SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PALANG MERAH
INTERNASIONAL
Jean Henry Dunant Adalah Bapak Palang merah sedunia karena beliaulah pendiri dan pelopor berdirinya Palang Merah. J.H. Dunant lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional). Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette Colladon.
Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Itali sedang bertempur melawan pasukan Austria. Pada saat itu J.H. Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan Kaisar Prancis (Napoleon III). J.H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, J.H. Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan untuk mereka. Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yangberjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dari Solferino TAHUN 1862. Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :
1. Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurityang terluka di medan perang.
2. Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.
Tahun 1863 Empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant untuk mengembangkan kedua gagasan tersebut. Empat orang tersebut adalah :
Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk Komite Internasional Palang Merah (KIPM) atau International Committee Of the Red Cross (ICRC). Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yang bertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarang disebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yang dibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaan tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan Konvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of August 12 1949) dengan hasil konfrensi :
TUGAS PALANG MERAH
Pada Waktu Perang;
1. Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang 2. Memberi Pertolongan pada waktu perang
Pada waktu damai;
1. Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah
2. Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan
3. Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas Palang Merah.
4. Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan.
5. Menyelenggarakan PMR
6. Turut memperbaiki Kesehatan rakyat7. Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS )
SEJARAH LAHIRNYA PALANG MERAH INDONESIA
21 Oktober 1873
(NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).
1932 dan 1940
Pada 1932 timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Kemudian, proposal pendirian diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak. Pada saat penjajahan Jepang, proposal itu kembali diajukan, namun tetap ditolak.
3 September 1945
Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
5 September 1945
Pada 5 September 1945, dr. buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala, untuk mempersiapkan pembentukan Palang merah di Indonesia.
17 September 1945
Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.
16 Januari 1950
Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan.
1950 dan 1963
246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI.
Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.
1950
Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.
Saat ini
Saat ini, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 371 Kabupaten/Kota dan 2.654 Kecamatan (data per-Maret 2010). PMI mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.
HUKUM PERIKEANUSIAAN INTERNASIONAL(HPI)
Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah sebuah cabang dari perlindungan bagi korban perang dan mengenai pembatasan atas alat (sarana) dan metode (cara) bertempur dalamn sengketa bersenjata internasional ataupun non internasional. HPI dikenal pula dengan beberapa nama lain, yaitu Hukum Perang (the Law of War), Hukum Sengketa Bersenjata (the Law of Armed Conflict), atau Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law).Tujuan HPI:
1. Memberikan perlindungan kepada mereka yang tidak terlibat, atau tidak lagi terlibat, dalam pertempuran, yaitu penduduk sipil, tentara yang menjadi korban luka, sakit, korban kapal karam, dan tawanan perang
2. Mengatur penggunaan alat dan cara bertempur, dan
Latar belakang HPI berkaitan erat dengan sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Ide yang dituangkan oleh Jean Henry Dunant dalam bukunya “Kenangan dari Solferino” melahirkan sebuah komite yang kemudian dikenal dengan nama Komite Internasional Palang Merah (The International Committee of the Red Cross and Red Crescent atau ICRC).
Atas prakarsa komite tersebut, Pemerintah Swiss mengadakan konferensi diplomatic pada tahun 1864 di Jenewa. Konferensi ini melahirkan perjanjian internasional yang dikenal dengan nama Konvensi Jenewa 1864. Konvensi yang pada waktu itu mengikat 12 negara tersebut berisi sejumlah ketentuan tentang pemberian bantuan kepada anggota bersenjata yang terluka atau sakit tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan.
Konvensi-Konvensi Jenewa 1949
Konvensi Jenewa I : tentang perbaikan keadaan anggota angkatan perang yang terluka dan sakit di medan pertempuran darat
Konvensi Jenewa II : tentang perbaikan keadaan anggota angkatan perang di laut yang terluka, sakit dan korban kapal karam
Konvensi Jenewa III : tentang perlakuan terhadap tawanan
perang
Konvensi Jenewa IV : tentang perlindungan orang-orang sipil di waktu perang
Protokol-Protokol Tambahan 1977
Protokol Tambahan I : perlindungan korban sengketa bersenjata internasional
Protokol Tambahan II : perlindungan korban sengketa
bersenjata non-internasional
Selain perjanjian-perjanjian internasional tersebut, instrumen HPI juga meliputi:
Konvensi Den Haag 1907: tentang penggunaan alat dan cara
Konvensi Den Haag 1954: tentang perlindungan terhadap benda budaya pada masa sengketa bersenjata
Konvensi Senjata Kimia 1993: tentang pelarangan senjata
kimia
Konvensi Ottawa 1997: tentang pelarangan ranjau darat anti personel
Statuta Roma 1998: tentang pembentukan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court)
PERTOLONGAN PERTAMA
Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat dan Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban.
petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut:
Jujur dan bertanggungjawab.
Memiliki sikap profesional, kematangan emosi,
Kemampuan bersosialisasi.
Selalu dalam keadaan siap,
Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI.
Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama:
Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat
berdasarkan keadaan korban
Meminta bantuan / rujukan
Ikut menjaga kerahasiaan dengan petugas lain yang terlibat
Mempersiapkan untuk ditransportasikan
Peralatan Dasar Pelaku Pertolongan Pertama (Alat Pelindung Diri):
Sarung Tangan Lateks
Peralatan yang dibutuhkan dalam Pertolongan Pertama:
Penutup Luka
Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya.
periksa tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.
Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah
dan efesien.
Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya.
Bila bekerja dalam tim, buat perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang
kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.
Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama
A. Asma
· Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas · Canned be heard the voice of the additional breath · Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
· Irama nafas tidak teratur
· Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
· Kesadaran menurun (gelisah/meracau) Penanganan:
Kadang sampai tidak
merespon terhadap suara
Denyut nadi tak teraba / lemah
·Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman 2. Tenangkan korban
3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung 4. Diminta bernafas lewat mulut
5. Bersihkan hidung luar dari darah
6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
D. Mual-Mual(magg)
· Perut terasa nyeri/mual · Berkeringat dingin · Lemas
Penanganan
1.Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
2.Beri minuman hangat (teh/kopi) 3.Jangan beri makan terlalu cepat
E. Memar
· Warna kebiruan/merah pada kulit · Nyeri jika di tekan
· Kadang disertai bengkak Penanganan
1. Kompres dingin 2. Balut tekan
3. Tinggikan bagian luka
F. Keseleo
· Bengkak dan nyeri bila ditekan · Kebiruan/merah pada derah luka · Sendi terkunci
· Ada perubahan bentuk pada sendi Penanganan
1. Korban diposisikan nyaman 2. Kompres es/dingin
3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan 4. Tinggikan bagian tubuh yang luka
Gejala
· Nyeri pada otot
· Kadang disertai bengkak Penanganan
1. Istirahatkan 2. Posisi nyaman 3. Relaksasi
4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi
H. Histeria Gejala
· Seolah-olah hilang kesadaran
· Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
· Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Pisahkan dari keramaian
3. Letakkan di tempat yang tenang 4. Awasi
I. Keracunan Makanan atau Minuman Gejala
· Mual, muntah · Keringat dingin
· Wajah pucat/kebiruan Penanganan
1. Bawa ke tempat teduh dan segar 2. Korban diminta muntah
3. Diberi norit 4. Istirahatkan
5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik
Evakuasi Korban Prinsip Evakuasi:
1. Dilakukan jika mutlak perlu
2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
Alat Pengangkutan: 1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan. Bila satu orang maka penderita dapat:
· Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
· Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
· Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas,
Bila dua orang maka penderita dapat:
· Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan · Model membawa balok
· Model membawa kereta
2. Alat bantu · Tandu permanen · Tandu darurat
· Kain keras / ponco / jaket lengan panjang · Tali / webbing
Persiapan :
Yang perlu diperhatikan:
Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkanpenilaian kondisi dari keadaan respirasi,
pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian.
Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat
akhir korban diangkut
Memilih alat
Selama pengangkutan jangan ada bagian tubuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak dalam posisi benar.
Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama
1.Gigitan Binatang
Pertolongan Pertamanya adalah:
antiseptik
·Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
Gigitan Ular
Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu: 1. Hematotoksin (keracunan dalam)
2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf) 3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Penanganan untuk Pertolongan Pertama :
Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan
untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet/ toniket
dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
Letakkan daerah gigitan dari tubuh
Berikan kompres es
Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan
petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
Perawatan luka :
Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium
atau benda panas
Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan
pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).
Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
Gigitan Lipan Ciri-ciri
1. Ada sepasang luka bekas gigitan
2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
Penanganan
antiseptik
2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik
Gigitan Lintah dan Pacet Ciri-ciri
Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah) Penanganan
1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya, namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti. Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping. Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama Patah Tulang
Gejala
Adanya tanda ruda paksa pada bagian tubuh yang diduga terjadi patah tulang, pembengkakan, memar, rasa nyeri.
Nyeri sumbu: apabila diberi tekanan yang arahnya sejajar dengan tulang yang patah akan memberikan nyeri yang hebat pada penderita.
Deformitas: apabila dibandingkan dengan bagian tulang
yang sehat terlihat tidak sama bentuk dan panjangnya.
Bagian tulang yang patah tidak dapat berfungsi dengan baik atau sama sekali tidak dapat digunakan lagi.
Perubahan bentuk
Nyeri bila ditekan dan kaku Bengkak
Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
Ada memar (jika tertutup)
Beberapa Jenis/Macam Patah Tulang dan langkah – langkah penanganannya :
1. Patah Tulang Tertutup
Patah tulang tertutup adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya tidak melukai/merobek daging dan kulit yang ada di dekatnya. Patah tulang ini bisa menjadi terbuka jika
patahan tulangnya semakin parah dan menusuk daging / kulit hingga menimbulkan luka berdarah.
Langkah – langkah penanganan:
Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan
tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah.
2. Patah Tulang Terbuka
Patah tulang terbuka adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya membuat daging dan kulit yang ada di sekitar patahan tulang menjadi sobek terluka. Patah tulang ini harus benar-benar diwaspadai karena selain mudah infeksi karena luka menganga juga kita bisa tertular penyakit orang yang berdarah tersebut bila tidak berhati-hati.
Langkah – langkah penanganan:
Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
Jika darah masih mengalir hentikan pendarahan dengan
menekan dan mengikat bagian yang terluka dengan kain bersih.
Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan
tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah atau terluka.
3. Patah Tulang Belakang / Spinal
bagian leher. Jika demikian maka jangan menimbulkan banyak gerakan pada korban agar tidak merusak sumsum tulang belakang yang bisa mengakibatkan lumpuh permanen. Sebaiknya tunggu ambulan atau petugas medis yang berpengalaman untuk mengurus korban lebih lanjut. Langkah – langkah penanganan:
Jangan membuat pasien banyak bergerak baik berpindah
tempat, mengangkat kepala, berdiri, duduk, dsb. Jika tidak mendesak jangan korban patah tulang belakang jangan dipindahkan dari tempat semula dan jaga posisi agar tetap dengan kepala lurus ke atas.
Hangatkan badan penderita patah tulang punggung dengan selimut.
Gunakan pengangkut dengan alas yang kuat dan keras
seperti papan, meja, dll diangkut minimal dua orang agar stabil.
Prosedur Pembalutan :
Perhatikan tempat atau letak bagian tubuh yang akan dibalut dengan menjawab pertanyaan ini:
Bagian dari tubuh yang mana? (untuk menentukan macam pembalut yang digunakan dan ukuran pembalut bila
menggunakan pita)
Luka terbuka atau tidak? (untuk perawatan luka dan
menghentikan perdarahan)
Bagaimana luas luka? (untuk menentukan macam pembalut)
Perlu dibatasi gerak bagian tubuh tertentu atau tidak? (untuk menentukan perlu dibidai/tidak?)
Pilih jenis pembalut yang akan digunakan. Dapat satu atau kombinasi. Sebelum dibalut, jika luka terbuka perlu diberi desinfektan atau dibalut dengan pembalut yang mengandung desinfektan. Jika terjadi disposisi/dislokasi perlu direposisi. Urut-urutan tindakan desinfeksi luka terbuka:
Letakkan sepotong kasa steril di tengah luka (tidak usah
ditekan) untuk melindungi luka selama didesinfeksi.
Kasa penutup luka diambil kembali. Luka disiram dengan air steril untuk membasuh bekuan darah dan kotoran yang terdapat di dalamnya.
Dengan menggunakan pinset steril (dibakar atau direbus
lebih dahulu) kotoran yang tidak hanyut ketika disiram dibersihkan.
Tutup lukanya dengan sehelai sofratulle atau kasa steril
biasa. Kemudian di atasnya dilapisi dengan kasa yang agak tebal dan lembut.
Kemudian berikan balutan yang menekan.
Apabila terjadi pendarahan, tindakan penghentian pendarahan dapat dilakukan dengan cara:
Pembalut tekan, dipertahankan sampai pendarahan
berhenti atau sampai pertolongan yang lebih mantap dapat diberikan.
Penekanan dengan jari tangan di pangkal arteri yang terluka. Penekanan paling lama 15 menit.
Pengikatan dengan tourniquet.
Digunakan bila pendarahan sangat sulit dihentikan dengan
cara biasa.
Lokasi pemasangan: lima jari di bawah ketiak (untuk pendarahan di lengan) dan lima jari di bawah lipat paha (untuk pendarahan di kaki)
Cara: lilitkan torniket di tempat yang dikehendaki, sebelumnya dialasi dengan kain atau kasa untuk mencegah lecet di kulit yang terkena torniket. Untuk torniket kain, perlu dikencangkan dengan sepotong kayu. Tanda torniket sudah kencang ialah menghilangnya denyut nadi di distal dan kulit menjadi pucat kekuningan.
Setiap 10 menit torniket dikendorkan selama 30 detik, sementara luka ditekan dengan kasa steril.
Elevasi bagian yang terluka
Tentukan posisi balutan dengan mempertimbangkan: Dapat membatasi pergeseran/gerak bagian tubuh yang
memang perlu difiksasi
Sesedikit mungkin membatasi gerak bgaian tubuh yang
lain
Tidak mengganggu peredaran darah, misalnya balutan berlapis, yang paling bawah letaknya di sebelah distal.
Tidak mudah kendor atau lepas
Prinsip dan Prosedur Pembidaian : Prinsip
Lakukan pembidaian di mana anggota badan mengalami
cedera (korban jangan dipindahkan sebelum dibidai). Korban dengan dugaan fraktur lebih aman dipindahkan ke tandu medis darurat setelah dilakukan tindakan perawatan luka, pembalutan dan pembidaian.
