• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PINJAMAN MODAL KERJA DAN PROFES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PINJAMAN MODAL KERJA DAN PROFES"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 1, No. I, November 2012 - 28

PENGARUH PINJAMAN MODAL KERJA DAN

PROFESIONALISME SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP

LABA USAHA KECIL MENENGAH KOTA BANDA ACEH

Cut Yusriati1, Muhammad Arfan2, M. Rizal Yahya2

1) Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 2) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala

Abstract: Problems of Small Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia is still low performance of SMEs that look of profitability. Low profitability and return on capital loans late show weakness in the performance of the financial sector. SME profitability also depends on the professionalism of the employees. This study aimed to determine the effect of pa rtial and simultaneous working capital and professionalism to profits of small and medium enterprises in the city of Banda Aceh. 32 with a total sample using simple random sampling approach. Testing is done by multiple linear regression. The results showed that working capital loans and professionalism of employees significantly either partially or simultaneously to profits of SMEs in Banda Aceh. The increase in working capital loans and professionalism employees will be able to increase the company's acquisition of profits.

Keywords: Profit, Capital, Professionalism

Abstrak: Permasalahan UKM di Indonesia adalah masih rendahnya kinerja UKM yang terlihat dari perolehan laba. Perolehan laba yang masih rendah serta pengembalian modal pinjaman yang terlambat menunjukkan kelemahan kinerja di sektor keuangan. Perolehan laba UKM juga sangat ditentukan oleh profesionalitas pegawai. Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan modal kerja dan profesionalisme terhadap laba usaha kecil dan menengah di Kota Banda Aceh. Jumlah sampel sebanyak 32 dengan menggunakan pendekatan simple random sampling, dan pengujian dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman modal kerja dan profesionalisme karyawan berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh. Peningkatan pinjaman modal kerja dan professional pegawai akan mampu meningkatkan perolehan laba perusahaan.

Kata kunci: Laba, Modal, Profesionalitas

PENDAHULUAN

Permasalahan UKM di Indonesia adalah masih rendahnya kinerja UKM yang terlihat dari perolehan laba. Perolehan laba yang masih rendah serta pengembalian modal pinjaman yang terlambat menunjukkan kelemahan kinerja di sektor keuangan. UKM di Indonesia juga masih sangat minim dalam upaya pengembangan produk maupun penciptaan produk baru. UKM juga tidak berfokus dalam upaya pengembangan pasar

(2)

29 - Volume 2, No. 1, November 2012 Modal kerja UKM dapat bersumber dari pemilik UKM dan lembaga keuangan (bank dan non-bank). Pemilik UKM dapat melakukan pengajuan pinjaman modal jika modal yang dimiliki masih kurang. Modal kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak mengalami kesulitan keuangan, misalnya dapat menutup kerugian dan mengatasi keadaan krisis atau darurat tanpa membahayakan keadaan keuangan perusahaan.

Modal kerja yang cukup juga bermanfaat agar perusahaan dapat melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. UKM juga dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga. Ketersedian modal yang cuku p juga menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya. Modal yang cukup juga dapat menjamin persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya.

Pinjaman modal kerja akan mampu meningkatkan laba perusahaan. Helfert menjelaskan bahwa kinerja perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen (Ardiana, 2010). Crosson dan Belverd (2011:19) mengatakan bahwa ukuran kinerja dapat berbentuk keuangan

(financial) ataupun bukan keuangan (nonfinancial). Ukuran kinerja dalam bentuk keuangan meliputi laba atas investasi, laba bersih sebagai persentase dari penjualan, dan biaya kualitas rendah sebagai persentase dari penjualan. Tindakan tersebut menggunakan informasi moneter untuk mengukur kinerja sebuah organisasi menghasilkan keuntungan atau segmennya divisi, departemen, lini produk, wilayah penjualan, atau kegiatan operasi. Ukuran kinerja bukan keuangan termasuk berapa kali kegiatan terjadi atau waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas. Contohnya adalah jumlah keluhan pelanggan, jumlah pesanan dikirim hari yang sama, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi perintah. Ukuran kinerja seperti ini sangat berguna dalam mengurangi atau menghilangkan limbah dan inefisiensi dalam kegiatan operasi.

