(TEORI & PRAKTIK)
TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN II
DISUSUN OLEH:
MUSTARA
PROGRAM STUDI PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN CIREBON
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas selesainya penyusunan modul mata ajaran teknologi dan informasi kesehatan 2 (Pengenalan Aplikasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan). Modul ini disusun guna mempermudah mahasiswa dalam mempelajari sekaligus mempraktikan ilmu dalam mata kuliah ini.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak terdapat banyak kekurangan dalam modul ini, oleh karenanya penyusun sangat mengharapkan kritik dan masukan demi penyempurnaan modul ini. Walaupun modul ini masih banyak kekurangan, namun penyusun berharap semoga modul ini dapat bermanfaat dan membantu mahasiswamemahami dan mempraktikan mata ajaran teknologi dan informasi kesehatan 2 (Pengenalan Aplikasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan).
Pada akhirnya penyusun banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian modul ini.
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
PENDAHULUAN ... 1
Deskripsi Singkat ... 1
Relevansi ... 1
Tujuan Instruksional ... 2
POKOK BAHASAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN NASIONAL ... 3
Pengertian ... 3
Tujuan ... 4
Peran SIK dalam Sistem Kesehatan ... 5
Pengembangan SIK ... 7
POKOK BAHASAN PENGENALAN APLIKASI PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN ... 9
Pendahuluan ... 9
Aplikasi di Puskesmas ... 9
Aplikasi di Rumah Sakit ... 18
Latihan/Tugas ... 21
POKOK BAHASAN KONSEP SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) ... 23
Pengertian ... 23
iii
Arsitektur dan Unsur Keamanan SIMRS ... 24
POKOK BAHASAN APLIKASI SIMRS ... 27
Aplikasi Sistem Klasifikasi Penyakit dan Tindakan (ICD) ... 27
Aplikasi Sistem Pembiayaan Kesehatan di RS ... 29
POKOK BAHASAN KONSEP SISTEM INFORMASI PUSKESMAS ... 40
Pengertian ... 40
Tujuan ... 40
Sumber Informasi SIMPUS ... 41
Mekanisme Penyelenggaraan SIMPUS ... 42
POKOK BAHASAN APLIKASI SIMPUS ... 43
Aplikasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) ... 43
Pengaturan Kabupaten/Kota dan Puskesmas ... 43
Modul Loket ... 57
Modul Pelayanan ... 59
Modul Apotik ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 65
1
PENDAHULUAN
Deskripsi Singkat
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit saat ini sudah didorong dengan perkembangan teknologi dan informasi. Pelayanan kesehatan terhadap pasien pada suatu institusi kesehatan dimulai dari pendaftaran sampai dengan pasien pulang. Hal itu perlu dilakukan pencatatan dan pendokumentasian terhadap apa yang sudah dilakukan terhadap pasien.
Pencatatan dan pendokumentasian serta pelayanan terhadap pasien dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi diharapkan dapat mendorong optimalisasi pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, berbagai perangkat lunak dikembangkan untuk itu. Beberapa perangkat lu ak a g digu aka di ‘u ah “akit a tara lai : “IM‘“, INA CBG s, da ICD X. Sedangkan beberapa aplikasi yang digunakan di Puskesmas antara lain SIMPUS.
Relevansi
2
pembelajaran tentang berbagai konsep aplikasi dan penggunaanya perlu dikuasai oleh lulusan rekam medis.
Tujuan Instruksional
Setelah mempelajari modul ini diharapakan mahasiswa mampu:
1. Mengetahui berbagai macam bentuk aplikasi perangkat lunak pada fasilitas pelayanan kesehatan
3
POKOK BAHASAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN
NASIONAL
Pengertian
Kementerian Kesehatan sudah sejak lama mengembangkan Sistem
Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS). Sejak diciptakannya Sistem
Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) pada tahun
1970-an. Pengembangan SIKNAS ini semakin ditingkatkan lagi sejak tahun 1984
dengan dibentuknya Pusat Data Kesehatan pada Departemen Kesehatan
RI. Namun dalam perkembangannya pengembangan SIKNAS masih
memiliki hambatan dan tantangan yang perlu diselesaikan.