Lakukan juga pembidaian pada persangkaan patah tulang,
jadi tidak perlu harus dipastikan dulu ada tidaknya patah tulang. Kemungkinan fraktur harus selalu dipikirkan setiap terjadi kecelakaan akibat benturan yang keras. Apabila ada keraguan, perlakukan sebagai fraktur.
Melewati minimal dua sendi yang berbatasan.
Prosedur Pembidaian
Siapkan alat-alat selengkapnya
Apabila penderita mengalami fraktur terbuka, hentikan perdarahan dan rawat lukanya dengan cara menutup dengan kasa steril dan membalutnya.
Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang, diukur dahulu pada sendi yang sehat.
Bidai dibalut dengan pembalut sebelum digunakan.
Memakai bantalan di antara bagian yang patah agar tidak terjadi kerusakan jaringan kulit, pembuluh darah, atau penekanan syaraf, terutama pada bagian tubuh yang ada tonjolan tulang.
Mengikat bidai dengan pengikat kain (dapat kain, baju, kopel, dan sebagainya) dimulai dari sebelah atas dan bawah fraktur. Tiap ikatan tidak boleh menyilang tepat di atas bagian fraktur. Simpul ikatan jatuh pada permukaan bidainya, tidak pada permukaan anggota tubuh yang dibidai.
Ikatan jangan terlalu keras atau kendor. Ikatan harus cukup jumlahnya agar secara keseluruhan bagian tubuh yang patah tidak bergerak.
Sepatu, gelang, jam tangan dan alat pengikat perlu dilepas.
Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama Luka
Gejala
o Terbukanya kulit o Pendarahan o Rasa nyeri Penanganan
1. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol atau boorwater) 2. Tutup luka dengan kasa steril / plester
3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
1. Ketika memeriksa luka, adakah benda asing, bila ada: 2. Keluarkan tanpa menyinggung luka
3. Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu) 4. Evakuasi korban ke pusat kesehatan
5. 2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.
Luka dan Pencegahan terhadap kemungkinan Tetanus:
Luka Bakar
Luka Bakar yaitu luka yang terjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)
Tujuan pertolongan pertama pada korban luka bakar adalah : o Untuk mengurangi rasa sakit
o Mencegah terjadinya infeksi
o Mencegah dan mengatasi peristiwa shyok yang mungkin dialami korban
Tingkatan Luka Bakar : Luka Bakar Tingkat I
Luka bakar tingkat satu adalah luka bakar dengan tingkat
kulit terkena sengatan sinar matahari, kontak langsung dengan objek panas seperti air panas atau uap panas.
Gejala :
- kemerahan pada bagian yang terbakar - bengkak ringan
- nyeri
- kulit tidak terkoyak karena melepuh Penanganan:
1. Siram dengan air mengalir bagian luka yang terbakar atau kompres dengan air dingin
Pakailah handuk kecil atau sapu tangan yang dicelup air dingin).
2. Lakukan sampai rasa sakit menghilang.
3. Tutup luka bakar dengan kain perban steril untuk mencegah infeksi.
4. Jangan memberi mentega atau minyak pada luka bakar 5. Jangan memberikan obat – obatan lain atau ramuan tanpa persetujuan dokter.
Luka Bakar Tingkat II
Luka bakar tingkat dua adalah luka yang disebabkan oleh
kerusakan lapisan bawah kulit misalnya, sengatan matahari yang berlebihan, cairan panas, dan percikan api dari bensin atau substansi lain.
Gejala:
- kemerahan atau bintikn-bntik hitam bergaris - melepuh
- bengkak yang tidak hilang selama beberapa hari - kulit terlihat lembab atau becek
Penanganan
1. Siram dengan air dingin / air es bagian luka yang terbakar atau kompres handuk kecil
atau sapu tangan yang dicelup air dingin.
2. Keringkan luka dengan handuk bersih atau bahan lain yang lembut
3. Tutup dengan perban steril untuk menghindari infeksi 4. Angkat bagian tangan ataua kaki yang terluka lebih tinggi dari organ jantung
5. Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau
Luka Bakar Tingkat III
Luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit
dikategorikan sebagai luka bakar tingkat III misalnya kontak terlalu lama dengan sumber panas dan sengatan listrik Gejala :
- daerah luka tampak berwarna putih - kulit hancur
- sedikit nyeri karena ujung saraf telah rusak Penanganan
1. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api dengan menggunakan selimut,
karpet, jaket dan bahan lain.
2. Kesulitan bernapas dapat terjadi pada korban khususnya bila luka terdapat pada wajah,
leher dan di sekitar mulut karena korban menghirup asap yang menyertai pembakaran.
Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bernapas. 3. Tempelkan kain basah atau air ingin, tetapi jangan
menggunakan air es untuk luka di bagian
wajah, tangan dan kaki. Tujuannya untuk menurunkan suhu daerah luka
4. Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, atau bahan lain
yang anda temukan. Tetapi jangan bahan yang mudah rontok seperti kapas / kapuk.
5. Segera telepon ambulan, penting bagi korban untuk mendapatkan perawatan meski lukanya
tidak terlalu besar.
Tata Cara dalam Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah sebagai berikut :
Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan
diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
a) Penilaian keadaan
Penilaian keadaan dilakukan untuk memastikan situasi yang dihadapi dalam suatu upaya pertolongan. Sebagai penolong kita harus memastikan apa yang sebenarnya kita hadapai, apakah ada bahaya susulan atau hal yang dapat membahayakan seorang penolong. Ingatlah selalu bahwa seorang atau lebih sudah menjadi korban, jangan ditambah lagi dengan penolong yang menjadi korban. Keselamatan penolong adalah nomor satu. Saat tiba di lokasi kejadian,sudah dapat dipastikan bahwa
keadaan aman maka tindakan selanjutnya adalah :
Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan: • Nama Penolong
• Nama Organisasi
• Permintaan izin untuk menolong dari penderita / orang Menentukan keadaan umum kejadian (mekanisme cedera) dan mulai melakukan penilaian dini dari penderita.
Mengenali dan mengatasi gangguan / cedera yang mengancam nyawa.
Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan. Minta bantuan.
b) Penilaian Dini
Kesan umum
Seiring mendekati penderita, penolong harus mementukan apakah situasi penderita tergolong kasus trauma atau kasus medis.
jika termasuk kasus trauma maka mempunyai tanda – tanda yang jelas terlihat atau teraba misalnya luka bakar, patah tulang, dll
Jika termasuk kasus medis maka tanpa tanda – tanda yang terlihat atau teraba misalnya sesak napas, pingsan,dll Periksa Respon
Cara sederhana untuk mendapatkan gambaran gangguan yang berkaitan dengan otak penderita. Terdapat 4 tingkat Respons penderita yaitu:
A = Awas
Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungannya. S = Suara
mendengar suara. N = Nyeri
menderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang
diberikan oleh penolong, misalnya dicubit, tekanan pada tulang dada.
T=Tidak respon
Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan oleh penolong. Tidak membuka mata, tidak bereaksi terhadap suara atau sama sekali.
Memastikan jalan napas terbuka dengan baik (Airway).
