak terikat Paham yang menuntut kebebasan bagi

individu manusia.

Dalam Ajarannya, Manusia pada hakikatnya adalah mahluk individu yang bebas, pribadi yang utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia lainnya sehingga keberadaan

individu lebih penting dari masyarakat. fungsi negara untuk menjaga agar

(6)

2. Komunisme

Awalnya, Istilah Komunisme dipakai untuk cita-cita utopis masyarakat, dimana

segala hak milik pribadi dihapuskan dan semuana dimiliki secara bersama.

Beberapa hal yang terkait dengan komunisme:

(7)

a. Landasan pemikiran yang meliputi;

 Penolakan situasi dan kondisi masa

lampau

 Analisa yang cenderung negatif

terhadap situasi yang ada

 Otoriter

 Marxisme

Konflik dari berbagai hal yang berlawanan bisa membawa kehidupan sosial-politik dari tingkat sebelumnya ke tingkat yang lebih tinggi.

(8)

 Sosialisme

• Idiologi yang berpandangan adanya

persamaan dan kesamaan dalam menjalani kehidupan

• Pertama sekali muncul ditahun 1850 di

Perancis.

• Semula, Komunisme dan Sosialisme

(9)

3. Fasisme

 Merupakan sebuah ideologi yang berusaha

menghidupkan kembali kehidupan sosial, ekonomi dan budaya dan negara dengan berlandaskan pada asas nasionalisme

yang tinggi dengan ciri-ciri;

a. Tidak setuju dengan kemapanan yang

anti perubahan.

b. Selalu mengangkat kembali kenangan

masalalu.

c. Selalu muncul ketika negara mengalami

krisis

 Semboyan Fasisme: crediere, Obediere,

Combattere (“Yakinlah”, “Tunduklah”,

(10)

4. Nasionalisme

 Nasionalisme adalah suatu paham yang

berpendapat bahwa kesetiaan yang tertinggi harus diserahkan pada negara.

 Hakikat Nasionalisme: Keinginan untuk hidup

bersama, keinginan untuk eksis bersama. (Ernest Renant)

 Empat arti Nasionalisme menurut Hayes (dalam

Karim 1996:97):

1. Sebagai suatu proses sejarah aktual.

2. Sebagai suatu teori, prinsip atau implikasi ideal

dalam proses sejarah aktual.

3. Nasionalisme menaruh kepedulian terhadap

kegiatan-kegiatan politik .

4. Sebagai suatu sentimen, yaitu menunjukan

(11)

C. PERKEMBANGAN IDEOLOGI BARU

1. Pluralisme

 Plural = Beragam

Isme = Paham

 Secara sederhana, Pluralisme dapat

dikatakan sebagai paham tentang kemajemukan masyarakat.

2. Feminisme

 Paham yang menuntut hak

sepenuhnya antara kaum wanita dengan kaum laki-laki.

 Feminisme mengasumsikan bahwa

(12)

3. Postmodernisme

 Postmedernisme ialah kritik filosofis

atas gambaran dunia dan selalu bertolak belakang dengan modernisme.

 Pada intinya, postmodernisme

(13)

D. PANCASILA SEBAGAI

IDIOLOGI BANGSA INDONESIA

 Pancasila dinyatakan sebagai Ideologi

Negara Republik Indonesia dengan tujuan segala sesuatu dalam bidang penerintahan ataupun semua yang

berhubungan dengan hidup kenegaraan harus dilandasi dalam titik tolaknya,

dibatasi dengan gerak pelaksanaanya, dan diarahkan dalam mencapai

(14)

1. Makna dan peranan Pancasila

a. Dimensi Teologis

Menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan yaitu cita-cita , Proklamasi 1945.

b. Dimensi Etis

MenunjPancasila manusia dan martabat manusia dalam kedudukan yang sama c. Dimensi Integral-integratif

(15)

2. Makna Ideologi Pancasila

Sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia

yang secara normatif perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,

berbangsa dan bernegara.

a. Pancasila Sebagai Ideologi Persatuan

Berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa

b. Pancasila sebagai ideologi pemb angunan Berfungsi sebagai tolak ukur kesejahteraan c. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Berfungsi untuk menangkal budaya dan

Referensi

Dokumen terkait

sayangJ, dan asah [pemberian stimulasi/rangsang).2'a Upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak merupakan suatu pemikiran dan pandangan serta semangat yang harus tumbuh

berhubungan dengan pemecahan persoalan secara terintegrasi. Komunikasi mengenai segala hal tentang keberadaan, konsep, dan tujuan kawasan desa wisata di Gunung Pring

Persoalan penting lainnya yang biasa digunakan dalam rapat atau persidangan adalah pengetukan palu sidang, sederhana tapi berpengaruh besar dan dianggap

Melihat dari uraian di atas, maka ada beberapa alasan mengapa penulis meneliti pemikiran Sayyid Quthb dalam tafsirnya mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan

Oleh karena itu, peningkatan akan kualitas kehidupan kerja merupakan suatu keharusan demi meningkatkan semangat kerja karyawan agar tercapainya tujuan perusahaan dan dengan

Untuk menghindari pembahasan yang tidak terarah dan mengakibatkan tidak tepatnya sasaran yang diharapkan, maka penulis membatasi masalah hanya pada pengaruh kualitas

Berdasarkan uraian diatas dan dilandasi pemikiran bahwa sangatlah penting diketahui atau ditemukan mekanisme yang tepat dan efisien untuk memberikan solusi kepada lessor berupa

Berdasarkan uraian di atas, dikembangkan kerangka pemikiran terhadap analisis dan penerapan pro-poor budgeting sebagai berikut : Keterangan : RPJPD : Rencana Pembangunan Jangka