Sistem Informasi Kesehatan Nasional merupakan bagian dari konsep
Sistem Informasi Kesehatan (SIK). Menurut Perturan Pemerintah (PP)
Nomor 46 Tahun 2014 SIK adalah seperangkat tatanan yang meliputi data,
informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya
manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk
mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung
pembangunan kesehatan. Pengertian lain dari SIK adalah adalah suatu
sistem yang menyediakan dukungan informasi bagi proses pengambilan
keputusan di setiap jenjang administrasi kesehatan, baik di tingkat unit
pelaksana upaya kesehatan, di tingkat kabupaten/kota, di tingkat provinsi,
maupun di tingkat pusat.
4
Sistem informasi atau sistem informasi manajemen pada hakekatnya
adalah serangkaian prosedur dan integrasinya dengan perangkat dan
manusia untuk menghasilkan data/informasi untuk manajemen. Sistem
informasi merupakan tatanan yang melibatkan manusia, peralatan, dan
prosedur untuk menghasilkan data dan informasi yang digunakan untuk
pengambilan keputusan.
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus didukung oleh SIK yang
baik. SIK dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan
harus dapat mengelola data, informasi, dan indikator kesehatan. Data
kesehatan adalah angka dan fakta kejadian berupa keterangan dan
tanda-tanda yang secara relatif belum bermakna bagi pembangunan kesehatan.
Informasi kesehatan adalah data kesehatan yang telah diolah atau
diproses menjadi bentuk yang mengandung nilai dan makna yang berguna
untuk meningkatkan pengetahuan dalam mendukung pembangunan
kesehatan, dan indikator kesehatan adalah istilah, nilai, dan/atau
tingkatan sebagai variabel yang membantu untuk menganalisis atau
mengukur status kesehatan atau perubahan baik langsung maupun tidak
langsung dalam pembangunan kesehatan.
Data kesehatan dalam SIK terdiri dari 2 yaitu: (1) Data yang dikumpulkan
secara teratur oleh penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan, instansi
Pemerintah Daerah, dan instansi Pemerintah melalui pencatatan dan
pelaporan atau cara lain disebut data rutin; (2) Data yang dikumpulkan
sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan kesehatan
yang ditetapkan oleh Pemerintah disebut data non rutin.
Tujuan
5
1.
Menjamin ketersediaan, kualitas, dan akses terhadap Informasi
Kesehatan
yang
bernilai
pengetahuan
serta
dapat
dipertanggungjawabkan;
2.
Memberdayakan peran serta masyarakat, termasuk organisasi
profesi dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan;
3.
Mewujudkan penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan dalam
ruang lingkup sistem kesehatan nasional yang berdaya guna dan
berhasil guna terutama melalui penguatan kerja sama, koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi dalam mendukung penyelenggaraan
pembangunan kesehatan yang berkesinambungan
Peran SIK dalam Sistem Kesehatan
Menurut
World Health Organization
WHO dala uku
Design and
Implementaiton of Health Information System
ahwa suatu siste
informasi kesehatan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian
dari suatu sistem kesehatan. Sistem informasi kesehatan yang efektif
memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan
semua jenjang. Sistem informasi harus dijadikan sebagai alat yang efektif
bagi manajemen. WHO juga menyebutkan bahwa SIK merupakan salah
satu
dari
6
uildi g
lo ks
atau
komponen utama dalam suatu sistem kesehatan. Enam komponen Sistem
kesehatan tersebut adalah:
1.
Service Delivery / Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
2.
Medical products, vacines, and technologies
/ Produk Medis,
Vaksin, dan Teknologi Kesehatan
3.