Jalan napas merupakan pintu gerbang masuknya oksigen ke dalam tubuh manusia. Apapaun usaha yang dilakukan, namun bila jalan napas tertutup semuanya akan gagal.
Pasien dengan respon
Cara sederhana untuk menilai adalah dengan memperhatikan peserta saat berbicara. Adanya gangguan jalan napas biasanya akan berakibat pada gangguan bicara.
Pasien yang tidak respon
Pada penderita yang tidak respon, penolonglah yang harus
mengambil inisiatif untuk membuka jalan napas. Cara membuka jalan napas yang dianjurkan adalah angkat dagu tekan dahi. Pastikan juga mulut korban bersih, tidak ada sisa makanan atau benda lain yang mungkin menyumbat saluran napas
Pemeriksaan Fisik
Amati dan raba (menggunakan kedua tangan dan dengan tekanan), bandingkan (simetry), cium bau yang tidak biasa dan dengarkan (suara napas atau derit ), dalam urutan berikut: 1. Kepala
Kulit Kepala dan Tengkorak Telinga dan Hidung
Pupil Mata
Mulut
2. Leher 3. Dada
Periksa perubahan bentuk, luka terbuka, atau perubahan kekerasan
Lakukan perabaan pada tulang 4. Abdomen
Periksa rigiditas (kekerasan) Periksa potensial luka dan infeksi
Mungkin terjadi cedera tidak terlihat, lakukan perabaan Periksa adanya pembengkakan
5. Punggung
Periksa perubahan bentuk pada tulang rusuk
Periksa perubahan bentuk sepanjang tulang belakang 6. Pelvis
7. Alat gerak atas 8. Alat gerak bawah
Pemeriksaan tanda vital
1. Frekuensi nadi, termasuk kualitas denyutnya, kuat atau lemah, teratur atau tidak
2. Frekuensi napas, juga apakah proses bernapas terjadi secara mudah, atau ada usaha bernapas, adakah tanda-tanda sesak napas.
3. Tekanan darah, tidak dilakukan pemeriksaan oleh KSR dasar 4. Suhu, diperiksa suhu relatif pada dahi penderita. Periksa juga kondisi kulit: kering, berkeringat, kemerahan, perubahan warna dan lainnya.
Denyut Nadi Normal : Bayi : 120 - 150 x /menit Anak : 80 - 150 x /menit Dewasa : 60 - 90 x /menit Frekuensi Pernapasan Normal : Bayi : 25 - 50 x /menit
Anak : 15 - 30 x /menit Dewasa : 12 - 20 x /menit
Riwayat Penderita
Selain melakukan pemeriksaan, jika memungkinkan dilakukan wawancara untuk mendapatkan data tambahan. Wawancara sangat penting jika menemukan korban dengan penyakit.
Mengingat wawancara yang dilakukan dapat berkembang sangat luas, untuk membantu digunakan akronim : KOMPAK
O = Obat-obatan yang diminum.
Pengobatan yang sedang dijalani penderita atau obat yang baru saja diminum atau obat yang seharusnya diminum namun
ternyata belum diminum.
M = Makanan/minuman terakhir
Peristiwa ini mungkin menjadi dasar terjadinya kehilangan respon pada penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalani pembedahan kemudian di rumah sakit.
P = Penyakit yang diderita
Riwayat penyakit yang diderita atau pernah diderita yang
mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita pada saat ini, misalnya keluhan sesak napas dengan riwayat gangguan jantung 3 tahun yang lalu.
A = Alergi yang dialami.
Perlu dicari apakah penyebab kelainan pada pasien ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi, biasanya penderita atau
keluarganya sudah mengetahuinya K = Kejadian.
Kejadian yang dialami korban, sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya gejala dan tanda penyakit yang diderita saat ini.
Pemeriksaan Berkala / lanjut
Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan tindakan, selanjutnya lakukan pemeriksaan berkala, sesuai dengan berat ringannya kasus yang kita hadapi.
Pada kasus yang dianggap berat, pemeriksaan berkala dilakukan setiap 5 menit, sedangkan pada kasus yang ringan dapat dilakukan setiap 15 menit sekali.
Beberapa hal yang dapat dilakukan pada pemeriksaan berkala adalah :
Keadaan respon
Nilai kembali jalan napas dan perbaiki bila perlu
Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya
Periksa kembali nadi penderita dan bila perlu lakukan
secara rinci bila waktu memang tersedia.
Nilai kembali keadaan kulit : suhu, kelembaban dan
kondisinya Periksa kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki, mungkin ada bagian yang terlewat atau
Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum diperiksa atau sengaja dilewati karena melakukan pemeriksaan terarah.
Nilai kembali penatalaksanaan penderita, apakah sudah
baik atau masih perlu ada tindakan lainnya.
Periksa kembali semua pembalutan, pembidaian apakah masih cukup kuat, apakah perdarahan sudah dapat di atasi, ada bagian yang belum terawat.
Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman
Pelaporan
Biasakanlah untuk membuat laporan secara tertulis. Laporan ini berguna sebagai catatan anda, PMI dan bukti medis.
Hal-hal yang sebaiknya dilaporkan adalah : • Umur dan jenis kelamin penderita • Keluhan Utama
• Tingkat respon
• Keadaan jalan napas • Pernapasan
• Sirkulasi
• Pemeriksaan Fisik yang penting • KOMPAK yang penting
• Penatalaksanaan
Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama Pingsan
Pingsan adalah suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seseorang akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, kondisi fisik lemah, dan lain sebagainya. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, kecelakaan, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, terkejut / kaget, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), anemia, dan lain-lain.
Perasaan limbung
Baringkan korban dalam posisi terlentang
Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
Beri udara segar
Periksa kemungkinan cedera lain Selimuti korban
Korban diistirahatkan beberapa saat
Untuk mengembalikan kesadaran orang yang mengalami
kepingsanan dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat dan merangsang.
Jika wajah orang pingsan itu pucat pasi maka sebaiknya buat badannya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.
Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.
Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya diabetes jangan diberi gula dan jika orangnya masih belum kuat memegang gelas atau minum sendiri dengan tangannya harap jangan diberi dulu agar tidak tersedak.
Perhatikan orang lain di sekitar korban, jangan sampai harta benda milik orang yang jatuh pingsan tersebut raib digondol maling/copet yang sedang beraksi dikala orang lain sengsara. Perhatikan pula ornag lain yang membantu atau menonton korban, jangan sampai mereka kecopetan saat serius membantu korban atau asyik melihat kejadian.
Bagaimanakah Teknik Pertolongan Pertama dalam Kondisi Gawat Darurat
RESUSITASI JANTUNG - PARU
RJP adalah teknik dasar pertolongan pertama yang digunakan pada korban yang tidak bernapas dan kuat dugaan jantungnya berhenti berdenyut . RJP bertujuan untuk merangsang organ jantung dan paru – paru korban berfungsi kembali memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu diperlukan prosedur RJP yang dikenal dengan tindakan ABC
meliputi :
Airway Controlling ( membuka Jalan udara / napas )
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Membaringkan korban telentang di lantai atau di tanah.
Membersihkan mulut dan jalan udara dari kemungkinan adanya benda – benda asing menggunakan jari penolong.
