MAKALAH BAHASA
INDONESIA
PENTINGNYA WARGA NEGARA INDONESIA MELAKSANAKAN
UJI KOMPETENSI BAHASA INDONESIA
Dosen Pembimbing : ________
Disusun oleh :
Ayunda Dianandari
: NIM 1611308240533
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
kepada kita semua serta shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah berjuang dengan segenap jiwa dan raganya, dengan nasihat dan keteladanan
yang baik demi kebahagiaan umat manusia, di dunia dan di akhirat kelak. Hal inilah yang menjadi motivasi penulis untuk menyelesaikan tugas makalah Bahasa Indonesia dengan pokok bahasan “Pentingnya Warga Negara Indonesia melaksanakan Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI)”.
Makalah ini disusun dengan segenap jiwa dan raga dari penulis untuk menyajikan tulisan
yang dapat memberikan informasi kepada pembaca untuk mengetahui pentingnya warga Negara Indonesia melakukan uji kompetensi berbahasa Indonesia. Selain itu makalah ini juga dibuat dengan menggunakan metodologi penulisan sebagaimana mestinya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan . Akan tetapi, meskipun masih banyak kekurangan dalam penulisan ini, khususnya dalam hal referensi yang masih sangat
terbatas. Atas perkenaan dari Allah SWT dan berbagai bantuan dari berbagai pihak, penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang selalu memberikan dukungan moral maupun do’a kepada penulis agar tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas-tugas
perkuliahan yang diberikan oleh dosen kepada penulis. Ucapan terima kasih ini penulis tujukan kepada orang tua penulis, dosen program studi Bahasa Indonesia, ibu ____________ serta
Demikianlah kata pengantar yang dapat penulis sampaikan. Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat salah kata dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat kepada pembaca sekalian. Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh.
Samarinda, 18 Oktober 2016
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah
C. Tujuan D. Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Uji Kompetensi Bahasa Indonesia B. Materi Uji Kompetensi Bahasa Indonesia
C. Pengertian Warga Negara Indonesia
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Uji Kompetensi Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
Kementerian Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Selanjutnya, dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada
tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. Oleh karena itu, Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada awal tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu
diwujudkan, kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa
Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari UKBI ?
2. Mengapa UKBI penting diselenggarakan kepada setiap warga Negara Indonesia ?
C. Tujuan
1. Memahami arti sesunguhnya UKBI
3. Memperbaiki kemampuan bahasa Indonesia yan sudah dimiliki
agar lebih baik lagi kedepannya.
D. Manfaat
1. Manfaat Teoritis
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis seperti berguna sebagai bahan literatur bagi penulis.
2. Manfaat Praktis a) Bagi penulis
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI)
Adalah uji kemahiran (proficiency test) untuk mengukur kemahiran berbahasa seseorang dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik penutur Indonesia maupun penutur asing. UKBI meliputi lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarkan), Seksi II (Merespons
Kaidah), Seksi III (Membaca), Seksi IV (Menulis), dan Seksi V (Berbicara).
UKBI dikembangkan oleh Pusat BahasaDepartemen Pendidikan Nasional sejak tahun 1997, sebagai rekomendasi Kongres Bahasa Indonesia III, dan diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pendidikan Nasional, Dr. Bambang Sudibyo pada tahun 2006. Pada masa yang akan datang uji kompetensi ini akan digunakan sebagai instrumen penerimaan pegawai dan
syarat bagi orang asing yang ingin belajar dan bekerja di Indonesia, seperti halnya TOEFL dalam Bahasa Inggris
Dalam pengembangan UKBI, ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa dalam
kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum, yaitu ranah kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta
ranah kecakapan hidup khusus, yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan.
Uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) juga adalah sebuah sarana pengukur
kemahiran berbahasa Indonesia yan di kembangkan oleh Pusat Bahasa yang sekarang bernama
Indonesia ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia para peserta
uji berdasarkan soal dan menetapkan dalam sebuah skala. UKBI memiliki fungsi yang amat
sangat stategis. Tak hanya sebagai saranan untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia, tetapi
juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya
sendiri. Dengan instrumen ini, setiap orang atau instansi diharapkan dapat memperoleh informasi
yang akurat tentang profil kemahiran berbahasa Indonesia.