Health Workforce / Tenaga Medis
4.
Health System Financing / Sistem Pembiayaan Kesehatan
6
6.
Leadership and Governance / Kepemimpinan dan Pemerintahan
SIK disebut sebagai salah satu dari 7 komponen yang mendukung suatu
sistem kesehatan, dimana sistem kesehatan tidak bisa berfungsi tanpa
satu dari komponen tersebut. SIK bukan saja berperan dalam memastikan
data mengenai kasus kesehatan dilaporkan tetapi juga mempunyai
potensi untuk membantu dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi
proses kerja. Sistem Kesehatan Nasional terdiri dari dari tujuh subsistem,
yaitu :
1.
Upaya kesehatan,
2.
Penelitian dan pengembangan kesehatan,
3.
Pembiayaan kesehatan,
4.
Sumber daya manusia kesehatan,
5.
Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan,
6.
Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan,
7.
Pemberdayaan masyarakat
SIK Nasional yang diharapkan adalah SIK Terintegrasi yaitu sistem
informasi yang menyediakan mekanisme saling hubung antar sub sistem
informasi dengan berbagai cara yang sesuai dengan yang dibutuhkan,
sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau
diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain. Hal ini melingkupi sistem
secara teknis (sistem yang bisa berkomunikasi antar satu sama lain) dan
konten (data set yang sama). Aliran informasi antar sistem sangat
bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem
yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya.
7
secara
interoperable
terjadi pertukaran data antar aplikasi. Dengan SIK
Terintegrasi, data entri hanya perlu dilakukan satu kali sehingga data yang
sama akan disimpan secara elektronik dan bisa dikirim dan diolah. SIK
Terintegrasi yang berbasis elektronik adalah strategi pengembangan yang
akan diadopsi untuk meringankan beban pencatatan dan pelaporan
petugas kesehatan di lapangan.
Dalam rangka mewujudkan SIK Terintegrasi, dikembangkan model SIK
Nasional yang menggantikan sistem yang saat ini masih diterapkan di
Indonesia. Model ini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi tetapi tetap dapat menampung SIK Manual untuk fasilitas
kesehatan yang masih mempunyai keterbatasan infrastruktur (seperti
pasokan listrik dan peralatan komputer serta jaringan internet). Kedepan
semua pemangku kepentingan SIK bisa bergerak menuju ke arah SIK
Komputerisasi dimana proses pencatatan, penyimpanan dan diseminasi
informasi bisa lebih efisien dan efektif serta keakuratan data dapat
ditingkatkan.
Pengembangan SIK
8
Gambar 1 Tata Hubungan Sub Sistem Dalam SKN
Strategi Pengembangan SIKNAS adalah sebagai berikut:
1.
Integrasi sistem-sistem informasi kesehatan yang ada
2.
Penyelenggaraan pengumpulan dan pemanfaatan bersama
(sharing) data dan informasi terintegrasi.
9
POKOK BAHASAN PENGENALAN APLIKASI PADA
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
Pendahuluan
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini memberikan dampak yang
signifikan terhadap konsep penyelenggaraan dan tata hubungan dalam
suatu organisasi. Proses
–
proses produksi dalam suatu institusi tentunya
harus mengikuti kemajuan teknologi dan informasi. Hal ini semata
–
mata
untuk menjamin bahwa konsumen/klien dari intitusi yang bersangkutan
mendapatkan produk yang cepat dan berkualitas.
Dala i dustri ida g kesehata pu de ikia , Pela a a kesehata
sebagai suatu produk dari institusi kesehatan tentunya harus dapat
diakses dan dinikmati oleh konsumen/klien. Rumah sakit dan puskesmas
sebagai intitusi pelayanan kesehatan juga harus mengikuti kemajuan
teknologi agar pelayanan kepada pasien dan masyarakat menjadi lebih
optimal lagi. Salah satu bentuk fasilitas pelayanan kesehatan tersebut
telah mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi adalah dengan
digunakannya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
dalam proses bisnis yang dijalankan oleh keduanya.