Jika tidak ada dugaan terjadi cedera leher, dongakkan
kepala korban untuk membuka jalan udara. Dengan cara menempelkan telapak tangan penolong di kening korban dan jari tangan lainnya mengangkat dagu korban yang bertujuan agar lidah korban tertarik dari pangkal
tenggorokan.
Breathing Support (bantuan pernapasan / napas buatan ) Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Pastikan kepala korban dalam posisi mendongak
Dengan meletakkan telapak tangan pada dahi, pencetlah hidung korban dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk
kemudian ambil napas dalam – dalam, tempelkan mulut
Anda pada mulut korban yang terbuka,
Setelah Anda mengembuskan udara ke dalam mulut dan hidung, dekatkan telinga Anda ke hidung korban untuk mendengarkan hembusan napasnya (LDR)
Lanjutkan pemberian udara kepada korban melalui
mulut,hidung atau keduanya sekitar 12 kali hembusan permenit (1 hembusan per 5 detik) untuk korban dewasa, 15 kali hembusan permenit (1 hembusan tiap4 detik) untuk korban anak-anak, 20 kali hembusan permenit (1
hembusan tiap 3 detik ) untuk bayi.
Kemudian perhatikan dada korban apakah ada gerakan naik dan turun pertanda dia bernapas, jika dada sudah mulai mengembang hentikan tiupan
Circulatoring Support (Memulihkan sirkulasi darah)
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Letakkan bagian dalam salah satu tangan anda di atas bagian tengah dada pasien.
Taruhlah tangan lainnya di atas tangan yang pertama.
Jaga siku anda lurus dan posisi bahu anda tepat di atas
tangan anda
Gunakan berat badan bagian atas (tidak hanya lengan anda) ketika anda mendorong ke bawah (menekan) dada 4 –5,5 cm.
Dorong kuat dan cepat-berikan dua tekanan tiap detik atau sekitar 100 tekanan tiap menit
Setelah 15 tekanan, miringkan kepala ke belakang-angkat
dagu
untuk membuka jalan udara. Bersiaplah untuk memberikan 2 pernapasan penyelamat.
Jepit ujung hidung dan berikan napas ke mulut pasien selama 1 detik.
Jika dada naik berikan napas kedua. Jika tidak naik, ulangi
memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu dan berikan napas kedua. Itu satu siklus.
Jika ada orang lain selain anda, minta orang tersebut berikan dua napas setelah anda melakukan 15 tekanan.
Posisi Anatomis
samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Kanan dan kiri mengacu pada kanan dan kiri penderita.
Bidang Anatomis
Dalam posisi seperti ini tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal:
o Bidang Medial; yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan
o Bidang Frontal; yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan bawah (posterior)
o Bidang Transversal; yang membagi tubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior)
Pembagian tubuh manusia
garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :
Kepala : Tengkorak, wajah, dan rahang bawah Leher
Batang tubuh : Dada, perut, punggung, dan panggul
Anggota gerak atas :
Sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, pergelangan tangan, tangan.
Anggota gerak bawah :
Sendi panggul, tungkai atas, lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki.
Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat di dalam tubuh yaitu :
Rongga tengkorak : Berisi otak dan bagian-bagiannya Rongga tulang belakang : Berisi bumbung saraf atau
“spinal cord”
Rongga dada : Berisi jantung dan paru
Rongga panggul : Berisi kandung kemih, sebagian usus besar, dan organ reproduksi dalam
Rongga perut (abdomen)
Berisi berbagai berbagai organ pencernaan Untuk mempermudah perut manusia dibagi menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran sebagai berikut:
ii. Kwadran kiri atas (organ lambung, limpa dan usus) iii. Kwadran kanan bawah (terutama organ usus termasuk usus buntu)
iv. Kwadran kiri bawah (terutama usus).
Sistem dalam tubuh manusia
Agar dapat hidup tubuh manusia memiliki beberapa sistem: 1. Sistem Rangka (kerangka/skeleton)
a. Menopang bagian tubuh b. Melindungi organ tubuh
c. Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh d. Memberi bentuk bangunan tubuh
2. Sistem Otot (muskularis)
Memungkinkan tubuh dapat bergerak 3. Sistem pernapasan (respirasi)
Pernapasan bertanggung jawab untuk memasukkan oskigen dari udara bebas kedalam darah dan
mengeluarkan karbondioksida dari tubuh. 4. Sistem peredaran darah (sirkulasi)
Sistem ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
5. Sistem saraf (nervus)
Mengatur hampir semua fungsi tubuh manusia. Mulai dari yang disadari sampai yang tidak disadari
6. Sistem pencernaan (digestif)
Berfungsi untuk mencernakan makanan yang masuk dalam tubuh sehingga siap masuk ke dalam darah dan siap untuk dipakai oleh tubuh
7. Sistem Klenjar Buntu (endokrin) 8. Sistem Kemih (urinarius)
9. Kulit
10. Panca Indera
11. Sistem Reproduksi
PUBERTAS
1. Apakah pubertas itu ?
Pubertas adalah awal masa remaja. Pada masa pubertas terjadi perubahan badaniah yang ditandai adanya kemampuan untuk melanjutkan keturunan ( reproduksi ). Perubahan ini disertai perubahan mental dan akan mempengaruhi perilakumu.
2. Kapan pubertas terjadi ?
Perubahan yang terjadi pada setiap orang berbeda-beda, biasanya perempuan mengalami pubertas lebih awal pada usia 11-12 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 13-14 tahun.
3. Apa perubahan badaniah pada perempuan ?
Tubuh menjadi tinggi, rambut tumbuh di ketiak dan di sekitar kemaluan, buah dada akan membesar, pinggul melebar, mengalami menstruasi / haid pertama.
4. Bagaimana dengan laki-laki ?
Otot mengembang di sekitar dada dan bahu, berat dan tinggi badan bertambah, suara membesar, rambut tumbuh di ketiak , sekitar kemaluan, tangan dan kaki, dada dan di wajah ( kumis dan jenggot ) serta mimpi basah.
5. Perubahan mental apa yang menyertai perubahan badaniah ? Mulai tertarik pada lawan jenis. Perempuan ingin tampil lebih cantik dan laki-laki ingin menunjukan kejantanannya. Dan ada juga yang menjadi pemalu, sering sedih, khawatir dan sering bingung sehingga kepercayaan diri menurun, sering kali merasa ” tidak suka” pada lawan jenis, semua itu normal dan terjadi pada setiap orang di masa remaja.
6. Perubahan perilaku apa yang terjadi ?
Pada masa ini, mereka lebih suka pergi bersama teman-teman sebaya, dari pada tinggal di rumah. Tidak menurut pada orang tua, suka pamer dan tidak berpikir pada saat berbuat. Hal ini menyebabkan mereka lebih mudah dipengaruhi teman. Perempuan sebelum saat haid/ menstruasi, biasanya sangat perasa ,emosional, pemarah tanpa alasan yang jelas.
7. Perubahan apa lagi yang biasanya terjadi ? Kulit semakin berminyak dan mudah berjerawat.
PERILAKU REMAJA
Masa remaja adalah suatu masa perubahan dari masa anak-anak ke masa dewasa . Pada saat ini remaja mengalami pengalaman-pengalaman baru baik jasmani maupun rohani . Remaja akan membentuk kelompok bersama teman-teman sebaya dan mencari pengalaman-pengalaman baru bersama-sama.
