LANDASAN FILOSOFIS
MANAJEMEN BERBASIS
SEKOLAH (MBS)
Landasan Filosofis Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
Landasan filosofis Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) secara umum adalah cara
hidup masyarakat. Maksudnya jika ingin
reformasi pendidikan itu sukses maka
KAITAN FUNGSI PENDIDIKAN DENGAN
PERKEMBANGAN ZAMAN
Di antara tuntutan zaman
yang sangat besar
pengaruhnya dan harus
direspons secara baik oleh
sistem pendidikan adalah
perkembangan (kemajuan)
ekonomi dan teknologi.
Perkembangan ekonomi
dan teknologi menuntut
kemampuan dan keahlian
tertentu sesuai dengan
lingkup wilayahnya. Sejalan
dengan perkembangan
ekonomi dan teknologi
yang terus bergerak dan
berubah, pendidikan selalu
dirasa ketinggalan zaman.
Ada beberapa fungsi pendidikan.
1. Pertama bersifat mendasar, yaitu untuk
mempersiapkan manusia menghadapi masa depan agar hidup lebih sejahtera, baik sebagai individu maupun secara kolektif sebagai warga masyarakat, bangsa maupun antarbangsa.
2. Fungsi pendidikan lainnya adalah peradaban, artinya pendidikan bermanfaat untuk mencapai suatu tingkat peradaban. Peradaban adalah hasil karya manusia yang semula dimaksudkan untuk mendukung kesejahteraan manusia.
3. Fungsi pendidikan berikutnya adalah pada
gilirannya menyiapkan individu (dalam memenuhi kebutuhan individualnya) untuk dapat
beradaptasi/menyesuaikan diri atau memenuhi tuntutan-tuntutan sesuai wilayah tertentu
KAITAN PENDIDIKAN DENGAN MANAJEMEN
BERBASIS SEKOLAH (MBS)
PENDIDIKAN NILAI
Di Indonesia pendidikan nilai yang dominan adalah
pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama. Kedua
mata pelajaran tersebut mempunyai peran yang penting
untuk tetap menumbuhkembangkan tanggung jawab
bersama di dalam suatu kehidupan masyarakat baik
masyarakat lokal, nasional, regional maupun global.
Pendidikan nilai yang diharapkan berpeluang untuk terwujud
dengan diterapkannya MBS. Hal ini, mengingat MBS dengan
dukungan masyarakat berupaya memperkuat jati diri peserta
didik dengan nilai-nilai sosial budaya setempat,
Manfaat Penerapan MBS dalam
Pendidikan
Meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kemandirian,
fleksibilitas, partisifasi, keterbukaan, kerjasama, akuntabilitas, sustainabilitas, dan inisiatif sekolah/madrasah dalam mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.
Meningkatkan kepedulian warga sekolah/madrasah dan masyarakat dalam
menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
Meningkatkan tanggung-jawab sekolah/madrasah kepada orang tua,
masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkan mutu sekolah/madrasah.
Meningkatkan kompetesi yang sehat antara sekolah/madrasah dalam
UNDANG-UNDANG SISDIKNAS SEBAGAI KEBIJAKAN DI DALAM PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Pasal 51 UU No. 20/2003 menyatakan sebagai berikut.
Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan
standar pelayanan minimal dengan prinsip Manajemen Berbasis
Sekolah/Madrasah.
Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan
prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu, dan evaluasi yang
transparan.
Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikan
“Penyelenggaraan” meliputi kegiatan mengadakan yang belum ada,
seperti mendirikan sekolah (baru), investasi baru yang semula belum ada, membuat aturan/kebijakan yang harus ditaati oleh pengelola. Sebagai contoh, yayasan adalah penyelenggara, sedangkan kepala sekolah adalah pengelola. Yayasan dapat merasa sebagai pengelola sekolah karena kewenangannya lebih luas dari kepala sekolah.