• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Posisi Pemain Sepak Bola Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penentuan Posisi Pemain Sepak Bola Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

2471

Penentuan Posisi Pemain Sepak Bola Menggunakan Metode AHP dan

TOPSIS

Rezza Pratama1, Edy Santoso2, Yuita Arum Sari3

Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1azzerpratama@gmail.com, 2edy144@ub.ac.id, 3yuita@ub.ac.id

Abstrak

Posisi pemain sepak bola merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pemain maupun tim. Kesalahan dan kurang optimalnya posisi pemain dapat menjadi faktor kekalahan dalam sebuah pertandingan. Oleh karena itu penentuan posisi pemain menjadi faktor yang sangat penting dalam permainan sepak bola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pelatih dalam menentukan posisi pemain sepak bola. Pada metode Analytic Hierarcy Process (AHP), pembobotan kriteria dihitung sesuai dengan tingkat kepentingan kriteria tersebut. Metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) merupakan metode yang menggunakan jarak sebagai acuan untuk melakukan perbandingan. Alternatif yang dipilih tidak berdasarkan kriteria, namun dibandingkan dengan solusi ideal positif dan negatif. Untuk mendapatkan manfaat dari masing-masing metode tersebut, makan penulis menerapkan gabungan dari metode AHP dan TOPSIS. Dalam penelitian ini, metode AHP digunakan untuk pembobotan. Sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk pemeringkatan alternatif. Data yang dipakai untuk pengujian menggunakan 100 data pemain bola. Data tersebut diproses menggunakan perhitungan AHP dan TOPSIS. Hasil dari skenario akan dibandingkan dengan data uji untuk memperoleh nilai akurasi. Dari pembandingan tersebut, didapatkan nilai akurasi sebesar 58%. Hasil rekomendasi posisi yang sesuai dengan posisi asli pemain sebesar 58 data.

Kata kunci: posisi pemain, sepak bola, pendukung keputusan, AHP, TOPSIS

Abstract

The position of the football player is very important for a player or team. Mistakes and less than optimal position of players can be a factor of defeat in a match. Therefore the positioning of players becomes a very important factor in the game of football. The purpose of this research is to assist the coach in determining the football player's position. In the Analytic Hierarcy Process (AHP) method, weighting criteria is calculated according to the importance of the criteria. Methods Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) is a method that uses distance as a reference for making comparisons. The selected alternatives are not based on criteria, but are compared with positive and negative ideal solutions. To benefit from each of these methods, feeding the authors applies a combination of AHP and TOPSIS methods. In this study, the AHP method is used for weighting. While TOPSIS method is used for alternative ranking. The data used for testing using 100 data ball players. The data is processed using AHP and TOPSIS calculations. The results of the scenario will be compared with the test data to obtain the accuracy value. From the comparison, obtained an accuracy of 58%. The result of recommendation of position according to original position of player equal to 58 data.

Keywords: player position, football, decision support, AHP, TOPSIS

1. PENDAHULUAN

Menurut (Nosa & Faruk, n.d.), sepak bola adalah suatu cabang olahraga yang dimainkan oleh dua tim dan masing-masing tim memiliki sebelas orang pemain. Tim yang mencetak jumlah gol terbanyak akan menjadi pemenang,

sedangkan jika masing-masing tim memiliki

skor yang seimbang, maka pemenang

pertandingan akan ditentukan dengan cara melakukan babak tambahan atau adanya adu penalti.

(2)