(3)

Volume 2, No.1, November 2012 - 30 dan ability serta attitude dalam

berwirausaha (Ardiana, 2010:42).

Untuk mengetahui besarnya pengaruh pinjaman modal kerja dan profesionalisme SDM terhadap laba UKM maka penulis akan menggunakan analisis regresi linear berganda. Bila mana hasil penelitian nanti menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut yaitu pinajaman modal kerja dan profesionalisme SDM berpengaruh terhadap laba UKM maka diharapkan dapat bermanfaat bagi UKM.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi perumusan masalah dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Apakah pinjaman modal kerja berpengaruh terhadap laba usaha kecil menengah di Kota Banda Aceh.

2. Apakah profesionalisme karyawan berpengaruh terhadap laba usaha kecil menengah di Kota Banda Aceh.

3. Apakah pinjaman modal kerja dan profesionalisme karyawan secara simultan berpengaruh terhadap laba usaha kecil dan menengah di Kota Banda Aceh.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis

Laba

Financial Accounting Standart Boards (FASB) mendefinisikan laba

kedalam beberapa definisi yaitu Earning menitik beratkan pada apa yang telah diterima atau diharapkan untuk diterima oleh suatu entitas dari suatu output (pendapatan) dan apa yang telah dikorbankan untuk mengahasilkan output tersebut (biaya). Earning juga mencakup transaksi tambahan atau insidentil dari entitas tersebut dan efek dari kejadian dan keadaan lain yang bermula dari lingkungan ( laba dan rugi).

Dalam bukunya Anis Cariri (Hilal, 2009:17), laba adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Disisi lain akuntan mendefinisikan laba dari sudut pandang perusahaan sebagai satu kesatuan. Laba akuntansi secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan pendapatan yang direalisasi dan transaksi yang terjadi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tertentu. Data laba sering dilaporkan dalam penerbitan laporan keuangan dan digunakan secara luas oleh pemegang saham dan penanam modal serta potensial dalam mengevaluasi kemampuan perusahaan.

Modal Kerja

(4)

31 - Volume 2, No. 1, November 2012 hutang-hutangnya.

Berbagai pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa modal kerja merupakan sejumlah dana yang tertanam untuk membiayai kegiatan operasional keseharian perusahaan.

Peranan modal kerja bagi perusahaan (Djarwanto, 2005:116-117) adalah:

1. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.

2. Memungkinkan untuk dapat membayar kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.

3. Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk menghadapi bahaya atau kesulitan keuangan yang terjadi. 4. Memungkinkan untuk memiliki

persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen.

5. Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi yang lebihe fisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.

6. Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan bagi pelanggan Profesionalisme Sumber Daya Manusia

Secara sederhana, profesionalisme yang diartikan perilaku, cara, dan kualitas yang menjadi ciri suatu profesi seseorang dikatakan professional apabila

pekerjaannya memiliki cirri standar teknis atau etika suatu prinsip (Oerip dan Utomo, 2000:264-265). Menurut Imawan (1997:77) profesionalisme menunjukkan hasil kerja yang sesuai dengan standar teknis atau etika sebuah profesi. Aktivitas kerja itu lazim berhubungan dengan penghasilan dalam bentuk uang.

Wigjosoebroto (1999:1) dalam Widodo (2007) mengemukakan bahwa profesionalisme merupakan suatu paham tentang cara dan ciri melakukan kerja didalam masyarakat, sebagai berikut : 1. Merefleksikan adanya itikad untuk

merealisasikan nilai kebijakan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, yang karena itu tidak mengharapkan upah materiil oleh pihak profesional pelakunya, melainkan demi tegaknya kehormatan diri.

2. Dikerjakan berdasarkan kemahiran teknis yang bermutu tinggi, karenanya mensyaratkan adanya pendidikan dan latihan bertahun-tahun secara eksklusif dan berat.

