• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Lingkungan Bisnis. pdf 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kajian Lingkungan Bisnis. pdf 1"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

KAJIAN LINGKUNGAN BISNIS PRODUK SAYURAN

FRESH CUT

PADA PT SAYURAN SIAP SAJI

KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

EKA PRASIYUDA

SINARI GULO

ROLAHI ISURA PURBA

PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI LAPORAN AKHIR DAN SUMBER

INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini kami menyatakan laporan akhir Kajian Lingkungan Bisnis Produk Sayuran Fresh Cut pada PT Sayuran Siap Saji Kabupaten Bogor Jawa Barat adalah benar karya kami dengan arahan dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir laporan ini.

Dengan ini kami melimpahkan hak cipta dari karya tulis kami kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Juli 2017

(4)
(5)

ABSTRACT

EKA PRASIYUDA. SINARI GULO. ROLAHI ISURA. Assessment of Business Environment Fresh Cut Vegetables Products at PT Sayuran Siap Saji Bogor Regency West Java. Supervised by Popong Nurhayati.

Horticultural commodities are quite potential to be developed in agribusiness, because they have economic value and value added quite high compared to other commodities. One of the types of horticulture is vegetables. PT Sayuran Siap Saji is a company engaged in the field of horticulture, especially fresh cut vegetables. Fresh cut vegetables are fresh vegetables that have been cut and packaged to facilitate the presentation. Until now the company has received market demand for 60 kinds of vegetables. Business strategy at PT Sayuran Siap Saji is in cell I. Business strategy on cell I is Intensive strategy such as market penetration, market development, and product development or integrated strategy such as backward integration, forward integration, and horizontal integration. Some derivative strategies that result from business strategy on cell I is expanding market share of mix salad product, establishment of business unit of fresh vegetable outlet and utilization of caysim waste into liquid organic fertilizer. These strategies are expected to increase productivity of PT Sayuran Siap Saji. These strategies are expected to increase the company's productivity.

(6)
(7)

RINGKASAN

EKA PRASIYUDA. SINARI GULO. ROLAHI ISURA. Kajian Lingkungan Bisnis Produk Sayuran Fresh Cut pada PT Sayuran Siap Saji Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dibimbing oleh Popong Nurhayati.

Komoditas hortikultura cukup potensial dikembangkan secara agribisnis, karena memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya (Martawijaya dan Nurjayadi, 2010). Salah satu yang termasuk dalam jenis hortikultura tersebut adalah sayuran. Dengan adanya permasalahan tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi yang sangat besar dari kebutuhan produksi sayuran yang akan mempengaruhi keberlangsungan industri pengolahan sayuran. PT Sayuran Siap Saji merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura, khususnya sayuran fresh cut. Sayuran fresh cut merupakan sayuran segar yang telah dipotong dan dikemas sehingga dapat mempermudah penyajian. Sayuran tersebut Sampai saat ini perusahaan telah menerima permintaan pasar untuk 60 jenis sayuran. Sayuran yang diperoleh PT Sayuran Siap Saji berasal dari hubungan kemitraan. Perusahaan memiliki pelanggan tetap yaitu restoran-restoran yang berada di daerah Jabodetabek.

Laporan akhir ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yangmempengaruhi usaha PT Sayuran Siap Saji. (2) Merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis yang dapat diterapkandalam pengembangan bisnis usaha PT Sayuran Siap Saji (3) Menentukan urutan prioritas strategi pengembangan bisnis yang sebaiknyadilakukan oleh PT Sayuran Siap Saji. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder bersumber dari studi pustaka, seperti buku, literatur, jurnal, dan internet. Pengolahan data kualitatif dilakukan untuk menganalisis aspek pasar, teknis, dan manajemen.

Dari hasil pembobotan matriks IE, strategi bisnis pada PT Sayuran Siap Saji berada pada sel I. Strategi bisnis pada sel I yaitu strategi Intensif seperti market penetration, market development, dan product development atau strategi terintegrasi seperti backward integration, forward integration, dan horizontal integration. Beberapa strategi turunan yang dihasilkan dari strategi bisnis pada sel I adalah perluasan pasar produk mix salad, pendirian unit bisnis outlet fresh vegetable dan produksi pupuk organik cair menggunakan limbah caisim. Strategi-strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas PT Sayuran Siap Saji.

(8)

KAJIAN LINGKUNGAN BISNIS PRODUK SAYURAN

FRESH CUT

PADA PT SAYURAN SIAP SAJI

KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

EKA PRASIYUDA

SINARI GULO

ROLAHI ISURA PURBA

Laporan Akhir

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya

pada

Program Diploma Keahlian Manajemen Agribisnis

PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

(9)
(10)

Judul Laporan Akhir : Kajian Lingkungan Bisnis Produk Sayuran Fresh Cut pada PT Sayuran Siap Saji Kabupaten Bogor Jawa Barat Nama / NIM : Eka Prasiyuda / J3J114011

Sinari Gulo / J3J414281 Rolahi Isura Purba / J3J414282

Disetujui oleh

Ir Popong Nurhayati, MM Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Ir Bagus Priyo Purwanto, MAgr Uding Sastrawan, SP, MSi Direktur Sekretaris Program Keahlian

(11)
(12)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya sehingga Kajian Lingkungan Bisnis ini berhasil diselesaikan. Kajian Lingkungan Bisnis ini bertujuan sebagai persyaratan untuk lulus dari program Diploma IPB. Penulisan Kajian Lingkungan Bisnis ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan akhir Kajian Lingkungan Bisnis ini. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini, khususnya kepada :

1. Ibu Ir Popong Nurhayati, MM sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, saran, arahan, dan motivasi dalam pelaksanaan serta penyusunan laporan ini.

2. Orang tua tercinta yang selalu memberikan dukungan baik semangat, doa,motivasi dan materi.

3. Bapak Tatang Hadinata sebagai pemilik PT Sayuran Siap Saji atas izin, ilmu, dan pengalaman yang sangat bermanfaat yang telah diberikan selama melakukan PKL.

4. Ibu Linda sebagai pembimbing lapangan yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan PKL.

5. Tim penjualan, tim pengadaan bahan baku, tim produksi, tim distribusi dan seluruh pegawai PT Sayuran Siap Saji yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah sabar memberikan bimbingan dan pengalaman selama pelaksanaan PKL.

6. Teman-teman semua khususnya MAB angkatan 51.

Besar harapan penulis, semoga penulisan laporan akhir Kajian Lingkungan Bisnis ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Bogor, Juli 2017

(13)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vii

DAFTAR LAMPIRAN viii

1 PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 3

1.3 Tujuan 4

1.4 Kegunaan 4

2 METODE KAJIAN LINGKUNGAN BISNIS 4

2.1 Lokasi dan Waktu 4

2.2 Data dan Sumber Data 5

2.3 Metode Analisis 6

2.3.1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan 6

2.3.2 Analisis IFE, EFE dan IE 8

3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 11

3.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan 11 3.1.1 Visi PT Sayuran Siap Saji 12 3.1.2 Misi PT Sayuran Siap Saji 13 3.2 Lokasi dan Keadaan Geografis 13

3.3 Struktur Organisasi 14

3.4 Deskripsi Kegiatan Bisnis 17

3.4.1 Pengadaan Bahan Baku 19

3.4.2 Proses Produksi 20

3.4.3 Distribusi 25

3.5 Deskripsi Sumber Daya Perusahaan 28

3.5.1 Sumber Daya Fisik 28

3.5.2 Sumber Daya Manusia 29

3.5.3 Sumber Daya Keuangan 29

4 ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL PERUSAHAAN 30

4.1 Analisis Lingkungan Makro 30

4.1.1 Faktor Ekonomi 30

4.1.2 Faktor Sosial Budaya 33

4.1.3 Faktor Politik dan Kebijakan Pemerintah 35

4.1.4 Faktor Teknologi 36

4.1.5 Faktor Ekologi 38

4.2 Analisis Lingkungan Industri 38

4.2.1 Pesaing 38

4.2.2 Pelanggan 40

4.2.3 Pemasok 40

4.2.4 Pendatang Baru 41

4.2.5 Produk Substitusi 41

4.3 Analisis Lingkungan Internal 42

4.3.1 Aspek Produksi 42

4.3.2 Aspek Pemasaran 42

(14)

4.3.4 Aspek Sumber Daya Manusia 43

4.3.5 Aspek Kolaborasi 43

4.3.6 Aspek Keuangan 44

5 PENENTUAN ALTERNATIF STRATEGI 44

5.1 Penentuan Rangking dan pembobotan Faktor Eksternal 44 5.2 Penentuan Ranking dan pembobotan Faktor Internal 46 5.3 Penentuan Strategi Pengembangan (Matrik IE) 47 5.4 Penentuan Turunan dan Prioritas Strategi 48