9. Bukankah memiliki banyak teman itu menyenangkan ?
Tentu saja, karena bisa berbagi rasa “ cur-hat “ , “ ngerumpi “, melakukan tugas / pekerjaan bersama-sama pokoknya saling membantu. Tapi ingat ! teman juga dapat memberi pengaruh buruk bagi diri remaja. Banyak orang sulit keluar dari permasalahannya, akibat teman di masa remaja.
10. Bagaimana mungkin teman dapat memberikan pengaruh buruk ?
Karena sering dipaksa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh teman-teman dalam kelompok pergaulannya. Bila tidak mau , remaja tersebut tidak dianggap bagian dalam kelompoknya. Kalau ajakannya negatif, tinggalkan saja kelompok itu, dan cari teman baru yang lain.
11. Apakah pengaruh-pengaruh buruk yang dapat mempengaruhi remaja ?
· Ajakan mencoba obat-obatan terlarang · Ajakan membaca buku-buku porno
· Ajakan menonton film / vidio / VCD porno · Ajakan mencoba minuman beralkohol · Ajakan mencuri
· Ajakan menentang orang tua · Ajakan mencoba merokok, dll
12. Hanya mencoba saja mengapa tidak boleh ?
Ajakan mencoba sesuatu untuk kesetiakawanan dapat menjerumuskan remaja pada perbuatan –perbuatan kriminal, dan merusak masa depan, menjauhkan diri dari hal-hal yang baik . Karena sekali mencoba, akan terulang dan terulang lagi, menyebabkan remaja menjadi ketagihan. Bila sudah demikian, apapun akan dilakukan oleh remaja untuk mendapatkannya.
13. Bukankah mencoba dapat menjadi pengetahuan bagi remaja ?
Memang benar, tetapi pengetahuan yang didapat seperti itu dan berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sebaiknya ikutilah bimbingan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga resmi . seperti puskesmas, sekolah, pesantren dan organisasi-organisasi kepemudaan yang ditugasi untuk menyebarkan pengetahuan itu.
15. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh remaja ?
· Jagalah dirimu sendiri dengan penuh tanggung jawab untuk masa depanmu
· Jangan rusak kepercayaan orang tua terhadap dirimu
· Berani menyatakan “tidak” terhadap ajakan teman yang akan merugikan dirimu
· Hindari perbuatan-perbuatan yang beresiko untuk kehidupan masa depan
· Pilihlah teman yang berahlak baik
· Gunakan masa remajamu untuk hal-hal yang bermanfaat
· Jagalah kondisi jasmani dan rohani, dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, berolah raga dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan-kegiatan sosial.
GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA
16. Mengapa remaja membutuhkan gizi seimbang ?
Karena saat remaja terjadi pertumbuhan jasmani dan pematangan organ tubuh yang cepat , sehingga diperlukan zat-zat gizi yang cukup, baik jumlah maupun macamnya.
17. Apa saja zat gizi yang diperlukan itu ?
· Energi yang berfungsi sebagai zat tenaga di dapat dari beras, jagung, gandum, kentang, ubi jalar, sagu, talas dll.
· Protein yang berfungsi sebagai zat pembangun di dapat dari ikan, daging, susu, telur, kacang-kacangan.
· Vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai zat pengatur di dapat dari sayur-sayuran, dan buah-buahan.
18. Apakah disetiap makanan terdapat zat-zat gizi yang sama ? Setiap makanan memiliki zat gizi yang berbeda-beda, oleh sebab itu makanlah makanan yang beraneka ragam untuk mencapai gizi seimbang .
19. Bila mengkonsumsi berbagai macam makanan , bukankah mengakibatkan kegemukan ?
Konsumsi energi yang terbaik adalah konsumsi energi yang tidak berlebihan tetapi juga tidak kekurangan. Hal tersebut ditandai dengan berat badan normal.
KESEHATAN REPRODUKSI
20. Apakah reproduksi itu ?
Reproduksi adalah proses melanjutkan keturunan ?
21. Apakah kesehatan reproduksi itu ?
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh , mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial, yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi.
22. Apakah alat-alat reproduksi itu ?
Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh kita yang berfungsi dalam melanjutkan keturunan . alat reproduksi perempuan berbeda dengan alat reproduksi laki-laki.
23. Apa yang disebut alat reproduksi perempuan (yang sering disebut kemaluan perempuan)?
Alat reproduksi perempuan terdiri dari bagian luar (dapat dilihat karena di permukaan tubuh ) dan bagian dalam ( tidak terlihat karena terletak di rongga panggul )
24. Apakah yang disebut alat reproduksi perempuan bagian luar ?
- Bibir luar kemaluan / labia mayora - Bibir dalam kemaluan / labia minora - Kelentit / klitoris
- Vagina
25. Apakah yang disebut alat reproduksi perempuan bagian dalam ?
- Vagina
- Leher rahim / cervix - Rahim / uterus
- Saluran telur / tuba falopii
- Dua buah indung telur / ovarium
26. Apakah selaput dara / himen itu ?
Memang robeknya selaput dara dapat disebabkan masuknya penis laki-laki ke dalam vagina perempuan yang pertama kali.
27. Apakah tanda-tanda kematangan alat reproduksi perempuan ?
Kematangan alat reproduksi perempuan ditandai oleh terjadinya haid pertama, yang disebut “ menarche”. Ada pula yang menyebut bahwa remaja perempuan itu sudah akil baligh. Yang biasanya dimulai sekitar umur 8- 12 tahun. Kalau remaja sudah mengalami menarche berarti tubuhnya sudah menghasilkan sel telur yang dapat dibuahi sperma yang dihasilkan oleh “hubungan seksual , walaupun hanya sekali, memungkinkan terjadinya kehamilan”. Perlu diketahui , bahwa kehamilan juga dapat terjadi tanpa masuknya penis laki-laki ke dalam vagina perempuan, sehingga seperma laki-laki yang biasanya menyemprot keluar berhasil masuk ke dalam vagina perempuan.
28. Apakah haid / mentruasi / datang bulan itu ?
Haid adalah luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang mengandung pembuluh darah, sehingga haid pada remaja perempuan ditandai oleh keluarnya darah dari kemaluan. Peristiwa ini berlangsung selama 3-7 hari. Haid terjadi secara teratur setiap bulan, disebut siklus haid. Namun jarak satu haid dengan haid berikutnya, tidak sama untuk setiap remaja perempuan. Biasanya 28 hari , ada yang kurang atau lebih, sebut saja antara 21-35 hari. Siklus haid pada remaja perempuan kadang-kadang juga belum teratur.
29. Apakah yang perlu diperhatikan remaja perempuan kalau ia sedang haid ?
· Pada saat haid dinding rahim mudah mengalami infeksi, bila bakteri memasuki vagina. Akibat infeksi dapat menyebabkan penyakit yang merusak sistem reproduksi . oleh karena itu, menjaga kebersihan selama haid harus dilakukan, antara lain mengganti duk atau pembalut sekurang-kurang 2-3 kali sehari, mandi dan membasuh kemaluan dengan air bersih.
· Selama haid pada beberapa remaja perempuan timbul rasa nyeri pada pinggang atau pinggul, hal ini disebabkan peregangan otot rahim. Pada saat haid sebaiknya minum tablet zat besi 1 x 1 tablet / hari selama 10 hari karena banyak mengeluarkan darah.