3. Dalam pelaksanaannya menundukkan diri pada kontrol sesama yang terorganisasi, berdasarkan kode-kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam organisasi.

Hubungan Pinjaman Modal Kerja dengan Laba

(5)

Volume 2, No.1, November 2012 - 32 penjualan dengan jumlah modal kerja

rata-rata (working capital turnorver). Ratio ini menunjukan hubungan antara modal kerja dengan penjualan akan menunjukan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan (dalam jumlah rupiah) untuk tiap rupiah modal kerja.

Mulyono (2006) membuktikan pengaruh dampak pemberian kredit bagi UKM. Dari hasil analisa dengan regresi linier ternyata kredit dan perkuatan permodalan yang diterima UKM yang diperuntukan untuk pembelian bahan baku dan peralatan berpengaruh positif terhadap volume usaha, meskipun pengaruh tersebut tidak signifikan. Dengan meningkatnya volume usaha akan berpengaruh pada meningkatnya produksi barang dan jasa yang berarti pula meningkatkan perekonomian daerah

Hubungan Profesionalisme Sumber Daya Manusia dengan Laba

Menurut Veithzal (2005) kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Sumber daya manusia sangat mempengaruhi kinerja sebuah perusahaan. Hal ini dibuktikan oleh peneilitian Ardiana (2010). Ardiana membuktikan bahwa

kompetensi SDM UKM memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja UKM. Dari hasil analisa data diketemukan bahwa kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan kecuali variabel pengetahuan yang tidak signifikan. Jika diuji lebih lanjut secara bersama-sama ketiga variabel diatas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UKM di Kota Surabaya.

Adapun skema kerangka penelitian ini dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Gambar 1. Skema Kerangka Penelitian

Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha1 : Pinjaman modal kerja berpengaruh terhadap laba usaha kecil menengah di Kota Banda Aceh.

Ha2 : Profesionalisme sumber daya manusia berpengaruh terhadap laba usaha kecil menengah di Kota Banda Aceh.

Ha3 : Pinjaman modal kerja dan profesionalisme sumber daya manusiaberpengaruh terhadap laba usaha kecil menengah di Kota Banda Aceh.

Pinjaman Modal Kerja

Profesionalisme Karyawan

(6)

33 - Volume 2, No. 1, November 2012

METODE PENELITIAN Desain Penelitian

Penelitian ini tergolong penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya dengan tujuan mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. Peneliti tidak melakukan intervensi terhadap data. Seting penelitian ini adalah di Kota Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah UKM yang meminjam modal kerja di Bank Syariah. Pemilihan Bank Syariah dikarenakan komitmen dan kontribusi bank syariah dalam rangka peningkatan laba UKM di Kota Banda Aceh sangat besar. Objek penelitian ini adalah laba, profesionalisme karyawan, dan pinjaman UKM. Penelitian dilakukan sejak Juni 2011 sampai Januari 2012.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil yang telah mendapat pinjaman modal kerja dari Bank Syariah Mandiri Cabang Banda Aceh dalam wilayah Kota Banda Aceh. Pemilihan Bank Syariah

dikarenakan komitmen dan kontribusi bank syariah dalam rangka peningkatan laba UKM di Kota Banda Aceh sangat besar. Populasi yang diambil adalah penerima pinjaman pada 2010. Jumlah populasi adalah sebanyak 34 usaha kecil (Laporan Bank Syariah Mandiri). Penelitian ini menggunakan pemilihan sampel robabilitas secara simple random sampling berdasarkan pertimbangan bahwa setiap sampel yang dipilih memiliki kemungkinan yang sama.

Dalam penelitian ini presisi yang digunakan sebesar 95 persen (α=0,05), maka jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 32 UKM. Penelitian ini menggunakan pemilihan sampel robabilitas secara simple random sampling berdasarkan pertimbangan bahwa setiap sampel yang dipilih memiliki kemungkinan yang sama. Adapun rincian sampel berdasarkan jenis usaha dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Jenis UKM Berdasarkan Jenis Usaha

No Jenis UKM Jumlah

1 Usaha

Manufaktur 5

2 Usaha

Dagang 15

3 Usaha Jasa 12

Rata-rata 32

Sumber: Bank Syariah Mandiri Banda Aceh, 2012

Metode Analisis dan Rancangan Pengujian Hipotesis

(7)

Volume 2, No.1, November 2012 - 34 menentukan variabel independen yang

mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.

