• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGATURAN HUKUM ABORSI TERHADAP KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN - Tindakan Aborsi Terhadap Kehamilan Akibat Perkosaan Dan Kaitannya Dengan Hak Asasi Manusia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II PENGATURAN HUKUM ABORSI TERHADAP KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN - Tindakan Aborsi Terhadap Kehamilan Akibat Perkosaan Dan Kaitannya Dengan Hak Asasi Manusia"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data dilakukan secara yuridis kualitatif Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan: (1) Politik hukum legalisasi aborsi akibat perkosaan didasarkan pada upaya

Selama ini kalau ditinjau dari pandangan hukum di Indonesia, pelaksana aborsi pada kehamilan akibat tindakan perkosaan sebenarnya tidak ada payung hukum yang

BAB V Tinjauan hukum Islam terhadap dibolehkannya aborsi akibat perkosaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, meliputi

Hasil penelitian ini ialah bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi membolehkan aborsi akibat perkosaan karena korban perkosaan

perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan”, maka dapat diberikan perlindungan hukum terhadap korban yang terdapat pada Pasal 77 UU Kesehatan

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan penyertaan-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang

Dengan demikian maka aborsi terhadap wanita yang hamil akibat perkosaan dapat menghilangkan pidana bagi pelakunya dengan alasan medis atau kesehatan.. Pasal 299 KUHP

Konsep aborsi karena indikasi medis dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu: pertama, indikasi medis yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009