• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUMDES DI KECAMATAN KALIGONDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MODEL ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUMDES DI KECAMATAN KALIGONDANG"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

960

komersial. Dasar pembentukan BUMDes sebagai lokomotif pembangunan di desa lebih dilatarbelakangi pada prakarsa pemerintah dan masyarakat desa dengan berdasarkan pada prinsip kooperatif, partisipatif dan emansipatif dari masyarakat desa. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di pedesaan. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan pengelola BUMDES mampu membuat analisis kelayakan usaha dengan baik dan benar.

ABSTRACT

BUMDes is a pillar of economic activity in the village that functions as a social and commercial institution. The foundation for the establishment of BUMDes as a development locomotive in the village is more motivated by government and village community initiatives based on cooperative, participative and emancipative principles of village communities. The existence of BUMDes is expected to encourage the dynamics of economic life in rural areas. This devotional activity has the purpose of managing BUMDES able to make business feasibility analysis properly and correctly.

PENDAHULUAN

Undang-Undang Desa membawa terobosan baru dalam cara kita membangun desa. Banyak

aturan di dalamnya mengatur berbagai hal tentang desa yang belum diatur dalam

peraturan-peraturan tentang desa sebelumnya. BUMDes didirikan atas kesepakatan masyarakat melalui

musyawarah desa. BUMDes adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan

pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa. BUMDes pada dasarnya

merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desa dan

merupakan instrumen pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi, yang

bertujuan untuk peningkatan kesejahteran ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha

ekonomi mereka, serta memberikan sumbangan bagi peningkatan sumber pendapatan asli desa

yang memungkinkan desa mampu melaksanakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan

rakyat secara optimal.

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan sebagai lokomotif

(2)

961

kebutuhan, potensi, kapasitas desa dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk

pembiayaan dan kekayaan desa dengan tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf ekonomi

masyarakat desa. Dasar pembentukan BUMDes sebagai lokomotif pembangunan di desa lebih

dilatarbelakangi pada prakarsa pemerintah dan masyarakat desa dengan berdasarkan pada prinsip

kooperatif, partisipatif dan emansipatif dari masyarakat desa.

BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial

dan komersial. BUMDes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui

kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan

mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Melalui cara

demikian diharapkan keberadaan BUMDes mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di

pedesaan. Peran pemerintah desa adalah membangun relasi dengan masyarakat untuk mewujudkan

pemenuhan standar pelayanan minimal, sebagai bagian dari upaya pengembangan komunitas desa

yang lebih berdaya.

Di beberapa kabupaten telah banyak desa yang mempunyai BUMDes, ada yang secara

mandiri mengembangan potensi ekonomi desa yang ada, ada juga yang didorong oleh Pemerintah

Kabupaten setempat dengan diberikan stimulan permodalan awal dari APBD Kabupaten melalui

dana hibah dengan status dana milik masyarakat desa dan menjadi saham dalam BUMDes.

Tetapi saat ini belum banyak BUMDes yang berkembang dengan baik. Penyebab utamanya

antara lain adalah tidak dikelolanya BUMDes secara profesional. Undang-Undang Desa sudah

membuka pintu untuk menggerakkan perekonomian di desa. Akan tetapi harus kita sadari bersama

bahwa desa memerlukan peningkatan keahlian dan ketrampilan dalam mengurus badan usaha milik

desa. Kita sangat bergembira dengan disahkannya Undnag-undang Desa ini. Dan hal ini dapat kita

tunjukkan dengan bersiap diri dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa untuk dapat menjadi

subjek dalam pembangunan di desanya.

Dalam pengelolaan BUMDes, Permendesa Nomor 4 Tahun 2015 mengatur secara jelas dan

detail mengenai pengelolaan teknis pelaksanaan BUMDes disertai dengan peran dan fungsi dari

masing-masing perangkat BUMDes. Pada Permendesa ini berlaku umum, artinya tetap saja dalam

pelaksanaan di daerah harus ada penyesuaian yang kemudian diatur oleh Peraturan

Bupati/Walikota sesuai dengan keadaan alam, lingkungan dan budaya setempat. Pengelolaan

BUMDes harus dikelola secara profesional dan mandiri, sehingga diperlukan orang-orang yang

memiliki kompetensi untuk mengelolanya. Perekrutan pegawai ataupun manajer dan selevelnya

harus disesuaikan dengan standar yang sudah ditetapkan dalam AD/ART BUMDes.

Studi Kelayakan usaha merupakan salah satu langkah awal yang tepat, bagi pelaku usaha

yang ingin merambah di dunia bisnis. Terutama dalam bidang perdagangan (Trading), Jasa, bahkan

manufaktur dan masih banyak yang lainnya lagi. Pengaplikasian dari study kelayakan usaha

(3)

962

mencegah adanya hal hal yang tidak di inginkan oleh anda sebagai pelaku usaha di kemudian hari,

yang berkaitan dengan kerugikan usaha anda. dengan menggunakan study kelayakan usaha ini,

maka tidak salah lagi bahwa pelaku usaha akan mendapatkan deskripsi awal mengenai layak atau

tidak layaknnya bisnis. Sehingga dapat mendapatkan hasil keputusan mengenai lanjutkan atau

tidaknya bisnis yang anda jalankan. Mengingat pentingnya analisis kelayakan usaha yang

dibutuhkan oleh BUMDes maka harus dilakukan pelatihan analisis kelayakan usaha agar pengelola

BUMDes bisa mengelola badan usahanya dengan profesional.

METODE PENELITIAN

Pengabdian ini dilaksanakan di kecamatan Kaligondang. Prioritas masalah yang ada di

kecamatan Kaligondang adalah sudah ada BUMDes tetapi belum maksimal dalam penggelolannya.

BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif masyarakat dan

menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes harus bersumber dari

masyarakat. Dengan adanya BUMDes yang aktif dalam bidang usahanya diharapkan mampu

meningkatkan perekonomian desa.

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan

melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah

pelatihan analisis kelayakan usaha di Kecamatan Kaligondang. Kegiatan pelatihan ditindaklanjuti

dengan pendampingan tentang analisis kelayakan usaha.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah BUMDES di Kecamatan

Kaligondang. Pemilihan BUMDES dikecamatan Kaligondang sudah memiliki BUMDES tetapi

belum maksimal dalam pengelolaannya. Luaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah

pengelola BUMDES mampu membuat analisis kelayakan usaha dengan baik dan benar.

Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan

mengadakan pelatihan dan pendampingan tentang analisis kelayakan usaha. Kegiatan ini sangatlah

penting bagi pengelola BUMDES dan bisa segera dilaksanakan. Kegiatan pelatihan Dan

pendampingan ini dilakukan di Kecamatan Kaligondang

Pelatihan analisis kelayakan usaha ini berkaitan dengan pihak terkait yaitu BUMDES di

Kecamatan Kaligondang. Pelatihan analisis kelayakan usaha ini bermanfaat dalam meningkatkan

pemahaman para pengelola BUMDES tentang analisis kelayakan usaha. Semakin banyak pengelola

BUMDES yang paham tentan analisis kelayakan usaha maka pengelolaan BUMDES akan semakin

profesional. Evaluasi kegiatan dilaksanakan pada akhir kegiatan pelatihan analisis kelayakan usaha

(4)

963

KESIMPULAN

BUMDes didirikan dengan tujuan yang jelas. Tujuan tersebut, akan direalisir

diantaranya dengan cara memberikan pelayanan kebutuhan untuk usaha produktif terutama

bagi kelompok miskin di pedesaan, mengurangi praktek ijon (rente) dan pelepasan uang,

menciptakan pemerataan kesempatan berusaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Hal penting lainnya adalah BUMDes harus mampu mendidik masyarakat membiasakan

menabung, dengan cara demikian akan dapat mendorong pembangunan ekonomi masyarakat

desa secara mandiri. Pengelolaan BUMDes, diprediksi akan tetap melibatkan pihak ketiga

yang tidak saja berdampak pada masyarakat desa itu sendiri, tetapi juga masyarakat dalam

cakupan yang lebih luas (kabupaten). Oleh sebab itu, pendirian BUMDes yang diinisiasi oleh

masyarakat harus tetap mempertimbangkan keberadaan potensi ekonomi desa yang mendukung,

pembayaran pajak di desa, dan kepatuhan masyarakat desa terhadap kewajibannya.

Pendirian dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah merupakan

perwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif,

partisipatif, emansipatif, transparansi, akuntabel, dan sustainable. Oleh karena itu, perlu

upaya serius untuk menjadikan pengelolaan badan usaha tersebut dapat berjalan secara

efektif, efisien, profesional dan mandiri.

Untuk mencapai tujuan BUMDes dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan (produktif

dan konsumtif) masyarakat melalui pelayanan distribusi barang dan jasa yang dikelola

masyarakat dan Pemdes. Pemenuhan kebutuhan ini diupayakan tidak memberatkan

masyarakat, mengingat BUMDes akan menjadi usaha desa yang paling dominan dalam

menggerakkan ekonomi desa.

Pelatihan analisis kelayakan usaha mempunyai tujuan agar pengelola BUMDES dapat lebih

baik dan lebih profesional dalam kepengurusannya. Pelatihan analisis kelayakan usaha diharapkan

mampu meningkatkan keahlian dalam analisis kelayakan usaha sehingga pengelolan BUMDES

dapat mengelola BUMDES dengan baik. BUMDes memiliki peran yang penting dalam

memberikan pelayanan kepada masyarakat desa dan sebagai kontribusi untuk meningkatkan

Pendapatan Asli Desa sehingga menunjang program pembangunan di desa.

UCAPAN TERIMA KASIH

Tim menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPPM UNSOED yang

telah mendanai kegiatan Pengabdian Program Penerapan IPTEKS, dan tim menyampaikan terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Kecamatan Kaligondang sehinggan program

(5)

964

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham. Dkk. 2010. Studi Kelayakan Bisnis Teori Dan Aplikasi. Cet-2. Bandung: Alfabeta

Rusdiana, A. 2014. KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.

Suryana. 2006. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Umar, Husein. 2007. Studi Kelayakan Bisnis Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Solihin, Ismail, Pengantar Bisnis Pengenalan Praktis dan Studi Kasus, PT Katalog Dalam Terbitan, Jakarta: Kencana, 2006

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis kelayakan non finansial usaha BANISI, (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha BANISI, (3) Menganalisis sensitivitas

Analisis finansial merupakan salah satu komponen analisa kelayakan yang mempunyai tujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang

Analisis sensitivitas atau kepekaan mempunyai tujuan untuk menilai yang akan terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu kegiatan investasi dan pada usaha

Analisis ini digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pengolah ikan asap mengetahui efisiensi dari penggunaan biaya sarana produksi usaha oleh pengusaha

Dari hasil pengumpulan data yang kemudian dilakukan analisis penelitian ditemukan BUMDes Mekar Sari Mandiri Desa Mekar Sari Kabupaten Kepahiang, dinilai dari kelayakan

Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan inisiatif desa, bukan perintah dari pemerintah supra desa, sehingga pengelolaanya harus berdasarkan prinsip kemandirian

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pengelola BUMDes se-Kecamatan Tambang mengenai prosedur konversi

30 Analisis Kelayakan Usaha Ternak Babi Di Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat Finansial Feasibility Analisis Pig Farming In Kuwus Sub-District, West Manggarai Regency