B. Dasar Hukum Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ( UKBI )
Instrumen tentang UKBI sendiri telah di kukuhkan oleh Menteri Pendidikan Nasional
dengan surat keputusan Mendiknas no 15/U/2003. Disamping itu, UKBI juga telah terdaftar
dan mendapat pengakuan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia pada tanggal
8 Januari 2004 dengan Hak Cipta Nomor 023993 dan 023994. Dengan diluncurkannya UKBI oleh Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 13 Juli 2006, maka UKBI telah resmi
menjadi sebuah tes resmi yang dapat digunakan di kalangan masyarakat.
C. Lokasi Pengujuan UKBI
Pengujian lokasi UKBI dilaksanakan di Pusat Bahasa, Balai / Kantor Bahasa atau di
tempat lain, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang layak dijadikan sebagai tempat uji. UKBI dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu UKBI berbasis tes tulis (menggunakan kertas dan pensil) atau UKBI berbasis computer yang lebih dikenal dalam jaringan ( UKBI Daring ) atau
UKBI Online.
Sehubungan dengan hal itu, Balai Bahasa sebagai unit pelaksana teknis badan bahasa
SMK, Mahasiswa / (i), guru, masyarakat umum, dan orang asing yang hendak tinggal di Indonesia atau warga Negara asing yang hendak bekerja di Indonesia.
Tujuan sosialisasi dan pengujian UKBI adalah memperkenalkan UKBI sebagai sarana uji kemahiran berbahasa Indonesia, terutama di kalangan pendidikan dan memperoleh gambaran tingkat kemahiran peserta uji.
D. Materi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia.
Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras,
seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Materi itu berasal dari berbagai sumber, baik wacana komunikasi lisan sehari-hari di masyarakat maupun wacana tulis di media massa, buku acuan, dan tempat umum.
Dengan materi itu, UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan
tulis dalam bahasa Indonesia. Kemampuan itu dapat diukur dari keterampilan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara, serta pengetahuan tentang kaidah bahasa Indonesia. Berkaitan dengan aspek keterampilan berbahasa dan pengetahuan bahasa itu, UKBI berisi lima seksi
berikut.
Seksi I (Mendengarkan)
Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan, baik dalam bentuk dialog maupun monolog. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda
dengan alokasi waktu 25 menit.
Seksi II (Merespons Kaidah)
ragam formal, yaitu ejaan, bentuk dan pilihan kata, serta kalimat. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit.
Seksi III (Membaca)
Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit.
Seksi IV (Menulis)
Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan
informasi yang terdapat dalam diagram, tabel, atau gambar. Dalam seksi ini terdapat satu soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana 200 kata.
Seksi V (Berbicara)
Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram, tabel, atau gambar. Dalam seksi ini terdapat satu soal
dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan.
E. Pengertian Warga Negara Indonesia
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga
negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai
penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara
Indonesia (WNI) adalah
1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu
warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak
memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak
tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik
Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan
kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum
mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi
1. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun
dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
2. anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
3. anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
4. anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.
Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi
sebagai berikut:
1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan
2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Uji Kompetensi Berbahasa Indonesia adalah sebuah tes kemampuan berbahasa Indonesia bagi warga Negara Indonesia dan di peruntukkan untuk mengukur sudah sampai mana batas kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki. Ini penting karena sebagai warga Negara Indonesia, yang lahir dan besar di Indonesia kita harus memahami bahasa Indonesia itu seperti apa dan bagaimana. UKBI juga sebagai sarana untuk mensosialisasikan bahasa Indonesia pada kalangan-kalangan remaja yang kerap menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari mereka. UKBI juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga atas bahasa Indonesia Karena bahasa Indonesia lahir untuk mempersatukan seluruh suku dan bangsa di Indonesia.
B. Saran
1.
Kepada pembaca agar membaca referensi dari sumber lain apabila terdapat perbedaan pendapat terhadap apa yang telah disajikan di dalam makalah ini.2. Kepada penulis yang melakukan pengembangan terhadap makalah ini sebaiknya
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Warga_Negara_Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Uji_Kemahiran_Berbahasa_Indonesia