BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Pemilu merupakan wujud dari kedaulatan rakyat untuk memilih para pejabat Negara sesuai dengan sistem pemerintahan di Indonesia. pemilihan umum adalah salah satu sistem demokrasi di Negara Indonesia yang tercantum pada Pasal 1 ayatt (2) UUD 1945 menyatakan bahwa rakyat memiliki kekuasaan (kedaulatan) yang tertinggi.
Pemilihan umum merupakan sarana dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih rakyat secara langsung untuk anggota lembaga Negara, seperti DPR, DPD dan DPRD serta Presidn dan Wakil Presiden. Setiap lembaga Negara yang dipilih dalam pemilu tersebut, kemudian akan dibedakan menjadi 2 pemilu yaitu pemilu legislative dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan 5 tahun sekali.
Dalam menyambut pesta demokrasi yang diadakan setiap 5 tahun sekali ini, para calon legislatif mulai gencar memasang poster, stiker, dan spanduk diri mereka di sembarang tempat. Seperti pagar rumah, tembok, tiang listrik dan juga pepohonan.
Gambar 1.1 Poster calon legislative yang dipasang di pohon Sumbr : www.solopos.com
Padahal sudah jelas tertulis dalam peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013, Pasal 17 ayat 1.a.menyatakan Kampanye Pemilu dalam bentuk pemasangan alat peraga di tempat umum diatur sebagai berikut : alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protocol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan (Tempo. Caleg Dilarang Pasang Spanduk Kampanye Dipohon. Diperoleh 13 Maret 2014.Http://.tempo.co/read/news/2013/08/30/078508697/Caleg-Dilarang-Pasang-Spanduk-Kampanye-di-Pohon).
tentunya pemasangan alat peraga seperti poster-poster pemilu disembarang tempat ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. misalnya seperti data yang diperoleh dari Sinarharapan.com dijelaskan bahwa “pemasangan alat peraga kampanye di pohon dapat mengakibatkan kerusakan atau mematikan pohon akibat tusukan dan tertanamnya paku di pohon tersebut”. (Sinar Harapan. Ribuan Pohon Terancam Pertumbuhan Karena Alat Kampanye. 13 Maret 2014.
Http://www.sinarharapan.co/news/read/28463/ribuan-pohon-terancam-pertumbuhan-karena-alat-kampanye.
Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan semakin meluas, untuk mencegah terus bertambahnya pemasangan alat peraga kampanye di pohon dan semakin banyaknya pohon yang terancam rusak. Untuk mengatasi permasalahan yang ada diperlukan beberapa upaya yang dapat membagkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon bagi kelangsungan hidup manusia dengann mengajak masyarakat untuk melestarikan, memelihara dan mencegah anggota tim sukses pemiluh agar tidak merusak dan memaku poster caleg di pohon lagi pada pemilu-pemilu mendatang.
1.2Permasalahan
1.2.1 Identifikasi Masalah
Berikut ini beberapa poin yang menjadi permasalahan sesuai dengan penelitian ini, antara lain :
a. Kurangnya kesadaran calon legislative dan tim sukses pemilu akan pentingnya arti sebuah pohn bagi kehidupan.
b. fenomena pemasangan alat kampanye di pohon dapat mengakibatkan kerusakan dan menghambat pertumbuhan pohon.
1.2.2 Rumusan Masalah
Dari pengidentifikasian masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan kesadaran tim sukses pemilu mengenai pentingnya pepohonan bagi kehidupan melalui kampanye sosial?
2. Bagaimana cara yang tepat untuk menginformasikan kepada masyarakat terutama tim sukses pemilu untuk menjaga dan melindungi pohon?
1.3Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apa
Kampanye sosial tentang pelestarian pepohonan ini akan disosialisasikan kepada pesera pemilu yaitu tim sukses usia 20tahun – 50 tahun
2. Bagaimana
Perancangan kampanye sosial ini akan berupa sebuah kegiatan event pelestarian pepohonan dengan media utama video animasi, dan media pendukung seperti stand both, banner, dan T-shirt system, flyer.
3. Siapa
Segmen atau target audiens dari pelaksanaan kampanye ini adalah tim sukses Pemilu karena pada saat Pemilu, tim sukses inilah yang memaku poster-poster di pepohonan sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar tidak melakukan hal yang sama pada saat pemilu ditahun berikutnya.
4. Dimana
Kampanye sosial ini akan diadakan di 5 tempat di kota Bandung. Lokasi yang dipilih yaitu 5 kantor partai besar yang mendapat suara tertinggi saat Pemilu bulan April 2014 lalu.Yaitu Partai PDI-Perjuangan, Demokrat,
Golkar, PKB, dan Gerindra. Berikut ini alamat untuk masing-masing kantor partai yang berlokasi di kota Bandung :
1. Kantor Partai Demokrat di Jl. Maskumambang No. 23 A Bandung pada bulan Oktober 2018
2. Kantor Partai Gerindra di Jl. CimanukNo. 42 Bandung pada bulan November 2018
3. Kantor Partai Golkar di Jl. Maskumambang No. 2 Bandung pada bulan Desember 2018
4. Kantor PKB (Partai Keadilan Bangsa) di Jl. BKR No. 87 Lingkar Selatan Bandung pada bulan Januari 2019
5. Dan yang terakhir di Jl. Pelajar Pejuang 45 No.1 Bandung pada bulan Februari 2019
5. Kapan
Pelaksanaan kampanye social ini akan dilakukan dalam perioe satu tahun yaitu bulan Oktober 2018 sampai Februari 2019. Kampanye ini akan dimulai 5 bulan sebelum kampanye pemilu yang berlangsung pada bulan April 2019 sehingga diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahamann terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang bersangkutan agar tidak melakukan kesalahan lagi seperti memaku pohon pada saat pelaksanaan kampanye Pemilu 2019.