Aplikasi di Puskesmas
10
1.
Masa Sentralisasi. Pada masa ini pencatatan dan pelaporan yang
dilakukan oleh semua puskesmas yang ada di Indonesia dibuat
seragam. Acuan yang digunakan adalah Kepmenkes Nomor 63
tahun 1981 tentang SP2TP. Selanjutnya kebijakan tersebut
dikuatkan lagi dengan Kpeutusan Dirjen Binkesmas Nomor
590/BM-Info/V/1996 tentang SIMPUS. Dalam perkembangannya
dilakukan evaluasi dan penyederhanaan terhadap SP2TP menjadi
SP3 yang dilakukan oleh Pusdatin.
2.
Masa Desentralisasi. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah
dimana bidang kesehatan merupakan bidang yang diserahkan
urusan dan kewenangannya kepada daerah maka setiap daerah
(kab/kota)
melakukan
pengembangan
terhadap
sistem
pencatatan dan pelaporan di puskesmas. Hampir setiap daerah
melakukan pengembangan aplikasi di puskesmas dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Melihat
fenomena tersebut maka pada tahun 2009 Kementerian
Kesehatan melalui Pusdatin melakukan pembenahan terhadap
sistem pencatatan dan pelaporan di puskesmas. Pengembangan
sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas berbasis elektronik
dikembangkan oleh Pusdatin dengan nama SIKDA Generik (modul
puskesmas dan modul dinkes).
11
Gambar 2 Alur Pencatatan dan Pelaporan Dalam SP2TP
12
Gambar 3 Mekanisme Pengumpulan Data Dalam SIMPUS
Dalam aplikasi SIMPUS ini mengenal beberapa modul antara lain:
1.
Modul Data Kesehatan
2.
Modul Loket
3.
Modul Pelayanan
4.
Modul Apotik
5.
Modul Gudang
6.
Modul Laporan
13
http://www.sikda.depkes.go.id/sikda-new/ da teka Enter u tuk menjalankan aplikasi SIMPUS.
1.
Masukan user, password, dan pilih puskesmas sebagai berikut:
User: puskesmas
Password: puskesmas
Puskesmas: Kec. Setia Budi
Selanjutnya klik login sehingga muncul tampilan seperti berikut:
14
Melalui halaman ini dapat dilihat grafik kunjungan pasien per hari,
5 diagnosis terbanyak dalam 30 hari terakhir, dan 5 kunjungan poli
terbanyak dalam 30 hari terakhir (dalam
rounded rectangel
merah).
16
Pelayanan
17
Kasir
18
Aplikasi di Rumah Sakit
Beberapa aplikasi yang digunakan di RS antara lain:
19
20
21
Latihan/Tugas
A. Pedoman Praktikum:
1. Setiap mahasiswa bekerja dengan perangkat komputer yang sudah terinstal aplikasi:
a. INA CBGs
b. SIKDA Generik (SIMPUS) B. Kegiatan Praktik Aplikasi INA CBGs
1. Siapkan komputer kerja 2. Anda sebagai koder 3. Buka aplikasi INA CBGs
4. Lakukan perekaman data terhadap pasien yang berobat ke Instalasi Rawat Jalan sebagai berikut:
a. Nama Pasien (nama anda)
b. Nomor Rekam Medis (0000--) dua digit terakhir nomor absensi anda
c. Jenis Kelamin (disesuaikan) d. Tanggal Lahir (bebas) e. Model Pembayaran (JKN) f. Nomor Peserta (bebas) g. Nomor SEP (NIM) h. Cara Pulang (sembuh)
i. Dokter Penanggung Jawab (nama anda) j. Tarif RS (300000)
k. Surat Rujukan (ada) l. Diagnosa (Typhoid)
5. Print out Laporan Individual Pasien (dilampirkan bersama dengan laporan praktikum)
6. Buatlah laporan praktikum penggunaan aplikasi INA CBGs 7. Dikumpulkan pada perkuliahan berikutnya
8. Selamat berlatih
22 2. Anda sebagai petugas pendaftaran 3. Buka aplikasi SIMPUS
4. Lakukan perekaman data terhadap pasien baru yang berobat ke Instalasi Rawat Jalan sebagai berikut:
a. Nomor Rekam Medis : otomatis b. NIK : Bebas – 16 digit angka
