Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak Akibat Tindak Pidana Abortus Provocatus Criminalis
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan putusan tersebut, maka dalam penegakan hukumnya Undang- Undang Perlindungan Anak yang menjadi acuan dasar di dalam pengenaan sanksi atau hukuman kepada pelaku tindak
Bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana dalam proses persidangan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Peradilan
Pengertian aborsi atau Abortus Provocatus adalah penghentian atau pengeluaran hasil kehamilan dari rahim sebelum waktunya (Kusmariyanto, 2002: 203). Dengan kata lain “pengeluaran”
Perlindungan anak dalam hukum pidana, selain diatur dalam Pasal 45, Pasal 46, dan Pasal 47 KUHP ( telah dicabut dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997
Dasar pertimbangan perlunya Undang-Undang yang mengatur perlindungan korban kejahatan (dan saksi) untuk segera disusun dengan jelas dapat dilihat pada bagian menimbang
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pasal 75 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengatur mengenai aborsi provokatus
Ida Bagus Surya Darma Jaya, S.H., M.H., Ketua Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, pengarahan,
Peirlindungan hukum bagi doikteir yang meilakukan tindakan aboirsi proivoicatus teirhadap koirban tindak pidana peirkoisaan yang hamil meirupakan aspeik peinting dalam Undang-Undang