Nama : Gemrivel Nim / Bp : 1205868
Prodi : Pendidikan Geografi
Mengalihkan Subsidi BBM ke Sektor Produksi
Sebelum kita melihat lebih jauh apa yang menjadi permasalahan ekonomi Indonesia yang berhubungan dengan dualismenya, kita perlu mengerti lebih dahulu apa pengertian dualisme tersebut. Dualisme adalah suatu keadaan dimana “sang superior” hidup berdampingan dengan “sang inferior” namun tidak memiliki hubungan yang erat, tidak akan mati dengan sendirinya oleh karena alasan waktu, bahkan jurang pemisah antara “sang superior” dan “sang inferior” makin terbuka lebar seiring perkembangan zaman.
A Tony Prasetiantono kepala pusat studi ekonomi dan kebijakan publik Universitas Gadjah Mada berkunjung ke Shanghai dan Beijing, Tiongkok.dalam sebuah diskusi di Shanghai seorang ekonom Tiongkok terperanjat ketika diberi tahu bahwa harga eceran bahan bakar minyak(BBM) bersubsidi di Indonesia ialah 6500/Liter. Di Tiongkok harga eceran BBM sekitar 8 yuan, atau setara Rp 16 ribu/Liter, Jika dibandingkan dengan Turki sekitar 32 ribu/Liter. Menurut the economist jumlah penduduk miskin Tiongkok resminya ialah 83 juta pada akhir 2013.
Saya setuju dengan asumsi dana BBM dibagi dua sama rata untuk kepentingan pembangunan infrastruktur untuk melancarkan dan mensukseskan pencapaian berbagai tujuan dan keinginan di berbagai aspek kehidupan, terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi kebodohan. Dan melindungi daya beli kelompok miskin dualisme sosial dan teknologi, menyebabkan mekanisme pasar tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan ketidaksempurnaan mekanisme pasar ini selanjutnya mengakibatkan sumberdaya-sumber daya yang tersedia tidak dapat digunakan secara efisien.
Indonesia Dalam direpresentasikan oleh Jawa, merupakan sistem ekologis padat karya yang ditandai oleh pertanian padi, tebu dan tanaman lainnya yang membutuhkan kondisi iklim tropis dan semi tropis dan membutuhkan banyak air. Indonesia Luar ditandai oleh pertanian yang padat tanah dan padat modal, produk padat karya sepeti produk tambang, karet dan kelapa sawit Dalam hal ini yang akan dibahas adalah dari sudut pandang ekonomi. Kegagalan kebijaksanaan ekonomi liberal yang diterapkan Belanda pada tahun 1870 dalam upaya untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, menjadikan kebijaksanaan kolonial ditinjau kembali secara intensif. Indonesia mengalami dualisme ekonomi atau dua sistem ekonomi yang berbeda dan berdampingan kuat.