1.4 Tujuan Perancangan
Tujuan dari perancangan ini adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kesadaan tim sukses pemilu agar tidak mamaku poster pemilu dipepohonan
2. Dengan melakukan kampanye ini diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi untuk menjaga dan melindungi pohon.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Merupakan teknik atau cara yang akan digunakan dalam mencari data yang akan digunakan dalam tugas akhir. Metode pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu :
A. Metode Pengumpulan Data Primer 1. Observasi
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke lapanganatau pihak yang terkait dengan tujuan untuk mendapatkan data secara sistematis terhadap obyek yang diteliti untuk mendapatkan data original atauasli dan mengetahui keadaan di tempat survey secara rinci. Disini penulis melakukan observasi ke Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung di Jalan Ambon untuk mengumpulkan data dan mencatat hal-hal yang dianggap penting dan bersangkutan dengan penelitian.
2. Wawancara
Interview/wawancara merupakan cara pengumpulan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data yang disebut responden degnan mengadakan Tanya jawab langsung. Wawancara biasa dilakukan secara langsung keapda orang yang dianggap bisa memberikan informasi secara detail. Disini penulis melakukan wawancara dengan beberapa orang yang bekerja di Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung dan juga beberapa pihak tertentu untuk menggali informasi seputar data pepohonan yang rusak setiap diadakannya pemilu.
B. Metode Pengumpulan Data Sekunder 1. Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data dengan mencari dadta pada buku, artike, majalan, surat kabar, brosur serta media lainnya. Metode pengumpulan data in dengan mencari buku, artikel, majalah, surat kabar, dan media lainnya yang berkaitan dengan kegiatan, upaya dan informasi tentang pepohonan dan juga aturan pelaksanaan pemilu.
2. Internet
Internet merupakan jaringan computer yang menghubungkan semua jaingan di duni dimana jaringan in melalui komunikasi protocol TCP/IP. Dengan tersedianya alt pencarian yang canggih, sever-server yang menyimpan data dan informasi yang tersebar di seluruh dunia maka semakin mudah bagi peneliti untuk melakukan penelitian secara online.
1.5.1 Metode Analisis Data Menggunakan Analisis SWOT
Adapun metode analisa datda yang digunakan adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan starategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekautan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekualsi bisnis. Keempat factor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, oppurtunities dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi factor internal daneksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan degnan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam bentuk gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan
(strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (oppurtunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau
menciptakan sebuah ancaman baru.
Pada penelitian ini, penulis akan membandingkan masalah yang ada dengan menggunakan analisis SWOT sehingga pada akhirnyaakan didapat suatu kesimpulan yang dapat menjadi landasan penulis dalam membua suatu perancangan yang baik dan benar.
1.6 Kerangka Perancangan
Ketidaktahuan atau IDE : Kurangnya kesadaran
tim
Kurangnya kesadaran tim Media komunikasi yang sukses pemilu akan
Sukses Pemilu tepat dan efektif pentingnya pohon bagi Kehidupan
Kampanye sosial pribdi
Kampanye sosial pepohonan bagi Dinas Pertamanan dan
kelangsungan semua Pemakaman Kota
Bandung
makhluk hidup
Masyarakat (tim sukses pemilu) semakin sadar bahwa pemasangan alat peraga kampanye dipepohonan dapat merusak dan
menghambat pertumbuhan pohon tersebut
1.7 Sistematika Penulisan
Pengantar kakrya tugas akhir ini disusun secara sistematis yang dibagi kedalam 5 bab pembahasan yang memiliki kaitan erat antar babnya yang dapat dilihat sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan ini dibahas tentang latar belakang masalah yang merupakan alas an kasus ini diangkat sebagai tugas akhir, permasalahan, ruang lingkup, tujuan peerancangan, metode analisis data dan sistematika penulisan.
BAB II. DASAR PEMIKIRAN
Pada bab ini berisi tentang tinjauan pustaka yang akan diuraikan mengenai tinjauan dari berbagai data dan teori-teori yang diperoleh sehingga nantinya akan digunakan sebagai data actual dan factual untuk nantinya di analisis kembali
menjadi sebuah data akurat sehingga dapat dijadikan acuan dalam perumusan konsp desain.
BAB III. DATA DAN ANALISIS MASALAH
Pada bab ini berisi tentang uraian data-data yang telah di peroleh dan juga akurat tentang topik yang sedang dibahas ddan juga berisi tentan analisis perbandingan atau cara lainnya untuk mengasilkan konsp perancangan desain.
BAB IV. KONSEP DAN HASIL PERANCANGAN
Bab ini menguraikan tetnang seluruh visualisasi desain yang telah dibuat dalam bentuk gambar serta uraian atau keterangan rinci mengenai masing-masing desain dan media-media kampanye apa saja yang digunakan.
BAB V. PENUTUP
Bab ini mengulas tentang penutup dengan kesimpulan dari keseluruhan bab dan teori yang ada dari proses perancangan sampai perwujudan untuk diperlihatkan kepada masyarakat. Kemudian saran dari penulis untuk pihak-pihak terkait selama penyusunan pengantar karya tugas akhir ini.