6 SIMPULAN DAN SARAN 49

DAFTAR PUSTAKA 51

LAMPIRAN 53

DAFTAR TABEL

1 Tingkat konsumsi sayuran di Indonesia 2 2 Produksi tanaman sayuran di Jawa Barat tahun 2011 sampai 2014 2 3 Penjualan sayuran fresh cut di PT Sayuran Siap Saji perbulan 3

4 Data dan sumber data 5

5 Lingkungan eksternal PT Sayuran Siap Saji 7 6 Lingkungan internal PT Sayuran Siap Saji 7 7 Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) 9 8 Matriks EFE (External Factor Evaluation) 10 9 Jenis sayuran utama di PT Sayuran Siap Saji 18 10 Manfaat yang diperoleh dari sistem kemitraan dengan petani 20 11 Cara sortasi beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji 23 12 Cara trimming beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji 23 13 Cara pengemasan beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji 24 14 Keadaan sumber daya manusia berdasarkan unit kerja 29

15 Laju inflasi di Indonesia 31

16 PDRB Provinsi DKI Jakarta atas dasar harga konstan 2010 menurut Lapangan

Usaha tahun 2011─2015 (miliar rupiah) 31

17 Rekap penjualan produk sayuran fresh cut PT Sayuran Siap Saji 32 18 Jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk menurut Kabupaten/Kota di

Provinsi DKI Jakarta 2010, 2014, dan 2015 33 19 Pengeluaran rata-rata per kapita perbulan masyarakat 34 20 Persentase penduduk yang usia 10 tahun keatas menurut pendidikan tertinggi

(15)

DAFTAR GAMBAR

1 Matriks IE 11

2 Lokasi PT Sayuran Siap Saji 14

3 Struktur organisasi PT Sayuran Siap Saji 17

4 Kondisi ruangan produksi 20

5 Diagram alur kegiatan produksi sayuran fresh cut 21 6 Alur distribusi produk sayuran fresh cut PT Sayuran Siap Saji 26 7 Distribusi ke kapal perang Jepang Shimayuky 27 8 Mobil pengangkut (chiller truck) pada PT Sayuran Siap Saji 27

9 Mesin kronen type GS 10 37

10 Rumusan strategi berdasarkan matriks IE 48

DAFTAR LAMPIRAN

1 Layout PT Sayuran Siap Saji 2017 55 2 Matriks EFE (pembobotan rata-rata lingkungan eksternal) 55 3 Matriks IFE (pembobotan rata-rata lingkungan internal) 57

4 SOP bahan baku sayur 58

(16)
(17)

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia mempunyai keunggulan komparatif (comparative advantage) sebagai negara agraria dan maritim. Selama ini, kegiatan ekonomi yang memanfaatkan keunggulan komparatif tersebut telah berkembang di Indonesia yang merupakan salah satu subsistem agribisnis. Pengalaman masa lalu membuktikan bahwa pembangunan pertanian saja yang tidak disertai dengan pengembangan industri hulu pertanian hingga industri hilir pertanian serta jasa-jasa pendukung secara harmonis dan simultan, tidak mampu mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing (competitive adventage). Letak geogafis wilayah negara indonesia yang berada pada iklim tropis menjadi faktor pendukung untuk mengelola berbagai macam jenis tanaman, ikan dan ternak. Komoditas hortikultura cukup potensial dikembangkan secara agribisnis, karena memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya (Martawijaya dan Nurjayadi, 2010). Salah satu yang termasuk dalam jenis hortikultura tersebut adalah sayuran.

Komoditas hortikultura cukup potensial dikembangkan secara agribisnis, karena memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya. Salah satu yang termasuk dalam jenis hortikultura tersebut adalah sayuran. Pemanfaatan sayuran ini tidak hanya sebatas pada industri rumah tangga, tetapi juga lebih mengarah pada industri bisnis seperti rumah makan, restoran siap saji, dan hal-hal yang berkaitan dengan industri pengolahan makanan. Tanaman sayuran menjadi komoditi yang dapat memberikan manfaat besar bagi perekonomian bangsa apabila dikelola dengan baik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011, sektor pertanian telah menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 433 223.4 miliar pada tahun 2008, pada tahun 2009 meningkat menjadi Rp 541 592.6 miliar dan pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp 713 291.4 miliar atau meningkat 25% pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 meningkat sebesar 32%. Peningkatan ini terjadi karena pertanian merupakan sektor yang menyediakan kebutuhan pangan masyarakat mengingat pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat.

Hortikultura memegang peran penting dan strategis karena perannya sebagai komponen utama pada pola pangan harapan komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan memegang bagian terpenting dari keseimbangan pangan, sehingga harus tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, aman konsumsi, harga yang terjangkau, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat (Ditjen Hortikultura, 2014).

(18)

tanaman sayuran merupakan tanaman yang bergizi tinggi yaitu mengandung vitamin, protein, mineral, air, dan serat pangan yang sangat dibutuhkan tubuh. Berikut Tabel 1 menunjukkan data tingkat konsumsi sayuran masyarakat Indonesia tahun 2005 sampai 2007.

Tabel 1 Tingkat konsumsi sayuran di Indonesia

No. Tahun Tingkat konsumsi sayuran (kg/kapita/tahun) 1 Kemampuan petani dari Jawa Barat dalam membudidayakan sayuran tiap tahunnya rata-rata meningkat. Berikut Tabel 2 menunjukkan data produksi tanaman sayuran di Jawa Barat periode 2011-2014.

Tabel 2 Produksi tanaman sayuran di Jawa Barat tahun 2011 sampai 2014

No Komoditi Produksi (ton) Sumber : Badan Pusat Statistik 2016

(19)

Tabel 3 Penjualan sayuran fresh cut di PT Sayuran Siap Saji perbulan tahun 2013 sampai 2015

Bulan Nilai Jual (Rp)

2013 2014 2015 2016

Januari 1 389 628 755 1 015 052 315 768 065 769 844 574 922 February 1 195 940 515 972 240 165 750 946 522 769 510 295 Maret 1 293 288 398 1 100 909 031 862 265 040 803 144 985

April 721 733 686 971 396 639 825 696 615 815 938 338

Mei 704 575 647 1 073 122 061 875 812 206 852 549 435

Juni 677 767 540 920 968 210 908 845 915 896 210 575

Juli 699 136 996 1 187 696 722 944 089 488 1 277 051 300 Agustus 738 073 515 995 954 615 916 978 097 1 090 917 100 September 634 131 500 681 277 490 902 406 100 986 093 825 Oktober 739 521 690 737 426 230 903 170 135 928 007 785 November 682 708 685 850 591 540 855 852 581 944 851 605 Desember 784 665 775 1 001 213 840 1 047 073 580 1 118 814 822 Total 10 261 172 702 11 507 848 858 10 561 202 048 11 327 664 987 Sumber : PT Sayuran Siap Saji 2016

Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis sayuran di daerah Jabodetabek menyebabkan penjualan PT Sayuran Siap Saji tiap tahunnya mengalami fluktuasi. Berdasarkan pada Tabel 3 setiap tahunnya permintaan terhadap tanaman sayuran selalu ada dan dalam jumlah banyak. hal ini menjadi kesempatan bagi PT Sayuran Siap Saji untuk terus menjalankan bisnis dibidang sayuran.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam perumusan masalah diawali dengan proses perumusan strategi yang diharapkan dapat terimplementasi dengan tepat sasaran. Proses ini meliputi serangkaian analisis baik segi internal maupun eksternal untuk mengidentifikasi variabel kunci berupa kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dapat berpengaruh terhadap pengembangan usaha PT Sayuran Siap Saji. Setelah variabelnya terdata dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah memaksimalkan kekuatan yang dimiliki, memperbaiki kelemahan serta memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang ada sehingga dapat terlihat strategi prioritas mana yang terpilih untuk diimplementasikan. Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan masalah yang akan dibahas pada penyusunan Kajian Lingkungan Bisnis pada PT Sayuran Siap Saji (PT 3S) ini adalah:

1. Faktor-faktor kunci internal dan eksternal apa saja yang dimiliki PT Sayuran Siap Saji?

2. Bagaimana alternatif strategi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan dalam usaha PT Sayuran Siap Saji berdasarkan analisis faktor-faktor internal dan eksternalnya?

(20)

1.3 Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penyusunan laporan kajian lingkungan bisnis ini adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha PT Sayuran Siap Saji.

2. Merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis usaha PT Sayuran Siap Saji.

3. Menentukan urutan prioritas strategi pengembangan bisnis yang sebaiknya dilakukan oleh PT Sayuran Siap Saji.

1.4 Kegunaan

1. Menambah pengetahuan tentang kegiatan agribisnis dalam masalah profesi, keahlian dalam bidang agribisni, dapat mengerti lingkungan internal dan eksternal perusahaan, dan menerapkan materi perkuliahan dalam praktek kerja lapangan ini.