yang memiliki posisi yang berbeda-beda. Kesepuluh pemain tersebut, secara garis besar dibagi menjadi beberapa posisi, yaitu posisi bek, gelandang, dan penyerang. Posisi pemain sepak bola dalam tim merupakan suatu hal yang penting untuk memperoleh kemenangan. Namun, tidak sedikit pemain bola yang dapat menempati beberapa posisi dalam tim. Kesalahan dan kurang optimalnya posisi pemain dapat menjadi faktor kekalahan dalam sebuah pertandingan. Contoh saja kasus yang diungkapkan oleh (Rahman, n.d.), perpindahan posisi Firman Utina. Awalnya berposisi sebagai penyerang. Namun setelah berposisi sebagai gelandang serang, kinerjanya meningkat. Bahkan pada pertandingan final Copa Indonesia tahun 2005 ia berhasil melakukan hattrick ke gawang lawan. Contoh kasus yang berikutnya adalah perpindahan yang dialamain oleh Septian David Maulana. Posisi awal di tim Mitra Kukar bermain sebagai gelandang serang. Namun ia bersama timnya menjadi juara saat ia bermain penuh pada posisi sayap sepanjang turnamen dan menjadi pemain kunci. (Trisna, 2016) juga mengungkapkan bahwa Gareth Bale, awalnya berposisi sebagai bek kiri. Kemampuan Bale meningkat dan semakin cemerlang setelah berpindah posisi sebagai gelandang serang. Javier Mascherano, awalnya berposisi sebagai gelandang bertahan. Posisi Mascherano dipindah menjadi bek tengah dan perpindahan itu membawa dampak positif bagi tim.

Dalam penentuan posisi pemain sepak bola ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah gabungan metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution

(TOPSIS) dan Analytical Hierarchy Process

(AHP). Metode AHP digunakan untuk

memberikan bobot pada masing-masing kriteria. Menurut (Kusumawardani & Agintiara, 2015), pembobotan kriteria dihitung sesuai dengan tingkat kepentingan kriteria tersebut. Kekurangan metode ini adalah ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subjektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang salah. Sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk pemeringkatan alternatif pemilihan posisi pemain sepak bola. Metode TOPSIS merupakan metode yang menggunakan jarak sebagai acuan untuk melakukan perbandingan. Alternatif yang dipilih tidak berdasarkan kriteria, namun dibandingkan dengan solusi ideal positif dan

negatif. (Purnomo, et al., 2013) juga menjelaskan bahwa solusi ideal positif adalah jumlah dari seluruh nilai terbesar dari setiap atribut, sedangkan solusi ideal negatif adalah seluruh nilai terkecil dari setiap atribut. Alternatif tertinggi akan dipilih sebagai rekomendasi posisi pemain sepak bola. Kekurangan metode ini adalah tidak memiliki perhitungan pembobotan.

Metode AHP dan TOPSIS telah diterapkan pada beberapa kasus. Penentuan kelayakan bibit ayam broiler yang dilakukan oleh (Exshadi, et al., 2013) bertujuan untuk menentukan kelayakan dari setiap kandang ayam broiler. Pada penelitian ini metode AHP dan TOPSIS menghasilkan nilai akurasi sebesar 62,5%. Penerimaan pegawai mikro kredit sales (MKS) dilakukan oleh (Putri, 2015) yang bertujuan untuk memudahkan proses penerimaan pegawai MKS. Nilai akurasi yang didapatkan dari penelitian ini sebesar 83,33%. (Junior, et al., 2015) melakukan penelitian tentang pemilihan line up pemain futsal dalam sebuah tim yang bertujuan untuk menentukan line up pemain futsal yang terdiri dari 4 pemain dan 1 kiper. Dalam penelitian ini, didapat nilai akurasi sebesar 83,33%.

Mengacu pada permasalahan di atas, penulis ingin menerapkan metode TOPSIS dan AHP untuk menyelesaikan masalah penentuan posisi pemain sepak bola. Diharapkan dengan metode tersebut, pemain dapat bermain secara

optimal pada posisi yang telah

direkomendasikan.

2. DASAR TEORI

(3)

2.1.1 Prinsip Dasar Metode AHP

Beberapa prinsip dasar AHP sebagai berikut:

1. Membuat hirarki.

2. Penilaian kriteria alternatif.

3. Synthesis of priority (menentukan prioritas).

4. Logical consistency (konsistensi logis).

2.1.2 Prosedur Metode AHP

1. Pendefinisian masalah dan penentuan solusi.

2. Penentuan prioritas elemen. 3. Mensintesis.

4. Pengukuran Konsistensi (λ maks). 5. Menghitung Consistency Index (CI). 6. Menghitung Consistency Ratio (CR). 7. Memeriksa konsistensi hirarki.