c. Nama Lengkap : Nama Anda Sendiri d. Tanggal Daftar : Hari saat pendaftaran e. Tempat Lahir : Tempat lahir
f. Tanggal Lahir : Tanggal lahir g. Jenis Kelamin : Laki/Perempuan h. Kel/Jenis Pasien : JKN
i. Data Alamat (rincian variabel) : Bebas j. Data Pribadi (rincian variabel) : Bebas k. Keluarga (rincian variabel) : Bebas l. Daftarkan ke kunjungan : Rawat Jalan m. Poliklinik : umum
23
POKOK BAHASAN KONSEP SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS)
Pengertian
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 tahun 2013 tentang SIMRS yang dimaksud dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dilakukan baik oleh tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Dalam setiap tindakan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien di RS harus didokumentasikan dengan baik dalam bentuk rekam medis. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis pada Pasal 5 ayat (3) pembuatan rekam medis ... dilaksanakan melalui pencatatan dan pendokumentasian hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat SIMRS adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan.
Tujuan
24
Pelaksanaan SIMRS harus mampu meningkatkan dan mendukung proses pelayanan di RS yang meliputi:
1. Kecepatan, akurasi, integrasi, peningkatan pelayanan, peningkatan efisiensi, kemudahan pelaporan dalam pelaksanaan operasional; 2. Kecepatan mengambil keputusan, akurasi dan kecepatan identifikasi
masalah dan kemudahan dalam penyusunan strategi dalam pelaksanaan manajerial;
3. Budaya kerja, transparansi, koordinasi antar unit, pemahaman sistem dan pengurangan biaya administrasi dalam pelaksanaan organisasi
Arsitektur dan Unsur Keamanan SIMRS
Arsitektur SIMRS paling sedikit terdiri atas:1. Kegiatan pelayanan utama (front office)
Setiap Rumah Sakit memiliki prosedur yang unik (berbeda satu dengan lainnya), tetapi secara umum/generik memiliki prosedur pelayanan terintegrasi yang sama yaitu proses pendaftaran, proses rawat (jalan atau inap) dan proses pulang (seperti pada gambar berikut). Selama proses perawatan, pasien akan menggunakan sumber daya, mendapat layanan dan tindakan dari unit-unit seperti farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, bedah, invasive, diagnostic non invasive dan lainnya. Unit tersebut mendapat order/pesanan dari dokter (misalnya berupa resep untuk farmasi, formulir lab dan sejenisnya) dan perawat.
2. Kegiatan administratif (back office)
25
berhubungan/link dengan proses pada front office, digambarkan berikut ini.
3. Komunikasi dan kolaborasi
Kemanan SIMRS meliputi:
1.
Kemanan fisik
Adanya kebijakan hak akses pada ruang data center/server.
Selain itu perlu ada kebijakan tentang hak akses terhadap
komputer pengguna.
2.
Keamanan jaringan
Keamanan jaringan (network security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan. Kemanan dalam jaringan juga meliputi:
a. Informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e. Pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan
3.
Keamanan aplikasi
Untuk memenuhi syarat keamanan sebuah, maka sistem harus memenui syarat-syarat sebagai berikut:
26
b.
Aplikasi harus memungkinkan masing-masing user dapat didentifikasikan secara unik, baik dari segi nama dan perannya.c.