2. Bagi perusahaan dapat bermanfaat sebagai masukan dalam menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi untuk pengembanagn usaha dan strategi dalam masalah produksi agar lebih efektif.

3. Bagi perguruan tinggi dapat bermanfaat untuk literatur tentang usaha sayuran fresh cut dan dapat menjadi bahan pendukung untuk penulisan kedepannya.

2 METODE KAJIAN LINGKUNGAN BISNIS

2.1 Lokasi dan Waktu

(21)

2.2 Data dan Sumber Data

Data dan informasi yang diperoleh untuk kajian lingkungan bisnis dibagi menjadi dua bagian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dalam penyusunan Kajian Lingkungan Bisnis ini yaitu:

1. Pengamatan dan praktik langsung (observasi)

Pengamatan langsung dan praktik langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung dan nyata mengenai kondisi lingkungan internal dan eksternal di PT Sayuran Siap Saji. Pengamatan dan praktik langsung dilakukan dengan cara mengamati secara langsung dan ikut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di PT Sayuran Siap Saji. Pengamatan dan praktik langsung yang dilakukan yaitu dengan mengikuti setiap divisi diantaranya divisi pengadaan bahan baku, divisi produksi dan divisi pemasaran.

2. Wawancara

Kegiatan wawancara dilakukan kepada manajer, karyawan serta tenaga ahli. Sehingga penulis dapat mengetahui lebih dalam tentang semua aspek di perusahaan dan membandingkan dengan teori yang diperoleh dari perguruan tinggi.

3. Pengisian kuesioner

Pengisian kuesioner dengan memberikan daftar pertanyaan berupa kuesioner kepada responden terpilih dari pihak internal perusahaan. Kuesioner terdiri dari kuesioner identifikasi eksternal dan internal, pembobotan dan peringkat, serta kuesioner untuk penentuan prioritas strategi.

Adapun pengumpulan data sekunder dalam penyusunan Kajian Lingkungan Bisnis ini yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang dicatat oleh pihak lain melalui perantara seperti media elektronik, perpustakaan, Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian. Data sekunder berbentuk bukti catatan atau laporan secara tertulis yang telah disusun dalam arsip atau literatur yang berhubungan dengan bisnis baik yang bersumber dari media elektronik maupun referensi dari perpustakaan. Berikut adalah Tabel 4 rincian data dan sumber data.

Tabel 4 Data dan sumber data

Jenis Sumber data Teknik

pengumpulan data

Data yang diperoleh

Primer Manajer Umum Wawancara Sejarah perusahaan. Primer Manajer Umum Wawancara Visi dan misi. Primer Manajer Umum Wawancara Struktur organisasi. Primer dan

(22)

Tabel 4 Data dan sumber data (lanjutan)

Penjualan sayuran fresh cut di PT Sayuran Siap Saji tahun 2013-2016

Sekunder 1.Departemen pertanian 2008

Literatur Penjualan sayuran tahun 2013-2016

2.BPS 2016 Literatur Produksi tanaman sayuran di Jawa Barat tahun 2011-2014 3.Bank Indonesia Literatur Laju inflasi di Indonesia 4.BPS 2016 Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta 2010, 2014, dan 2015 Persentase penduduk usia 10 tahun keatas menurut pendidikan 2010-2014

Tingkat konsumsi sayuran di Indonesia

Sumber : PT Sayuran Siap Saji 2017

2.3 Metode Analisis

Metode yang digunakan dalam penulisan kajian lingkungan bisnis PT Sayuran Siap Saji adalah metode analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan dan analisis matriks IE. Analisis matriks IE terdiri dari IFE dan EFE. Analisis matriks IFE dan EFE untuk mendapatkan nilai rating dan nilai bobot terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan.

2.3.1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan

(23)

utama yang dianalisis dalam lingkungan makro, yaitu aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan kebijakan pemerintah, dan teknologi. Sedangkan faktor-faktor yang termasuk kedalam lingkungan industri, yaitu pesaing, pelanggan, pemasok, pendatang baru, dan produk substitusi. Pada Tabel 5 disajikan lingkungan eksternal PT Sayuran Siap Saji.

Tabel 5 Lingkungan eksternal PT Sayuran Siap Saji No Faktor eksternal Peluang Ancaman

Lingkungan Makro 1 Aspek ekonomi 2 Aspek sosial budaya 3 Aspek politik dan

Kebijakan pemerintah 4 Aspek teknologi 5 Aspek ekologi

Lingkungan Industri

1 Pesaing

2 Pemasok

3 Pelanggan 4 Pendatang baru 5 Produk substitusi

Sumber : PT Sayuran Siap Saji 2017

Analisis lingkungan internal dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis ini membutuhkan informasi tentangaspek produksi, pemasaran, manajemen, sumber daya manusia, kolaborasi, dan keuangan. Mengidentifikasi kondisi internal akan memberikan acuan dan pedoman bagi para pelaku usaha dalam mengarahkan serta memposisikan perusahaan secara tepat dan sebagai acuan dalam melakukan penyusunan sebuah strategi (David, 2009). Pada Tabel 6 disajikan lingkungan internal PT Sayuran Siap Saji.

Tabel 6 Lingkungan internal PT Sayuran Siap Saji

No Faktor Internal Kekuatan Kelemahan

1 Aspek produksi 2 Aspek pemasaran 3 Aspek manajemen 4 Aspek Sumber daya

manusia

5 Aspek kolaborasi 6 Aspek keuangan

Sumber : PT Sayuran Siap Saji 2017

(24)

2.3.2 Analisis IFE, EFE dan IE

1. Matriks Internal Factor Evaluation

Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) merupakan alat menyusun strategi untuk merangkum dan mengevaluasi kekuatan serta kelemahan utama perusahaan dengan cara menganalisa faktor-faktor audit internal. Matriks IFE juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan diantara area bidang fungsional bisnis yang selanjutnya akan digunakan dalam perumusan strategi. Matriks IFE dengan matriks EFE digunakan bersama-sama sebagai alat strategi formulasi untuk mengevaluasi kinerja sebuah perusahaan dalam hal kekuatan dan kelemahan. Dalam pembuatan matriks IFE terdapat beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Identifikasi faktor-faktor internal perusahaan

Tahap awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor internal, yaitu mendaftar semua kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Disarankan untuk mengidentifikasi faktor internal yang sesuai dengan perusahaan sehingga analisis matriks IFE akan menjadi baik.

b. Penentuan bobot variabel

Setelah mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan, selanjutnya penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada responden tentang faktor-faktor internal yang telah dirumuskan bersama dengan pihak perusahaan. Pembobotan bertujuan untuk menentukan prioritas dari identifikasi faktor-faktor internal. Bobot ditetapkan pada faktor yang menunjukkan kepentingan relatif dari faktor tersebut, yang berkisar antara angka 0.00 sampai dengan 1.00 untuk setiap faktor. Angka 0 berarti tidak penting sedangkan angka 1 menunjukkan sangat penting. Bobot yang diberikan kepada masing-masing faktor dengan derajat kepentingan terbesar dalam kinerja organisasi harus diberi bobot tertinggi. Jumlah seluruh bobot adalah harus sama dengan 1.00.

c. Penetapan rating (peringkat)

Menetapkan peringkat 1 sampai 4 pada masing-masing faktor. Penetapan rating menunjukkan apakah faktor tersebut tidak baik (peringkat 1), kurang baik (peringkat 2), baik (peringkat 3), sangat baik (peringkat 4). Perhatikan bahwa kekuatan harus mendapat peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapat peringkat 1 atau 2.

d. Perhitungan nilai tertimbang

Setelah faktor bobot dan rating telah ditetapkan langkah selanjutnya adalah mengalikan bobot dengan rating pada masing-masing faktor internalnya. e. Menjumlahkan bobot dengan rating penilaian.

(25)

Tabel 7 Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)

Faktor-faktor internal Bobot Rating Bobot x Rating Kekuatan

1……….. 2……….. 3………..

Kelemahan

1……….. 2……….. 3………..