2.2 Metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) Metode TOPSIS adalah metode yang didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak terpanjang solusi ideal negatif. Metode ini menggunakan jarak sebagai acuan untuk melakukan perbandingan. Metode ini juga mempertimbangkan jarak terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif secara bersamaan. Dalam metode ini, solusi optimal dapat didapat dengan cara menentukan kedekatan relatif suatu alternatif terhadap solusi ideal positif. Nilai kedekatan relatif suatu alternatif akan dirangking. Dari alternatif-alternatif yang telah dirangking, solusi optimal akan diambil. Solusi optimal yang telah diambil akan dijadikan referensi untuk keputusan-keputusan yang akan diambil.

2.2.1 Prosedur Metode TOPSIS

1. Membangun sebuah matriks keputusan.

2. Membuat matriks keputusan yang

ternormalisasi dengan menggunakan persamaan:

𝑟𝑖𝑗 = 𝑥𝑖𝑗

√∑𝑚𝑖=1𝑥𝑖𝑗2 (1)

Dimana i= 1, 2, 3, ….., m; dan j = 1, 2, 3, ….., n; dimana rij adalah elemen dari matriks keputusan yang ternomalisasi r dan

xij adalah elemen dari matriks keputusan x.

3. Membuat matriks keputusan yang

ternormalisasi terbobot dengan

menggunakan persamaan:

𝑣𝑖𝑗 = 𝑤𝑗𝑟𝑖𝑗 (2)

Dengan 𝑖 = 1, 2, 3, ……, 𝑚; dan 𝑗 = 1, 2, 3, ….., 𝑛; dimana 𝑣𝑖𝑗 adalah elemen matriks keputusan yang ternomalisasi terbobot 𝑣, 𝑤𝑗 adalah bobot dari kriteria ke- 𝑗, dan 𝑟𝑖𝑗

adalah elemen dari matriks keputusan yang ternomalisasi 𝑟.

4. Menentukan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dengan persamaan:

𝐴+= {(max 𝑣 himpunan kriteria keuntungan (benefit criteria)}.

𝐽′ = { 𝑗= 1, 2, 3, ….., 𝑛 dan 𝐽 merupakan himpunan kriterian biaya (cost criteria)}. Dimana 𝑣𝑖𝑗 adalah elemen dari matriks keputusan ternomalisasi terbobot v, 𝑣1+(𝑗 =

1, 2, 3, … . , 𝑛) adalah elemen matriks solusi ideal positif, dan 𝑣1−(𝑗 = 1, 2, 3, … . , 𝑛) adalah elemen matriks solusi ideal negatif. 5. Menghitung solusi ideal positif dan solusi

ideal negatif menggunakan persamaan:

𝑠𝑖+= √∑ (𝑣𝑛𝑗=1 𝑖𝑗− 𝑣𝑗+), 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖 = adalah elemen dari matriks keputusan yang ternomalisasi terbobot 𝑣, 𝑣𝑗+ adalah elemen matriks solusi ideal positif, dan 𝑣𝑗− adalah elemen matriks solusi ideal negatif.

(4)

adalah kedekatan relatif dari alternatif ke-𝑖 terhadap solusi ideal positif, 𝑠𝑖+ adalah jarak alternatif ke-𝑖 dari solusi ideal positif, dan 𝑠𝑖+ adalah jarak alternatif ke-𝑖 dari solusi

ideal negatif.

7. Merangking alternatif.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Tahapan penelitian ini yaitu studi kepustakaan, pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian dan analisis, pengambilan keputusan.

3.1 Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan dan mempelajari kepustakaan-kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Sumber kepustakaan yang diperoleh dari buku, jurnal, e-book, wawancara, penelitian sebelumnya, internet, dan sumber pustaka lain yang terkait dengan penelitian. Adapun teori yang dipelajari, yaitu:

• Metode Analytical Hierarchy Process

(AHP).

• Metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).

3.2 Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data pemain beserta posisi pemain tersebut. Dataset pemain diperoleh melalui website Pesmaster www.pesmaster.com yang merupakan aset properti dari KONAMI dimana data yang didapat akan dipakai dalam tahap pengujian.

4. PERANCANGAN SISTEM

Model perancangan menjelaskan mengenai cara kerja aplikasi terstruktur. Dalam hal ini, terdapat beberapa proses utama yaitu input, proses, dan output. Perancangan akan dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Perancangan

User akan menginput data pemain sepak bola. Data tersebut akan diproses sistem menggunakan perhitungan metode AHP dan TOPSIS. Setelah dilakukan perhitungan, output

akan menampilkan rekomendasi posisi pemain sepak bola yang sudah diproses.

5. PENGUJIAN DAN ANALISIS

5.1 Pengujian

Pada bab pengujian ini menjelaskan tentang hasil pengujian dari implementasi metode AHP-TOPSIS untuk menentukan posisi pemain sepak bola dan pengujian akurasi. Data uji yang sudah ditentukan akan dimasukkan pada sistem. Hasil rekomendasi tersebut kemudian dibandingkan dengan posisi asli pemain.

Tabel 1 Hasil Pengujian

Berdasarkan tabel 1 diatas, posisi rekomendasi sistem yang sesuai dengan posisi asli pemain sebanyak 58. Sedangkan posisi

No Nama Posisi Posisi

Rekomendasi No Nama Posisi Posisi Rekomendasi 1Z. Ibrahimović CF ST 51 C. Fàbregas CMF AM 2 S. Agüero CF ST 52 C. Marchisio CMF AM 3 L. Suárez CF ST 53 Ramires CMF RB/LB 4 R. van Persie CF ST 54 Xavi CMF AM 5 E. Cavani CF ST 55 Kharja CMF ST 6R. Lewandowski CF ST 56 J. Moutinho CMF AM 7 K. Benzema CF ST 57 Lassana Diarra DMF ST 8 G. Higuaín CF ST 58 A. Pirlo DMF AM 9 D. Costa CF ST 59 X. Alonso DMF DM 10 M. Balotelli CF ST 60 J. Mascherano DMF CB

11 E. Džeko CF ST 61 F. Melo DMF CB

(5)

rekomendasi sistem yang tidak sesuai sebanyak 42. data yang diperoleh, didapatkan nilai akurasi sebesar:

Jadi, tingkat kesesuaian hasil sistem dengan data asli sebanyak 58%.

5.2 Analisis

Dari pengujian yang telah dilakukan, dapat dilihat analisis yang ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2 Grafik Hasil Pengujian

Dari Gambar 2, dapat dilihat bahwa jumlah data yang benar sebanyak 58 data. Jumlah data benar pada posisi striker (ST) sebanyak 13, gelandang tengah (CM) sebanyak 2, sedangkan yang salah sebanyak 12. Data benar pada posisi gelandang bertahan (DM) sebanyak 3, sedangkan data yang salah sebanyak 11. Data benar pada posisi bek sayap (RB/LB) sebanyak 6, sedangkan data yang salah sebanyak 9. Data benar pada posisi bek tengah (CB) sebanyak 15, data yang tidak sesuai sebanyak 0. Posisi yang memiliki banyak data yang sesuai dengan posisi asli adalah ST, RW/LW, AM, dan CB. Posisi yang memiliki banyak data yang tidak sesuai dengan posisi asli adalah CM, DM, dan RB/LB.