Akses melalui metode akses remote dapat berfungsi dengan baikmelalui aplikasi client (yaitu melalui VPN, modem, wireless, dan sejenisnya).
27
POKOK BAHASAN APLIKASI SIMRS
Aplikasi Sistem Klasifikasi Penyakit dan Tindakan (ICD)
Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk mencari diagnosis penyakit adalah aplikasi ICD – 10 yang dikembangkan oleh WHO. Penggunaan aplikasi tersebut sebagai berikut:
1. Klik satu kali aplikasi ICD-10
Sehingga terbuka tampilan utama sebagai berikut:
28
29
Aplikasi Sistem Pembiayaan Kesehatan di RS
Pembayaran yang dilakukan di rumah sakit ketika sudah dilakukan pelayanan dapat dilakukan melalui pembayaran langsung maupun tidak langsung. Pembayaran tidak langsung dilakukan melalui mekanisme klaim terhadap penangunggung jawab pembayaran pasien. Bagi pasien sebagai peserta BPJS maka penanggungjawab pembayarannya adalah BPJS Kesehatan, maka mekanisme yang digunakan untuk pembayarannya dilakukan melalui klaim ke BPJS Kesehatan. Aplikasi yang dikembangkan untuk melakukan klaim ke BPJS Kesehata di ‘“ adalah aplikasi INA CBG s.
Cara e gi stall aplikasi INA CBG s adalah se agai erikut:
1. Pilih icon installer INA CBGs 4.0 dan klik 2 kali untuk mulai melakukan instalasi aplikasi.
30
3. Lakukan instal XAMPP sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini, selanjutnya Klik Next.
31
5. Selesai menginstal XAMPP dan Klik button NO sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
32
33
8. U tuk dapat ela jutka i stalasi asuka password ase i u u dan Klik button Next sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
34
10. Setelah selesai menginstal secara lengkap aplikasi INA CBGs, pilih No untuk restart komputer sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
11. Lakukan Update Grouper pada file installer update grouper yang ada pada folder CBGs 2015 sebagaiman terlihat pada gambar dibawah ini:
35
Cara e ggu aka aplikasi INA CBG s adalah se agai erikut:
1.
Pe ggu aa aplikasi INA CBG s Versi 4. de ga
cara j
alankan aplikasi Mozilla firefox atau google crome yang sudah terinstal, kemudian ketik http://localhost/inacbg/ da teka Enter sehingga muncul tampilan sebagai berikut:36
3.
Lakukan pencarian dengan cara memasukan nama/nomor rekam
medis pasien bagi pasien yang sudah pernah dilakukan entry data
kemudian klik tombol cari sehingga muncul tampilan sebagai
berikut:
37
Selanjutnya pilih pasien yang dikehendaki dengan cara mengklik
satu kali nomor RM atau nama pasien. Sehingga muncul tampilan
sebagai berikut:
4.
Bagi pasien yang baru lakukan entry data dengan cara klik tombol
baru sehingga muncul tampilan sebagai berikut:
a.
Isikan identitas pasien
38
b.
Isikan data klaim /grouping pasien
Kemudian klik simpan
c.
Isikan data klaim/grouping selanjutnya
39
d.
Setelah dilakukan proses grouper maka akan muncul
tampilan sebagai berikut yang menunjukan biya klaim
pasien tersebut:
40
POKOK BAHASAN KONSEP SISTEM INFORMASI
PUSKESMAS
Pengertian
Sistem pendacatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP) telah diberlakukan sejak tahun 1981. SP2TP secara potensial, dapat berperan banyak dalam menunjang proses manajemen Puskesmas. Namun berbagai data SP2TP yang tersedia untuk menunjang menejemen puskesmas belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada tahun 1992 telah diupayakan penyederhanaan format pelaporan Puskesmas. Dasar emikiran penyederhanaan tersebut adalah pengurangan beban kerja Puskesmas dan peningkatan mutu data yang dilaporkan serta pemanfaatannya sehingga laporan SP2TP diutamakan pada informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan dalam meningkatkan manajemen Puskesmas.