Total 1.0

Sumber : David 2009

Total nilai tertimbang pada matriks IFE berkisar antara 1.0 (terendah) sampai 4.0 (tertinggi) dan skor rata-rata adalah 2.5. Total nilai lebih tinggi dari 2.5 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi yang cukup baik. Sedangkan total nilai lebih rendah dari 2.5 menunjukkan perusahaan dalam kondisi lemah. 2. Matriks External Factor Evaluation

Matriks External Factor Evaluation (EFE) digunakan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal perusahaan berkaitan dengan peluang dan ancaman yang dianggap penting. Matriks EFE sama dengan matriks IFE. Perbedaan antara matriks EFE dan IFE yaitu pada jenis faktor yang termasuk dalam model. Matriks IFE berkaitan dengan faktor internal, sedangakan matriks EFE berhubungan dengan faktor eksternal. Analisis faktor eksternal dibagi dua dibagi dua kelompok yaitu : analisis makro dan analisis industri. Analisis makromeliputi faktor-faktor eksternal yaitu: ekonomi, sosial dan budaya, politik dan kebijakan pemerintah, dan teknologi. Analisis industri menggunakan konsep five-forces yaitu terkait dengan pesaing, pelanggan, pemasok, pendatang baru, dan produk substitusi. Proses penyusunan matriks EFE dibuat melalui beberapa tahapan, meliputi : a. Identifikasi faktor-faktor eksternal perusahaan

Menentukan variabel yang akan dimasukkan kedalam faktor eksternal. Faktor ini sudah dikategorikan kedalam peluang dan ancaman.

b. Penentuan bobot

Setelah mengidentifikasi peluang dan ancaman sudah selesai, selanjutnya adalah pemberian bobot pada setiap variabel dari faktor-faktor eksternal. Pembobotan bertujuan untuk menentukan prioritas dari identifikasi faktor-faktor eksternal. Pemberian bobot setiap variabel dengan skala mulai 0.00 (tidak penting) sampai 1.00 (paling penting). Peluang pada umumnya mendapatkan bobot yang lebih besar dari ancaman, akan tetapi ancaman dapat menerima bobot yang lebih besar apabila perusahaan berada dalam kondisi yang sulit atau terancam. Penjumlahan dari seluruh bobot yang diberikan kepada semua variabel harus sama dengan 1.00.

c. Penetapan rating

(26)

d. Perhitungan nilai tertimbang

Nilai tertimbang dari masing-masing faktor eksternal diperoleh dengan mengalikan bobot dengan rating pada masing-masing faktor eksternal.

e. Perhitungan total nilai tertimbang

Total nilai tertimbang untuk keseluruhan faktor eksternal perusahaan diperoleh dengan menjumlahkan nilai tertimbang pada masing-masing faktor eksternal. Nilai total menunjukkan bagaimana perusahaan bereaksi dengan faktor eksternalnya. Matriks EFE dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Matriks EFE (External Factor Evaluation) Faktor-faktor eksternal Bobot Rating Bobot x Rating Peluang

1……….. 2……….. 3………..

Ancaman

1……….. 2……….. 3………..

Total 1.0

Sumber : David 2009

3. Matriks IE (Internal-Eksternal)

Matriks Internal Eksternal (IE) merupakan alat yang digunakan untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan. Matriks IE merupakan kelanjutan dari matriks EFE dan IFE, matriks IE disusun berdasarkan nilai total skor matriks EFE dan IFE. Sumbu horizontal merupakan total skor IFE dan sumbu vertikal merupakan total skor EFE. Titik perpotongan antara kedua sumbu tersebut akan menunjukkan strategi yang dianggap tepat untuk diterapkan oleh perusahaan. Pada sumbu vertikal, nilai antara 1.00 sampai 1.99 menunjukkan faktor eksternal yang lemah, nilai 2.00 sampai 2.99 menunjukkan faktor eksternal rata-rata, nilai antara 3.00 menjukkan faktor eksternal yang kuat. Sedangkan untuk sumbu horisontal, nilai antara 1.00 sampai 1.99 menunjukkan faktor internal yang lemah, nilai 2.00 sampai 2.99 menunjukkan faktor internal rata-rata, nilai antara 3.00 menjukkan faktor internal yang kuat. Strategi matrik IE dibedakan berdasarkan 3 kategori menurut sel yang diperoleh berdasarkan nilai EFE dan IFE. Penentuannya dilakukan sebagai berikut:

a. SBU yang berada pada sel I,II, atau IV dapat digambarkan sebagai grow dan build. Strategi-strategi yang cocok bagi SBU ini adalah strategi Intensif seperti market penetration, market development, dan product development atau strategi terintegrasi seperti backward integration, forward integration, dan horizontal integration.

b. SBU yang berada pada sel-sel III,V, atau VII, paling baik dikendalikan dengan strategi-strategi hold dan maintain. Strategi-strategi umum yang dipakai yaitu strategi market penetration dan product development.

(27)

Gambar 1 Matriks IE Sumber : David 2009

3

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

PT Sayuran Siap Saji adalah anak perusahaan dari PT Saung Mirwan yang baru didirikan pada bulan November 2010. Saat ini PT Saung Mirwan sudah tidak beroperasi, dan diganti dengan PT Sayuran Siap Saji. Oleh karena sebelum penulis menjelaskan mengenai PT Sayuran Siap Saji, didahului dengan penjelasan mengenai PT Saung Mirwan. PT Saung Mirwan adalah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis yang memproduksi berbagai sayuran hidroponik maupun konvensional. PT Saung Mirwan berdiri pada tahun 1984 yang beroperasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dengan luas area kurang lebih 11 ha, yang terdiri dari 4 ha bangunan green house dengan konstruksi besi dilengkapi dengan peralatan yang modern seperti irigasi tetes dengan segala saran penunjangnya dan 7 ha berupa lahan produksi sayur.

(28)

kendala itu menyebabkan rendahnya kulitas produk dan berpengaruh pula terhadap harga jualnya. Mengatasi masalah tersebut, Tatang Hadinata memutuskan untuk mempelajari sayuran hidroponik serta green house di Belanda. Setelah kembali ke Bogor, Tatang Hadinata menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di Belanda dengan membangun green house yang cocok dengan kondisi di Indonesia. Kualitas maksimal dari sayuran yang dihasilkan disambut positif oleh pelanggan sehingga, pada tahun 1989 sayuran yang dihasilkan siap untuk dipasarkan dengan sasaran utama adalah pasar swalayan. Perusahaan menargetkan penjualan kepada pelanggan tingkat menengah keatas, sehingga produk sayuran yang dihasilkan PT Saung Mirwan bisa terjual laris.

Selain memproduksi sayuran, PT Saung Mirwan juga melakukan kemitraan dengan petani sayuran di sekitar Jawa Barat. Sebagai mitra, petani mengusahakan sejumlah komoditas sayuran sesuai dengan permintaan PT Saung Mirwan melalui kesepakatan program tanam dan kuata panen. Petani diberikan bantuan berupa pinjaman bibit, benih, pestisida dan pupuk. Setelah sukses dibidang sayuran, Tatang Hadinata mengembangkan usahanya di bidang bibit bunga krisan karena masih sedikitnya orang yang berbisnis di bidang ini dan beliau kembali belajar ke Belanda. Usaha di bidang bunga krisan ini telah memasuki pasar ekspor seperti Belanda dan Jepang. Karena berbagai macam kendala usaha ini mengakibatkan banyak kerugian bagi perusahaan, sehingga produksi bunga krisan dihentikan.

PT Sayuran Siap Saji merupakan anak perusahaan dari PT Saung Mirwan yang didirikan pada bulan November 2010. Produk yang dihasilkan PT Sayuran Siap Saji berupa sayuran utuh (whole) dan sayuran potong (fresh cut). Hessing International selaku partner dari Belanda tertarik untuk bekerja sama dengan PT Saung Mirwan untuk mendirikan perusahaan joint venture dengan nama PT Sayuran Siap Saji. Secara kepemilikan saham, 70% dimiliki oleh Bapak Tatang Hadinata dan 30% dimiliki oleh HESSING International.

PT Sayuran Siap Saji saat ini dipimpin oleh Bapak Dedy Hadinata sebagai direktur utama. Selama kerjasama joint venture ini berlangsung, PT Sayuran Siap Saji banyak mendapatkan manfaat diantaranya, kualitas penanganan proses sayur lebih baik serta efisiensi dan efektifitas produktifitas dalam pemrosesan sayur. Pada bulan Desember 2011 PT Sayuran Siap Saji mulai beroperasi memenuhi jumlah pesanan yang diminta konsumen dan memaksimalkan kapasitas mesin yang ada dengan target pasarnya adalah restoran-restoran yang berada di kawasan Jakarta.

Pada awalnya PT Sayuran Siap Saji ini mengeluarkan produk yang bernama Greenlicious. Sebuah produk yang merupakan sayuran sehat berkualitas yang telah dikemas dan siap masak yang telah melewati standard kualitas tinggi yaitu Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Saat ini PT Sayuran Siap Saji menyuplai sayuran fresh cut ke beberapa pelanggan, diantaranya seperti Bakmi GM, 7 Eleven Indonesia, Domino’z Pizza, Sate Khas Senayan, dan Mc Donalds. Beberapa pelanggan lain yang juga pernah disuplai oleh PT Sayuran Siap Saji yaitu Pizza Hut, Burger King, KFC, Yoshinoya dan Hoka-Hoka Bento.