30. Apakah alat reproduksi laki-laki itu ?
31. Mengapa laki -laki disarankan untuk disunat ?
Dengan disunat, penis jadi lebih mudah dibersihkan, lebih bersih dan terhindar dari infeksi dan mencegah penyakit.
33. Bagaimana membersihkan penis ?
Caranya , bagi yang tidak disunat kulit yang menutupi penis ditarik kearah dalam / belakang , pelan-pelan, basuhlah kotoran dengan sabun yang lembut, dan kotoran pada kulit yang lipat-lipat. Remaja laki-laki dapat mengeluarkan cairan yang berwarna putih kekuningan, oleh karena itu gantilah pakaian dalam, minimal 2 kali sehari
34. Apakah ereksi itu ?
Ereksi adalah pengerasan penis, yang disebabkan masuknya aliran darah pada penis yang menimbulkan penis jadi besar dan keras.
Ereksi kadang-kadang disertai dengan ejakulasi ( ketika air mani yang berisi sperma penuh dan keluar melalui batang zakar / penis )
35. Apakah mimpi basah itu ?
Peristiwa ejakulasi pengeluaran cairan mani / berupa cairan kental pada saat tidur.
36. Kapan mimpi basah itu terjadi pada laki-laki ?
Antara usia 10 – 15 tahun , pada saat usia ini zakar mulai menghasilkan sperma.
HAMBATAN TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
a. Kurangnya pengetahuan dan informasi
Remaja kurang pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi reproduksi, bagaimana terjadinya hamil dan STI, bagaimana mencegahnya dan dimana mendapatkan perlindungan.
Orang tua yang merasa kurang aman, malu menceritakan
tentang seks dengan anak-anaknya.
b. Kurangnya akses terhadap pelayanan dan program
Remaja tidak punya atau memiliki sedikit uang untuk membayar pelayanan, kurang sarana transportasi atau tidak tahu bagaimana menggunakan pelayanan tersebut
Petugas kesehatan mungkin menghakimi terhadap remaja yang berperilaku seksual aktif
Petugas kesehatan mungkin tidak memiliki informasi ilmiah
terbaru tentang kontrasepsi yang aman bagi remaja
Klinik tidak membuka jam-jam tertentu yang tepat untuk remaja
Klinik dirancang untuk perempuan yang sudah menikah bukan untuk perempuan lajang atau laki-laki
Persyaratan untuk tes medis dan pemeriksaan panggul
mungkin tidak mendukung remaja untuk mencari kontrasepsi
Kebijakan kesehatan nasional menjadi hambatan legal bagi remaja untuk mencari informasi atau layanan kesehatan reproduksi
c. Terbatas karena hambatan sosial dan psikologis
1) Remaja takut untuk mengatakan bahwa mereka sudah melakukan seksual aktif
2) Mereka memiliki gambaran yang tidak realistis tentang kehamilan dan STI
3) Meraka khawatir bahwa kontrasepsi akan merusak kesehatannya dan kesuburannya kelak
4) Mereka mudah terkena kekerasan dan pelecehan
5) Remaja perempuan mungkin segan untuk mendiskusikan isu kesehatan reproduksi, khawatir pengetahuan tersebut akan diterjemahkan sebagai perempuan yang mudah diajak untuk melakukan seks
7) Seksual aktif sering dilihat sebagai jalan bagi remaja laki-laki untuk mendapat pengakuan status dari kelompoknya
8) Media cenderung untuk menekankan bahwa seks itu menyenangkan tapi tidak bertanggungjawab terhadap perilaku seks.
DONOR DARAH
Penyumbang darah atau Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela atau pengganti untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah.
Penyumbangan darah biasa dilakukan rutin di Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat maupun Unit Donor Darah di daerah. Dan setiap beberapa waktu, ada pula penggalangan penyumbangan darah yang diadakan di tempat-tempat keramaian, seperti di pusat perbelanjaan, kantor perusahaan besar, tempat ibadah, serta sekolah dan universitas secara sukarela
SYARAT MENJADI PENYUMBANG DARAH
Untuk dapat menyumbangkan darah, seseorang mengisi formulir pendaftaran dan secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Sehat Jasmani dan Rohani
Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun, Berat badan minimal 45 kg
Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%
Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg ]]) dan (diastol) 70-100 mmHg
Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
Rentang waktu penyumbang minimal 12 minggu atau 3
bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun)
Larangan Menjadi Penyumbang Darah
Mempunyai penyakit jantung dan paru paru Menderita kanker
Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
Menderita epilepsi dan sering kejang
Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
Mengidap Raja Singa (Sifilis) Ketergantungan Narkoba.
Kecanduan Minuman Beralkohol
Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan
Keadaan yang Menunda Menjadi Penyumbang Darah
Sedang sakit demam atau influenza, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
Setelah cabut gigi, jangka waktu menyumbangkan adalah
5 hari setelah sembuh.
Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 tahun.
Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
Sedang hamil, jangka waktu menyumbangkan adalah 6
bulan setelah melahirkan.
Sedang menyusui, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 bulan setelah berhenti menyusui.
Setelah sakit malaria, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria,
jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
Bila sakit tipus, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan setelah sembuh.
Setelah vaksin, jangka waktu menyumbangkan adalah 8
minggu.
Ada gejala alergi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
Tidur minimal 4 jam sebelum menyumbang.
Makanlah 3 - 4 jam sebelum menyumbangkan darah. jangan menyumbangkan darah dengan perut kosong.
Minum lebih banyak dari biasanya pada hari
menyumbangkankan darah (paling sedikit 3 gelas)
Setelah menyumbang beristirahat paling sedikit 10 menit sambil menikmati makanan penyumbang, sebelum kembali beraktivitas.
Kembali bekerja setelah menyumbangkan darah, karena tidak berbahaya untuk kesehatan.
Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari
mengangkat benda berat selama 12 jam.
Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan stamina dan pulih
MANFAAT DONOR DARAH
Manfaat Donor Darah Donor darah memang tindakan yang sangat mulia mengingat hal itu sangat bermanfaat bagi orang lain. Berbicara mengenai Manfaat Donor Darah, ternyata tidak hanya bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan, tetapi ada dua pihak yang diuntungkan, yaitu bagi penerima (resipien) yang diberi donor dan bagi donor (penyumbang) atau pemberi.
Manfaat Donor Darah bagi Penerima Untuk poin pertama yaitu manfaat bagi penerima donor darah, contohnya: Transfusi darah untuk korban kecelakaan yang banyak kehilangan darah. Penderita penyakit tertentu yang akan menjalani operasi besar. Kasus-kasus tertentu demam berdarah. Untuk pasien talasemia mayor. dan masih banyak yang lainnya.
kanker tenggorokan. Tingkat risiko menurun seiring dengan seberapa sering partisipan mendonorkan darahnya.
REMAJA SEHAT PEDULI SESAMA
KEBERSIHANKeadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan bau.
Keadaan sehat dan aman secara fisik, mental, dan sosial.
GAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT. 1.Menjaga Pola Makan.
Janganlah terlalu khawatir apabila kamu diminta menjaga pola makan, selama kamu dapat mengontrol kualitas dan keragaman makanan, serta jumlah yang dimakan.