Model yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Y = b0 + b1X1 + b 2X2 + ε ... (1)

Dimana:

Y = Laba UKM

X1 = Pinjaman Modal X2 = Profesionalisme TK

β0 = Konstanta tidak berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh

Ha1 : b1 ≠ 0 ; Pinjaman modal kerja berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh

2. Hipotesis pengaruh

profesionalisme terhadap laba UKM yaitu:

Ho2 : b2 = 0 ; Profesionalisme tidak berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh Ha2 : b2 ≠ 0 ; Profesionalisme

berpengaruh signifikan terhadap

laba UKM di Kota Banda Aceh

Hipotesis yang akan diuji secara simultan adalah sebagai berikut:

H

o3 : Jika sekurang-kurangnya ada satu bi (i=1,2) = 0 ; Pinjaman modal kerja dan prfofesionalisme tidak mempengaruhi laba UKM di Kota Banda Aceh

Ha3 : bi ≠ 0 ; Pinjaman modal kerja dan pofesionalisme mempengaruhi laba UKM di Kota Banda Aceh

HASIL PEMBAHASAN

Hasil Regresi Linear

Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel-variabel bebas yaitu pinjaman modal kerja dan pengalaman kerja terhadap variabel terikat yaitu laba.

Tabel 2. Ringkasan Hasil Estimasi Regresi

Model

a. Dependent Variable: Laba

(8)

35 - Volume 2, No. 1, November 2012 Berdasarkan hasil analisis dengan program SPSS yang trelihat pada Tabel 2 maka dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk. Adapun persamaan regresi linier yang terbentuk adalah :

Y = 5.390.576,452 + 0,429 X1 + 7.872.326,802X2

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa seluruh variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Hal ini berarti bahwa peningkatan modala kerja akan menambahh perolehan laba UKM di Kota Banda Aceh. Pengalaman kerja karyawan juga akan meningkatkan perolehan laba UKM di Kota Banda Aceh.

Pengujian Hipotesis

Hasil pengujian hipotesis merupakan jawaban untuk kelima hipotesis dalam peneltian ini. Hipotesis peratam dan kedua terjawab dalam hasil pengujian hipotesis secara parsial, sedangkan hipotesis ketiga akan terjawab dengan pengujian secara simultan (bersama-sama).

a) Pengujian secara parsial akan dilakukan untuk hipotesis pertama dan kedua yang berbunyi sebagai berikut: Ha1 : Pinjaman modal kerja berpengaruh

signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh

Ha2 : Profesionalisme berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh

Hasil pengujian hipotesis dengan Uji t dapat diperhatikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Uji t

Model Coefficients t Sig.

B

1

(Constant) 5.390.576,45 0,592 0,559

Pinjaman 0,429 3,266 0,003

Pengalaman 7.872.326,80 2,216 0,035

a. Dependent Variable: Laba

ttabel = 1,684

Sumber: Hasil uji 2012

Hasil pengujian pada Tabel 3 dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1) Hasil Uji Pengaruh Pinjaman Modal terhadap Laba

(9)

Volume 2, No.1, November 2012 - 36 signifikan terhadap laba UKM di Kota

Banda Aceh adalah diterima.