3.1.1 Visi PT Sayuran Siap Saji

(29)

peran serta dan kesejahteraan masyarakat petani dalam membangun negara Indonesia.

3.1.2 Misi PT Sayuran Siap Saji

1. Memproduksi secara berkesinambungan dan secara konsisten menjaga standar mutu yang tinggi sesuai permintaan pasar.

2. Meningkatkan mutu produk, pelayanan dan sumber daya manusia untuk menjaga kepuasan pelanggan.

3. Mengembangkan usaha pertanian dengan memperluas jaringan pasar dan jaringan kemitraan dengan para petani kecil.

4. Menggalang kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian dan pendidikan untuk mendapatkan teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat petani.

3.2 Lokasi dan Keadaan Geografis

Lokasi PT Sayuran Siap Saji secara administratif terletak di Jalan Cikopo Selatan No 134 tepatnya di Desa Sukamanah, Kampung Pasir Muncang Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750. Secara astronomis PT Sayuran Siap Saji terletak pada koordinat 1060 BT dan 60 41 LS. Dengan ketinggian 670 meter di atas permukaan laut (dpl). Lokasi tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan dengan jarak 5 km ke arah selatan dari Jalan Raya Gadog dan berjarak sekitar 25 km dari kota Bogor dan 60 km dari kota Jakarta. Kecamatan Megamendung memiliki luas wilayah administratif sebesar 4006.3 ha dengan batas-batas sebagai berikut:

Sebelah Utara : Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Jonggol Sebelah Timur : Kecamatan Cisarua

Sebelah Selatan : Kecamatan Ciawi Sebelah Barat : Kecamatan Ciawi

(30)

Gambar 2 Lokasi PT Sayuran Siap Saji

3.3Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan sistem hubungan antar posisi kepemimpinan yang ada dalam organisasi. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas tersebut sampai batas-batas tertentu. Selain itu, struktur organisasi memperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas tersebut, menjelaskan hirearki dan susunan kewenangan. Diterapkannya struktur organisasi diharapkan dapat mempertahankan stabilitas dan komunitas organisasi. Struktur organisasi sangat komplek untuk dijelaskan secara lisan, oleh karena itu perlu dibuatkan dalam bentuk bagan organisasi yang menggambarkan fungsi-fungsi, posisi, serta hubungan seluruh fungsi dari setiap posisi tersebut. PT Sayuran Siap Saji dipimpin oleh Bapak Tatang Hadinata selaku pemilik dan dibantu oleh tenaga kerja yang kompeten di setiap divisi. Struktur organisasi PT Sayuran Siap Saji dapat dilihat pada Gambar 3.

Berdasarkan struktur organisai diatas dapat diuraikan masing-masing tugas dari setiap divisi. Adapun tugas dari setiap divisi adalah sebagai berikut:

1. Director

a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.

b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas-tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer).

c. Menyetujui anggaran tahunan perusahan 2. Quality Control

a. Melakukan pemantauan pengawasan mutu hasil produksi b. Melakukan pemantauan pelaksanaan proses produksi c. Menilai efektifitas kinerja pada divisi quality

d. Melakukan penilaian terhadap keluhan yang terjadi pada teknis pelaksanaan ataupun hasil produksi

(31)

f.Membuat laporan hasil pengawasan terhadap mutu produk

3. Operation Manager

a. Mengawasi kegiatan operasi

b. Mengawasi keberadaan serta kondisi mesin dan peralatan. c. Membuat produk yang dipesan.

d. Bertanggung jawab atas proses produksi (production), pengemasan (packaging) dan perawatan mesin (maintenance)

e. Membuat laporan mengenai proses produksi

f. Bertanggung jawab untuk proses audit bersama-sama dengan Quality Control

g. Membuat perencanaan untuk proses produksi baik di production dan packaging

h. Mengawasi dan memonitoring proses produksi

i. Mempersiapkan baik dokumen atau implementasi audit dari customer bersama-sama dengan Quality Control.

4. Farmers Support Manager

a. Membuat program tanam bagi petani binaan

b. Mengawasi dan memonitoring aplikasi program tanam petani binaan yang dilakukan oleh agronomist dan extension

c. Melakukan percobaan budidaya menanam untuk tanaman-tanaman baru yang belum pernah ditanam sebelumnya (R & D)

d. Menetapkan harga kontrak untuk petani binaan setiap periode tanam. 5. Agronomist

a. Melakukan kegiatan pelatihan/penyuluhan budidaya hama penyakit tanaman perkebunan (mulai dari persiapan alat dan bahan sampai akhir kegiatan).

b. Mengawasi dan memonitor distribusi hasil pertanian dari petani binaan. 6. Extension

a. Melakukan kegiatan pelatihan / penyuluhan budidaya tanaman (mulai dari persiapan alat dan bahan sampai akhir kegiatan).

b. Membina petani binaan dalam program kemitraan

c. Mengawasi dan memonitor hasil pertanian dari petani binaan 7. Marketing & Sales Manager

a. Bertanggung jawab terhadap bagian pemasaran.

b. Bertanggung jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan promosi. c. Sebagai kordinator manajer produk dan manager penjualan.

d. Membuat laporan pemasaran kepada direksi.

e. Berkoordinasi dengan manajer pada divisi terkait untuk kelancaran penjualan.

8. Account Officers

a. Bertanggung jawab terhadap PO (Purchase Order) bagian penjualan. b. Bertanggung jawab menerima keluhan/complain dari customer.

c. Berkoordinasi dengan staf terkait dari divisi terkait untuk kelancaran suplai penjualan

d. Membuat laporan pemasaran kepada Marketing&Sales Manager 9. Distribution

(32)

b. Bertanggung jawab terhadap pembagian rute pendistribusian (mapping schedule)

c. Sebagai kordinator supir dan kenek yang mengirimkan barang. d. Menganalisa biaya pengiriman barang

10. Sourching Manager

a. Bertanggung jawab terhadap bagian pengiriman barang ke customer dan pengambilan barang ke supplier baik di dalam maupun luar kota.

b. Bertanggung jawab terhadap pembagian rute pendistribusian c. Sebagai kordinator supir dan kenek yang mengirimkan barang. d. Menganalisa biaya pengiriman barang

11 Secretariat / Administration

a. Bertanggung jawab menerima telepon dan menerima tamu. b. Melayani pimpinan / direktur

c. Bertanggung jawab untuk kebutuhan RTK dan ATK kantor. 12. Finance & Control Manager

a. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan AP (account payable) /AR (account receivable) untuk memastikan status utang piutang.

b. Membuat, mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.

c. Menerima memeriksa tagihan dari vendor dan membuat rekapan-nya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu.

d. Bertanggung jawab mengatur cash flow perusahaan

e. Bertanggung jawab mengawasi dan memonitor uang yang masuk dari customer dan uang yang dikeluarkan untuk pembayaran ke vendor maupun untuk keperluan perusahaan.

f. Bertanggung jawab atas proses penggajian dan pembayaran tunjangan lainnya seperti uang makan, insentif, dan tunjangan kesehatan.

13. Finance Accounting

a. Meng-input semua transaksi keuangan.

b. Menerima, dan memeriksa semua nota-nota dari bagian keuangan c. Menerbitkan laporan keuangan secara rutin.

d. Menerbitkan laporan pajak perusahaan.

e. Mengevaluasi laporan keuangan perusahaan dan memberikan masukan kepada pimpinan.

14. ICT

a. Bertanggung jawab memelihara sistem jaringan. b. Mengoptimalisasi perangkat IT atau server

c. Membuat analisa report yang diperlukan oleh masing-masing divisi 15. Personnel (HR)

a. Memperbaiki dan memperhatikan mutu karyawan.

b. Menyediakan tenaga yang ahli dan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

(33)

Gambar 3 Struktur organisasi PT Sayuran Siap Saji

3.4 Deskripsi Kegiatan Bisnis

PT Sayuran Siap Saji merupakan perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis. Melihat perkembangan pesat restoran yang ada di Jabodetabek membuat PT Sayuran Siap Saji berinovasi pada produk baru dalam bidang agribisnis. Produk sayuran siap saji ini berguna bagi pengusaha restoran untuk mengurangi limbah dan mengefisienkan tenaga kerja pada restoran. Kebutuhan sayuran siap saji yang dibutuhkan oleh pengusaha restoran tersebut membuat PT Sayuran Siap Saji menentukan konsep produk unggulan yaitu produk sayuran fresh cut. Produk sayuran fresh cut tersebut sudah dalam bentuk potongan, melalui proses pembersihan dan packaging yang bersih, aman dan sehat karena melewati proses yang ketat dengan didukung teknologi yang modern.