SIMPUS adalah suatu tatanan manusia/peralatan yang menyediakan informasi untuk membantu proses manajemen Puskesmas mencapai sasaran kegiatannya. Sumber informasi utamanya adalah SP2TP, sedangkan informasi lain yang ada berperan sebagai pelengkap.
Tujuan
Tujuan Umum:
41
Tujuan Khusus:
1.
Sebagai dasar penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP)
2.
Sebagai dasar penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan pokok
Puskesmas (Lokakarya Mini)
3.
Sebagai dasar pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
pokok Puskesmas (PWS dan Stratifikasi Puskesmas)
4.
Untuk mengatasi berbagai hambatan pelaksanaan kegiatan
pokok Puskesmas
Sumber Informasi SIMPUS
Sebagaimana diketahui SP2TP terdiri dari komponen pencatatan dan
komponen pelaporan. Hal yang penting dalam menunjang kegiatan
manajemen Puskesmas adalah komponen pencatatannya, oleh karena
informasi yang dapat dihasilkan dari komponen ini lebih lengkap daripada
komponen pelaporannya.
Pencatatan-pencatatan yang utama antar alain:
1.
Kartu individu, seperti: Kartu Rawat Jalan, Kartu Ibu, Kartu TB,
Kartu Rumah dan sebagainya
2.
Register, seperti: Register Kunjungan, Register KIA, Register
Posyandu, dan sebagainya
3.
Laporan Kejadian Luar Biasa dan Laporan Bulanan Sentinel
4.
Rekam Kesehatan Keluarga (RKK atau Family Folder), yang
42
c.
Salah seorang anggotanya mempunyai risiko tinggi
seperti: ibu hamil, BBLR, dan balita kurang energi kronis
d.
Salah satu anggotana menderita gangguan jiwa
Mekanisme Penyelenggaraan SIMPUS
Mekanisme penyelenggaraan SIMPUS dimulai dari data untuk SP2TP dikumpulkan , diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan berdasarkan petunjuk dari Pedoman Pengolahan dan Pemanfaatan Data SP2TP dan petunjuk lain dari masing – masing program yang ada seperti (Gizi, KIA, Imunisasi, Kesehatan Lingkungan, dan sebagainya).
Pengolahan dan analisis dilakukan oleh masing – masing penanggung jawab kegiatan progam di Puskesmas dan pengelola program disemua jenjang administrasi. Informasi yang diperoleh dari pengolahan dan interpretasi data SP2TP dan sumber lainnya dapat bersifat kualitatif (seperti meningkat, menurun dan tidak ada perubahan) dan bersifat kuantitatif dalam bentuk angka seperti jumlah, presentase, dan sebagainya.
Pemanfatana informasi yang dihasilkan dari pengolahan dan interpretasi SP2TP adalah:
1. Untuk menunjang proses manajemen di tingkat Puskesmas, sebagai bahan untuk penyusunan renacanan tahunan Puskesmas, penyusunan rencana kerja operasional Puskesmas, bahan pemantauan evaluasi dan pembinaan
2. Membantu Dinas Kesehatan untuk perencanaan tahunan dan penilaian kinerja Puskesmas berdasarkan beban kerja dan pencapaian hasil kegiatan Puskesmas
43
POKOK BAHASAN APLIKASI SIMPUS
Aplikasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS)
Pengaturan Kabupaten/Kota dan Puskesmas
1. Buka aplikasi SIMPUS dengan mengklik icon SIKDA Generik ( ), sehingga tampilan seperti gambar dibawah ini:
2. Masuka user ad i da password ad i ta pa ta da kutip kemudian klik Login
44
4. Isikan profil aplikasi untuk Level Kabupaten sebagai berikut:
Level = Kabupaten
Kode Provinsi = 32 (Jawa Barat) Kode Kabupaten = 3209 (Cirebon)
Server Kementerian Kesehatan = http://localhost:8082/ Server Dinas Kesehatan Provisni = http://localhost:8082/
45
Sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Selanjutnya klik Proses Data
46
Isikan identitas sebagai berikut, selanjutnya klik Proses Data sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Setelah pengguna untuk level kabupaten/kota dibuat selanjutnya keluar dari aplikasi dan masuk kembali dengan User = kab_cirebon dan Password = kab_cirebon selanjutnya klik login sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
47
Pada level kabupaten/kota ini langkah berikutnya adalah membuat pengaturan untuk level puskesmas dan membuat user – user untuk para penggunanya di level puskesmas.