2) Hasil Uji Pengaruh Profesionalisme terhadap Laba

Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa koefisien profesionalisme (X2) sebesar 7.872.326,80. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan profesionalisme (pengalaman kerja) pegawai sebesar 1 tahun maka akan meningkatkan nilai laba UKM sebesar Rp 872.326,80 per tahun. Begitu juga dengan penurunan profesionalisme pegawai (pengalama kerja) 1 tahun maka akan menurunkan nilai perolehan laba sebesar Rp 7.872.326,80 per tahun. Karena nilai t hitung (2,216) variabel profesionalisme lebih besar dari nilai t tabel (1,684) maka hipotesis kedua yang menyatakan bahwa profesionalisme karyawan berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh adalah diterima.

b) Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan

Pengujian secara simultan dilakukan dengan uji F. Tujuan pengujian secara simultan untuk mengatahui apakah pinjaman modal kerja dan profesionalisme berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap laba UKM di kota Banda Aceh. Pengujian secara simultan akan dilakukan untuk hipotesis ketiga yaitu: Ha3 : Pinjaman modal kerja dan

pofesionalisme mempengaruhi laba UKM di Kota Banda Aceh

Hasil pengujian dapat diperhatikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Uji F

Model Sum of Squares f

Mean

Square F Sig.

Regression 1,717E15 2 8,587E14 8,762 0,001a

Residual 2,842E15 9 9,801E13

Total 4,560E15 1

a. Predictors: (Constant), Pengalaman, Pinjaman

b. Dependent Variable: Laba

Sumber: Hasil uji 2012

Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 8,762. Nilai tersebit lebih besar dari nilai F tabel yang hanya sebesar 4,120.Berdasarkan perbandingan tersebut maka hipotesis ketiga bahwa Pinjaman modal kerja dan pofesionalisme mempengaruhi laba UKM di Kota Banda Aceh diterima.

(10)

37 - Volume 2, No. 1, November 2012 profesionalisme) dengan variabel independen (laba) sebesar 61,4 persen.

Pembahasan Hasil Penelitian

Pengaruh Pinjaman Modal Kerja berpengaruh terhadap Laba

Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa pinjaman modal kerja berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh. Kenaikan pinjaman modal kerja sebesar Rp 1.000.000 maka akan menaikan perolehan laba sebesar Rp 429.000. Begitu juga dengan penurunan pinjaman modal kerja sebesar Rp 1.000.000 maka akan menurunkan nilai perolehan laba sebesar Rpp 429.000.

Pinjaman modal kerja dapat meningkatkan kemampuan UKM dalam menjalankan usahanya. Tambahan modal kerja dioptimalkan untuk melalukan usaha sehingga memberikan kemapuan UKM dalam menciptakan produk dan jasa. Peningkatana produk dan jasa yang diciptakan pada akhirnya memberikan penjualan yang lebih tinggi dari sebelum adanya penambahan modal kerja. Peningkatan penjualan memberikan laba yang lebih besar ke pengusaha UKM di Kota Banda Aceh. Kondisi ini sesuai dengan hasil uji yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan yaitu pinjaman modal kerja terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh.

Hasil penelitian ini mendukung dan

sesuai penelitian yang dilakukan oleh Nurhafni (2009) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan secara parsial modal kerja dan perputaran modal kerja terhadap pendapatan perusahaan-perusahaan consumer goods industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil yang sama juga ditunjukkan oleh penelitian Rahma (2011). Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa manajemen modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur PMA dan PMDN yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)

Pengaruh Profesionalisme berpengaruh terhadap Laba

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hasil profesionalisme karyawan berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh. Setiap kenaikan profesionalisme (pengalaman kerja) pegawai sebesar 1 tahun maka akan meningkatkan nilai laba UKM sebesar Rp 872.326,80. Begitu juga dengan penurunan profesionalisme pegawai (pengalama kerja) 1 tahun maka akan menurunkan nilai perolehan laba sebesar Rpp 7.872.326,80.

(11)

Volume 2, No.1, November 2012 - 38 sehingga oeprasional usaha dapat lebih

baik. Operasi produksi yang lancar dan dapat selesai dengan waktu yang singkat mampu meningkatkan penjualan. Peningkatan penjualan ini mampu memberikan laba yang lebih besar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian iyang menunjukkan bahwa pengalaman kerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh.

Hasil penelitian ini didukung oleh peneltian Rachmawati (2006) yang melakukan penelitian tentang peran sumber daya manusia terhadap perolehan laba perusahaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM karyawan akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba perusahaan.