DIRECTOR

SECRETARIAT/ ADMINISTRATION

FINANCE & CONTROL MANAGER

ICT PERSONNEL

(HR)

FINANCE ACCOUNTING

QUALITY CONTROL

OPERATION MANAGER

FARMERS SUPPORT MANAGER

MARKETING & SALES MANAGER

SOURCHING MANAGER

PRODUCTION

PACKAGING

MAINTENANCE

AGRONOMI ST

EXTENSION

ACCOUNT OFFICERS

DISTRIBUTION

(34)

Sejak perusahaan didirikan hingga saat ini, telah memproduksi 60 jenis tanaman yang terdiri dari sayuran dan buah. Jenis dan jumlah sayuran dan buah yang diproduksi disesuaikan berdasarkan permintaan konsumen. Sayuran dan buah yang telah diproduksi oleh perusahaan hingga saat ini dapat dilihat pada Tabel 9 sayuran yang sering diproduksi oleh perusahaan menjadi produk utama.

Tabel 9 Jenis sayuran utama di PT Sayuran Siap Saji

No Jenis sayuran Pelanggan

1 Selada Mc Donald’s

2 Bawang bombay Domino Pizza

3 Tomat Domino Pizza

4 Jamur Domino Pizza

5 Paprika Domino Pizza

6 Brokoli MGM

7 Kembang kol MGM

8 Caisim MGM

Sumber : Divisi Produksi PT Sayuran Siap Saji 2017

Kegiatan bisnis yang dilakukan berfokus pada komoditas sayuran. Semakin berkembangnya zaman, manusia membutuhkan hal yang praktis untuk mempermudah pekerjaannya. Gaya hidup yang serba instan berdampak pada keinginan untuk memperoleh produk olahan sayuran. Kondisi ini menyebabkan perusahaan melakukan kegiatan bisnis untuk menghasilkan produk olahan sayuran berupa sayuran utuh (whole) dan sayuran yang sudah dipotong (fresh cut). Sayuran fresh cut dapat langsung dikonsumsi (ready to eat) atau diolah lagi (ready to cook).

PT Sayuran Siap Saji memiliki keunggulan dalam kualitas produk, karena telah memiliki seritifikat HACCP (Hazard Analysist Critical Control Point). HACCP merupakan suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi. HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk menjamin keamanan pangan dengan pendekatan pencegahan (preventive) yang dianggap dapat memberikan jaminan dalam menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen. Tujuan diterapkannya HACCP dalam perusahaan makanan yaitu untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna memenuhi tuntutan konsumen. HACCP bersifat sebagai sistem pengendalian mutu sejak bahan baku dipersiapkan sampai produk akhir diproduksi masal dan didistribusikan. HACCP itu sendiri memuat tujuh prinsip yaitu :

a. Menganalisa bahaya

Yaitu dimaksudkan untuk mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : mengidentifikasikan bahaya terhadap produk makanan dan membuat kebijakan serta mencegahnya. Bahaya tersebut dapat berupa bahaya biologis, (cendawan, bakteri, parasit, virus), bahaya kimia (residu bahan kimia, logam berat), bahaya fisik (kotoran, serangga mati, benda asing).

b. Mengidentifikasi Critical Control Point

(35)

c. Menetapan kebijakan preventif dengan batas kritis setiap titik kontrol

Sebagai contoh membuat batasan suhu minimum untuk memasak pada produk makanan tertentu, serta waktu memasak produk tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada bakteri yang masih hidup.

d. Menetapkan prosedur runtuk memonitor Critical Control Point

Seperti bagaimana cara dan oleh siapa waktu memasak dan temperatur yang harus dimonitor.

e. Menetapkan aksi koreksi bila terdapat penyimpangan batas kritis

Yaitu prosedur tertulis dimana tindakan tertentu yang harus dilakukan jika dari hasil monitor ditemukan penyimpangan 2 tahap tindakan koreksi yaitu: immediate action : tindakan segera dan preventive action : tindakan pencegahan. f. Menetapkan prosedur untuk memastikan ketepatan kerja sistem verifikasi

Yaitu untuk pencapaian persyaratan dan memastikan bahwa sistem HACCP efektif dijalankan.

g. Menetapkan penyimpangan data untuk dokumen sistem HACCP

Tindakan-tindakan yang sudah dilakukan dicatat sebagai dokumentasi bagi perusahaan, dan diterapkan untuk setiap pekerja yang berada dalam lingkungan perusahaan, agar keberhasilan dari sistem ini dapat tercapai. Secara umum kegiatan bisnis yang dilakukan di dalam perusahaan terdiri dari pengadaan bahan baku, proses produksi, dan distribusi. Kegiatan bisnis yang dilakukan PT Sayuran siap saji adalah sebagai berikut :

3.4.1 Pengadaan Bahan Baku

PT Sayuran Siap Saji memperoleh bahan baku melalui hubungan kemitraan. Karena perusahaan tidak memilii lahan sendiri untuk ditanami sayuran. Kemitraan PT Sayuran Siap Saji dibagi menjadi dua bagian yaitu mitra tani dan mitra beli. Saat ini, jumlah mitra tani dan mitra beli yang dimiliki PT Sayuran Siap Saji berjumlah 376 mitra, namun mitra tani yang aktif melakukan pengadaan bahan baku hanya berjumlah 27 mitra tani. Mitra tani yang dilakukan oleh PT Sayuran Siap Saji meliputi transfer ilmu dan pengalaman untuk kemajuan bidang pertanian khususnya mengenai budidaya sayuran. Sedangkan mitra beli dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dari mitra tani. Divisi kemitraan memiliki tugas mengatur mekanisme untuk bergabung menjadi mitra di perusahaan.

(36)

Tabel 10 Manfaat yang diperoleh dari sistem kemitraan dengan petani No. Manfaat untuk perusahaan Manfaat untuk petani

1. Pendelegasian proses produksi Terkonsentrasi hanya pada bidang produksi

2. Investasi pada lahan berkurang Menjadi spesialis dalam beberapa produk tertentu

3. Keamanan produk di lahan Produk akan dibeli oleh perusahaan

4. Risiko usaha terbagi Tidak terbebani masalah pemasaran dan pengangkutan

5. Terbebas dari konflik isu perburuhan

Pertumbuhan usaha cepat

Sumber : Divisi Kemitraan PT Sayuran Siap Saji 2017

3.4.2 Proses Produksi

Kegiatan produksi PT Sayuran Siap Saji dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk. Salah satu keberhasilan bisnis perusahaan dipengaruhi oleh kegiatan produksi yang dilakukan. Proses produksi di PT Sayuran Siap saji dilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Penerapan SOP dibuat agar kualitas produk tetap terjaga sampai ketangan konsumen.Kondisi ruangan pada proses produksi dapat dilihat pada Gambar 4. Kegiatan produksi terdiri atas beberapa tahap yaitu dimulai dari tahap penerimaan, penyimpanan bahan baku, sortasi dan pembersihan, pemotongan sayur, pencucian, pengeringan, penimbangan dan pengisian, pengemasan dan pelabelan, metal detector, pengepakan hingga ke penyimpanan bahan jadi.

Gambar 4 Kondisi ruangan produksi

(37)

Gambar 5 Diagram alur kegiatan produksi sayuran fresh cut

1. Penerimaan barang

Proses penerimaan sayur dilakukan oleh bagian penerimaan sayur. Pengendalian mutu dan keamanan pangan dilakukan dengan cara memverifikasi sayur masuk, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kuantitas, kualitas. Berikut kegiatan yang dilakukan sebelum penerimaan bahan baku hingga penerimaan bahan baku :

a. Bagian penerimaan barang (sayur) menerima copy PO (Purchase Order) yang juga diberikan oleh bagian pembelian kepada supplier (mitra tani, beli dan pasar) untuk selanjutnya fotokopi PO disalin ke dalam Formulir Penerimaan Sayur.

b. Pada saat kedatangan barang, bagian penerimaan barang menerima SJ (Surat Jalan) dari sopir atau mitra beli serta pasar.

c. Dilakukan pencatatan pada formulir penerimaan barang mengenai kondisi kendaraan.

d. Dilakukan pemeriksaan atas kuantitas ataupun kualitas sayur yang telah diambil atau dikirim oleh mitra beli atau mitra tani, disesuaikan dengan spesifikasi bahan baku yang telah ditetapkan oleh bagian penerimaan sayur. e. Warna, tekstur, jenis, ukuran dan kesegaran sayur harus sesuai dengan

spesifikasi sayur. Pemeriksaan dilakukan secara visual untuk melihat ada tidaknya material lain dan pencampuran jenis sayur.

f. Jika kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi penerimaan sayur PT Sayuran Siap Saji, kemudian sayur ditolak dan dikembalikan sebagai BS ke Mitra, kecuali untuk sayur dari produksi.

g. Jika kuantitas tidak sesuai antara yang tertera pada SJ dengan Timbang PT Sayuran Siap Saji, maka penerimaan barang secara kuantitas disesuaikan dengan penimbangan yang dilakukan oleh Bagian Penerimaan PT Sayuran Siap Saji.

h. Sedangkan apabila kuantitas tidak sesuai antara yang tertera pada SJ dengan PO maka penerimaan barang secara kuantitas akan di tunda sampai diperoleh informasi mengenai kepastian penerimaan sayur dari bagian Pembelian.