48
Dalam kasus ini buatlah pengaturan untuk : Provinsi = 32 (Jawa Barat)
Kabupaten/Kota = 3209 (Cirebon) Kecamata = 3209130 (Palimanan) Puskesmas = P3209130201 (Palimanan)
Kelurahan/Desa = 3209130011 (Palimanan Timur)
49
7. Sebelum membuat user – user pada level Puskesmas Palimanan lakukan pengaturan terhadap petugas dan pelayanan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:
Pengaturan Petugas dilakukan dengan cara mengklik Petugas dan klik Input Petugas seagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Masukan data sebagai berikut: Kode Petugas = DR2
50 Unit = Umum
Kode Petugas = BIDKOR Nama Petugas = ENDAH Unit = KIA
Pengaturan pelayanan untuk mengatur nama kepala puskesmas dengan cara klik Dokter dan Petugas Kesehatan selanjutnya klik Input Dokter/Petugas sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
51
Masukan data bidan kordinator sebagai berikut selanjutnya klik proses data:
52
Selanjutnya lengkapi profil Puskesmas Palimanan sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
53 Pembuatan user kapus
Pembuatan user loket
55
Pembuatan user untuk level puskesmas selesai. Dalam kasus ini dibuat tiga user (kapus, loket, kia, dan obat)
9. Selanjutnya gunakan user kapus untuk salah satunya mengatur stok obat dengan cara sebagai berikut:
Selanjutnya buat stock obat masuk ke puskesmas sebagai berikut:
56
Setelah obat – obat masuk kedalam gudang puskesmas selanjutnya kapus mendistribusikannya ke apotik puskesmas masih melalui user kapus. Dengan cara mengklik obat keluar sebagai berikut:
57
Beberapa jumlah obat terdistribusi ke apotik puskesmas dan siap diberikan ke pasien yang diberikan resep pada saat pelayanan di puskesmas. Sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Modul Loket
58
59
Sampai semuanya terisi lengkap dan data pasien baru tersimpan sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Modul Pelayanan
1. Setelah pasien dilayani di loket pendaftaran selanjutnya pasien dilayani di unit KIA sebagaimana tujuan dari pasien. Untuk itu masuk dengan user kia sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
60
61
3. Setelah pasien diberikan pelayanan dan dicatatkan dalam aplikasi ini maka akan muncul keterangan bahwa pasien sudah dilayani sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
Modul Apotik
62
memasukan user obat dan password obat sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
63
2. Untuk dapat mencetak resep obat bagi pasien sebelumnya lakukan posting obat terlebih dahulu sebelum resep dapat dicetak. Maka akan terlihat gambar sebagai berikut:
64
4. Selanjutnya setelah posting berhasil klik cetak resep sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini:
65
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 1997. Pedoman Sistem Informasi Puskesmas
Kemenkes RI. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269
Tahun 2008 tentang Rekam Medis
Kemenkes RI. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1171
Tahun 2011 tentang Juknis SIRS 2011
Kemenkes RI. 2011. Petunjuk Teknis Sistem Informasi Kesehatan
66