Hasil wawancara dengan pemilik UKM mengenai profesionalime yang diukur dengan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa untuk UKM, pendidikan bukanlah faktor yang terpenting. Janis usaha yang umumnya dijalankan oleh UKM lebih menuntut keterampilan dan kecepatan, bukan kemampuan akademik yang tinggi. Lulusan univesitas dengan gelasr Diploma maupun Sarjana tidak menjamin kemampuan kerja yang baik sehingga tidak mempengaruhi perolehan laba UKM. Hasil ini sesuia dengan hasik uji dimana pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian dengan uji statistik maka kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pinjaman modal kerja berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh. Pinjaman modal kerja berpengaruh positif terhadapa laba. Kenaikan pinjaman modal kerja akan meningkatkan perolehan laba UKM di Kota Banda Aceh, atau dengan kata lain, UKM yang meiliki modal kerja yang lebih besar akan memiliki perolehan laba yang lebih banyak. 2. Profesionalisme karyawan

berpengaruh signifikan terhadap laba UKM di Kota Banda Aceh. Profesionalisme berpengaruh positif terhadapa laba. Meningkatnya profesionalisme karyawan akan meningkatkan perolehan laba UKM di Kota Banda Aceh.

(12)

39 - Volume 2, No. 1, November 2012

Saran

Saran yang dapat penulis berikan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagao berikut:

1. Pemilik UKM diharapkan mampu mengoptimalkan pinjaman modal kerja untuk lebih meningkatkan perolehan laba usaha. Pemilik UKM jug disarankan untuk memperkerjakan karyawan yang memiliki pengalaman kerja yang baik sehingga mampu bekerja dengan maksimal dan mampu memperoleh laba yang lebih besar. 2. Perbankan diharapkan tidak perlu

ragu dalam memberikan pinjaman modal kerja ke UKM karena hasil penelitiani menunjukkan bahwa modal kerja yang diberikan mampu meningkatkan laba UKM yang nantinya dapat memudahkan pemilik usha untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

3. Pemerintah diharapkan mampu membantu UKM dengan memberikan pinjaman modal kerja dengan persyaratan dan bungan yang ringan

sehingga UKM mampu

memaksimalkan dan mengoptimalkan produksinya. Pemerintah juga diharapkan memberikan pelatihan dan pembimbingan untuk UKM, khusunya karyawan demi meningkatkan kemampuan kerja karyawan UKM. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan laba UKM di Kota Banda Aceh.

4. Peneliti diharapkan melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode yang lebih baik dan sampel yang lebih banya agar menghasilkan sebuah penelitian yang lebih sempurna.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Alwi, S., 2003. Alat-alat Analisis dalam Pembelanjaan. Yogyakarta: Andi Ofset. Anonim, 2006. Kajian Dampak Program

Perkreditan Dan Perkuatan Permodalan Usaha Kecil Menengah Terhadap Perekonomian Daerah. Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM. Nomor 1. Hal: 23-41.

Anthony, A., et al. 1995. Management Accounting, International Edition, New Jersey. Englewood Cliffs: Prantice-Hall International Inc.

Ardiana, B.S., 2010. Kompetensi SDM UKM dan Pengaruhnya terhadap Kinerja UKM di Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.12, No. 1. Hal: 42-55.

Djarwanto, PS., 2000. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE. Crosson, S. dan Belverd E. Needles, Jr., 2011.

Managerial Accounting, Ninth Edition. Canada: Nelson Education, Ltd.

Hall, R, 1968. Profesionalization and bureaucratation. American Sociological Review. Vol.33. Hal: 92 – 104.

Hamalik, O., 2000. Pengembangan Sumber Daya Manusia, Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan, Pendekatan Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Hilal, F., 2009. Pengaruh Laba Akuntansi, Total Arus Kas Dan Net Profit Margin Terhadap Return Saham Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Imawan, R., 1999. Proesionaliasme Bidang Politik dan Swadaya Masyarakat. Makalah yang disajikan Pada Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial 1997. Proceding. Universitas Sumatera Utara.