(38)

i. Menyimpan barang yang diterima dalam ruang penyimpanan bahan baku setelah diberi label sesuai dengan jenis sayur, tanggal kedatangan, asal sayur dan kuantitas sayur.

j. Bahan baku sayur yang ditolak akan disimpan terlebih dahulu di ruang pendingin sampai sayur tersebut dapat dikembalikan kepada supplier. Memisahkan tempat penyimpanan dan untuk tolakan sayur adalah di bagian yang dekat dengan pintu masuk sayur sehingga diharapkan tidak menjadikan kontaminasi terhadap sayur yang diterima.

k. Agar tidak terjadi kesalahan pengambilan sayur, sayur tolakan akan diberi label BS tolakan atau BS beli dengan mencantumkan tanggal dan sumber sayur pada kemasan ataupun krat box nya.

l. Semua catatan mengenai penerimaan dan penolakan bahan baku direkam dalam Formulir Laporan Penerimaan Barang (sayur).

m.Untuk verifikasi bahan baku sayur, dilakukan pengujian mikrobiologi setiap 6 bulan sekali dan residu pestisida setiap 1 tahun sekali.

2. Penyimpanan Bahan Baku (Sayur)

Kegiatan yang dilakukan setelah bahan baku diterima yaitu penyimpanan bahan baku. Sebelum bahan baku disimpan, suhu di dalam ruangan penyimpanan diatur dengan suhu 9–13o C yang bertujuan untuk mengurangi pengaruh deteriorasi ataupun adulterasi dari bahan baku.Bahan baku kemudian disimpan dalam bentuk krat box minimal berjarak 50 cm dari dinding. Bahan baku disimpan dengan menggunakan penutup plastik. Sayur yang disimpan berdasarkan jenis sayur. Ruangan penyimpanan selalu diperiksa setiap 4 jam sekali. Apabila kondisi ruangan terjadi penyimpangan, dilaporkan kegian maintenance sebagai langkah koreksi.

3. Persiapan Produksi

Sebelum kegiatan produksi dilakukan, tenaga kerja melakukan persiapan seperti menggunakan pakaian produksi, mencuci tangan, menyiapkan peralatan kerja seperti pisau, timbangan digital, dan plastik, serta memasang sambungan conveyor mesin produksi. Selanjutnya, menyiapkan bahan baku sesuai jumlah yang di pesan untuk diproses.

4. Sortasi dan Pembersihan (Trimming)

Sortasi dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan antara hasil panen yang baik dengan hasil panen yang rusak.Pengendalian mutu dilakukan dengan cara memisahkan bahan baku (sayur) berdasarkan jenis, ukuran, bentuk dan bobot sesuai dengan spesifikasi atau persyaratan dari pelanggan. Selain itu, pengendalian mutu dilakukan dengan cara membuang atau menghilangkan bagian yang tidak diperlukan atau rusak.

(39)

untuk memastikan tidak adanya kontaminasi silang dari bagian sayur yang dibuang. Cara sortasi berbagai sayuran dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Cara sortasi beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji

No Jenis sayuran Bagian yang di sortasi

1 Head lettuce Rusak karena penyakit dan hama

2 Selada Rusak karena penyakit dan hama

3 Pakcoy Rusak karena penyakit dan hama

4 Tomat Buah cacat dan busuk

5 Cabai Shisito Buah cacat dan busuk

6 Paprika Buah cacat dan busuk

7 Timun Jepang Buah cacat dan busuk

Sumber : Divisi Produksi PT Sayuran Siap Saji 2017

Proses trimming merupakan bagian dari kegiatan sortasi, yaitu membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan seperti daun-daun yang sudah tua, layu dan sudah busuk. Cara trimming beberapa jenis sayuran dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12 Cara trimming beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji

No Jenis sayuran Bagian yang di trimming

1 Head lettuce Daun yang tua, berlubang dan lecet

2 Kembang kol Daun dan pangkal bunga

3 Caisim Kelopak daun yang tua dan lecet

Sumber : Divisi Produksi PT Sayuran Siap Saji2017

Pembersihan dilakukan setelah proses sortasi dengan menggunakan air untuk menghilangkan jasad renik pembusuk dan menghilangkan kotoran yang menempel pada sayur. Pembersihan dilakukan secara manual dan menggunakan mesin. Pembersihan dengan menggunakan mesin dilakukan untuk sayuran daun seperti, caisim, kol, head lettuce, karena lebih mudah digerakkan dan disambungkan pada mesin conveyor dan lebih mudah untuk dikeringkan. Sedangkan pembersihan manual dilakukan untuk tomat, jagung, paprika, daun bawang, seledri, thai basill dan cukini.

5. Pemotongan

Pengendalian mutu atau kualitas yang dilakukan dengan cara memperhatikan ukuran potongan sayur sesuai dengan permintaan dari pelanggan. Kegiatan yang dilakukan saat pemotongon sayur yaitu menyiapkan larutan chlorine untuk sanitasi alat pemotong (pisau). Memeriksa kandungan total chlorine dalam air pencuci dengan menggunakan chlorine testkit dengan kadar chlorine 10 ppm. Pengecekan kadar chlorine dicatat dalam formulir pemeriksaan kadar chlorine. Pemotongan sayuran dilakukan dengan menggunakan mesin potong sesuai dengan permintaan dari pelanggan. Pada saat mesin potong tidak sedang digunakan, dilakukan sanitasi dengan cara mencuci mesin dan pisau potong dengan menggunakan larutan chlorine dengan kadar total chlorine 10 ppm sampai peralatan bersih dan dikeringkan. Pada kegiatan pemotongan dilakukan sortasi ulang apabila ditemukan penyimpangan pada hasil pemotongan.

(40)

cukini, jamur champignon, brokoli, paprika, kembang kol, caisim, jagung, dan selada. Pisau yang digunakan untuk memotong harus tajam dan bersih. Selain itu, sanitasi tempat pemotongan dan peralatan tenaga kerja juga harus dijaga kebersihannya.

6. Pencucian

Pengendalian mutu atau kualitas yang dilakukan dengan cara menghilangkan sisa getah dari potongan sayur dengan memperhatikan kandungan chlorine, dan juga suhu air pencuci. Tahapan pencucian yaitu mempersiapkan larutan chlorine dioxide dalam mesin pencuci untuk mencuci potongan sayur. Memeriksa kandungan total chlorine dengan menggunakan chlorine test kit dengan kadar total chlorine 1 ppm. Pemeriksaan dilakukan sebelum proses pencucian. Sayuran yang telah dipotong akan masuk secara otomatis setelah melalui conveyor ke mesin pencuci. Kemudian diperiksa kembali kemungkinan adanya material lain. Penggantian air pencuci dilakukan pada saat air pencuci sudah tampak keruh atau setiap 100 kg bahan sayur setara 20 krat box. Setelah sayur yang telah melalui tahap pencucian tahapan selanjutnya penirisan.

7. Pengeringan

Pengendalian mutu dilakukan dengan cara menghilangkan air bekas pencucian dari potongan sayur dengan tujuan untuk mempertahankan kesegaran sayur. Pengerian produk dilakukan dengan menggunakan mesin centrifuge. Sayuran yang dari pencucian dimasukkan ke dalam mesin peniris. Waktu penirisan tergantung pada jenis sayuran.

8. Penimbangan dan Pengisian

Kegiatan pada penimbangan dan pengisian berupa penimbangan dan memasukkan potongan sayur ke dalam kemasan dengan berat per kemasan sesuai dengan permintaan pelanggan. Penimbangan dilakukan dengan menggunakan mesin timbangan digital.

9. Pengemasan dan Pelabelan (packaging)

Packaging produk menggunakan plastik bening. Setiap kemasan juga diberi label tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa untuk menjaga keamanan produk. Cara pengemasan beberapa jenis sayuran dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13 Cara pengemasan beberapa jenis sayuran di PT Sayuran Siap Saji

No Jenis sayuran Cara pengemasan

1 Kol putih Dikemas sesuai ukuranplastik

2 Paprika Styrofoam dan plastik

3 Head lettuce Di kemas menggunakan tray mangkok

4 Tomat Styrofoam dan plastik

Sumber : Divisi Produksi PT Sayuran Siap Saji 2017

10. Pemeriksaan Kandungan Logam dengan Metal Detector

(41)

dilakukan setiap pergantian produk sekali selama metal detector digunakan. Produk yang sudah dikemas, harus dilalukan ke metal detector untuk pemeriksaan ada tidaknya kandungan logam yang masih menempel pada produk. Apabila produk terdeteksi mengandung logam, metal detector akan berhenti beroperasi, dan untuk melanjutkan pengecekan harus dinyalakan kembali. Produk yang lolos dalam pemeriksaan masuk ke bagian pengepakan, sedangkan yang tidak lolos dalam pemeriksaan dipisahkan untuk dilakukan pengecekan ulang. Apabila setelah dua kali pengecekan tidak lolos, produk dimasukkan ke dalam keranjang dengan label dump product untuk dibuang atau dimusnahkan.