6. PENUTUP

Dalam melakukan perancangan penentuan posisi dapat dilakukan dengan menggunakan metode AHP dan TOPSIS. Tahapan dengan

menggunakan metode AHP dan TOPSIS meliputi penentuan matriks berbandingan berpasangan, normalisasi perbandingan berpasangan, perhitungan bobot prioritas kriteria, uji konsistensi, perhitungan normalisasi matriks keputusan, perhitungan normalisasi matriks keputusan terbobot, perhitungan solusi ideal positif dan negatif, perhitungan separasi positif dan negatif, perhitungan nilai preferensi, pengurutan nilai preferensi, dan rekomendasi posisi pemain sepak bola. Nilai akurasi dihitung menggunakan data yang telah diuji. Proses perhitungan akurasi dihitung berdasarkan pembagian antara banyak data benar dibagi banyak data seluruhnya dikalikan 100%. Pada penelitian ini diperoleh data benar sebanyak 58 data dan banyak seluruh data adalah 100 data, sehingga diperoleh nilai akurasi sebesar 58%. Faktor kemampuan individu para pemain dan pembobotan pada matriks perbandingan berpasangan sangat berpengaruh.

DAFTAR PUSTAKA

Exshadi, B. Y. I., Soebroto, A. A. & Putri, R. R. M., 2013. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan Pengisian Bibit Ayam Broiler Dikandang Peternak Menggunakan Metode Ahp Dan Topsis. Volume 2, p. 10.

Junior, B. F., Hidayat, N. & Santoso, E., 2015. Pemodelan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Line Up Cabang Olahraga Futsal Dengan Metode Ahp-Topsis. Volume 6, p. 4.

Kusumawardani, R. P. & Agintiara, M., 2015. Application of Fuzzy AHP-TOPSIS Method for Decision Making in Human Resource Manager Selection Process.

Procedia Computer Science, Volume 72, pp. 638-646.

Nosa, A. S. & Faruk, M., n.d. Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Pada Pemain Persatuan Sepakbola Indonesia Lumajang. p. 1.

Purnomo, E. N. S., Sihwi, S. W. & Anggrainingsih, R., 2013. Analisis Perbandingan Menggunakan Metode AHP, TOPSIS,dan AHP-TOPSIS dalam Studi Kasus Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Siswa Program Akselerasi.

Jurnal ITSMART, Volume 2, pp. 1-23.

(6)

(MKS) Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS. S1.

Rahman, A., n.d. sport.detik.com. [Online]

Available at:

https://sport.detik.com/aboutthegame/umpa

n-silang/d-3395922/fenomena- transformasi-posisi-gelandang-serang-di-sepakbola-indonesia

[Accessed Selasa April 2017].

Saaty, R. W., 1987. The Analytic Hierarchy Process-What It Is And How It Is Used.

Mathl Modelling, Volume 9, pp. 161-176.

Trisna, V. Y., 2016. 10 Pemain yang Makin Bersinar Setelah Pindah Posisi. [Online]

Available at:

http://www.bola.com/photo/read/2446530/ 10-pemain-yang-makin-bersinar-setelah-pindah-posisi

Gambar

Gambar 1 Perancangan
Gambar 2 Grafik Hasil Pengujian

Referensi

Dokumen terkait

Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi. Memperhatikan

Kalau sudah surut, kami akan lakukan pengerukan di gorong-gorong yang mengalirkan air ke Kali Sentiong,” kata Kepala Sudin Tata Air Jakarta Timur, Yazied Bustomi, Jumat

rendah. Hal ini terlihat dari gambaran rumah-rumah adat yang masih belum berubah sejak dahulu, kesenian-kesenian yang masih menggunakan alat-alat sederhana, dan

Sedangkan dalam ekonomi Islam, uang sebagai alat tukar maksudnya adalah uang bukan suatu komoditas yang dapat diperjualbelikan dengan kelebihan dan dapat disewakan, melainkan

peristiwa buruk dan seorang tokoh ( dalam hal ini mendukung tokoh publik tersebut ) menjadi sesuatu yang bersifat saling memiliki keterkaitan, direncanakan dan

Hasil penelitian menunjukkan boneka horta yang ditanam dengan media arang sekam yang dihaluskan lebih cepat dan lebih banyak benih tanaman bayam yang muncul dari

Sumber daya batubara tertunjuk adalah jumlah batubara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data

Haastateltavien puheessa kehittämisideoiden esittäminen kietoutui usein ideoiden viemiseen eteenpäin ja käytäntöön asti, eli kehittämisideoiden esittäminen ja