2. Melakukan olahraga.
Dengan senam di kamarmu atau berjalan kaki di komplek perumahanmu selama 30 menit kamu sudah melakukan olahraga. Lakukan kegiatan tersebut secara rutin setidaknya 3 hari dalam seminggu. Atau kalau kamu berminat dengan salah satu cabang olahraga, kamu dapat berkonsentrasi dengan cabang olahraga tersebut.
3. Tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol.
Ada banyak cara untuk menjauhi rokok dan minuman keras, tapi hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengatakan TIDAK apabila ada yang menawarkannya padamu.
4. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda.
Walaupun berjalan kaki/bersepeda membuat kita lelah, tetapi kalau sudah terbiasa, akan ada banyak manfaatnya.
5. Menjaga kebersihan kamar mandi, tempat cuci dan toilet (MCK).
Jagalah kebersihan kamar mandi, karena jika kamar mandi sudah bersih, kita juga akan merasa nyaman memakainya.
6. Pembuangan sampah dan limbah keluarga.
Sampah dan limbah keluarga, baik itu sampah maupun air bekas mandi, mencuci piring atau pakaian, dapat mengotori lingkunganmu dan dapat menimulkan penyakit. Agar sampah dan limbah keluarga tidak mengganggu kenyamanan dan menimbulkan penyakit, sebaiknya kamu membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan.
MENJADI BERSIH DAN SEHAT
Mengapa menjadi bersih dan sehat itu menyenangkan?
Dengan selalu menjaga kebersihan rumah dan kesehatan keluarga secara bersama-sama, rumah dan keluargamu akan menjadi contoh yang baik di dan lingkungan tempat tinggalmu. Menjaga kebersihan sekolahmu akan membuat lingkungan sekolah dan Üwarga sekolah menjadi sehat. Suasana belajar menjadi menyenangkan apabila sekolah bersih dan kita sehat. Terkadang sekolah yang bersih dan sehat mendapatkan penghargaan yang memberikan kebanggaan. Beberapa komplek tempat tinggal yang bersih dan memiliki lingkungan yang sehat, selalu menjadi contohbagi yang lainnya. Sangat menyenangkan apabila kawasan tempat tinggal kita selaludisebut-sebut menjadi contoh bagi lingkungan yang bersih dan sehat.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI.
1. Diare. Gejala:
Buang Air Besar (BAB) tiga kali atau lebih dalam sehari. Dan banyak mengeluarkan cairan.
Cara pencegahan:
perilaku hidup bersih dan sehat, misal: mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat, kuku tetap bersih
Yang bisa kita lakukan: minum larutan gula garam.
2. Demam Gejala:
Suhu tubuh mengalami peningkatan (+37,5oC). Pencegahan:
perilaku hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari infeksi Pertolongan Pertama yang bisa kita lakukan:
kompres dengan air hangat, dan segera hubungi layanan kesehatan.
3. DBD (Demam Berdarah Dengue)
Penyakit yang disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti.
Gejala:
demam secara terus menerus, dan untuk memastikan bahwa penderita terkena DBD maka perlu pemeriksaan di laboratorium. Pencegahan:
3M (menguras, menimbun, menutup) Apa yang bisa kita lakukan:
4. Gizi buruk
Kekurangan makanan bergizi dalam waktu lama yang mengakibatkan tubuh tidak berkembang secara normal. Pencegahan: mengkonsumsi makanan bergizi secara teratur
BAGAIMANA MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN?
Kalau kamu ingin hidup sehat, mudah saja, tanamkan pada dirimu untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat dan berusaha untuk membentuk kebiasaan yang baik.
MEMBENTUK KEBIASAAN BAIK
Bagaimana Menjaga Kebersihan dan Kesehatan?
Kebersihan dan kesehatan sebenarnya adalah bagian dari hidup keseharian kita. Sebagai anggota PMR, kamu dapat membentuk karakter positif kamu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Komitmen untuk hidup bersih dan sehat bukan hanya berguna buatmu, tetapi juga memberikan manfaat kepada keluargamu, sekolahmu, dan masyarakat dimana kamu bertempat tinggal.
Bagaimana cara membenntuk kebiasaan baik Beberapa ide kegiatan yang dapat kamu lakukan: 1. Membentuk kebiasaan baik bagi dirimu sendiri
Kalau gaya hidupmu saat ini tidak sehat, sekarang saatnya mulai bergaya hidup sehat.
2. Membentuk kebiasaan baik di keluargamu
Menyisihkan uang tabunganmu untuk membeli handuk atau lap kecil bagi masing-masing anggota keluarga. Belilah handuk atau lap kecil tersebut dengan warna tertentu hanya untuk orang tertentu. Kadang saat kamu ulang tahun ada baiknya menghadiahi keluargamu dengan pengetahuan mengenai kebersihan dan kesehatan lewat barang yang kamu beli.
3. Membentuk kebiasaan baik di sekolahmu
Bersama-sama dengan teman-temanmu di unit PMR, membantu ibu kantin untuk menjaga kebersihan kantin serta makanan dan minumannya. Selain kebersihan dan kesehatan makanan serta minumannya terjaga, kegiatan ini akan membuat nama unit PMRmu menjadi terkenal karena membantu menjaga kesehatan warga sekolah.
penting bagi kamar mandi untuk membantu memastikan bahwa tangan anak-anak dicuci setiap kali selesai menggunakan toilet. Kegiatan ini dapat dilakukan olehmu dan teman-teman unit PMRmu di komplek perumahan yang memiliki fasilitas MCK umum.
Melalui FORPIS, rencanakanlah pertemuan agar kamu bisa mengajak unit PMR lain untuk membuat-setidaknya-satu unit tempat sampah yang terpisah peruntukannya (sampah organik-sampah plastik-organik-sampah kaleng). Sebaiknya menghubungi dinas kebersihan untuk memastikan bahwa sampah yang dibuang di tempat sampah hasil karya kalian di angkut secara rutin oleh petugas kebersihan. Dengan membuang sampah secara terpisah, selain untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dapat juga memberikan perubahan perilaku yang positif dan tambahan penghasilan apabila sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
TRI BAKTI PMR
1). Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat.
2). Berkarya dan Berbakti di Masyarakat. Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas dengan orang lain.
TANGGAP DARURAT BENCANA
Letak geografis Indonesia di daerah Khatulistiwa dengan morfologi yang beragam dari dataran sampai pegunungan tinggi menyebabkan Indonesia termasuk negara yang paling rawan terhadap bencana.
Berdasarkan data Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR), Indonesia menduduki peringkat tertinggi untuk ancaman bahaya tsunami, tanah longsor, dan letusan gunung berapi.
Sebagai salah satu mandatnya, PMI melakukan respon cepat, tepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana. Untuk melakukan penanggulangan bencana, PMI didukung oleh relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak pelaku pelayanan kepalangmerahan PMI di masyarakat.
Mandat PMI dalam membantu penanggulangan bencana ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 25 Tahun 1950 dan Keppres No. 246 Tahun 1963 tentang PMI yang bekerja melaksanakan tugas atas nama pemerintah dan bertanggungjawab kepada pemerintah dengan tetap berprinsip kepada kemandirian PMI dan dalam hal bencana, PMI mempunyai tugas antara lain sebelum bencana, saat bencana, dan paska bencana.