11. Penyimpanan

Sebelum produk sayuran dipasarkan, produk yang telah dikemas kemudian disimpan terlebih dahuludi ruangan cool storage. Memastikan bagian dalam ruang penyimpanan dalam keadaan bersih. Produk akhir disimpan dalam ruangan dingin dengan jarak produk dengan lantai 10 cm. Produk disimpan berdasarkan kode produk dan kode pelanggan. Mengatur suhu ruangan pendingin 1–5 °C, pencatatan suhu dilakukan setiap 4 jam sekali atau selama proses produksi berlangsung. Pemeriksaan kondisi fisik dan kualitas produk yang telah selesai tahap proses dilakukan oleh bagian Quality Control. Hasil pemeriksaan dicatat dalam formulir.

12. Penyerahan Produk

Pada penyerahan produk, sebelumnya dilakukan pemeriksaan keranjang atau krat box. Produk yang akan dimuat ditempatkan terlebih dahulu di ruang serah terima untuk diperiksa ulang. Setelah pemeriksaan ulang petugas serah terima membuat surat jalan, yang dibuat rangkap 4. Surat jalan dibawa oleh pihak distribusi untuk selanjutnya diberikan kepada pelanggan sebagai dokumen pengecekan ulangsaat penerimaan oleh pelanggan, dan untuk ditandatangi.

3.4.3 Distribusi

Sebagian besar produsen tidak menjual barangnya kepada pengguna akhir secara langsung, diantara produsen dan konsumen akhir biasanya terdapat sekelompok perantara yang melaksanakan beragam fungsi. Perantara ini membentuk saluran distribusi pemasaran produk. Distribusi merupakan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah pencapaian barang dan jasa kepada konsumen. Sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat dan saat yang dibutuhkan). Kegiatan yang dilakukan saat pendistribusian berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure) distribusi. Kegiatan distribusi dimulai dari penentuan rute, serah terima produk dari packing house, pemuatan dan pendistribusian, serah terima produk dengan pelanggan, serah terima produk kembali atau tolakan, sanitasi kendaraan. Prosedur ini didokumentasikan dalam bentuk berkas, disket, atau hard disc, dapat berbahasa Indonesia atau bahasa lainnya yang seluruhnya mempunyai status dan legalitas yang sama.

(42)

Saji dapat dilihat pada Gambar 6. Produk yang akan didistribusikan disesuaikan dengan jumlah permintaan yang telah ditetapkan oleh pelanggan.

Gambar 6 Alur distribusi produk sayuran fresh cut PT Sayuran Siap Saji

Kegiatan distribusi yang dilakukan di PT Sayuran Siap Saji yaitu dengan menggunakan strategi distribusi secara langsung ke toko (store) dan central ldistribution center (CDC). Pendistribusian langsung ke toko yaitu pendistribusian langsung kepada masing-masing toko yang menjadi pelanggan. Sedangkan pendistribusian terpusat (distribution center) yaitu pendistribusian yang dikirim ke gudang penyimpanan pelanggan, kemudian pelanggan akan mengirim sendiri produk ke masing-masing cabang sesuai dengan kebutuhan. Restoran yang pendistribusian produknya dilakukan secara langsung ke toko (store) yaitu Domino’s dengan jumlah 118 store, Nam-Nam resto dengan jumlah 3 store, Johni Rocket dengan jumlah 2 store, Mc Donalds dengan jumlah 50 store, D’Crepes dengan jumlah 1 store, Sate Khas Senayan dengan jumlah 1 store,Pizza Marzano, Rejuve, Daihatsu, 7 Eleven dan kapal perang dari berbagai negara yang berlabuh ke Pelabuhan Tanjuang Priok. Restoran yang pendistribusiannya dilakukan dengan distribution center yaitu Bakmi Gajah Mada, D’Crepes, SW8, Lawson.

(43)

Gambar 7 Distribusi ke kapal perang Jepang Shimayuky

PT Trias Tanjung merupakan perusahaan jasa yang menjadi perantara untuk menyediakan berbagai persediaan makanan untuk setiap kapal perang dari berbagai negara yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. Setiap permintaan keperluan makanan yang dibutuhkan dari beberapa kapal perang yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok selalu melalu perantara yaitu PT Trias Tanjung. Apabila terjadi kesesuaian harga dengan konsumen kapal perang, kemudian PT Trias Tanjung mencari supplier salah satunya yaitu PT Sayuran Siap Saji. Salah satu tujuan kedatangan kapal perang dari berbagai negara ke Indonesia yaitu untuk menjalin hubungan kerja sama dengan negara Indonesia.

Pendistribusian yang dilakukan perusahaan ke masing-masing restoran disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pelanggan. Pengiriman barang pada pagi hari pukul 03:00 WIB. Sedangkan pengiriman barang pada malam hari dilakukan sekitar pukul 20:30 sampai pukul 21:00 WIB. Restoran yang pengiriman produknya dilakukan pada malam hari yaitu Domino’s dan Mc Donalds. Sedangkan restoran yang pengiriman produknya pada pagi hari yaitu

Nam-Nam, Joni Roket, D’Crepes, Sate Khas Senayan. Restoran yang

pendistribusian produknya secara distribution center semua dilakukan pada pagi hari. Waktu pendistributian ditentukan juga berdasarkan jarak perusahaan dengan tempat pelanggan beserta waktu bukanya restoran.

Pendistribusian dilakukan dengan menggunakan mobil pengangkut (chiller truck) yang memiliki mesin pendingin dengan suhu 5-60C, dapat dilihat pada Gambar 8.

(44)

Mobil pengangkut yang digunakan yaitu mobil box tertutup. Mobil ini dilengkapi dengan mesin pendingin, agar produk tetap segar selama dalam perjalan menuju tempat pelanggan. Produk yang dimasukkan ke dalam mobil, sebelumnya di bungkus rapi dengan menggunakan kardus. Hal ini dilakukan agar produk tetap utuh saat diterima oleh pelanggan. PT Sayuran Siap Saji tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkannya, karena selain dibungkus dengan dengan kardus juga menggunakan mobil box yang dilengkapi dengan pendingin udara.

3.5 Deskripsi Sumber Daya Perusahaan

3.5.1 Sumber Daya Fisik

Sumberdaya fisik yang dimiliki perusahaan meliputi bidang administrasi, produksi dan pemasaran. Sarana administrasi antara lain kantor yang dilengkapi dengan ATK, mesin fotocopy, komputer, perangkat telekomunikasi berupa telephone dan faximile. Sarana produksi di PT Sayuran Siap Saji meliputi tanah dengan luas 1 ha yang terdiri atas 3 green house dengan konstruksi besi dilengkapi dengan instalasi pompa untuk irigasi, unit pembakaran sekam, unit sterilisasi, unit pencahayaan, pengkabutan, power sprayer, generator dan alat-alat untuk persemaian, pembibitan, pembudidayaan dan panen.Sarana budidaya PT Sayuran Siap Saji antara lain:

1. Green house

Green house berfungsi untuk melindungi tanaman dari siraman air hujan secara langsung, tiupan angin kencang dan mengurangi intensitas sinar matahari yang berlebihan serta melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Green house yang dimiliki PT Sayuran Siap Saji berbentuk joglog yang terdiri dari kerangka, atap dinding, dan perlengkapannya. Kerangka dibuat dari besi dan kayu dengan atap plastik UV 12% dan dinding menggunakan paranet berwarna hijau sedangkan lantai terbuat dari semen.

2. Sumber Air

Air merupakan faktor penting dalam budidaya, yang berfungsi sebagai pelarut nutrisi, pestisida, penyiraman. Sumber air diperoleh dari sumur pompa dengan kedalaman 100 meter. Air tersebut dipompa kemudian ditampung dalam kolam penampungan.

3. Sarana Transportasi

Gambar

Tabel 1  Tingkat konsumsi sayuran di Indonesia
Tabel 3  Penjualan sayuran fresh cut di PT Sayuran Siap Saji perbulan tahun 2013 sampai 2015
Tabel 4  Data dan sumber data
Tabel 4 Data dan sumber data (lanjutan)
+7

Referensi

Dokumen terkait