(13)

Volume 2, No.1, November 2012 - 40 Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tesis. Universitas Syiah Kuala

Komaruddin, A., 2005. Dasar-dasar Manajemen Modal Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Mouritsen, J., 1998. Driving Growth: Economic Value Added versus Intellectual Capital. Management Accounting Research. Vol 9. Hal: 461-482.

Mulyadi. 1997. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. (Edisi kedua). Yokyakarta : Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Munawir, S., 2005. Analisa Laporan Keuangan.

Yogyakarta: Liberty.

Munizu, M., 2010. Pengaruh Faktor-Faktor Eksternal dan Internal terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Sulawesi Selatan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.12, No. 1. Hal: 33-41.

Mulyono, 2006. Kajian Dampak Program Perkreditan Dan Perkuatan Permodalan Usaha Kecil Menengah Terhadap Perekonomian Daerah. Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM. Nomor 1 Tahun I.

Nazhir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurhafni. 2009. Pengaruh Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja terahadap Return of Equity Perusahaan Consumer Goods Industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Syiah Kuala.

Oerip, P. dan Oetomo Tatag, 2000. Mengatasi Krisis Manusia di Perusahaan. Jakarta: Grasindo.

Partomo, T.S., 2009. Peranan UKM Dan Pentingnya Modal Ventura Di Indonesia. Policy Discussion Paper

Series. Proceding. Jakarta: Universitas Trisakti.

Rachmawati, R., 2006. Analisis Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Pada Perusahaan. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Akuntasnsi. Vol. 8, No. 2. Hal: 1148-1167.

Riyanto, B., 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada.

Sedarmayanti., 2004. Pengembangan Kepribadian Pegawai. Bandung: Mandar Maju.

Soediyono, R., 2001. Analisa Laporan Keuangan : Analisa Ratio. Yogyakarta: Liberty.

Stewart, T., 1997. Intellectual Capital: The New Wealth of Organization. New York: Doubleday,

Sugiarto, dkk., 2001. Teknik Sampling. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Suwartojo. 1982. Modal Kerja. Jakarta: Lembaga PPM dan Balai Aksara. Tri, N.J., 2008. Pengaruh Kandungan Informasi

Arus Kas, Komponen Arus Kas, Dan Laba Akuntansi Terhadap Return Saham. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Wahyu, N., 2008. Pengaruh Pemberian Modal

Kerja Bergulir Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Terhadap Pengembangan Usaha Masyarakat. Jurnal Sosekhum. Vol. 4 No.5. Hal: 51-62.

Gambar

Gambar 1. Skema Kerangka Penelitian
Tabel 2. Ringkasan Hasil Estimasi Regresi
Tabel 3. Hasil Uji t
Tabel 4. Hasil Uji F

Referensi

Dokumen terkait

nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel.. maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel. independen secara simultan

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.10 diatas diperoleh nilai t hitung persepsi karyawan sebesar 2,685 lebih besar dari pada t tabel sebesar 1,658 (data pada

Melalui hasil perhitungan statistik yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa nilai t hitung variabel sebesar 0,403 dan nilai t tabel sebesar 2,003 sehingga nilai t hitung lebih

Berdasarkan hasil pengolahan untuk uji hipotesis 2 variabel stres kerja (X2) dengan nilai t hitung sebesar 2,513 (sig. 0,010) lebih besar dari t tabel 2.000 maka dapat

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dari hasil perhitungn uji t di atas diketahui t hitung > t tabel 4,115 > 1,678 dengan nilai signifkan dari variabel Motivasi Kerja X2

Pembuktian hipotesis kedua yang ditunjukkan melalui uji t diketahui dengan membandingkan t hitung dengan t tabel yang diketahui sebesar 2,0395 sedangkan t hitung variabel tata

1) Variabel Ukuran Perusahaan yang dilihat dari Ln (Sales) memiliki nilai t hitung sebesar 0,091 dan t tabel sebesar 1,982 dengan nilai signifikan 0,927 > 0,05 maka hipotesis

Berdasarkan hasil pengolahan untuk uji hipotesis 2 variabel stres kerja (X2) dengan nilai t hitung sebesar 2,513 (sig. 0,010) lebih besar dari t tabel 2.000 maka dapat